cover
Contact Name
Syarif Hidayatullah
Contact Email
syarifbahagia@uhamka.ac.id
Phone
+6281905887050
Journal Mail Official
syarifbahagia@uhamka.ac.id
Editorial Address
Jln. Warung Jati Barat, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, DKI Jakarta, Indonesia
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
REFEREN
ISSN : -     EISSN : 2830652X     DOI : 10.22236/referen.v1i2.10317
REFEREN berkomitmen untuk menyajikan hasil penelitian dalam bentuk kajian teori dan kajian eksperimen yang berfokus pada Pembelajaran Bahasa, Pengkajian Bahasa, dan Pengkajian Sastra dengan kualitas terbaik dari para penulis yang beragam latar belakang seperti peneliti, para akademisi, professional, paraktisi, dan pelajar. Ruang lingkup pembelajaran bahasa adalah perencanaan, metode, model, media, bahan ajar, dan evaluasi pembelajaran bahasa. Ruang linkup pengkajian bahasa adalah kajian fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, psikolingustik, sosiolinguistik, dan analisis wacana kritis. Ruang linkup pengkajian sastra adalah sastra lisan, sastra tulis, sastra populer, sastra anak, dan sastra digital. REFEREN hanya akan memproses artikel yang sesuai dengan focus dan scope. Proses seleksi dilakukan dengan online submission system.
Articles 98 Documents
Budaya Betawi dalam Novel Kronik Betawi Karya Ratih Kumala: Pendekatan Antropologi Sastra Kusen
REFEREN Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/referen.v4i2.21355

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh posisi Universitas Pamulang dalam hal geokultural dan keinginan untuk menciptakan model peran penelitian antropologi sastra. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur-unsur budaya Betawi yang terungkap dalam novel Kronik Betawi karya Ratih Kumala. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif yang berfokus pada objek kajian unsur-unsur budaya Betawi dalam teks novel. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa tujuh unsur budaya universal yang dikemukakan Koentjoroningrat terungkap dalam novel Kronik Betawi. Pertama, terungkap bahwa orang Betawi adalah orang yang mengamalkan syariat Islam, melakukan ritual keselamatan, percaya pada tanda-tanda alam, percaya pada hal gaib, ziarah kubur, dan lain-lain. Kedua, sistem sosial dan kemasyarakatan mengungkap sikap dan perilaku orang Betawi, lingkungan, serta kebiasaan dan anggapan yang berkembang dalam masyarakat Betawi. Ketiga, sistem pengetahuan mengungkap bahwa orang Betawi memperoleh pengetahuan melalui seseorang yang dianggap memiliki kelebihan, melalui sekolah, pengajian, membaca koran, dan mendengarkan siaran radio. Keempat, bahasa, terungkap bahwa bahasa yang digunakan tokoh-tokoh dalam novel ini adalah bahasa Melayu Betawi, dengan menggunakan ungkapan, peribahasa, kiasan, akronim, toponim, bahkan rima dalam berbahasa. Kelima, terungkap bahwa beberapa jenis kesenian yang dikembangkan dan dipelihara oleh masyarakat Betawi meliputi tari, musik, suara, seni pertunjukan, bela diri, dan busana. Keenam, terungkap bahwa pekerjaan yang dimainkan adalah sebagai pekerja seni, pedagang makanan, pengamen, petani, pengusaha susu, pengusaha rumah kontrakan, rentenir, dan pengemudi ojek. Ketujuh, sistem teknologi dan peralatan mengungkapkan penggunaan sepeda, parang, kompor minyak, lilin, benteng atau bunker, peralatan musik tradisional, radio amatir, trem, dan lain-lain.
Pembelajaran Dongeng : Fabel sebagai Media Pendidikan Karakter untuk Pencegahan Perundungan pada anak Usia Dini Alfaris, Lukman; Leli Triana; Wilda Hamisa
REFEREN Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/referen.v4i2.21598

