cover
Contact Name
Mulyanto
Contact Email
widyaparwa@gmail.com
Phone
+6281243805661
Journal Mail Official
widyaparwa@gmail.com
Editorial Address
https://widyaparwa.kemdikbud.go.id/index.php/widyaparwa/about/editorialTeam
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Widyaparwa
Jurnal Widyaparwa memublikasi artikel hasil penelitian, juga gagasan ilmiah penelitian (prapenelitian) yang terkait dengan isu-isu di bidang kebahasaan dan kesastraan Indonesia dan daerah.
Articles 345 Documents
KUALITAS TERJEMAHAN LIRIK LAGU “MUNAJAT CINTA” BAHASA INDONESIA-JAWA Faijah Ida Fatmawati; Teguh Setiawan
Widyaparwa Vol 47, No 1 (2019)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.655 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v47i1.258

Abstract

This study aims to describe and assess the accuracy, naturalness test, and readability test of the translation of the “Munajat Cinta” lyrics in Indonesian into Javanese. The data taken are words, phrases, or clauses which are the lyrics of Munajat Cinta. Data is collected with scrutinize techniques and note taking technique. Then, the data is analyzed by translational matching method with the technique of determining the determinant elements. The results show that the accuracy level is 1.69 points. In the naturalness test criteria the target language gets 1.82 points. Higher than the level of accuracy. Meanwhile, the third assessment criteria is readability of 2.24 points. Thus, the va-lue of the translation of the Indonesian Munajat Cinta song into the Javanese language as a whole is quite good with an average gain of 1.80 points. Although the song lyrics are not presented accurately, the translation results are still acceptable and can still be read by the target language reader quite well.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menilai keakuratan, keberterimaan/kewajaran, dan keterbacaan hasil terjemahan lirik lagu “Munajat Cinta” dalam Bahasa Indonesia ke dalam Bahasa Jawa. Data yang diambil ialah kata, frasa, atau klausa yang menjadi lirik lagu “Munajat Cinta”. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak dan catat. Selanjutnya, data dianalisis dengan metode padan translasional dengan teknik pilah unsur penentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keakuratan, sebesar 1,69 poin. Pada kriteria kewajaran/keberterimaan dalam bahasa sasaran menda-patkan 1,82 poin, lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat kakuratan. Adapun, kriteria penilaian yang ketiga, yaitu keterbacaan sebesar 2,24 poin. Dengan demikian, nilai hasil terjemahan lagu “Munajat Cin-ta” dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Jawa secara keseluruhan cukup baik dengan perolehan rerata 1,80 poin. Meskipun lirik lagu tersebut tidak disajikan secara akurat, hasil terjemahan masih dapat dite-rima dan dapat dibaca oleh pembaca bahasa sasaran dengan cukup baik.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN EJAAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI NFN Markhamah; Main Sufanti; Atiqa Sabardila; NFN Winarni
Widyaparwa Vol 49, No 1 (2021)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.666 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v49i1.510

