cover
Contact Name
Syarif Hidayatullah
Contact Email
syarifbahagia@uhamka.ac.id
Phone
+6281905887050
Journal Mail Official
syarifbahagia@uhamka.ac.id
Editorial Address
Jln. Warung Jati Barat, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, DKI Jakarta, Indonesia
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
REFEREN
ISSN : -     EISSN : 2830652X     DOI : 10.22236/referen.v1i2.10317
REFEREN berkomitmen untuk menyajikan hasil penelitian dalam bentuk kajian teori dan kajian eksperimen yang berfokus pada Pembelajaran Bahasa, Pengkajian Bahasa, dan Pengkajian Sastra dengan kualitas terbaik dari para penulis yang beragam latar belakang seperti peneliti, para akademisi, professional, paraktisi, dan pelajar. Ruang lingkup pembelajaran bahasa adalah perencanaan, metode, model, media, bahan ajar, dan evaluasi pembelajaran bahasa. Ruang linkup pengkajian bahasa adalah kajian fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, psikolingustik, sosiolinguistik, dan analisis wacana kritis. Ruang linkup pengkajian sastra adalah sastra lisan, sastra tulis, sastra populer, sastra anak, dan sastra digital. REFEREN hanya akan memproses artikel yang sesuai dengan focus dan scope. Proses seleksi dilakukan dengan online submission system.
Articles 98 Documents
Religiusitas dalam Puisi Subuh Karya Amir Hamzah dan Kembali Pada Tuhan Karya Jalaluddin Rumi Handayani, Tutik; Bahtiar, Ahmad; Relawati, Haeni
REFEREN Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/referen.v1i1.9169

Abstract

Tujuan penelitian ini membandingkan puisi "Subuh” karya Amir Hamzah dan "Kembali Pada Tuhan” karya Jalaludin Rumi dan bagaimana kedua pengarang tersebut mendeskripsikan religiusitasnya. Amir Hamzah dan Jalauddin Rumi dalam mendeskripsikan religiusitas dalam puisinya. Puisi "Subuh” merupakan salah satu karya dari Amir Hamzah yang cukup populer dikalangan penikmat sastra. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan mendeskripsikan hasil penelitian dengan kata-kata. Hasil dari penelitian tersebut Amir Hamzah menggambarkan sisi religusitasnya dengan memberikan gambaran seorang hamba yang kadang kali lalai terhadap perintah Tuhannya. Begitu apiknya Amir Hamzah mendeskripsikan hubungan seorang hamba dengan Tuhannya (hablum min an-nas). Sedangkan puisi "Kembali Pada Tuhan” karya Jalauddin Rumi merupakan puisi yang memiliki makna cukup dalam. Menghadirkan bagaimana sifat Tuhan yang Maha pengampun terhadap hamba-Nya. Selayaknya serasi Asmaul Husna yakni al-Ghafur yang berarti Maha Pengampun atas dosa-dosanya hamba-Nya. Maha Pemurah akan sifat pengampun-Nya. Tetap menerima seorang hamba meski telah berulang kali melakukan dosa. Kedua puisi tersebut menghadirkan religiusitas dengan cara yang hampir serupa. Akan tetapi, keduanya tentu memiliki perbedaan dalam mewujudkan aspek religiusitas tersebut. Amir Hamzah menampakkkan nilai religiusitas dari sudut pandang seroang hamba. Sedangkan Jalaluddin Rumi menonjolkan nilai Religiusitas dari sudut pandang sang Pencipta.
Penerapan Teori Moody Dalam Pembelajaran Apresiasi Lagu Tujuh Belas Karya Tulus Atikah, Ikah; Hikmat, Ade
REFEREN Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/referen.v1i1.9172

