cover
Contact Name
Tineke Saroinsong
Contact Email
tinekesaroinsong@gmail.com
Phone
+6281356331213
Journal Mail Official
tinekesaroinsong@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya ITS, Sukolilo, Surabaya, 60111, Indonesia Tel : +6287859160488
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Journal of Applied Mechanical Engineering and Renewable Energy (JAMERE)
ISSN : -     EISSN : 27751031     DOI : https://doi.org/10.52158/jamere
The Journal of Applied Mechanical Engineering and Renewable Energy (JAMERE) at https://journal.isas.or.id/index.php/JAMERE) is a blind peer-reviewed journal dedicated to the publication of quality research results in the field of Mechanical Engineering and Technological Innovation. Articles published in the JAMERE Journal include original scientific research results (top priority), while for scientific review articles that are new (not top priority) and also comments that are critical of the results of scientific papers published by the JAMERE journal. All publications in the JAMERE journal are open access that allows articles to be freely available online without subscribing to anything.
Articles 90 Documents
Making Biobriquettes from Patchouli and Rice Husks Using Tapioca Flour Glue Josephine Raphaela; Alferd Noufie Mekel; Tineke Saroinsong
Journal of Applied Mechanical Engineering and Renewable Energy Vol 6 No 2 (2026)
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52158/jamere.v6i2.1665

Abstract

Meningkatnya kebutuhan energi serta semakin terbatasnya cadangan bahan bakar fosil mendorong pengembangan sumber energi terbarukan yang berasal dari biomassa. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah memanfaatkan limbah pertanian sebagai bahan baku pembuatan biobriket. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi konsentrasi perekat tepung tapioka (5%, 8%, 10%, 12%, dan 14%) terhadap karakteristik biobriket yang dibuat dari campuran limbah penyulingan minyak nilam dan sekam padi dengan perbandingan 50:50, serta menentukan komposisi perekat yang paling optimal. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Biobriket yang dihasilkan diuji berdasarkan kadar air, kadar abu, kadar zat menguap, dan laju pembakaran sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi konsentrasi perekat memberikan pengaruh terhadap seluruh parameter pengujian. Kadar air berkisar antara 11,25–14,94%, kadar abu 32,54–40,28%, kadar zat menguap 32,04–38,14%, dan laju pembakaran 0,4118–0,6094 g/menit. Komposisi perekat 12% menghasilkan karakteristik biobriket yang paling seimbang, yaitu kadar air 13,06%, kadar abu 34,52%, kadar zat menguap 36,17%, dan laju pembakaran 0,4589 g/menit. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan perekat tepung tapioka sebesar 12% merupakan komposisi optimum untuk menghasilkan biobriket dengan kualitas pembakaran yang baik sekaligus mendukung pemanfaatan limbah pertanian sebagai sumber energi alternatif yang ramah lingkungan.
Perancangan dan Pembuatan Simulator Pendeteksi Kerusakan Bearing Sutan Dzaky H.N; Nurhadi
Journal of Applied Mechanical Engineering and Renewable Energy Vol 6 No 2 (2026)
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52158/jamere.v6i2.1638