Abstract

This research aims to produce a spelling education tool that meets the criteria of (a) validity, (b) practicality, and (c) effectiveness to improve the higher-order thinking skills of school students. This research is development research that refers to the Borg & Gall model which consists of 10 steps. The developed tool included a set of syllabus, class activity planning, worksheets for students, and tests. The subjects of this study were fourth-grade students of Izzatul Islam Getasan Elementary, Semarang Regency. The data collection technique utilized methods of focused group discussion (FGD) and product assessment. Data analysis utilized descriptive quantitative and descriptive qualitative techniques. Research results indicate that the spelling education tool developed successfully met the criteria of (a) validity with a very good category, based on validity assessment by experts in education and linguistics. The tool developed also met the criteria of (b) practicality with good category, based on the scale of responses from teachers and students. The tool developed also met the criteria of (c) effectiveness with a very significant effect in improving students' higher-order thinking skills, based on the results of the effectiveness test using the Mann-Whitley statistical test. Thus it can be concluded that the development of this spelling education tool has successfully met the targeted criteria to improve the higher order thinking skills of school students.Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan perangkat pembelajaran ejaan yang memenuhi kriteria (a) valid, (b) praktis, dan (c) efektifuntuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang mengacu padamodelBorg&Gallyang terdiri atas 10 langkah. Perangkat yang dikembangkan meliputi silabus, Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), dan penilaian. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDIT Izzatul Islam Getasan, Kabupaten Semarang.Teknik pengumpulan data menggunakan metode focused group discussion (FGD) dan penilaian produk. Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran ejaan yang dikembangkan berhasil memenuhi kriteria (a) valid dengan kategori sangat baik, berdasarkan penilaian uji validitas dari ahli pendidikan dan ahli bahasa. Perangkat yang dikembangkan juga memenuhi kriteria (b) praktis dengan kategori baik, berdasarkanskala respon dari guru dan siswa. Perangkat yang dikembangkan juga memenuhi kriteria(c) efektif dengan pengaruh yang sangat signifikan dalam meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa, berdasarkan hasil pengujian efektifitas melalui uji statistika Mann-Whitley. Bisa disimpulkan bahwa pengembangan perangkat pembelajaran ejaan ini berhasil memenuhi kriteria yang ditargetkan untuk meningkatkan kemampuan berfikir tingkat tinggi siswa sekolah.
MEMORI KOLEKTIF, REKONSTRUKSI, DAN REVITALISASI: STUDI KASUS WAYANG CECAK NFN Mu'jizah; NFN Purwaningsih
Widyaparwa Vol 48, No 1 (2020)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.242 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v48i1.486

Abstract

Wayang Cecak is a Malay oral traditions which is almost critically extinc. This puppet remains only in the memories collective. The problem is how to preserve wayang cecak from extinction? The aim is to preserve the wayang's vitality from extinction. The method is done by reconstructing and revitalizing of wayang cecak becomes a living tradition. This qualitative research used an oral literary approach with primary sources of wayang cecak with text and context analysis. The method used literature study and field study technic observations were carried out with in-depth interviews with traditional artists, the representative community, and stakeholders. According to the eye-witnesses, wayang cecak has its unique structures. Reconstruction of wayang cecak involved the researcher, village leader, and traditional artists. Revitalization were carried out by performing wayang cecak in the community. This revitalization has a positive impact the wayang cecak increase their vitality.Wayang cecak merupakan sastra lisan Melayu yang hampir punah dan hanya hidup dalam ingatan ma-syarakat. Permasalahan penelitian ini ialah bagaimana cara melindungi wayang cecak dari kepunahan? Penelitian ini bertujuan untuk melindungi dan meningkatkan daya hidup wayang itu dari kepunahan. Caranya dengan merekonstruksi dan merevitalisasinya sehingga wayang itu menjadi sebuah tradisi yang hidup kembali. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan sastra lisan dengan analisis teks dan konteks. Sumber data berupa data primer wayang cecak. Metode yang digunakan yakni studi pus-taka dan studi lapangan dengan teknik observasi melalui wawancara mendalam dengan seniman pelaku tradisi, tetua adat, dan para pengambil kebijakan. Dari hasil penelitian diketahui bahwa pewaris aktif sudah tidak ada. Pertunjukan wayang cecak mempunyai struktur yang khas dalam pertun-jukannya. Rekonstruksi pertunjukan wayang cecak dilakukan bersama peneliti, tetua adat, dan seniman pemilik tradisi di Pulau Penyengat. Dari rekonstruksi dilakukan revitalisasi dengan mempertunjukkan wayang cecak dalam  masyarakatnya. Revitalisasi ini berdampak positif, yakni meningkatnya daya hi-dup wayang cecak.  
ANALISIS SEMIOTIK PUISI ENGKAU KARYA MUHAMMAD ZUHRI Aning Ayu Kusumawati
Widyaparwa Vol 49, No 2 (2021)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.166 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v49i2.426

