cover
Contact Name
Thresya Febrianti
Contact Email
thresya.febrianti@umj.ac.id
Phone
+6281298401118
Journal Mail Official
jmestahatiakmitangsel@gmail.com
Editorial Address
Jl. Padjajaran No.1 Pamulang, Tangerang Selatan
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Semesta Sehat
ISSN : -     EISSN : 27974510     DOI : https://doi.org/10.58185/j-mestahat.v1i1.67
Core Subject : Health,
Jurnal Semesta Sehat (J-Mestahat) merupakan opened acces dan peer-reviewed journal. Jurnal ini bertujuan untuk mempublikasi penelitian orisinil dan literatur review yang berhubungan dengan isu kesehatan masyarakat yang ada di dunia. Topik yang dimuat dalam jurnal ini adalah topik keilmuan yang sesuai dengan peminatan kesehatan masyarakat (Biostatistik, epidemiologi penyakit menular dan tidak menular, informatika kesehatan, kesehatan reproduksi, manajemen asuransi kesehatan, manajemen informasi kesehatan, manajemen pelayanan kesehatan, manajemen rumah sakit, promosi kesehatan, kebijakan kesehatan, gizi kesehatan masyarakat, keselamatan dan kesehatan kerja, dan kesehatan lingkungan). J-Mestahat dipublikasikan 2 kali dalam setahun yaitu Februari dan Agustus. Untuk pengajuan artikel (submission) dibuka sepanjang tahun. Sebelum mengirimkan artikel, harap pastikan bahwa naskah sudah sesuai dengan fokus dan ruang lingkup J-Mestahat dan mengikuti template naskah yang sudah tersedia.
Articles 49 Documents
Pengaruh Video Games terhadap Fungsi Kognitif Lansia: Sebuah Literature Review Refi Yulita; Sigit Mulyono
J-Mestahat Vol 2 No 1 (2022): Jurnal Semesta Sehat (J-Mestahat)
Publisher : Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia Kota Tangerang Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.536 KB) | DOI: 10.58185/j-mestahat.v2i1.82

Abstract

Video games berpotensi untuk dikembangkan kepada lansia karena dapat menstimulasi otak. Stimulus yang diberikan dapat mencegah atrofi pada otak sehingga potensi menurunnya kemampuan otak dalam memproses informasi dapat berkurang. Studi ini bertujuan untuk menelaah pengaruh penggunaan video games terhadap fungsi kognitif lansia. Peneliti melakukan studi literature pada artikel yang diterbitkan dalam 5 tahun terakhir. Penelusuran artikel dilakukan melalui database Pubmed dan ProQuest. Sebanyak 7 artikel masuk dalam kriteria seleksi dengan desain penelitian quasi experiment dan randomized control trial, dari 931 pencarian dengan kata kunci lansia, fungsi kognitif, dan video game. Seluruh artikel (100%) menunjukan bahwa video games berdampak positif terhadap fungsi kognitif lansia yang ditandai dengan peningkatan materi abu-abu di dalam hippocampus. Pengelola panti wredha atau keluarga dapat menyediakan video games secara berkala untuk menstimulasi fungsi kognitif lansia.
Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan Kualitas Udara Dalam Ruangan Di PT KCI Tahun 2020 Eka Fitriani Ahmad
J-Mestahat Vol 1 No 2 (2021): Jurnal Semesta Sehat (J-Mestahat)
Publisher : Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia Kota Tangerang Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.373 KB) | DOI: 10.58185/j-mestahat.v1i2.83

