cover
Contact Name
-
Contact Email
penamasjurnal@gmail.com
Phone
+6221-4800725
Journal Mail Official
penamasjurnal@gmail.com
Editorial Address
Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta Jl. Rw. Kuning No.6, RT.3/RW.2, Pulo Gebang, Cakung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13950 Telp. : +62-21-4800725 Fax. : +62-21-4800712
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Penamas
ISSN : 02157829     EISSN : 25027891     DOI : https://doi.org/10.31330.Penamas
PENAMAS (ISSN : 0215 - 7829 e-ISSN : 2502 - 7891) is a peer-reviewed journal published by Office of Religious Research and Development, Jakarta, Agency of Religious Research and Development, Education and Training, The Ministry of Religious Affairs, The Republic of Indonesia (Balai Litbang Agama Jakarta, Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI). PENAMAS is the acronym of Penelitian Agama dan Masyarakat translated in English as Research on Religion and Society. The journal publishes research articles focussing on religious and social issues (isu-isu keagamaan dan sosial kemasyarakatan). From 2018 onward, the journal publishes twice a year.
Articles 363 Documents
EVALUASI KEBUTUHAN, PENYEDIAAN DAN PEMBINAAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH: EVALUATION OF ISLAMIC TEACHER’S REQUIREMENTS, PROVISIONS AND DEVELOPMENT IN SCHOOL Lisa' Diyah Ma'rifataini
Penamas Vol 31 No 2 (2018): Volume 31, Nomor 2, Juli-Desember 2018
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v31i2.248

Abstract

A complaint on the lack of Islamic teachers at school is always heard in every opportunity. In terms of quantity, a requirement of Islamic teacher which has been spread out all over the media is based only by ratio, which hasn’t been done as it should. This research is to counting the requirement of Islamic teachers in 10 provinces based on PP 74 year 2008 about the requirement of teachers, knowing the provision of Islamic teachers and knowing about the pattern of the development of Islamic teachers and also knowing a few of policy options which has been done by the institute. The approaching of this research is using mix method, which the qualitative data that supported by many quantitative data. The result of this research showing; 1) In 10 provinces sample, there is a lack of Islamic teachers in every level of school (elementary school, junior high school, high school, and vocational high school) as much as 17.396 teachers). 2) In reality, the appointment of Islamic teacher’s position these days is done by Indonesian Ministry of Religious Affairs, the allowance of teacher’s profession in done by Indonesian Ministry of Religious Affairs, the educational of teacher’s profession by regional government still have a few disadvantages. 3) Promotional moratorium of teachers must be immediately revoked, remembering the urgent condition of the Islamic teachers. 4) The matter of the development and capacity improvement and also professionalism of Islamic teachers should be done by the strength of KKG and MGMP Islamic studies becomes the centre teacher’s resources. 5) This research is also having 4 policies option that can be taken by chairman of Indonesian Ministry of Religious Affairs with all of its advantages and disadvantages.
PENGALAMAN KOMUNIKASI AGAMA KOMUNITAS MUSLIM-KRISTIANI DI KEPULAUAN MALUKU sulaeman sulaeman
Penamas Vol 31 No 2 (2018): Volume 31, Nomor 2, Juli-Desember 2018
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v31i2.250

