cover
Contact Name
Chici Riansih
Contact Email
chichi.riansih@permataindonesia.ac.id
Phone
+6285345908685
Journal Mail Official
lppm@permataindonesia.ac.id
Editorial Address
Jl. Ringroad Utara No. 22 C, Gandok, Condongcatur, Depok, Sleman Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Permata Indonesia
ISSN : 20869185     EISSN : 2985976X     DOI : https://doi.org/10.59737/jpi
Core Subject : Health,
Jurnal Permata Indonesia : Jurnal Ilmiah kesehatan merupakan open access and peer-reviewed journal yang memuat artikel penelitian di bidang kesehatan (Kebidanan, Farmasi, Administrasi Rumah Sakit, Rekam Medis dan Informasi Kesehatan dan Teknologi Kesehatan). Jurnal Permata Indonesia : Jurnal Ilmiah Kesehatan diterbitkan oleh Poltekkes Permata Indonesia Yogyakarta dengan Frekuensi terbit dua kali dalam setahun (Mei dan November)
Articles 173 Documents
ANALISIS KANDUNGAN COLIFORM DAN Escherichia coli PADA SUMBER AIR MINUM SISWA KELAS 11 MADRASAH ALIYAH X YOGYAKARTA Ubaidillah; Fauzia, Naqiya
Jurnal Permata Indonesia Vol 16 No 2 (2024): Volume 16, Nomor 2, November 2024
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpi.v16i2.325

Abstract

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan (PERMENKES) No.492 Tahun 2010, air minum adalah air yang telah memenuhi standar kualitas tertentu sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia. Air minum harus dianggap aman, sehat, dan sesuai untuk dikonsumsi oleh manusia, serta digunakan dalam proses memasak dan keperluan rumah tangga lainnya tanpa membahayakan kesehatan. Peraturan ini mengatur parameter-parameter tertentu yang harus dipenuhi oleh air minum, seperti pH, kandungan bahan kimia, dan mikroorganisme tertentu, untuk memastikan keamanan dan kualitas air minum di Indonesia.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cemaran Coliform dan Escherichia coli pada sumber air minum siswa kelas 11 Madrasah Aliyah X Yogyakarta. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif laboratoris. Populasi penelitiannya adalah Air minum dan sampel penelitiannya sumber air minum yang dikonsumsi oleh siswa kelas 11. Pengujian sampel dilakukan di Laboratorium, data dianalisis menggunakan analisis secara kualitatif. Penelitian ini diharapkan dapat memperoleh gambaran mengenai jumlah angka MPN Coliform pada air minum yang dibawa, sehingga diharapkan dapat diketahui tingkat kualitas air minum tersebut. Hasil uji laboratorium dari hasil penelitian ini didapatkan 4 sampel positif Coliform yaitu sampel 1; 5; 6 dan 7 serta didapatkan 1 sampel positif Escherichia coli. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sumber air di Madrasah Aliyah X kondisinya ada yang terkontaminasi coliform. kontaminasi terjadi pada kran air yang kondisinya bocor yang memungkinkan terjadinya kontaminasi dari luar. Kontaminasi Escherichia coli hanya terdapat pada air minum yang dibawa oleh siswa, dimana sumber air minumnya tidak diambil dari sumber air di Madrasah Aliyah X.
HUBUNGAN PERSEPS PENDIDIKAN DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA PEREKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT WILAYAH JETIS BANTUL Rufaidah Zusnafisa, Ilfi; Nugroho P, R. Haryo; Setyaningsih Sunardi, Kartika
Jurnal Permata Indonesia Vol 16 No 2 (2024): Volume 16, Nomor 2, November 2024
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpi.v16i2.326

