cover
Contact Name
Gigih Forda Nama
Contact Email
gigih@eng.unila.ac.id
Phone
+6285289774152
Journal Mail Official
snip@eng.unila.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Sumantri Brojonegoro No.1 Bandar Lampung Rectorat Building
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP)
Published by Universitas Lampung
ISSN : -     EISSN : 28285794     DOI : https://doi.org/10.23960/snip.v1i1.100
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) diselenggarakan oleh Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) Universitas Lampung.
Articles 381 Documents
Kajian Strategi Optimalisasi Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Bumi Ayu Kabupaten Pringsewu ARAINA DWI RUSTIANI; SUSI YANTI; ELZA NOVILYANSA; DIKPRIDE DESPA; ALEKSANDER PURBA
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 2 No. 2 (2022): Prosiding SNIP Vol.2 No.2
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (703.72 KB) | DOI: 10.23960/snip.v2i2.289

Abstract

Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) merupakan sarana pengolahan air limbah domestik yang berfungsi mengolah lumpur tinja yang bersumber dari tangki septik agar tidak mencemari lingkungan. Kabupaten Pringsewu mempunyai IPLT yang berlokasi di Pekon Bumi Ayu yang dibangun tahun 2014 dengan kapasitas 15 m3/hari atau sekitar 40.000 jiwa, kurang dari 10% dari total jumlah penduduk. IPLT Bumi Ayu melayani 3 (Tiga) kecamatan yaitu Kecamatan Pringsewu, Kecamatan Pagelaran Utara dan Kecamatan Banyumas. Hingga saat ini IPLT Bumi Ayu belum dapat beroperasi secara maksimal sehingga perlu dilakukan kajian optimalisasi Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Bumi Ayu Kabupaten Pringsewu untuk mengetahui strategi optimalisasi di IPLT Bumi Ayu. Kajian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Pringsewu dan data primer yang didapatkan secara langsung dengan pengamatan di lapangan untuk menggambarkan kondisi eksisting. Berdasarkan hasil proyeksi penduduk di Kecamatan Pringsewu, Pagelaran Utara dan Banyumas hingga tahun 2040 adalah 188.942 jiwa dengan timbulan lumpur tinja sebesar 94.471 liter/hari atau sekitar 94 m3/hari sehingga membutuhkan kapasitas IPLT untuk layanan penyedotan lumpur tinja 3 tahun sekali adalah sebesar 31 m3/hari. Strategi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan layanan IPLT Bumi Ayu yaitu penambahan unit SSC (solid separation chamber) untuk meningkatkan kapasitas layanan dari 15 m3/hari menjadi 31 m3/hari, Perbaikan dan pemeliharaan komponen bangunan eksisting, Uji kebocoran pada bangunan-bangunan kolam eksisting, Penyusunan Prosedur Operasional Standar (SOP), dan Perekrutan pegawai untuk pengelolaan IPLT Bumi Ayu.
MANAJEMEN PEMELIHARAAN PERKERASAN LENTUR PADA PROGRAM PRESERVASI JALAN Ahmad Farid Effendy; Ratna Widyawati; Ika Kustiani
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 2 No. 2 (2022): Prosiding SNIP Vol.2 No.2
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.19 KB) | DOI: 10.23960/snip.v2i2.290

