cover
Contact Name
Nur Asni Setiani
Contact Email
nur.asni@stfi.ac.id
Phone
+6285718360277
Journal Mail Official
jurnal@stfi.ac.id
Editorial Address
Gedung 1 Kampus Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia Jl. Soekarno Hatta no. 354 (Parakan Resik) Bandung, 40266 West Java, Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi Indonesia
ISSN : 23032138     EISSN : 2830201X     DOI : http://dx.doi.org/10.58327/jstfi
Core Subject : Health, Science,
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA (P-ISSN: 2303-2138) is open access and peer-reviewed (double-blind) Scientific Journal that publishes all research articles/reviews/ short communication related to the pharmacy research. The focus of JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA is to publish articles in pharmacy. Scope of this journal are: 1. Pharmacology, 2. Pharmaceutical biology, 3. Pharmacy, 4. Pharmaceutical chemistry, 5. Community pharmacy, 6. Biotechnology and biomolecular sciences.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 1 (2024)" : 5 Documents clear
OPTIMASI ISOLASI PROTEIN NANOBODI DARI Escherichia coli BL21 (DE3) DENGAN VARIASI KONSENTRASI BUFFER LISIS Oktaviani, Novi; Setiani, Nur Asni; Mardiah, Irma
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58327/jstfi.v13i1.236

Abstract

Bakteri Escherichia coli mengekspresikan nanobodi rekombinan sebagai protein intraseluler sehingga untuk memperolehnya perlu dilakukan isolasi protein. Banyak faktor yang mempengaruhi proses isolasi, diantaranya konsentrasi buffer Tris HCl yang berperan dalam menstabilkan protein dan pH ketika sel dilisiskan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh konsentrasi buffer Tris HCL dan mendapatkan konsentrasi optimum dalam proses lisis sel. Plasmid pET28a-Nb yang berisi gen pengkode nanobodi ditransformasikan ke dalam sel kompeten Escherichia coli BL21 (DE3) dan diekspresikan pada suhu 25C dengan penambahan IPTG 0,6mM. Kultur hasil ekspresi diisolasi dengan menambahkan buffer Tris HCl pada variasi 5 mM, 10 mM, dan 20 mM, lalu disonikasi selama 30 menit pada gelombang 37 kHz. Validasi dilakukan melalui SDS PAGE. Hasil penelitian menunjukkan pada konsentrasi 10 mM dihasilkan jumlah pelet terbesar yaitu 0,09 g dan validasi SDS PAGE menunjukkan ketebalan pita tertinggi dengan nilai AUC 36773,153 piksel. Dapat disimpulkan bahwa penambahan buffer Tris HCl 10 mM merupakan konsentrasi yang optimum untuk mengisolasi nanobodi rekombinan.
EFEKTIVITAS KONDISI SUHU ANNEALING PCR GEN SURFACTIN SYNTHASE DARI BAKTERI Bacillus cereus Hidayat, Taufik; Mardiah, Irma; Setiani, Nur Asni
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58327/jstfi.v13i1.234

Abstract

Biosurfaktan merupakan komponen mikroba yang terdiri dari molekul hidrofilik dan hidrofobik yang mampu membuat ikatan dengan molekul hidrokarbon yang tidak larut air, serta membuat tegangan permukaan menjadi turun. Bacillus cereus berpotensi sebagai penghasil biosurfaktan golongan lipopeptida. Penelitian ini bertujuan mendapatkan keseluruhan genom Bacillus cereus dan mendapat kondisi optimum suhu penempelan primer yang digunakan untuk memunculkan gen surfactin synhase dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR). Penelitian ini dimulai dengan meremajakan bakteri Bacillus cereus, isolasi genom menggunakan PrestoTM Mini gDNA Bacteria kit, dan perbanyakan gen target melalui PCR. Analisis genom dan fragmen DNA dari gen dilakukan dengan menggunakan elektroforesis gel agarosa. Hasil visualisasi elektroforesis genom diperoleh dengan ukuran lebih dari 10 kb. Deteksi gen pengkode surfactin synthase pada gel agarose 1% menunjukkan hasil pasangan primer srfA4f, srfA4R pada suhu annealing 57°C terdapat pita DNA 2 kb dan srfB5F, srfB5R pada suhu annealing 57°C terdapat pita berukuran 1,5 kb, dan srfA3R di suhu annealing 61,6°C menunjukkan pita DNA berukuran 2 kb.
GAMBARAN HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU SEBAGAI FAKTOR RISIKO KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KECAMATAN BATUNUNGGAL KOTA BANDUNG Fathurrahman, Muhammad Hilmi; Pebriani, Ai Tika; Restiasari, Anggi
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58327/jstfi.v13i1.235

