cover
Contact Name
Arif Murtaqi Akhmad MS
Contact Email
arifakhmad@ung.ac.id
Phone
+6285399628831
Journal Mail Official
itp@ung.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. Ing. B. J. Habibie, Moutong Kabupaten Bone Bolango, 96554
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Mini Riset Mahasiswa
ISSN : -     EISSN : 29640202     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Seminar ini diselenggarakan oleh Jurusan Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo. Maksud dari kegiatan ini adalah sebagai implementasi program Merdeka Belajar yang kurikulumnya terdiri dari Based Project dalam bentuk Riset Mahasiswa dan Case Method dalam bentuk Seminar
Articles 87 Documents
Daya Dukung Lingkungan Pertambangan Batugamping di Dusun Geneng, Desa Candirejo, Kapanewon Semin, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Adhitama, Muhammad Mar’ie; Indriani, Rima; Muhammad, Mahadhika; Elnanda, Michele Jonathan Putra; Syahputra, Tuah Bernas; Hanifah, Luthfi
Prosiding Seminar Nasional Mini Riset Mahasiswa Vol 4, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya eksploitasi sumberdaya alam di Daerah Istimewa Yogyakarta telah memicu pertanyaan mengenaidaya dukung lingkungan lahan pertambangan yang semakin tertekan. Penelitian ini mengkaji bagaimanaaktivitas pertambangan batugamping memengaruhi kapasitas lingkungan untuk mewadahi dan menopangkehidupan serta keberlanjutan lingkungan di wilayah tersebut. Studi ini berupaya mengembangkan modelpenilaian daya dukung lahan pertambangan yang holistik. Untuk itu, dalam penelitian ini akan ditentukan harkatdan ranking penggunaan lahan pertambangan dengan menggunakan Analytic Hierarchy Process (AHP).Perangkingan didasarkan pada tiga komponen lingkungan yaitu geofisik-kimia, biotik, dan sosial yangdidalamnya mencakup tujuh parameter yaitu kemiringan lereng, curah hujan, tekstur tanah, banjir ataugenangan, jarak terhadap sungai, tutupan vegetasi, dan jarak jalan utama. Hasil penelitian diperoleh bahwa lahanpertambangan batugamping di Dusun Geneng, Desa Candirejo, Kapanewon Semin, Kabupaten Gunungkidul,Daerah Istimewa Yogyakarta berstatus daya dukung lingkungan kelas III (daya dukung sedang) dan kelas IV(daya dukung baik). Status daya dukung lingkungan sedang hingga baik menunjukkan bahwa kawasan memilikikemampuan untuk mendukung aktivitas pemanfaatan lahan sebagai lahan pertambangan, namun masih terdapatsejumlah faktor pembatas yang perlu diperhatikan dalam perencanaan dan pengelolaan wilayah karena tingkatkerentanan gangguan hidrogeometeorologis yang relatif tinggi.
