Articles
120 Documents
Hubungan perhatian orangtua dengan kesulitan belajar siswa
Stacia, Dita Hany;
Nirwana, Herman
Counseling and Humanities Review Vol 4, No 1 (2024): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/0001042chr2024
Salah satu faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar adalah perhatian orangtua. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) kesulitan belajar siswa, (2) perhatian orangtua, serta (3) menguji hubungan perhatian orangtua dengan kesulitan belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif korelasional. Populasi penelitian ini sebanyak 252 siswa yang terdaftar di kelas VIII dan IX di SMPN 1 V Koto Kampung Dalam pada semester Juli-Desember Tahun ajaran 2023/2024. Sampel berjumlah 184 siswa yang dipilih dengan teknik stratified random sampling. Instrumen yang digunakan adalah “Daftar Isian Perhatian orangtua” dan “Daftar Isian Kesulitan Belajar Siswa” dengan menggunakan skala likert. Data dianalisis dengan teknik deskriptif korelasional Pearson Product Moment. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa (1) kesulitan belajar siswa pada umumnya berada pada kategori tinggi, (2) perhatian orangtua pada umumnya berada pada kategori rendah, (3) terdapat hubungan negatif yang signifikan antara perhatian orangtua dengan kesulitan belajar siswa dengan nilai koefisien korelasi -0,651 dan signifikansi 0,000.
Hubungan kecanduan smartphone dengan perilaku agresif siswa
Rahmadani A, Fani;
Afdal, Afdal
Counseling and Humanities Review Vol 4, No 2 (2024): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/0001121chr2024
Pada era saat ini teknologi selalu mengalami kemajuan dengan melahirkan alat-alat teknologi canggih yang banyak digunakan untuk membantu kebutuhan manusia dan salah satunya yaitu smartphone. Namun dengan adanya kemajuan ini membuat beberapa individu tidak bisa mengontrol diri mereka dalam penggunaan smartphone sehingga menimbulkan kecanduan terhadap smartphone, itulah yang menyebabkan terbentuknya perilaku agresif pada remaja. Fenomena ini ditemui pada remaja khususnya siswa. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan kecanduan smartphone siswa (2) mendeskripsikan perilaku agresif siswa. (3) menguji apakah terdapat hubungan yang signifikan antara kecanduan smartphone dengan perilaku agresif siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Sampel pada penelitian ini adalah 82 siswa SMK N 3 Padang yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data yang diperoleh dengan cara memberikan instrumen penelitian kecanduan smartphone dan perilaku agresif kepada siswa yang sudah diuji validitas dengan rumus pearson correlation dan uji reliabilitas dengan rumus cronbach alpha. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan persentase dan analisis korelasional untuk mendeskripsikan hubungan kecanduan smartphone dengan perilaku agresif. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) kecanduan smartphone berada pada kategori rendah, (2) perilaku agresif berada pada kategori sedang, dan (3) terdapat hubungan positif yang signifikan antara kecanduan smartphone dengan perilaku agresif dengan koefisien korelasi sebesar 0.342 dengan nilai signifikansi sebesar 0.002 pada tingkatan hubungan yang lemah. Berdasarkan hasil penelitian ini layanan bimbingan dan konseling yang dapat diberikan untuk mereduksi perilaku kecanduan smartphone dan agresif siswa yaitu layanan informasi, layanan konseling individual dan layanan bimbingan kelompok.
