cover
Contact Name
Tri Mei Khasana
Contact Email
trimeikh@gmail.com
Phone
+6289686000300
Journal Mail Official
medika.respati@respati.ac.id
Editorial Address
Universitas Respati Yogyakarta Kampus 2 Jl. Raya Tajem KM.1,5, Maguwoharjo, Depok, Kenayan, Wedomartani, Kec. Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55282
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan
ISSN : 19073887     EISSN : 26851156     DOI : 10.35842/mr.vxxixx.xxx
Core Subject : Health,
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan welcome submission in the area of health sciences and practices. Focus and Scope: Medicine Nursing Midwifery Public Health Nutrition Physiotherapy Health technology The manuscript must be Original Article
Articles 340 Documents
EVALUASI PASCA DIKLAT MEDIS MOW TERHADAP KINERJA PROVIDER DALAM MEMBERIKAN PELAYANAN KELUARGA BERENCANA Bernadetta Verawati; Rahayu Widaryanti; Sri Sugiharti
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 13, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.262 KB) | DOI: 10.35842/mr.v13i3.176

Abstract

Latar Belakang : Salah satu Grand Strategi BKKBN yaitu memperkuat SDM operasional program KB sehingga sangat dibutuhkan pendidikan dan pelatihan (Diklat) bagi tenaga kesehatan. Meskipun BKKBN DIY sudah mengkoordinir terlaksananya diklat medis dari tahun 2010 sampai 2014 yang diikuti oleh provider di 5 kabupaten namun jumlah akseptor KB MOW masih rendah.Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian dilakukan di kabupaten Bantul dan kabupaten Sleman. Informan utama pada penelitian ini adalah provider peserta diklat medis MOW. Informan pendukung adalah Kasubid Yan KB SKPD KB Kabupaten Bantul dan Sleman serta subid Penyelenggaraan dan Evaluasi pelatihan BKKBN DIY.Pengumpulan data dilakukan melalui observasi tak berstruktur dan wawancara mendalam terhadap 2 informan utama dan 3 informan kunci.Hasil dan pembahasan: Berdasar hasil penelitian, Pada saat pelaksanaan Diklat MOW sudah praktik langsung ke pasien,. Setelah pelaksanaan Diklat : Sebagian besar provider belum memberikan pelayanan MOW. Kendala yang dihadapi oleh para provider adalah adanya kebijakan pendanaan dari instansi terkait yang masih menghambat aplikasi hasil Diklat MOW.Simpulan : Pendidikan dan pelatihan medis belum diterapkan secara maksimal oleh provider dalam memberikan pelayanan keluarga berencana.Kata kunci : Evaluasi, Diklat medis, MOW
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PEMBERIAN ASI EKSLUSIF DI POSYANDU WIDOSARI KELURAHAN KRICAK KOTA YOGYAKARTA Farida Arintasari, Afroh Fauziah
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan 2017: Suplemen Medika Respati Februari 2017 Volume 12
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.924 KB) | DOI: 10.35842/mr.v0i0.43