Abstract

Bearing roda merupakan komponen mekanis yang berfungsi menopang beban radial dan aksial sekaligus memungkinkan roda berputar dengan gesekan yang minimum. Deteksi dini kerusakan bearing sangat penting untuk meningkatkan keselamatan, keandalan, dan efektivitas pemeliharaan kendaraan. Permasalahannya alat pendeteksi kerusakan bearing di pasaran masih terbatas. Penelitian ini bertujuan merancang dan membuat alat simulator pendeteksi kerusakan bearing roda berbasis sistem multi-sensor yang terintegrasi dengan mikrokontroler ESP32. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen melalui tahapan perancangan, fabrikasi (integrasi sistem mekanik dan elektronik) agar mampu mensimulasikan kondisi kerja bearing secara terkontrol, dan pengujian fungsi simulator. Sistem mekanik terdiri atas motor AC 1 phase berkecepatan maksimum 3000 rpm, transmisi pulley-belt, poros, dan roda uji, sedangkan sistem elektronik terdiri dari sensor getaran SW-420, sensor akustik MAX4466, sensor suhu inframerah MLX90614, sensor Hall Effect sebagai pengukur kecepatan putar, LCD 20×4  sebagai media tampilan, serta data logger sebagai media penyimpanan data. Simulator dirancang menggunakan Autodesk Fusion 360 kemudian direalisasikan menjadi sebuah prototipe yang mampu mengintegrasikan seluruh komponen secara fungsional. Pengujian simulator dilakukan dengan menguji fungsi masing-masing sensor dan menguji fungsi sistem secara keselurahan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa simulator yang dikembangkan mampu melakukan pengukuran, menampilkan, dan merekam parameter getaran, kebisingan, suhu, serta kecepatan putar secara real-time. Simulator ini diharapkan dapat digunakan sebagai media penelitian, pengujian dan deteksi dini kerusakan bearing roda di masa mendatang. 
Pemanfaatan Limbah Penyulingan Minyak Nilam Dan Sekam Padi Dalam Pembuatan Biobriket Sebagai Bahan Bakar Alternatif Dengan Dominan Limbah Nilam Vincent Putra Tandiapa; Alfred Noufie Mekel; Artian Sirun; Tineke Saroinsong
Journal of Applied Mechanical Engineering and Renewable Energy Vol 6 No 2 (2026)
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52158/jamere.v6i2.1666

Abstract

Limbah penyulingan minyak nilam (Pogostemon cablin) dan sekam padi merupakan limbah pertanian dan agroindustri yang melimpah, tetapi belum dimanfaatkan secara optimal di Desa Talawaan, Sulawesi Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik bahan bakar biobriket yang dibuat dari campuran limbah penyulingan minyak nilam dan sekam padi pada tiga variasi komposisi (Sekam Padi (SP) : Limbah Nilam (LN) = 20:80, 30:70, dan 40:60 berdasarkan berat) dengan perekat tepung tapioka. Parameter proksimat, yaitu kadar air, kadar abu, dan kadar zat menguap, diuji di laboratorium terakreditasi Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Manado mengacu pada SNI 01-6235-2000, sedangkan kadar karbon tertambat dihitung dengan metode selisih dan laju pembakaran diukur sebagai rasio kehilangan massa terhadap waktu pembakaran. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan proporsi sekam padi menurunkan kadar air dari 19,59% menjadi 14,39% dan kadar zat menguap dari 43,65% menjadi 38,38%, sementara kadar abu meningkat dari 26,73% menjadi 34,44%, yang diduga dipengaruhi oleh kandungan silika sekam padi yang tinggi. Laju pembakaran relatif sama pada komposisi 20% dan 30% sekam padi (0,602 dan 0,605 g/menit), namun menurun pada komposisi 40% sekam padi menjadi 0,484 g/menit. Ketiga variasi belum memenuhi syarat SNI 01-6235-2000 untuk kadar air dan kadar abu (maksimal 8%), meskipun komposisi 30:70 menunjukkan kinerja terbaik di antara ketiga variasi yang diuji. Temuan ini melengkapi penelitian pendamping mengenai mesin press hidrolik yang dikembangkan untuk bahan baku ini sekaligus menjadi data dasar untuk optimasi proses pencetakan briket selanjutnya.
Pengaruh Kecepatan Putaran Spindle dan Feed Rate terhadap Tingkat Kekasaran Permukaan Material AISI 4140 pada Proses Bubut Sanwily; Yano Hurung Anoi; Rosmiati; Siti Norhidayah
Journal of Applied Mechanical Engineering and Renewable Energy Vol 6 No 2 (2026)
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52158/jamere.v6i2.1685