Abstract

Komunikasi agama merupakan tindakan komunitas Muslim-Kristiani berdasarkan kepercayaan melakukan proses komunikasi. Komunikasi agama bagian media rekonsialisasi masa rehabilitasi pasca konflik dalam kehidupan beragama di Kepulauan Maluku. Beberapa platform simbol-simbol kehidupan beragama, seperti gong perdamaian, penjulukan, dan basudara samua dijadikan relasi harmonisasi, di sisi lainnya menunjukkan dishamonisasi. Namun perkembangannya simbol-simbol kehidupan beragama melalui komunikasi agama, cenderung memahami nilai-nilai keyakinan dengan emosional, kebhinekaan perbedaan, sikap eksklusivitas, pembiaran kemungkaran, trauma psikologi komunikasi, segregasi wilayah, dan fanatisme beragama. Penelitian ini menggunakan metode diskriptif dengan pendekatan kualitatif berdasarkan perspektif tindakan sosial, fenomenologi, dan interaksi simbolik. Hasil penelitian menjelaskan komunitas Muslim-Kristiani memaknai dirinya beragama melalui interaksi dan komunikasi dengan perlakuan penerimaan beragama positif dan negatif berdasarkan pengalaman komunikasi agama kebhinekaan ketidaknyamanaan dan harmonisasi beragama di Kepulauan Maluku.
KOMPETENSI PENYULUH AGAMA DALAM MENYUSUN NASKAH MATERI PENYULUHAN TENTANG HAK ASASI MANUSIA dudung abdul rahman
Penamas Vol 31 No 2 (2018): Volume 31, Nomor 2, Juli-Desember 2018
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v31i2.252

Abstract

Di antara kompetensi yang harus dimiliki oleh Penyuluh Agama adalah menyusun naskah materi bimbingan dan penyuluhan. Ini berkaitan dengan penguasaan dan pemahaman Penyuluh Agama terhadap materi penyuluhan, baik yang berkaitan dengan materi keagamaan dan pembangunan. Di natara materi pembangunan yang harus dipahami dan disampaikan adalah nilai-nilai Hak Asasi Manusia (HAM) yang sudah menjadi isu global, nasional, dan lokal, yang tentunya harus dipahami oleh khalayak. Kompetensi ini dapat diukur dari 7 aspek, yaitu aspek menyusun judul, menyusun pendahuluan, menyusun latar belakang pembahasan, menyusun isi materi pembahasan, menyusun dalil/dasar pembahasan, menyusun kesimpulan, dan menyusun penutup. Semua aspek ini memiliki kriteria dan standar yang sudah dipersyaratkan. Dari penelitian ini diperoleh hasil yang dapat dideskripsikan, bahwa kompetensi Penyuluh Agama dalam menyusun naskah materi HAM untuk bimbingan dan penyuluhan agama meperoleh kualifikasi Baik, yakni sebesar 73 %. Tetapi dalam menyusun naskah materi HAM ini, Penyuluh Agama dihadapkan pada beberapa kendala yang harus diatasi, yaitu kendali psikologis, teknis, dan ekonomis. Kendala ini dapat diatasi, apabila Penyuluh Agama dapat meningkatkan kompetensinya dan konsisten melaksanakan tugas sesuai dengan tuntutan profesinya
RESOLUSI KONFLIK MELALUI MEDIASI: KASUS PENGUSIRAN BIKSU DI TANGERANG Abdul Jamil Wahab; Zaenal Abidin Eko Putro
Penamas Vol 32 No 2 (2019): Volume 32, Nomor 2, Juli-Desember 2019
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v32i2.253

Abstract

Peristiwa penolakan seorang biksu yang melayani umat di rumah tinggalnya, di Kawasan Legok Kabupaten Tangerang bulan Februari 2018 sempat memanaskan suhu ketertiban dan tatanan sosial masyarakat, terutama di Kawasan tersebut. Massa mendatangi rumah tinggal biksu tersebut yang memang bukan vihara, melainkan rumah pribadi dan meminta untuk menghentikan layanan keagamaannya. Selama ini publik hanya sebatas mengetahui bahwa seorang biksu menetap di vihara, bukan menetap di rumah kediaman pribadi karena dianggap telah melepaskan kemelekatan terhadap kepemilikan duniawi. Artikel yang disusun dari hasil penelitian kualitatif ini menguraikan sebab dan kronologi pengusiran tersebut, serta bagaimana solusi dan pendekatan dari pihak-pihak terkait dalam mengatasi masalah tersebut.
PENDIDIKAN BERBASIS ADAB DALAM PERSPEKTIF AHMAD HASSAN syarif hidayat
Penamas Vol 31 No 2 (2018): Volume 31, Nomor 2, Juli-Desember 2018
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v31i2.254

