cover
Contact Name
Hadi Riyadi
Contact Email
jurnalgizidietetik@apps.ipb.ac.id
Phone
+628984223735
Journal Mail Official
jurnalgizidietetik@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor Jl. Kamper, Kampus IPB Dramaga, Bogor, Indonesia, 16680
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik
ISSN : -     EISSN : 28300890     DOI : -
Core Subject : Health, Agriculture,
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik (Journal of Nutritional Science and Dietetics) merupakan jurnal ilmiah yang mempublikasikan berbagai artikel penelitian tentang ilmu gizi dan dietetik, yang berhubungan dengan aspek biokimia gizi, gizi klinik, gizi masyarakat, gizi olahraga, dietetik, komponen pangan untuk kesehatan, suplementasi dan fortifikasi gizi, ketahanan pangan dan gizi, pendidikan dan konseling gizi, serta aspek sosioekonomi dan budaya gizi, termasuk regulasi dan informasi gizi dan dietetik.
Articles 140 Documents
Analisis Ketersediaan Serta Situasi dan Kebutuhan Konsumsi Pangan Hewani Kabupaten Pangandaran : The Analysis of Availability, Situation and Consumption Needs of Animal-based Food in Pangandaran District Firdaus, Robby Akmal; Heryatno, Yayat; Aries, Muhammad
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 2 No 2 (2023)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2023.2.2.109-116

Abstract

Availability of sufficient food can affect consumption and nutritional adequacy. Regions with high food availability will provide better nutritional adequacy and food consumption diversity. The direct cause of nutritional problems was the lack of food consumption. Lack of nutritional intake, especially those sourced from animal food, was one of the direct causes of increasing nutritional problems in an area. This research aimed to analyze the availability, situation and animal food consumption needs in Pangandaran District. This research used descriptive explanatory and prospective study design while the data was secondary data from related officials in Pangandaran district. The results showed that Pangandaran district in 2019 had the availability of animal food production, which was 46.5 g/cap/day. The contribution of the energy adequacy level (TKE) from the availability of animal food production was 29.4% and the contribution to the protein adequacy level (TKP) from the availability of animal food production was 42.6%. TKE and TKP from animal food consumption were 106.5% and 167.4% with score of desirable dietary pattern (PPH) was 24. To achieve the ideal PPH score, the target for animal food consumption in 2020-2024 is expected to have a declining growth rate of 1.25% per year. To meet the consumption target, it is necessary to have a growth rate of -0.25% per year to fulfill the need for animal food consumption in the same period. If the animal food consumption needs are only fulfilled from production, then there is still a gap in sufficed the animal food consumption needs of around 32.9 kg/cap/year or 14.53 thousand tons/year.
Asupan Zat Besi, Vitamin C dan Konsumsi Tablet Tambah Darah Berhubungan dengan Kejadian Anemia Remaja Putri SMPIT Majmaul Bahrain Bogor: Iron Intake, Vitamin C and Iron Supplement Tablets Consumption Associated with the Incidence of Anemia in Adolescent Girls SMPIT Majmaul Bahrain Bogor Alfiah, Sarah; Dainy, Nunung Cipta
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 2 No 2 (2023)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2023.2.2.103-108

Abstract

Angka kejadian anemia di Indonesia terbilang masih cukup tinggi. Berdasarkan Riskesdas 2018, prevalensi anemia pada remaja sebesar 32%, artinya 3 dari 10 remaja menderita anemia. Salah datu penyebab anemia pada remaja adalah kurangnya asupan zat besi. Namun disetiap wilayah dimungkinkan terdapat perbedaan factor penyebab. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan asupan zat besi, asupan vitamin C, kepatuhan konsumsi tablet tambah darah, dan pengetahuan dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMP IT Majmaul Bahrain Tenjolaya Bogor. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan sampel 95 orang remaja putri yang diambil dengan cara consecutive sampling. Variabel dependen adalah kejadian anemia, sedangkan variable independent adalah asupan zat besi, vitamin C, kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) dan pengetahuan mengenai anemia. Pengambilan data menggunakan kuesioner dengan teknik wawancara. Analisis statistik menggunakan uji Chi-square. Prevalensi kejadian anemia remaja putri di SMP IT Majmaul Bahrain sebesar 54,7%. Sebagian besar responden memiliki asupan zat besi kategori kurang (54,7%), asupan vitamin C kategori kurang (51,6%). Sebanyak 62,3% responden terkategori tidak patuh dalam mengkonsumsi TTD dan 61,1% responden memiliki pengetahuan tentang anemia kategori kurang baik. Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara asupan zat besi, vitamin C, kepatuhan konsumsi TTD dan tingkat pengetahuan dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMP IT Majmaul Bahrain Bogor.
Formulasi Minuman Berbahan Jahe dan Kayu Manis sebagai Sumber Flavonoid: Formulation of Beverages Made of Ginger and Cinnamon as Sources of Flavonoids Sholihah, Neneng Munifah; Anwar, Khoirul; Iskandar, Adi
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 2 No 2 (2023)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2023.2.2.96-102