Abstract

Tingginya angka kasus perundungan di lingkungan sekolah semakin meningkat hal ini harus dibentuk sejak anak usia dini dan perlu diperkuat melalui pendekatan pembelajaran yang menyenangkan, kontekstual, dan relevan dengan perkembangan anak. Salah satu strategi yang dapat diterapkan adalah pembelajaran dongeng fabel, karena tokoh-tokoh hewan yang berperilaku seperti manusia memudahkan anak melakukan proses observasi, penilaian moral, dan peniruan perilaku positif. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan efektivitas fabel sebagai media pendidikan karakter untuk pencegahan perundungan pada anak usia dini. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi lapangan intervensi. Analisis memadukan Teori Morfologi Vladimir Propp untuk mengkaji struktur naratif dongeng serta Teori Pembelajaran Sosial Albert Bandura untuk menjelaskan mekanisme internalisasi nilai melalui perhatian, retensi, reproduksi perilaku, dan motivasi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket emotikon, serta dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak mampu mengenali perbuatan positif dan negatif melalui konflik cerita serta menirukan perilaku tokoh yang menunjukkan empati, keberanian, kejujuran, kerja sama, dan penolakan terhadap tindakan bullying. Disimpulkan bahwa fabel efektif sebagai media pendidikan karakter dan layak diintegrasikan dalam pembelajaran literasi secara sistematis, kreatif, dan berkelanjutan. Kata kunci: Kata kunci 1; pembelajaran dongeng 2; fabel 3; anak usia dini
Keefektifan Berbicara Penderita Asperger Tokoh Jati dalam Film Aku Jati, Aku Asperger Maulidia, Ira; Puspitasari, Nur Aini; Tuankotta, Rahma Bidari; Sawitri, Hesty
REFEREN Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/referen.v4i2.21644

Abstract

Penderita asperger umumnya mampu berbicara, tetapi mereka mengalami kesulitan bahasa ekspresi dan pragmatik. Salah satu film yang merepresentasikan individu dengan asperger adalah Aku Jati, Aku Asperger. Melalui narasi dan dialog tokoh Jati, penonton dapat melihat gambaran bagaimana individu dengan asperger mengekspresikan diri, berbicara, dan memahami bahasa dalam interaksi sehari-hari. Penelitian ini bertujuan menganalisis keefektifan berbicara penderita asperger tokoh Jati dalam film Aku Jati, Aku Asperger. Penelitian ini menggunakan metode deskrptif dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dengan teknik simak dan catat, serta teknik observasi pada film. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis dengan teknik analisis data model Miles & Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian ditemukan 97 data yang dianalisis pada aspek kebahasaan dan nonkebahasaan berdasarkan faktor kefektifan berbicara.
Ekokritik dalam Naskah Drama Manufaktur Anatomi Kera Karya Gulang Satriya Pangarso Besari, Panji Adam Al Iman; Pratomo, Nugroho Widhi
REFEREN Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/referen.v4i2.21680

Abstract

Penelitian ini menganalisis bentuk dan representasi ekokritik dalam naskah drama Manufaktur Anatomi Kera karya Gulang Satriya Pangarso dengan menggunakan teori ekokritik Endraswara. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan bentuk-bentuk ekokritik yang muncul dalam naskah serta mengkaji keterkaitannya dengan realitas sosial-ekologis kontemporer di Indonesia. Metode yang digunakan ialah deskriptif kualitatif melalui analisis dokumentasi dan teknik baca–catat. Data berupa kutipan dialog dan narasi dalam naskah drama. Hasil penelitian menunjukkan adanya 42 data yang merepresentasikan tiga kategori ekokritik: ekokritik fisik, sosial, dan spiritual. Ketiganya menyuarakan kritik terhadap eksploitasi lingkungan, konsumsi berlebihan, penghilangan keanekaragaman hayati, serta keterasingan manusia dari alam. Penelitian ini menegaskan bahwa karya drama dapat menjadi medium efektif dalam menyuarakan isu ekologi dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya keberlanjutan lingkungan.
Karakteristik Realisme Magis Pada Novel dalam Kurung Karya Haditha Kalam, Fiqih Nur; Maemunah, Siti
REFEREN Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/referen.v4i2.21700

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik realisme magis pada novel Dalam Kurung karya Haditha serta menguraikan narasi realisme magis yang berkaitan dengan konteks sosial budaya dunia riil. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data berupa teks naratif yang mengandung unsur realisme magis berdasarkan konsep Wendy B. Faris. Pendekatan fenomenologi digunakan untuk melihat bagaimana pengalaman magis dalam novel dipahami sebagai fenomena yang memiliki makna kultural. Data diperoleh melalui teknik membaca, identifikasi, dan pencatatan, kemudian dianalisis melalui proses klasifikasi, interpretasi, dan penyimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Dalam Kurung memuat kelima karakteristik realisme magis menurut Faris, meliputi: elemen tak tereduksi, dunia fenomenal, keraguan yang menggoyahkan, penggabungan dua dunia, serta gangguan atas ruang, waktu, dan identitas. Selain itu, narasi magis dalam novel berkaitan erat dengan konteks sosial budaya Jawa, khususnya aspek spiritualitas, mitos, dan kepercayaan masyarakat terhadap entitas supranatural.  
Profil Penyelenggaraan Sanggar Sastra di Sekolah pada Era Digital Hidayatullah, Syarif
REFEREN Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/referen.v4i2.21773