Abstract

Tulisan ini menyajikan analisis mengenai pendidikan berbasis adab A. Hassan. Seringkali ketokohan A. Hassan sebagai guru utama Persatuan Islam dinilai dari sisi kegigihan dalam menegakkan al-Qur’an dan al-Sunnah. Padahal, kefiguran beliau berkaitan pula dengan dunia pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan bentuk anialisis terhadap karya-karya A. Hassan dan wawancara kepada tokoh-tokoh Persatuan Islam. Penulis menyimpulkan, pendidikan A. Hassan banyak menekankan pada pendidikan adab yang dikenal dewasa ini dengan istilah pendidikan karakter. Bukan sekedar mendidik siswa untuk memahami ajaran dengan benar (tafaqquh fi al-din) namun juga mendidik supaya mereka menjadi manusia yang bisa disiplin dan beradab.
PENDIDIKAN KADER ULAMA DALAM PERSPEKTIF AL-BUGISI ilham kadir
Penamas Vol 31 No 2 (2018): Volume 31, Nomor 2, Juli-Desember 2018
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v31i2.255

Abstract

Pasca wafatnya Nabi Muhammad sebagai rasul terakhir, maka estafet otoritas keagamaan beralih kepada golongan ulama. Mereka adalah pewaris para nabi, menyebarkan agama Islam, menuntun umat ke jalan yang benar. Menjadi rujukan dalam berbagai macam problematika, mulai dari hal-hal yang terkait dengan agama hingga masalah kenegaraan. Karena itu ulama memiliki peran sentral dalam kehidupan masyarakat muslim. Di Sulawesi Selatan, sejak agama Islam masuk pada abad ke-XVII ulama yang menjadi dai kelana selalu datang pergi. Tidak seorang pun yang mampu menetap lalu mendirikan lembaga pendidikan. Hingga pada paruh pertama abad ke-XX Syekh Muhammad As’ad Al-Bugisi tiba dari Makkah lalu merintis lembaga pendidikan kader ulama bernama Madrasah Arabiyah Islamiyah di Sengkang. Dari sinilah tunas-tunas ulama tersemai lalu menyebar di seantero alam Indonesia. Konsep utama pendidikan kaderisasi ulama Al-Bugisi meliputi: tujuan pendidikan, kurikulum dan bahan ajar, sarana dan prasarana, serta evaluasi berbasis adab. Konsep tersebut diterapkan pada lembaga pendidikan yang ia dirikan. Dengan menerapkan konsep-konsep tersebut sehingga lahirlah ulama dan intelektual Bugis.
Revitalisasi dan Identifikasi Nilai-Nilai Multikultural Pada Tradisi Lebaran Etnik Betawi di Kelurahan Cakung Barat, Kecamatan Cakung DKI Jakarta Abdul Fadhil; Andy Hadiyanto; Ahmad ` Hakam; Amaliyah Amaliyah; Dewi Anggraeni
Penamas Vol 32 No 2 (2019): Volume 32, Nomor 2, Juli-Desember 2019
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v32i2.260