Abstract

Infrastruktur jalan sebagai prasarana transportasi merupakan unsur penting dalam pengembangan kehidupan berbangsa dan bernegara, terutama dalam mewujudkan sasaran pembangunan nasional, yaitu pertumbuhan ekonomi yang tinggi, pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya serta pengentasan kemiskinan, menciptakan lapangan kerja langsung dan tidak langsung dan menjaga kesatuan dan persatuan nasional. Perawatan atau pemeliharaan jalan bukan merupakan masalah yang mudah untuk dilakukan karena membutuhkan biaya yang cukup besar. Hal inilah yang menyebabkan pemerintah terkesan lambat dalam memperbaiki kerusakan jalan sehingga jalan yang rusak bertambah parah dan luas. Pada dasarnya, biaya yang dibutuhkan untuk pemeliharaan dan perbaikan jalan tidak terlalu besar jika pemeliharaan dan perbaikan dilakukan secara berkala, dalam arti bahwa perbaikan dilakukan pada saat jalan dalam kondisi masih rusak ringan. Pada kenyataannya, selama ini pemerintah melakukan pemeliharaan dan perbaikan jalan pada saat jalan dalam kondisi sudah rusak berat, sehingga sudah dapat dipastikan bahwa biaya yang dibutuhkan menjadi sangat besar dan juga dapat dipastikan bahwa kerugian yang diderita oleh masyarakat pengguna jalan selama jalan tersebut rusak, juga sangat besar bahkan tidak ternilai. Selain itu, kerusakan jalan juga disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah beban kendaraan yang melintas melebihi kemampuan struktur jalan tersebut akibatnya jalan yang baru diperbaiki sudah mengalami kerusakan sehingga dibutuhkan lagi biaya untuk perbaikan. Untuk mengatasi masalah tersebut, diperlukan suatu upaya pemeliharaan jalan yang lebih efektif dan efisien. Permasalahan yang dibahas di dalam penulisan penelitian ini hanya terbatas pada preservasi perkerasan lentur (flexible pavement) yang mengarah pada manajemen pelaksanaan preservasi perkerasan lentur yang terbatas pada manajemen penentuan prioritas jalan yang akan diperbaiki pada jalan lama (eksisting) dengan melihat biaya perbaikannya dan manajemen berupa upaya-upaya yang diperlukan dalam mengatur ataupun menjaga agar jalan yang ada tetap berada dalam kondisi mantap setelah dilakukan perbaikan.
Digitalisasi Monitoring dan Evaluasi Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Tulang Bawang (E-Monev) guna mewujudkan perencanaan yang berkualitas Ferdian saputra; Irza Sukmana; Gigih Forda nama
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 2 No. 2 (2022): Prosiding SNIP Vol.2 No.2
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.428 KB) | DOI: 10.23960/snip.v2i2.294

Abstract

Sebagai wilayah pusat bisnis dan pendidikan untuk wilayah Pringsewu dan kecamatan sekitarnya, Pringsewu memerlukan sarana dan prasarana yang lebih banyak dibandingkan wilayah lain. Dan seiring dengan berjalannya waktu dan pertumbuhan penduduk suatu wilayah menjadi penyebab meningkatnya kebutuhan alat transportasi. Berbicara mengenai transportasi merupakan permasalahan umum yang sulit untuk diatasi. untuk menghindari kemacetan akibat semakin padatnya lalu lintas kendaraan akibat semakin banyaknya alat transportasi yang digunakan terutama di jantung kota pringsewu , Maka untuk mengatasi persoalan transportasi di kota pringsewu utamanya melakukan pendistribusian arus lalu lintas diruas jalan Ahmad yani baik dari arah utara,barat dan timur setelah pemberlakukan arah satu jalur ,untuk mengurangi kepadatan lalu lintas pada ruas jalan Ahmad Yani dan sekitarnya dengan pendekatan pengaruh kendaraan sepeda motor terhadap kinerja kapasitas ruas jalan Ahmad Yani di kota pringsewu
Kajian Optimalisasi Lampu Lalu Lintas (Traffic Light) Terhadap Kelancaran Simpang Jalan Pagar Alam- Jalan Panglima Polim Dan Sukardi Hamdani Bandar Lampung Septama Putra; Ratna Widiyawati; Dikpride Despa
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 2 No. 2 (2022): Prosiding SNIP Vol.2 No.2
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.904 KB) | DOI: 10.23960/snip.v2i2.302

