cover
Contact Name
Tri Mei Khasana
Contact Email
trimeikh@gmail.com
Phone
+6289686000300
Journal Mail Official
medika.respati@respati.ac.id
Editorial Address
Universitas Respati Yogyakarta Kampus 2 Jl. Raya Tajem KM.1,5, Maguwoharjo, Depok, Kenayan, Wedomartani, Kec. Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55282
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan
ISSN : 19073887     EISSN : 26851156     DOI : 10.35842/mr.vxxixx.xxx
Core Subject : Health,
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan welcome submission in the area of health sciences and practices. Focus and Scope: Medicine Nursing Midwifery Public Health Nutrition Physiotherapy Health technology The manuscript must be Original Article
Articles 340 Documents
ALASAN REMAJA PUTRI MELAKUKAN PERNIKAHAN USIA DINI Ribkha Itha Idhayanti; Cristiani Tamu Apu; Esti Handayani
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 15, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.14 KB) | DOI: 10.35842/mr.v15i2.242

Abstract

Background: High level of marriage Early age prevalence at the world level, Indonesia ranks 37th and 2nd highest in ASEAN, age of first marriage in Central Java Province, 51.1% occurs at the age from 10-14 years, the impact of early marriage itself more evident in young women compared to young men in Temanggung Regency, Marriage at the age of <16 young women recorded 47 people (0.84%) and ages 16-19 years recorded 1418 people (25.4%), in Bulu Distict there were 97 people (89.8%) and the most in Gandorejo village, in 2017 there were 7 people (3.43%) and in 2018 there were 28 people (13.72%).Objective: to determine the level of relationship between the knowledge of early marriage and the reason for getting married regard to the motivation early marriage of young women.Methods: Analytical survey using Cross Sectional approach or cross cut. The subjects in this study were girls aged 15-19 years who were not married with the sampling technique using stratified sampling random sampling technique. by of 67 respondent from 201 populatio.  Results: There was a correlation between the level of knowledge about early marriage and the motivation of young women to do early marriage with p value 0.037 and there was no relationship between the reasons for early marriage and the motivation of young women to do early marriage with p value 0.437.Conclusion: there was a correlation between the level of knowledge about early marriage and the motivation of young women to do early marriage
HUBUNGAN ANTARA POLA KONSUMSI MAKANAN YANG MENGANDUNG GLUTEN DAN KASEIN DENGAN PERILAKU ANAK AUTIS PADA SEKOLAH KHUSUS AUTIS DI YOGYAKARTA Ari Tri Astuti
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 11, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.285 KB) | DOI: 10.35842/mr.v11i1.116

