cover
Contact Name
Tri Mei Khasana
Contact Email
trimeikh@gmail.com
Phone
+6289686000300
Journal Mail Official
medika.respati@respati.ac.id
Editorial Address
Universitas Respati Yogyakarta Kampus 2 Jl. Raya Tajem KM.1,5, Maguwoharjo, Depok, Kenayan, Wedomartani, Kec. Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55282
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan
ISSN : 19073887     EISSN : 26851156     DOI : 10.35842/mr.vxxixx.xxx
Core Subject : Health,
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan welcome submission in the area of health sciences and practices. Focus and Scope: Medicine Nursing Midwifery Public Health Nutrition Physiotherapy Health technology The manuscript must be Original Article
Articles 340 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN MENARCHE DINI PADA SISWI SMP SETIA NEGARA DEPOK TAHUN 2018 Nenda Larasati; Sintha Fransiske Simanungkalit; Ni Luh Desi Puspareni
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.053 KB) | DOI: 10.35842/mr.v14i2.251

Abstract

Latar belakang: Menarche adalah mentruasi pertama sebagai tanda bahwa remaja sudah memasuki tahap kematangan organ seksual. Menarche dapat terjadi lebih cepat dibawah 10 tahun atau lebih lambat pada usia 17 tahun (Manuaba, 2007).Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian menarche dini pada sisiw SMP Setia Negara Depok tahun 2018.Metode Penelitian: Penelitian dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi sasaran adalah seluruh siswi SMP Setia Negara Depok tahun 2018. Sampel penelitian sebanyak 138 responden dengan menggunakan teknik pengambilan sampel stratified random sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner dan pengukuran BB, TB. Perhitungan statistik dilakukan dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil: rata-rata usia menarche pada siswi SMP Setia Negara Depok Tahun 2018 adalah 12,11 tahun. Rata- rata status gizi siswi 21,6, pendapatan orang tua ≥ Rp 4.000.000.00, aktifitas fisik rata-rata ringan, dan Paparan media masa rata-rata tidak terpapar. Dalam penelitian ini diketahiui adanya hubungan antara status gizi (p=0,008), aktivitas fisik (p=0,033), paparan media massa (p=0,034) dengan kejadian menarche dini. Namun, tidak ada hubungan antara pendapatan orang tua dengan kejadian menarche dini.Kesimpulan: adanya hubungan yang bermakna antara status gizi, aktivitas fisik dan paparan media massa dengan kejadian menarche dini. Saran meningkatkan pendidikan tentang reproduksi khususnya menarche, melaksanakan kegiatan pemantauan status gizi berkerja sama dengan program UKS (Usaha Kesehatan Sekolah).Kata Kunci: Menacrhe Dini, Status Gizi, Pendapatan Orang tua, Aktivitas Fisik, Paparan Media Massa
STATUS STUNTING KAITANNYA DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BALITA DI KABUPATEN GUNUNG KIDUL Devillya Puspita Dewi
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 10, No 4 (2015)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.146 KB) | DOI: 10.35842/mr.v10i4.104

Abstract

Stunting merupakan salah satu kejadian masalah gizi yang ditandai dengan pertumbuhan fisik tinggi badan yang tidak normal sesuai dengan umur. Berdasarkan Riskesdas 2013, Indonesia mengalami peningkatan angka anak yang mengalami underweight yaitu 18,3% (2007), 17,9% (2010), dan 19,6% (2013). Untuk kategori stunting (TB/U), Indonesia pada tahun 2013 mengalami peningkatan dari tahun 2010 (35,6%) menjadi 37,2% di tahun 2013.Prevalensi stunting di DIY berkisar 20- 29% sedangkan untuk Kabupaten Gunung Kidul berkisar 30-39%. Tingginya prevalensi stunting ada kaitannya dengan cakupan pemberian ASI Eksklusif yang masih rendah yaitu berkisar 20%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kaitan status stunting dengan pemberian ASI Eksklusif pada balita di Kabupaten Gunung Kidul.Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan case control study. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Karangmojo Kabupaten Gunung Kidul. Sampel dalam penelitian ini kasus berjumlah 93 balita dan kontrol berjumlah 93 balita. Analisa data menggunakan chi square.Hasil penelitian menunjukkan dari karakteristik ibu balita normal sebagian besar ibu berpendidikan tinggi (45,2%) dan tidak bekerja (90,3%). Pada balita stunted sebagian besar ibu berpendidikan menengah (39,7%) dan tidak bekerja (87,9%) Pada balita normal sebagian besar mendapatkan ASI Eksklusif ( 61,3%) dan untuk balita stunted sebagian besar tidak ASI Eksklusif (74,2%). Kesimpulan menunjukkan bahwa status stunting mempunyai kaitan dengan pemberian ASI Eksklusif pada balita di Kabupaten Gunung Kidul.
EFEKTIFITAS PERAN PIMPINAN DALAM PELAKSANAAN GERAKAN MASYARAKAT HIDUP SEHAT UNTUK MENINGKATKAN KESEHATAN MASYARAKAT Florentina Kusyanti; Ima Kristina Yulita
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 15, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.463 KB) | DOI: 10.35842/mr.v15i2.272

