cover
Contact Name
Lukni Maulana
Contact Email
semnas.lppmump@gmail.com
Phone
+6285173303665
Journal Mail Official
semnas.lppmump@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Purwokerto Jl. KH. Ahmad Dahlan, PO BOX 202, Purwokerto Telp. (0281) 636751, Ext. 231 - 232
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Hasil-hasil Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 29632145     DOI : -
Prosiding Seminar Nasional Hasil-Hasil Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat merupakan wadah artikel-artikel prosiding seminar nasional hasil-hasil penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Purwokerto.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 87 Documents
Search results for , issue "Vol 1 (2019): PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP 2019" : 87 Documents clear
PEMBELAJARAN KOOPERATIF PARTISIPATIF MELALUI PERMAINAN UNTUK MENGEMBANGKAN SOSIAL ANAK Rina Chasna Karoma; Retita Isromolasari; Siti Warsini; Wiyarni Wiyarni; Ananda Fatimatuzzahra
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP Vol 1 (2019): PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP 2019
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.002 KB)

Abstract

Pada hakikatnya pembelajaran haruslah bermakna agar memberi pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melaluai interaksi antara peserta didik,dengan guru, lingkungan dan sumber belajarnya. Untuk itu strategi pebelajaran kooperatif partisipatif harus dirancang secara optimal memerlukan kerjasama (kooperatif) serta keterlibatan (partisipatif) yang tinggi dari peserta didik dalam pembelajaran, kerjasama dan keterlibatan peserta didik sangat penting dan menentukan keberhasilan, syarat efektif yaitu adanya keterlibatan, tanggung jawab dan umpan balik yang baik dari peserta didik. Konsep pembelajaran kooperatif partisipatif, sering dimaknai sebagai keterlibatan peserta didik dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran secara utuh dan menyeluruh. Karakteristik strategi pembelajaran kooperatif partisipatif, lebih menekankan pada proses kerja sama dan kelompok. Tujuan yang ingin dicapai tidak hanya penguasaan bahan pembelajaran sebagai kemampuan akademik, tetapi juga adanya unsur kerjasama untuk menguasai materi tersebut, sebagai ciri khas dari pembelajaraan koooperatif partisipatif, pembelajaran ini dapat dijelaskan dari perspektif motivasi, perspektif sosial, perspektif perkembangan dan perspektif elaborasi kognitif. Strategi pembelajaran kooperatif partisipatif memiliki keunggulan dalam menumbuhkan kerjasama dan partisipasi peserta didik dalam proses belajar mengajar sehingga akan meningkatkan kemandirian belajar anak.
CACAH INDIVIDU KEANEKARAGAMAN DAN DOMINANSI IKAN DI SUNGAI PELUS WILAYAH KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2019 Susanto Susanto
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP Vol 1 (2019): PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP 2019
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (776.104 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengungkap cacah individu, keanekaragaman dan dominansi ikan serta kualitas perairan di Sungai Pelus wilayah Kabupaten Banyumas tahun 2019. Metode yag digunakan adalah survey dengan teknik purposive random sampling. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Januari – Juni tahun 2019 sebanyak enam kali interval waktu selama satu bulan yaitu waktu siang hari (pukul 07.00 – 10.00) dan malam hari (pukul 19.00 – 22.00). Pengambilan sampel ikan dan pengukuran parameter kualitas air dilakukan di tiga lokasi penelitian, yaitu Lokasi I di Desa Pandak sebagai daerah hulu, Lokasi II di Desa Arcawinangun sebagai daerah pertengahan, dan Lokasi III di Desa Pajerukan sebagai daerah hilir. Hasil sampling diidentifikasi dan diverifikasi di www.fishbase.org. Hasil penelitian memperoleh cacah individu sebanyak 351 ekor ikan yang termasuk ke dalam 17 spesies, 9 famili dan 5 ordo. Indek keanekaragaman ikan tergolong rendah yaitu kisaran antara 0,1 – 0,27 dengan rata-rata sebesar 0,16. Indeks dominansi ikan di Sungai Pelus tergolong sedang dengan nilai kisaran antara 0,001 – 1,000 dengan rata-rata 0,318 hal ini disebabkan adanya dominansi famili Cyprinidae. Kualitas perairan masih tergolong baik untuk kehidupan ikan.Â
NILAI-NILAI MULTIKULTURALISME: Sebuah Implikasi & Tantangan Negara-Bangsa Indonesia ke Depan. Slamet Slamet
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP Vol 1 (2019): PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP 2019
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (904.64 KB)

