Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

THE POWER OF MONEY IN PREMAN IN LOVE : A MARXIST APPROACH Sugiharti, Sri
JURNAL DIMENSI Vol 1, No 1 (2012): JURNAL DIMENSI (MARET 2012)
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.85 KB) | DOI: 10.33373/dms.v1i1.159

Abstract

Money has great rule in human life recently, even in the rural village such as Demolong in Wonosobo Regency that the head vilage roled by Marwoto cannot do anything because he was losen Raden Mas Pono who has much money. The theory of marxist used in research because it shows how the upper level (the have) is easily to oppress the lower level (the Poor). This research finds that money can cange the power of head village and love as well.
The Effectiveness of Using Team-Pair-Solo to Students’ Reading Comprehension Sugiharti, Sri; Wilany, Eka; Vintaria, Yenny
ANGLO-SAXON: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Vol 8, No 2 (2017): ANGLO-SAXON
Publisher : English Department, University of Riau Kepulauan, Batam,Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.57 KB) | DOI: 10.33373/anglo.v8i2.1221

Abstract

The objective of the research was to find out whether team-pair-solo is effective to students’ reading comprehension. The research design was quantitative research with experimental design. The research conducted in August 2016. The population in this research was the eleventh grade students of SMA K Yos Sudarso Batam  in the academic years of 2016/2017. Two classes were selected two from the population as sample in this study they were XI A2 and XI A3. The number of the students used as the sample in this research was 60 students. The sample was selected cluster sampling technique. To identify student competence, the writer gave the test before treatment (pre-test) and after treatment (post-test). The result of data analyzing was shown that in after test the mean of experiment class was higher (77.16) than control class (63.83). In the end of hypothesis testing, the writer found that there was significant effect of team-pair-solo to students’ reading comprehension. It means that team-pair-solo able to encourage the students to comprehend the text well
PENGEMBANGAN KETERPADUAN BINA KELUARGA REMAJA DAN PUSAT INFORMASI KONSELING REMAJA DI WILAYAH PERDESAAN DAN PERKOTAAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Nurul Khotimah; Anik Ghufron; Kanthi Aryekti; Sri Sugiharti
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 15, No 1 (2017): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.393 KB) | DOI: 10.21831/gm.v15i1.16233

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis (1) layanan BKR dan PIK R, (2) faktor-faktor yang mempengaruhi remaja dalam pemanfaatan layanan PIK R, (3) kegiatan sosial kemasyarakatan remaja, (4) sinergisitas BKR dan PIK R, serta menyusun (5) model pengembangan keterpaduan BKR dan PIK R, dan (6) modul pengembangan keterpaduan BKR dan PIK R. Penelitian ini menggunakan desain penelitian dan pengembangan (RD). Wilayah perdesaan dan perkotaan di DIY yang dijadikan sebagai lokasi penelitian ditentukan secara purposive yaitu BKR “Lentera Biru” dan PIK R “Paku Biru” untuk wilayah perdesaan dan BKR “Sekar Melati” dan PIK R “Tunas Kencana” untuk wilayah perkotaan. Hasil penelitian: (1) Wilayah perdesaan, layanan BKR berupa pertemuan penyuluhan, kunjungan rumah, pemantauan permasalahan remaja; sedangkan layanan PIK R berupa pertemuan penyuluhan. Wilayah perkotaan layanan BKR berupa pertemuan penyuluhan, kunjungan rumah, rujukan, pemantauan permasalahan remaja, layanan PIK R berupa pertemuan penyuluhan, (2) terdapat faktor internal dan eksternal yang berpengaruh dalam pemanfaatan layanan PIK R. (3) Kegiatan sosial kemasyarakatan remaja: olahraga, kesenian, keagamaan, karang taruna. (4) Sinergisitas BKR dan PIK R belum optimal. (5) Hasil Model Pengembangan Keterpaduan berupa Pelayanan terpadu, Integrasi layanan dengan kegiatan sosial kemasyarakatan, Penjadwalan pertemuan, Penambahan dan pengembangan materi. (6) Modul pengembangan keterpaduan diupayakan dengan membuat buku saku. Kata kunci: Pengembangan, Keterpaduan, BKR, PIK R
LANJUT USIA (LANSIA) PEDULI MASA DEPAN DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Nurul Khotimah; Gunardo Gunardo; Anik Ghufron; Sri Sugiharti; Kanthi Aryekti
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 14, No 2 (2016): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/gm.v14i2.13815