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk pengembangan minuman fungsional berbahan jahe dan kayu manis yang tinggi kandungan flavonoid. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan Rancanggan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga kali pengulangan. Penelitian terdiri dari pembuatan serbuk jahe dan kayu manis, kemudian serbuk yang terpilih dalam pembuatan formulasi minuman dengan 3 perbandingan jahe dan kayu manis (g) yaitu F1, F2, dan F3 berurutan 1:1, 1:2, dan 2:1. Uji kimia yang digunakan pada penelitian ini yaitu uji flavonoid secara kualitatif dan kuantitatif. Analisis data menggunakan uji ANOVA, apabila terdapat perbedaan nyata maka dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT). Adapun data yang diuji adalah flavonoid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap formulasi minuman (1:1, 1:2, 2:1) positif terdapat flavonoid berdasarkan uji secara kualitatif, adapun pengujian secara kuantitatif menunjukkan hasil bahwa setiap formulasi minuman berpengaruh nyata terhadap hasil uji total flavonoid dengan p-value<0,05. Total flavonoid pada F1, F2 dan F3 secara berurutan adalah 70,88%, 57,86%, dan 82,96%. Formulasi minuman fungsional terpilih yang diperoleh dari penelitian ini adalah F3 dengan nilai total flavonoid tertinggi.
Pengetahuan Gizi, Konsumsi Fast Food, Asupan Serat, dan Status Gizi Siswa SMA KORNITA: Nutritional Knowledge, Fast Food Consumption, Dietary Fiber Intake, and Nutritional Status of Kornita High School Students Nur Hasanah, Miftah; Tanziha, Ikeu
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 2 No 2 (2023)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2023.2.2.74-82

Abstract

Era globalisasi memberikan dampak yang sangat besar dalam perkembangan di segala aspek kehidupan dan mengakibatkan perubahan gaya hidup dan kebiasaan makan masyarakat yang cenderung kurang sehat. Kebiasaan makan seseorang dipengaruhi oleh pengetahuan gizi dan sikap. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan gizi, sikap dan konsumsi fast food, serta asupan serat dengan status gizi siswa SMA Kornita. Desain penelitian ini adalah cross sectional study yang melibatkan 62 subjek yang dipilih dengan metode insidental sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan instrument kuesioner google form, wawancara via telepon, dan pengukuran antropometri dilakukan secara langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 71,1% subjek memiliki pengetahuan gizi baik dan 72,6% subjek memiliki sikap netral terhadap konsumsi fast food. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara variabel pengetahuan gizi dengan frekuensi konsumsi fast food secara keseluruhan, tradisional, maupun modern. Hasil analisis uji korelasi terdapat hubungan yang tidak signifikan (p>0,05) antara sikap terhadap fast food dengan frekuensi konsumsi fast food secara keseluruhan, tradisional, maupun modern. Terdapat hubungan yang signifikan positif antara konsumsi fast food secara keseluruhan (p=0,050; r=0,250) dan modern (p=0,025; r=0,285) dengan status gizi. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan serat dengan status gizi (p=0,354; r=-0,0120).
Faktor-Faktor Korelasi Tingkat Stres dan Kualitas Konsumsi Remaja Overweight dan Normal di Masa Pandemi : Factors Correlated of Stress Levels and Consumption Quality of Overweight and Normal Adolescents during a Pandemic Niagara Nurfauziyyah; Khomsan, Ali
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 2 No 2 (2023)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2023.2.2.89-95