Abstract

Pendidikan merupakan bagian yang sangat penting untuk meningkatkan kinerja petugas dalam suatu instansi kesehatan. Dengan persepsi pendidikan yang baik maka akan menjadikan produktivitas kerja petugas menjadi lebih baik pula. Produktivitas kerja merupakan bagian yang sangat penting untuk keberhasilan suatu pekerjaan. Dalam suatu instansi kesehatan produktivitas merupakan salah satu komponen yang harus dimliki oleh suatu instansi apabila ingin mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan persepsi pendidikan dengan produktivitas kerja perekam medis di rumah sakit wilayah Jetis Bantul. Penelitian ini menggunakan metode penelitian analitik observasionel dengan pendekatan kuantitatif. Dilakukan dengan penyebaran kuesioner secara langsun kepada 26 responden petugas rekam medis. Variabel penelitian ini yaitu persepsi pendidikan dan produktivitas kerja perekam medis di rumah sakit wilayah Jetis Bantul. Hasil dari penelitian ini yaitu didapatkan hasil yang positif terhadap persepsi pendidikan karena nilai yang diperoleh > 60 dengan frekuensi 14 petugas (53,8%). Petugas rekam medis di rumah sakit wilayah Jetis Bantul memiliki produktivitas kerja yang cukup dengan persentase 69,2%. Hasil uji chi square pada variabel persepsi pendidikan dengan produktivitas kerja memilki hubungan yang positif dengan nilai signifikansinya 0,018. Kesimpulan pada penelitian ini adalah ada hubungan antara variabel persepsi pendidikan dengan produktivitas kerja petugas rekam medis di rumah sakit wilayah Jetis Bantul. Adapun hubungan yang positif menunjukkan bahwa semakin tinggi persepsi pendidikan maka semakin tinggi pula produktivitas kerja petugasnya.
FORMULA DAN EVALUASI KARAKTERISTIK FISIK BEDAK PADAT EKSTRAK BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) SEBAGAI KOSMETIK ALAMI UNTUK PEWARNA PIPI Suwandari, Meyta; Suprasetya, Edy; Christiandari , Hanita
Jurnal Permata Indonesia Vol 16 No 2 (2024): Volume 16, Nomor 2, November 2024
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpi.v16i2.327

Abstract

Buah naga merah mengandung banyak metabolit sekunder salah satunya adalah antosianin yang tinggi sehingga buah naga merah dapat dijadikan sebagai zat pewarna alami pada kosmetik. Antosianin merupakan golongan dari flavonoid dan dapat dimanfaatkan sebagai coloring agent pada produk blush on. Antosianin memiliki pigmen yang berwarna kuat dan larut dalam air, pigmen ini menghasilkan berbagai warna merah dan turunannya. Blush on diaplikasikan dengan tujuan memberi warna dan kesan hangat pada wajah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formula dan evaluasi karakteristik fisik bedak padat ekstrak buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) sebagai kosmetik alami untuk pewarna pipi dengan konsentrasi esktrak 0%, 20%, 25%, dan 30%.Metode penelitian yang digunakan adalah penambahan esktrak dengan banyak 4 (empat) kelompok konsentrasi ekstrak kemudian di lihat data karakteristik fisik bedak padat. Data uji yang diperoleh kemudian diolah dengan uji statistik untuk melihat perbedaan antar kelompok. Hasil penelitian yang diperoleh berdasarkan hasil uji kualitatif yang dilakukan yaitu uji organoleptis pada formula kontrol menghasilkan warna putih, Formula I warna pink pucat , Formula II pink muda, dan Formula III pink tua memiliki bau wangi dan bentuk padat. Dan pada hasil uji kuantitatif meliputi uji daya sebar, daya lekat, pH, waktu alir dan kompaktibilitas memiliki hasil yang memenuhi syarat sesuai standar kosmetika dan memiliki hasil yang berbeda antar kelompok uji. Kesimpulan Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) dapat diformulasikan dalam sediaan bedak padat.
PERSEPSI KEPUASAN PENGGUNA APLIKASI MOBILE JKN DI RSUD NYI AGENG SERANG KULON PROGO PERIODE MARET – APRIL 2024 Dyah Widowati, Ameylia; Yani Noor, Ahmad; Setyaningsih Sunardi, Kartika
Jurnal Permata Indonesia Vol 16 No 2 (2024): Volume 16, Nomor 2, November 2024
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpi.v16i2.329

