cover
Contact Name
Panggea Ghiyats Sabrian
Contact Email
panggea@ft.unmul.ac.id
Phone
+6281281796175
Journal Mail Official
teknikgeologi@ft.unmul.ac.id
Editorial Address
Department of Geological Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Mulawarman Jl. Sambaliung No.9 Samarinda, Kalimantan Timur, 75119
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 24433012     EISSN : 29642299     DOI : -
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi is a peer-reviewed scientific journal that was established in 2018, covering "Geology, Mining, Applied Geophysics and Related Topics". It is published by Department of Geology, Faculty of Engineering, Universitas Mulawarman, East Kalimantan, Indonesian, twice a year (January and July). JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi provides an opportunity for the publication of research from all fields of solid earth geosciences. Papers, which discuss the interaction between the solid earth, atmosphere, and water bodies, are also welcome. JTGEO publishes peer-reviewed articles and reviews. Original scientific articles should be written in good Bahasa Indonesia, of a maximum length of 15 printed pages. All articles are peer reviewed by at least two researchers expert in the field of the submitted paper.
Articles 79 Documents
Karakterisasi Fasies Hidrokimia Airtanah untuk Identifikasi Aliran Airtanah Geosite Danau Rayo, Musi Rawas Utara Sumatera Selatan Budhi Setiawan; Fade Risa Azzahra
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 8, No 2 (2025): Jurnal Teknik Geologi : Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtgeo.v8i2.22930

Abstract

Danau Rayo di Kabupaten Musi Rawas Utara merupakan calon geosite yang memiliki morfologi melingkar dan sistem hidrogeologi yang unik. Penelitian ini bertujuan untuk identifikasi zonasi fasies hidrokimia airtanah yang dapat digunakan untuk memahami pola aliran dan proses geokimia yang berlangsung. Metode yang digunakan terdiri atas pengambilan sampel airtanah dan permukaan secara purposif, analisis ion utama, konversi konsentrasi serta validasi keseimbangan dengan Charge Balance Error (CBE). Data tervalidasi tersebut digunakan untuk visualisasi fasies dengan Diagram Piper dan Stiff sehingga diperoleh zonasi hidrogeokimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh sampel memiliki CBE dalam batas toleransi yang terdiri atas tiga zona yaitu zona stagnan (BR1-BR5), zona discharge (AS1 dan AS2) serta zona transisi (BR6). Distribusi fasies ini mencerminkan proses pelarutan karbonat dan silikat, pencampuran airtanah dan air permukaan serta pengaruh litologi dan waktu tinggal air. Hasil analisa fasies ini memberikan dasar ilmiah untuk pengelolaan geoheritage dan konservasi sumberdaya air berbasis zonasi fasies.
Mekanisme Struktur Geologi Berdasarkan Analisis DEM dan Analisis Stereografis Daerah Banjaranyar Sekitarnya Kabupaten Ciamis Jawa Barat Felix Mateus Exaudi Gultom; Yogie Zulkurnia Rochmana
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 8, No 2 (2025): Jurnal Teknik Geologi : Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtgeo.v8i2.22972

Abstract

Daerah Banjaranyar memiliki kondisi geologi yang kompleks, yang ditandai oleh adanya aktivitas tektonik yang memengaruhi bentuk morfologi permukaan serta perkembangan struktur geologi di wilayah tersebut. Analisis mekanisme struktur menjadi penting untuk memahami hubungan antara proses tektonik dan formasi batuan yang terjadi. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mengidentifikasi dan menggambarkan jenis, arah gaya utama, dan arah pergerakan struktur yang ada pada daerah penelitian. Metode yang digunakan pada penelitian ini berupa pendekatan integratif melalui analisis citra satelit (DEM) dengan melihat dan analisis stereografis menggunakan software Dips dan Win Tensor. Analisis stereografis juga menggunakan beberapa klasifikasi untuk menghasilkan data yang akurat seperti Klasifikasi Fossen dan Klasifikasi Rickard untuk penamaan sesar serta Klasifikasi Fossen dan Klasifikasi Nabavi dan Fossen untuk penamaan lipatan. Berdasarkan hasil pengamatan dan pengolahan data, terdapat struktur orde 1 yaitu Sesar Pasawahan, Antiklin Banjaranyar, Sinklin Pasawahan dengan arah orientasi Barat – Timur, dan struktur orde 2 yaitu Sesar Cigayam dengan arah orientasi Barat Laut – Tenggara.
Analisis Stabilitas Lereng dan Penanganan Longsor pada Desa Gurimbang Kabupaten Berau Kalimantan Timur Heri Sutanto; Muhammad Jazir Alkas; Ferdian Sutanto
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 8, No 2 (2025): Jurnal Teknik Geologi : Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtgeo.v8i2.23075