Abstract

  Kecepatan spindle dan feed rate merupakan hal yang sangat berpengaruh pada proses pembubutan dalam industri manufaktur. Salah satu indikator utama kualitas hasil pembubutan adalah kekasaran permukaan, karena berpengaruh terhadap umur pakai, performa, dan keandalan komponen mesin. Pada praktik bengkel permesinan, khususnya pada pembubutan material baja paduan AISI 4140, sering terjadi ke tidak konsistenan kualitas permukaan akibat penentuan parameter pemotongan yang masih bergantung pada pengalaman operator dan belum terstandar secara teknis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi kecepatan putaran spindle dan feed rate terhadap tingkat kekasaran permukaan material AISI 4140 pada proses bubut konvensional, serta menentukan kombinasi parameter pemotongan yang menghasilkan nilai kekasaran permukaan paling optimal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan eksperimental. Proses pembubutan dilakukan menggunakan mesin bubut TOS TRENCIN SN 71 C dengan variasi kecepatan putaran spindle 250 RPM, 360 RPM, dan 500 RPM, serta variasi feed rate 0,09 mm/rev, 0,16 mm/rev, dan 0,23 mm/rev. Parameter pemotongan lainnya dijaga konstan, yaitu kedalaman pemotongan 0,5 mm dan penggunaan pahat insert carbide Sandvik Coromant. Pengukuran kekasaran permukaan dilakukan menggunakan surface roughness tester TIME 3200 dengan parameter Ra. Analisis ANOVA menunjukkan bahwa feed rate merupakan parameter yang paling dominan mempengaruhi kekasaran permukaan (p-value 0,02 < 0,05). Nilai rata – rata kekasaran permukaan terbaik yang diperoleh adalah 0,945 µm dengan kelas kekasaran N6 dengan penggunaan parameter kecepatan spindle 500 RPM dan kecepatan feed rate 0,09 mm/rev.
Desain Monitoring Turbin Archimedes Berbasis IoT Shevano E A Gosal; Tineke Saroinsong; Jedithjah N T Papia
Journal of Applied Mechanical Engineering and Renewable Energy Vol 6 No 2 (2026)
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52158/jamere.v6i2.1646

Abstract

Turbin Archimedes banyak dipertimbangkan untuk pembangkit mikrohidro karena dapat bekerja pada kondisi head rendah, memiliki konstruksi yang relatif sederhana, dan sesuai untuk kanal atau aliran kecil. Penelitian ini bertujuan merancang serta menguji sistem monitoring berbasis Internet of Things (IoT) untuk membaca tegangan, arus, dan daya keluaran generator turbin Archimedes. Sistem menggunakan sensor INA219, mikrokontroler ESP32, koneksi Wi-Fi, dan dashboard Blynk. Pengujian dilakukan pada dua kondisi, yaitu tanpa beban dan dengan beban. Tegangan tanpa beban berada pada rentang 14,5–15,6 V. Setelah beban dihubungkan, tegangan berada pada rentang 9,707–10,582 V, arus 0,228–0,333 A, dan daya terukur 2,073–3,511 W. Berdasarkan nilai tengah masing-masing rentang, pembebanan menurunkan tegangan dari 15,050 V menjadi 10,145 V atau sekitar 32,6%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sistem monitoring mampu merekam perubahan karakteristik listrik generator akibat pembebanan. Namun, evaluasi efisiensi turbin masih memerlukan data debit, head, putaran, dan torsi, sedangkan konsistensi daya perlu diverifikasi menggunakan pencuplikan tegangan dan arus yang sinkron.  
Perancangan Mesin Pecacah Rumput Ternak Dengan Kapasistas 130 Kg /Jam Abdullah Kafabihi; Lisa Puspita Ariyanto; Dedy Rachman Ardian
Journal of Applied Mechanical Engineering and Renewable Energy Vol 6 No 2 (2026)
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52158/jamere.v6i2.1659

