cover
Contact Name
-
Contact Email
penamasjurnal@gmail.com
Phone
+6221-4800725
Journal Mail Official
penamasjurnal@gmail.com
Editorial Address
Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta Jl. Rw. Kuning No.6, RT.3/RW.2, Pulo Gebang, Cakung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13950 Telp. : +62-21-4800725 Fax. : +62-21-4800712
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Penamas
ISSN : 02157829     EISSN : 25027891     DOI : https://doi.org/10.31330.Penamas
PENAMAS (ISSN : 0215 - 7829 e-ISSN : 2502 - 7891) is a peer-reviewed journal published by Office of Religious Research and Development, Jakarta, Agency of Religious Research and Development, Education and Training, The Ministry of Religious Affairs, The Republic of Indonesia (Balai Litbang Agama Jakarta, Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI). PENAMAS is the acronym of Penelitian Agama dan Masyarakat translated in English as Research on Religion and Society. The journal publishes research articles focussing on religious and social issues (isu-isu keagamaan dan sosial kemasyarakatan). From 2018 onward, the journal publishes twice a year.
Articles 363 Documents
THE STUDY OF IMPLEMENTATION OF ZAKAT AT JOINT OPERATION ENTITY (BADAN OPERASI BERSAMA) PT. BUMI SIAK PUSAKO- PERTAMINA HULU SIAK REGENCY OF RIAU PROVINCE anton afrizal candra
Penamas Vol 30 No 2 (2017): Volume 30, Nomor 2, Juli-September 2017
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v30i2.124

Abstract

Artikel ini menguji pelaksanaan zakat di Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Badan Operasi Bersama PT. Bumi Siak Pusako-Pertamina Hulu Kabupaten Siak Provinsi Riau menurut Undang-Undang No. 23 Tahun 2011 serta untuk menjelaskan faktor-faktor penghambat pelaksanaan Zakat di UPZ Badan Operasi Bersama PT. Bumi Siak Pusako-Pertamina Hulu Kabupaten Siak Provinsi Riau. Jenis penelitian ini adalah penelitian osio perundang-undangan dan termasuk kategori penelitian non-doctrinal research, yaitu penelitian ini tidak hanya berpatokan pada menganalisa dan menafsirkan peraturan perundang-undangan melainkan juga mengkaji bagaimana hukum itu berlaku pada kehidupan masyarakat. Artinya, bahwa penelitian yuridis sosiologis menggabungkan penelitian hukum dengan investigasi permasalahan permasalahan sosial. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Dengan menganalisis Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat dan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2014, penelitian menemukan, bahwa pelaksanaan zakat di UPZ yang diteliti belum bernilai maksimal dan efektif sebagai lembaga yang diberikan tugas untuk mengumpulkan dan mengelola serta mendistribusikan dana zakat. Kondisi ini sangat disayangkan, mengingat sumber daya manusia dan sumber daya alam di Kabupaten Siak yang dimiliki.Kata Kunci: Zakat, UPZ BOB PT. Bumi Siak Pusako-Pertamina Hulu, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011
PERAN ORGANISASI MASYARAKAT DALAM MEMBANGUN HARMONI PASCA KONFLIK ANTARA MASYARAKAT PRIBUMI DENGAN MASYARAKAT PENDATANG DI LAMPUNG TENGAH Imam Mustofa
Penamas Vol 31 No 1 (2018): Volume 31, Nomor 1, Januari-Juni 2018
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v31i1.150

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang peran organisasi masyarakat dalam membangun harmoni pasca resolusi konflik antara masyarakat pribumi dengan masyarakat pendatang di kecamatan Bumi Nabung Kabupaten Lampung Tengah Propinsi Lampung. Penelitian ini dilatarbelakangi konflik yang terjadi di Kecamatan Bumi Nabung pada tanggal 23-24 Februari 2014 yang mengakibatkan korban materiil dan immateriil yang sangat besar. Oleh sebab itu, penelitian ini penting dilakukan sebagai bahan masukan bagi pihak-pihak terkait untuk menyelesaikan konflik sosial dalam kehidupan masyarakat yang majemuk dan menghasilkan model pembangunan harmoni di tengah-tengah masyarakat yang multi etnis. Penelitian dilakukan melalui beberapa tahapan; tahap studi pendahuluan, pemetaan dan perencanaan, koordinasi dengan pihak-pihak terkait, observasi, pelaksanaan program, dan evaluasi. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa organisasi masyarakat, berperan sangat signifikan dalam resolusi konflik dan menciptakan harmoni. Dalam hal ini di Bumi Nabung dibentuk organisasi Aliansi masyarakat Cinta Damai (ALMACIDA) sebagai forum preventif-antisipatif yang berkomitmen untuk membangun harmoni, menjaga kesatuan dan persatuan masyarakat dan perdamaian di tengah-tengah masyarakat multikultur di Kecamatan Bumi Nabung Kabupaten Lampung Tengah.
NILAI-NILAI ISLAM PADA BANGUNAN MASJID INDRAPURI DI KABUPATEN ACEH BESAR Saeful Bahri
Penamas Vol 31 No 1 (2018): Volume 31, Nomor 1, Januari-Juni 2018
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v31i1.156