Abstract

Stunting merupakan kondisi dimana keadaan gizi pada seorang balita terganggu seperti halnya memiliki tinggi badan yang kurang atau tidak normal jika dibandingkan dengan umur balita pada saat itu. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana hubungan pengetahuan dan sikap ibu dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas yang berada di Kecamatan Batununggal Kota Bandung, dengan metode yang digunakan yakni metode cross sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu ibu yang mempunyai balita di wilayah kerja Puskesmas di Kecamatan Batununggal Kota Bandung dengan teknik pengambilan sampel Proporsional Random Sampling. Berdasarkan hasil dari rumus Slovin didapat jumlah sampel sebanyak 305 responden yang selanjutnya dilakukan analisis bivariat menggunakan Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan kejadian stunting dan sikap ibu dengan kejadian stunting, karena masih terdapat ibu yang memiliki pengetahuan rendah dan belum dipastikannya bahwa seorang ibu melakukan sikap yang baik di kehidupan sehari-harinya sehingga hal tersebut menjadi penyebab terjadinya stunting di wilayah tersebut. Kemudian didapat nilai p-value antara pengetahuan dengan kejadian stunting sebesar 0,785 (p>0,05) dan nilai p-value antara sikap dengan kejadian stunting sebesar 0,13 (p>0,05).
ANALISIS MUTU DAN PENENTUAN UMUR SIMPAN PRODUK-PRODUK USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH KECAMATAN PONDOK SALAM Fadillah, Nisrina Nur; Husein, Sri Gustini; Sundalian, Melvia
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58327/jstfi.v13i1.240

Abstract

Pangan olahan adalah makanan atau minuman yang diolah melalui metode tertentu dengan atau tanpa bahan tambahan. Keamanan pangan olahan diperlukan untuk memastikan kelayakan konsumsi sehingga produk harus memenuhi standar mutu yang ditetapkan sebelum dijual. Sejumlah produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Pondok Salam, Kabupaten Purwakarta belum menjalani pengujian mutu dan penentuan umur simpan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis mutu dan menentukan umur simpan produk tersebut menggunakan metode pendekatan Arrhenius dengan parameter kadar air. Produk yang diuji yaitu keripik pisang manis dan asin, basreng original dan pedas, sale pisang stik dan lebar, pungpa, serta ladu. Berdasarkan hasil penelitian, hanya produk keripik pisang asin sudah memenuhi standar mutu SNI sedangkan produk lainnya belum memenuhi standar karena tingginya kadar lemak, rendahnya kadar protein, serta produk sudah terkontaminasi oleh Bacillus spp. Hasil penentuan umur simpan keripik pisang asin adalah 56 hari, keripik pisang manis 74 hari, basreng original 31 hari, basreng pedas 50 hari, sale pisang lebar 174 hari, sale pisang stik 177 hari, dan keripik pungpa 59 hari.
FORMULASI SEDIAAN LIP BALM ISOLAT ALFA MANGOSTIN SEBAGAI ANTIOKSIDAN Putri, Yola Desnera; Azkiani, Hani Amila; Tristiyanti, Deby
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58327/jstfi.v13i1.233

Abstract

Manggis (Garcinia mangostana L.) diketahui mempunyai kandungan senyawa alfa mangostin yang memiliki potensi sebagai antioksidan. Alfa mangostin dapat berfungsi sebagai antioksidan dengan mekanisme kerja menghidrasi kulit, melembutkan kulit dan mengurangi tingkat kekeringan pada kulit sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pelembab bibir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur aktivitas antioksidan isolat alfa mangostin dengan metode ABTS (2,2-azinobis-(3-etilbenzotiazolin-6-asam sulfonat), mengetahui formula basis paling baik untuk sediaan lip balm, serta mengetahui aktivitas antioksidan isolat alfa mangostin dalam sediaan lip balm menggunakan metode ABTS. Optimasi basis sediaan lip balm dibuat menjadi 4 formula dengan variasi konsentrasi cera alba yaitu 5%, 10%, 15%, dan 20%. Isolat alfa mangostin memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat dengan nilai IC50 4,20 ppm. Hasil optimasi basis menunjukkan bahwa formula 4 dengan konsentrasi cera alba 20% memiliki stabilitas paling baik karena telah memenuhi semua persyaratan evaluasi. Formula sediaan lip balm dibuat berdasarkan hasil optimasi basis yaitu pada formula 4 dengan penambahan isolat alfa mangostin sebanyak 0,034%. Sediaan lip balm memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat dengan nilai IC50 47,473 ppm. Evaluasi sediaan lip balm meliputi pengujian organoleptis, homogenitas, pH, titik leleh, kelembaban, dan uji aktivitas antioksidan telah memenuhi persyaratan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5