Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Analisis pengaruh jumlah daun propeller dan temperatur air laut terhadap laju korosi dalam menentukan umur pakai propeller perahu nelayan tradisional Misra Jaya; Ahmad Munawir; Rudi Harun Irwansyah; Asnawi
Journal Marine Inside Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v5i2.71

Abstract

Propeller menjadi salah satu faktor keselamatan kapal dan awak kapal maka dari itu propeller yang digunakan harus bisa menjamin keamanan dalam berlayar atau mencari ikan. Salah satu kegagalan pada propeller perahu nelayan disebabkan oleh kerusakan atau korosi. Salah satu cara untuk mengetahui penyebab dari kegagalan yang terjadi pada propeller adalah dilakukan pengujian kandungan komposisi dari propeller. Tujuan pengujian tersebut adalah mengetahui jenis dari aluminium paduannya. Kemudian dilakukan uji kekerasan dan laju korosi untuk estimasi korosi akibat dari air laut. Pengujian tersebut dilakukan untuk menganalisis pengaruh jumlah daun propeller dan temperatur air laut terhadap laju korosi. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis pengaruh laju korosifitas pada propeller dengan jumlah daun yang berbeda serta temperaur air laut yang berbeda pada perahu nelayan tradisional. Propellers are one of the safety factors for ships and crew. Therefore, the propellers used must guarantee safety when sailing or fishing. One of the failures in fishing boat propellers is caused by damage or corrosion. One way to find out the cause of a failure that occurs in a propeller is to test the composition of the propeller. The purpose of this test is to find out the type of aluminum alloy. Hardness and corrosion rate tests were then carried out to estimate corrosion due to seawater. This test was carried out to analyze the effect of the number of propeller blades and seawater temperature on the corrosion rate. This research aims to investigate the impact of the rate of corrosivity on propellers with different numbers of leaves and seawater temperatures on traditional fishing boats.
Socialization of sailing safety for fishermen at Cituis Port Prasetyo, Hendi; Asnawi, Asnawi; Irwansyah, Rudi Harun; Munawir, Ahmad; Setyawan, Deny Adi; Zulkarnain, Mokhammad; Shulhany, Ahmad; Ischak, Rabbani; Hidayatuloh, Ade Taopik; Sunanto, Hari; Widodo, Agus
Journal of Community Service in Science and Engineering (JoCSE) Vol 3, No 2 (2024): Available Online in October 2024
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jocse.v3i2.29791

Abstract

This community service project, conducted by Politeknik Pelayaran Banten, focused on providing sailing safety counseling to fishermen at Cituis Port in Karang Serang village. The initiative sought to address the challenges faced by local fishermen by improving their awareness of safety practices, alleviating economic constraints, and mitigating the risks associated with navigating and operating in demanding marine environments. Through participatory workshops and practical demonstrations, fishermen were educated on effective safety practices and emergency responses. The distribution of life jackets further emphasized the importance of preparedness. The project also involved collaborating with local governments and organizations to enhance sustainability. By increasing safety awareness and equipping fishermen with critical resources, this program protected lives and fostered a safer and more resilient maritime community. This effort aligns with the institution's mission of contributing to sustainable marine development and community empowerment. Kegiatan pengabdian masyarakat ini, yang dilaksanakan oleh Politeknik Pelayaran Banten, bertujuan memberikan penyuluhan tentang keselamatan berlayar kepada para nelayan di Pelabuhan Cituis, Desa Karang Serang. Kegiatan ini dirancang untuk mengatasi tantangan yang dihadapi nelayan lokal dengan meningkatkan kesadaran mereka tentang praktik keselamatan, meringankan kendala ekonomi, dan mengurangi risiko yang terkait dengan navigasi serta operasi di lingkungan laut yang menantang. Melalui lokakarya partisipatif dan demonstrasi praktis, para nelayan diberikan edukasi tentang langkah-langkah keselamatan yang efektif dan respons darurat. Pembagian jaket keselamatan juga menjadi penekanan penting akan kesiapan menghadapi keadaan darurat. Proyek ini melibatkan kerja sama dengan pemerintah setempat dan organisasi terkait untuk memastikan keberlanjutan program. Dengan meningkatkan kesadaran keselamatan dan menyediakan sumber daya yang penting, program ini tidak hanya melindungi nyawa, tetapi juga membangun komunitas maritim yang lebih aman dan tangguh. Upaya ini selaras dengan misi institusi dalam mendukung pembangunan kelautan yang berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat.
The Impact of Flexible Work Policies on Gen Z Employee Satisfaction and Retention: A Multi-Industry Analysis Eli Retnowati; Sunardi Ginting; Asnawi; Klemens Mere; Ahmad Jumarding
Dinasti International Journal of Economics, Finance & Accounting Vol. 5 No. 3 (2024): Dinasti International Journal of Economics, Finance & Accounting (July - August
Publisher : Dinasti Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dijefa.v5i3.2987