Hubungan Body Image dengan Kepercayaan Diri pada Siswi Perempuan di SMAN 1 Ampek Angkek
Hanum, Khafifah;
Rima Pratiwi Fadli, Zadrian Ardi Azmatul Khairiah Sari
Counseling and Humanities Review Vol 4, No 2 (2024): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/0001083chr2024
Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan kondisi body image dan kepercayaan diri pada siswi perempuan serta mengidentifikasi hubungan antara body image dengan kepercayaan diri pada siswi perempuan di SMAN 1 Ampek Angkek. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif deskriptif korelasional. Sampel penelitian terdiri dari 208 siswi perempuan yang dipilih menggunakan metode Proportionate Stratified Random Sampling, dari total populasi sebanyak 428 siswa yang terdaftar pada tahun ajaran 2023/2024. Pengumpulan data dilakukan melalui penggunaan angket mengenai kepercayaan diri dan body image pada siswi perempuan. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik analisis persentase, dan hubungan antara variabel diuji dengan menggunakan rumus korelasi pearson product moment. Hasil dari penelitian ini mengindikasikan bahwa: (1) Tingkat kepercayaan diri pada siswi berada pada kategori sedang, dengan persentase mencapai 70%. (2) Tingkat body image pada siswi perempuan berada pada kategori sedang, dengan persentase mencapai 64%. (3) Analisis korelasi menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dan positif antara body image (variabel X) dan tingkat kepercayaan diri (variabel Y) pada siswi perempuan, dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,440 dan tingkat signifikansi sebesar 0,000, mengindikasikan hubungan yang cukup kuat antara kedua variabel tersebut. Hubungan positif yang signifikan ini menandakan bahwa semakin tinggi tingkat body image, semakin tinggi tingkat kepercayaan diri pada siswi perempuan, sebaliknya, semakin rendah body image, semakin rendah tingkat kepercayaan diri pada siswi perempuan.
Hubungan Kesadaran Diri (Self Awareness) dengan Disiplin Belajar Siswa Kelas VII-VIII Mtsn 3 Padang Pariaman.
Putri, Tris Nadia;
Ardi, Zadrian
Counseling and Humanities Review Vol 4, No 1 (2024): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/0001053chr2024
Siswa tidak memiliki kesadaran diri maka disiplin belajar tidak akan terwujud, dan jika siswa sadar akan pentingnya belajar dalam kehidupannya maka siswa akan disiplin dalam belajar. sering terjadi siswa yang bolos saat jam Pelajaran berlangsung, tidak disiplin dalam berseragam, kurang mengetahui cara belajar yang baik yaitu belajar kalau akan menjelang ujian, malas dalam mengerjakan tugas-tugas yang telah diberikan oleh guru, kurang bisa belajar sendiri, tidak dapat membagi waktu untuk belajar, masih adanya paksaan untuk belajar dari guru, sering mencontek hasil pekerjaan temannya, dan mengerjakan tugas pekerjaan rumah saat mengikuti mata pelajaran yang lain yang mengakibatkan proses belajar menjadi terganggu. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dena korelasional. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa kelas VII-VIII MTS N 3 Padang Pariaman tahun ajran 2023-2024 yang berjumlah 298 spopulasi dan 171 sampel yang dipilih dengan menggunakan Teknik purposive random sampling. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan angket kesadaran diri , angket disiplin belajar siswa. Data diolah menggunakan Teknik analisis persentase dan untuk menguji hubungan melalui program statistic SPSS.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa keasadran diri berada pada kategori sedang, disilin belajar siswa berada pada kategori sedang, terdapat hubungan yang positif signifikan anta kesadan diri dengan disiplin belajar siswa.
Hubungan Manajemen Waktu dengan Prokrastinasi Akademik Peserta Didik SMAN 1 Merangin
Parastika, Suci;
Sukmawati, Indah
Counseling and Humanities Review Vol 4, No 2 (2024): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/0001130chr2024
Penelitian ini dilatarbelakangi adanya peserta didik yang sering menunda-nunda dan terlambat dalam mengerjakan tugas, penundaan ini disebut sebagai prokrastinasi akademik. Salah satu faktor yang mempengaruhi prokrastinasi akademik yaitu manajemen waktu. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan manajemen waktu peserta didik SMAN 1 Merangin. (2) mendeskripsikan prokrastinasi akademik peserta didik SMAN 1 Merangin. (3) menguji hubungan signifikansi antara manajemen waktu dengan prokrastinasi akademik peserta didik SMAN 1 Merangin. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasional. Sampel penelitian berjumlah 257 peserta didik SMAN 1 Merangin yang dipilih dengan menggunakan teknik Stratified Random Sampling. Instrumen yang digunakan berupa skala manajemen waktu dan skala prokrastinasi akademik. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif dan Pearson Product Moment untuk mengetahui hubungan manajemen waktu dengan prokrastinasi akademik peserta didik SMAN 1 Merangin. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) manajemen waktu berada pada kategori sedang, (2) prokrastinasi akademik berada pada kategori sedang (3) terdapat hubungan manajemen waktu terhadap prokrastinasi akademik yang negatif signifikan.