Abstract

 Latar Belakang : Prevalensi anak autis semakin meningkat, sekitar tahun 1989 diperkirakan hanya terdapat 2-4 penyandang autis per 10.000 anak, namun pada tahun 1999 menjadi 15 sampai 20 per 10.000 anak. Penyandang autis di Indonesia pada tahun 2007 diperkirakan mencapai 475.000 orang. Diet yang pada umumnya diterapkan pada anak autis adalah diet GFCF (gluten free casein free). Makanan tertentu yang mengandung protein susu sapi (kasein) dan protein gandum (gluten) dapat membentuk kaseomorfin dan gluteomorfin sehingga diduga dapat menyebabkan gangguan perilaku.Tujuan Penelitian : Mengetahui hubungan antara pola konsumsi makanan yang mengandung gluten dan kasein dengan perilaku anak autis pada  sekolah khusus autis di Yogyakarta serta mengetahui pendapat orang tua/wali anak autis tentang pengaruh diet bebas gluten dan bebas kasein terhadap perkembangan perilaku anak.Metode Penelitian : Jenis penelitian ini  adalah observasional dengan desain  cross sectional yang dilengkapi dengan metode kualitatif. Penelitian dilaksanakan di sekolah khusus autis Bina Anggita dan Dian Amanah Yogyakarta. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling. Pengumpulan data untuk pola konsumsi gluten dan kasein menggunakan FFQ (Food Frequency Questioner) sedangkan data untuk perilaku diperoleh dari check list daftar deteksi autis menurut WHO (ICD-10). Pengumpulan data kualitatif yang melalui indepth interview. Metode analisis data yang digunakan  adalah uji statistik chi square dan uji Fisher. Hasil : Sebanyak  50% subjek mempunyai pola konsumsi gluten dan kasein yang baik. Perilaku anak autis selama kurun waktu 3 bulan terakhir  sebagian besar     ( 75 %) menunjukkan perubahan yang baik. Tidak terdapat hubungan antara pola konsumsi makanan yang mengandung gluten dan kasein dengan perilaku anak autis ( p > 0,05). Sebanyak 60 % responden  mengatakan bahwa diet bebas gluten dan bebas kasein berpengaruh pada perilaku anak, namun hanya ada 45 % responden yang menerapkan diet tersebut.Kesimpulan : 1). tidak ada hubungan antara pola konsumsi makanan yang mengandung gluten dan kasein dengan perilaku anak autis pada sekolah khusus autis Bina Anggita dan Dian Amanah ; 2). sebagian besar responden menyatakan bahwa diet bebas gluten dan bebas kasein memang berpengaruh pada perilaku anak.Kata kunci : autis, pola konsumsi, gluten dan kasein, perilaku
PENGARUH EDUKASI HIGIENE SANITASI MAKANAN MELALUI MEDIA GROUP WHATSAPP TERHADAP PENGETAHUAN,SIKAP DAN PERILAKU PENJAMAH MAKANAN DI LAPANGAN KARANG KOTAGEDE YOGYAKARTA Delima Citra Dewi Gunawan; Fera Nofiartika; Farah Ajeng Nirasari; Bayu Prasetiyo
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 15, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.918 KB) | DOI: 10.35842/mr.v15i3.398

Abstract

The Effect of Food Hygiene Sanitation with Whatsapp Group Media on Knowledge, Attitude and behaviour on Food Handlers in Karang Field Kotagede YogyakartaBackground: Contaminated food is often made and sold by street hawkers due to poor hygiene and sanitation standards. Food sanitation hygiene behavior can be improved by means of whatsapp media education. The whatsapp application is one of the applications with the highest number of usage in the world.Objective: To determine the effect of food sanitation hygiene education through the whatsapp group media on food handler behavior. Methods: This research type is a quasi experiment with one group pre test post test design. The research respondents were 21 food handlers who were determined by purposive sampling. Data collection using an observational checklist sheet. Data were analyzed using paired sample t-test. Results: Based on the paired sample t-test, the significance value (sig) of the behavior level was 0.358 (p> 0.05). The result of the average score of behavior before the intervention (pre test) given food sanitation hygiene education was 16.81, including the moderate category (67.05%). The average result of the behavior score before the intervention after (post test) given food sanitation hygiene was 16.95, including the moderate category (67.81%). Conclusion: There was no difference in behavior before and after food hygiene education was carried out using the WhatsApp group media.
ANALISIS POSTUR KERJA PADA TENAGA KERJA DENGAN METODE REBA AREA WORKSHOP PT X JAKARTA TIMUR Iwan Suryadi
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 13 (2018): Suplemen Medika Respati Februari 2018 Vol 13
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.363 KB) | DOI: 10.35842/mr.v13i0.139