Abstract

The adoption of flexible work policies has emerged as a pivotal strategy in contemporary workplaces, particularly affecting Generation Z (Gen Z) employees. This study investigates the impact of flexible work policies on Gen Z employee satisfaction and retention across multiple industries. Drawing on a comprehensive literature review, this research synthesizes existing findings to identify key factors influencing Gen Z's perception of flexible work arrangements, such as remote work options, flexible hours, and autonomy in task management. The analysis explores how these policies contribute to enhanced job satisfaction and reduced turnover intentions among Gen Z workers. Furthermore, this study examines industry-specific variations in the implementation and effectiveness of flexible work policies, considering sectors ranging from technology to healthcare. Insights gained from this research not only underscore the significance of flexibility in contemporary workforce management but also provide practical recommendations for organizations seeking to optimize Gen Z employee satisfaction and retention strategies.
INOVASI DALAM MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA UNTUK PERUSAHAAN TRANSPORTASI LAUT DI ERA DIGITAL Asnawi, Asnawi
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.34422

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah memberikan dampak signifikan terhadap berbagai sektor industri, termasuk perusahaan transportasi laut. Inovasi dalam manajemen sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu faktor kunci dalam meningkatkan daya saing dan efisiensi perusahaan di era digital ini. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi berbagai inovasi dalam manajemen SDM yang diterapkan oleh perusahaan transportasi laut, termasuk adopsi teknologi digital dalam rekrutmen, pelatihan, dan pengelolaan karyawan. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah tinjauan literatur, yang mencakup penelitian terbaru mengenai strategi manajemen SDM di sektor transportasi laut. Beberapa inovasi yang dibahas meliputi penggunaan sistem manajemen SDM berbasis cloud, otomatisasi proses administrasi, serta penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam evaluasi kinerja dan pengembangan keterampilan karyawan. Penelitian ini menemukan bahwa implementasi inovasi digital dalam manajemen SDM mampu meningkatkan efisiensi operasional, meminimalkan biaya, dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih fleksibel dan adaptif. Artikel ini juga mengidentifikasi tantangan yang dihadapi perusahaan dalam mengadopsi teknologi baru, seperti kesiapan SDM dan kebutuhan akan pelatihan berkelanjutan.
PENGUKURAN KEPUASAN PELANGGAN DALAM PELAYANAN BUKU PELAUT DI KANTOR KESYAHBANDARAN UTAMA TANJUNG PRIOK. Susiarni Magdalena; Arief Hidayat Tumanggor; Ageng Premadi; Asnawi; Boedi Prihandono; Fauhidzi Zulistian; Vania Prada Anindya
Journal Marine Inside Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v6i2.94

Abstract

Kepuasan pelanggan adalah faktor kunci dalam memastikan kualitas layanan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pelayanan buku pelaut online di Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Priok selama 10 bulan menggunakan metode kualitatif melalui observasi, wawancara, dan survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM). Hasil penelitian menunjukkan nilai IKM tertinggi pada prosedur pelayanan dan kepastian biaya, masing-masing sebesar 3,66 (sangat baik). Sebaliknya, nilai IKM terendah terdapat pada tanggung jawab petugas dalam pembatasan kuota berkas, yaitu 2,94 (baik). Rata-rata nilai IKM adalah 3,44 dengan konversi 86,03 (sangat baik). Temuan ini menunjukkan prosedur pelayanan sudah jelas dan memadai, namun peningkatan masih diperlukan pada aspek tanggung jawab petugas.
Evaluasi proses kepabeanan ekspor: Studi pengaruh kebijakan INSW terhadap efisiensi dan transparansi Boedi Prihandono; Arief Hidayat Tumanggor; Asnawi; Susiarni Magdalena; Muhammad Dhika Rizqi Fadhillah; Dzaki Muzhaffar Faiq; Rif’at Zulian Aisyah
Journal Marine Inside Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v7i1.125