Abstract

Latar belakang: Pemberian ASI secara eksklusif sampai umur 6 bulan dan tetap dipertahankan pemberian ASI sampai usia 24 bulan bersama makanan pendamping.  Pemberian ASI Eksklusif dipengaruhi oleh umur, status pekerjaan ibu, pendidikan, pengetahuan , dukungan keluarga dan petugas kesehatan, kesehatan ibu,kesehatan bayi, tingkat pendapatan keluarga, tingkat pendidikan, dan sikap ibu. Tujuan: tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI Eksklusif di Posyandu Widosari Kelurahan Kricak Yogyakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif desain penelitian Cross Sectional dengan variabel independen umur, pendidikan, pekerjaan, pendapatan keluarga, paritas, pengetahuan, sikap, manajemen laktasi, dukungan keluarga, dukungan tenaga kesehatan. Sampel yang digunakan ibu yang memiliki bayi usia 7-24 bulan sejumlah 63 responden yang dipilih secara accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan data primer dan sekunder. Analisis data yang dilakukan adalah univariat, bivariat dan multivariat. Hasil: Hasil analisis membuktikan bahwa  pencapaian pemberian ASI Eksklusif di Posyandu Widosari Kelurahan Kricak sebesar 68,3%. Variabel yang berhubungan berdasarkan analisis chi-square adalah variabel dukungan tenaga kesehatan. Kesimpulan: Faktor yang paling dominan berhubungan dengan pemberian ASI Eksklusif adalah dukungan petugas kesehata. Saran  peneliti agar ibu lebih meningkatkan pemberian ASI Eksklusif serta lebih meningkatkan pengetahuaannya tentang ASI Eksklusif. Kata Kunci: PemberianASI Eksklusif 
KEJADIAN STUNTING MASA PANDEMI COVID-19 Feni Sulistyawati; Ni Putu Widarini
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.772 KB) | DOI: 10.35842/mr.v17i1.587

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah kependudukan. Hampir seperempat balita di seluruh dunia mengalami kejadian stunting dan diprediksi akan mengalami peningkatan kasus pada masa pandemi covid-19. Dalam perkembangannya stunting seringkali terjadi pada negara berkembang salah satunya Indonesia. Tujuan studi literatur ini untuk mengetahui dampak pandemi covid-19 terhadap kejadian stunting. Hasil yang diperoleh yakni pandemi covid mempengaruhi peningkatan terhadap kejadian stunting sehingga menghambat pencapaian bonus demografi. Data statistik menunjukkan kejadian stunting mengalami penurunan kasus dari tahun 2000 sampai tahun 2019 dan sedikit terjadi peningkatan pada tahun 2020 serta diprediksi akan terus melonjak akibat dampak dari pandemi. Diperlukan upaya penanggulangan baik secara langsung maupun tidak langsung berbasis teknologi, penguatan kebijakan dan berbagai sektor pendukung yang sesuai dengan kondisi pandemi covid-19 sehingga bonus demografi bisa tecapai pada tahun 2035.
HUBUNGAN UMUR DENGAN TINGKAT NYERI PASCA PERSALINAN SETELAH MELAKUKAN TEKNIK RELAKSASI NAPAS DALAM Aan Ika Sugathot, J. Nugrahanintyas. W.U.
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 13, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.577 KB) | DOI: 10.35842/mr.v13i3.205

Abstract

Pasca persalinan terkadang disertai nyeri yang mengganggu ibu dalam memberikan ASI dan aktivitas lainya. Penyebab dari timbulnya nyeri tersebut dikarenakan trauma pada jalan lahir yang mengalami peregangan berlebihan hingga menyebabkan robeknya jaringan lunak. Faktor risiko nyeri adalah tingkat elastisitas jaringan lunak pada organ kewanitaan. Jaringan yang kurang elastis berpotensi mudah mengalami robekan. Elatisitas jaringan lunak berbanding terbalik dengan umur yaitu semakin bertambah umur maka elastisitas semakin menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan umur dengan tingkat nyeri pasca perlasinan setelah melakukan teknik relaksasi pernapasan dalam di rumah sakit  umum daerah kota Yogyakarta. Peneliti telah melakukan penelitian deskriptif dengan bentuk cross sectional study dengan suatu pendekatan retrospective menggunakan data-data rekam medis mengenai hasil pemeriksaan nyeri pasca persalinan  di rumah sakit umum daerah kota Yogyakarta. Penelitian ini menemukan 28 kasus nyeri pasca persalinan dengan umur yang bervariasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pasien ibu pasca persalinan dengan disertai nyeri brdasarkan umur adalah berumur 20-35 tahun sebanyak 17 orang (60,8%).  Sedangkan usia yang lebih dari 35 tahun seumlah 11 orang (32,9%).Perubahan skala nyeri berdasarkan umur yaitu antara kelompok 20-35 tahun dengan nilai p 0,017 yang artinya ada perubahan signifkan. Sedangkan pada usia lebih dari 35 tahun perubahan skala nyerinya lebih signifikan yaitu dengan nilai p 0,000. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa masing-masing kelompok usia mengalami penurunan skala nyeri pasca persalinan setelah mendapatkan rileksasi nafas dalam. Namun yang paling signifikan adalah kelompok usia diatas 35 tahun.Kata kunci: Nyeri pasca persalinan, umur, nafas dalam 
PENGARUH TERAPI TERTAWA TERHADAP MASALAH KEPERAWATAN ANSIETAS DAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DI BPSTW YOGYAKARTA UNIT ABIYOSO DIY Suwarsi, Uswatun Chasanah
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan 2017: Suplemen Medika Respati Februari 2017 Volume 12
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.759 KB) | DOI: 10.35842/mr.v0i0.61