Abstract

Jalan poros utama di Desa Gurimbang yang menghubungkan Desa Gurimbang, Sukan Tengah, dan Tanjung Perangat mengalami longsor, mengakibatkan terganggunya akses transportasi darat dan berpotensi menghambat pasokan air bersih karena lokasi longsor berdekatan dengan intake Perumda Tirta Segah Unit Gurimbang. Diperlukan analisis geoteknik untuk menilai stabilitas lereng dan merancang perkuatan yang efektif. Oleh karena itu dilakukan penelitian ini untuk menganalisis penanganan longsor menggunakan perkuatan sheet pile dan dinding kantilever, mencakup stabilitas terhadap geser, guling, daya dukung tanah, serta stabilitas global. Tekanan tanah dihitung menggunakan teori Rankine, dengan analisis kapasitas dukung berdasarkan metode U.S. Army Corps untuk sheet pile dan teori Meyerhof serta Hansen untuk dinding kantilever. Analisis dilakukan pada empat model kondisi lereng, yaitu sebelum dan sesudah longsor dengan dua variasi muka air tanah (aktual dan penurunan 3 m), menggunakan metode Bishop dan Finite Element Method (FEM). Hasil menunjukkan faktor keamanan (SF) metode Bishop berturut-turut 1,411; 1,453; 1,517; dan 1,517, sedangkan metode FEM menghasilkan 1,408; 1,430; 1,509; dan 1,511. Karena SF < 1,5, lereng dinyatakan tidak stabil dan memerlukan perkuatan sepanjang 35 m. Analisis perkuatan menunjukkan sheet pile memiliki stabilitas geser 17,502; guling 5,29; daya dukung 5,269; dan SF global 1,568–1,534, sedangkan dinding kantilever menghasilkan 3,595; 4,268; 19,366; dan SF global 1,569–1,529. Perbandingan RAB menunjukkan biaya sheet pile Rp740.150.000,00 dan kantilever Rp604.442.285,33. Dengan demikian, perkuatan dinding kantilever dinilai lebih ekonomis dan menjadi solusi alternatif untuk penanganan longsor di lokasi tersebut.
The Influence of Geological Structure against Gunung Batu Pek in New Ritan Village, Tabang District, Kutai Kartanegara Regency Nur Rahman Al Chasani
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 8, No 2 (2025): Jurnal Teknik Geologi : Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtgeo.v8i2.21307

Abstract

“Intrusi Atan” is one of the formations that compose the upper part of the Kutai Basin, dating from the Oligocene–Miocene. A notable feature of this Intrusion is Gunung Batu Pek, located in Ritan Baru Village. The aim of this study is to determine the characteristics of the rock at Gunung Batu Pek as well as its genesis. The research was conducted using the FFD (Fault–Fracture–Density) method to identify the structural geological trends controlling the area, followed by geological mapping to characterize the local rock types. The study identified six stations, each revealing that Gunung Batu Pek is composed of andesite, exhibiting well-developed columnar jointing. The Atan Intrusion formed due to volcanic activity associated with an extensional phase of the Kutai Basin during the Late Oligocene to Early Miocene. 
PENGGUNAAN FOTO UDARA UNTUK MONITORING LERENG TIMBUNAN IPD PIT 1 LAHAN PASCATAMBANG PT MEGAPRIMA PERSADA Sumarlin Sumarlin; Ibrahim Ibrahim; Yunianto Setiawan; Revia Oktaviani; Pangea Ghiyats Sabrian
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 8, No 2 (2025): Jurnal Teknik Geologi : Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtgeo.v8i2.25604

