cover
Contact Name
Thresya Febrianti
Contact Email
thresya.febrianti@umj.ac.id
Phone
+6281298401118
Journal Mail Official
jmestahatiakmitangsel@gmail.com
Editorial Address
Jl. Padjajaran No.1 Pamulang, Tangerang Selatan
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Semesta Sehat
ISSN : -     EISSN : 27974510     DOI : https://doi.org/10.58185/j-mestahat.v1i1.67
Core Subject : Health,
Jurnal Semesta Sehat (J-Mestahat) merupakan opened acces dan peer-reviewed journal. Jurnal ini bertujuan untuk mempublikasi penelitian orisinil dan literatur review yang berhubungan dengan isu kesehatan masyarakat yang ada di dunia. Topik yang dimuat dalam jurnal ini adalah topik keilmuan yang sesuai dengan peminatan kesehatan masyarakat (Biostatistik, epidemiologi penyakit menular dan tidak menular, informatika kesehatan, kesehatan reproduksi, manajemen asuransi kesehatan, manajemen informasi kesehatan, manajemen pelayanan kesehatan, manajemen rumah sakit, promosi kesehatan, kebijakan kesehatan, gizi kesehatan masyarakat, keselamatan dan kesehatan kerja, dan kesehatan lingkungan). J-Mestahat dipublikasikan 2 kali dalam setahun yaitu Februari dan Agustus. Untuk pengajuan artikel (submission) dibuka sepanjang tahun. Sebelum mengirimkan artikel, harap pastikan bahwa naskah sudah sesuai dengan fokus dan ruang lingkup J-Mestahat dan mengikuti template naskah yang sudah tersedia.
Articles 49 Documents
Efektivitas Program Sosialisasi Keamanan Pangan Berdasarkan Skor Keamanan Pangan terhadap Peningkatan Pengetahuan Mahasiswa Pamulang Awwalia Majida, Lia; Yulita, Refi; Yulia, Yulia
J-Mestahat Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Semesta Sehat (J-Mestahat)
Publisher : Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia Kota Tangerang Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58185/j-mestahat.v4i2.130

Abstract

Data from the Ministry of Health over the past three years indicate a high number of food poisoning outbreaks. To address this, food safety knowledge among students must be improved by integrating food safety into university curricula, allowing students to help tackle foodborne illnesses. This study aims to evaluate the increase in food safety knowledge among public health students at Stikes X. The research uses a descriptive analytic approach with a cross-sectional design and an experimental method involving a one-group pre-test and post-test design. The population comprises 141 public health students from the 2022 cohort at Stikes X, aged 18-23, in Pamulang district, South Tangerang Regency. Systematic random sampling with inclusion and exclusion criteria was applied, resulting in a sample of 104 students. Data normality was tested using the Kolmogorov-Smirnov test, and the Wilcoxon test was used for data analysis. The results show a significant difference between pre-test and post-test scores after the food safety socialization program, with a mean score increase of 14.59 and a p-value of 0.000 (p<0.05). The program effectively enhanced students' food safety knowledge. Future research should include more locations for more representative results
Analisis Fungsi Pendengaran pada Masinis PT Kereta Api Indonesia (Persero): Kajian Tingkat Kebisingan Lokomotif Sangadi, Fitri Juniasih; Ratrikaningtyas, Prima Dhewi
J-Mestahat Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Semesta Sehat (J-Mestahat)
Publisher : Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia Kota Tangerang Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58185/j-mestahat.v4i2.133