Abstract

Latar belakang: Indikator keberhasilan pembangunan ditandai dengan meningkatnya usia harapan hidup yang dapat menyebabkan jumlah penduduk lansia mengalami peningkatan. Usia harapan hidup tahun 2010 mencapai 69,43 tahun meningkat pada 2011 menjadi 69,65 tahun, di DIY pada tahun 2014 mencapai 78 sampai 80 tahun. Peningkatan jumlah dapat menyebabkan berbagai masalah fungsi psikososial pada lansia yaitu ansietas. Hampir 4% lansia mengalami gangguan ansietas. Hasil wawancara pada 21 lansia di BPSTW Yogyakarta Unit Abiyoso 15 diantaranya mengatakan sulit beristirahat dan 12 diantaranya mengatakan mudah tersinggung serta marah tanpa sebab. Tujuan: Mengetahui pengaruh terapi tertawa terhadap masalah keperawatan ansietas dan tekanan darah pada lansia di PSTW Yogyakarta Unit Abiyoso. Metode: Metode yang digunakan quasi experiment dengan Pre-test and Post-test nonequivalent control group. Populasi pada penelitian 126 lansia. Teknik sampling convinience sampling jumlah sampel 20 lansia setiap kelompok. Analisa Independent T-test untuk kelompok intervensi dan kontrol, serta  paired T-test untuk sebelum dan setelah terapi tertawa. Hasil: Skor ansietas kelompok kontrol sebelum terapi tertawa 7,00 setelah terapi menjadi 8,95 dengan p value 0,00. Skor ansietas kelompok intervensi sebelum terapi tertawa 7,00 setelah terapi 2,30 dengan p value 0,00. Skor ansietas setelah terapi tertawa kelompok intervensi 2,30 pada kelompok kontrol 8,95 dengan p value 0,00. Kesimpulan: Terdapat perbedaan rata-rata skor ansietas dan tekanan darah yang signifikan pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol setelah kelompok intervensi diberikan terapi tertawa pada lansia di BPSTW Yogyakarta Unit Abiyoso. Kata Kunci: ansietas, lansia, tekanan darah, terapi tertawa  
PENGARUH PAPARAN INFORMASI ANEMIA TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN ANEMIA PADA MAHASISWI Umriaty Umriaty; Juhrotun Nisa
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.542 KB) | DOI: 10.35842/mr.v17i3.493

