cover
Contact Name
Hari Susanto
Contact Email
p3m.banten@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
p3m@poltekpel-banten.ac.id
Editorial Address
JL. Raya No.1, Karang Serang, Kec. Sukadiri, Tangerang, Banten 15330
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Marine Inside
ISSN : 27162656     EISSN : 29859638     DOI : 10.62391/ejmi
Core Subject : Engineering,
Jurnal Marine Inside adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan dan dikelola oleh Politeknik Pelayaran Banten. Jurnal ini merupakan media sarana publikasi berbagai macam penelitian dan pengembangannya di bidang Nautika, Permesinan Kapal, dan Manajemen Transportasi laut.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2023)" : 6 Documents clear
Optimalisasi penerapan Marpol 73/78 Annex V pada KMP Legundi guna mencegah pencemaran laut Nursyamsu; Mansur, Harri Mochamad; Daeli, Suratan Samuel
Journal Marine Inside Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v5i2.66

Abstract

Laut merupakan suatu perairan luas yang dalam dan sifatnya penting bagi keberlangsungan umat manusia. Dalam kehidupan sehari-hari, di laut banyak dilakukan kegiatan, salah satunya adalah kegiatan pelayaran oleh kapal-kapal yang bernavigasi. Selain itu, terdapat berbagai regulasi yang mengatur kapal-kapal dalam melakukan pelayaran, salah satunya adalah Marpol 73/78 Annex V yang mengatur mengenai pencegahan pencemaran laut akibat pembuangan limbah dari sisa aktivitas pelayaran kapal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan objek penelitiannya adalah di KMP Legundi selama 12 bulan untuk mendapatkan data secara langsung. Rute pelayaran KMP Legundi adalah rute Merak-Bakauheni dan sebaliknya. Rute yang dilalui merupakan rute paling ramai sehingga peneliti tertarik untuk melakukan observasi di kapal tersebut. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa penerapan Marpol 73/78 Annex V di KMP Legundi masih belum terimplementasi dengan optimal, khususnya pada kapal penumpang mereka. Dalam hal ini, diperlukan sosialisasi kepada para penumpang, awak kapal maupun tim kebersihan kapal untuk selalu menjaga kebersihan kapal dan lingkungan laut dengan cara tidak membuang sampah sembarangan guna mencegah adanya pencemaran laut. Selain itu, perusahaan diharapkan dapat memberikan aturan khusus terhadap para awaknya dalam menjalankan aturan sesuai dengan Marpol 73/78 Annex V dan dapat memberikan fasilitas yang memadai sebagai fasilitas kebersihan di kapal. The sea is a vast, deep body of water, and its nature is vital for the survival of humanity. In everyday life, many activities are carried out at sea, including shipping activities by ships that navigate. Apart from that, various regulations regulate ships during shipping, one of which is Marpol 73/78 Annex V, which governs the prevention of marine pollution due to waste disposal from the remainder of ship shipping activities. The method used in this research is descriptive qualitative, with the research object being at KMP Legundi for 12 months to obtain data directly. The KMP Legundi shipping route is the Merak-Bakauheni route and vice versa. The route taken was the busiest, so researchers were interested in making observations on the ship. The research results found that implementing Marpol 73/78 Annex V at KMP Legundi still needs to be optimal, especially on their passenger ships. In this case, outreach to passengers, crew, and ship cleaning teams is required to maintain the ship's cleanliness and the marine environment by not throwing rubbish carelessly to prevent marine pollution. The company is also expected to provide special rules for its crew in carrying out Marpol 73/78 Annex V regulations. It can also provide adequate facilities on the ship, such as cleaning facilities.
Optimalisasi penerapan keselamatan kerja dalam upaya pencegahan kecelakaan kru pada saat bekerja di Kapal MV. Cepat Rikardo, Dapid; Saleh, Sahar; Nurrahman, Muhammad Hanief
Journal Marine Inside Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v5i2.67