Abstract

Long-distance trains are generally a series of passenger cars pulled by diesel-electric locomotives. With a fairly high level of locomotive noise, the driver is susceptible to noise exposure. The study aims to determine the relationship between length of service and hearing function of all drivers, assistant drivers, driver supervisors and prospective drivers of PT. Kereta Api Indonesia, and its relationship with locomotive cabin noise. Primary data were taken from the audiometry results during the 2023 medical check-up and service period data using an electronic questionnaire. The noise of the CC206 locomotive when driving ranged from 75 dBA to 120.9 dBA. The audiometry analysis data and service period have c2count = 117.23, so it is concluded that there is a relationship between service period and decreased hearing function. This can happen because the longer the driver is exposed to noise, the higher the risk of hearing loss. The application of additional soundproofing, installation of air conditioning units and adjustment of the flute position in the locomotive can be done to reduce noise in the locomotive cabin.
Stigma di Kalangan Tenaga Kesehatan Terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa Ariasih, Arum; Maulina Zjubaidi, Aisyah
J-Mestahat Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Semesta Sehat (J-Mestahat)
Publisher : Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia Kota Tangerang Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58185/j-mestahat.v5i1.149

Abstract

Stigma terhadap Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dapat menghambat akses layanan kesehatan, kualitas perawatan, dan proses pemulihan. Penelitian ini mengevaluasi stigma di kalangan tenaga kesehatan serta menganalisis faktor sosiodemografi dan profesional yang mempengaruhi stigma tersebut. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional, data dikumpulkan pada Oktober 2024 dari 62 tenaga kesehatan di Puskesmas dan Dinas Kesehatan di Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan. Instrumen yang digunakan adalah CAMI-12, dengan analisis distribusi frekuensi, uji Independent T-test, dan ANOVA. Mayoritas responden adalah perempuan (75,8%), berusia <37 tahun (51,6%), perawat (50,0%), dan telah bekerja lebih dari 10 tahun (58,1%). Skor rata-rata CAMI-12 adalah 28,87 (SD=4,67). Hasil analisis menunjukkan bahwa jenis kelamin dan profesi berhubungan signifikan dengan stigma dan faktor pengecualian (p<0,05). Namun, usia, pendidikan, status pernikahan, lama bekerja, dan pengalaman menangani program kesehatan jiwa tidak menunjukkan hubungan signifikan. Stigma masih ditemukan di kalangan tenaga kesehatan, terutama berdasarkan jenis kelamin dan profesi, sehingga diperlukan pelatihan khusus untuk menguranginya. Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengidentifikasi faktor lain yang mempengaruhi stigma dan efektivitas strategi pengurangannya dalam layanan kesehatan di Indonesia. gannya dalam layanan kesehatan di Indonesia.
Hubungan Faktor Individu terhadap Stres Kerja pada Pegawai PT PLN (Persero) UP3 Ternate Wijoyo, Nurseto Jati; Usman, Usman; Susanto, Arif
J-Mestahat Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Semesta Sehat (J-Mestahat)
Publisher : Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia Kota Tangerang Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58185/j-mestahat.v5i1.139

Abstract

In 2023, 49% of 1,8 million workers in the United Kingdom experienced stress, depression, and anxiety. This indicates that everyone who works can experience work-related stress. This study aims to analyze work-related stress among employees of PT PLN (Persero) UP3 Ternate, determined from the six aspects outlined in the Appendix of the Regulation of the Minister of Manpower of the Republic of Indonesia Number 05 of 2018. The study involved 30 respondents, representing the entire workforce. This research is a quantitative study with a cross-sectional design. The research method uses a survey, with a saturated sampling technique. The survey results show that the overall level of work-related stress felt by employees of PT PLN (Persero) UP3 Ternate is classified as moderate, with an average score of 15,91. The highest factor was related to quantitative workload, with a score of 17,6. A total of 27 respondents experienced moderate work stress. Based on the survey results, it can be concluded that there is a relationship between gender, the workload received, and work stress among employees of PT PLN (Persero) UP3 Ternate in 2024. Providing a balanced workload to all employees and delegating tasks according to their expertise can help reduce stress factors among employees of PT PLN (Persero) UP3 Ternate.
Determinan Kepuasan Pasien terhadap Layanan Kesehatan di RSKB Columbia Asia Pulomas Tahun 2024 Hersyaf, Ryan Aidil
J-Mestahat Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Semesta Sehat (J-Mestahat)
Publisher : Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia Kota Tangerang Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58185/j-mestahat.v5i1.150