Abstract

Salah satu tantangan utama dalam pascatambang adalah pemantauan stabilitas lereng timbunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat ketelitian penggunaan foto udara dari Unmanned Aerial Vehicles (UAV) dalam mengidentifikasi lereng timbunan lahan pascatambang, dengan pendekatan kuantitatif berbasis parameter spasial. Dari hasil penelitian penggunan drone/UAV dalam kegiatan identfikasi lereng lahan pascatambang IPD (In pit dump) Pit 1 lahan pascatambang PT Megaprima berdasarkan ketentuan (standart) yang berlaku didapat nilai  CE90 yang dihasilkan nilai horisontal adalah 0,64 meter dan nilai LE90 ketetlitian secara vertikal adalah 2,02 meter secara ketentuan masih masuk dalam Kelas 1 pada ketelitian horizontal dan masuk kedalam kelas 3 ketetlitian secara vertikal. Dari data spasial yang dihasilkan dari pemetaan menggunakan drone atau UAV pada daerah peneltian IPD Pit 1 berdasarkan analisis ulang (back analysis) geoteknik nilai Faktor Keamanan (FK) adalah 0,77 dalam kondisi FK Dinamis pada salah titik lereng timbunan yang diteltiti, sehingga jika mengacu kepada ketentuan Kepmen ESDM nomor : 1827.K/30/MEM/2018 masuk kedalam kataegori keparahan konsekuensi tinggi. Secara lingkungan daerah peneltian masih terdapat void, kurangnya vegetasi yang menutupi, banyak terbentuk gulir erosi dan dekat dengan pemukiman Masyarakat serta daerah penelitian merupakan lereng timbunan yang terbentuk pada lubang bekas tambang seluas 70 Ha.
Optimalisasi Sistem Informasi Geografis Untuk Prediksi Tanah Longsor Menggunakan Simulasi Machine Learning Maximum Entropy (MaxEnt) Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur Budi Wiyono
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi No 1 (2026): Special Issue: BORNEO EARTH SCIENCE SUMMIT 2025
Publisher : Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtgeo.v0i1.30093

Abstract

Analisis kerawanan longsor ini menerapkan integrasi Sistem Informasi Geografis dan pemodelan Machine Learning berbasis Maximum Entropy (MaxEnt) untuk memetakan zona risiko di Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Tujuan penelitian meliputi evaluasi korelasi antar parameter lingkungan, penilaian kinerja model menggunakan Area Under the Curve (AUC), dan identifikasi zona kerawanan longsor. Data yang digunakan meliputi lima parameter utama sesuai SNI 8291-2016: kemiringan lereng, litologi, jarak dari kelurusan struktur (liniasi), tata guna lahan, dan titik kejadian gerakan tanah. Tahap pra-pemrosesan mencakup reproyeksi, standarisasi resolusi raster ke ukuran sel tiga puluh meter, dan konversi format agar semua layer memiliki dimensi identik. Untuk menghindari multikolinearitas, dilakukan pengujian korelasi Pearson untuk variabel kuantitatif dan Cramer’s V untuk variabel kategorikal; hasil menunjukkan tidak ada korelasi tinggi antar parameter sehingga layak dijadikan input MaxEnt. Pemodelan dijalankan dengan metode cross-validation untuk membagi data presensi menjadi subset pelatihan dan pengujian bergilir. Kinerja model dievaluasi menggunakan kurva ROC dan AUC dengan nilai AUC uji sebesar 0,825, yang dikategorikan sebagai baik. Peta keluaran MaxEnt mengelompokkan wilayah menjadi tiga zona kerawanan: tinggi, sedang, dan rendah; zona berpotensi tinggi terutama terletak di lereng curam dengan litologi rentan dan perubahan tata guna lahan akibat aktivitas manusia. Dalam tahap pra-pemrosesan juga dilakukan pengisian nilai nodata (-9999) dan penyesuaian header raster serta penggunaan plugin Molusce untuk analisis korelasi dan validasi dimensi layer. Hasil peta kerawanan diarapkan menjadi dasar bagi perencanaan mitigasi, pengendalian lahan, dan penentuan prioritas intervensi pengurangan risiko di wilayah studi.
Analisis Volume Longsor Berbasis Pengukuran Lapangan dan Fotogrametri UAV pada Jalan Kuburan Cina, Samarinda Ilir Agustin Abraham Juk
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi No 1 (2026): Special Issue: BORNEO EARTH SCIENCE SUMMIT 2025
Publisher : Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtgeo.v0i1.26907