Abstract

Tulisan ini menyajikan hasil penelitian tentang nilai akulturasi yang terkandung dalam bangunan masjid Indrapuri, di Aceh. Masjid Indrapuri unik. Keunikan tersebut diantaranya: pertama, Masjid ini mengisyaratkan kepada kita bahwa pada masa lalu di tempat itu telah terjadi sebuah peristiwa yang monumental yaitu peralihan budaya dan ideologi lama kepada budaya dan ideologi yang baru (Hindu ke Islam), kedua, sesugguhnya studi ini adalah studi tentang fenomena keagamaan di masa lalu melalui rumah badah pada masa lalu dalam hal ini masjid. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, yakni berupa tafsir tinggalan kebudayaan yang berupa arsitektur masjid. Data dikumpulkan melalui wawancara kepada pihak-pihak yang terkait dengan masjid, observasi dan studi literatur untuk menggali data kesejarahan masjid. Penelitian ini menemukan bahwa masjid Indrapuri menggambarkan masjid itu dibangun dalam suasana peralihan budaya, sehingga tampilan nuansa kultur masa lalunya sangat dominan, meskipun dalam beberapa hal menampilkan ketegasan dan kejelasan yang tidak kompromistis. Kata kunci: Masjid kuno, Masjid Indrapuri, sejarah Aceh, akulturasi budaya.
INTEGRASI MADRASAH DINIYAH TAKMILIYAH KE SEKOLAH DI KOTA CIREBON Abdul Basid
Penamas Vol 31 No 1 (2018): Volume 31, Nomor 1, Januari-Juni 2018
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v31i1.162

Abstract

Tulisan ini merupakan hasil penelitian tentang Integrasi Madrasah Diniyah ke Sekolah di Kota Cirebon. Terdapat kekhawatiran dari masyarakat dengan diberlakukannya sekolah lima hari dapat memberangus eksistensi madrasah diniyah takmiliyah yang telah lama berkembang dan memberikan kontribusi dalam penanaman nilai-nilai keagamaan bagi peserta didik. Tulisan ini memaparkan tentang potensi dilakukan pembelajaran madrasah diniyah yang terpadu dengan kurikulum sekolah, atau penulis namakan dengan mensekolahkan madrasah diniyah takmiliyah. Dengan mensekolahkan madrasah diniyah takmiliyah, maka penjadwalan di sekolah akan linier dengan pembelajaran diniyah takmiliyah, seluruh peserta didik dapat terlayani, sarana dan prasarana lebih representatif, dan biaya operasional serta pengelolaan dan pengawasan akan lebih baik. kata kunci: Sekolah dan Madrasah Diniyah Takmiliyah
PELAKSANAAN URUSAN PEMERINTAHAN UMUM DALAM MEMBINA KERUKUNAN BERAGAMA OLEH PEMERINTAH KOTA BANDUNG Novie Indrawati Sagita
Penamas Vol 31 No 1 (2018): Volume 31, Nomor 1, Januari-Juni 2018
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v31i1.180