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran penerapan pembelajaran apresiasi sastra dengan metode Moody yang menggunakan lirik lagu Tujuh Belas karya Tulus. Metode Moody dipakai sebagai cara untuk membuat pembelajaran apresiasi sastra menjadi tidak membosankan dimana siswa akan lebih banyak aktif menggali makna suatu karya di dalam kelas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh menggunakan analisis yang menghasilkan penggambaran penerapan pembelajaran apresiasi sastra menggunakan lirik lagu. Hasil dari penelitian ini, guru dapat menggunakan metode Moody untuk menyampaikan pembelajaran apresiasi sastra yang lebih menarik karena menggunakan enam tahapan yaitu pelacakan awal, penentuan sikap praktis, introduksi, penyajian, diskusi dan pengukuhan. Keenam tahapan ini mencakup dua prinsip sastra yaitu pertama, sastra sebagai pengalaman dengan memberikan pengetahuan baru kepada siswa melalui kegiatan apresiasi dan yang kedua adalah sastra sebagai Bahasa dimana siswa dapat menelaah unsur kebahasaan yang terkandung dalam lirik lagu tersebut. Kata kunci: Apresiasi Sastra; Moody; Lirik Lagu
Sinonimi Leksem Verba dalam Cerpen Seorang Wanita di Sebuah Loteng Karya Seno Gumira Ajidarma Eko, Eko Budi Saputro; Lia Maelani
REFEREN Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/referen.v1i1.9175

Abstract

Salah satu objek kajian dalam semantik ialah relasi makna. Relasi makna mencakup hubungan antara satuan bahasa yang satu dengan satuan bahasa lainnya. Hubungan tersebut dapat berupa kesamaan makna, pertentangan makna, perluasan makna, dan lainnya. Objek yang penulis pilih dalam penelitian ini adalah cerita pendek karya Seno Gumira Ajidarma berjudul Seorang Wanita di Sebuah Loteng. Cerpen tersebut sangat kaya akan relasi makna. Relasi makna yang menarik perhatian penulis untuk menganalisisnya ialah kesamaan makna atau biasa disebut sinonimi. Adapun jenis sinonimi yang penulis pilih ialah sinonimi leksem verba. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesamaan makna pada leksem verba dasar dan verba turunan yang terdapat dalam cerpen Seorang Wanita Di Sebuah Loteng karya Seno Gumira Ajidarma. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan semantik untuk mengkaji makna. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak dan catat. Teknik analisis data menggunakan teknik kualitatif deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah ditemukannya 10 sinonimi leksem verba dasar dan 20 leksem verba turunan. Di mana penggunaan sinonimi leksem verba turunan lebih mendominasi dari pada sinonimi leksem verba dasar.
Gaya Bahasa Sarkasme pada Ucapan Rocky Gerung di Youtube TVOne yang Berjudul Pemerintahan Jokowi Hoax Firmansyah, Oki; Solihati, Nani
REFEREN Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/referen.v1i1.9177

Abstract

Penelitian ini meliputi Gaya Bahasa pada ucapan Rocky Gerung yang memiliki banyak unsur dalam bentuk sarkas. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif karena fokus penelitian pada data deskripsitif. Adapun proses pengumpulan data menggunakan metode simak catat. Langkah awal penelitian dengan mentranskrip video Rocky Gerung di Youtube setelah data telah terkumpul lalu peneliti mengolah data dengan menggunakan teori Gorys Keraf yang terdiri dari kepahitan, celaan yang getir, menyakiti hati, kurang enak didengar. Ditemukan 14 kutipan yang mengandung sarkasme dari satu konten video yang diposting oleh TVOne pada ucapan Rocky Gerung. Pemilihan konten video Youtube TVOne karena terdapat beberapa ungkapan yang merujuk pada sarkas. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan 14 kutipan yang mengandung sarkasme pada Youtube TVOne. Adapun pada tersebut lebih banyak mengandung gaya sarkasme dalam bentuk celaan yang getir yaitu terdapat 6 tuturan, seperti "Jadi dari nama menteri itu dibuatkan meme yang mengolok-ngolok.” Terdapat 5 gaya bahasa sarkasme dalam bentuk kepahitan, seperti. Memberi penilaian pada buku tidak ilmiah. Sedikit ditemukan gaya bahasa sarkasme dalam bentuk menyakiti hati yaitu terdapat 2 tuturan, seperti "Sedang tenggalam dia merayap entah itu kaleng bekas hanyut, batang pohon” Kemudian ditemukan gaya bahasa sarkasme dalam bentuk kurang enak didengar yaitu terdapat 2 tuturan, seperti "bahkan presiden menyebar hoax.”
Sosiokultural Masyarakat Minang dalam Naskah Nilam Sari Karya Wisran Hadi Prahmana, Pramudya Dian; Astuti, Livia
REFEREN Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/referen.v1i1.9178

