Articles
330 Documents
STRATEGI GURU DALAM PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER PADA PEMBELAJARAN DARING DI MASA COVID 19 DI SMA MUHAMMADIYAH NGLUWAR
Panrois Panrois;
Imam Mawardi
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP Vol 3 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP 2021
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (488.606 KB)
Penguatan pendidikan karakter ini dapat dilakukan oleh guru ketika memberikan kegiatan pembelajaran melalui daring. Berdasarkan hal tersebut maka dapat kita lihat bagaimana strategi guru dalam penguatan pendidikan karakter dimasa pandemi covid 19 di SMA Muhammadiyah Ngluwar. Dan apa langkah-langkah yang di lakukan oleh guru dalam penguatan pendidikan karakter pada pembelajaran secara daring. Tentunya dari uraian diatas memiliki tujuan untuk dapat mendeskripksikan strategi guru dalam penguatan pendidikan karakter pada pembelajaran daring di masa pandemi covid-19 di SMA Muhammadiyah Ngluwar. Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah penelitian deskriptifkualitatif. Pengumpulan data didapatkan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Dari 14 guru setuju semua zoom meeting sebagai media pembelajaran daring pada SMA Muhammadiyah Ngluwar dengan melihat pertimbangan zoom meeting lebih mudah untuk diakses, penguatan karakter yang di harapkan yaitu: Pertama, melalui strategi pembelajaran, Kedua, melalui keteladanan, Ketiga, melalui penguatan dan sanksi, dan Keempat, melalui penilaian. Dalam penggunaan zoom meeting sebagai media pembalajaran daring akan didapatkan nilai karakter religious, nasionalis, dan integritas.
IbM SMK MUHAMMADIYAH 1 PURWOKERTO DALAM PENYUSUNAN DOKUMEN MUTU LSP
Mukhlis Prasetyo Aji;
Dimara Kusuma Hakim
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP Vol 1 (2019): PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP 2019
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (637.132 KB)
Tidak bisa di pungkiri bahwa kualitas pekerja cukup rendah dimana tenaga kerja kita masih kalah bersaing dengan tenaga kerja yang berasal dari Malaysia, Singapura dan Thailand Apalagi untuk lulusan SMK,dibutuhkan sebuah pengakuan pentingnya keahlian bagi lulusan yaitu melalaui Sertifikasi Kompetensi. Karena sertifikasi kompetensi merupakan sebuah pengakuan terhadap tenaga kerja yang mempunyai keterampilan dan keemampuan yang mumpuni sesuai dengan standar kerja yang sudah ditetapkan. Sasaran sertifikasi kompetensi salah satunya dilakukan pada lulusan SMK karena lulusan SMK memang di persiapkan untuk langsung kerja. Untuk itulah Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) sangat diperlukan dilingkungan SMK dan siswa nantinya dapat di uji komptensinya.Dengan paparan di atas penting untuk di pahami terkait apa sajapersiapan pendirian LSP yang salah satunya dokumen mutu.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DENGAN KEJADIAN STUNTING
Awa Ramdhani;
Hani Handayani;
Asep Setiawan
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP Vol 2 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP 2020
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (457.378 KB)
Stunting adalah suatu kondisi kekurangan gizi kronis yang terjadi pada saat periode kritis dari proses tumbuh dan kembang mulai janin. Untuk Indonesia, saat ini diperkirakan ada 37,2% dari anak usia 0-59 bulan atau sekitar 9 juta anak dengan kondisi stunting, yang berlanjut sampai usia sekolah 6-18 tahun. Stunting didefinisikan sebagai kondisi anak usia 0 – 59 bulan, dimana tinggi badan menurut umur berada di bawah minus 2 Standar Deviasi (<-2SD) dari standar median WHO. Stunting akan berdampak dan dikaitkan dengan proses kembang otak yang terganggu, dimana dalam jangka pendek berpengaruh pada kemampuan kognitif. Jangka panjang mengurangi kapasitas untuk berpendidikan lebih baik dan hilangnya kesempatan untuk peluang kerja dengan pendapatan lebih baik (Riskesdas, Prevalensi Stunting, 2018). Salah satu penyebab stunting adalah pola asuh ibu terhadap balitanya. Pola asuh erat kaitannya dengan tingkat pengetahuan ibu. Pengetahuan yang kurang dapat menjadikan pola asuh ibu kurang sehingga memengaruhi kejadian stunting pada balita. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dengan kejadian stunting pada balita. Desain penelitian ini menggunakan metode literature review. Penelusuran artikel dilakukan dengan dengan menggunakan search engine google scholar dan diperoleh data jurnal sebanyak 89 jurnal yang terdiri dari 5 judul dari proquest dan 84 judul dari google scholar. Di dapatkan sebanyak 10 jurnal full text yang sesuai kriteria inklusi, yaitu data berasal dari artikel jurnal nasional dan merupakan hasil penelitian primer, berbahasa Indonesia, serta terbit dalam 10 tahun terakhir. Berdasarkan hasil analisis dari jurnal menunjukkan tingkat pengetahuan ibu tentang stunting masih kurang, dan terdapat hubungan antara pengetahuan ibu dengan kejadian stunting. Penyebab kurangnya pengetahuan ibu tentang Stunting adalah karena tidak semua ibu balita melakukan kunjungan ke Posyandu. Disarankan untuk tenaga Kesehatan dapat memberikan pendidikan Kesehatan dengan metode yang berbeda untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang stunting
INTERVENSI BIOLOGICAL MATERNAL SOUND TERHADAP FUNGSI FISIOLOGIS BAYI PREMATUR DI RUANG PERINATOLOGI
Deisy Sri Hardini;
Yeni Rustina;
Elfi Syahreni
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP Vol 1 (2019): PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP 2019
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (809.916 KB)
Biological Maternal Sounds (BMS) merupakan pemberian stimulus audiosensori pada bayi prematur sehingga dengan mendengarkan rekaman suara dan detak jantung ibu, bayi prematur memperoleh kembali lingkungan selayaknya saat masih berada dalam rahim ibu. Intervensi BMS bermanfaat secara biologis memberikan stimulasi auditori melalui stimulus akustik yang berasal dari ibunya sendiri. BMS diberikan dengan memperdengarkan suara rekaman dan denyut jantung ibu pada bayi prematur dengan menggunakan media audioportable box. Rekaman suara diambil saat ibu berbicara, membaca Alqur’an, dan bernyanyi pada bayinya, dengan volumen suara hasil rekaman tidak lebih dari 500-1000 Hz atau sama dengan 20-50 dB diukur dengan sound level metre. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus (case report) dengan mengelola lima kasus bayi prematur. Hasil penelitian ini adalah lima bayi dengan rerata usia koreksi lebih dari 30 minggu berespon positif terhadap suara Ibunya dengan menunjukkan nilai saturasi oksigen, frekuensi nadi, dan frekuensi pernafasan yang stabil selama 90 menit pengamatan. Hal ini menunjukkan bahwa pada usia diatas 30 minggu dalam proses perkembangan sistem auditori dan sistem neurobehaviour adalah sudah terbentuknya hubungan antara lobus temporal dengan korteks auditori sehingga bayi prematur dapat mendengar dan berespon terhadap suara Ibunya, mulai membeda-bedakan suara yang ada disekitarnya, serta memulai perkembangan untuk fungsi bahasa dan bicara.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS MELALUI PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DENGAN STRATEGI PROBLEM POSING SISWA KELAS VI SD NEGERI 1 PANINGKABAN
Yudha Febrianta;
Gunawan Gunawan
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP Vol 2 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP 2020
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (314.138 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas kelas VI SD Negeri 1Paningkaban ditinjau dari kemandirian belajar. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VI SD Negeri 1 Paningkaban yang berjumlah 28 peserta didik. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling. Dalam satu kelas dipilih 2 peserta didik dengan kategori kemandirian belajar mulai terlihat, 3 peserta didik dengan kategori kemandirian belajar mulai berkembang dan 2 peserta didik dengan kategori kemandirian belajar membudaya yang memiliki komunikasi baik agar dapat menggali informasi dengan mudah. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket, tes, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang diguakan meliputi reduksi data, penyajian data dan menarik kesmipulan. Uji validasi yang digunakan adalah triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukan bahwa peserta didik dengan kategori kemandirian belajar mulai terlihat belum menguasai semua indikator kemampuan berpikir kritis, yaitu kemampuan menganalisis, mensintesis, memecahkan maslaah, menyimpulkan dan mengevaluasi. Peserta didik dengan kategori kemandirian belajar mulai berkembang hanya mampu menguasai indikator kemampuan menganalis, mensintesis dan memecahkan masalah. Peserta didik dengan kategori kemandirian belajar membudaya sudah dapat menguasai semua indikator kemampuan berpikir kritis.