Abstract

Kecelakaan kerja yang terjadi di perusahaan distributor berkaitan dengan pekerjaan yang menggunakan manual handling. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui tingkat risiko postur kerja dalam menggunakan metode REBA di area Workshop PT. X, Jakarta Timur. Metode Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan pendekatan deskriptif yakni memberikan gambaran tentang penilaian risiko postur kerja di area Workshop PT X. Pengambilan data mengenai analisis postur kerja dilakukan melalui observasi lapangan secara langsung ke area Workshop, wawancara dan studi kepustakaan. Sampel dalam penelitian ini adalah pekerja yang bekerja pada area workshop Data yang diperoleh kemudian akan dibahas dengan metode REBA untuk menentukan skor akhir REBA, kemudian dibandingkan berdasarkan klasifikasi atau kategori tingkat resiko postur kerja. Hasil penelitian menunjukan dari 5 postur kerja terdapat 4 postur kerja yang mempunyai tingkat resiko sedang, 1 postur kerja dengan resiko tinggi. Aktivitas tenaga kerja yang masuk dalam kategori tinggi perlu tindakan. Kesimpulan yakni Tingginya tingkat risiko pada postur kerja disebabkan oleh postur kerja yang kurang ergonomis, para pekerja masih banyak punggung membungkuk pada saat bekerja, posisi duduk yang tidak ergonomis atau tidak benar dan berdiri terus menerus tanpa beristirahat, Saran yang diberikan adalah upaya perbaikan postur kerja, melakukan istirahat yang cukup saat melakukan pekerjaan yang cukup lama dan pemberian training manual handling.Kata Kunci : Postur Kerja, Rapid Entire Body Assesment (REBA)
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN USIA PERNIKAHAN WANITA DI KECAMATAN WONOSARI KABUPATEN GUNUNG KIDUL PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Nur Khasanah
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 12, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.682 KB) | DOI: 10.35842/mr.v12i1.8

Abstract

ABSTRAKPernikahan dini menyebabkan banyak masalah di antaranya dari segi fisik, sosial dan psikologi. Dari segi fisik yaitu anemia, berisiko terjadi ca.serviks dan berisiko apabila hamil dan melahirkan. Dari segi sosial dan psikologi dapat menyebabkan stress karena ketidaksiapan fisik mapun mental sehingga  menimbulkan ketidakmampuan merawat bayi dengan baik dan juga perceraian. Angka pernikahan dini di kabupaten Gunung Kidul meningkat dari tahun 2012 yaitu 26.78 menjadi 34% pada tahun 2013.Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan usia pernikahan.Jenis Penelitian ini menggunakan pendekatan Kuantitatif, dengan desain penelitian Cross sectional. Penelitian kuantitatif Jumlah sampel 257 orang, dipilih dengan teknik simple random sampling dan diukur menggunakan angket dengan kuisioner terstruktur yang sudah di ujicoba. Hasil penelitian ini jumlah wanita yang menikah dini sebanyak 128 (49.8%).Variabel pendidikan responden dominan berhubungan dengan usia pernikahan dengan OR 96.7  setelah dikontrol dengan variable pekerjaan dan ekonomi orang tua. Pekerjaan adalah konfonding untuk hubungan pendidikan responden dengan usia pernikahan.Dari penelitian ini diharapkan petugas KUA untuk tetap melakukan penyuluhan dan konseling kepada para remaja mengenai usia pernikahan serta dampak negatif dari pernikahan dini. Bagi para tenaga kesehatan dan tokoh agama diharapkan untuk menginformasikan kepada masyarakat luas mengenai batasan usia pernikahan dan dampak negatif pernikahan dini. Bagi Dinas pendidikan diharapkan untuk lebih menekankan kembali kepada masyarakat mengenai wajib belajar 9 tahun. Kata kunci : usia pernikahan wanita, pernikahan dini, pendidikan, pekerjaan, ekonomi.Daftar pustaka 31 (1999 – 2013)
HUBUNGAN RIWAYAT LAHIR STUNTING DAN BBLR DENGAN STATUS GIZI ANAK BALITA USIA 1-3 TAHUN DI POTORONO, BANTUL YOGYAKARTA Rr Dewi Ngaisyah
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 11, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (926.492 KB) | DOI: 10.35842/mr.v11i2.505