Abstract

Background: Individual health is everyone's needs and rights, but for health-related issues it is the responsibility of all levels of Indonesian society both private and Government agencies. On the results of disease evaluation from the Ministry of Health of the Republic of Indonesia concerning the development of diseases that there is a changefrom infectious diseases to non-communicable diseases caused by the lack of population activity by 26.1%, drinking alcohol 4.6%, consuming less vegetables and fruit by 93.5%.A healthy village is a village that is clean and organized and the level of understanding of health for the community is good and wants to carry out activities that support to improve the health of all people in the community.Objective: to find out how effective the leadership's role is in implementing the movement for a healthy lifestyle.Methods: The case study research design was qualitative, for the research technique used was a pusposive sampling technique. Data collection was carried out by 2 graduate students by means of in-depth interviews and documentation studies. The main informants were the lurah pak, and the 6 angarang triangulation information consisting of from the village midwife, the head of the village PKK, the head of the health cadre, and 3 hamlet heads in the village of mertoyudanResults: observation and interviews with informants that the role of leaders in the implementation of the movement for healthy living is not yet optimal, because the village head has invited to do the germas but subordinates have not carried out the maximum and have not given concrete examples of implementation that can be emulated by the community in carrying out the community movement for healthy living the level of knowledge is good.Conclusion : the role of leaders in the implementation of the movement for healthy living is not yet optimal, because the village head has invited to do the germas but subordinates have not carried out the maximum and have not given concrete.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KELOMPOK LANJUT USIA DALAM PEMILIHAN FASILITAS KESEHATAN TINGKAT PERTAMA DI BANTUL YOGYAKARTA Dwi Endah Kurniasih
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 13, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.22 KB) | DOI: 10.35842/mr.v13i1.121

Abstract

Tantangan yang dihadapi lansia terutama pada penurunan kondisi tubuh. Upaya yang dilakukan baik pemerintah maupun swasta dengan memberikan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Fasilitas kesehatan tingkat pertama menjadi tumpuan di tingkat dasar dalam memberikan pelayanan yang baik kepada lansia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi kelompok lansia dalam pemilihan fasilitas kesehatan di tingkat pertama. Jenis penelitian ini merupakan kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study dengan jumlah sampel sebanyak 41 lansia teknik pengambilan sampel dengan simple random sampling. Penelitian ini dilaksanakan bulan September s/d Oktober 2017 di lokasi Dusun Karet Pleret Bantul. Instrument yang digunakan berupa kuesioner. Data dianalisis menggunakan deskriptif dan uji korelasi untuk memperlihatkan faktor-faktor antara lain penddikan, penghasilan, kepesertaan BPJS, kepuasan layanan dan kemudahan akses. Hasilnya sebagian besar lansia berpendidikan rendah (95%), dengan penghasilan dibawah UMR (98%). Sebesar 88% lansia merupakan anggota BPJS, dengan 80% ditanggung oleh pemerintah dan 20% membayar iuran setiap bulannya. Mayoritas lansia memilih klinik swasta (68%) yaitu Klinik pratama RBG Rumah Zakat sebagai fasilitas kesehatan terpilihnya. Tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan (P value 0.058), tingkat penghasilan (P value 0.303) dan kepesertaan BPJS (P value 0.878) dengan pemilihan fasilitas kesehatan.  Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan Fasilitas kesehatan diantaranya kepuasan layanan fasilitas kesehatan dengan P value 0,000. Faktor kemudahan akses memiliki korelasi kuat dan positif dengan P value 0,002. Kesimpulannya faktor yang memiliki hubungan bermakna dengan pemilihan fasilitas kesehatan adalah kepuasan layanan dan kemudahan akses terhadap fasilitas kesehatan.  Kata Kunci : Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama, Lansia, Kepesertaan BPJS, Kepuasan Layanan
EFIKASI DIRI DAN MOTIVASI IBU PASCA BEDAH SESAR TERHADAP PRAKTIK PEMBERIAN ASI PADA BAYI BARU LAHIR Venny Vidayanti; Listyana Natalia
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan 2017: Suplemen Medika Respati Februari 2017 Volume 12
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1457.849 KB) | DOI: 10.35842/mr.v0i0.432