Analisis Daya Dukung Lahan Pertanian (Sawah) di Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Provinsi DIY pada Tahun 2022 Santoso, Dian Hudawan; Setianingrum, Alisa Egitia; Syahirah, Fidella; Kurniawan, Dzaki; Ramadhan, M. Hafidz
Prosiding Seminar Nasional Mini Riset Mahasiswa Vol 4, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semakin banyak jumlah penduduk, maka kebutuhan akan sandang, pangan dan papan pun semakinmeningkat. Tingginya alih fungsi lahan pertanian menimbulkan masalah terhadap ketahananpangan di suatu wilayah. Luas lahan di Kecamatan Depok adalah 3.555 Ha dan paling banyakdimanfaatkan untuk lahan bukan pertanian sebesar 2.953,41 Ha (83,20%) (BPS, 2021). Penelitianini bertujuan untuk menganalisis daya dukung lahan pertanian ketiga desa di Kecamatan Depok,Kabupaten Sleman, DIY pada Tahun 2021, mengetahui dampak alih fungsi lahan terhadap dayadukung lahan pertanian serta menentukan strategi untuk menjaga dan meningkatkan daya dukunglahan pertanian. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode deskriptif, baik secarakuantitatif maupun kualitatif terhadap analisis data sekunder dan primer. Berdasarkan hasilperhitungan tingkat daya dukung lahan pertanian (σ), Desa Caturtunggal sebesar 1,115x 10-6,Desa Maguwoharjo sebesar 1,359x10-6 dan Desa Condongcatur sebesar 1,158x 10-6. Ketigadesa tersebut memiliki tingkat daya dukung lahan pertanian (σ)1, yang mana menunjukkan dayadukung lahan pertanian terlampaui atau buruk. Adanya alih fungsi lahan dapat menjadi ancamanserius,karena dapat menyebabkan kemampuan lahan pertanian untuk memenuhi kebutuhan panganbagi penduduk semakin berkurang. Terdapat tiga pendekatan dalam kasus pengendalian alih fungsilahan sawah (wetland), yaitu melalui : regulation; acquisition and management; dan incentive andcharge.Kata Kunci:Daya Dukung Lahan pertanian,Pangan,Alih Fungsi Lahan
Analisis Daya Dukung Lingkungan Permukiman Terhadap Potensi Tanah Longsor Berdasarkan Proyeksi Penduduk dan Kemampuan lahan di Kapanewon Jetis, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta Kuswantoro, Ramadhan Ari; Zulfa, Reshinda; Yuanita, Rahma Styfari; Syazwan, Muhammad Fariz; Sinambela, Fauzan Fadhil; Kurniawan, Febrian; Fauzi, Candra Radhitya
Prosiding Seminar Nasional Mini Riset Mahasiswa Vol 4, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk di Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul sebesar 1,68% (Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bantul, 2023). Peningkatan ini berdampak pada pemanfaatan lahan yang semakin intensif, terutama pada wilayah dengan daya dukung lingkungan rendah, yang ditunjukkan oleh nilai Daya Dukung Pemanfaatan Lahan (DDPM) 1. Metode yang digunakan dalam penelitian ini mencakup survei lapangan, overlay, pengharkatan (scoring), dan studi literatur. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa daerah penelitian memiliki daya dukung lingkungan dengan kategori "Baik" (skor 31–32), sementara beberapa wilayah lain, khususnya dengan kondisi drainase terbatas, kedalaman efektif tanah rendah, dan adanya singkapan batuan, berada pada kategori "Agak Jelek" (skor 28). Analisis ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kesesuaian pemanfaatan lahan permukiman terhadap daya dukung lingkungan di Kecamatan Jetis.
NILAI PENTING PENGEMBANGAN KOPI DI KABUPATEN TEMANGGUNG Fatjrin, Ainin Nur; Swasono, Didiet Heru; Sambodo, Reo
Prosiding Seminar Nasional Mini Riset Mahasiswa Vol 4, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coffee is one of the main agricultural commodities in Indonesia. Temanggung Regency has a long history of coffee cultivation and has become one of the pillars of the local economy. This study aims to determine the social, economic, and environmental impacts, the role of technology in improving coffee production and quality, and the efforts to empower local coffee farmers to enhance production yields and the competitiveness of Temanggung coffee products. This research was conducted from September 3 to November 3, 2024, in Temanggung Regency. The data required for this study includes both primary and secondary data. The data collection technique used purposive sampling and snowball sampling methods to select respondents. The type of research conducted is qualitative (survey-based). The development of coffee in