PENGARUH PENGGUNAAN GADGET TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK USIA DINI
Prajnidita Zaeny Rahmalah;
Puji Astuti;
Larasati Pramessetyaningrum;
Susan Susan
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP Vol 1 (2019): PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP 2019
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (778.662 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk meneliti seberapa besar pengaruh penggunaan gadget, terhadap pembentukan karakter anak usia dini, yang dilakukan di salah satu lembaga yaitu Taman Kanak-kanak (TK) UMP Dukuhwaluh. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif, yaitu metode yang berupa narasi atau kata-kata tertulis. Dari metode ini, sampel yang akan diteliti pengaruhnya adalah anak kelompok B2 yang terdiri dari 21 anak. Dimana munculnya karakter seseorang, dapat dilihat dari pembiasaan yang dilakukan dalam kehidupan. Di era globalisasi saat ini, teknologi semakin canggih dan dapat menjadi pendukung kegiatan manusia. Kemajuan teknologi tersebut, menjadi salah satu faktor yang berpengaruh terhadap pembentukan karakter seseorang, termasuk pada anak usia dini. Sifat-sifat atau ciri-ciri karakter menurut de Jong : 2017, itu setidaknya bersifat stabil, namun bisa diubah, misalnya dengan sebuah latihan intensif. Begitu juga berbagai pengalaman dari lingkungannya dapat berpengaruh pada pembentukan karakter siswa. Sehingga dengan adanya pola pembelajaran atau metode tertentu, diharapkan mampu untuk mengetahui pengaruh penggunaan gadget terhadap pembentukan karakter anak usia dini.
PENGARUH SIKAP, FASHION LEADERSHIP, KEPERCAYAAN KONSUMEN DAN ORIENTASI BELANJA TERHADAP NIAT BELI PRODUK FASHION SECARA ONLINE
Arini Hidayah;
Rina Mudjiyanti
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP Vol 2 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP 2020
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (447.483 KB)
Tujuan penelitian yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh Sikap, Fashion Leadership, Kepercayaan Konsumen dan Orientasi Belanja terhadap Niat Beli Produk Fashion secara OnlinePenelitian ini akan dilaksanakan selama 8 bulan. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa di 5 Perguruan Tinggi di Kabupaten Banyumas sebanyak 150. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Untuk menguji pengaruh masing masing variabel independen terhadap variabel dependen dilakukan dengan analisis analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan Sikap konsumen berpengaruh terhadap Niat Beli Produk Fashion secara Online dilihat dari ketertarikan dan kepercayaan terhadap produk produk dan layanan pada toko toko online yang menampilkan testimoni konsumen. Fashion Leadership berpengaruh terhadap Niat Beli Produk Fashion secara Online dilihat dari rekomendasi dan saran yang diberikan kepada orang lain. Kepercayaan konsumen berpengaruh terhadap Niat Beli Fashion secara Online dilihat dari kepercayaan orang orang terdekat dan testimoni dari toko toko online. Orientasi Belanja berpengaruh terhadap Niat Beli Produk Fashion secara Online dilihat dari kesenangan dan ketertarikan ketika mengunjungi toko toko online.
IbM PENINGKATAN KOMUNIKASI ORGANISASI PADA MDMC KABUPATEN BANYUMAS
Ugung Dwi Ario Wibowo;
Pambudi Rahardjo
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP Vol 1 (2019): PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP 2019
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1003.467 KB)
Peningkatan kemampuan komunikasi dalam organisasi akan membantu dalam perilaku kerja organisasional, terutama sebagai pengurus/manajerial organisasi sekaligus dalam suatu program di lapangan kebencanaan pada saat menjadi relawan bencana. Berdasarkan interview dan observasi terhadap ketua MDMCKabupaten Banyumas dan para pengurus, menunjukkan bahwa komunikasi organisasi merupakan salah satu aspek psikologis dan organisasional yang perlu ditingkatkan dalam bekerja, selain kemampuan berorganisasi dan kompetensi sebagai relawan. Pelatihan Komunikasi Organisasi pada 62 pengurus MDMC Kabupaten Banyumas. Metode pelaksanaan IbM ini yaitu: (1) Analisis Kebutuhan Pelatihan dengan wawancara formal; (2) Pelaksanaan Pelatihan, dengan metode ceramah, diskusi, worksheet, dan relaksasi; dan (3) Evaluasi Kegiatan, denganpelaksanaan selama 4 bulan, dimulai persiapan, pelaksanaan, evaluasi, hingga pembuatan laporan akhir. Materi yang diberikan: (1) mengenal konsep â€self†pada organisasi; (2) konsep dasar dan pemahaman komunikasi dalam organisasi; (3) Pengembangan komunikasi organisasi di MDMC; dan (4) Implementasi komunikasiorganisasi sesuai dengan bidang/pekerjaannya dalam rangka untuk menguatkan produktivitas organisasi. IbM Peningkatan Komunikasi Organisasi pada MDMC Kabupaten Banyumas tepat diterapkan sebagai salah satu upaya membentuk konsep berkomunikasi dalam suatu organisasi secara efektif dan memunculkanperilaku bekerja secara tim yang efektif. Kombinasi metode inhouse (di dalam ruangan) dan outdoor (di luar ruangan) menjadi metode yang tepat untuk memberi pemahaman dan kesadaran pentingnya komunikasi organisasi sebagai luaran. Follow up. Konsultasi intensif dalam hal komunikasi organisasi maupun problem organisasional lainnya.