Abstract

The material object of this study is Engkau poetry by Muhammad Zuhri, while the formal object is semiotics by Riffaterre. In his theory, Michael Riffaterre, introduces two level of reading, i.e. heuristics (mimetic reading, based on the dictionary meaning, characterized by non-gramatical) and hermeneutic reading or retroactive reading (reading decoding process by searching models, matrix, hipogram: actual and potential to get a unity of meaning). The result of this study revealed that Engkau poetry in heuristics reading has not been found its unity of meaning, and it is still scattered and fragmented. In hermeneutic or retroactive reading, potential hipogram depicts the inner journey of the “Aku” lyrics from stagnant stage to the finding of bright spot stage. There are two monumental models in Engkau poetry. Departing from the model, it is found solicitation matrix (passion) for charitable pious, tawazun (balance on world affairs as well as the hereafter). While the actual hipogram as the background of the formation of the matrix is in Al-Qur’an Surah Ar-Rahman verses 7–8: “And the sky was abandoned by him, and laid by him (principle) balance. In order that you (mankind) violates the (principle) that balance.” By understanding the above verses, the principle of balance is the law of God for the whole universe. Thus, violation of the principle of balance is a cosmic sin, for violating the law that controls the universe.Objek material penelitian ini adalah puisi Engkau karya Muhammad Zuhri, penyair Sekar Jalak Pati, sedang objek formalnya adalah semiotika Riffaterre. Dalam teorinya, Michael Riffaterre mengenalkan dua level pembacaan, yaitu heuristik (pembacaan mimetis, didasarkan pada arti kamus, bercirikan ketidakgramatikalan) dan pembacaan hermeneutik atau pembacaan retroaktif (pembacaan proses dekoding dengan mencari model, matriks, hipogram: potensial dan aktual untuk mendapatkan kesatuan makna). Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa puisi Engkau dalam pembacaan heuristik masih belum ditemukan kesatuan makna, masih tersebar dan terpisah-pisah. Dalam pembacaan hermeneutik atau retroaktif, hipogram potensial menggambarkan perjalanan batin si aku lirik, dari tahap kejumutan sampai tahap menemukan titik terang. Ada dua model yang monumental dalam puisi Engkau ini. Berangkat dari model tersebut, ditemukan matriks ajakan (semangat) untuk beramal saleh, tawazun (kesimbangan pada urusan dunia maupun akhirat). Hipogram aktual yang menjadi latar terbentuknya matriks adalah Al-Qur’an surat ar-Rahman ayat 7–8: “dan langit pun ditinggalkan oleh-Nya, serta diletakkan oleh-Nya (prinsip) keseimbangan. Agar janganlah kamu (manusia) melanggar (prinsip) keseimbangan itu.” Dengan pemahaman ayat tersebut yang prinsip keseimbangan adalah hukum Allah untuk seluruh jagat raya. Dengan demikian, melanggar prinsip keseimbangan merupakan sebuah dosa kosmis, karena melanggar hukum yang menguasai jagat raya.
DEKONSTRUKSI JENDER DALAM CERPEN ANA AL-MAWT KARYA TAWFIQ AL-HAKIM (GENDER DECONSTRUCTION IN SHORT STORY OF ANA AL-MAWTBY TAWFIQ AL-HAKIM) Yulia Nasrul Latifi
Widyaparwa Vol 43, No 2 (2015)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (836.587 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v43i2.112