Abstract

Minat murid terhadap sastra mengalami penurunan seiring meningkatnya dominasi media digital yang menawarkan hiburan cepat dan visual. Padahal, sastra memiliki peran strategis dalam mengembangkan kemampuan bahasa, empati, kreativitas, dan karakter murid. Sanggar sastra di sekolah muncul sebagai ruang alternatif yang dapat menghidupkan kembali budaya literasi melalui kegiatan membaca, berdiskusi, dan mencipta karya sastra secara terarah. Berbagai penelitian menunjukkan efektivitas sanggar sastra dalam meningkatkan keterampilan literasi murid, namun kajian yang menguraikan profil penyelenggaraannya secara komprehensif dalam konteks era digital masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan memetakan profil penyelenggaraan sanggar sastra di sekolah pada era digital dengan fokus pada bentuk kegiatan, strategi pelaksanaan, pemanfaatan teknologi, serta hambatan dan peluang pengembangan program. Pendekatan penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen di beberapa sekolah yang telah menjalankan sanggar sastra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sanggar sastra mulai mengintegrasikan teknologi digital, seperti platform penulisan daring, dokumentasi multimedia, dan publikasi karya secara digital. Namun, upaya tersebut belum optimal akibat keterbatasan kompetensi digital guru, sarana teknologi yang belum merata, dan minimnya kebijakan institusional. Meski demikian, sanggar sastra tetap memberikan dampak positif terhadap motivasi, kreativitas, dan kompetensi literasi murid. Penelitian ini menegaskan perlunya dukungan sistemik dan inovasi pemanfaatan teknologi agar sanggar sastra tetap relevan bagi generasi digital.
Diskrepansi Stereotip Karakter Tokoh Bawang Putih Pada Cerita Rakyat Bawang Putih Dan Bawang Merah Fauziyah, Nurul
REFEREN Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/referen.v1i1.9151

Abstract

Bawang Putih dan Bawang Merah merupakan satu dari sekian banyaknya cerita rakyat yang sudah terkenal luas dan merakyat khususnya di Nusantara. Dalam cerita rakyat Bawang Putih dan Bawang Merah menghadirkan tokoh utama yang bernama Bawang Putih atau dipanggil Putih sebagai tokoh dengan karakter atau perwatakan yang protagonis. Karena sifatnya yang sabar, tidak pernah marah dan selalu menuruti perintah serta kemauan ibu tiri maupun saudara tirinya yang bernama Bawang Merah atau dipanggil Merah dengan perwatakan antagonis. Akan tetapi, peneliti menemukan penggambaran karakter tokoh Putih sebagai sosok antagonis dalam cerita rakyat Bawang Putih dan Bawang Merah yang ada di aplikasi kumpulan buku versi digital yaitu wattpad. Hal seperti itu dapat dikatakan sebagai bentuk dari diskrepansi alias ketidaksesuaian atau ketidakserasian dengan stereotip yang diketahui oleh masyarakat pada umumnya, terutama stereotip mengenai tokoh Putih adalah tokoh yang baik hati. Berdasarkan uraian tersebut peneliti bertujuan untuk melakukan kajian sastra bandingan dengan objeknya berupa cerita rakyat Bawang Putih dan Bawang Merah dari dua versi yang berbeda yaitu versi buku cetak dan wattpad, tentunya dengan dua pengarang yang berbeda pula. Khususnya dari segi tokoh dan karakter dari Bawang Putih sendiri. Peneliti akan memanfaatkan metode analisis deskriptif kualitatif dengan pendekatan sastra bandingan untuk menguraikan pembahasannya. Hasil penelitian yang didapat berupa uraian mengenai pendeskripansian dari stereotip karakter tokoh Bawang Putih pada cerita rakyat Bawang Putih dan Bawang Merah versi buku dengan wattpad.
Perbandingan Akuisisi Bahasa Anak Perempuan dan Laki-laki Usia 2-4 Tahun Hamiidah, Fathma; Reisa Nurrahman; Putra, Dona Aji Karunia
REFEREN Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/referen.v1i1.9158

Abstract

Penelitian ini membahas tentang perbandingan akuisisi bahasa anak perempuan dan laki-laki usia 2-4 tahun pada tataran fonologi. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan perbandingan akusisi anak perempuan dan laki-laki udia dua sampai empat tahun pada tataran fonologi. Metode yang dimanfaatkan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dan menggunakan pendekatan studi kasus. Teknik tersebut berguna ketika subjek sedang berbicara dan berinteraksi dengan anggota keluarga. Setelah data diperoleh, kemudian data diolah dan dianalisis. Hasil dari penelitian ini didapatkan anak perempuan sudah mampu memperoleh bahasa lebih banyak dan produksi bunyi bahasa yang lebih baik dibanding dengan anak laki-laki.
Nilai Pendidikan dalam Novel Pramoedya Ananta Toer dan Lirik Lagu Karya Dedy Zoker Super Band Jannah, Isnaini Qodriyatul
REFEREN Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/referen.v1i1.9160

