cover
Contact Name
Tineke Saroinsong
Contact Email
tinekesaroinsong@gmail.com
Phone
+6281356331213
Journal Mail Official
tinekesaroinsong@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya ITS, Sukolilo, Surabaya, 60111, Indonesia Tel : +6287859160488
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Journal of Applied Mechanical Engineering and Renewable Energy (JAMERE)
ISSN : -     EISSN : 27751031     DOI : https://doi.org/10.52158/jamere
The Journal of Applied Mechanical Engineering and Renewable Energy (JAMERE) at https://journal.isas.or.id/index.php/JAMERE) is a blind peer-reviewed journal dedicated to the publication of quality research results in the field of Mechanical Engineering and Technological Innovation. Articles published in the JAMERE Journal include original scientific research results (top priority), while for scientific review articles that are new (not top priority) and also comments that are critical of the results of scientific papers published by the JAMERE journal. All publications in the JAMERE journal are open access that allows articles to be freely available online without subscribing to anything.
Articles 90 Documents
Studi Analisis Perbandingan Laju Korosi Pada Permukaan Material Plat Aluminium 1100-0 Dengan Menggunakan Inhibitor Cat Epoxy Diton 9120 Primer Grey Dalam Larutan Air Laut K3Fe 9,0%, NaOH 4,76% Yuliana Simons; Fransye Joni Pasau; Muhammad Syarif; Yosua Lau Yalla; Dwi Yusprasetyo
Journal of Applied Mechanical Engineering and Renewable Energy Vol 6 No 1 (2026)
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52158/nzwgxy77

Abstract

Masalah korosi merupakan suatu material yang prosesnya berjalan lambat. Berbagai faktor dapat mempengaruhi terjadinya korosi diantaranya lingkungan campuran logam dan lain-lain. Aluminium mudah dibentuk, bisa ditempa menjadi lembaran, ditarik menjadi kabel, dan diekstrusi menjadi batang dengan berbagai bentuk penampang. Inhibitor secara umum adalah zat kimia. Penggunaan tiga jenis larutan yang berbeda memberikan pengaruh yang signifikan terhadap laju korosi pada permukaan plat aluminium 1100-0. Larutan HCl menunjukkan tingkat korosivitas paling tinggi karena sifatnya sebagai asam kuat yang mampu melarutkan lapisan oksida pelindung aluminium, sehingga mempercepat terjadinya reaksi elektrokimia dan meningkatkan laju korosi secara signifikan. Penggunaan inhibitor berupa cat epoxy diperlukan sebagai pelindung permukaan aluminium 1100-O karena material ini rentan mengalami korosi ketika terpapar langsung oleh larutan yang bersifat asam, oksidatif, maupun basa. Cat epoxy berfungsi sebagai lapisan penghalang yang efektif untuk mencegah kontak langsung antara permukaan aluminium dan lingkungan korosif.
Rancang Bangun Mesin CNC Painting Berbasis Mach 3 Rudi Kristianto; Y AstomoD.S; Chatarina Adjeng Aprilliasari; Benedictus Bimo Kurniawan; Dionicius Wijang Fenandy Esa; Muhammad Rosyid Wijaya; Reza Andhika Sudiyoko
Journal of Applied Mechanical Engineering and Renewable Energy Vol 6 No 1 (2026)
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52158/1gx6wt69