Abstract

Latar belakang: Kebutuhan zat besi pada remaja perempuan lebih besar daripada remaja laki-laki. Kebutuhan zat besi pada remaja selain digunakan untuk pertumbuhan, juga untuk mengganti zat besi yang hilang setiap bulan karena menstruasi. Hal ini menyebabkan remaja perempuan rentan mengalami anemia.  Tujuan: untuk mengetahui hubungan paparan informasi dan perilaku pencegahan anemia pada mahasiswi di Kota Tegal. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang belajar di Universitas yang ada di Kota Tegal dengan teknik pengambilan sample yaitu dengan purvosive sampling. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni s/d Juli 2020. Teknik analisa data bivariat menggunakan  Chi Square. Hasil: Pada penelitian ini didapatkan 94.3% responden pernah terpapar informasi terkait anemia, 56.6% informasi didapat  dari internet, 74.2% memiliki paparan informasi dengan kategori baik. Pengetahuan responden tentang anemia sebagian besar baik 67%. Sebesar 54.6% perilaku responden dalam pencegahan anemia sudah baik. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara paparan informasi dengan perilaku pencegahan anemia dengan nilai p sebesar 0.388. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara paparan informasi tentang anemia dengan perilaku pencegahan anemia. 
HUBUNGAN LINGKAR LENGAN ATAS IBU HAMIL DENGAN BERAT BADAN BAYI BARU LAHIR DI KOTA YOGYAKARTA Reni Merta Kusuma; Yuli Astuti; Arum Margi Kusumawardhani
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.157 KB) | DOI: 10.35842/mr.v14i2.244

Abstract

Latar Belakang: Lingkar Lengan Atas (LILA) ibu hamil salah satu indikator penentu status gizi ibu hamil. Status ibu hamil menentukan berat badan bayi yang akan dilahirkan. Bayi dengan berat badan lahir kurang dari 2500 gram atau lebih dari 4000 gram potensial berisiko kesehatannya.Tujuan: Untuk mengidentifikasi LILA ibu hamil dan mengetahui hubungan antara LILA ibu hamil dengan berat badan bayi baru lahir.Metode: Penelitian ini menggunakan desain prospektif cross-sectional dengan menghubungkan 2 variabel. Sampel berjumlah 119 ibu hamil. Analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan deskriptif. Analisis bivariat menggunakan korelasi spearman.Hasil: Karakteristik responden 75% pekerjaan sebagai ibu rumah tangga dan dari pendidikan 67,4% responden memiliki tingkat pendidikan SMA/SMK. Responden ditemukan usia termuda 17 tahun dan tertua 49 tahun sehingga masuk dalam kehamilan berisiko. Ukuran LILA ibu hamil paling rendah 20 cm. Nilai p=0,005 (terdapat korelasi yang bermakna antara variabel LILA ibu hamil dengan berat badan bayi baru lahir. Nilai 0,254 (kekuatan korelasinya lemah). Arah positif (searah, semakin besar nilai 1 variabel semakin besar pula nilai variabel lainnya).Kesimpulan: Terdapat hubungan antara LILA ibu hamil dengan berat badan bayi baru lahir.Kata Kunci: LILA Ibu Hamil, Berat Badan Bayi Baru Lahir
IDENTIFIKASI FASILITAS SAFETY BUILDING SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KEBAKARAN DI GEDUNG INSTITUSI PERGURUAN TINGGI Azham Umar Abidin; Fahmi R Putranto
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 12, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.376 KB) | DOI: 10.35842/mr.v12i4.77

Abstract

Bangunan gedung memiliki risiko potensi bahaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Gedung Fakultas X merupakan salah satu bentuk bangunan gedung yang digunakan untuk proses perkuliahan dalam belajar mengajar. Salah satu contoh potensi bahaya yang dapat terjadi pada bangunan gedung adalah kebakaran. Bahaya kebakaran (fire hazard) salah satu hal yang bisa dianggap serius karena akan menimbulkan korban manusia maupun kerugian materil. Beberapa kasus kebakaran juga terjadi di instansi pendidikan yang mengakibatkan banyak kerugian. Berdasarkan hal tersebut perlu dilakukan identifikasi fasilitas safety building untuk meminimalisir risiko potensi bahaya kabakaran di gedung berdasarkan standar keselamatan bangunan. Jenis penelitian ini adalah kualitatif, melakukan observasional pada tempat penelitian dengan menggunakan data primer dan sekunder, data primer berupa observasi dan form checklist. Hasil dari penelitian mengenai fasilitas safety building menunjukan untuk hydrant masuk dalam kategori Baik (B), sedangkan untuk APAR, sprinkler, detector kebakaran, tangga darurat, jalur evakuasi masuk dalam kategori Kurang (K). Kesimpulan dari penelitian ini masih minimnya fasilitas safety building di gedung Fakultas X. Kata Kunci: K3, kebakaran, safety building, institusi pendidikan
HUBUNGAN PENGETAHUAN GIZI DAN PEKERJAAN ORANG TUA DENGAN PERILAKU KEBIASAAN JAJAN SISWA MI NURUL ISLAMIYAH TAHUN 2017 Helvina Nurdiyanti; Widayani Wahyuningtyas
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 14, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.548 KB) | DOI: 10.35842/mr.v14i4.168