Abstract

Abstrak Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah unsur intrinsik dan nilai pendidikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif karena bertujuan untuk mengetahui unsur intrinsik dan nilai pendidikan dalam novel Sekali Peristiwa Di Banten Selatan karya Pramoedya Ananta Toer dan lirik lagu Singa Karawang Bekasi Karya Dedy Zoker Super Band. Hasil analisis isi dari novel Sekali Peristiwa Di Banten Selatan yaitu memiliki nilai pendidikan terhadap religius (berdoa, bersyukur, percaya kepada Allah, berpenampilan agamis), nilai pendidikan terhadap individu (mampu mengendalikan diri dari niat buruk, memiliki kepribadian yang berani, berbicara jujur, kerja keras), nilai pendidikan terhadap sosial (menghargai pendapat orang lain, bersatu antarsesama, dan bersikap sopan santun terhadap orang lain, menjaga, merawat, melindungi lingkungan yang di sekitarnya), nilai pendidikan terhadap bangsa/Negara (nasionalisme). Sedangkan, nilai pendidikan dalam lirik lagu Singa Karawang Bekasi yaitu nilai pendidikan terhadap bangsa/Negara (memperjuangkan Negeri dengan ikhlas), nilai pendidikan terhadap religius (rela berkorban demi gama), dan nilai pendidikan trhadap individu (pantang menyerah). Relevansi nilai pendidikan pada zaman sekarang adalah agar seseorang menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Kata kunci: Sastra Bandingan, Sekali Peristiwa Di Banten Selatan, Singa Karawang Bekasi, Nilai Pendidikan Abstract The problems discussed in this research are the intrinsic elements and the value of education. The method used in this research is descriptive qualitative method because it aims to find out the intrinsic elements and educational value in the novel Once Event Di Banten Selatan by Pramoedya Ananta Toer and the lyrics of the song Singa Karawang Bekasi by Dedy Zoker Super Band. The results of the content analysis of the novel Once Events Di Banten Selatan have educational values "‹"‹for religious (prayers, be grateful, believe in God, have a religious appearance), educational values "‹"‹for individuals (able to control oneself from bad intentions, have a brave personality, speak honestly, work hard). hard), the value of social education (respect the opinions of others, unite among others, and be polite to others, maintain, care for, protect the surrounding environment), the value of education to the nation/state (nationalism). Meanwhile, the educational value in the lyrics of the song Singa Karawang Bekasi is the value of education towards the nation/state (to fight for the country sincerely), the value of education to religion (willing to sacrifice for religion), and the value of education to individuals (never give up). The relevance of the value of education today is for someone to become a better person. Keywords: Comparative Literature, Sekali Peristiwa Di Banten Selatan, Singa Karawang Bekasi, Educational
Elegi Cinta pada Puisi-Puisi di Akun Twitter @matapuisi Berdasarkan Tinjauan Psikologi Humanistik Abraham Maslow Abimubarok, Achmad
REFEREN Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/referen.v1i1.9166

Abstract

Elegi dalam puisi saat ini bukan hanya menyoal pada kematian. Cinta juga ternyata sering menjadi muatan elegi pada puisi karena dalam peristiwa cinta juga terjadi kekalahan dan harapan. Tujuan pada penelitian ini adalah mengkaji fenomena elegi cinta dalam puisi di akun Twitter @matapuisi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis isi sebagai metodenya. Dalam upaya membantu memberikan pandangan yang lebih luas, penulis menggunakan pendekatan psikologi humanistik Abraham Maslow pada hierarki kebutuhan akan cinta dan kasih sayang. Hasil penelitan menyatakan bahwa puisi-puisi pada akun twitter @matapuisi memiliki muatan elegi cinta yang disebabkan oleh kekalahan dan harapan. Peristiwa yang tampak pada puisi bermuatan elegi kekalahan adalah kekalahan dalam mempertahankan cinta, penolakan komitmen, dan ketidakterimaan atas kenyataan cinta. Peristiwa lainnya yang tampak adalah harapan yang ternyata mampu menjadi elegi cinta. Beberapa puisi tidak tidak menunjukkan prasyarat dalam memenuhi kebutuhan cinta, namun itulah yang menjadi kekuatan dari elegi cinta pada puisi.

Page 8 of 10 | Total Record : 98