Abstract

Ketersediaan pakan hijauan yang berkualitas dan proses penyediaannya secara efisien merupakan faktor penting dalam meningkatkan produktivitas usaha peternakan. Di Desa X , proses pencacahan rumput masih banyak dilakukan secara manual sehingga membutuhkan waktu yang lama. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan mesin pencacah rumput ternak berkapasitas 130 kg/jam, menentukan sistem transmisi yang sesuai, serta menghitung kebutuhan daya motor penggerak agar mesin mampu bekerja secara efektif dan efisien. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan (development research) dengan pendekatan eksperimen dan rancang bangun (engineering research). Mesin dirancang menggunakan motor bensin Honda GX160H dengan sistem transmisi puli dan sabuk-V. Kapasitas produksi dihitung berdasarkan perbandingan massa hasil cacahan terhadap waktu proses.Hasil perancangan menunjukkan bahwa untuk mencapai kapasitas 130 kg/jam diperlukan putaran mesin sekitar 2.200 rpm. Berdasarkan hasil perhitungan, daya aktual motor sebesar 2,69 kW, sedangkan daya rencana yang digunakan sebesar 4,10 kW (5,5 HP) sehingga tersedia faktor keamanan yang memadai untuk pengoperasian mesin. Sistem transmisi puli dan sabuk-V mampu menyalurkan daya secara efektif, sedangkan penggunaan motor Honda GX160H dinilai memenuhi kebutuhan operasional mesin pencacah rumpu. Disimpulkan bahwa rancangan mesin pencacah rumput berkapasitas 130 kg/jam telah memenuhi kebutuhan teknis untuk skala peternakan kecil hingga menengah. Mesin yang dirancang berpotensi meningkatkan efisiensi proses penyediaan pakan hijauan, mengurangi waktu dan tenaga kerja, serta menghasilkan cacahan rumput yang lebih seragam sehingga dapat mendukung produktivitas peternakan.
Analisis Keausan Track Link Undercariage Dozer Caterpillar D8R Fransye Joni Pasau; Veryyon Harahap; Lia Pongsapan; Manaseh; Jodi Setiawan Marjuni
Journal of Applied Mechanical Engineering and Renewable Energy Vol 6 No 2 (2026)
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52158/jamere.v6i2.1688

Abstract

Undercarriage merupakan sistem penting pada dozer tipe crawler karena berfungsi menopang beban unit dan meneruskan gaya gerak ke permukaan kerja. Track link mengalami kontak, gesekan, pembebanan, dan pengaruh kondisi medan secara berulang, sehingga pemantauan keausan diperlukan untuk mendukung perencanaan pemeliharaan. Penelitian ini menganalisis keausan dimensi track link pada dozer Caterpillar D8R dan membandingkan track link Caterpillar sisi kiri dengan komponen Original Equipment Manufacturer (OEM) sisi kanan. Penelitian dilaksanakan di Site TSA Melak, Muara Bunyut, Kutai Barat, pada Mei–Juni 2024. Data diperoleh melalui observasi lapangan, pengukuran menggunakan depth gauge, dan data inspeksi. Tinggi track link baru adalah 166 mm dengan batas keausan 149 mm. Pada inspeksi terakhir, tinggi track link Caterpillar sebesar 152 mm pada SMR 46.102, sedangkan track link OEM sebesar 153 mm pada SMR 45.723. Penggunaan wear allowance hasil perhitungan dimensional masing-masing sebesar 82,35% untuk Caterpillar dan 76,47% untuk OEM. Dengan demikian, track link Caterpillar berada lebih dekat dengan batas keausan dimensional dibandingkan dengan OEM. Nilai CTS yang tercatat tidak diperlakukan sebagai persentase keausan dimensional karena parameter dan formula pembentuk indeks tersebut tidak tersedia. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai dasar monitoring kondisi dan penentuan prioritas pemeliharaan track link.
Pengaruh Komposisi Ragi Untuk Fermentasi Air Nira Aren Terhadap Kualitas Bioetanol Pada Destilasi Sistem Kukus Rendy Reinald Mogonta; Tineke Saroinsong; Silvy Dollorossa
Journal of Applied Mechanical Engineering and Renewable Energy Vol 6 No 2 (2026)
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52158/jamere.v6i2.1689

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi ragi (Saccharomyces cerevisiae) dan waktu fermentasi terhadap kualitas bioetanol yang dihasilkan dari air nira aren (Arenga pinnata) melalui proses destilasi sistem kukus. Fermentasi dilakukan menggunakan tiga variasi komposisi ragi, yaitu 10 gram, 20 gram, dan 30 gram, dengan lama fermentasi masing-masing 24, 48, 72, 96, dan 120 jam. Bioetanol yang dihasilkan dievaluasi berdasarkan volume hasil destilasi selama satu jam, kadar alkohol, dan pH setelah fermentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan komposisi ragi dan lama waktu fermentasi cenderung meningkatkan kadar alkohol, dengan kadar alkohol tertinggi sebesar 49% diperoleh pada komposisi ragi 30 gram dan waktu fermentasi 120 jam. Namun demikian, volume hasil destilasi cenderung menurun seiring bertambahnya waktu fermentasi akibat berkurangnya nutrisi dalam substrat. Derajat keasaman (pH) larutan hasil fermentasi menurun dari kisaran awal 6-7 menjadi 4-5 seiring berjalannya proses fermentasi. Temuan ini menunjukkan bahwa komposisi ragi dan waktu fermentasi berpengaruh signifikan terhadap kualitas bioetanol yang dihasilkan melalui proses destilasi sistem kukus
Perbandingan Korosi Pada Baja Karbon AISI 1018 Menggunakan Lapisan Cat Enamel Dan Cat Akrilik Dalam Larutan Nacl Dengan Konsentrasi 3,5% Yuliana Simons; Muhammad Khaithir Haidar; Ferdi Pratama; Mikhel Albert John
Journal of Applied Mechanical Engineering and Renewable Energy Vol 6 No 2 (2026)
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52158/jamere.v6i2.1704