Abstract

Objek material penelitian ini adalah cerpen modern Mesir yang berjudul Ana al-Mawt karya Tawfiq al-hakim. Objek formalnya adalah kritik sastra feminis dekonstruktif bermetode membaca teliti. Cerpen bercerita mengenai usaha Sang Pemuda untuk bunuh diri berulang-ulang kali, akan tetapi selalu berhasil diselamatkan Sang Gadis meskipun Sang Pemuda Sangat membenci perempuan. Cerpen ini menarik karena gagasan jendernya Sangat kritis. Tujuan penelitian adalah mendekonstruksi gagasan oposisi biner yang menegatifkan perempuan. Metode membaca teliti dipakai untuk merusak oposisi biner yang patriarkal tersebut lalu membalikkannya sebagaimana prinsip dekonstruksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan oposisional yang ada dalam cerpen yang merendahkan perempuan didekonstruksi dengan menghasilkan pola hubungan yang plural, yaitu: perempuan Sangat kuat dan ideal, perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki, dan pentingnya gagasan egalitarianisme antara laki-laki dan perempuan. The material object of this research is a modern Egyptian short story entitled Ana al-Mawt written by Tawfiq al-Hakim. The formal object is the literary criticism of decostructive feminism using a close reading method. This short story describes a young mans efforts to commit suicide for many times, but a young woman always saves him from the death.However, he really dislikes woman. This short story is intereshing since the idea of gender is very critical. This research aims to deconstruct the binary opposition which considers woman position very negative. The close reading method employs to demolish and to reverse the binary opposition of patriarchal system that is based on deconstruction principles. The result of this analysis reveals that the existed oppositional relation in the short story which undermines woman is deconstructed and it reveals plural relation pattern. The idea of plurality is characterized by the description of many meanings and models of man and woman relationship: woman is very strong and ideal; the capacity of the woman is higher than the man; egalitarianism between man and woman is important.
PEMANFAATAN BAHASA PADA PENOKOHAN NADIRA DALAM NOVEL NADIRA KARYA LEILA S. CHUDORI Restu Sukesti, M.Hum.
Widyaparwa Vol 50, No 2 (2022)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.164 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v50i2.1127

Abstract

Language is used to represent the characters in a novel. The novel Nadira by Leila S. Chudori has a central character, namely Nadira, the same name as the novel's title. The character Nadira told in the novel is quite dominant compared to other characters, from the beginning to the end of the story even though the plot is quite complicated. For this reason, this study focuses on language marking as the character builder of the character Nadira in Leila S' novel Nadira. With what problems: (1) the form of language in the characterizations; (2) types of linguistic markers. There are three stages of research, namely data collection and classification, data analysis, and presentation of data analysis results. This study uses the theory of stylistic and conceptual analysis of language in the morphological, syntactic, and discourse domains, as well as a qualitative descriptive approach. The results are (1) Nadira's character image builder in the form of descriptive (narrative) and conversational forms; (2) characterizations are shown in the form of express or implied; (3) markers of interpretation of characterizations in the form of text and context; and (4) there are ten characters that appear dominantly in Nadira's characterization. The results of this study are very useful for revealing the power of language in literature so that language studies and literary studies are two sides of the same coin as a scientific collaboration.Bahasa digunakan untuk merepresentasikan karakter tokoh dalam sebuah novel. Novel Nadira karya Leila S. Chudori memiliki tokoh sentral, yaitu Nadira, nama yang sama seperti judul novel tersebut. Tokoh Nadira diceritakan dalam novel tersebut cukup dominan dibandingkan dengan tokoh lain, mulai dari awal hingga akhir cerita meskipun alurnya berputar cukup rumit. Untuk itu, kajian ini berfokus pada penandaan bahasa sebagai pembangun karakter tokoh Nadira dalam novel Nadira karya Leila S. Dengan permasalahan seperti apa: (1) bentuk bahasa dalam penokohan;  (2) jenis penanda kebahasaan. Ada tiga langkap penelitian, yaitu penjaringan dan pengklasifikasian data, penganalisisan data, dan penyajian hasil analisis data. Dalam kajian ini digunakan teori analisis stilistika dan konseptual kebahasaan dalam domain morfologis, sintaktis, dan wacana, serta pendekatan secara deskriptif kualitatif. Hasilnya ialah (1) pembangun imaji karakter Nadira berbentuk deskriptif (naratif) dan percakapan; (2) penokohan ditampilkan dalam bentuk tersurat maupun tersirat; (3) penanda penafsiran penokohan dalam bentuk teks dan konteks; dan (4) ada sepuluh karakter yang muncul secara dominan pada penokohan Nadira. Hasil kajian ini sangat bermanfaat untuk mengungkap daya bahasa dalam sastra sehingga studi bahasa dan studi sastra sebagai dua sisi mata uang yang sama pentingnya sebagai sebuah kolaborasi ilmiah.
BAHASA MENUNJUKKAN BANGSA STU DI KASUS XENOGLOSOFILIA DALAM DAFTAR MENU Tamam Ruji Harahap
Widyaparwa Vol 38, No 1 (2010)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1495.806 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v38i1.8