Abstract

Latar Belakang : Efi kasi diri dan motivasi ibu dalam menyusui bayinya merupakan faktor yang berperan penting terhadap pemberian ASI bagi bayi baru lahir. Nyeri, kecemasan, dan hambatan mobilisasi yang dialami oleh ibu pasca pembedahan dapat menurunkan efi kasi diri dan motivasi ibu untuk memberikan ASI eksklusif bagi bayinya. Hal ini akan berdampak pada praktik pemberian ASI bagi bayi dan ibu cenderung akan memberikan susu formula bagi bayi baru lahir.Tujuan :Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan efi kasi diri dan motivasi ibu menyusui pasca bedah sesar dengan praktik pemberian ASI eksklusif pada bayi baru lahir.Metode :Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu pasca bedah sesar yang dirawat gabung bersama bayinya sebanyak 48 responden di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Analisis bivariat yang digunakan adalah uji chi square.Hasil :Hasil p-value hubungan efi kasi diri ibu pasca bedah sesar dengan praktik pemberian ASI pada bayi baru lahir sebesar 0,022. Hasil p-value hubungan motivasi ibu pasca bedah sesar dengan praktik pemberian ASI pada bayi baru lahir sebesar 0,011.Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifi kan antara efi kasi diri ibu menyusui dan motivasi ibu pasca bedah sesar dengan praktik pemberian ASI pada bayi baru lahir di RSUD Panembahan Senopati Bantul
PENGARUH WAKTU PEMBERIAN SUPLEMEN FERRO SULFAT TERHADAP PENINGKATAN TEKANAN DARAH TIKUS (Rattus norvegicus) BUNTING Zahrah Zakiyah; Dewi Setyaningsih
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan 2017: Suplemen Medika Respati Februari 2017 Volume 12
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.228 KB) | DOI: 10.35842/mr.v0i0.144

Abstract

Latar belakang : World Health Organization (WHO) menyebutkan hipertensi menempati urutan kedua 14% dari seluruh penyebab kematian ibu di dunia.  Tahun 2013 Direktorat Kesehatan Ibu Kemenkes RI melaporkan bahwa hipertensi menyumbang 27,1%. Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia. Sebagai penyakit cardio vaskular, hipertensi diyakini pula disebabkan oleh disfungsi sel endotel pembuluh darah. Suplementasi besi pada individu yang sehat dapat memprovokasi disfungsi sel endotel dan peningkatan superoksida radikal dalam darah. Tujuan : Membuktikan pengaruh waktu pemberian suplemen ferro sulfat terhadap peningkatan tekanan darah pada tikus (Rattus norvegicus) bunting. Metode : Penelitian eksperimental murni, desain randomized posttest only control group design. Jumlah sampel 24 ekor tikus yang dibagi menjadi 4 kelompok yaitu 1 kelompok sebagai kontrol tanpa perlakuan dan 3 kelompok perlakuan, meliputi kelompok 1 diberikan ferro sulfat dosis 300 mg setara dengan 60 mg/hari pada manusia mulai awal kehamilan, kelompok 2 diberi ferro sulfat dosis 300 mg setara dengan 60 mg/hari pada manusia mulai pertengahan kehamilan, dan kelompok 3 diberi ferro sulfat 300 mg setara dengan 60 mg/hari pada manusia mulai akhir kehamilan. Pengukuran tekanan darah menggunakan alat yang disebut CODA. Analisis data menggunakan software komputer dan menggunakan uji komparasi Anova One Way. Hasil : Ada perbedaan bermakna baik pada nilai rerata tekanan darah tikus sistolik maupun diastolik pada keempat kelompok pengamatan dengan nilai ρ-value = 0.000.Kesimpulan : Ada pengaruh antara waktu pemberian suplemen ferro sulfat terhadap peningkatan tekanan darah tikus (Rattus norvegicus) bunting. Kata Kunci : Blood Pressure, Ferro Sulfat, Tikus Bunting (Rattus norvegicus)
PENGARUH TELENURSING TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK YANG MENJALANI CONTINUOUS AMBULATORY PERITONEAL DIALYSIS (CAPD) DI RS PGI CIKINI JAKARTA Minar Gultom; Ni Luh Widani; Sudibyo Supardi
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 16, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (745.528 KB) | DOI: 10.35842/mr.v16i1.409