Abstract

This research aims to describe multicultural values ​​in the Lebaran tradition of the Betawi community and the process of revitalizing multicultural values. The this time the attitude of empathy, tolerance, social solidarity, equality and justice began to reduce along with the fulfillment of biological needs and egocentric attitudes. Betawi people have a local tradition to be used as a standard for life, religion and community. The local traditions that continues to this day is the lebaran tradition or "celebrating Eid al-Fitr". The term lebaran is an acculturation of Javanese culture, Chinese, and Islam. The multicultural values ​​in the lebaran tradition of the Betawi community include: First accepting differences, is to allow people to visit without considering ethnicity, and religion and social strata. Second generous attitude, is to give food and drink to every guest who comes. Third empathy attitude, is forgive each other for family and neighbors. Conservation of the lebaran tradition is the obligation of the Betawi community and the regional government of DKI Jakarta. Revitalizing multicultural values ​​in the Lebaran tradition of the Betawi people. through: religious ceremonies, and the implementation of religious holidays. The revitalization factor are two: the motive of cause and achieving the goal.
RELEVANSI PEMAHAMAN AGAMA DENGAN INTERAKSI SOSIAL SISWA SMA NEGERI SE-KECAMATAN TANAHSAREAL KOTA BOGOR M. Dahlan R.
Penamas Vol 31 No 2 (2018): Volume 31, Nomor 2, Juli-Desember 2018
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v31i2.262

Abstract

Abstrak Relevansi pemahaman agama dengan Interaksi Sosial Siswa Sekolah Menengah Atas Negeri se-Kecamatan Tanasareal Kota Bogor Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui relevansi pemahaman agama dengan interaksi siswa SMAN se-kecamatan Tanahsareal kota Bogor yang berjumlah 331 orang. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumennya, dengan jumlah sampel 331 dari siswa kelas XI Sekolah Menengah Atas Negeri se-Kecamatan Tanah Sareal Bogor Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat relevansi positif antara pemahaman agama dengan interaksi sosial siswa. Hasil analisis korelasi antara kedua variabel penelitian diperoleh besarnya relevansi antara pemahaman agama dan interaksi sosial siswa yang dihitung dengan Pearson Correlation diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0.868.Nilai koefisien determinasi dalam analisis ini diperoleh nilai 0.754 yang berarti 75,4 % variabel interaksi sosial siswa bisa dijelaskan dari variabel pemahaman agama. Sisanya 24,6% dijelaskan oleh sebab-sebab lain. Persamaan regresinya adalah Ŷ = 36.624 + 0.618 X. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat dinyatakan bahwa antara pemahaman agama (X), memiliki relevansi dengan interaksi sosial siswa (Y). Hal ini berarti secara umum terdapat relevansi antara pemahaman agama dengan ingteraksi sosial siswa SMA Negeri Se-Kecamatan Tanahsareal Kota Bogor.
PENANAMAN BUDAYA DAMAI MELALUI KEGIATAN ROHIS DI SMA NEGERI 1 CIBINONG BOGOR, JAWA BARAT Sumarsih Anwar
Penamas Vol 32 No 1 (2019): Volume 32, Nomor 1, Januari-Juni 2019
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v32i1.263

Abstract

Rohani Islam (Rohis) sebagai salah satu bagian dari pengembangan diri di sekolah mempunyai peranan penting dalam mempengaruhi siswa untuk mengembangkan dirinya menjadi pribadi yang cinta pada agama, bangsa dan negara. Tulisan ini menyajikan hasil penelitian tentang Penanaman Budaya Damai Melalui Kegiatan Rohis di SMA Negeri 1 Cibinong Bogor, Jawa Barat. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara, pengamatan, dan studi dokumen, yang dilakukan pada bulan Juni 2018. Temuan penting peran Rohis sebagai salah satu wadah penanaman budaya damai adalah melalui beberapa strategi dan pendekatan, diantaranya: pertama pemberian pengalaman langsung, kedua pendekatan pembiasaan, ketiga pendekatan emosional, keempat pendekatan rasional, kelima pendekatan fungsional dan keenam, pendekatan keteladanan.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM PEMBELAJARAN DI KELAS COMPUTER BASED TEST: STUDI MAN 1 KOTA BEKASI Saimroh Saimroh
Penamas Vol 31 No 2 (2018): Volume 31, Nomor 2, Juli-Desember 2018
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v31i2.264