Abstract

Kebudayaan Minang adalah dasar dari penelitian ini, untuk mendeskripsikan sosiokultural dalam naskah Nilam Sari karya Wisran Hadi. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan nilai-nilai budaya Minang yang tertuang dalam naskah Nilam Sari ini. Untuk memperkuat pemahaman dalam kajian ini digunakan metode kualitatif deskriptif dan pendekatan sosiokultural. Data yang didapat untuk penelitian ini berbentuk data kualitatif yang berbentuk kutipan sebuah kalimat pada kumpulan sebuah cerita baik berupa narasi pengarang atau bahkan dialog antartokoh yang mencerminkan gambaran kekentalan budaya suku Minangkabau. Data yang digunakan sebagai sumber dalam penelitian ini ialah naskah drama Nilam Sari karya Wisran Hadi, dalam buku kumpulan naskah karya Wisran Hadi yaitu, Baeram, cetakan kedua, diterbitkan pada tahun 1982 oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Hasil dari penelitian ini diklasifikasikan ke dalam dua sub bab yaitu, Pertama, Jenis-jenis budaya Minangkabau meliputi: merantau, uang jemputan, dan tradisi yaitu berupa Tarian Randai untuk perayaan pada hari-hari besar. Kedua, nilai sosiokultural masyarakat Minangkabau, meliputi: sopan santun masyarakat Minangkabau, perjodohan, kedudukan politik, dan tradisi masyarakat yang mulai diperbaharui yaitu, dari segi perkawinan silang antar suku Minangkabau dengan suku lain.
Representasi Bendera pada Naskah Drama Penjual Bendera Karya Wisran Hadi Suciawaty, Wulan Nur; Hikmawaty, Hikmawaty
REFEREN Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/referen.v1i1.9180

Abstract

Dalam mengenali suatu negara perlu memiliki identitas yang sebagai ciri khas suatu negara itu sendiri. Bendera negara merupakan salah satu yang menjadi identitas negara tersebut. Pada identitas bendera di suatu negara memiliki makna simbolik yang menggambarkan atau melukiskan suatu maksud dari bendera itu sendiri. Penelitian ini mengangkat suatu permasalahan tentang identitas serta makna pada bendera bertujuan untuk (1) mendeskripsikan struktur pembangun naskah drama Penjual Bendera, (2) mendeskripsikan identitas bendera berdasarkan ideologi yang direpresentasikan pada naskah drama Penjual Bendera, (3) mendeskripsikan representasi makna yang terkandung dalam bendera pada naskah drama Penjual Bendera. Peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif sebagai metode penelitian yang digunakan. Sumber data pada penelitian ini bersumber dari data naskah drama karya Wisran Hadi yaitu Penjual Bendera. Dalam pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik pustaka, simak, dan catat. Hasil penelitian mengindikasikan adanya tiga tokoh yang memiliki ideologi berbeda, hal tersebut berpengaruh pada identitas bendera dan makna yang dimiliki oleh setiap tokoh.
Perbandingan dan Representasi Feminisme Eksistensialis dalam Novel Berlatar Papua Berjudul Namaku Teweraut dan Tanah Tabu Rahman, Fauzi
REFEREN Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/referen.v1i1.9181

Abstract

Penelitian ini bertujuan membandingkan serta merepresentasikan feminisme eksistensialis dalam novel berjudul Namaku Teweraut karya Ani Sekarningsih dengan novel Tanah Tabu karya Anindhita S. Thayf. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan sastra perbandingan. Analisis data atau prosedur analisis penelitian dilakukan dengan cara membaca keseluruhan novel, menandai bagian-bagian yang dianggap sesuai dengan sasaran kajian feminisme eksistensialis, mereduksi bagian yang tidak termasuk kajian feminisme eksistensialis, mengklasifikasikan persamaan dan perbedaan hasil analisis, hingga menarik simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Namaku Teweraut merepresentasikan suku Asmat yang masih menganut sistem poligami, perjodohan, perempuan tidak boleh mengambil keputusan atau memilih jalan hidupnya dan mengabaikan pentingnya pendidikan. Adapun novel Tanah Tabu mengisahkan suku Dani yang mengesampingkan pendidikan dan mengutamakan pernikahan karena perempuan tidak perlu belajar cukup mengurus keluarga dan patuh pada suami. Dalam kedua novel ini dijelaskan bahwa tokoh wanita tidak bisa mengenyam pendidikan secara bebas karena terikat dengan sistem patriarki.
Citraan dalam Novel Segala yang Diisap Langit Karya Pinto Anugrah: Kajian Stilistika Safitriani, Safitriani; Hanifa, Assifa Atsna; Nabila, Nabila; Garwita, Elpida Fathi
REFEREN Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/referen.v2i1.10318