Abstract

Latar Belakang: Makanan jalanan atau makanan ringan sangat dikonsumsi oleh masyarakat, tidak terkecuali bagi siswa. Faktor yang terkait dengan perilaku ngemil di antara siswa sekolah dasar adalah pengetahuan gizi dan pekerjaan orang tua.Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai hubungan antara pengetahuan gizi dan pekerjaan orang tua dengan perilaku ngemil di antara siswa MI nurul islamiyah pada tahun 2017.Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional. Pengambilan sampel acak berstrata digunakan untuk mengumpulkan 97 siswa. Analisis data yang dilakukan adalah univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square.Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan gizi dan perilaku ngemil (0,001), sedangkan pekerjaan orang tua (0,0611) tidak berhubungan dengan perilaku ngemil.Kesimpulan: ada hubungan antara pengetahuan gizi dan perilaku ngemil, sedangkan pekerjaan orang tua tidak berhubungan dengan perilaku ngemil.
FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG OBESITAS PADA BALITA DI POSYANDU TEMUPOH 1 WILAYAH KERJA PUSKESMAS TEGALREJO YOGYAKARTA TAHUN 2017 Lusiana Candra Dewi; Sudarti Sudarti
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 12, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.523 KB) | DOI: 10.35842/mr.v12i4.96

Abstract

Latar Belakang : Obesitas menjadi masalah kesehatan diseluruh dunia, beberapa faktor penyebab obesitas adalah kurangnya pengetahuan orang tua,tingkat pengetahuan orang tua dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya faktor usia, pendidikan dan pekerjaan. Studi pendahuluan dengan wawancara terhadap 10 ibu yang memiliki balita didapatkan dari 10 ibu tersebut hanya 2 orang ibu yang bisa menjawab pertanyaan tentang obesitas dengan benar, sedangkan 3 orang ibu menjawab kurang paham tentang obesitas dan 5 orang ibu tidak bisa menjawab pertanyaan tentang obesitas. Tujuan Penelitian : Mengetahui faktor- faktor apa saja yang berhubungan dengan tingkat pengetahuan ibu tentang obesitas pada balita di Posyandu Temupoh 1 Wilayah Kerja Puskesmas Tegalrejo Yogyakarta.Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik, dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian ini ibu yang memiliki balita sejumlah 44 ibu. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling. Uji statistik yang digunakan adalah Uji Chisquare dan Uji Kendalltau.Hasil Penelitian : Hasil uji statistik dengan menggunakan kendalltau dan chisquare dari faktor-faktor pengetahuan dengan tingkat pengetahuan ibu diperoleh pada faktor pendidikan dengan p- value 0.000, maka ada hubungan antara faktor pendidikan dengan tingkat pengetahuan ibu tentang obesitas pada balita.Kesimpulan : Terdapat hubungan antara faktor pendidikan dengan tingkat pengetahuan ibu yang memiliki balita di Posyandu Temupoh 1 wilayah kerja Puskesmas Tegalrejo Yogyakarta.Kata Kunci : Faktor, Pengetahuan, Obesitas Pada Balita 

Page 7 of 34 | Total Record : 340