Abstract

Teknologi peralatan di atas kapal telah berkembang semakin canggih dan modern. Perkembangan teknologi tersebut tidak semata-mata dapat menghindarkan para awak kapal dari kecelakaan saat bekerja. Ada beberapa faktor utama penyebab terjadinya kecelakaan saat bekerja, seperti faktor internal dan faktor eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui optimalisasi penerapan keselamatan kerja di atas kapal. Pemerintah menerapkan peraturan menyangkut keselamatan dan keamanan kerja di atas kapal. Organisasi internasional seperti International Maritime Organization (IMO) juga menekankan kepada seluruh perusahaan di dunia internasional untuk memperhatikan keselamatan para awak kapal. Penelitian ini dilakukan di atas kapal semen dan dilaksanakan selama 12 bulan. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif menggunakan metode wawancara dan observasi. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 22 orang, dengan jumlah sampel sebanyak 9 orang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa awak kapal telah menjalankan prosedur tentang keselamatan dengan baik, serta memastikan bahwa alat keselamatan yang ada selalu dalam kondisi lengkap dan baik. The equipment technology on board ships has developed increasingly sophisticated and modern. The development of this technology can not only prevent ships from accidents while working. Several main factors cause workplace accidents, such as internal and external factors. This research aims to determine the optimization of the implementation of work safety on ships. The government implements regulations regarding work safety and security on ships. International organizations such as the International Maritime Organization (IMO) also put pressure on all companies in the global world to pay attention to the safety of ship crews. This research was conducted on a cement ship for 12 months. This research is included in qualitative research using interview and observation methods. The population in this study was 22 people, with a sample size of 9 people. The research results show that the ship's crew has carried out safety procedures well and ensured that the existing safety equipment is always in complete and good condition.
Analisis keterlambatan pergantian awak kapal di PT Samudera Daya Maritim Amanto, Aji; Bintari, Pramudyasari Nur; Setyawan, Yonathan
Journal Marine Inside Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v5i2.68

Abstract

PT Samudera Daya Maritim merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang Crew Manning Agency (Crewing). Sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang crewing tentunya harus memiliki tim rotasi awak kapal di dalam usahanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hambatan sekaligus pemecahan masalah yang dilakukan oleh PT Samudera Daya Maritim selaku crew manning agency dari PT Samudera Indonesia dalam hal keterlambatan pergantian awak kapal. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Subjek penelitian adalah staf PT Samudera Daya Maritim. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Penelitian ini dilaksanakan di PT Samudera Daya Maritim mulai tanggal 18 Juli 2022 sampai 06 Juni 2023. Hasil dari penelitian ini adalah prosedur rotasi awak kapal yang dilakukan di PT Samudera Daya Maritim memiliki beberapa langkah yang sesuai berdasarkan No. DOK SOP-COD-002/00 tanggal 09 Januari 2023; penyebab keterlambatan pergantian awak kapal yang akan naik dapat disebabkan oleh dokumen/sertifikat yang tidak lengkap juga direvalidasi dan hasil MCU yang belum fit for duty serta PKL yang terlambat; dan upaya yang dilakukan oleh PT. Samudera Daya Maritim untuk mengatasi masalah keterlambatan pergantian awak kapal antara lain pemberlakuan surat pernyataan, pemberian sanksi, penambahan PIC bagian PKL, adanya informasi dari perusahaan untuk para awak kapal. Selain itu, PT Samudera Daya Maritim menambahkan SDM di dalam masing-masing tim mereka. PT Samudera Daya Maritim operates in the Crew Manning Agency (Crewing) sector. A company operating in the crewing industry must have a crew rotation team in its business. This research aims to solve obstacles and ship problems carried out by PT Samudera Daya Maritim as the crew manning agency of PT Samudera Indonesia in terms of delays in crew changes. This research method uses qualitative methods. The research subjects were the staff of PT Samudera Daya Maritim. Data collection methods use observation, interviews, documentation and literature study. The research was conducted at PT Samudera Daya Maritim from 18 July 2022 to 06 June 2023. The results of this research are that the crew rotation procedure carried out at PT Samudera Daya Maritim has several appropriate steps based on No. DOK SOP-COD-002/00 dated 09 January 2023; the causes of delays in changing the boarding ship can be caused by documents/certificates that are not complete or revalidated and MCU results that are not yet fit for duty as well as late PKL and the efforts made by PT. Samudera Daya Maritim to overcome the problem of delays in changing ship crews includes implementing a statement letter, giving sanctions, adding PICs to the PKL section, and providing information from the company for ship crews. Apart from that, PT Samudera Daya Maritim added human resources to their teams.
Pelaksanaan perawatan pada lifeboat untuk menunjang keselamatan di MT. Gede Widodo, Agus; Demaz Peramutya, Alvian; Shabrina, Tsania Adlina Nur
Journal Marine Inside Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v5i2.69