Abstract

The first 1000 days of life exceptionally determine infant life quality. Pregnant mothers with low nutritional status are at risk of giving infant to stunted (< 48 cms) and infant with low birth weight (LBW) that is less than 2.500 gram weight. Infant with stunted growth in Indonesia are expected to reach 20,2%, with the highest number recorded comes from East Nusa Tenggara (28,7%). And Special Region of Yogyakarta (28,6%) is right after East Nusa Tenggara (Riskesdas, 2013).                This study aims to discover the relationship of the stunted growth and LBW history with the nutritional Status of children in Potorono, Bantul, Yogyakarta. The study draws on observational design with cross sectional approach. It begins in February and ends in December, 2015. The data of stunted growth and LBW history were collected through a cross sectional study. And the data of the nutritional status are collected through an anthropometric calculation, to later on conclude the Z-score body weight/age and height/age indices.                This study confirms the relationship of stunted history with nutritional status (TB/U) (p-value 0,001) and nutritional status (BB/U) (p-value 0,004). It also significantly validates the relationship of LBW history with nutritional status (TB/U) (p-value 0,02). However, there is no proven relationship between LBW history and nutritional status (BB/U) (p-value 0,051).                Accordingly, extra health monitoring during the pregnancy is suggested to decrease the number of children with stunted and LBR history that will affect the nutritional status of children. It is also recommended to improve the life quality of Indonesian humans that is by putting more attention to the first 1000 days of infant’ life through a nutrition improvement program for pregnant mothers and children.Keywords: Nutritional status, Stunting, LBW
PENGARUH ROOM SERVICE TERHADAP BIAYA MAKANAN (FOOD COST) Sri Kadaryati; Susetyowati Susetyowati; Lily Arsanti Lestari
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan 2016: Suplemen Medika Respati Vol 11 No 2 April 2016
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.252 KB) | DOI: 10.35842/mr.v0i0.150

Abstract

Background : In addition to the therapy, food had economic value in the hospital finance. Food waste in hospitals was still high. Lack of food intake relate to the service system. Room service allowed the flexibility of load time and menu selection. The implementation of room service at hospitals could improve food quality, food intake, patient satisfaction, and reduce food costs.Objective : To study the influence of room service to plate waste costs in hospitalized patients.Method : This study was a pre-experimental static with 61 subjects in the inpatient unit of Class I and II RSUD Waled Kabupaten Cirebon. Subjects were divided into room service and conventional group. Food costs was calculated based ingredient in a menu portion. Plate waste was observed for 3 days with visual comstock 7 points methode, then converted to the plate waste costs. The difference in the plate waste costs was analyzed using Two Sample Independent T-test or Mann-Whitney Test.Result : Statistical analysis showed that there were significant differences in the plate waste costs of animal side dish, vegetable side dish, vegetable, extra of animal side dish, fruit, extra fruit, snack, and total food cost between room service and conventional (p < 0.05). The plate waste costs of staple food and drink didn’t differ significantly (p > 0.05).Conclusion : There was significant difference in the plate waste cost between the two groupsKeyword : food service, room service, food costs, plate waste costs
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI INTRINSIK DENGAN HASIL BELAJAR MAHASISWA PROGRAM STUDI D-III KEBIDANAN DI STIKES ALMA ATA YOGYAKARTA Elfrida Iriyani, Urip Tugiyarti, Dewi Setyaningsih
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 11, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1174.869 KB) | DOI: 10.35842/mr.v11i1.21