Abstract

Aplikasi Mobile JKN dari BPJS Kesehatan telah revolusioner dalam mempermudah pendaftaran dan manajemen data peserta JKN-KIS sejak 2017. Aplikasi ini menghadapi tantangan seperti fungsionalitas yang belum optimal dan keluhan terkait antrean panjang dan kesulitan mendapatkan jadwal tindakan medis. Studi di RSUD Nyi Ageng Serang Kulon Progo menunjukkan bahwameskipun Mobile JKN digunakan, masih ada masalah seperti kesalahan pendaftaran dan kurangnya pemberitahuan tentang status poliklinik. Mengetahui persepsi kepuasan pengguna Mobile JKN di Rumah Sakit Umum Daerah Nyi Ageng Serang Kulon Progo periode Maret – April 2024. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pengguna aplikasi Mobile JKN. Responden terbanyak terdapat pada usia 20-44 tahun yaitu berjumlah 73%. Responden terbanyak terdapat pada jenis kelamin perempuan yaitu sejumlah 68%. Responden terbanyak terdapat pada pada pendidikan terakhir SMA/K yaitu sejumlah 59%. Persentase frekuensi persepsi terbesar puas sejumlah 86%. Sebagian besar pengguna Mobile JKN merasa puas dari pelayanan Mobile JKN. Beberapa hal yang dirasakan yaitu pada fitur aplikasi Mobile JKN berfungsi dengan baik, sangat bermanfaat bagi penggunanya, serta penggunaan Mobile JKN dirasa lebih menghemat waktu. Hal ini merupakan poin kepuasan tertinggi pada layanan Mobile JKN yang dirasakan oleh pengguna pada penelitian ini.
UJI SIFAT FISIK SEDIAAN LULUR (BODY SCRUB) BERAS KETAN PUTIH DAN PATI BENGKUANG (Pachyrhizus erosus Urb) SEBAGAI ANTIOKSIDAN ALAMI Yogi Hernawan , Jarot; Christiandari , Hanita; Retnolia, Fenika
Jurnal Permata Indonesia Vol 16 No 2 (2024): Volume 16, Nomor 2, November 2024
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpi.v16i2.330

Abstract

Lulur badan adalah sediaan kosmetik yang digunakan untuk membersihkan kulit dari kotoran yang menyebabkan sel kulit mati, sedangkan krim adalah bentuk sediaan setengah padat yang mengandung satu atau lebih bahan obat terlarut terdispersi dalam bahan dasar yang sesuai. Mengetahui uji sifat fisik sediaan lulur badan Beras Ketan Putih Dan Pati Bengkuang (Pachyrhizus erosus). Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental. Sampel yang digunakan adalah bengkuang. Penelitian dilakukan di Laboratorium Farmasetika dan Farmakognosi Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta pada bulan Maret-Mei 2023. Variabel bebas dari penelitian ini adalah pati bengkuang 10%, 15%, 20%. Adapun variabel terikatnya adalah uji sifat fisik sediaan lulur badan pati bengkuang yang meliputi organoleptis, daya sebar, daya lekat, dan homogenitas. Berdasarkan hasil penelitian organoleptis pada keempat formulasi yaitu formulasi 0 berwarna putih, formulasi 1 berwarna putih tulang, formulasi 2 berwarna cream, formulasi 3 berwarna kecoklatan. Tekstur dari formulasi 0, formulasi 1, formulasi 2, formulasi 3 semi padat. Rata-rata nilai daya sebar formulasi 0: 5,83 cm; formulasi 1: 6,11 cm; formulasi 2: 5,81 cm; formulasi 3:5,15 cm. Rata-rata nilai daya lekat formulasi 0: 4,13 detik; formulasi 1: 4,20 detik; formulasi 2: 4,49 detik; formulasi 3: 5,59 detik. Hasil homogenitas keempat formulasi adalah homogen. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sediaan lulur (body scrub) pati bengkuang memiliki sifat fisik organoleptis, daya sebar, daya lekat dan homogenitas yang baik dan memenuhi syarat uji lulur (body scrub) pati bengkuang.
INVENTARISASI DAN PEMANFAATAN TUMBUHAN OBAT TRADISIONAL DI KEBUN DENASSA, GOWA, SULAWESI SELATAN Rohmawati, Yuni; ENDARTIWI, SRI SULARSIH
Jurnal Permata Indonesia Vol 16 No 1 (2025): Volume 16, Nomor 1, Mei 2025
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpi.v17i1.339