EDUKASI CUCI TANGAN ENAM LANGKAH PENCEGAHAN PENYEBARAN PENYAKIT MENULAR ANAK USIA SEKOLAH
Tina Muzaenah;
Wahyu Riyaningrum
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP Vol 2 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP 2020
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (299.717 KB)
Latar Belakang: Penyakit menular masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan anak usia dini, anak usia sekolah.Mencuci tangan yang benar dan tepat merupakan cara yang paling mudah dan efektif untuk menghindari berjangkitnya penyakit. Mencuci tangan menggunakan sabun lebih efektif dalam hal menghilangkan kotoran dan debu-debu yang menempel pada permukaan kulit. Kebiasaan mencuci tangan dengan sabun dapat menghindarkan dan mencegah berbagai macam penyakit ataupun infeksi diantaranya: diare, ISPA, Flu Burung (H1N1), dan cacingan, infeksi mata dan juga kulit.Tujuan Kegiatan: Meningkatkan pengetahuan pentingnya cuci tangan bagi kesehatan dan ketrampilan cara cuci tangan enam langkah. Metode Kegiatan: Memberikan edukasi/pendidikan kesehatan dan demonstrasi cuci tangan enam langkahHasil Kegiatan: Peningkatan pengetahuan pentingnya cuci tangan bagi kesehatan dan pencegahan penyebaran penyakit menular dan cuci tangan enam langkah, peningkatan ketrampilan anak-anak melakukan cuci tangan enam langkah, dan pembiasaan cuci tangan enam langkah terutama pada five momentsKesimpulan: Edukasi/pendidikan kesehatan dan demonstrasi cuci tangan enam langkah dapat meningkatkanpengetahuan pentingnya cuci tangan bagi kesehatan dan ketrampilan cara cuci tangan enam langkah
PENGALAMAN LANSIA JAWA YANG MENGALAMI PENGABAIAN KELUARGA: STUDI FENOMENOLOGIS
Dyah Putri Aryati;
Meidiana Dwidiyanti;
Rita Hadi Widyastuti
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP Vol 1 (2019): PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP 2019
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (851.23 KB)
Pengabaian lansia telah menjadi perhatian secara global. Pengabaian lansia merupakan kegagalan keluarga dalam memenuhi kebutuhan lansia termasuk kebutuhan fisiologis maupun penyediaan pelayanan kesehatan yang membawa dampak buruk terhadap kesehatan baik secara fisik, psikologis maupun sosial lansia. Pengabaian lansia ditinjau dalam budaya Jawa merupakan suatu perilaku yang mencerminkan tidak adanya penghormatan anak kepada orang tua. Penelitian bertujuan untuk menggambarkan pengalaman lansia Jawa yang mengalami pengabaian keluarga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Pemilihan partisipan menggunakan teknik purposive sampling. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 7 orang lansia. Pengambilan data dilakukan dengan teknik wawancara mendalam. Analisa data penelitian menggunakan analisa Colaizzi. Hasil penelitian didapatkan gambaran bahwa lansia Jawa mengalami kekerasan fisik, tidak terpenuhinya kebutuhan makan, tidak terpenuhinya kebutuhan pelayanan kesehatan lansia, kekerasan verbal, lansia tidak diajak berkomunikasi oleh keluarga, pembatasan interaksi sosial, lansia tidak dikunjungi anak, eksploitasi finansial, dan kebutuhan ekonomi tidak terpenuhi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan pengabaian yang dialami lansia Jawa meliputi pengabaian secara fisik, psikologis dan finansial.