Abstract

Background: Hospitals, as public services, can damage their image if the service provided does not meet the public's expectations, as reflected in complaints through the mass media and social networks. One of the improvement efforts is through surveys to measure patient satisfaction. Research Objective: To identify the factors that affect patient satisfaction with healthcare services in the Inpatient Ward at RSKB Columbia Asia Pulomas in 2024. Method: A quantitative study with an analytical observational approach, using purposive sampling techniques and involving 106 respondents. Data was collected through questionnaires and analyzed with univariate, bivariate (chi-square test), and multivariate (multiple linear regression) analyses. Main Results: Based on the analysis of the five service quality dimensions (tangible, empathy, reliability, responsiveness, assurance), the average patient assessment of RSKB Columbia Asia's services was good to very good. The bivariate analysis showed that gender (p-value: 0.293), age (p-value: 0.124), length of stay (p-value: 0.124), and employment (p-value: 0.983) were not related to patient satisfaction. The multivariate analysis indicated that age had the greatest influence on patient satisfaction (beta: 0.295, p-value: 0.002). Main Conclusion: Both male and female patients tended to have similar levels of satisfaction, age differences were not the main factor affecting how patients rated healthcare service quality, length of stay did not directly affect patient satisfaction, and both employed and unemployed patients had relatively the same level of satisfaction. Recommendations: Hospital leadership should emphasize the importance of empathy in every aspect of service and set an example by interacting empathetically with both staff and patients.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Safety Riding Siswa di SMK Al-Makmur Kota Jakarta Selatan Naufal, Rafif Nabhani; Thresya Febrianti
J-Mestahat Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Semesta Sehat (J-Mestahat)
Publisher : Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia Kota Tangerang Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58185/jmestahat.v5i1.154