Abstract

Baja karbon rendah AISI 1018 banyak digunakan dalam berbagai aplikasi industri, namun memiliki kerentanan yang tinggi terhadap korosi, terutama pada lingkungan maritim yang mengandung ion klorida. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan ketahanan korosi pada baja karbon AISI 1018 yang dilapisi cat enamel dan cat akrilik, serta membandingkannya dengan spesimen tanpa lapisan (uncoated/raw material). Metode penelitian yang digunakan adalah uji perendaman (immersion test) dalam larutan Natrium Klorida (NaCl) dengan konsentrasi 3,5% selama variasi waktu 7, 14, 21, 28, dan 31 hari. Pengamatan visual secara makroskopis dilakukan untuk mengidentifikasi mekanisme degradasi dan perkembangan produk korosi pada permukaan spesimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spesimen tanpa lapisan mengalami korosi merata (uniform corrosion) sejak awal perendaman, membentuk lapisan oksida besi (Fe3O4) berwarna abu-abu gelap kehitaman yang tebal. Lapisan cat akrilik mengalami kegagalan fungsi proteksi yang signifikan dengan ditemukannya korosi bawah lapisan (underfilm corrosion) berupa produk karat (Fe2O3.H2O) berwarna oranye kecokelatan yang menutupi seluruh permukaan akibat tingginya porositas cat. Sebaliknya, cat enamel menunjukkan performa proteksi fisik paling optimal dengan mempertahankan integritas lapisan di area utama hingga hari ke-31, di mana degradasi hanya terjadi secara lokal di area tepi (edge corrosion). Dengan demikian, cat enamel lebih direkomendasikan sebagai lapisan pelindung baja AISI 1018 pada lingkungan kaya klorida dibandingkan cat akrilik. 
Analisis Kesesuaian Viskositas Tinta Ccpro Menggunakan Digital Viscometer Muhammad Rizki; Manaseh; Siska Ayu Kartika; Budha Maryanti; Fransye Joni Pasau
Journal of Applied Mechanical Engineering and Renewable Energy Vol 6 No 2 (2026)
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52158/jamere.v6i2.1709

Abstract

Viskositas merupakan parameter penting dalam proses CCPRO Tinting karena memengaruhi kelancaran aliran tinta, kestabilan pengeluaran tinta, dan risiko penyumbatan nozzle. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesesuaian nilai viskositas tinta CCPRO yang diukur menggunakan Digital Viscometer serta mengetahui pengaruh perubahan viskositas terhadap kinerja aliran tinta. Metode yang digunakan adalah kuantitatif melalui observasi, studi pustaka, dan eksperimen. Sampel terdiri atas tiga jenis tinta colourant, yaitu HD Orange (HO), Transparent Yellow Oxide (TY), dan Yellow (YE). Setiap sampel diukur tiga kali kemudian dihitung nilai rata-ratanya. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata viskositas HO sebesar 1200 cP, TY sebesar 1230 cP, dan YE sebesar 1250 cP. HO dan TY dinyatakan sesuai dengan persyaratan perusahaan, sedangkan YE dinyatakan tidak sesuai sehingga memerlukan tindakan pengendalian sebelum digunakan. Peningkatan viskositas menyebabkan hambatan aliran semakin besar dan dapat menurunkan kelancaran aliran tinta melalui nozzle. Digital Viscometer menghasilkan pengukuran berulang yang konsisten sehingga sesuai digunakan untuk pemantauan viskositas tinta CCPRO secara berkala.