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan mengetahui: (1) kondisi lansia di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berdasarkan lima dimensi, yaitu fisik, psikologis, mental, spiritual, sosial kemasyarakatan, dan pengembangan potensi. (2) tingkat peduli masa depan lansia di DIY. Sampel penelitian ini ditentukan secara purposive sampling, dengan pertimbangan wilayah yang berpartisipasi dalam penilaian lomba kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL) Tahun 2014. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian: (1) Kondisi lansia di DIY: (a) dimensi fisik dan psikologis termasuk kategori sedang, baik peserta BKL maupun non peserta BKL. Kondisi ini dijumpai pada semua kabupaten/kota, kecuali peserta BKL Kabupaten Gunungkidul termasuk kategori tinggi, (b) dimensi mental spiritual, sosial kemasyarakatan, dan pengembangan potensi termasuk kategori tinggi, baik lansia peserta BKL maupun non peserta BKL, pada semua kabupaten/kota DIY. (2) Tingkat kepedulian lansia pada masa depannya berada pada kategori tinggi, baik peserta BKL maupun non peserta BKL. Tingkat peduli masa depan lansia di kabupaten/kota juga berada pada kategori tinggi, kecuali Kota Yogyakarta (lansia peserta BKL) dan Kabupaten Kulonprogo (lansia non peserta BKL) kategori sedang. Kata kunci: lansia, peduli masa depan, Daerah Istimewa Yogyakarta
Faktor yang Berhubungan dengan Terjadinya Unmet Need KB pada Pasangan Usia Subur (PUS) di Kota Yogyakarta Susiana Sariyati; Sundari Mulyaningsih; Sri Sugiharti
JNKI (Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia) (Indonesian Journal of Nursing and Midwifery) Vol 3, No 3 (2015): November 2015
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.711 KB) | DOI: 10.21927/jnki.2015.3(3).123-128

Abstract

The problem of population is important big issues and urgent, primarily related with aspects of the quality of population control, improving the quality of population and mobility of population, if its associated with the potential threat of explosion of population. The purpose of this study was to know factors associated with unmet need family planning among reproductive age couples in Yogyakarta. This study used descriptive method. The populations of this study were all of reproductive age couples in Yogyakarta. The sampling technique was done by probability proportional to size resulted on 779 respondents of reproductive age couples from 30 sub village in 30 village in Yogyakarta. The results of study showed that there was no significant relationship between respondent ages and unmet need, no significant relationship between wife education and unmet need, and no significant relationship between the number of children still live and unmet need.
TRANSLATION ANALYSIS OF DIRECTIVE SPEECH ACTS IN THE OLD MAN AND THE SEA NOVEL AND ITS TRANSLATION INTO INDONESIAN Sri Sugiharti
CAHAYA PENDIDIKAN Vol 4, No 1 (2018): JCP (Jurnal Cahaya Pendidikan) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.265 KB) | DOI: 10.33373/chypend.v4i1.1284

Abstract

Translating utterances is not similar to translating sentences.  It requires special attention as there is an intended meaning or message transferred by a speaker to a hearer.  Context of the situation overshadowing the utterance must be obeyed carefully. Thus the messages will be easily revealed. Speech act is a way that allows the messages of utterances to be seen.  Schiffrin (2001) stated that speech act is one of pragmatics’ basic ingredients arranging by words and corresponding to sentences and some ways to avoid kinds of misunderstanding in communication.  The focus of speech act is illucution since it shows the intention of utterances uttered. It is also much correlated with translation.  In translating an utterance, it is not merely translated literally, but there is also an intention that should be translated. This paper is aimed to analyze directive speech act in The Old Man and The Sea and its translation into Indonesian. It tries to reveal the functions of directive speech acts, translation techniques used and the translation quality (readability, accuracy, and acceptability).Keywords: translation analysis, directive speech acts, The Old Man and The Sea Novel.
EVALUASI PASCA DIKLAT MEDIS MOW TERHADAP KINERJA PROVIDER DALAM MEMBERIKAN PELAYANAN KELUARGA BERENCANA Bernadetta Verawati; Rahayu Widaryanti; Sri Sugiharti
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 13, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.262 KB) | DOI: 10.35842/mr.v13i3.176