Abstract

Pesatnya pertumbuhan penduduk dan pembangunan infra struktur di kota Bandar Lampung dan tuntutan akan fasilitas pelayanan yang digunakan oleh masyarakat. Adanya keterbatasan lahan mengakibatkan terjadinya ekspansi kedaerah pinggiran wilayah kota Bandar lampung. Kondisi geometric simpang yang belum tersentuh secara maksimal dalam penanganan manejemen dan rekayasa lalu lintas, tingkat volume arus lalu lintas yang ada pada persimpangan tersebut telah memungkinkan dilakukan manejemen dan rekayasa lalu lintas secara maksimal pada jam jam sibuk masih menjadi tundaan dan antrian panjang, tidak konsistennya lampu lalu lintas terhadap arus lalu lintas yang ada. Pada penelitian ini membahas kinerja simpang dan skenario manajemen dan rekayasa lalu lintas pada jalan pagar alam, jalan panglima polim dan jalan sukardi hamdani di Bandar Lampung. Lokasi merupakan daerah peghubung dari pemukiman ke daerah industri, pusat bisnis dan pendidikan yang dapat menambah kepadatan arus lalu lintas. Dengan memperbaiki geometric persimpangan dan pengendalian lalu lintas yang benar diharapkan dapat mencegah terjadinya kecelakaan dan menjamin kelancaran arus lalu lintas. Dari penelitian yang telah dilakukan menghasilkan saran pada manajemen lalu lintas yaitu perlu dilakukan pemasangan sinyal lalu lintas yang disesuaikan dengan hasil perhitungan survey untuk ke empat arah jalan, pemasangan rambu lalu lintas agar dipasang sesuai dengan aturan yang berlaku dan dapat terlihat dengan jelas oleh pemakai jalan. Saran pada konstruksi yaitu perkerasan pada bahu jalan agar dilaksanakan demi menghindari kecelakaan dan manuver kendaraan truk, agar dibuatkan lajur khusus belok kekiri, untuk menghindari antrian panjang dan kemacetan lalu lintas, dan pembuatan median jalan dan lajur belok ke kanan agar diberikan lajur khusus mengarah ke pendekat belok kanan.
Analisis Perhitungan dan Penanganan Preservasi Jalan Pada Ruas Jalan Talang Jaya-Cengal Kabupaten Ogan Komering Ilir Rifki Imanuddin Kunto; Ratna Widyawati; Trisya Septiana
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 2 No. 2 (2022): Prosiding SNIP Vol.2 No.2
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.647 KB) | DOI: 10.23960/snip.v2i2.304

Abstract

Sebagai prasarana penunjang utama transportasi darat dan prasarana pergerakan aktivitas masyarakat, kondisi jalan yang baik (mantap) sangat berdampak pada kondisi sosial dan ekonomi terutama pada sarana transportasi darat. Untuk itu, kondisi jalan yang baik (mantap) harus secara berkala dilakukan peninjauan untuk memastikan kerusakan yang terjadi dapat dideteksi secara dini sebelum kerusakan jalan tersebut menyebabkan kerusakan yang lebih besar. Penyebab kerusakan jalan banyak di akibatkan oleh beban kendaraan yang melintas melebihi dari beban kendaraan yang direncanakan, serta jumlah volume kendaraan yang terus meningkat melebihi kapasitas jalan. Hal tersebutlah yang terjadi pada ruas jalan yang ditinjau yaitu Ruas Jalan Talang Jaya – Cengal, pada ruas ini jalan menopang beban dengan melebihi kapasitas jalan, mengingat lokasi jalan berada dikawasan perkebunan sawit yang tentunya menjadi akses utama dalam mengangkut hasil pertanian. Dalam Penelitian ini tentunya dilakukan berbagai survei salah satunya Survei Nilai Kondisi Jalan, Survei LHR Jalan, dan Pengujian CBR lapangan. Untuk mengolah data tersebut penulis membuat program perhitungan desain perkerasan jalan menggunakan bantuan program Microsof Excel yang mengacu pada MDJP Revisi 2017. Dari hasil penelitian Ruas Jalan Talang Jaya Cengal yang ditinjau sepanjang 13,2 Km mulai dari STA 2+000 sd 15+200, penelitian ini didapatkan bahwa nilai kondisi jalan dari STA 2+000 sd 15+200 menunjukkan bahwa jalan dalam kondisi rusak berat dan memerlukan penangan berupa rekonstruksi. Dalam perhitungan LHRT rencana, nilai kumulatif kelompok sumbu (KKS) kendaraan berat tahun 2020 sd 2060 yang diperoleh adalah 4,23E+06, nilai tersebut dapat dikatagorikan sebagai jalan dengan lalu lintas berat. Untuk nilai CBR lapangan yang didapat adalah 6,3%, maka ruas jalan tersebut tidak diperlukan perbaikan tanah dasar. Selain itu, berdasarkan nilai KKS dan nilai CBR lapangan yang didapat jenis perkerasan yang terpilih dapat menggunakan Flexible Pavement ataupun Rigid Pavement. Dalam hal ini Rigid Pavement dipilih sebagai Rencana Desain Perkerasan dengan Jenis dan tebal lapisan terpilih terdiri dari lapisan drainse 15 cm, lantai kerja 10 cm, dan beton 26,5 cm.
Strategi Penataan Kawasan Pariwisata Air Terjun Way Kunyir, Kecamatan Pagelaran Utara Kabupaten Pringsewu Propinsi Lampung Otten Rinaldi; Muh. Sarkowi; Ratna Widyawati
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 2 No. 2 (2022): Prosiding SNIP Vol.2 No.2
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1043.456 KB) | DOI: 10.23960/snip.v2i2.307