Temanggung has encouraged youth participation in the coffee business, particularly in the coffee derivative industry. This indicates a positive social change with increasing awareness among the younger generation about local potential. Arabica and Robusta coffee have a significant impact on the community's economy. The Temanggung Regency Government actively provides assistance to Arabica (75%) and Robusta (47.5%) coffee farmers every 36 days, covering training, post-harvest management, and plant maintenance. This assistance enhances farmers' ability to utilize technology for coffee productivity.All Arabica and Robusta coffee farmers in Temanggung actively carry out routine maintenance, such as pruning, precise fertilization, and pest control. This maintenance ensures high-quality coffee beans, making them competitive in the market.Key : Coffee, Economy, Social, Environment, Empowerment 
Analisis Kesesuaian Lahan dan Daya Tampung untuk Perumahan di Kawasan Rawan Banjir dan Longsor di Desa Sidorejo, Kecamatan Godean serta Arahan Pengelolaannya Fardede, Asha Uswatun Hasanah; Khasanah, Hetty Nurjamiatun; Nababan, Putri Pintauli; Rafianto, Rio Azurizqi
Prosiding Seminar Nasional Mini Riset Mahasiswa Vol 4, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rapid population growth in urban areas has driven an increase in the need for land for various activities, especially settlements. This study aims to analyze the suitability of land and environmental carrying capacity for settlement development in Bukit Pandawa, Sidorejo Village, Godean District, Sleman Regency. The methods used include spatial analysis and field surveys by considering several physical parameters of the land, namely slope, soil depth, texture, gravel content, drainage, and flood potential. One striking example occurs in Bukit Pandawa, Sidorejo Village, Godean District, Sleman, where the hilly area which is part of the Gunung So Ridge is engineered to support housing development. In fact, the area has a pyroclastic rock lithology that has undergone advanced weathering, plus a steep slope, so it has a high potential for landslide hazards. The unsuitability of land for use as a settlement without proper slope management can endanger the safety and sustainability of development. Therefore, analysis of land suitability and carrying capacity is important in spatial planning, in order to ensure safe, sustainable land use, and in accordance with the physical characteristics of the area.
KESESUAIAN SUMBER DAYA DAN DAYA DUKUNG KAWASAN KATEGORI REKREASI PANTAI KUWARU KABUPATEN BANTUL YOGYAKARTA Rahmayanti, Laila; Sari, Deasy Fitria; Anindya, Nazhara; Pawestri, Rafida Ayuning
Prosiding Seminar Nasional Mini Riset Mahasiswa Vol 4, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pantai Kuwaru yang terletak di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu kawasan pesisir yang memiliki potensi besar dalam pengembangan wisata berbasis ekowisata dan keberlanjutan. Akan tetapi, pengembangan kawasan wisata tidak dapat dilakukan tanpa memperhatikan kesesuaian sumber daya yang dimiliki serta daya dukung lingkungan yang tersedia untuk menjamin keberlanjutan dan mencegah degradasi ekosistem pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian sumber daya dan daya dukung kawasan Pantai Kuwaru sebagai destinasi rekreasi berdasarkan parameter fisik, ekologis, dan sosial. Metode penelitian yang digunakan mencakup observasi langsung terhadap kondisi fisik dan lingkungan pantai serta studi literatur yang mendalam. Adapun parameter yang dianalisis meliputi kedalaman perairan, tipe dan lebar pantai, material dasar perairan, kecepatan arus, kemiringan pantai, penutup lahan, kecerahan perairan, keberadaan biota berbahaya serta ketersediaan air tawar. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa Pantai Kuwaru memiliki nilai indeks kesesuaian sebesar 49% yang termasuk dalam kategori S3 (sesuai bersyarat) dan daya dukung kawasan sebesar 12 orang/hari yang didominasi oleh aktivitas memancing. Berdasarkan evaluasi didapatkan hasil nilai kesesuaian lahan di Pantai Penelitian ini kiranya dapat dijadikan evaluasi atau rekomendasi untuk mengelola dan mengembangkan Pantai Kuwaru kedepannya.Kata Kunci : Pantai Kuwaru, daya dukung kawasan, kesesuaian lahan, wisata pesisir, ekosistem berkelanjutan.