Abstract

The Effect of Telenursing on the Patient's Quality of Life Chronic Kidney Disease with Continuous Ambulatory Peritoneal DialysisBackground: Chronic kidney disease is an irreversible disruption of kidney function and requires renal replacement therapy. As a substitute for continuous kidney function, one of them is Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis. Objective: to determine the effect of telenursing on the quality of life of the patients with chronic kidney disease undergoing Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis program.  Methods: This research is a quasi-experimental pretest-postest approach with control group design. The sample consisted of 60 patients, the intervention group and the control group with 30 respondents each who were taken by purposive sampling. Assessment of quality of life using the KDQOL TM36 questionnaire. Telenursing intervention through the Pd Ez Mobile application in the intervention group for 4 weeks and was observed for the 2nd and 4th weeks in June-July 2020. Results: the quality of life before the telenursing intervention was poor (60%) and after the intervention was good (73, 3). The results of the Wilcoxon different test showed a difference in telenursing services with an increase in the quality of life of 15.66 or 13.55% with a value of p = 0.000 (p <0.05). Conclusion: There was no interaction effect of telenursing use in CKD patients who underwent CAPD on improving their quality of life (p <0.05) and showed an increase in quality of life 82.2 times compared to those without telenursing intervention.
PENGGUNAAN PEMBALUT HABIS PAKAI DAN PENGGUNAAN BEDAK TABUR PADA KEMALUAN TERHADAP KEJADIAN KANKER OVARIUM DI RUMAH SAKIT UMUM Dr PIRNGADI KOTA MEDAN TAHUN 2017 Lili Nurmaliza; Sorimuda Sarumpaet; Sri Rahayu Sanusi
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 13, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.097 KB) | DOI: 10.35842/mr.v13i2.155

Abstract

Kanker Ovarium merupakan penyakit yang menyerang wanita dimana di dunia angka kejadian wanita yang terdiagnosa kanker ovarium 21.290, di Indonesia dari tahun 2010-2013 angka kejadian kanker ovarium 672 dari tahun 2010 sampai 2013 yang mengalami kanker ovarium. Adapun tujuan penelitian ini adalah Untuk menganalisis Penggunaan pembalut habis pakai, penggunan bedak pada kemaluaan memengaruhi kejadian kanker ovarium pada wanita di rumah sakit umum Dr Pirngadi Kota Medan Tahun 2017 Jenis penelitian adalah analitik observasional desain case control sampel penelitian sebanyak 48 kasus dan 48 kontrol. Pengumpulan data melalui kuesioner, analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan Chi-Sguare. Berdsarkan Hasil Penelitian menunjuk kan bahwa analisis bivariat secara signifikan kejadian kanker Ovarium di rumah sakit umum Dr Pirngadi Kota Medan tahun 2017 di pengaruhi oleh Menggunakan Pembalut habis pakai nilai P (value) =<0,001 OR 6,7 (95% CI 2,730-16,576) dan penggunaan bedak tabur pada kemaluan dengan nilai P (value) =< 0,001 OR 9,5 (95% CI 3,696-24,590), Diharapkan seluruh Wanita untuk dapat mengenali tanda-tanda dari kanker Ovarium. Dan melakukan pemeriksaan darah CA125 agar bisa terdeteksi secara dini.Kata Kunci :Faktor, Kanker Ovarium, Wanita. 
PEMBERIAN FORMULA NASI KACANG MERAH EFEKTIF MENINGKATKAN DAYA TERIMA PASIEN DIABETES MELLITUS Fery Lusviana Widiany
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 11, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.277 KB) | DOI: 10.35842/mr.v11i3.26