Abstract

Penelitian ini membahas proses perancangan dan pembangunan mesin CNC Painting berbasis Mach3 yang ditujukan untuk membantu proses pengecatan secara otomatis dengan hasil yang terkontrol dan seragam. Latar belakang dari proyek ini adalah kebutuhan akan sistem pengecatan yang dapat menggantikan metode manual, mengurangi ketergantungan pada operator, serta menghasilkan kualitas pengecatan yang konsisten. Metode yang digunakan meliputi perancangan struktur mekanik pada sumbu X, Y, dan Z, pemasangan sistem pneumatik yang difungsikan sebagai penarik pelatuk spray gun dalam proses pengecatan, serta integrasi sistem kontrol berbasis perangkat lunak Mach3 untuk mengatur pergerakan motor stepper sesuai jalur gerak yang telah diprogram. Pengujian dilakukan terhadap seluruh bagian sistem, termasuk pengujian mekanik pergerakan tiap sumbu dan pengujian fungsi sistem spray. Hasil pengujian menunjukkan bahwa mesin mampu bergerak pada setiap sumbu dan menjalankan proses pengecatan. Mekanisme penarikan pelatuk melalui pneumatik bekerja secara responsif sesuai perintah program, sehingga proses pengecatan dapat berlangsung otomatis. Kesimpulannya, mesin CNC Painting yang dirancang dalam proyek ini berhasil menjalankan fungsi pengecatan otomatis sesuai dengan rancangan, dan berpotensi untuk diterapkan dalam kebutuhan pengecatan berulang dengan hasil yang konsisten.
Analisis Penyebab Keretakan Pada Drill Pipe 5 Inch Di Wilayah Kerja Rig Raisis Sadat N S Sidabutar; Tohap Prianto Gultom; Patunru Ponky; Lia Pongsapan
Journal of Applied Mechanical Engineering and Renewable Energy Vol 6 No 2 (2026)
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52158/jamere.v6i2.1549

Abstract

Kegiatan pengeboran minyak dan gas bumi memerlukan peralatan yang memiliki ketahanan tinggi, salah satunya adalah drill pipe. Drill pipe berfungsi sebagai penghubung antara permukaan dengan mata bor di dasar sumur serta sebagai saluran sirkulasi fluida. Selama proses operasional, drill pipe rentan mengalami kerusakan seperti keretakan akibat beban berulang, kelelahan material, serta kondisi lingkungan yang ekstrem. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab, dampak, dan pengendalian keretakan pada drill pipe 5 inch di wilayah kerja Rig Raisis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah inspeksi Non-Destructive Test (NDT) dengan teknik Magnetic Particle Inspection (MPI) terhadap tiga sampel drill pipe. Hasil pengujian menunjukkan bahwa tiga sampel drill pipe 5 inch yang telah digunakan selama 2000 jam, ditemukan sampel mengalami keretakan. Retakan tersebut ditemukan pada bagian tool joint pipa. Jenis keretakan yang ditemukan meliputi longitudinal crack yang masing-masing merupakan indikasi dari kelelahan material (fatigue failure) dan tegangan akibat beban berulang (cyclic loading). Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor penyebab keretakan meliputi kualitas material, beban operasional berlebih, korosi lingkungan, serta minimnya inspeksi berkala. Dampak dari keretakan drill pipe sangat signifikan, meliputi meningkatnya waktu tidak produktif (non-productive time/NPT), biaya perbaikan atau penggantian pipa, serta risiko keselamatan kerja. Pengendalian keretakan perlu dilakukan melalui inspeksi rutin, rotasi penggunaan pipa, pengawasan parameter operasi, serta pelatihan tenaga kerja. Pengendalian yang tepat, dapat memperpanjang umur pakai drill pipe serta efisiensi operasional tetap terjaga.
Analisa Pengaruh Variasi Suhu Dan Holding Time Pemanasan Induksi Terhadap Morfologi Dan Sifat Mekanik Baja Sup 9A Achmad haqqul yaqin Achmad haqqul yaqin; Ahmad Muqorrobin; Lisa Puspita Ariyanto; Merlyanalinda
Journal of Applied Mechanical Engineering and Renewable Energy Vol 6 No 2 (2026)
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52158/jamere.v6i2.1601