Abstract

Negara-bangsa Indonesia penuh dengan keberagaman, baik suku bangsa, agama, budaya, ethnis/ras, kewilayahan, dan sebagainya, maka pemahaman dan penerapan nilai-nilai multikultural menjadi sebuah keharusan. Pendidikan multikultural (multicultural education) dimasukkan ke dalam kurikulum adalah sangat urgen, setidaknya “dititipkan” pada mata pelajaran lain yang relevan, seperti: PKn, Sejarah, dan Agama. Pendidikan multikultural merupakan respons terhadap perkembangan keberagaman populasi sekolah, sebagaimana tuntutan persamaan hak bagi setiap warga negara. Dimensi lain, pendidikan multikultural merupakan pengembangan kurikulum dan aktivitas pendidikan untuk memasuki berbagaipandangan, sejarah, prestasi, dan perhatian terhadap orang-orang non-Eropa. Masih memerlukan kajian mendalam tentang konsep dan praksis pelaksanaannya, bahkan hingga saat ini konsep pendidikan multikultural belum dikaji secara serius oleh pemerintah. Setidaknya bila ditilik secara yuridis, UndangUndang No. 20/2003 tentang SISDIKNAS telah memberi peluang untuk menjabarkan lebih lanjut terhadap konsep pendidikan multikultural, utamanya pada Pasal 4 ayat (1) yang mengatur tentang penyelenggaraan pendidikan dengan mempertimbangkan nilai-nilai kultur masyarakat yang sangat beragam.
MEMAHAMI PENGELOLAAN SAMPAH PADA PENDIDIKAN USIA DINI MELALUI MORAL REASONING Eny Rohyati; Reni Suryani; Sobar Hikmah; Widuri Mayangsari; Yudha Andri Riyanto
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP Vol 1 (2019): PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP 2019
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (888.268 KB)

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui apakah teori CMD (Cognitive Moral Development) dari Lawrence Kohlberg bisa menjelaskan perilaku mengelola sampah yang ada pada tiga lokasi penelitian yakni 2 sekolah taman kanak-kanak dan satu panti asuhan khusus anak-anak. Metode penelitian adalah kualitatif, dan informasidiperoleh dari wawancara. Nara sumbernya adalah 1 orang koordinator, 5 orang petugas kebersihan, 1 guru, dan 1 orangtua siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa moral reasoning petugas kebersihan dan anak-anak di panti asuhan masih berada pada level rendah yakni 1. Hal ini karena mereka menyebutkan bahwa pengelolaansampah yang ramah lingkungan adalah perintah dari Kepala Sekolah dan koordinator. Moral reasoning orangtua pada level 2, karena menyelesaikan masalah sampah hanya berdasarkan kepentingannya sendiri. Situasi ini memprihatinkan karena mereka adalah orang dewasa di sekitar anak dan mempunyai pengaruh kuat. Pada umumnya orang dewasa berada pada level 4 atau 5 untuk moral reasoning perilaku peduli pada sampah. Situasi ini menjadi petunjuk bagi sekolah untuk mengadakan semacam diskusi bersama antara guru, orangtua dan siswa dengan topik peduli pada sampah.
PEMANFAATAN BUKU KIA DALAM DETEKSI DINI TANDA BAHAYA KEHAMILAN Alfi Noviyana; Purwati Purwati
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP Vol 1 (2019): PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP 2019
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (761.725 KB)