Abstract

Denassa Garden, Gowa, South Sulawesi, is a conservation area with great potential in preserving medicinal plants and becoming a means of public education. However, until now, there has been no systematic inventory related to the types and uses of medicinal plants in this area, so there is a risk of losing traditional knowledge. This study aims to inventory the types of traditional medicinal plants and analyze how they are used. Qualitative research method with a case study method research design. The results of the study stated that there are 23 types of traditional medicinal plants that are used for the treatment of various diseases, including internal organ diseases, reproduction, external organs or skin diseases, respiratory tract, digestive tract, joints and bones as well as for health care. The most widely used plant part is leaves (65%), with the main processing method in the form of boiling (71%). In addition, medicinal plants in Denassa Gardens are also used for beauty, education, and biodiversity conservation purposes. The inventory of medicinal plants in Denassa Gardens shows the importance of documentation and preservation of traditional medicinal plants to support public health and maintain the sustainability of biological resources. Keywords : Inventory, Traditional Medicinal Plants, Utilization, Denassa Garden
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS SEDIAAN GEL SAMPO ANTIKETOMBE AIR PERASAN DAUN PANDAN WANGI (Pandanus amaryllifolius Roxb.) TERHADAP Malassezia furfur Erliani Mugita Sari, Dessy; Wahyu Nur Muarifah, Siti; Suprasetya, Edy
Jurnal Permata Indonesia Vol 16 No 1 (2025): Volume 16, Nomor 1, Mei 2025
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpi.v17i1.341

Abstract

Iklim tropis diindonesia menyebabkan masalah rambut berketombe karena terjadinya kelembapan pada kulit kepala sehingga jamur mudah berkembang biak. Jamur penyebab ketombe adalah Mlassezia furfur. Kandungan Senyawa yang dapat membunuh jamur adalah senyawa flavonoid dimana senyawa tersebut terkandung dalam daun pandan wangi. Sehingga dapat diformulasikan menjadi sediaan gel sampo antiketombe. Air perasan daun pandan diformulasikan sebagai zat aktif sediaan gel sampo dengan variasi konsentrasi F0, F1, F2, F3. Pembuatan air perasan daun pandan wangi menggunakan metode filtrasi yaitu penyaringan dua kali agar bisa tersaring tanpa meninggalkan residu sehingga tidak ada daun pandan yang masuk kecuali filtratnya. Sedangkan untuk uji antijamur menggunakan metode difusi cakram. Uji skrining fitokimia hasil positif mengandung flavonoid, alkaloid, saponin, tannin, minyak atsiri, hasil negatif pada flavonoid NaOH 10% dan Alkaloid dengan pereaksi dragendorf. Uji organoleptis dari F0, F1, F2, F3 memiliki tekstur gel, aroma pandan dan berwarna dari putih bening sampai ke hijau tua bening. Uji pH F0 yaitu 7 sedangkan F1, F2, dan F3 yaitu 5. Uji tinggi busa dari F0, F1, F2, F3 berturut-turut 4,2 cm 4,5 cm 5,5 cm 5,8 cm. uji antijamur pada konsentrasi 12,5%, 25% dan F1, F2, F3 termasuk intermediate, sedangkan 50% termasuk sensitif sedangkan kontrol (+) termasuk sangat sensitif. Air perasan daun pandan wangi dapat diformulasikan menjadi sediaan gel sampo antiketombe. Sediaan formula gel sampo antiketombe air perasan daun pandan memenuhi uji sifat fisik yaitu uji pH, uji organoleptis, uji tinggi busa. Air perasan daun pandan wangi dan formula gel sampo diuji antijamur memiliki daya hambat antijamur pada semua konsentrasi.
KARAKTERISTIK SIMPLISIA DAN SKRINING FITOKIMIA SENYAWA ALKALOID, FLAVONOID, TANIN, DAN SAPONIN EKSTRAK ETANOL DAUN COCOR BEBEK (Kalanchoe pinnata (Lam) Pers.) Purwanti, Ratih; Nur Kholifah, Diah
Jurnal Permata Indonesia Vol 16 No 1 (2025): Volume 16, Nomor 1, Mei 2025
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpi.v17i1.346