Abstract

Longsor yang terjadi di Jalan Kuburan Cina, Sidomulyo, Samarinda Ilir, merupakan bentuk kegagalan lereng yang dipengaruhi oleh kondisi geologi, morfologi, hidrologi, serta aktivitas manusia. Penelitian ini bertujuan menghasilkan estimasi volume longsoran yang akurat melalui integrasi pengukuran lapangan langsung dengan pemodelan fotogrametri berbasis UAV. Data sebelum kejadian diperoleh dari citra Google Earth untuk merepresentasikan kondisi permukaan awal, sedangkan data pascakejadian dikumpulkan melalui pemetaan UAV dan diolah menggunakan Agisoft Metashape untuk menghasilkan ortomosaik dan Digital Elevation Model (DEM), dengan pengamatan lapangan digunakan untuk menentukan batas longsoran dan memverifikasi perubahan permukaan. Lokasi penelitian didominasi oleh lempung terlapukkan yang berasal dari Formasi Pulau Balang dan Formasi Balikpapan, dengan Strike dan dip N46°E/65°, yang memengaruhi pergerakan translasi massa longsoran, di mana lempung plastis mengalami penurunan kuat geser yang signifikan saat jenuh sehingga meningkatkan ketidakstabilan lereng. Analisis spasial menggunakan pendekatan AHP–GIS menunjukkan bahwa kemiringan lereng merupakan faktor paling berpengaruh, diikuti oleh perubahan tutupan lahan, litologi, dan intensitas curah hujan. Perhitungan manual menghasilkan estimasi volume longsoran sekitar 10.873 m³, sedangkan metode fotogrametri UAV memberikan nilai yang lebih representatif sebesar 7.979,1 m³ dengan selisih sekitar 27 persen, yang menegaskan keunggulan pemodelan UAV dalam menangkap variasi permukaan secara lebih detail. Integrasi data UAV dengan verifikasi lapangan terbukti sebagai metode yang andal untuk menghasilkan estimasi volume longsoran berpresisi tinggi sebagai dasar perencanaan mitigasi dan strategi stabilisasi lereng di masa mendatang.Kata Kunci: Longsor, fotogrametri UAV, volume longsoran, Metashape, AHP–GIS
Analisis Kerentanan Longsor dan Perencanaan Mitigasi Geoteknik pada Akses Jalan Jalan Merdeka - Damai, Samarinda, Kalimantan Timur. Alif Bintang Ghifaari
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi No 1 (2026): Special Issue: BORNEO EARTH SCIENCE SUMMIT 2025
Publisher : Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtgeo.v0i1.26701

Abstract

Kawasan akses Jalan Merdeka–Damai, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, merupakan daerah dengan tingkat kejadian longsor yang tinggi akibat kondisi morfologi berupa lereng curam, litologi dominan batulempung, serta perubahan tutupan lahan yang intensif. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat kerentanan longsor dan merumuskan strategi mitigasi geoteknik yang efektif dan berbasis prioritas risiko. Analisis kerentanan dilakukan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) berbasis Sistem Informasi Geografis dengan mempertimbangkan parameter kemiringan lereng, tutupan lahan, litologi, dan curah hujan. Selanjutnya, empat lokasi kritis dianalisis lebih rinci melalui pemodelan stabilitas lereng menggunakan perangkat lunak Slide untuk memperoleh nilai Factor of Safety (FK) dan karakteristik bidang longsor. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar area penelitian berada pada kelas rawan hingga sangat rawan longsor, dengan nilai FK awal < 1 yang mengindikasikan kondisi lereng tidak stabil. Berdasarkan karakteristik geoteknik dan hasil simulasi, dirancang beberapa alternatif mitigasi teknis berupa kombinasi soil nailing, retaining wall, wiremesh, dan shotcrete yang disesuaikan dengan kondisi tiap lokasi. Penerapan skenario mitigasi menunjukkan peningkatan kestabilan lereng yang signifikan, dengan nilai FK pasca-mitigasi melebihi 1,3. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan integratif antara analisis kerentanan dan pemodelan geoteknik mampu menghasilkan rekomendasi mitigasi yang aplikatif, serta dapat menjadi dasar perencanaan infrastruktur jalan yang lebih aman dan berkelanjutan di wilayah perkotaan rawan longsor.
HIDROKARBON NON-KONVENSIONAL DI CEKUNGAN BARITO: POTENSI SHALE GAS DAN COALBED METHANE DENGAN ANALISIS EVOLUSI GEOLOGI DAN RISIKO EKSPLOITASI David Saroli Waruwu
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi No 1 (2026): Special Issue: BORNEO EARTH SCIENCE SUMMIT 2025
Publisher : Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtgeo.v0i1.30076