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi pengaruh variasi suhu (850°C, 900°C, 950°C) dan variasi holding time (2, 7, 12 menit) selama pemanasan induksi terhadap struktur mikro, kedalaman dekarburisasi, dan kekerasan mikro (Vickers) pada baja pegas SUP 9A. Metode eksperimental meliputi perlakuan panas pemanasan induksi dengan kombinasi parameter tersebut, pengujian kekerasan mikro Vickers pada 11 titik tiap spesimen, serta analisis struktur mikro menggunakan mikroskop metalografi pada perbesaran 500×; data dianalisis secara deskriptif dan dengan uji statistik One-Way ANOVA bila diperlukan. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan holding time singkat (2–7 menit) mempertahankan nilai kekerasan tinggi (~323–327 HV) tanpa tanda dekarburisasi bermakna, sedangkan holding time 12 menit menurunkan kekerasan signifikan (~284–286 HV) disertai peningkatan kedalaman dekarburisasi hingga 0,08–0,11 mm; struktur mikro dominan tetap ferrit–pearlit pada kondisi yang diuji. Kata kunci : Pemanasan induksi, holding time, baja SUP 9A, kekerasan mikro, dekarburisasi.
Analisa Pengaruh Tingkat Kontaminasi Oli Terhadap Kinerja Sistem Hidrolik Alat Berat Scissorlift Genie Gs-1930 E-Drive Fatmah Nuril; Achmad Haqqul Yaqin; Lisa Puspita Ariyanto; Merlyanalinda
Journal of Applied Mechanical Engineering and Renewable Energy Vol 6 No 2 (2026)
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52158/jamere.v6i2.1604

Abstract

Sistem hidrolik pada ScissorLift Genie GS-1930 E-Drive berperan penting dalam proses pengangkatan platform dan sangat dipengaruhi oleh kualitas oli hidrolik. Kontaminasi oli dapat menyebabkan penurunan efisiensi sistem, peningkatan suhu operasi, serta perlambatan respons aktuator. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat kontaminasi oli terhadap kinerja sistem hidrolik menggunakan pendekatan Condition-Based Maintenance (CBM) berbasis observasi lapangan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif melalui pengamatan kondisi visual oli (warna, kejernihan, dan kekentalan) serta pengukuran tekanan sistem, suhu oli, dan waktu respons aktuator. Pengambilan data dilakukan selama empat minggu pada satu unit Scissor Lift yang beroperasi di PT. X. Hasil penelitian diharapkan menunjukkan bahwa peningkatan kontaminasi oli berpengaruh terhadap penurunan kinerja sistem hidrolik. Selain itu, perubahan karakteristik visual oli dapat digunakan sebagai indikator awal untuk mendukung pemeliharaan preventif yang lebih efektif dan ekonomis.
Analisis Pengaruh Variasi Putaran Engine Terhadap Nilai Performansi Engine Liebherr D9512 Puji Saksono; Agil Ramadhan Saputra; Marsius Ferdnian; Ella Qurrotu Aini
Journal of Applied Mechanical Engineering and Renewable Energy Vol 6 No 2 (2026)
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52158/jamere.v6i2.1637

Abstract

Diesel engine adalah salah satu jenis engine yang sangat sesuai digunakan pada transportasi alat berat dikarenakan memiliki nilai performansi (torsi dan daya) yang besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi putaran engine terhadap nilai performansi Engine Liebherr D9512. Pengambilan data dilakukan pada saat engine dioperasikan menggunakan alat uji Power Test Dynamometer 35X05. Hasil dari pengujian yang dilakukan didapatkan bahwa variasi putaran engine akan berpengaruh terhadap nilai performansi. Pada putaran engine 1100 RPM nilai torsi sebesar 2204 N.m pada hasil dynotest remanufacture dan 2211 N.m pada hasil dynotest factory. Pada putaran engine 1500 RPM nilai torsi 3489 N.m dan 3496 N.m pada hasil dynotest factory. Pada putaran engine 2000 RPM nilai torsi 2754 N.m dan 2883 N.m pada hasil dynotest factory. Di sisi lain variasi putaran engine juga berpengaruh terhadap nilai daya engine. Data pengujian pada putaran engine 1100 RPM nilai daya sebesar 253 KW pada hasil dynotest remanufacture dan 268 KW pada hasil dynotest factory. Pada putaran engine 1500 RPM nilai daya 520 KW dan 523 KW pada hasil dynotest factory. Pada putaran engine 2000 RPM nilai daya dynotest remanufacture dan dynotest factory adalah sama yaitu sebesar 565 KW
Studi Komparasi Efisiensi Termal Motor Bakar Bensin dan Diesel dengan Variasi Laju Aliran Bahan Bakar dan Beban Kerja Yudhi Chandra Dwiaji; Muh Anhar
Journal of Applied Mechanical Engineering and Renewable Energy Vol 6 No 2 (2026)
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52158/jamere.v6i2.1643