Abstract

Lifeboat merupakan salah satu bagian dari peralatan keselamatan di kapal. Lifeboat digunakan ketika terjadi keadaan darurat yang mengharuskan seluruh awak kapal dan penumpang untuk meninggalkan kapal. Lifeboat sangat dibutuhkan sebagai penunjang keselamatan di atas kapal. Lifeboat perlu diperiksa dan dirawat agar lifeboat dapat digunakan dengan baik sesuai dengan fungsinya. Pengecekan dan perawatan peralatan keselamatan harus dilakukan secara berkala agar kondisi peralatan keselamatan tersebut selalu berada dalam keadaan baik dan dapat berfungsi dengan maksimal sesuai dengan peraturan SOLAS 1974 (Safety of Life at Sea) Bab III tentang peralatan keselamatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pelaksanaan perawatan pada lifeboat untuk menunjang keselamatan di Kapal MT. Gede. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan data deskriptif dan analisis data dari hasil pengamatan di kapal MT. Gede serta referensi dari sumber-sumber terkait. Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa perawatan dan pemeliharaan alat keselamatan lifeboat telah sesuai dengan jadwal plan maintenance system yang telah ditentukan. Akan tetapi, kurangnya pengetahuan para awak kapal mengenai prosedur perawatan lifeboat dan padatnya trayek pelayaran di Kapal MT. Gede juga menghambat proses perawatan dan pemeliharaan lifeboat menjadi tidak optimal. A lifeboat is a piece of safety equipment on a ship. Lifeboats are used when an emergency requires all crew members and passengers to leave the ship. Lifeboats are needed to support safety on ships. Lifeboats must be checked and maintained to be appropriately used according to their function. Checking and maintenance of safety equipment must be carried out periodically so that the condition of safety equipment is always in good condition and can function optimally according to SOLAS 1974 (Safety of Life at Sea) Chapter III regulations regarding safety equipment. This research aims to identify the implementation of maintenance on lifeboats to support safety on MT Gede Ship. This research uses a qualitative approach with descriptive data and data analysis from observations on the MT Gede ship and references from related sources. The research results found that lifeboat safety equipment was cared for and maintained according to the predetermined maintenance system plan schedule. However, the crew members need to learn about lifeboat maintenance procedures and the busy shipping routes on MT ships. Gede also prevents the lifeboat care and maintenance process from being optimal.
Optimalisasi performa mesin pendingin di Kapal MV. Strait Mas Sembel, Bernadus Valentin; Santoso, Rahmat; Nurfadhlina
Journal Marine Inside Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v5i2.70