Abstract

Permintaan global akan energi yang terus meningkat mendorong eksplorasi hidrokarbon non-konvensional, khususnya shale gas dan coalbed methane (CBM), di cekungan sedimen yang telah matang. Cekungan Barito di Kalimantan Selatan, yang dicirikan oleh sekuens batubara Tersier yang tebal dan serpih kaya organik, merupakan wilayah yang menjanjikan namun masih relatif kurang diteliti untuk pengembangan sumber daya ini. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi geologi hidrokarbon non-konvensional di Cekungan Barito melalui analisis evolusi cekungan, lingkungan pengendapan, serta kontrol struktural yang memengaruhi proses generasi dan akumulasi hidrokarbon. Studi ini mengintegrasikan data geologi dan geokimia dari penelitian terdahulu, meliputi stratigrafi, distribusi lapisan batubara, total organic carbon (TOC), dan tipe kerogen, untuk menilai tingkat kematangan batuan sumber, jalur migrasi hidrokarbon, serta karakteristik reservoir. Hasil analisis menunjukkan bahwa evolusi tektono-sedimen Cekungan Barito telah menciptakan kondisi yang mendukung pembentukan hidrokarbon, dengan lapisan batubara tebal dan serpih kaya organik sebagai target utama pengembangan CBM dan shale gas. Selain potensi tersebut, penelitian ini juga mengkaji faktor-faktor risiko eksploitasi, termasuk heterogenitas reservoir, variasi kedalaman dan tekanan, serta keterbatasan lingkungan. Penilaian risiko geologi mengindikasikan adanya kerentanan hidrogeologi akibat dewatering CBM yang berpotensi memicu subsidensi, serta risiko seismisitas terinduksi akibat injeksi fluida bertekanan tinggi pada operasi frakturasi hidraulik di sekitar sistem sesar utama. Temuan ini menegaskan bahwa meskipun Cekungan Barito memiliki potensi hidrokarbon non-konvensional yang signifikan, pengembangan komersial memerlukan perencanaan eksplorasi yang matang, karakterisasi reservoir yang cermat, serta mitigasi risiko geologi yang ketat untuk mendukung ketahanan energi nasional dan transisi menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan.
Pemodelan Lingkungan Pengendapan Singkapan Formasi Pulau Balang Berdasarkan Analisis Biostratigrafi di Desa Bakungan Kecamatan Loa Janan Kabupaten Kutai Kartanegara Rahma Kurnia
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi No 1 (2026): Special Issue: BORNEO EARTH SCIENCE SUMMIT 2025
Publisher : Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtgeo.v0i1.26818

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk memodelkan lingkungan pengendapan Formasi Pulau Balang di Desa Bakungan, Kecamatan Loa Janan, berdasarkan biostratigrafi makrofosil. Penelitian dilakukan pada satu singkapan utama melalui stratigrafi terukur, deskripsi litologi, struktur sedimen, pengambilan sampel batuan menggunakan stratified sampling dan pengambilan sampel makrofosil secara langsung (direct fossil collection) sebagai penentu umur. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa singkapan tersusun atas lima lapisan utama, dengan pola fining upward dari batupasir menuju batulempung hingga shale, serta diselingi lapisan karbonatan berfosil. Struktur sedimen yang dominan berupa laminasi mengindikasikan kondisi pengendapan berenergi rendah. Analisis makrofosil mengidentifikasi keberadaan Anadara sp., Meretrix sp., dan Turritella sp., yang menunjukkan lingkungan perairan transisi hingga laut dangkal. Berdasarkan acuan biostratigrafi Morley (1991), fosil tersebut mengindikasikan rentang umur Miosen Awal - Miosen Akhir. Integrasi litologi, struktur sedimen, dan data fosil memperlihatkan lingkungan pengendapan transitional-lower delta plain dengan sub-fasies interdistributary bay hingga mencapai shallow marine. Berdasarkan sekuen stratigrafi, menunjukkan karakteristik Transgressive Systems Tract (TST), ditandai oleh pergeseran fasies ke arah laut (retrogradational stacking). Secara keseluruhan, penelitian ini memperlihatkan pengendapan yang dipengaruhi oleh kombinasi proses fluvial, pasang surut, dan transgresi laut, sehingga menghasilkan rekaman fasies khas lingkungan transisi hingga laut dangkal.G