Abstract

The Covid-19 pandemic has caused restrictions on activities outside the home including online learning which affects academic stress and food consumption. This study aims to analyze the correlation factors of stress levels and food consumption quality of high school adolescents with overweight and normal nutritional status during a pandemic. The design of this study was comparative cross sectional study of 41 adolescents with normal nutritional status and 41 overweight adolescents selected by purposive sampling. Data was collected through questionnaires and interviews. Based on the results of the Mann-Whitney difference test and Independent Sample T-test, there were significant differences (p<0.05) in the online activity time variable (p=0.41), energy adequacy level (p=0.040), frequency of consumption of staple food (p=0.004), protein vegetable (p=0.021), and drinks (p=0,003) between normal and overweight subjects. The results of the Spearman correlation test showed that there was a significant positive relationship (p<0.05) between the level of adequacy of energy, protein, fat, carbohydrates, and vitamin C with the quality of food consumption. Gender variable has a significant relationship (p<0.05) with stress levels. Based on the Spearman correlation test, there is no significant relationship (p>0.05) between stress levels and the quality of food consumption with nutritional status.
Optimalisasi Biaya Konsumsi Pangan pada Anak Usia Sekolah (6-12 Tahun) di Desa Babakan, Bogor: Optimizing Food Consumption Costs In School-Age Children (6-12 Years) in Dramaga District, Bogor Fairuz Khilda Machfud, Elmira Fairuz Khilda; Makbul, Rivaini Fatimah; Machfud, Elmira Fairuz Khilda; Dina, Resa Ana
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 2 No 2 (2023)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2023.2.2.83-88

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan komposisi bahan pangan yang dapat memenuhi kebutuhan zat gizi anak usia sekolah dengan biaya minimal dan tetap memperhatikan kualitas konsumsi. Desan penelitian ini adalah studi deskriptif. Jumlah sampel sebanyak 45 rumah tangga yang memiliki anak usia sekolah di Desa Babakan. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata anak usia sekolah belum memenuhi kebutuhan 90% energi. Minimalisasi biaya konsumsi pangan menggunakan linier programming. Model rekomendasi yang dikembangkan dapat meningkatkan asupan energi anak usia sekolah hingga 93,4% tingkat kecukupan energi, 108,5% tingkat kecukupan protein, 90,4% tingkat kecukupan lemak, dan 95,3% tingkat kecukupan karbohidrat. Biaya yang dibutuhkan adalah sebanyak Rp 19.363 per anak per hari dan skor PPH yang cukup yaitu 90,7. Dengan biaya yang kurang lebih sama dengan pengeluaran aktual dan memanfaatkan bahan pangan yang mudah diperoleh di sekitar Desa Babakan ternyata konsumsi pangan anak usia sekolah dapat dioptimalkan dan tetap berkualitas ditandai dengan skor PPH yang cukup.
Pengembangan Sosis Ikan Kembung dengan Substitusi Tepung Daun Kelor Sebagai Sumber Protein dan Zat Besi untuk Ibu Hamil: Development of Mackerel Fish Sausage Substituted with Moringa Leaf Flour as a Source of Protein and Iron for Pregnant Women Arifin, Egi Barnas; Setiawan, Budi; Nasution, Zuraidah
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 2 No 2 (2023)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2023.2.2.125-132

Abstract

Selama masa kehamilan terjadi peningkatan kebutuhan zat gizi untuk mendukung proses tumbuh kembang janin. Sosis merupakan salah satu jenis pangan olahan yang telah dikenal dan banyak diminati oleh konsumen. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan sosis dari ikan kembung dan tepung daun kelor sebagai pangan sumber protein dan zat besi bagi ibu hamil. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan tiga formula yang mengkombinasikan ikan kembung dan daun kelor dengan rasio yang berbeda yaitu F1 (100:0), F2 (90:10), dan F3 (80:20). Sampel yang diperoleh kemudian dianalisis dengan uji sensori (uji kesukaan dan uji intensitas atribut), analisis fisik (tekstur dan warna) dan analisis zat gizi (proksimat, kalsium dan zat besi). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan tepung daun kelor dapat menurunkan kesukaan panelis pada atribut warna, aroma, tekstur, rasa dan penerimaan keseluruhan. Kadar abu, protein dan karbohidrat meningkat sedangkan kadar air dan lemak menurun seiring peningkatan tepung daun kelor yang digunakan. Formula sosis terpilih adalah dengan penggunaan tepung daun kelor sebanyak 10% (F2). Sosis formula F2 dengan berat 100 g mengandung 17,80 g protein, 100,84 mg kalsium dan 6,52 mg zat besi. Satu takaran saji sosis dengan berat 74 g, dapat memberikan kontribusi energi sebanyak 7,8-8,2% terhadap Angka Kecukupan Gizi untuk ibu hamil trimester 1-3 serta dapat memenuhi syarat untuk diklaim sebagai produk pangan sumber protein dan zat besi.
Hubungan Kebiasaan Konsumsi Sayur dan Buah, Serta Aktivitas Fisik dengan Status Gizi dan Kebugaran Jasmani Siswa SDN 1 Cijeungjing: The Relationship Between Physical Activity and Fruit Vegetable Consumption Habits with Nutritional Status and Physical Fitness Of Students at SDN 1 Cijeungjing Fadilah, Mentari Nur; Ekayanti, Ikeu
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 2 No 2 (2023)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2023.2.2.117-124