Abstract

Abstract Under Law No. 23 of 2014, mentioned that one of the government's business is general government affairs. The general government affairs is the authority of the president that organized by the head of the region as a leader of administrative work areas. One of the general government affairs is fostering inter-ethnic harmony, inter-religious, racial and other groups in order to achieve security and stability of local, regional, and national levels. Since the 2014 presidential elections, many dissatisfied group trying to disrupt the stability of the national government. They blew the issues of intolerance of religious differences, including in the city of Bandung. At the end of 2016, a Moslem organization intimidate Christians worship activities at Sabuga, Bandung. And then, there was an incident that organization known hacking attack against members of the FPI. Issues of religious difference that spread in the community and intolerant actions can potentially bring social conflict and disintegration. This study used a qualitative method. The analysis is done by integrating the primary data obtained by observation and interview, mass media, expert opinions, and other sources of relevant literature. Research results indicate that the Government of Bandung City quickly enough in addressing the issue of religious intolerance. The coordination and synergy among regional leaders who joined in ‘Forkopimda’ both in the city level and district level is very good to anticipate and prevent the symptoms of social conflict. Therefore, it is necessary for the effective working program of ‘Forkopimda’ by forming a task force. The task force is constantly monitoring the situation, security and social order, so when it is known there will be a plan of action that has potential of social conflict, the local government can overcome early on.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN FULL DAY SCHOOL PADA MADRASAH DAN SEKOLAH DI KOTA PALU Muhammad Rais
Penamas Vol 31 No 1 (2018): Volume 31, Nomor 1, Januari-Juni 2018
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v31i1.189

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan realitas sosial yang saat ini cukup menyita perhatian publik, bahkan polemik yang berkepanjangan terkait kebijakan ini menggiring publik dalam pusaran keterbelahan sosial, antara yang menolak dan yang menerima, berkenaan dengan kebijakan lima hari sekolah (LHS) atau fullday school yang digagas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Dengan memanfaatkan pendekatan eksploratif, melalui penelitian kualitatif ini, data dan informasi dikumpulkan dengan menggunakan beberapa teknik, diantaranya wawancara mendalam, dan observasi dan studi dokumen yang dimiliki oleh para informan kunci, meliputi: Kepala Sekolah/madrasa, pengawas, guru, dan orang tua siswa. Melalui penelitian ini, ditemukan beberapa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri, Sekolah Menengah Atas Negeri dan Madrasah Ibtidaiyah Negeri yang secara progresif telah menerapkan kebijakan fullday school ini. Namun, sayangnya, ketidakpastian telah menghadang proses penerapan ini, baik ketidakpastian dari sisi landasan hukumnya, ketidakjelasan arah dan tujuan yang ingin dicapai, kesiapan guru, kurikulum, dan perangka pembelajaran, serta minimnya dukungan dari sisi infrastruktur dan fasilitas pendidikan lainnya. Dan, yang paling krusial adalah terbelahnya publik di Kota Palu, baik diinternal sekolah maupun di masyarakat secara makro, antara yang merespon dengan positif maupun yang merespon secara negative kebijakan lima hari sekolah ini, yang ditengarai oleh masyarakat sebagai dampak dari ketidakmatangan proses penyusunan kebijakan yang cenderung sangat elitis dan bias masyarakat urban ini.
PELAYANAN KEMENTERIAN AGAMA TERHADAP UMAT MINORITAS DI KOTA PALU Sitti Arafah
Penamas Vol 31 No 1 (2018): Volume 31, Nomor 1, Januari-Juni 2018
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v31i1.191

Abstract

Penelitian ini akan mendiskripsikan terkait Pelayanan Kementerian Agama terhadap umat minoritas di kota Palu, meliputi pelayanan pendirian rumah ibadat dan pelayanan pendidikan keagamaan. Penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pelayanan Kementerian Agama dilakukan berdasarkan tipologi dan struktur yang ada, sehingga pelayanan masih dilakukan pada tingkat kanwil dan tingkat Kemenag Kota. Pelayanan yang diberikan dinilai belum maksimal, namun berupaya memberikan pelayanan secara proporsional berdasarkan kebutuhan dan jumlah umat. Pelayanan dalam pendirian rumah ibadat belum tampak persoalan yang sangat serius dalam pemberian izin mendirikan rumah ibadat, dan secara materi bantuan untuk rumah ibadat sangat minim dan terbatas, demikian hal pada pelayanan pendidikan keagamaan masih sangat jauh dari pelayanan masksimal, utamanya pemenuhan guru-guru pada satuan pendidikan umum.
MAKNA SIMBOLIK SEBUTAN “AANG/AAH” DI KALANGAN UMAT ISLAM KECAMATAN GEKBRONG, CIANJUR (SUATU TELAAH PERSPEKTIF INTERAKSIONISME SIMBOLIK) Wiwin Zein
Penamas Vol 31 No 1 (2018): Volume 31, Nomor 1, Januari-Juni 2018
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v31i1.196