Abstract

Air Terjun Way Kunyir yang terdapat di Kecamatan Pagelaran Utara Kabupaten Pringsewu Propinsi Lampung berpotensi sebagai Destinasi Pariwisata. Air terjun ini memiliki dualisme fungsi yaitu (1) sebagai kawasan pariwisata, (2) sebagai kawasan lindung. Oleh karena itu kawasan ini membutuhkan strategi khusus dalam penataannya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan strategi penataan kawasan pariwisata Air Terjun Way Kunyir dan merumuskan pengendalian pemanfaatan ruang di kawasan pariwisata Air Terjun Way Kunyir. Penelitian menggunakan analisis fisik dasar kawasan, analisis keruangan, dan Analisis SWOT. Berdasarkan kriteria fisik, kemampuan lahan di kawasan pariwisata Air Terjun Way Kunyir termasuk ke dalam wilayah dengan Kemampuan Pengembangan Rendah. Berdasarkan analisis keruangan, air terjun termasuk dalam lokasi kawasan lindung Hutan Register 22, berupa cagar alam hutan dengan luas areal yang diizinkan untuk dibangun sarana wisata alam maksimal 10% (sepuluh per seratus) dari luas areal yang diizinkan. Berdasarkan hasil analisis SWOT, Air Terjun Way Kunyir dapat dijadikan kawasan ekowisata. Hasil penelitian merumuskan strategi penataan kawasan pariwisata Air Terjun Way Kunyir terdiri dari 4 zona dengan 2 program prioritas yaitu Program Peningkatan Daya Tarik Destinasi Pariwisata dan Program Pemasaran Pariwisata. Arahan pengaturan pemanfaatan ruang hanya mengizinkan 7 fasilitas yang dapat dibangun pada kawasan pariwisata Air Terjun Way Kunyir.
Analisa Kinerja Ruas jalan Pangeran Antasari Akibat Pembangunan Flyover. Yolan Crisival; Dikpride Despa; Trisya Septiana
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 2 No. 2 (2022): Prosiding SNIP Vol.2 No.2
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.834 KB) | DOI: 10.23960/snip.v2i2.309

Abstract

Menganalisa arus kepadatan lalu lintas pada jalan pangeran antasari yang di akibatkan pembangunan Flyover pada saat pembangunannya. Didapatkan perhitungan Analisa kepadatan lalulintas pada saat itu masih diambang batas normal dengan perhituang laju kendaran yg melintas per jam dalam satu hari dan pada waktu dan juga jam kepadatan lalulintas. Total arus lalulintas yang melewati ruas jalan Pangeran Antasari dari hasil penelitian pada jam puncak sebesar 1410 smp/jam. Kecepatan tempuh sebelum penyempitan mencapai 44 km/jam denagan waktu tempuh rata-rata sebesar 8,18 detik / 0,1 km sedangkan setelah dilakukan penyempitan badan jalan 9,0 m menjadi 3,5 m ,maka terjadi penurunan kecepatan tempuh menjadi 17 km/jam dan waktu tempuh menjadi bertambah yaitu 21,18 dt/0,1 km. Kapasitas sebelum penyempitan sebesar 2579 smp/jam dengan derajad kejenuhan 0,547, sedangkan setelah penyempitan terjadi penurunan kapasitas menjadi 1627 smp/jam dengan derajad kejenuhan sebesar 0,867
Sistem Bagi Hasil Pada Usaha Perikanan Tangkap Bagan Padang Di Kabupaten Tanggamus M Saba Yunizar; Aleksander Purba; Agus Setiawan
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 2 No. 2 (2022): Prosiding SNIP Vol.2 No.2
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.727 KB) | DOI: 10.23960/snip.v2i2.313