Abstract

Tulisan ini adalah sebuah pengamatan kecil terhadap praktik xenoglosofilia sebagaimana sekarang ini luas digunakan dalam ranah sosial kedai kopi atau kafe di wilayah Yogyakarta. Lewat medium daftar menu praktik sosial penggunaan bahasa telah menjadi gelaja patologi sosial di mana identitas dan penghargaan diri semakin termarginalkan dan terabaikan, sementara penggunaan bahasa asing semakin luas dipraktikkan. Tujuan penelitian kecil ini adalah untuk membuat ikhtisar tentang bagaimana penggunaan bahasa asing ini telah menancapkan dominasinya pada banyak komunitas di Indonesia. Dengan menggunakan kerangka analisis wacana kritis Fairclough, tulisan ini akan mengamati dan membahas praktik xenoglosofilia sebagaimana ditemukan dalam menu kedai kopi dan kafe EarthCafe dan kafe Aqeela. Analisis akan berfokus pada kosakata dan idiom dan akan mengabaikan properti-properti linguistik lainnya. Dengan menggunakan analisis wacana kritis, tulisan ini akan berupaya menjawab pertanyaan: mengapa praktik xenoglosofilia semakin luas dan banyak digunakan dalam daftar menu kafe di Yogyakarta? Pengamatan ini mengkonfirmasi bahwa praktik xenoglosofilia merupakan hasil dari dominasi ideologi pasar bahasa Inggris terhadap praktik kultural lokal bahasa Indonesia.This paper is a smalt investigation on the practice of xenoglossophilia as it is now widely used within the social sphere of coffee-stall and cefin region of Yogyakarta. Through the medium of the menu, the social practice of language use has become such a symptom of "social pathology" in which self-identity and selfregard are getting increasingly marginalized and disregarded, whereas the use of foreign language is practiced more and more.The main objective of this small research is to overview how this use of foreign language has pledged its domination strongly in the considerable part of lndonesian community. By using Fairclough's framaaork of citical discourse analysis, this paper will investigate and discuss the practice of xenoglossophilia as it is found in the menu of coffee-stall and cafEarthCafe and cafAqeela. The analysis will focus on the vocabularies and idioms and will disregard the other linguistic properties. By using the critical discourse analysis, this paper would try to answer the question: why is the practice of xenoglossophilia widely and increasingly used in the menu of cafes in Yogyakarta? The investigation confirms that the practice of xenoglossophilia results from the domination of the market ideology of English language against the locally cultural practice of lndonesian language.
MORFOFONEMIK DALAM AFIKSASI BAHASA MORONENE (MORPHOPHONEMIC IN AFFIXATION OF MORONENE LANGUAGE) Firman A.D.
Widyaparwa Vol 45, No 1 (2017)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v45i1.144