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak implementasi kebijakan Indonesia National Single Window (INSW) terhadap efisiensi dan transparansi proses kepabeanan ekspor di Indonesia. Menggunakan pendekatan campuran (mixed-method), studi ini mengombinasikan analisis kuantitatif terhadap data waktu clearance dan biaya administrasi, serta pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dengan pelaku usaha dan otoritas terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi INSW mampu menurunkan rata-rata waktu penyelesaian kepabeanan dari 48 jam menjadi 36 jam, serta mengurangi biaya administrasi hingga 28%. Selain itu, peningkatan transparansi tercermin dari skor kepuasan pengguna terhadap akses informasi yang mencapai rata-rata 4,2 dari 5, meskipun masih terdapat kendala dalam kejelasan prosedur. Tantangan utama yang diidentifikasi meliputi kesiapan infrastruktur digital dan rendahnya tingkat pemahaman pelaku usaha terhadap sistem. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan peningkatan infrastruktur teknologi, penguatan literasi digital, dan penyederhanaan prosedur sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan penerapan INSW secara berkelanjutan.   This study aims to evaluate the impact of the implementation of the Indonesia National Single Window (INSW) policy on the efficiency and transparency of export customs processes in Indonesia. Utilizing a mixed-method approach, the research combines quantitative analysis of clearance time and administrative costs with qualitative insights gathered through interviews with business actors and relevant authorities. The findings reveal that the implementation of INSW successfully reduced the average customs clearance time from 48 hours to 36 hours and lowered administrative costs by up to 28%. Additionally, the system enhanced information accessibility, reflected in an average user satisfaction score of 4.2 out of 5, although some issues remain regarding procedural clarity. The main challenges identified include limited digital infrastructure readiness and low user understanding of the system. Accordingly, this study recommends strengthening technological infrastructure, improving digital literacy, and simplifying procedures to optimize the long-term implementation of the INSW policy.
ANALISIS IMPLEMENTASI PENGAWASAN KINERJA OPERASIONAL PELABUHAN OLEH KANTOR KESYAHBANDARAN DAN OTORITAS PELABUHAN KELAS I BANTEN Asnawi; Arief Hidayat Tumanggor; Djibril Tri Bayu Pamungkas; Ahmad Shulhany; Chairiyah Chair
Journal Marine Inside Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v8i1.187

Abstract

Pelabuhan Ciwandan, Banten, merupakan simpul transportasi strategis yang dikelola oleh PT Pelindo, dengan fungsi pengawasan operasional yang berada di bawah tanggung jawab Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten. Sinergi antara regulator (KSOP) dan operator (Pelindo) sangat krusial untuk menjamin kinerja pelabuhan yang efisien dan berdaya saing global. Namun, dalam praktiknya masih terdapat kendala seperti keterbatasan sumber daya manusia pengawas, integrasi sistem Inaportnet yang belum optimal, serta tantangan koordinasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pengawasan (administratif, teknis, dan keselamatan) oleh KSOP, mengidentifikasi hambatan yang ada, serta merumuskan strategi peningkatan efektivitas pengawasan terhadap kinerja operasional pelabuhan. Metode yang digunakan adalah pendekatan mixed method (kualitatif dan kuantitatif) dengan melibatkan responden dari pihak KSOP, PT Pelindo, dan stakeholder terkait. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan regresi linear berganda melalui perangkat lunak SPSS terhadap 30 sampel responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pengawasan administratif, teknis, dan keselamatan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja operasional ($F=42,518$; $Sig=0,000$). Koefisien determinasi ($R^2$) sebesar 0,709 mengindikasikan bahwa 70,9% variasi kinerja dipengaruhi oleh ketiga variabel pengawasan tersebut. Faktor pengawasan keselamatan dan keamanan terbukti menjadi variabel paling dominan dengan koefisien regresi tertinggi ($B=0,402$) dan korelasi terkuat ($r=0,741$). Selain itu, rata-rata Berth Occupancy Ratio (BOR) sebesar 30,34% menunjukkan kategori "Baik" (di bawah standar UNCTAD <70%), yang mengindikasikan bahwa kapasitas dermaga masih tersedia secara luas untuk peningkatan kunjungan kapal.   Ciwandan Port, Banten, is a strategic transportation hub managed by PT Pelindo, with operational supervision under the authority of the Harbor Master and Port Authority Office (KSOP) Class I Banten. Synergy between the regulator (KSOP) and the operator (Pelindo) is crucial to ensure efficient and globally competitive port performance. However, practical challenges remain, such as limited supervisory human resources, suboptimal integration of the Inaportnet system, and coordination issues. This study aims to analyze the implementation of supervision (administrative, technical, and safety) by KSOP, identify existing obstacles, and formulate strategies to improve the effectiveness of supervision on port operational performance. A mixed-method approach (qualitative and quantitative) was employed, involving respondents from KSOP, PT Pelindo, and relevant stakeholders. Data were analyzed using descriptive statistics and multiple linear regression via SPSS with a sample of 30 respondents. The results show that administrative, technical, and safety supervision variables simultaneously have a significant effect on operational performance ($F=42.518$; $Sig=0.000$). The coefficient of determination ($R^2$) of 0.709 indicates that 70.9% of performance variation is explained by these three supervisory variables. Safety and security supervision is proven to be the most dominant factor, with the highest regression coefficient ($B=0.402$) and the strongest correlation ($r=0.741$). Furthermore, the average Berth Occupancy Ratio (BOR) of 30.34% falls into the "Good" category (below the UNCTAD standard of <70%), indicating that there is still significant idle capacity for increased vessel traffic.
STUDI KASUS KETERLAMBATAN BONGKAR MUAT DI PELABUHAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP LOGISTIK DI PT. KRAKATAU BANDAR SAMUDRA BANTEN Arief Hidayat Tumanggor; Asnawi; Djibril Tri Bayu Pamungkas; Budi Purnomo; Ahmad Shulhany; Yudha Prawira; Eka Sutrisno
Journal Marine Inside Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v8i1.188