Abstract

Kualitas udara dalam ruagan merupakan faktor resiko bahaya yang dapat mempengaruhi kesehatan pekerja. Penurunan kualitas udara dalam ruangan dapat menyebabkan sick building syndrome. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas udara dalam ruangan perkantoran dengan parameter SO2, CO, NO2, DAN TSP. Penelitian ini merupakan penelitian observasional yang dilakukan pada perusahaan PT Karyatara Cemara Indah yang bergerak dibidang sector kegiatan bongkar muat curah cair propylene di Kawasan Pelindo II, Panjunan Lemahwungkuk Kota Cirebon, Jawa Barat. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 3 ruangan dengan parameter SO2, CO, NO2, DAN TSP. Metode yang digunakan untuk parameter NO2 dan SO2 yaitu dengan menggunakan spektrofotometri, CO menggunakan metode CO analyzer dan debu total menggunakan metode Gravimetri. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah konsentrasi SO2 tertinggi berada di bagian maintenance sebesar 0,1130 mg/m3 dengan nilai RQ 0,3594. Dalam hal ini konsentrasi tersebut masih di bawah NAB dan untuk nilai RQ juga dalam tingkat risiko aman. Konsentrasi CO tertinggi terdapat di bagian maintenance dengan nilai 1,9235 mg/m3 dengan nilai RQ 0,0208. Konsentrasi NO2 tertinggi terdapat di bagian maintenance dengan nilai 0,0510 mg/m3 dengan nilai RQ 0,3967 dan Konsentrasi TSP tertinggi terdapat di bagian maintenance dengan nilai 2,3040 mg/m3 dengan nilai RQ 0,0787. Nilai konsentrasi SO2, CO, NO2 dan TSP berada jauh di bawah NAB dan nilai RQ juga masih dalam tingkat risiko aman. Upaya untuk meminimalisir gangguan yang disebabkan oleh keempat risk agent tersebut bisa dilakukan pengaturan lingkungan kerja, pengaturan jam kerja, dan selalu melakukan pemantauan konsentrasi risk agent
Analisis Breastfeeding Self-efficacy pada Ibu Menyusui Mizna Sabilla; Rr. Arum Ariasih
J-Mestahat Vol 2 No 1 (2022): Jurnal Semesta Sehat (J-Mestahat)
Publisher : Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia Kota Tangerang Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.092 KB) | DOI: 10.58185/j-mestahat.v2i1.84

Abstract

Cakupan ASI eksklusif di Indonesia berada pada angka 66,06%. Cakupan di Kota Bogor dan Bekasi masih di bawah angka nasional. Breastfeeding Self-efficacy merupakan prediktor pemberian ASI eksklusif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui determinan breastfeeding self-efficacy di Kota Bogor dan Bekasi. Desain studi cross sectional digunakan pada 80 ibu menyusui yang diperoleh secara incidental sampling. Ibu mengisi sendiri kuesioner online yang disebar oleh tim peneliti selama bulan September-Oktober 2021. Hasil penelitian terdapat hampir separuh responden (48,8%) memiliki breastfeeding self-efficacy yang rendah. Tidak terdapat hubungan antara pengetahuan, pengalaman menyusui, pengamatan orang lain dan persuasi verbal suami dengan breastfeeding self-efficacy ibu (p value > 0,05). Breastfeeding self-efficacy sebaiknya dideteksi lebih dini pada saat kehamilan agar ibu yang berisiko terhadap kegagalan dalam memberikan ASI eksklusif dapat segera diberikan intervensi yang tepat.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDs) PADA PETANI SAWAH Wiwik Eko Pertiwi; Annissa; Sri Rahayu; Rama Lenardi
J-Mestahat Vol 2 No 1 (2022): Jurnal Semesta Sehat (J-Mestahat)
Publisher : Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia Kota Tangerang Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.307 KB) | DOI: 10.58185/j-mestahat.v2i1.85