Abstract

Latar Belakang : Salah satu Grand Strategi BKKBN yaitu memperkuat SDM operasional program KB sehingga sangat dibutuhkan pendidikan dan pelatihan (Diklat) bagi tenaga kesehatan. Meskipun BKKBN DIY sudah mengkoordinir terlaksananya diklat medis dari tahun 2010 sampai 2014 yang diikuti oleh provider di 5 kabupaten namun jumlah akseptor KB MOW masih rendah.Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian dilakukan di kabupaten Bantul dan kabupaten Sleman. Informan utama pada penelitian ini adalah provider peserta diklat medis MOW. Informan pendukung adalah Kasubid Yan KB SKPD KB Kabupaten Bantul dan Sleman serta subid Penyelenggaraan dan Evaluasi pelatihan BKKBN DIY.Pengumpulan data dilakukan melalui observasi tak berstruktur dan wawancara mendalam terhadap 2 informan utama dan 3 informan kunci.Hasil dan pembahasan: Berdasar hasil penelitian, Pada saat pelaksanaan Diklat MOW sudah praktik langsung ke pasien,. Setelah pelaksanaan Diklat : Sebagian besar provider belum memberikan pelayanan MOW. Kendala yang dihadapi oleh para provider adalah adanya kebijakan pendanaan dari instansi terkait yang masih menghambat aplikasi hasil Diklat MOW.Simpulan : Pendidikan dan pelatihan medis belum diterapkan secara maksimal oleh provider dalam memberikan pelayanan keluarga berencana.Kata kunci : Evaluasi, Diklat medis, MOW
Pengetahuan Lansia dan Kesiapan Penggunaan Modul, Video, aplikasi Senior SMART di Kota Pasuruan Sri Sugiharti; Dwi Endah K
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 6 (2023): Membangun Tatanan Sosial di Era Revolusi Industri 4.0 dalam Menunjang Pencapaian Susta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena Aging Population (LANSIA BOOM) sebanyak 29,3 Juta (10,82%) lanjut usia di Indonesia. JawaTimur menjadi provinsi dengan penduduk lansia terbanyak nasional, berdasarkan BPS (2021) mencapai5,98 juta jiwa sebesar 14,56% dari total penduduk Jawa Timur yang berjumlah 41,06 juta jiwa. Persentasependuduk lansia di Kota Pasuruan mencapai 9,8%. 1 dari 4 Lansia sakit disebabkan kurangnya pengetahuandan kesadaran perilaku sehat. Undang-undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usiamenjamin hak lansia untuk mendapatkan pelayanan pendidikan. Pendidikan bagi setiap orang berlangsungsepanjang hayat (lifelong education). Oleh karena itu, pelaksanaan pendidikan bagi lansia menjadi penting.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  pengetahuan menuju lansia (senior)  SMART (Sehat, Mandiri,Aktif, Produktif, Bermartabat) dengan kesiapan menggunakan  modul, video, aplikasi sebagai mediapembelajaran.   Metode penelitian secara kuantitatif  untuk mengukur pengetahuan dan kesiapanmenggunakan modul, Video dan aplikasi. Hasil penelitian penduduk lanjut usia perempuan memberikankontribusi lebih besar terhadap total lansia, 75.6% lansia adalah lansia perempuan sedangkan laki-lakisebesar 24.4%.  Penduduk lanjut usia muda, yakni penduduk yang berumur 60-69 tahun,  memberikankontribusi paling besar pada komposisi umur lansia yaitu sekitar 63  dari 100 lansia. Aspek Pengetahuantentang Lansia yang belum mengetahui  tentang konsep penuaan sebanyak 93,6%, Tujuh dimensi Lansiatangguh dan  8  fungsi keluarga 73,9%, gizi lansia sebanyak  80,8%, kepikunan  sebanyak 90,2%. Lansiasangat tertarik untuk pembelajaran dengan menggunakan modul sebanyak 76.5%, menggunakan videosebanyak 94% dan menggunakan aplikasi senior SMART sebanyak 65.8%.  Kesimpulan Masih rendahnyapengetahuan lansia tentang kelanjut usiaan. Rekomendasi perlu peningkatan pengetahuan lansia denganmenggunakan modul, video dan aplikasi senior SMART.   Kata Kunci : Pengetahuan, Modul,Video, Aplikasi, Senior SMART.
PEMBERDAYAAN SISWA DALAM MENYUSUN MENU BEKAL SARAPAN SEHAT DAN BERGIZI UNTUK MENCEGAH ANEMIA PADA REMAJA DI SMPN 2 BANJAR AGUNG: PEMBERDAYAAN SISWA DALAM MENYUSUN MENU BEKAL SARAPAN SEHAT DAN BERGIZI UNTUK MENCEGAH ANEMIA PADA REMAJA DI SMPN 2 BANJAR AGUNG ica, meliana; Ifayanti, Hikmah; Fitri, Ica; Sugiharti, Sri; Sari, Linda; Kurnia Sari, Nita; yulinariyati, Atik
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu( ABDI KE UNGU) Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu ( ABDI KE UNGU)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/abdi.v6i2.1694