Abstract

Kegiatan bongkar muat di pelabuhan merupakan salah satu mata rantai krusial dalam sistem logistik nasional. Efisiensi proses ini sangat menentukan kelancaran arus barang, efektivitas biaya operasional, serta keandalan rantai pasok industri. Namun, keterlambatan bongkar muat masih sering terjadi dan berpotensi meningkatkan biaya logistik, mengganggu operasional industri, hingga menurunkan daya saing perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab keterlambatan bongkar muat serta dampaknya terhadap sistem logistik di PT Krakatau Bandar Samudra (KBS) Banten. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif dengan metode studi kasus, didukung oleh data primer yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan kuesioner terhadap 75 responden. Analisis data kuantitatif dilakukan menggunakan perangkat lunak SPSS melalui uji validitas, reliabilitas, normalitas, korelasi Pearson, serta regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor teknis, sumber daya manusia (SDM), administratif, dan cuaca berpengaruh signifikan terhadap keterlambatan bongkar muat. Faktor teknis menjadi variabel paling dominan (Beta=0,402; Sig=0,000), diikuti oleh faktor SDM, administratif, dan cuaca. Secara simultan, seluruh variabel memberikan pengaruh signifikan (Sig=0,000) dengan nilai koefisien determinasi (R^2) sebesar 0,490. Keterlambatan bongkar muat terbukti berdampak langsung terhadap logistik, yaitu menyebabkan kongesti pelabuhan, peningkatan biaya demurrage dan storage, serta terganggunya jadwal distribusi industri. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan keandalan peralatan melalui preventive maintenance, penguatan kompetensi SDM, digitalisasi administrasi pelayanan kapal, serta penguatan sistem mitigasi cuaca guna meningkatkan efisiensi operasional dan kinerja rantai pasok di PT Krakatau Bandar Samudra Banten.   Loading and unloading activities at ports are a critical link in the national logistics system. The efficiency of these processes significantly determines the flow of goods, operational cost-effectiveness, and industrial supply chain reliability. However, loading and unloading delays still occur, potentially increasing logistics costs, disrupting industrial operations, and reducing company competitiveness. This study aims to analyze the factors causing these delays and their impact on the logistics system at PT Krakatau Bandar Samudra (KBS), Banten. A descriptive approach with a case study method was employed, supported by primary data gathered through observation, interviews, and questionnaires from 75 respondents. Quantitative data were analyzed using SPSS through validity, reliability, normality, Pearson correlation, and multiple linear regression tests. The results indicate that technical factors, human resources (HR), administrative, and weather factors significantly affect loading and unloading delays. Technical factors are the most dominant (Beta=0.402; Sig=0.000), followed by HR, administrative, and weather factors. Simultaneously, all factors have a significant effect (Sig=0.000) with an R^2 value of 0.490. These delays are proven to have a direct negative impact on logistics, causing port congestion, increased demurrage and storage costs, and disruptions to industrial distribution schedules. This study recommends improving equipment reliability through preventive maintenance, strengthening HR competencies, digitalizing vessel service administration, and enhancing weather mitigation systems to improve operational efficiency and supply chain performance at PT Krakatau Bandar Samudra Banten.