Abstract

Keluhan muskuloskeletal adalah keluhan pada bagian-bagian otot skeletal yang dirasakan oleh seseorang mulai dari keluhan sangat ringan sampai sangat sakit. Jumlah Petani dengan keluha musculoskeletal disorders (MSDs) di Desa Batukuwung terhitung tinggi, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor- Faktor yang berhubungan dengan keluhan Musculoskeletal disorders (MSDs) pada petani sawah di Desa Batukuwung. Desain penelitian ini bersifat cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani sawah di desa batukuwung sebanyak 201 dan sampel 61 yang di ambil dengan metode accidental sampling. Pengumpulan data primer menggunakan kuesioner dan nordic body map dengan teknik wawancara dan observasi. Hasil penelitian ini univariat menunjukan MSDs beresiko tinggi sebanyak (50,8%), umur yang berisiko sebanyak (52,%), IMT Normal sebanyak (98,4%), masa kerja yang beresiko sebanyak (65,6%), sikap kerja yang baik sebanyak 31 (50,8%). Hasil bivariate di peroleh ada hubungan antara umur (pv=0,026) dengan MSDs, peroleh ada hubungan antaraIMT (pv=0,020) dengan MSDs. Saran Menyediakan informasi tentang Musculoskeletal Disorders (MSDs) untuk petani agar bisa mencegah terjadinya sakit dan memberikan arahan peregangan/pemanasan sebelum bekerja.
Faktor Determinan dan Kejadian Hipertensi pada Usia Produktif di Ciputat, Tangerang Selatan Devi Syafira; Thresya Febrianti
J-Mestahat Vol 1 No 2 (2021): Jurnal Semesta Sehat (J-Mestahat)
Publisher : Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia Kota Tangerang Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.891 KB) | DOI: 10.58185/j-mestahat.v1i2.86

Abstract

Based on the Banten Provincial Health Office, (2016) Hypertension still ranks the highest of all non-communicable diseases reported at 24.68. The prevalence of hypertension in the productive age in 2019 in the work area of the Ciputat Health Center is 20%. So that hypertension becomes a disease problem by placing 3rd in the Ciputat Health Center. The object of this study is conducted to determine description of the factors associated with the incidence of hypertension in productive age in the work area of the Ciputat Health Center in 2019. Methods: The study design used was cross-sectional with secondary data for December 2019 SIPTM Surveillance. A sample of 163 people was taken using simple random sampling technique. Data analysis used chi square test (α = 0.05). Results: Variables related to the incidence of hypertension in productive age are family history (p. value = 0.000, PR = 1,8), age (p.value = 0.012, PR = 1,4), consumption of fruits and vegetables (p.value = 0.004, PR= 1,52, physical activity (P.value= 0.004, PR= 1,62), smoking habit (p.value= 0.004, PR=1,69) while the unrelated variable is alcohol consumption (P. value = 0.114, PR = 3.8), gender (P. value = 0.453, PR = 1.4 ), Overweight (P.value= 0,533, PR= 1.1 AR=0,47%). Conclusion: Risk factors of hypertension are family history, age, lack of fruit and vegetable consumption, physical activity and smoking habits. Suggestion: Education is needed to the working area community at the Ciputat Health Center such as counseling activities for risk factors related to the incidence of hypertension.
Analisis Strategi Komunikasi Pemasaran Rumah Sakit Bunda Sejati Terhadap Loyalitas Pasien Rawat Jalan Pada Masa Pandemi COVID-19 Shinta Nur Azizah; Riska Edwi Meilia; Frida Kasumawati
J-Mestahat Vol 2 No 1 (2022): Jurnal Semesta Sehat (J-Mestahat)
Publisher : Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia Kota Tangerang Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.385 KB) | DOI: 10.58185/j-mestahat.v2i1.88