Abstract

Abstrak Anemia adalah keadaan dimana kebutuhan fisiologis tubuh tidak terpenuhi oleh jumlah sel darah merah atau jumlah pembawa oksigen dalam darah. Berdasarkan hasil survey WHO Tingginya pervalensi anemia pada remaja putri dinegara negara berkembang dipengaruhi oleh keadaan stress, haid atau terlambat makan. Dari hasi survey di Puskesmas Tulang bawang 1 melalui aplikasi EPPBGM, angka remaja anemia pada bulan Januari-Desember 2023 sebesar 12,5%. Saat dilakukan wawancara kepadan siswa disekolah, mengatakan bahwa mereka sering jajan dan mengabaikan sarapan pagi dirumah serta jarang mengkonsumsi TTD yang diberikan oleh pihak Puskemas. Akibatnya tidak sedikit anak remaja yang menderita anemia akibat pola makan yang tidak sehat dan bergizi. Sehingga anak remaja akan lebih mudah sakit dan sulit berkonsentrasi dalam belajar.dari masalah tersebut maka timbul gagasan dan inisiatif untuk melakukan pemberdayaan kepada siswa dan guru sekolah melalui sosialisai Menu bekal sehat bergizi dalam rangka mencegah anemia pada anak remaja dan dilanjutkan dengan minum TTD setiap 1x seminggu dalam rangka meningkatkan kepatuhan mengkonsumsi TTD pada Remaja Putri. Untuk meningkatkan status kesehatan anak remaja. Metode yang digunakan melalui sosialisasi dan edukasi anemia, bahaya dan cara pencegahan anemia untuk anak remaja. Hasil dari analisis deskriptif perhitungan kuantitatif terkait dengan dampak pemberdayaan melalui pelatihan pembuatan menu bekal sehat bergizi, bisa ditari kesimpulan bahawa terjadi peningkatan pengetahuan dan kemampuan siswa sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan dan pelatihanl. Kata kunci : Remaja, Anemia, Bekal bergizi
AN ANALYSIS OF DECLARATIVES AND DIRECTIVES USED IN THE JAKARTA POST ENGLISH DAILY NEWSPAPER Saputro, Suswanto Ismadi Megah; Andriati, Yuni; Sugiharti, Sri
ANGLO-SAXON: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Vol 15, No 1 (2024): Anglo-Saxon : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Juli 2024
Publisher : English Department, University of Riau Kepulauan, Batam,Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/as.v15i1.6821

Abstract

This paper aims to investigate the speech acts used in the daily newspaper published in Jakarta, namely The Jakarta Post. The objective of the study is to find out the most dominant frequency of speech acts and the function of the types of declarative and directive speech acts. Data from this research were obtained from the English daily newspaper The Jakarta Post English. The results were questions 20 times (16.12%), declaring 15 times (12.09%), urging 15 times (12.09%), hope 14 times (11, 29%) dedication 12 times (9 .67%), warnings 11 times (8.87%), directives 9 times (7.25%), instructions 8 times (6.45%), requests 7 times (5.64%) and orders 7 times (5 .64%). Therefore, what is most often used in reporting news is questions. Therefore, this newspaper is intended to ask readers to know and understand the latest situation. Therefore, the newspaper, based on the data obtained, found that questions in speech acts were questions that functioned as questions as directive speech acts 20 times (16.12%) and the fewest types of directives that functioned as expectations were used only once. This paper shows that the type of request resulting from declaratives for requests is 7 times (5.64%) and commands 7 times (5.64%). This study found that questions showed the highest result. It implies that questions used to direct people in order to soften the words or more polite.