Abstract

Motor bakar masih menjadi sumber tenaga utama pada sektor transportasi dan industri kecil-menengah. Motor bensin (spark-ignition) dan motor diesel (compression-ignition) memiliki karakteristik efisiensi termal yang berbeda akibat perbedaan mekanisme pembakaran, rasio kompresi, dan sifat bahan bakar. Penelitian ini bertujuan membandingkan efisiensi termal motor bensin dan diesel melalui variasi laju aliran bahan bakar dan beban kerja guna menentukan kondisi operasi optimal serta kinerja efisiensi. Metode yang digunakan adalah eksperimen kuantitatif pada engine test bench. Mesin bensin silinder tunggal dan mesin diesel silinder tunggal diuji dengan empat variasi laju aliran bahan bakar (0,8–2,2 kg/jam) dan beban kerja (25%, 50%, 75%, dan 100% torsi maksimum). Parameter yang diamati meliputi efisiensi termal brake, konsumsi bahan bakar spesifik, dan suhu gas buang. Hasil penelitian menunjukkan efisiensi termal motor diesel berkisar antara 28,4% hingga 37,2% (rata-rata 33,1%), sedangkan motor bensin berkisar antara 22,1% hingga 29,5% (rata-rata 25,8%). Efisiensi tertinggi dicapai motor diesel pada laju aliran bahan bakar 1,5 kg/jam dan beban 75%. Variasi laju aliran bahan bakar dan beban kerja terbukti memengaruhi efisiensi termal secara signifikan, dengan motor diesel menunjukkan kinerja unggul pada kondisi beban sedang hingga tinggi. Penelitian ini dapat menjadi acuan dalam optimalisasi konsumsi bahan bakar dan pengembangan mesin pembakaran dalam yang lebih efisien.
Pengaruh Panjang Jalur Perpipaan dan Jumlah Fitting terhadap Pressure Drop pada Sistem Rumah Gas Multi-Lini di Laboratorium PT. X Erixzen ShenaPutra Eswono; Lisa Puspita Ariyanto; Dedy Rachman Ardian
Journal of Applied Mechanical Engineering and Renewable Energy Vol 6 No 2 (2026)
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52158/jamere.v6i2.1648