Abstract

Penelitian ini mengangkat masalah morfofonemik dalam afiksasi bahasa Moronene. Tujuan penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan proses morfofonemik bahasa Moronene sehingga dapat diuraikan beberapa alomorf yang muncul dalam afiksasi. Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif yang menguraikan berbagai perubahan dan variasi bentuk yang terjadi dalam proses morfofonemik afiksasi. Dalam melakukan analisis data digunakan teknik perluas dan teknik baca markah melalui pemilahan atau pengklasifikasian berdasarkan ciri, sifat, dan gambaran data. Bukti-bukti morfofenemik dalam afiksasi didefinisikan dan dibandingkan untuk melihat pola-polanya sehingga dapat dikategorikan variasi bentuk afiks. Berdasarkan hasil analisis data, morfofonemis afiksasi bahasa Moronene hanya terjadi pada proses prefiks dan afiks rangkap. Alomorf dari {moN-}: {mo}, {mo?-}, {mon-}, {moG-}, dan {mom-}. Alomorf dari {poN-}: {po}, {po?-}, {pon-}, {poG-}, dan {pom-}. Alomorf dari {te-} yaitu {te?-}. Variasi dari {poN-...-i}: {po...-i}, {po?-...-ri}, {po?-...- ?i}, {po...-ti}, {pon-...-ni}, {po...- hi}, {pon-...-ri}, {poG-...-ri}, {po...-ni}, {po...-si}, {poG-...-hi}, {pon-...-hi}, {pon-...-wi}, {pon-...-hi}, dan {pon-...-mi}. Alomorf dari {poN-...-a}: {po-...-?a}, {po?-...- ?a}, {po...-ya}, {po?-...-ya}, {po...-wa}, {poG-...-?a}, {poG-...-ya}, {pon-...-?a}, {pon-...-wa}, {pon-...-ya}, {pon-...-?a}, {pom-...-ya}, {pom-...-wa}, {po...-ha}, {po?-...-ha}, {pon-...-ha}, dan {poG-...-ha}. Variasi dari {pe-...-a}: {pe-...-?a}, {pe?-...- ?a}, {pe-...-wa}, {pe-...-ya}, {po?-...-ha}, {pe-...-ha}, {po?-...-ra}, {pe-...-kiya}, dan {pe-...-?iya}. The problem of this research is morphophonemic in Moronene language affixation. This research is aimed to describe morphophonemic process that can explain some allomorphs appeared in affixation. This research is qualitative descriptive that expounds various forms and changes occured in affixation morphophonemic process. Data analysis uses expansion and read-marker technique through sorting or classification based on features, characteristics, and description of the data. The morphophenemic evidences in affixation are defined and compared to see their pattern so that can be categorized into affix form variation. According to the data analysis, morphophonemic in Moronene language affixation only occurs in prefix and affix combination process. Alomorph of {moN-}: {mo}, {mo?-}, {mon-}, {moG-}, and {mom-}. Alomorph of {poN-}: {po}, {po?-}, {pon-}, {poG-}, and {pom-}. Alomorph of {te-} is {te?-}. Variation of {poN-...-i}: {po...-i}, {po?-...-ri}, {po?-...- ?i}, {po...-ti}, {pon-...-ni}, {po...- hi}, {pon-...-ri}, {poG-...-ri}, {po...-ni}, {po...-si}, {poG-...-hi}, {pon-...-hi}, {pon-...-wi}, {pon-...-hi}, and {pon-...-mi}. Alomorph of {poN-...-a}: {po...-?a}, {po?-...- ?a}, {po...-ya}, {po?-...-ya}, {po...-wa}, {poG-...-?a}, {poG-...-ya}, {pon-...-?a}, {pon-...-wa}, {pon-...-ya}, {pon-...-?a}, {pom-...-ya}, {pom-...-wa}, {po...-ha}, {po?-...-ha}, {pon-...-ha}, and {poG-...-ha}. Variation of {pe-...-a}: {pe-...-?a}, {pe?-...- ?a}, {pe-...-wa}, {pe-...-ya}, {po?-...-ha}, {pe-...-ha}, {po?-...-ra}, {pe-...-kiya}, and {pe-...-?iya}.
WACANA HORTATORI ULAR-ULAR BAHASA JAWA: KAJIAN SLOT DAN STRUKTUR SLOT Edi Setiyanto
Widyaparwa Vol 40, No 1 (2012)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3354.405 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v40i1.44