Abstract

Bagan padang adalah alat penangkapan ikan yang termasuk kategori jaring angkat dan bisa dipindah-pindah dengan menggunakan kapal motor. Pengoperasiaan bagan padang membutuhkan tenaga kerja enam sampai tujuh orang, yang terdiri dari satu juragan laut dan lima sampai enam pandega. Dalam pengorganisasian produksi bagan padang menerapkan sistem bagi hasil. Sistem bagi hasil dalam organisasi bagan padang adalah sistem bagi 3, dimana pemilik modal (juragan darat) mendapat 2 bagian sedangkan pekerja (juragan laut dan pandega) mendapat 1 bagian yang nanti bagian pandega tersebut dibagi dengan jumlah pandega. Mekanisme sistem bagi hasil pada komunitas nelayan bagan padang merupakan aturan yang disepakati oleh juragan darat, juragan laut, dan pandega. Meski posisi tawar juragan laut dan pandega sangat lemah dalam menentukan sistem bagi hasil. Tapi para juragan darat, juragan laut dan pandega menerima dan menjalani sistem bagi hasil yang sudah disepakati.
Analisis Dampak Signifikan Optimalnya Kinerja Sub Bagian Perencanaan dan Keuangan Dalam Mempengaruhi Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Pada Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Kabupaten Way Kanan Provinsi Lampung Juwanda Alsya; Ratna Widiyawati; Herry Wardono
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 2 No. 2 (2022): Prosiding SNIP Vol.2 No.2
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.996 KB) | DOI: 10.23960/snip.v2i2.315

Abstract

Dalam mencapai indikator kinerja daerah yang baik, berbanding lurus dengan tingkat pelaksanaan anggaran perangkat daerah sehingga apa yang di targetkan dapat tercapai secara maksimal.Dengan memahami isi rincian anggaran,peraturan-peraturan, sumber daya manusia, dan pengadaan jasa serta penyediaan barang pemerintah hingga pelaksanaan belanja, dapat menjadi dasar untuk mengetahui hambatan-hambatan yang menyebabkan terjadinya pelaksanaan anggaran dan bagaimana solusi untuk mengatasi kendala tersebut. Hasil pengamatan, secara simultan memperlihatkan penyusunan anggaran, pendistribusian anggaran, peraturan-peraturan, kompetensi, dan pengadaan barang atau jasa memiliki pengaruh positif sekaligus signifikan pada pelaksanaan anggaran belanja di Dinas PU Kabupaten Way Kanan provinsi Lampung. Fenomena tidak maksimalnya tingkat serapan anggaran yang terjadi di Dinas PU Kabupaten Way Kanan Provinsi Lampung didasari dari penyajian data Laporan serapan anggaran tahunan, realisasi serapan pagu di Dinas PU Kabupaten Way Kanan di tahun 2019 sebesar Rp 207.819.331.828,00 dari pagu yang ditetapkan sebesar Rp 260.294.753.828,00 atau hanya mencapai 75,80%
PENYEHATAN LINGKUNGAN MELALUI PROGRAM SANITASI LINGKUNGAN BERBASIS MASYARAKAT Riri Arinda Adama; Muh Sarkowi; Aleksander Purba
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 2 No. 2 (2022): Prosiding SNIP Vol.2 No.2
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.23 KB) | DOI: 10.23960/snip.v2i2.319

Abstract

Sanitasi lingkungan dan pengelolaan sampah yang buruk masih menjadi salah satu permasalahan di Indonesia, termasuk di Provinsi Lampung khususnya Kabupaten Tulang Bawang Barat. Buruknya sanitasi dan pengelolaan sampah di kabupaten Tulang Bawang Barat seringkali menyebabkab masalah di tingkat kesehatan. Untuk mengatasi permasalahan ini pemerintah membuat program Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat (SLBM) sebagai konsentrasi terhadap masalah sanitasi dan pengelolaan sampah. Dalam pembangunan fasilitas SLBM, digunakan konsep pemberdayaan masyarakat untuk menjadikan masyarakat aktor utama dalam proses perencanaan, pelaksanaan fisik, pengawasan serta operasi dan pemeliharaan fasilitas sehingga tumbuh rasa memiliki oleh masyarakat terhadap fasilitas yang dibangun oleh pemerintah dan semua kegiatan. Tujuan program SLBM adalah untuk meningkatkan cakupan dan keandalan pelayanan sanitasi, terutama dalam pengelolaan air limbah dan persampahan secara komunal/terdesentralisasi untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan memenuhi Standar Pelayanan Minimum penyediaan sanitasi di kawasan rawan sanitasi, termasuk daerah tertinggal.. Pola penyelenggaraan SLBM dilakukan oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang difasilitasi oleh Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) baik yang memiliki kemampuan Teknik, social kemasyarakatan dan pemberdayaan.