Abstract

Meningkatnya angka kecelakaan berkendara disebabkan salah satunya karena ketidakamanan para pengendara dalam membawa kendaraan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku safety riding di SMK Al-Makmur Kota Jakarta Selatan. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Sebanyak 67 responden diperoleh dengan menggunakan Teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Hasil penelitian didapatkan 36 (53,7%) responden memiliki perilaku tidak aman. Hasil uji bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan antara sikap (p-value = 0,012), kepemilikan SIM (p-value = 0,000) dengan perilaku safety riding dan tidak ada hubungan antara pengetahuan (p-value 0,089), pengalaman berkendara (p-value = (0,229), usia (p-value = 0,127), dan jenis kelamin dengan perilaku safety riding (p-value = 1,000). Kesimpulannya lebih dari setengah responden tidak memiliki perilaku safety riding saat berkendara. Sikap dan kepemilikan SIM menjadi faktor risiko safety riding pada remaja. Saran membuat aturan dalam hal membawa kendaraan sepeda motor ke lingkungan sekolah seperti kelengkapan surat izin mengemudi dan kelengkapan standar keselamatan berkendara seperti helm untuk mencegah risiko kecelakaan lalu lintas.
Pengaruh Penyuluhan Terhadap Perubahan Pengetahuan dan Sikap Pada Siswa dalam Penanganan Sampah Efendi, Rusman; Hanifah, Nadiyah; Effendi, Luqman; Handari, Siti Riptifah Tri
J-Mestahat Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Semesta Sehat (J-Mestahat)
Publisher : Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia Kota Tangerang Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu persoalan yang sering dihadapi kota-kota di Indonesia adalah masalah sampah. Hal ini terjadi karena jumlah penduduk yang membuang sampah tidak sebanding dengan banyaknya timbunan sampah yang dihasilkan setiap hari. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji pengaruh penyuluhan terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap siswa di SMPN 1 Gunung Sindur, Bogor. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi experiment, dengan One Group Pretest–Posttest. Respondennya adalah seluruh siswa kelas VIII sebanyak 74 siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara umum terjadi peningkatan nilai pengetahuan dari sebelum dilakukan penyuluhan (nilai p=0.00), dan ada perbedaan nilai sikap sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan tentang penanganan sampah ((nilai p=0.00). Kesimpulannya penyuluhan tentang penanganan sampah dapat mengubah pengetahuan dan sikap siswa dalam penanganan sampah. Disarankan kepada pemangku kepentingan yang berkaitan dengan penanganan sampah untuk dapat melaksanakan penyuluhan tentang penanganan sampah untuk membentuk dan mengembangkan sikap dan perilaku baik dalam penanganan sampah.
Factors Affecting Fruit and Vegetable Consumption Behavior Among Students of SMP Bina Insan Cendikia Depok City in 2025 Yunita, Lifa; Effendi, Luqman; Nurfadhilah, Nurfadhilah; Febrianti, Thresya
J-Mestahat Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Semesta Sehat (J-Mestahat)
Publisher : Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia Kota Tangerang Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku dalam mengonsumsi buah dan sayur menjadi salah satu indikator utama dalam mendukung pola makan sehat pada kalangan remaja. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berkaitan dengan perilaku mengonsumsi buah dan sayur pada remaja di SMP Bina Insan Cendikia di Kota Depok tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang (cross-sectional) dengan responden berjumlah sebanyak 153 siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang diberikan kepada siswa dan dianalisis dengan uji Chi-Square. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar siswa (73,5%) memiliki perilaku konsumsi buah dan sayur yang rendah. Beberapa faktor yang terbukti memiliki hubungan bermakna dengan perilaku tersebut antara lain pengetahuan (p=0,002; OR=12,541), kesukaan (p=0,002; OR=3,292), kemudahaan untuk mendapatkan buah dan sayur (p=0,004; OR=4,504), pengaruh teman sebaya (p=0,004; OR=4,091), serta peran orang tua (p=0,005; OR=4,334). Sebaliknya, jenis kelamin tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p=0,248). Dapat disimpulkan bahwa terdapat faktor eksternal dan internal yang memiliki kontribusi terhadap perilaku renaja dalam mengonsumsi buah dan sayur. Sekolah perlu menyediakan akses buah dan sayur, dan penelitian lanjutan disarankan mengeksplorasi faktor lain yang berpengaruh.
Menelusuri Spektrum Kesehatan Jiwa Positif di Kalangan Dewasa Awal Zjubaidi, Aisyah Maulina; Ariasih, Arum
J-Mestahat Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Semesta Sehat (J-Mestahat)
Publisher : Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia Kota Tangerang Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paradigma kesehatan jiwa mengalami pergeseran dari berfokus penyakit/gangguan jiwa (model patogenik) menuju model kesehatan jiwa positif (model salutogenik) yang menekankan pada kesejahteraan dan fungsi optimal. Penelitian menggunakan desain kuantitatif potong lintang dengan convenience sampling. Kriteria inklusi adalah responden berusia 18-40 tahun dan bersedia mengisi kuesioner. Data dikumpulkan pada bulan September 2024 melalui kuesioner daring mencakup instrumen Mental Health Continuum-Short Form (MHC-SF) versi Indonesia dan data sosio-demografi. Partisipan berjumlah 191 orang dari wilayah Jakarta, Bogor dan Tangerang. Ditemukan 55,5% responden dalam kategori flourishing, 40,3% moderate, dan 4,2% languishing. Uji Chi-Square menunjukkan hubungan bermakna antara tingkat pendidikan dengan kategori status kesehatan jiwa (p<0,001). Secara signifikan laki-laki memiliki skor Social Well being yang lebih tinggi; individu yang menikah menunjukkan skor total MHC-SF, Emotional Wellbeing dan Social Wellbeing yang lebih tinggi. Terdapat perbedaan skor Emotional Wellbeing yang signifikan pada tingkat pendidikan. Temuan ini berimplikasi pentingnya kebijakan kesehatan jiwa pada peningkatan akses dan kualitas pendidikan serta program/intervensi dukungan emosional untuk individu yang belum menikah dan intervensi untuk mengoptimalkan dimensi kesejahteraan sosial yang berperspektif gender.