Abstract

Kajian ini membahas wacana ular-ular bahasa Jawa. Kajian bertujuan mendeskripsikan jenis-jenis slot pembangun dan struktur slot wacana ular-ular. Kajian bersifat struktural dengan memahami bahwa wacana merupakan bangunan yang tersusun dari slot-slot dengan fungsi dan sifat hubungan setiap slot yang juga berbeda-beda. Kajian ini bersifat deskriptif kualitatif. Untuk analisis digunakan metode agih teknik lesap, substitusi, dan permutasi. Data penelitian ini ialah tujuh contoh wacana ular-ular yang disusun oleh lima penulis. Berdasarkan kajian, diketahui bahwa wacana ular-ular juga tersusun dari tiga slot, yaitu pembuka, tubug dan penutup. Kekhasan slot-slot pada wacana ular-ular tercermin melalui (a) sifat keberadaan yang selalu wajib, (b) sifat distribusi yang tegar, (c) fungsi yang tidak bisa dipertukarkan dan (d) bentuk kata dan ungkapan yang digunakan. This study discussed about ular-ular discourse in Javanese language. The study aimed to describe kinds of building slot and structure of ular-ular discourse. Therefore, it was conducted in structural study to comprehend discourse as structured building of slots with function and different relationship attitude of each slot. The study was qualitative descriptive, so that the analysis used dissipation distributive technique, substitute and permutation. The data was collected from seven ular-ulardiscourses compiled by five writers. The result shows that ular-ular discourse is structured from three slots, opening, content and closing. Specification of those slots is reflected through (a) obligation of existence, (b) rigid distribution, (c) unchangeable function and (d) word and expression form.
KONSEP PENDIDIKAN KARAKTER DALAM BUKU PANDANGAN ORANG MELAYU TERHADAP ANAK KARYA TENAS EFFENDY (CONCEPT OF CHARACTER BUILDING IN THE BOOK PANDANGAN ORANG MELAYU TERHADAP ANAK BY TENAS EFFENDY) Sri Sabakti
Widyaparwa Vol 46, No 2 (2018)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.16 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v46i2.193

Abstract

This study aims to reveal and describe concept of character building in Riau Malay community. The problem that will be studied is what character building contained in the book Pandangan Orang Melayu terhadap Anak (Malay View of Children) and how the character education is related to the sociocultural life of the Riau Malay community. The method used in this study is a qualitative method with descriptive approach. The qualitative method is carried out by interpreting the text and presenting it in the form of a description. The quality of interpretation in qualitative methods is associated with the nature of social facts. Therefore, this study also uses the sociology of literature theory. The source of the data in this study is the book of Pandangan Orang Melayu terhadap Anak (Malay Views on Children). The result shows that the concept of character building in Riau Malay culture does not only teach character to children but also to parents towards children. Based on the sociology of literature approach, it can also be seen that character building for children in Riau Malay culture is closely related to customs and culture characterized by Islam. Penelitian ini bertujuan mengungkap dan mendeskripsikan konsep pendidikan karakter pada masyarakat Melayu Riau. Masalah yang akan diteliti adalah pendidikan karakter apa saja yang terdapat dalam buku Pandangan Orang Melayu terhadap Anak dan bagaimana kaitan pendidikan karakter yang tergambarkan dalam buku tersebut dengan kehidupan sosiobudaya masyarakat Melayu Riau. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode kualitatif dilakukan dengan cara penafsirkan teks dan menyajikannya dalam bentuk deskripsi. Kualitas penafsiran dalam metode kualitatif dikaitkan dengan hakikat fakta-fakta sosial. Oleh karena itu, penelitian ini juga menggunakan teori sosiologi sastra. Sumber data dalam penelitian ini adalah buku Pandangan Orang Melayu terhadap Anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep pendidikan karakter dalam budaya Melayu Riau tidak hanya mengajarkan budi pekerti kepada anak, tetapi juga mengajarkan budi pekerti kepada orang tua terhadap anak. Berdasarkan pendekatan sosiologi sastra juga dapat diketahui bahwa pendidikan karakter kepada anak dalam budaya Melayu Riau berkaitan erat dengan adat dan budaya yang bercirikan Islam.