Abstract

Status gizi kurang dan lebih merupakan salah satu masalah gizi yang banyak dihadapi pada usia anak sekolah dasar. Status gizi dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti pengetahuan gizi, aktivitas fisik, kebugaran, dan kebiasaan makan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan kebiasaan konsumsi sayur dan buah serta aktivitas fisik dengan status gizi dan kebugaran jasmani siswa di SDN 1 Cijeungjing. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober-November 2022 pada 58 subjek dengan desain cross sectional study. Pengambilan data dilakukan melalui pengukuran tinggi badan dan berat badan, wawancara, Harvard step test, dan pengisian kuesioner yang meliputi karakteristik subjek dan keluarga, PAQ-C, dan FFQ. Sebagian besar subjek berjenis kelamin laki-laki (72,4%) dengan status gizi normal (79,3%). Siswa SDN 1 Cijeungjing memiliki kebiasaan mengonsumsi sayur dan buah sebanyak 1-2 kali per minggu. Mayoritas subjek memiliki aktivitas fisik yang tergolong rendah dan kebugaran jasmani yang baik sekali. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan (p<0,05) antara kebiasaan konsumsi sayur dan buah dengan aktivitas fisik. Terdapat hubungan yang signifikan (p<0,05) antara aktivitas fisik dengan kebugaran jasmani. Namun, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan konsumsi sayur dan buah dengan status gizi dan kebugaran jasmani. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan status gizi.
Prakiraan Produksi Ikan untuk Konsumsi Protein Hewani di Sumatera Utara: Forecasting Fish Production for Animal Protein Consumption in North Sumatra Permatasari, Tyas; Sukandar, Dadang
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 2 No 2 (2023)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2023.2.2.141-148

Abstract

Sektor perikanan memiliki peranan dalam ketahanan, kedaulatan dan kemandirian pangan. Ikan sebagai pangan hewani memiliki potensi kandungan gizi yang dapat menurunkan permasalahan gizi. Sumatera Utara memiliki sumber daya perikanan yang melimpah. Tujuan dari penelitian ini adalah prakiraan (forecasting) terhadap besaran produksi ikan dengan pemenuhan protein hewani pada penduduk di Sumatera Utara. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan pendekatan time series dengan menggunakan analisis data sekunder (ADS). Penelitian dilakukan pada bulan April-Mei 2023. Populasi yang digunakan dalam penelitian adalah seluruh data time series produksi ikan baik ikan laut ataupun perairan darat di Sumatera Utara tahun 2010-2022 dan data jumlah penduduk Indonesia tahun 2010-2022. Hasil prakiraan produksi perikanan pada tahun 2022 hingga 2025 terlihat fluktuatif namun cenderung meningkat. Rata-rata prakiraan produksi perikanan yakni 585.761 ton. Protein rata-rata yang bersumber dari ikan pada hasil produksi ikan di Sumatera Utara masih memenuhi 31% Angka Kecukupan Protein harian. Prakiraan penduduk yang terus meningkat memperlihatkan hasil bahwa ketersediaan ikan belum memenuhi konsumsi harian masyarakat Sumatera Utara.
Profil Asupan dan Status Gizi pada Responden yang Memiliki Kebiasaan Menonton Video Mukbang: Intake Profile and Nutritional Status of Respondents Who Have a Habit of Watching Mukbang Videos Nababan, Tri Putriani; Nurdin, Naufal Muharam
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 2 No 2 (2023)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2023.2.2.133-140

Abstract

Mukbang merupakan konten video yang menampilkan kegiatan makan dengan porsi yang besar dan menggugah selera. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan kebiasaan menonton video mukbang dengan kecukupan gizi mahasiswa non gizi IPB. Desain penelitian ini adalah cross sectional study dengan 65 subjek yang memiliki kebiasaan menonton mukbang minimal selama 1 bulan terakhir. Kebiasaan menonton video mukbang dinilai dari frekuensi dan durasi menonton, asupan dinilai menggunakan recall 2x24 jam. Rata-rata frekuensi menonton mukbang yaitu 2,3±1,9 kali per hari dengan durasi rata-rata 29,90±31,12 menit per hari. Rata-rata asupan per hari energi sebesar 1486±422 kkal, protein 41,3±21,9 g, lemak 55,5±21,5 g, karbohidrat 209,7±56,7 g. Frekuensi menonton mukbang memiliki hubungan signifikan dengan tingkat kecukupan energi subjek (p<0,1) sedangkan durasi tidak memiliki hubungan signifikan.

Page 5 of 14 | Total Record : 140