ANALISIS DAYA TAMPUNG LINGKUNGAN BERDASARKAN INDIKATOR BEBAN PENCEMAR AIR DI KAWASAN PERTAMBANGAN PASIR DI KECAMATAN GALUR, KABUPATEN KULON PROGO, D. I YOGYAKARTA Putri, Hasna Ivythania; Prasetyo, Danang Budi; Azzahra, Qoni; Tarigan, Yemima Stevani
Prosiding Seminar Nasional Mini Riset Mahasiswa Vol 4, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daya tampung air adalah kemampuan badan air seperti sungai, danau, waduk untuk menampung beban pencemar air agar tetap memenuhi baku mutu air berdasarkan parameter fisik, kimiawi ataupun mikrobiologi. Kualitas air sungai menggambarkan kondisi air berdasarkan kandungan makhluk hidup, zat, energi, atau komponen lain yang ada di dalamnya. Di Kecamatan Galur, Kabupaten Kulon Progo, D.I.Yogyakarta terdapat aktivitas penambangan pasir dan batu di Sungai Progo yang berpotensi menurunkan kualitas air sungai tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kualitas mutu air dianalisis dengan menggunakan metode indeks pencemaran (IP) dan daya tampung lingkungan Sungai Progo berdasarkan beban pencemar air (BPA). Berdasarkan hasil perhitungan terhadap kualitas mutu air didapatkan indeks pencemaran (IP) Sungai  termasuk kedalam kategori kondisi baik dengan skor 0,991. Sedangkan, hasil perhitungan daya tampung lingkungan terhadap beban pencemar air (BPA) ditemukan bahwa Sungai Progo telah mencapai ambang batas maksimum daya tampung terhadap parameter Total Solid Solid (TSS) sebesar -536.948,02 Kg/hari dan Dissolved Oxygen (DO) sebesar -13.489,11 Kg/hari.
Analisis Kelayakan Usahatani Tanaman Bawang Merah Daerah Pesisir Dan Daerah Lahan Sawah Rama, Alessandro; Sambodo, Reo; Mildaryani, Warmanti
Prosiding Seminar Nasional Mini Riset Mahasiswa Vol 4, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bawang merah (Allium cepa var. ascalonicum) merupakan tanaman hortikultura dari komoditi sayuran yang telah lama diusahakan oleh petani. Lahan pertanian di sawah terus berkurang akibat pemukiman dan infrastruktur yang meningkat. Kabupaten bantul merupakan daerah lahan pesisir yang memilki sumber daya alam dan kegiatan ekonomi dalam pertanian. Kabupaten Bantul dan Kabupaten Kulonprogo merupakan salah satu penghasil bawang merah terbesar di yogyakarta. Penelitian ini bertujuan menganalisis kelayakan bawang merah lahan pesisir dan lahan sawah serta menentukan mana yang lebih menguntungkan antara kedua tempat tersebut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2024 sampai bulan Maret 025 menggunakan metode survey. Data yang dianalisis termasuk biaya produksi, penerimaan, pendapatan kemudian diuji dengan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukan bahwa total biaya usahatani bawang merah lahan pesisir mencapai Rp 57.209.658,29/Ha/musim tanam, lebih kecil dibandingkan dengan usahatani bawang merah lahan sawah hanya sebesar Rp 73.458.030,47/Ha/musim tanam, namun total penerimaan bawang merah lahan pesisir lebih tinggi yaitu Rp 202.098.958/Ha/musim tanam dibandingakan lahan sawah yang hanya Rp 161.309.511/Ha/musim tanam. pendapatan rata-rata dari bawang merah lahan pesisir lebih besar Rp 144.203.300/Ha/musim tanam, sedangkan bawang merah lahan sawah hanya Rp 87.851.480/Ha/musim tanam. R/C rasio menunjukan usahatani bawang merah lahan pesisir lebih menguntungkan 2,5 dibandingkan bawang merah lahan sawah 1,2. Hasil uji-t independent sample test menunjukan perbedaan yang signifikan antara kedua lokasi usaha tani, dengan pendapatan petani bawang merah lahan pesisir lebih besar.Kata Kunci : Usahatani, Usahatani bawang merah lahan pesisir, Usahatani Bawang Merah Lahan Sawah, Uji Beda t test.