Abstract

Mesin pendingin merupakan salah satu alat bantu yang ada di kapal sebagai penunjang kegiatan operasional di kapal. Mesin pendingin berfungsi untuk mengawetkan bahan makanan yang disimpan di atas kapal dalam waktu yang cukup lama. Penelitian ini dilakukan di atas kapal MV. Strait Mas dengan kinerja mesin pendingin yang kurang optimal, terutama pada naiknya suhu di bagian ruang bahan makanan basah (meat and fish room). Temperatur pada ruang bahan makanan basah tidak mencapai suhu yang telah ditentukan, sehingga kondisi bahan makanan menjadi tidak segar dan tidak layak konsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keoptimalan performa mesin pendingin di kapal MV. Strait Mas, dampak terkait naiknya suhu ruang bahan makanan basah di kapal MV. Strait Mas, dan upaya perbaikan pada ruang bahan makanan basah di kapal MV. Strait Mas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk memahami fenomena yang dialami oleh subjek penelitian secara holistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang menyebabkan naiknya temperatur pada ruang pendingin makanan adalah terjadinya kebocoran pada tube condensor, condensor yang sudah kotor, sering terbukanya pintu ruang pendingin, dan kurangnya tekanan freon pada sistem. Maka dari itu, perlu dilakukan sejumlah upaya perbaikan pada ruang pendingin makanan seperti menambahkan freon, membersihkan cooler condensor, dan melakukan probe pada salah satu tube yang bocor. The cooling machine is one of the tools on the ship to support operational activities. The function of the cooling machine is to preserve foodstuffs stored on board for quite a long time. This research was conducted on board the MV. Strait Mas significantly has less than optimal cooling machine performance when the temperature rises in the wet food room (meat and fish room). The temperature in the wet food room does not reach the specified temperature, so the food becomes unfresh and unfit for consumption. This research aims to determine the optimal cooling engine performance on MV Strait Mas Ship impacts related to increasing room temperature for wet food on MV Strait Mas Ship and efforts to repair the damp food space on the MV Strait Mas Ship. This research uses qualitative methods to understand phenomena experienced by research subjects holistically. The research results show that the factors that cause the temperature to rise in the food cooling room are leaks in the condenser tubes, dirty condensers, frequent opening of the cooling room door, and lack of freon pressure in the system. Therefore, it is necessary to make several improvements to the food cooling room, such as adding freon, cleaning the cooler condenser, and carrying out a probe on one of the leaking tubes.
Analisis pengaruh jumlah daun propeller dan temperatur air laut terhadap laju korosi dalam menentukan umur pakai propeller perahu nelayan tradisional Misra Jaya; Ahmad Munawir; Rudi Harun Irwansyah; Asnawi
Journal Marine Inside Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v5i2.71

Abstract

Propeller menjadi salah satu faktor keselamatan kapal dan awak kapal maka dari itu propeller yang digunakan harus bisa menjamin keamanan dalam berlayar atau mencari ikan. Salah satu kegagalan pada propeller perahu nelayan disebabkan oleh kerusakan atau korosi. Salah satu cara untuk mengetahui penyebab dari kegagalan yang terjadi pada propeller adalah dilakukan pengujian kandungan komposisi dari propeller. Tujuan pengujian tersebut adalah mengetahui jenis dari aluminium paduannya. Kemudian dilakukan uji kekerasan dan laju korosi untuk estimasi korosi akibat dari air laut. Pengujian tersebut dilakukan untuk menganalisis pengaruh jumlah daun propeller dan temperatur air laut terhadap laju korosi. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis pengaruh laju korosifitas pada propeller dengan jumlah daun yang berbeda serta temperaur air laut yang berbeda pada perahu nelayan tradisional. Propellers are one of the safety factors for ships and crew. Therefore, the propellers used must guarantee safety when sailing or fishing. One of the failures in fishing boat propellers is caused by damage or corrosion. One way to find out the cause of a failure that occurs in a propeller is to test the composition of the propeller. The purpose of this test is to find out the type of aluminum alloy. Hardness and corrosion rate tests were then carried out to estimate corrosion due to seawater. This test was carried out to analyze the effect of the number of propeller blades and seawater temperature on the corrosion rate. This research aims to investigate the impact of the rate of corrosivity on propellers with different numbers of leaves and seawater temperatures on traditional fishing boats.

Page 1 of 1 | Total Record : 6