Abstract

Tulisan ini menyajikan hasil penelitian pemanfaatan TIK dalam pembelajaran di Kelas Computer Based Test (CBT). Studi kasus dilakukan di MAN 1 Kota Bekasi. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Februari-Maret 2018. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara, pengamatan, dan studi dokumen. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa MAN 1 Kota Bekasi mampu berinovasi membuat aplikasi madrasah digital dengan nama Edutech Mansasi. Aplikasi ini dirancang untuk digitalisasi sistem informasi akademik madrasah. Dalam pembelajaran, aplikasi absensi online dalam edutech mansasi dimanfaatkan untuk administrasi pembelajaran digital. Pemanfaatan TIK pada pembelajaran di kelas CBT terintegrasi dari perencanaan proses pembelajaran hingga evaluasi hasil pembelajaran. Kendala dalam pemanfaatan TIK terdiri dari kendala fisik dan non fisik. Kendala fisik meliputi : keterbatasan infrastruktur TIK, biaya, dan sumber belajar digital. Sedangkan kendala non fisik meliputi kurangnya kompetensi TIK, rendahnya minat dan sikap guru terhadap TIK. Penelitian ini merekomendasikan perlunya kebijakan tertulis yang mengatur pemanfaatan TIK, peningkatan kompetensi TIK guru, dan perluasan networking untuk kemajuan sistem pembelajaran berbasis TIK.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 38 No 2 (2025): Volume 38, Issue 2, July-December 2025 Vol 38 No 1 (2025): Volume 38, Issue 1, January-June 2025 Vol 37 No 2 (2024): Volume 37, Issue 2, July-December 2024 Vol 37 No 1 (2024): Volume 37, Issue 1, January-June 2024 Vol 36 No 2 (2023): Volume 36, Issue 2, July-December 2023 Vol 36 No 1 (2023): Volume 36, Issue 1, January-June 2023 Vol 35 No 2 (2022): Volume 35, Issue 2, July-December 2022 Vol 35 No 1 (2022): Volume 35, Issue 1, January-June 2022 Vol 34 No 2 (2021): Volume 34, Nomor 2, Juli-Desember 2021 Vol 34 No 1 (2021): Volume 34, Nomor 1, Januari-Juni 2021 Vol 33 No 2 (2020): Volume 33, Nomor 2, Juli-Desember 2020 Vol 33 No 1 (2020): Volume 33, Nomor 1, Januari-Juni 2020 Vol 32 No 2 (2019): Volume 32, Nomor 2, Juli-Desember 2019 Vol 32 No 1 (2019): Volume 32, Nomor 1, Januari-Juni 2019 Vol 31 No 2 (2018): Volume 31, Nomor 2, Juli-Desember 2018 Vol 31 No 1 (2018): Volume 31, Nomor 1, Januari-Juni 2018 Vol 30 No 3 (2017): Volume 30, Nomor 3, Oktober-Desember 2017 Vol 30 No 2 (2017): Volume 30, Nomor 2, Juli-September 2017 Vol 30 No 1 (2017): Volume 30, Nomor 1, April-Juni 2017 Vol 29 No 3 (2016): Volume 29, Nomor 3, Oktober-Desember 2016 Vol 29 No 2 (2016): Volume 29, Nomor 2, Juli-September 2016 Vol 29 No 1 (2016): Volume 29, Nomor 1, April-Juni 2016 Vol 28 No 3 (2015): Volume 28, Nomor 3, Oktober-Desember 2015 Vol 28 No 2 (2015): Volume 28, Nomor 2, Juli-September 2015 Vol 28 No 1 (2015): Volume 28, Nomor 1, April-Juni 2015 Vol 27 No 3 (2014): Volume 27, Nomor 3, Oktober-Desember 2014 Vol 27 No 2 (2014): Volume 27, Nomor 2, Juli-September 2014 Vol 27 No 1 (2014): Volume 27, Nomor 1, April-Juni 2014 More Issue