Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis pengaruh jumlah daun propeller dan temperatur air laut terhadap laju korosi dalam menentukan umur pakai propeller perahu nelayan tradisional Misra Jaya; Ahmad Munawir; Rudi Harun Irwansyah; Asnawi
Journal Marine Inside Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v5i2.71

Abstract

Propeller menjadi salah satu faktor keselamatan kapal dan awak kapal maka dari itu propeller yang digunakan harus bisa menjamin keamanan dalam berlayar atau mencari ikan. Salah satu kegagalan pada propeller perahu nelayan disebabkan oleh kerusakan atau korosi. Salah satu cara untuk mengetahui penyebab dari kegagalan yang terjadi pada propeller adalah dilakukan pengujian kandungan komposisi dari propeller. Tujuan pengujian tersebut adalah mengetahui jenis dari aluminium paduannya. Kemudian dilakukan uji kekerasan dan laju korosi untuk estimasi korosi akibat dari air laut. Pengujian tersebut dilakukan untuk menganalisis pengaruh jumlah daun propeller dan temperatur air laut terhadap laju korosi. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis pengaruh laju korosifitas pada propeller dengan jumlah daun yang berbeda serta temperaur air laut yang berbeda pada perahu nelayan tradisional. Propellers are one of the safety factors for ships and crew. Therefore, the propellers used must guarantee safety when sailing or fishing. One of the failures in fishing boat propellers is caused by damage or corrosion. One way to find out the cause of a failure that occurs in a propeller is to test the composition of the propeller. The purpose of this test is to find out the type of aluminum alloy. Hardness and corrosion rate tests were then carried out to estimate corrosion due to seawater. This test was carried out to analyze the effect of the number of propeller blades and seawater temperature on the corrosion rate. This research aims to investigate the impact of the rate of corrosivity on propellers with different numbers of leaves and seawater temperatures on traditional fishing boats.
Socialization of sailing safety for fishermen at Cituis Port Prasetyo, Hendi; Asnawi, Asnawi; Irwansyah, Rudi Harun; Munawir, Ahmad; Setyawan, Deny Adi; Zulkarnain, Mokhammad; Shulhany, Ahmad; Ischak, Rabbani; Hidayatuloh, Ade Taopik; Sunanto, Hari; Widodo, Agus
Journal of Community Service in Science and Engineering (JoCSE) Vol 3, No 2 (2024): Available Online in October 2024
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jocse.v3i2.29791

Abstract

This community service project, conducted by Politeknik Pelayaran Banten, focused on providing sailing safety counseling to fishermen at Cituis Port in Karang Serang village. The initiative sought to address the challenges faced by local fishermen by improving their awareness of safety practices, alleviating economic constraints, and mitigating the risks associated with navigating and operating in demanding marine environments. Through participatory workshops and practical demonstrations, fishermen were educated on effective safety practices and emergency responses. The distribution of life jackets further emphasized the importance of preparedness. The project also involved collaborating with local governments and organizations to enhance sustainability. By increasing safety awareness and equipping fishermen with critical resources, this program protected lives and fostered a safer and more resilient maritime community. This effort aligns with the institution's mission of contributing to sustainable marine development and community empowerment. Kegiatan pengabdian masyarakat ini, yang dilaksanakan oleh Politeknik Pelayaran Banten, bertujuan memberikan penyuluhan tentang keselamatan berlayar kepada para nelayan di Pelabuhan Cituis, Desa Karang Serang. Kegiatan ini dirancang untuk mengatasi tantangan yang dihadapi nelayan lokal dengan meningkatkan kesadaran mereka tentang praktik keselamatan, meringankan kendala ekonomi, dan mengurangi risiko yang terkait dengan navigasi serta operasi di lingkungan laut yang menantang. Melalui lokakarya partisipatif dan demonstrasi praktis, para nelayan diberikan edukasi tentang langkah-langkah keselamatan yang efektif dan respons darurat. Pembagian jaket keselamatan juga menjadi penekanan penting akan kesiapan menghadapi keadaan darurat. Proyek ini melibatkan kerja sama dengan pemerintah setempat dan organisasi terkait untuk memastikan keberlanjutan program. Dengan meningkatkan kesadaran keselamatan dan menyediakan sumber daya yang penting, program ini tidak hanya melindungi nyawa, tetapi juga membangun komunitas maritim yang lebih aman dan tangguh. Upaya ini selaras dengan misi institusi dalam mendukung pembangunan kelautan yang berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat.
The Impact of Flexible Work Policies on Gen Z Employee Satisfaction and Retention: A Multi-Industry Analysis Eli Retnowati; Sunardi Ginting; Asnawi; Klemens Mere; Ahmad Jumarding
Dinasti International Journal of Economics, Finance & Accounting Vol. 5 No. 3 (2024): Dinasti International Journal of Economics, Finance & Accounting (July - August
Publisher : Dinasti Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dijefa.v5i3.2987

Abstract

The adoption of flexible work policies has emerged as a pivotal strategy in contemporary workplaces, particularly affecting Generation Z (Gen Z) employees. This study investigates the impact of flexible work policies on Gen Z employee satisfaction and retention across multiple industries. Drawing on a comprehensive literature review, this research synthesizes existing findings to identify key factors influencing Gen Z's perception of flexible work arrangements, such as remote work options, flexible hours, and autonomy in task management. The analysis explores how these policies contribute to enhanced job satisfaction and reduced turnover intentions among Gen Z workers. Furthermore, this study examines industry-specific variations in the implementation and effectiveness of flexible work policies, considering sectors ranging from technology to healthcare. Insights gained from this research not only underscore the significance of flexibility in contemporary workforce management but also provide practical recommendations for organizations seeking to optimize Gen Z employee satisfaction and retention strategies.
INOVASI DALAM MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA UNTUK PERUSAHAAN TRANSPORTASI LAUT DI ERA DIGITAL Asnawi, Asnawi
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.34422

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah memberikan dampak signifikan terhadap berbagai sektor industri, termasuk perusahaan transportasi laut. Inovasi dalam manajemen sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu faktor kunci dalam meningkatkan daya saing dan efisiensi perusahaan di era digital ini. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi berbagai inovasi dalam manajemen SDM yang diterapkan oleh perusahaan transportasi laut, termasuk adopsi teknologi digital dalam rekrutmen, pelatihan, dan pengelolaan karyawan. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah tinjauan literatur, yang mencakup penelitian terbaru mengenai strategi manajemen SDM di sektor transportasi laut. Beberapa inovasi yang dibahas meliputi penggunaan sistem manajemen SDM berbasis cloud, otomatisasi proses administrasi, serta penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam evaluasi kinerja dan pengembangan keterampilan karyawan. Penelitian ini menemukan bahwa implementasi inovasi digital dalam manajemen SDM mampu meningkatkan efisiensi operasional, meminimalkan biaya, dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih fleksibel dan adaptif. Artikel ini juga mengidentifikasi tantangan yang dihadapi perusahaan dalam mengadopsi teknologi baru, seperti kesiapan SDM dan kebutuhan akan pelatihan berkelanjutan.