Abstract

The Kalanchoe pinnata (Lam.) Pers. plant, commonly known as "cocor bebek" in Indonesia, is known for its vegetative reproduction through leaf buds. In addition to this unique reproductive method, the plant possesses various pharmacological properties, including antibacterial, antifungal, antiviral, antioxidant, and antidepressant effects. The content of active compounds in this plant can be influenced by environmental factors such as growing location, climate, and geographical conditions. Therefore, it is important to conduct a characterization of the simplicia and a phytochemical screening to identify the active compounds present. The objective of this study was to determine the characteristics of the simplicia and the results of phytochemical screening for alkaloids, flavonoids, tannins, and saponins in the ethanol extract of Kalanchoe pinnata leaves. This research is a descriptive study using a single variable, namely the characterization of simplicia and phytochemical screening. The macroscopic characterization results of the simplicia showed that the leaves of Kalanchoe pinnata conformed to their typical morphological characteristics. The moisture content, determined by drying loss, was found to be 23.50% ± 4.15 on average. The average ethanol-soluble extractive content was 32.33% ± 3.32, while the water-soluble extractive content was 22.60% ± 12.09. The results of the phytochemical screening indicated that the ethanol extract of Kalanchoe pinnata leaves tested positive for alkaloids, flavonoids, saponins, and tannins. Keywords: cocor bebek, phytochemical screening, simplicia
KLASIFIKASI PENYAKIT JANTUNG MENGGUNAKAN PENDEKATAN HYBRID INFORMATION GAIN dan BACKPROPAGATION NEURAL NETWORK (BPNN) Wahyudi, Azis; Nugroho, Haryo; Nur Seha, Harinto; Yulida, Rina
Jurnal Permata Indonesia Vol 16 No 1 (2025): Volume 16, Nomor 1, Mei 2025
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpi.v17i1.347

Abstract

Heart disease is the leading cause of death worldwide. To detect the risk of heart disease early, an accurate and efficient classification method is needed. This study proposes a hybrid approach by combining Information Gain (IG) feature selection and the Backpropagation Neural Network (BPNN) classification algorithm. The dataset used is the Heart Disease Dataset from the UCI Repository, consisting of 303 patient records. Eight top features were selected using Information Gain. The BPNN model was trained using parameters hidden_layer_sizes=(16, 8), activation='relu', and learning_rate_init=0.01. A hidden layer with 16 and 8 neurons enables the network to learn complex patterns in the data. The ReLU (Rectified Linear Unit) activation function is used to speed up training convergence and avoid the vanishing gradient problem. The learning_rate_init=0.01 parameter controls the speed of weight updates during the learning process, affecting the model's stability and convergence. The evaluation results show that the model achieves 79.12% accuracy, 84.44% precision, 76.00% recall, 80.00% F1-Score, and 85.95% AUC. The 5-Fold Cross Validation yielded an average accuracy of 82.15%. These results indicate that the IG + BPNN hybrid approach provides good and stable classification performance in detecting heart disease. Keywords: Heart Disease, Information Gain, Backpropagation Neural Network, Classification, Data Mining
GAMBARAN IMPLEMENTASI REGULASI PENGELOLAAN LIMBAH NON MEDIS DAPUR GIZI DI RUMAH SAKIT Ristiana; Noor, Ahmad Yani; siswatibudi , Harpeni; Janis Rupita, Aglita
Jurnal Permata Indonesia Vol 16 No 1 (2025): Volume 16, Nomor 1, Mei 2025
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpi.v17i1.348

Abstract

Hospital activities inevitably produce a considerable amount of waste, both medical and non-medical. One of the most common types of non-medical waste generated by hospitals is waste from the nutrition kitchen, which, if not properly managed, has the potential to become a medium for disease transmission. According to Minister of Health Regulation No. 7 of 2019, although classified as non-medical waste, its management still requires several mandatory stages. This study uses a descriptive qualitative method and was conducted in the nutrition kitchen of Arvita Bunda Specialized Mother and Child Hospital (RSKIA Arvita Bunda). The hospital has its own nutrition kitchen, and the waste management process is handled by a third party. In the management of non-medical waste from the nutrition kitchen, there is already a Standard Operating Procedure (SOP) in place as a reference. Supporting facilities and infrastructure for waste management are also available. However, there is still a mix of organic and inorganic waste. Temporary storage at the Temporary Disposal Site (TPS) is limited to a maximum of 2 days, but there are still piles of waste that exceed this time limit. Waste transport from the nutrition kitchen to the TPS does not yet use special trolleys, and the waste bins at the TPS are still inadequate. Final disposal of non-medical waste from the nutrition kitchen is carried out in cooperation with a third party. In general, although there are still some shortcomings in implementation, the non-medical waste management of the nutrition kitchen has met the requirements in accordance with Minister of Health Regulation No. 7 of 2019.