Abstract

Latar Belakang :Terbentuknya bidan yang professional tidak terlepas dari motivasi para mahasiswa bidan dalam belajar. Karena itu, motivasi belajar perlu diusahakan, terutama yang berasal dari dalam diri (motivasi intrinsik). Diperoleh hasil wawancara pada 9 mahasiswa menyatakan bahwa 5 mahasiswa mengatakan kurang mempunyai motivasi dalam belajar karena mereka kuliah di kebidanan karena paksaan dari orang tua dan keluarga bukan keinginan sendiri, tetapi mempunyai nilai IPS  2,75 sedangkan 4 mahasiswa mengatakan mempunyai motivasi dalam belajar  akan tetapi  nilai IPS yang mereka dapatkan  2,75 hal tersebut disebabkan karena tempat mereka tinggal tidak mendukung dalam kegiatan belajar.Tujuan Penelitian : Mengetahui hubungan antara motivasi intrinsik dengan hasil belajar mahasiswa Program Studi D-III Kebidanan Stikes Alma Ata Yogyakarta.Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah survai analitik dengan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah keseluruhan dari mahasiswa Program Studi D-III Kebidanan semester III di Stikes Alma Ata Yogyakarta.Teknik pengambilan sampel menggunakan proportional random sampling, dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 125 orang.Teknik pengambilan data menggunakan kuesioner dan kartu hasil studi (KHS).Analisis data menggunakan analisis Spearman Rank.Hasil Penelitian : Hasil penelitian ini menunjukkan motivasi intrinsik mahasiswa Prodi D-III Kebidanan termasuk dalam katagori sedang (68,5%). Hasil belajar mahasiswa Prodi D-III Kebidanan sebagian besar dalam katagori baik (52,6%). Hasil analisa Spearman Rank diperoleh nilai signifikansi sebesar 0.003 lebih kecil dari 0,05 (p<0.5) dengan keeratan hubungan dalam katagori rendah ( =0,301)Kesimpulan : Ada hubungan antara motivasi intrinsik dengan hasil belajar mahasiswa Prodi D-III Kebidanan Stikes Alma Ata Yogyakarta.Kata Kunci          : Motivasi Intrinsik, Hasil Belajar Background :Motivation in learning is a tool to achieve professionalism in midwifery. Therefore, motivation in learning is necessary, especially personal motivation (intrinsic motivation). Result of interview with 9 students provided information that 5 of 9 students were less motivated to learn because they were imposed to study at midwifery due to their parents and family, their GPA was 2.75 while 4 other students said that they have motivation in learning but their GPA was 2.75 either due to their home which is not support for their studies.Objective : The aim of this study was to analyze the correlation between intrinsic motivation and learning outcomes at students of Midwifery Diploma-III, Alma Ata School of Health Science in Yogyakarta.Methods :The analytic survey with cross sectional approach underpinned this research. The population of this research was all third semester students of Midwifery Diploma-III at Alma Ata School of Health Science Yogyakarta. The technique of sampling was proportional random sampling. A total of sample was 125 students. Questionnaires and study report card (KHS) were used for collecting data. The data was analyzed by using Spearman Rank analysis.Results :The result of study showed that students’ intrinsic motivation was at medium category (68.5%). Most of Midwifery Diploma-III students’ learning outcome was at good category (52.6%). The result of Spearman Rank analysis had significance value = 0.003 which is smaller than 0.05 (p <0.5) with correlation closeness at low category (rho = 0.301)Conclusion :There is correlation between intrinsic motivation and students' learning outcomes at Midwifery Diploma-III Program Alma Ata School of Health Science Yogyakarta.Keywords: Intrinsic Motivation, Learning Outcomes 
PREVENTION OF CORONA VIRUS INFECTION (COVID19) IN HEALTH WORKERS AND MATERNAL HEALTH SERVICE SUPPORT PERSONAL IN COMMUNITY HEALTH CENTER AREA KOTA TIMUR OF GORONTALO CITY Yusni Podungge; Siti Choirul Dwi Astuti; Tumartony T.Hiola; Ika Suherlin
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 16, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.886 KB) | DOI: 10.35842/mr.v16i2.483