Abstract

The purpose of this study was to determine the symbolic meaning of name "Aang /Aah" among Muslims in Gekbrong subdistrict, Cianjur district, West Java Province. The results of study showed that the symbolic meaning of name "Aang/Aah", for Muslims in Gekbrong subdistricts have symbolic meanings that subjectively, depending on to whom the name was attached. But the symbolic meaning of name "Aang/Aah" have general meaning, idest represents figure or people who own/control of broad and deep religious knowledge, charismatic (authoritative), influential, pious, and had a high position/noble. The symbolic meaning of name "Aang/Aah" that are general was permanently, to anyone that name was attached, it will has similar meaning. Keywords : symbolic, interactionism, Gekbrong, Aang, Aah.
MODEL PEMBELAJARAN EMOTIONAL INQUIRY DAPAT MENINGKATKAN KECERDASAN EMOSI DAN KOMPETENSI UNTUK PEMBELAJARAN ORANG DEWASA PADA DIKLAT Atiyah Suharti
Penamas Vol 31 No 1 (2018): Volume 31, Nomor 1, Januari-Juni 2018
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v31i1.234

Abstract

Model Pembelajaran Emotional Inquiry merupakan model pembelajaran andragogi berbasis otak (Neuroandragogy) yang dapat digunakan dalam pembelajaran di kediklatan. Model pembelajaran Emotional Inquiry dapat meningkatkan kecerdasan emosi sebagai stimulasi kesadaran pada nilai-nilai yang baik untuk membangun karakter aparatur negara. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti ada tidaknya pengaruh model pembelajaran Emotional Inquiry terhadap peningkatan kecerdasan emosi dan kompetensi hasil diklat. Penelitian ini adalah penelitian korelasional yang menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan descriptive explanatory dan menggunakan design ekspost facto. Populasi penelitian ini adalah peserta diklat BDK Bandung. Dari jumlah populasi yang diambil sampel 124 orang peserta diklat dengan menggunakan teknik random sampling. Teknik pengumpulan data mengunakan instrumen berupa kuesioner dengan skala Likert untuk tiga variabel, yaitu: (1) model pembelajaran Emotional Inquiry, (2) kecerdasan emosi, dan (3) kompetensi hasil diklat. Uji validitas dan reliabilitas instrument angket, analisis deskripsi data identitas responden dan variabel menggunakan software SPSS versi 17.0. Sedangkan pengolahan data dan uji hipotesis penelitian dengan analisis path. Hasil analisis deskripsi data tanggapan setiap variabel diperoleh skor total untuk Emotional Inquiry (X) adalah 7167 berada pada kategori amat baik, skor total untuk Kecerdasan Emosi (Y1) adalah 7199 berada pada kategori amat baik, dan skor total untuk Kompetensi peserta diklat (Y2) adalah 3794 berada pada kategori amat baik. Hasil uji hipotesis penelitian dengan analisis jalur dengan persamaan (path analysis) adalah: (1) Model Pembelajaran Emotional Inquiry berpengaruh signifikan terhadap Kecerdasan Emosi, (2) Model Pembelajaran Emotional Inquiry berpengaruh signifikan terhadap Kompetensi peserta diklat,(3) Model Pembelajaran Emotional Inquiry dan Kecerdasan Emosi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Kompetensi peserta diklat, (4). Pengaruh langsung Model Pembelajaran Emotional Inquiry (X) terhadap Kecerdasan Emosi (Y1) sebesar 54,5%; Pengaruh langsung Model Pembelajaran Emotional Inquiry (X) terhadap Kompetensi (Y2) peserta diklat sebesar 20,8% dan pengaruh tidak langsung Model Pembelajaran Emotional Inquiry (X) terhadap Kompetensi (Y2) peserta diklat melalui Kecerdasan Emosi (Y1) sebesar 26,3%. Jadi total pengaruh Emotional Inquiry (X) terhadap Kompetensi (Y2) peserta diklat sebesar 47,1%; Pengaruh langsung Kecerdasan Emosi (Y1) terhadap Kompetensi (Y2) peserta diklat sebesar 22,9%. Penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran Emotional Inquiry selain meningkatkan kecerdasan emosi yang juga mendorong peningkatan kompetensi hasil diklat.
“TUBUH PEREMPUAN HINDU” DAN BUDAYA DOMINAN DI BALI: ANTARA PERSPEKTIF AGAMA, BUDAYA DAN REALITAS KONTEMPORER I Nyoman Yoga Segara
Penamas Vol 31 No 1 (2018): Volume 31, Nomor 1, Januari-Juni 2018
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v31i1.235