Abstract

Latar Belakang : Prevalensi diabetes mellitus (DM) di Indonesia diperkirakan 21,3 juta tahun 2030. Riskesdas menunjukkan prevalensi di DIY 2,6% pada usia ≥15 tahun. Angka kejadian DM di RSUD Panembahan Senopati Bantul 504 orang (2014). Salah satu faktor penyebab meningkatnya jumlah penderita adalah pola makan tidak sehat. Pemenuhan diet di rumah sakit memenuhi prinsip 3J, tetapi daya terima pasien terhadap makanan diet belum terpenuhi 100%. Sehingga menu makanan pokok (nasi) perlu dimodifikasi dengan kacang merah.Tujuan : Mengetahui efektivitas pemberian formula nasi kacang merah terhadap daya terima pasien DM.Metode : Penelitian berjenis kuasi eksperimental, dengan pemberian formula nasi kacang merah 3 hari pada kelompok perlakuan, sedangkan kelompok kontrol diberikan nasi putih sesuai standar diet DM. 38 sampel diperoleh dengan purposive sampling. Kriteria inklusinya pasien DM tipe II berusia >18 tahun, sadar, kooperatif, diet biasa, dirawat minimal 3 hari. Pasien dengan gangguan metabolisme protein, hipertensi, alergi kacang-kacangan dan protein tinggi dieksklusikan. Variabel independennya pemberian formula nasi kacang merah, variabel dependennya daya terima pasien. Data dianalisis univariat untuk melihat distribusi frekuensi variabel dan bivariat menggunakan uji Chi-Square.Hasil : Hasil uji Chi-Square efektivitas pemberian formula nasi kacang merah terhadap daya terima (asupan karbohidrat) menunjukkan p-value = 0.046, RR = 2.357.Kesimpulan : Pemberian formula nasi kacang merah efektif meningkatkan daya terima (asupan karbohidrat) pasien DM.Kata Kunci : Formula nasi kacang merah, pasien diabetes mellitus, daya terima, asupan karbohidrat
IMPLEMENTASI STIMULATION MAT UNTUK OPTIMALISASI PERKEMBANGAN ANAK DI DESA NGALANG KECAMATAN GEDANGSARI GUNUNG KIDUL Endah Puji Puji Astuti; Tri Sunarsih
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 16, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1110.179 KB) | DOI: 10.35842/mr.v16i3.475

Abstract

Implementation of a Stimulation Mat for Optimizing Child Development in Ngalang Village, Gedangsari District, Gunung KidulBackground: Based on the results of the researcher's survey in the initial study conducted in Ngalang Village on March 3, 2020, many village Posyandu and PAUD did not have parental education activities if there was only a form of activity in the form of seminars. There are no specific media used for parenting education activities, including media for stimulating children's growth, which should be urgent in a PAUD or Posyandu. Objectives: try to make a medium in the form of a stimulation mat or development mat for teachers and cadres so that they can learn about children's development and provide stimulation independently through the development mat. Methods: This type of research is development (research and development). The development procedure that the researchers used in developing the Stimulation Mat media were (1) initial research and information; (2) planning; (3) development of initial product formats; (4) initial trials; (5) product revision; (6) field trials; (7) product revision; (8) field testing; (9) final product revision; (10) dissemination and implementation. Results: 80% of the results of the pediatric specialist production (very feasible/good), the results of the assessment of media experts 96% (very feasible / very good), the results of the trial at Keder stated very good / very feasible as many as 18 (62.1%) cadres and 6 (20.7%) stated that it was good/feasible and as many as 79.6% were tested for under-fives. Conclusion: The learning media development mat is suitable for use as a medium for stimulation and early detection of child development. The use of the Development Mat media is effective in introducing the stages of a child's development

Page 6 of 34 | Total Record : 340