Abstract

Pandemi COVID-19 merupakan fenomena yang terjadi secara global dan berdampak pada semua sektor salah satunya institusi pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis strategi komunikasi pemasaran Rumah Sakit Bunda Sejati berdasarkan Input (Man, Money, Machines, Method), Process (Strenghts, Weakness, Opportunity, dan Threats) dan Output (faktor sosial dan faktor pribadi) terhadap loyalitas pasien rawat pada masa pandemi COVID-19. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil utama penelitian ini strategi komunikasi pemasaran Rumah Sakit Bunda Sejati (Input, Process, Output) sudah berjalan sesuai dengan standar pelayanan dalam meningkatkan loyalitas pasien rawat jalan. Variabel Input (Man) SDM dirasa kurang, lima petugas dalam tiga shift, variabel Process (Weakness) ketersediaan SDM pemasaran (Humas) hanya satu petugas, variabel Output terkendala faktor sosial dan faktor pribadi yaitu kebijakan pemerintah dan kecemasan masyarakat dalam pengobatan ulang sehingga penurunan persentase kunjungan pasien rawat jalan pada masa pandemi COVID-19. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa strategi komunikasi pemasaran rumah sakit menggunakan input, process, output dapat meningkatkan loyalitas pasien rawat jalan. Saran untuk Rumah Sakit untuk meningkatkan loyalitas pasien rawat jalan dengan mengoptimalkan pelatihan dan pendidikan SDM dalam pengelolaan media sosial serta melakukan penambahan jumlah petugas front office agar komunikasi pemasaran yang lebih efektif.
ANALISIS FAKTOR KELELAHAN KERJA PADA GURU WANITA DI SD NEGERI KOTA DEPOK Nadiya Wiranti; Ayatun Fil Ilmi; Holidah; Doddy Faizal
J-Mestahat Vol 2 No 1 (2022): Jurnal Semesta Sehat (J-Mestahat)
Publisher : Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia Kota Tangerang Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.053 KB) | DOI: 10.58185/j-mestahat.v2i1.93

Abstract

Kelelahan adalah masalah penting yang perlu ditangani dengan baik. Salah satu penyebab kecelakaan kerja adalah kelelahan kerja. Pada tahun 2014, di Indonesia secara konsisten tiap harinnya terdapat 414 kasus kecelakaan kerja, 27,8% atau sekitar 115 kasus diantaranya disebabkan oleh kelelahan kerja yang cukup tinggi. Tujuan penelitian ini untuk melihat bagaimana factor-faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada guru wanita di SD Negeri Kota Depok. Penelitian bersifat analitik observational dengan pendekatan penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel yaitu dengan teknik total sampling di mana jumlah populasi sebanyak 42 responden guru wanita. Uji statistik yang digunakan adalah Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukan sebagian besar sebanyak 34 responden (81,0%) mengalami kelelahan. Sebanyak 19 responden (45,2%) ada di kategori usia dewasa awal. Sebanyak 25 responden (63,4%) mengalami peran ganda tinggi. Lalu berdasarkan beban kerja sebanyak 25 responden (59,6%) ada di kategori perlu perbaikan dan sebanyak 16 responden (38,1%) memiliki durasi kerja yang tidak sesuai standar. Kesimpulan penelitian ini ada ada hbungan antara peran ganda (nilai-p= 0,002), beban kerja (nilai-p= 0,000), dan durasi kerja (nilai-p= 0,016) dengan kelelahan kerja, dan tidak ada korelasi antara usia dengan kelelahan kerja (nilai-p=0,919). Perlu adanya perhatian dari pihak sekolah memperhatikan kesehatan para guru khususnya guru Wanita dalam proses kegiatan mengajar.
Instagram Live Utilization for Health Education and Health Promotion during COVID-19 Pandemic Mohammad Ainul Maruf; Muhammad Wiji Utomo; Syifa Nurfizri
J-Mestahat Vol 2 No 2 (2022): Jurnal Semesta Sehat (J-Mestahat)
Publisher : Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia Kota Tangerang Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.374 KB) | DOI: 10.58185/j-mestahat.v2i2.94

Abstract

The spread of COVID-19 has hampered face-to-face health education and health promotion activities, so that social media like Instagram has taken a bigger role. This study aims to analyze the use of the Instagram Live (IG live) feature for health education and promotion carried out by the Indonesian Public Health Association – South Tangerang City Board (IAKMI Tangsel) during the period of January to September 2021. The results showed that there were 11 IG live series content related to COVID-19 that were created, with the shortest duration being 20 minutes 3 seconds and the longest duration being 42 minutes 19 seconds. The most content was created in March and there were five months that had no content. The content with the most views, the most likes, the highest number of (follower and non-follower) accounts reached, and the greatest impression was the content that discussed the COVID-19 vaccination. Meanwhile, the content with the least views, the least likes, the lowest number of accounts reached, and the smallest impression was the content that discussed student initiatives during the pandemic. The results of this study are useful to be taken into consideration for future social media content plans.
Peran Pemantauan Pertumbuhan Dalam Upaya Pencegahan Stunting Anak 0-23 Bulan di Indonesia: Temuan Riskesdas 2013 Nina Fentiana; Formaida Tambunan; Daniel Ginting
J-Mestahat Vol 2 No 2 (2022): Jurnal Semesta Sehat (J-Mestahat)
Publisher : Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia Kota Tangerang Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.494 KB) | DOI: 10.58185/j-mestahat.v2i2.96