ANALISIS DAYA DUKUNG DAN DAYA TAMPUNG LINGKUNGAN HIDUP PADA KAWASAN PERTANIAN TERHADAP KOMODITAS BERAS KALURAHAN CATURTUNGGAL, KAPANEWON DEPOK, KABUPATEN SLEMAN, DIY. Zulkifli, Zaky; Dzakwan, Muhammad Zidan; Irhanissa, Salsabila; Ainaya, Dinda
Prosiding Seminar Nasional Mini Riset Mahasiswa Vol 4, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup dalam kawasan pertanian padi di Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Fokus utama penelitian adalah ketidakseimbangan antara kebutuhan ekologis masyarakat—seperti kebutuhan lahan pertanian dan pangan—dengan kapasitas alami kawasan dalam mendukung aktivitas pertanian secara berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif berbasis analisis data sekunder, meliputi informasi penggunaan lahan, jumlah penduduk, produktivitas padi, dan data lingkungan dari instansi resmi serta sumber terpercaya. Pengumpulan data dilakukan melalui telaah dokumen dan pemanfaatan matriks analisis daya dukung lahan serta kebutuhan ekologis per kapita.Hasil analisis Menggunakan pendekatan supply and demand  menunjukkan bahwa daya dukung lingkungan kawasan pertanian untuk komoditas beras di Kalurahan Caturtunggal mengalami penurunan. Nilai kapasitas lahan tidak lagi mampu menyeimbangi beban ekologis yang ditimbulkan oleh pertumbuhan penduduk dan tekanan konversi lahan. Daya tampung lingkungan menunjukkan kondisi defisit, terutama terkait ketersediaan pangan dan perubahan fungsi lahan yang intensif. Rasio antara kebutuhan pangan penduduk dengan hasil produksi padi memperlihatkan disparitas yang substansial secara statistik, menandakan ancaman terhadap ketahanan pangan lokal.Kata kunci: Daya dukung lingkungan; daya tampung lingkungan; pertanian berkelanjutan; supply and demand ; ketahanan pangan; kawasan pertanian; Kalurahan Caturtunggal.
Pemanfaatan Sistem IOT Dan Panel Surya Dalam Akuaponik Untuk Memanfaatkan Lahan Terbatas Serta Mengukur Produktivitas Rahidin, Umar; Maulina, Ine; Mulyani, Yuniar
Prosiding Seminar Nasional Mini Riset Mahasiswa Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Internet of thing (IoT) merupakan suatu konsep yang bertujuan untuk memperluas manfaat dari konektivitas internet yang tersambung secara terus menerus. Sedangkan panel surya adalah kumpulan sel surya yang disusun untuk menyerap sinar matahari secara efektif. Sel surya bertugas menyerap sinar matahari. Sel surya sendiri terdiri dari berbagai komponen photovoltaic, atau komponen yang dapat mengubah cahaya menjadi listrik. Panel surya digunakan untuk membantu dalam menghemat penggunaan listrik selama budidaya. Gabungan Internet of thing (IoT) dan panel surya dimanfaatkan pada budidaya ikan agar mempermudah pembudidaya serta menghemat pengeluaran selama proses budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mempermudah budidaya ikan dan tanaman dalam tempat yang sama di lahan sempit serta untuk mengetahui dampak dari penggunaan IoT dan panel surya terhadap produkvitas. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif eksploratif dan analitis dimana dalam penelitian ini sitem akuaponik diharapkan dapat meminimalisir waste pada budidaya perikanan. Adapun konsep akuaponik yang dirancang pada penelitian ini adalah NFT (Nutrient Film Technique ) dimana pada konsep ini pipa dipasang secara horizontal agar air dapat mengalir dengan baik. Hasil yang didapat, penggunaan IoT (Internet of thing) menunjukan hasil yang baik, dimana ikan lele sangkuriang memiliki bobot total 1044 g dengan 50,6 g kangkong sedangkan pada akuaponik konvensional sebesar 955 g ikan lele dan 22,9 g kangkung.