Abstract

Salah satu faktor penyebab tidak langsung dari kematian ibu yaitu terlambat mengetahui tanda bahaya kehamilan. Untuk mengantisipasi hal tersebut maka diperlukan suatu upaya salah satunya dengan pemanfaatan buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) yang didalamnya berisi informasi tentang tanda bahaya kehamilan. Mitra merupakan kelompok ibu hamil, anggota kelas ibu hamil desa Kasegeran wilayah kerja Puskesmas Cilongok II dimana cakupan buku KIA sudah memenuhi standar pelayanan minimal namun angka kejadian komplikasi kehamilan masih tinggi. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan informasi tentang pentingnya memahami tanda bahaya kehamilan dengan memanfaatkan buku KIA, sehingga mitra mempunyai sikap yang positif terhadap kehamilannya dan mampu meneruskan informasi ini kepada suami, keluarga, sesama ibu hamil dan dapat melakukan tindakan yang tepat saat menemui tanda –tanda bahaya kehamilan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sosialisasi buku KIA, pendidikan kesehatan serta pendampingan dalam pelatihan memcahkan masalah. Dengan target luaran adalah meningkatnya pengetahuan mitra, adanya liflet dan artikel ilmiah. Hasil kegaitan ini, meningkatnya pengetahuan dan keterampilan mitra dalam mendeteksi dini tanda bahaya kehamilan terlihat dari meningkatnya nilai post test. Mitra antusias dalam mengikuti kegiatan ini terlihat dari konsistennya kehadiran mitra dalam mengikuti rangkaian kegiatan ini.Kesimpulannya dengan pemanfaatan buku KIA yang baik dan pengatahuan yang baik tentang tanda bahaya kehamilan, ibu hamil dapat mengenali atau mendeteksi lebih dini tanda-tanda bahaya kehamilan dan segera memeriksakan diri apabila mengalami kondisi tersebut.
UPAYA MENINGKATKAN KOPING ANAK YANG MENGALAMI STRESS PRESIRCUMCISION DENGAN SPIRITUAL MINDFULLNESS CARING Suci Ratna Estria; Dayat Trihadi
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP Vol 1 (2019): PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP 2019
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (829.776 KB)

Abstract

Sirkumsisi menurut sebagian ulama hukumnya wajib bagi muslim laki-laki. Prevalensi sirkumsisi di Indonesia adalah 90%. Sirkumsisi merupakan prosedur bedah minor yang pada umumnya dapat menimbulkan nyeri dan seringkali menjadi hal yang menakutkan bagi anak. Anak yang akan disirkumsisi sering merasa ketakutan dan terbayang hal yang negative dari rasa sakit yang akan dialami, hal tersebut sering menimbulkan masalahpsikologis seperti kecemasan, ketakutan, kepanikan hingga stress. Stress merupakan hal yang paling sering terjadi dialami oleh anak yang akan disirkumsisi. Stress jika dibiarkan akan menimbulkan masalah kesehatan jiwa yang lebih serius, salah satunya adalah Post Traumatic Stress Disorder. Stress pada anak yang akan disirkumsisi sering kali tidak mendapat perhatian yang serius, baik oleh orang tua maupun tenaga kesehatan. Stress pada anak dapat diatasi dengan berbagai intervensi, salah satunya adalah spiritual mindfulness caring. Tujuan pengabdian ini adalah anak akan memiliki koping yang adaptif saat mengatasi masalah stress ketika disirkumsisi dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari dalam menghadapi berbagai masalah. Metode pengabdian yang digunakan adalah dengan metode pretest untuk mengukur stress, melakukan diskusi, sharing, praktek, roleplay dan posttest stress. Hasil: anak-anak mampu mempraktekkan mindfulness spiritual dan memiliki skor stress yang lebih rendahdibanding sebelumnya. Kesimpulan: mindfulness spiritual mampu menurunkan masalah stress pada anak yang dilakukan sirkumsisi.
KETIDAKPEDULIAN MASYARAKAT PADA SARANA SAMPAH PUBLIK Arundati Shinta; Berkati Gaho; Nico Hari Al Araafi; Yohanes Susilo
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP Vol 1 (2019): PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP 2019
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (809.374 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan tentang alasan ketidakpedulian masyarakat terhadap sarana sampah publik. Masyarakat abai terhadap bak sampah, selokan di depan rumah dan embung sumber air minum warga. Undang-undang sudah mengatur perilaku orang perseorang terhadap sampah, namun selalu dilanggar. Persoalannya, peraturan tersebut tidak ada sanksinya. Dampaknya orang abai terhadap sampahnya. Ketika seseorang melihat orang lain abai terhadap sampahnya maka ia akan berkonformitas. Hal ini karena perilaku konformitas adalah strategi agar seseorang bisa diterima di kelompoknya. Metode penelitian ini adalah kualitatif dan informasinya diperoleh berdasarkan metode wawancara. Hasil penelitiannya yakni masyarakat abai terhadap sampah karena berdasarkan persepsi kolektif bahwa sampah itu buruk, tidak berguna dan tidak ada seorang pun yang bersedia mengurusnya. Persepsi kolektif tersebut menjadi norma, sehingga mayoritas warga berperilaku juga abai terhadap sampah (konformitas). Seseorang bersedia menentang norma konformitas bila kepentingannya sangat terganggu. Untuk mengatasi perilaku abai, maka orang-orang yang bersedia melanggar norma tersebut di atas bisa dijadikan pioner bagi perubahan di masyarakat. Selain itu di sekolah-sekolah perlu pendidikan kewarganegaraan. Dalam pendidikan kewarganegaraan tersebut sangat ditekankan pentingnya tanggung jawab personal, yang mana dalam hal ini tanggung jawab terhadap sampahnya sendiri. Pendidikan semacam ini bisa menjadi salah satu materi dalam pendidikan karakter.
BETERNAK LELE MURAH DENGAN MAGGOT DARI LIMBAH PASAR SEBAGAI PENGGANTI TEPUNG IKAN DI JATIKUSUMA KECAMATAN MRANGGEN Reni Rakhmawati; Mei Sulistiyoningsih; Endang Is Retnowati
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP Vol 1 (2019): PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP 2019
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.224 KB)