Kontrol diri mahasiswa dalam menggunakan media sosial ditinjau dari jenis kelamin dan tahun masuk
Firanti, Meysi;
Daharnis, Daharnis
Counseling and Humanities Review Vol 4, No 2 (2024): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/0001099chr2024
Penelitan ini dilatarbelakangi oleh fenomena perkembangan teknologi internet, sehingga mahasiswa perlu mengontrol diri dalam menggunakan media sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan membandingkan kontrol diri mahasiswa dalam menggunakan media sosial ditinjau dari jenis kelamin dan tahun masuk. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif komparatif. Populasi penelitian adalah 5012 mahasiswa yang terdaftar di angkatan 2020, 2021, 2022, dan 2023 di Fakultas Ilmu Pendidikan UNP pada semester Januari-Juni 2024 dengan sampel penelitian sebanyak 396 mahasiswa yang dipilih dengan teknik proportionate stratified random sampling. Pengumpulan data penelitian menggunakan instrumen kontrol diri mahasiswa dengan skala model Likert. Data diolah menggunakan analisis deskriptif dan uji anava dua arah dengan bantuan program SPSS versi 22. Hasil penelitian mengungkapkan: 1) rata-rata skor kontrol diri mahasiswa FIP UNP ditinjau dari jenis kelamin dan tahun masuk berada pada kategori sedang, 2) tidak terdapat perbedaan yang signifikan dan interaksi antara jenis kelamin dan tahun masuk dalam menjelaskan kontrol diri mahasiswa. Implikasi hasil penelitian terhadap Bimbingan dan Konseling yaitu dengan memberikan layanan informasi, layanan penguasaan konten, dan layanan bimbingan kelompok.
Gambaran Tingkat Fanatisme Mahasiswa Penggemar K-Pop
Rauf, Abdul;
Yendi, Frischa Meivilona;
Handayani, Puji Gusri;
Zola, Nilma;
Fikri, Miftahul
Counseling and Humanities Review Vol 4, No 1 (2024): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/0001064chr2024
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh K-Pop yang saat ini menjadi salah satu jenis musik yang banyak disukai masyarakat tak terkecuali Indonesia, penggemar K-Pop cenderung memiliki perilaku fanatisme. Mereka rela melakukan hal berlebihan disebabkan oleh keyakinan dan obsesi yang kuat sehingga membuat individu itu buta dan mengabaikan semua fakta yang bertentangan dengan yang dipercayainya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat perilaku fanatisme mahasiswa penggemar K-Pop di BK FIP UNP. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Adapun sampel penelitian ini adalah 100 mahasiswa di BK FIP UNP yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh dengan memberikan instrumen penelitian berupa angket fanatisme kepada mahasiswa yang sudah diuji validitas dengan rumus pearson correlation (0,320) dan uji reliabilitas dengan rumus chronbach alfa (0,929) kepada mahasiswa lalu diolah dengan menggunakan metode statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku fanatisme mahasiswa penggemar K-Pop di BK FIP UNP pada umumnya berada pada kategori sedang (57,53%).