Abstract

Sistem rumah gas (gas manifold system) merupakan infrastruktur penting dalam laboratorium industri yang berfungsi mendistribusikan gas dari tabung penyimpanan menuju berbagai titik pemakaian melalui jaringan perpipaan. Kinerja sistem dipengaruhi oleh panjang jalur perpipaan dan jumlah fitting yang menyebabkan kehilangan energi selama aliran sehingga menimbulkan pressure drop. Penurunan tekanan yang berlebihan dapat mengurangi stabilitas suplai gas, memengaruhi kinerja peralatan laboratorium, serta menurunkan efisiensi distribusi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh panjang jalur perpipaan dan jumlah fitting terhadap pressure drop pada sistem rumah gas multi-lini di Laboratorium PT. X, baik secara parsial maupun simultan, serta mengidentifikasi variabel yang paling dominan memengaruhi pressure drop. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode observasional eksplanatori. Data primer diperoleh melalui observasi lapangan dan pengukuran langsung menggunakan pressure gauge, alat ukur panjang, lembar observasi, dan dokumentasi teknis. Variabel independen meliputi panjang jalur perpipaan (X₁) dan jumlah fitting (X₂), sedangkan variabel dependen adalah pressure drop (Y). Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi dengan bantuan perangkat lunak SPSS Statistics. Penelitian ini didasarkan pada teori mekanika fluida, meliputi persamaan kontinuitas, persamaan Bernoulli, persamaan Darcy–Weisbach, serta konsep major losses dan minor losses. Hasil penelitian diharapkan menjadi dasar dalam mengevaluasi konfigurasi jaringan perpipaan, mengoptimalkan sistem distribusi gas, meminimalkan kehilangan tekanan, serta meningkatkan keandalan dan efisiensi operasional sistem rumah gas multi-lini.
Identification and Mitigation of Machining Process Failures in XE 611 SZK Crankshaft through an Integrated FMEA and Pareto Analysis Approach Ichlas Nur; Rifki Abdul Dhohir; Nasirwan; Nusyirwan4; Yuli Yetri
Journal of Applied Mechanical Engineering and Renewable Energy Vol 6 No 2 (2026)
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52158/jamere.v6i2.1650

Abstract

The quality of the machining process in critical components such as crankshafts plays a significant role in determining engine performance and reliability. This study aims to analyze the causes of failure in the milling and drilling machining processes of the XE 611 SZK crankshaft. The research methods included direct observation of the production process, analysis of machining parameters, and evaluation of machining quality through visual inspection and dimensional measurements. In addition, root cause analysis was conducted using fishbone diagrams and Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) to identify the dominant factors contributing to process failures. Furthermore, Pareto analysis was applied to determine the primary causes of failure based on the 80/20 principle. The results indicate that machining failures were mainly caused by tool wear, improper cutting parameters (cutting speed, feed rate, and depth of cut), machine setup errors, and suboptimal coolant system performance. These failures resulted in surface defects, dimensional deviations, and an increased product rejection rate. The proposed recommendations include optimization of machining parameters, implementation of preventive maintenance for machines and tooling, and enhancement of quality control during the production process. This study is expected to serve as a reference for improving machining efficiency and reducing failure rates in the manufacturing industry
The Influence of Air Cavity Dimensions and Shape in Briquettes on Their Heat Transfer Capability Paul M. Rumagit; Herotje Siwi; Tammy T.V. Pangow; Fransiscus J. Tulung; Alfred Noufie Mekel
Journal of Applied Mechanical Engineering and Renewable Energy Vol 6 No 1 (2026)
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52158/jamere.v6i1.1657

Abstract

Bahan Bakar alternatif dari Biomasa berbentuk Briket adalah merupakan salah satu solusi yang dapat diandalkan, di bumi Indonesia Biomasa masih sangat berlimpah yang dapat digunakan untuk kesejahteraan rakyak banyak sebagai bahan bakar, selain itu kapasitas panas yang dihasilkan tidak kalah dengan bahan-bahan bakar lainnya dan cara pembuatannya juga tidak terlalu rumit. Penelitian ini adalah bertujuan mencari tahu seberapa cepat kemampuan panas yang dihantarkan oleh briket yang diberikan saluran udara dari bahan yang dipadu antara arang tempurung dengan tempurung kelapa. Variasi saluran udara ada tiga model ; f 20 mm, f 31mm dan f 10x4 mm dengan paduan arang 200 : 50 tempurung dan arang 200 : 25 tempurung, menggunakan perekat tepung kanji. Model II Briket B adalah briket yang mempunyai kemampuan hantar panas terbaik dengan waktu 12 menit untuk mendidihkan air 1 liter, serta efisiensi penyalaan dari briketnya 78%.