Abstract

Pasar Mranggen berada di pinggir jalan raya Semarang – Purwodadi jalur Utara, sehingga menjadi sentra ekonomi utama disana. Pasar tradisional memiliki dampak positif dan dampak negatif. Dampak positif adanya pasar secara umum adalah meningkatkan retribusi daerah, menyerap tenaga kerja di area pasar, danmempermudah warga sekitar membeli kebutuhan pangan sehari-hari. Dampak negatif terhadap lingkungan dengan adanya pasar adalah sampah dari kegiatan jual beli di pasar. Pemanfaatan sampah sampah harus diprioritaskan sebelum terjadinya pencemaran lingkungan yang mengganggu kesehatan masyarakat. Maka perluadanya pengelolaan sampah, pengelolaan sampah memerlukan kegiatan yang sistematis, menyeluruh, dan berkesinambungan yang meliputi pengurangan dan penanganan sampah pasar. Program Kemitraan Masyarakat yang akan dilakukan akan bekerja sama dengan mitra yaitu Jatikusuma Barat Rt 10 Rw 03 Kecamatan Mranggen. Wilayah Jatikusuma yang tidak jauh dari pasar Mranggen seharusnya bisa memanfaatkan sampah pasar untuk dimanfaatkan melalui fermentasi probiotik menghasilkan maggot untuk pakan lele. Selain itu juga bisa memanfaatkan sampah rumah tangga. Pakan merupakan bagian penting dari pertumbuhan lele. Biasanya pakan lele menggunakan pelet atau pun tepung ikan dengan harga yangrelatif mahal. Sampah pasar bisa dimanfaatkan sebagai pembentuk maggot yang memiliki kandungan nilai protein tinggi untuk pakan lele. Program Kemitraan Masyarakat yang akan kami lakukan untuk meningkatan masyarakat produktifsecara ekonomi menjadi wirausaha yang kuat dan mengembangkan sekelompok masyarakat yang mandiri secara ekonomi dengan memanfaatkan sampah pasar. Melalui pelatihan bertenak lele murah menggunkan maggot dari sampah pasar sebagai pengganti tepung ikan. Hasil evaluasi peserta pelatihan beternak lele dengan maggot dari limbah pasar sebagai pengganti tepung ikan pada pretest diperoleh nilai 22,50% sedangkan untuk postest diperoleh nilai 74,00% sehingga terjadi peningkatan 51,50%.Â
SENAM OTAK UNTUK OPTIMALISASI STIMULASI TUMBUH KEMBANG BALITA Inggar Ratna Kusuma
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP Vol 1 (2019): PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP 2019
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1102.111 KB)