Persepsi siswa tentang disiplin sekolah di SMPN 32 Padang
Utari, Utari;
Sukma, Dina
Counseling and Humanities Review Vol 4, No 1 (2024): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/0001043chr2024
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa tentang disiplin sekolah. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif deskriptif. Populas dalam penelitian ini sebanyak 393 siswa SMPN 32 Padang tahun ajaran 2023/2024 dengan sampel sebanyak 198 siswa yang dipilih menggunakan teknik propotional random sampling. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan instrument berupa angket atau kuesioner persepsi siswa tetang kedisiplin sebanyak 26 item. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa secara keseluruhan persepsi siswa tentang kedisiplian berada pada kategori tinggi dengan persentase 60,61%. Sedangkan persepsi siswa ditinjau dari aspek berpakaian berada pada kategori sedang dengan persentase 43,93%, berdasarkan aspek ketepatan waktu berada pada kategori tinggi dengan persentase 54,55%, berdasarkan aspek perilaku sosial berada pada kategori tinggi dengan persentase 55,56% dan berdasarkan aspek etika belajar berada pada kategori sangat tinggi dengan persentase 50,51%. Layanan bimbingan dan konseling untuk meningkatkan kedisiplinan siswa yaitu layanan informasi, layanan individu dan layanan bimbingan kelompok.
Pengaruh Kecanduan Game Online terhadap Perilaku Prososial Siswa
Pratama, Seja;
Afdal, Afdal
Counseling and Humanities Review Vol 4, No 2 (2024): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/0001129chr2024
This research was motivated by the low prosocial behavior of class VI students at SDN 01 Ampang, Padang City. The aim of this research is to describe 1) Online game addiction, 2) Prosocial behavior, 3) The influence of online game addiction on students' prosocial behavior. The questions of this research are 1) what is the picture of students' online game addiction, 2) what is the picture of students' prosocial behavior, and 3) is there a significant influence between online game addiction and students' prosocial behavior. The results of this research show that 37 students at SDN 01 Ampang who are addicted to online games are in the high category with a percentage of 71% of the 52 respondents, while the prosocial behavior of students at SDN 01 Ampang is generally in the moderate category at 25 students with a percentage of 48%. And the correlation/relationship value (R) is 0.339, meaning that Variable Which means that the influence of the independent variable (addictive online games) on the dependent variable (prosocial behavior) is 11.5%. Thus it can be concluded that 11.5% of students' prosocial behavior is influenced by online game addiction, 88.5% is influenced by other factors. The implications for Guidance and Counseling services are that Counselors/BK Teachers can provide Information Services, Individual Counseling and Group Guidance to students to provide students with understanding regarding the dangers of online game addiction and increase students' prosocial behavior.
GAMBARAN DUKUNGAN SOSIAL BAGI KORBAN KEKERASAN SEKSUAL DAN IMPLIKASI TERHADAP LAYANAN BK
Putri, Deska Beta Meliana;
Karneli, Yeni
Counseling and Humanities Review Vol 4, No 1 (2024): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/0001084chr2024
Penelitian ini dilatar belakangi oleh fenomena yang terjadi dilingkungan yaitu adanya kekerasan seksual. Kekerasan seksual khususnya di Indonesia, setiap tahunnya terus meningkat. penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk yang mampu meningkatkan dukungan sosial yaitu (1) dukungan emosional,(2) dukungan penghargaan,(3) dukungan instrumental,(4) dukungan informasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi penelitian ini 76 orang korban kekerasan seksual dengan sampel 76 orang dengan teknik sampel jenuh. Instrument yang digunakan yaitu angket. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis presentase. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa bentuk yang mampu meningkatkan dukungan sosial bagi korban kekerasan seksual dari (1) dukungan emosional tergolong sangat sesuat 67,74%, (2) dukungan penghargaan tergolong sangat sesuai 53,95%, (3) dukungan instrumental tergolong cukup sesuai 59,21%, (4) dukungan informasi tergolong cukup sesuai 47,37%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa bentuk yang mampu meningkatkan dukungan sosial bagi korban kekerasan seksual tergolong sesuai. Adapun layanan bimbingan dan konseling yang baik pada korban kekerasan seksual yaitu layanan konseling individu, layanan informasi, dan layanan konsultasi.