Abstract

Artikel ini adalah ulasan atas hasil penelitian dan literatur yang bertujuan untuk melihat kembali posisi perempuan Hindu di Bali di tengah budaya dominannya. Dengan pendekatan antropologi feminisme, artikel ini tidak akan memasuki wilayah yang sudah umum dilakukan banyak orang jika mendiskusikan perempuan, misalnya tentang jender atau gerakan kesetaraan semata. Antropologi feminisme membawa artikel ini untuk memahami perempuan dari kebertubuhannya, perannya dalam konteks sosial budaya, dan juga agama. Strategi perempuan dalam menampilkan dirinya di ruang pribadi maupun di ruang publik, serta kemampuannya untuk bertahan dalam serangan diskriminasi menjadi penting untuk dijelaskan. Pendekatan seperti ini adalah cara untuk melihat kembali bagaimana tubuh perempuan secara antropologis. Dengan demikian, tema pokok artikel ini menjadi satu kasus untuk memperlihatkan bahwa perempuan Hindu masih dan akan terus menghadapi masalah, serta stigma dan stereotipe yang disematkan kepadanya, padahal secara dogmatis perempuan Hindu telah diakui dan banyak disebut-sebut dalam berbagai kitab suci Veda. Begitu juga peran perempuan di masa lalu yang diyakini sebagai Rsi dan ikut menulis beberapa kitab suci dan susastera Veda lainnya.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 38 No 2 (2025): Volume 38, Issue 2, July-December 2025 Vol 38 No 1 (2025): Volume 38, Issue 1, January-June 2025 Vol 37 No 2 (2024): Volume 37, Issue 2, July-December 2024 Vol 37 No 1 (2024): Volume 37, Issue 1, January-June 2024 Vol 36 No 2 (2023): Volume 36, Issue 2, July-December 2023 Vol 36 No 1 (2023): Volume 36, Issue 1, January-June 2023 Vol 35 No 2 (2022): Volume 35, Issue 2, July-December 2022 Vol 35 No 1 (2022): Volume 35, Issue 1, January-June 2022 Vol 34 No 2 (2021): Volume 34, Nomor 2, Juli-Desember 2021 Vol 34 No 1 (2021): Volume 34, Nomor 1, Januari-Juni 2021 Vol 33 No 2 (2020): Volume 33, Nomor 2, Juli-Desember 2020 Vol 33 No 1 (2020): Volume 33, Nomor 1, Januari-Juni 2020 Vol 32 No 2 (2019): Volume 32, Nomor 2, Juli-Desember 2019 Vol 32 No 1 (2019): Volume 32, Nomor 1, Januari-Juni 2019 Vol 31 No 2 (2018): Volume 31, Nomor 2, Juli-Desember 2018 Vol 31 No 1 (2018): Volume 31, Nomor 1, Januari-Juni 2018 Vol 30 No 3 (2017): Volume 30, Nomor 3, Oktober-Desember 2017 Vol 30 No 2 (2017): Volume 30, Nomor 2, Juli-September 2017 Vol 30 No 1 (2017): Volume 30, Nomor 1, April-Juni 2017 Vol 29 No 3 (2016): Volume 29, Nomor 3, Oktober-Desember 2016 Vol 29 No 2 (2016): Volume 29, Nomor 2, Juli-September 2016 Vol 29 No 1 (2016): Volume 29, Nomor 1, April-Juni 2016 Vol 28 No 3 (2015): Volume 28, Nomor 3, Oktober-Desember 2015 Vol 28 No 2 (2015): Volume 28, Nomor 2, Juli-September 2015 Vol 28 No 1 (2015): Volume 28, Nomor 1, April-Juni 2015 Vol 27 No 3 (2014): Volume 27, Nomor 3, Oktober-Desember 2014 Vol 27 No 2 (2014): Volume 27, Nomor 2, Juli-September 2014 Vol 27 No 1 (2014): Volume 27, Nomor 1, April-Juni 2014 More Issue