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan citraan yang digunakan dalam novel Segala yang Diisap Langit Karya Pinto Anugrah melalui kajian stilistika. Pemilihan novel Segala yang Diisap Langit dilatarbelakangi oleh penggunaan citraan oleh Pinto Anugrah dalam mengrekspresikan hasil pemikiran imajinatif sehingga menghadirkan gambaran dan bayangan yang nyata di benak pembaca. Dalam novel ini, pembaca seakan-akan berada di dalam cerita, sebab pengarang banyak menggunakan citraan dalam menyajikan cerita. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa kata, frase, kalimat, dan paragraf, dalam novel Segala yang Diisap Langit Karya Pinto Anugrah. Langkah penelitian yang dilakukan di antaranya: (1) pengumpulan data; (2) analisis data; dan (3) penyajian hasil analisis. Pengumpulan data dilakukan teknik pustaka, simak, dan catat. Data dianalisis dengan penafsiran berdasarkan pemahaman penulis terhadap teori. Penyajian hasil analisis dilakukan dengan teknik informal, yakni pemaparan melalui kata-kata yang mudah dipahami. Dari hasil penelitian ditemukan citraan penglihatan, citraan pencium, citraan rabaan, citraan rasaan dan citraan pendengaran. Berdasarkan data penelitian yang telah dianalisis maka dapat disimpulkan bahwa citraan penglihatan mendominasi kemudian citraan rasaan selanjutnya citraan rabaan lalu citraan pendengaran dan terakhir citraan penciuman dalam novel Segala yang Diisap Langit karya Pinto Anugrah.
Representasi Tokoh dalam Syair Ken Tambuhan Hikmawaty, Hikmawaty
REFEREN Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/referen.v2i1.10610

Abstract

Syair Ken Tambuhan merupakan salah satu naskah kuno berbahasa Melayu yang populer karena kisah cinta Ken Tambuhan dan Raden Menteri yang romantis. Dilatarbelakangi karena syair ini memiliki alur cerita yang menarik, tokoh menjadi salah satu unsur pembangun yang penting. Maka penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tokoh dalam Syair Ken Tambuhan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teori representasi sastra dan pendekatan obyektif menurut Abrams. Tokoh yang diteliti dalam Syair Ken Tambuhan ialah Ken Tambuhan, Raden Menteri, Permaisuri, dan Raja Kuripan. Setiap tokoh memiliki penggambaran yang berbeda sehingga pada penelitian ini tokoh-tokoh tersebut digambarkan. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa Syair Ken Tambuhan memiliki 184 halaman tetapi hanya 174 yang terisi. Syair tersebut memiliki beberapa tokoh dengan penggambaran yang variatif, di antaranya: Ken Tambuhan, seorang gadis cantik yang berusia 14 tahun; Raden Menteri, pria berusia 17 tahun yang menawan; Raja Kuripan, seorang raja sekaligus ayah yang baik; dan Permasuri yang memiliki penokohan antagonis karena kejahatannya.
Nilai-Nilai Didaktis dalam Novel Hafalan Shalat Delisa Karya Tere Liye Latif, Abdul; Sumiyadi
REFEREN Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/referen.v2i1.10764

Abstract

Nilai didaktis dapat dipelajari melalui sebuah karya sastra berupa novel. Novel menyajikan interpretasi dari kehidupan nyata ke fiktif. Penelitian ini mengkaji nilai-nilai didaktis pada sebuah novel dengan menggunakan metode kualitatif analisis deskripsi melalui pendekatan sastra didaktis. Sumber data berasal dari novel Hafalan Shalat Delisa hasil karya penulis ternama Tere Liye. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di dalam novel tersebut terdapat nilai-nilai didaktis, yaitu (1) kajian alur tokoh dan penokohan serta latar ditemukan nilai-nilai karakter berupa kejujuran, disiplin, semangat tinggi, periang (2) terdapat nilai pendidikan nasional, yaitu nilai karakter profil pancasila, yaitu (a) beriman, bertakwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia, (b) berkebhinekaan global, (c) bergotong royong, (d) kreatif, (e) bernalar kritis, dan (f) mandiri. Pada akhirnya, novel tersebut dapat menjadi bahan ajar pembelajaran sastra di sekolah untuk meningkatkan karakter siswa yang positif.

Page 9 of 10 | Total Record : 98