Abstract

Stunting anak usia 0-23 bulan di Indonesia meningkat 3.8% dari tahun 2016 ke tahun 2018. Angka stunting yang tinggi jika tidak segera diturunkan akan berisiko pada pertumbuhan fisik anak tidak maksimal, gangguan kognitif anak yang irreversible (tidak bisa diubah) dan dibawa seumur hidup anak yang akhirnya Indonesia berisiko mengalami lost generation. Studi ini bertujuan mengetahui peran pemantauan pertumbuhan anak dalam upaya penurunan stunting anak 0-23 bulan di Indonesia dengan menganalisis data Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 menggunakan disain cross sectional. Unit analisis adalah anak 0-23 bulan yang tinggal bersama ibunya. Sejumlah 11029 anak 0-23 bulan memenuhi syarat untuk dimasukkan dalam sampel penelitian. Penentuan status stunting anak dilakukan menggunakan WHO Anthro 2018. Data dianalisis menggunakan regresi logistik berganda dengan interval kepercayaan 95% (CI). Hasil analisis menunjukkan bahwa pemantauan pertumbuhan anak (penimbangan berat badan anak) dan adalah faktor dominan yang berhubungan dengan stunting anak 0-23 bulan di Indonesia. Anak usia 0-23 bulan yang tidak dipantau pertumbuhannya (tidak ditimbang berat badannya dalam 6 bulan terakhir) memiliki peluang 1,32 kali mengalami stunting dibanding anak yang dipantau pertumbuhannya (AOR 1,32; 95% CI 1,18-1,47). Temuan ini membuktikan bahwa posyandu sebagai ujung tombak kegiatan pemantau pertumbuhan anak memegang peran penting dalam upaya pencegahan stunting di Indonesia.
Profil Kejadian Ikutan Paska Imunisasi (KIPI) Pada Pemberian Vaksin Heterolog Pada Tenaga Kesehatan di Rumah Sakit 'X' dewi wulandari
J-Mestahat Vol 2 No 2 (2022): Jurnal Semesta Sehat (J-Mestahat)
Publisher : Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia Kota Tangerang Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58185/j-mestahat.v2i2.91

Abstract

Mutasi virus penyebab COVID-19 yang terjadi terus menerus serta kebutuhan untuk pembentukan antibodi yang lebih tinggi dalam waktu singkat menjadi urgensi di kondisi pandemi COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk melihat profil KIPI pada pemberian vaksin inactivated yang dilanjutkan dengan mRNA (heterolog) pada tenaga kesehatan di RS ‘X’. Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Subjek pada penelitian ini adalah 126 tenaga kesehatan di RS ‘X’ yang mendapatkan vaksin heterolog pada bulan Agustus 2021, yaitu platform inactivated (2 dosis) dan platform mRNA (1 dosis). Analisis data berupa uji proporsi untuk melihat nilai odds ratio terjadinya KIPI pada kelompok usia 23-29 tahun dan >30 tahun. Demam, nyeri kepala, dan bengkak pada area penyuntikan didapatkan sebagai KIPI terbanyak pada tenaga kesehatan di RS ‘X’. Tidak ada perbedaan risiko terjadinya KIPI pada kelompok usia 23-29 tahun dan > 30 tahun. Kelompok usia 23-29 tahun memiliki efek protektif sebesar 67% terhadap terjadinya KIPI mual dibandingkan usia > 30 tahun.