Abstract

Pendahuluan : ‘Aisyiah Desa Suro adalah salah satu ranting binaan ‘Aisiyah Kalibagor. Pengurus Ranting ‘Aisyah Desa Suro terdiri dari 20 orang dan anggota sebanyak 40 orang. Pengurus ‘Aisyiyah Desa Suro hampir 90 % merupakan ibu muda yang memiliki anak diusia 1-6 tahun. Usia balita 0-5 tahun merupakan golden age usia emas. Usia anak di bawah lima tahun (balita) merupakan periode penting dalam tumbuh kembang anak karena pertumbuhan dasar yang berlangsung pada masa balita akan memengaruhi dan menentukan perkembangan anak selanjutnya. Brain Gym atau senam otak adalah gerakan sederhana dengan menggunakan keseluruhan otak karena merupakan penyesuaian dengan tuntutan sehari-hari sehingga belajar jadi riang dan senang Tujuan : Membantu meningkatkan derajat kesehatan bayi dan balita. Menstimulasi perkembangan dan pertumbuhan balita. Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan mengenai Brain Gym Pelaksanaan Kegiatan : Untuk memecahkan masalah yang ada dapat dilakukan dengan beberapa metode kegiatan seperti ceramah, diskusi, praktek senam otak (brain gym), leaflet, dan pelatihan. Pada kegiatan pengabdian ini menggunakan metode ceramah, diskusi, pembagian leaflet dan mempraktikan senam otak (brain gym) Hasil Adanya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan kader ‘aisiyah desa Suro dalam senam otak (brain gym) bagi bayi baru lahir, neonatus dan balita. Kesimpulan Pengetahuan dan sikap yang benar mengenai senam otak (brain gym) neonatus dan balita mempengaruhi kesehatannya. Dengan senam otak diharapkan dapat meningkatkan kecerdasan balita dan meningkatkan derajat kesehatan balita
PERANAN HIZBUL WATHAN DALAM MEMBENTUK SEMANGAT NASIONALISME SISWA SMP MUHAMMADIYAH 1 PURWOKERTO Elly Hasan Sadeli; Eko Priyanto
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP Vol 1 (2019): PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP 2019
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (880.471 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan penelitian ini dimaksudkan untuk mendapatkan informasi aktual dan faktual tentang peranan Hizbul Wathan (HW) dalam membentuk semangat nasionalisme siswa SMP Muhammadiyah 1 Purwokerto. Proses penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, studi dokumentasi dan studi literatur. Penelitian ini dilakukan di organisasi kepanduan HW SMP Muhammadiyah 1 Purwokerto, yang menjadi subjek penelitian adalah Pembina, pengurus dan anggota HW.Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa; 1) Pengurus dan anggota kepanduan HW belum memiliki pemahaman yang utuh terhadap konsep nasionalisme, namun secara implisit dalam menjalankan organisasi para pengurus dan anggota sebenarnya telah menunjukkan benih-benihpraktek semangat nasionalisme dalam setiap perencanaan dan pelaksanaan kegiatan. Juga diperkuat melalui Pembelajaran PKn dan IPS yang dilaksanakan memberikan kontribusi yang cukup besar dalam membentuk rasa nasionalisme siswa di sekolah yang ditandai dengan arah pencapaian keberhasilan belajar yang tidak hanya melihat aspek kognitif saja, namun dititikberatkan pula pada aspek afektif dan psikomotor yang bermuatan nilainilai kebangsaan dan rasa nasionalisme. 2) Memperkuat organisasi dengan pondasi semangatnasionalisme yang dilandasi oleh ideologi negara dan nilai-nilai Muhammadiyah. Melalui komitmen organisasi yang kuat, maka semangat nasionalisme akan mengalir dalam diri anggota kepanduan HW. 3) Praktik semangat nasionalisme dalam kegiatan kepanduan HW di SMP Muhammadiyah 1 Purwokerto diwujudkan melalui penghormatan kepada bendera, tidak menyebarkan berita hoax dan tidak terlibat kegiatan yang bersifat negatif. Pemilihan metode bervariatif yang dilakukan Pembina HW, guru PKn dan guru IPS, didukung dengan kegiatan upacara bendera, kompetisi olahraga serta acara kesenian daerah merupakan bentuk rangsangan dalam mengembangkan nilai-nilai kebangsaan dan rasa nasionalisme dalam diri siswa.