Abstract

Prevention Of Corona Virus Infection (COVID-19) In Health Workers and Maternal Health Service Support Personal In Community Health Center Area Kota Timur Of Gorontalo CityBackground: the East City Health Center was chosen because it has patients exposed to COVID 19 with a target of 611 pregnant women. Pregnant women have a high risk if exposed to COVID-19. So it is necessary to prevent COVID-19 infection in the form of providing personal protective equipment (PPE), counseling on COVID-19 infection prevention guidelines, mentoring, monitoring, and evaluation through Whatsapp groups. In this activity, a questionnaire was also given that was filled out via a google form. The questionnaire was used to measure age, education, gravida, and knowledge of preventing COVID-19 infection in maternal services. Objectives: the purpose of this activity is to provide PPE that is used for maternal health service operations carried out at the East City Health Center as well as masks and hand sanitizers for patients, guidebooks that already have ISBNs and are registered with intellectual property rights, increase knowledge of preventing COVID-19 infection and not find patients exposed to COVID-19. Methods: this type of research includes quantitative research with the method of observational analysis. In this study, respondents were 18 health workers at the Puskesmas and 100 pregnant women who did antenatal checks from April to November 2020. The data analysis used the Fisher exact test. Results: the results of the analysis showed that 83% of health workers had good knowledge, 58% of pregnant women had good knowledge, 81% of respondents were in the healthy reproductive category, 64% had a college education and 46% of pregnant women were in the primigravida category. From the results of the questionnaire, data analysis was carried out with the results of the Fisher exact test, sig = 0.0012 (Sig <0.05) for knowledge, age, education, and sig = 0.628 (Sig > 0.05) for gravida. Conclusion: prevention of COVID-19 virus infection in maternal services has a relationship with the knowledge of health workers, knowledge of pregnant women, reproductive age of pregnant women, the last education of pregnant women and has nothing to do with gravida.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK DAN PENGETAHUAN BIDAN DENGAN KEPATUHAN BIDAN TERHADAP PENCEGAHAN INFEKSI DI BPM WILAYAH SLEMAN YOGYAKARTA Casnuri Casnuri
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 13, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.145 KB) | DOI: 10.35842/mr.v13i2.171

Abstract

Latar belakang: Infeksi merupakan salah satu penyebab Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi di Indonesia. Tindakan pencegahan infeksi (PI) harus diterapkan dalam setiap aspek asuhan persalinan dan kelahiran bayi untuk melindungi ibu, bayi baru lahir, keluarga, penolong persalinan dan tenaga kesehatan lainnya dengan jalan menghindarkan transmisi penyakit yang disebabkan oleh bakteri, virus dan jamur. Juga upaya-upaya untuk menurunkan risiko terjangkit atau terinfeksi oleh mikroorganisme yang menimbulkan penyakit-penyakit yang hingga kini belum ditemukan cara pengobatannya, misalnya Hepatitis dan HIV/AIDS2.Tindakan pencegahan infeksi merupakan bagian esensial dari asuhan lengkap yang diberikan kepada ibu dan bayi baru lahir yang dilaksanakan secara rutin pada saat menolong persalinan dan kelahiran. Bidan sebagai ujung tombak layanan kebidanan di masyarakat bertanggung jawab mencegah penularan infeksi baik pada diri sendiri maupun oranglain saat melakukan pertolongan persalinan. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian Cross Sectional. Populasi dan sampel penelitian ini adalah bidan di wilayah Sleman DIY bagian timur sebanyak 12 bidan. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan menggunakan analisis univariat (distribusi frekuensi, analisis bivariat (uji kai kuadrat)Hasil Penelitian: Hasil analisis diperoleh bahwa kepatuhan bidan dalam pencegahan infeksi sebanyak 60%, sebagian besar bidan berpendidikan diploma III (96,7%), usia sebagian besar termasuk usia produktif (60%), pengetahuan rendah (73,3%), bidan yang memiliki pengalaman kerja lebih dari 5 tahun sebanyak (96,7%). Tidak terdapat hubungan antara usia, pendidikan dan pengalaman kerja dengan kepatuhan serta terdapat hubungan antara pengetahuan dan kepatuhan. Kata kunci : Karakteristik, Pengetahuan, Kepatuhan, Pencegahan Infeksi, Bidan

Page 8 of 34 | Total Record : 340