cover
Contact Name
Gigih Forda Nama
Contact Email
gigih@eng.unila.ac.id
Phone
+6285289774152
Journal Mail Official
snip@eng.unila.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Sumantri Brojonegoro No.1 Bandar Lampung Rectorat Building
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP)
Published by Universitas Lampung
ISSN : -     EISSN : 28285794     DOI : https://doi.org/10.23960/snip.v1i1.100
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) diselenggarakan oleh Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) Universitas Lampung.
Articles 381 Documents
Analisis kontur daerah rawan banjir pada hujan dengan intensitas dan durasi rendah (Studi kasus banjir rutin pada ruas jalan pembangunan kota Bandarlampung) Toni Prasetiawan; Aleksander Purba; Trisya Septiana
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 2 No. 2 (2022): Prosiding SNIP Vol.2 No.2
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.79 KB) | DOI: 10.23960/snip.v2i2.228

Abstract

Kota Bandarlampung memiliki pertumbuhan yang sangat pesat dengan kepadatan penduduk yang tinggi. Pada saat musim penghujan beberapa wilayah di kota Bandarlampung sering mengalami genangan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu dilakukan perbaikan saluran drainase secara berkala dengan melakukan analisa yang tepat dalam menangani genangan yang ada.. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dari dokumen perencanaan drainase yang telah dimiliki oleh kota Bandarlampung serta melakukan survey langsung ke lapangan, analisis model penanganan genangan mengacu pada parameter yang telah di tetapkan dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 12 Tahun 2014. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 59 titik genangan di Kota Bandarlampung, Salah satunya jalan pembangunan mendapat perhatian khusus dikarenakan sudah pernah dilakukan penanganan namun dirasa belum efektif sehingga masih terjadi dikala hujan meskipun dengan intensitas dan durasi rendah. Manfaat dari penelitian ini adalah untuk memberikan informasi mengenai metode penanganan genangan khususnya pada jalan pembangunan kecamatan sukarame.
Penerapan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) Sebagai Upaya Perlindungan Dalam Pelaksanaan Pembangunan Gedung Pemerintah di Pemerintahan Kabupaten Way Kanan Risgiyanto Risgiyanto; Muh. Sarkowi; Trisya Septiana
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 2 No. 2 (2022): Prosiding SNIP Vol.2 No.2
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.738 KB) | DOI: 10.23960/snip.v2i2.232

Abstract

Aktivitas yang menggunakan peralatan dan bahan baku dalam proses produksi, memiliki risiko terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Salah satu upaya perlindungan bagi tenaga kerja adalah dengan penerapan penggunaan Alat pelindung Diri (APD). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan penggunaan alat pelindung diri sebagai upaya perlindungan terhadap tenaga kerja di Kabupaten Way Kanan. Adapun kerangka pemikiran penelitian ini adalah bahwa ditempat kerja memiliki potensi dan faktor bahaya yang memungkinkan terjadinya kecelakaan atau penyakit akibat kerja, sehingga perlu dilakukan identifikasi potensi dan faktor bahaya. Salah satu upaya pengendalian risiko terhadap tenaga kerja adalah dengan penerapan penggunaan alat pelindung diri, pengendalian tersebut setelah pengendalian administrasi, sehingga tercipta lingkungan kerja yang aman dan keselamatan serta kesehatan kerja meningkat. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode deskriptif yang memberikan gambaran tentang penerapan penggunaan alat pelindung diri. Pengambilan data berdasarkan observasi dan wawancara serta studi kepustakaan kemudian dianalis dan dibandingkan dengan standar serta peraturan yang ada. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa perusahaan telah menerapkan penyediaan APD, pengenalan APD, pemeliharaan APD dan penggunaan APD sebagai upaya perlindungan bagi tenaga kerja dari kecelakaan dan penyakit akibat kerja sesuai Undang-undang No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan diubah dalam Undang-undang No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan disebut dalam pasal 86 ayat (1) hurup a. Saran yang diberikan adalah supaya pemerintah daerah lebih meningkatkan pengawasan dalam penggunaan alat pelindung diri di tempat kerja dan melakukan pengecekan kondisi APD tenaga kerja masih layak pakai atau tidak
Pengaruh Penambahan Poli Vinil Chlorida Pada Campuran Beton Aspal Sebagai Filler Mira Wisman; Rina Febrina; Ika Kustiani; Dikpride Despa
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 2 No. 2 (2022): Prosiding SNIP Vol.2 No.2
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.072 KB) | DOI: 10.23960/snip.v2i2.236

Abstract

Provinsi Lampung merupakan salah satu provinsi yang ada di Sumatera yang secara geografis berada di Selatan Pulau Sumatera. Provinsi Lampung merupakan provinsi yang strategis karena merupakan pintu gerbang lintas kawasan ekonomi. Untuk itu peningkatan infrastruktur, semakin banyak inovasi-inovasi yang dilakukan oleh para penelitian di Provinsi Lampung terus dilakukan salah satunya dibidang perkerasan jalan. Dengan pertumbuhan jumlah penduduk yang pesat dalam beberapa dekade terakhir berbanding lurus dengan peningkatan jumlah konsumsi berbagai sumber daya alam. Salah satunya adalah polimer atau Filler Poli Vinil Chlorida (PVC). Filler PVC telah menjadi salah satu kebutuhan dalam kehidupan kita. Jumlah penggunaan plastic ini meningkat sebesar 24,50% selama kurun waktu 4 tahun Plastics Europe.com mencatat konsumsi Filler PVC di dunia pada tahun 2010 mencapai angka 562,2 miliar pon atau setara dengan 255 miliar kilogram. Biasanya limbah filler PVC itu terbuang percuma atau didaur ulang untuk dibuat berbagai kerajinan. Disini penulis akan melakukan penelitian perkerasan aspal beton dengan memanfaatkan bahan limbah PVC sebagai bahan pengganti sebagian filler pada campuran beraspal tersebut. Berdasarkan penelitian, karakteristik dari perkerasan yang menggunakan filler PVC cukup baik bila digunakan sebagai alternative bahan tambah pada perkerasan lentur. Karena berdasarkan pengujian Marshall nilai stabilitas dengan menggunakan variasi persentase Filler PVC sebagai bahan tambah pada rancangan campuran AC - WC cukup memenuhi nilai stabilitas yang disyaratkan diatas 800 Kg dan memiliki nilai flow yang disyaratkan yaitu antara 2 mm – 4 mm. Sedangkan nilai rongga dalam campuran (VIM) hanya variasi 10 % tambahan filler yang memenuhi dengan nilai 3% – 5%. Untuk nilai rongga dalam anggregat (VMA) semua variasi filler dalam campuran AC - WC memenuhi yaitu diatas 15. Dan nilai VFA dengan menggunakan filler PVC memenuhi kriteria yang disyaratkan PU Bina Marga 2018 yaitu 65%. Jadi berdasarkan hasil penelitian, perkerasan menggunakan tambahan variasi 10 % filler PVC pada AC – WC dapat meningkatkan karakteristik suatu campuran beraspal AC – WC.
Survey Kondisi Gedung Kantor Desa di Kecamatan BP. Peliung Kabupaten OKU Timur Widiawati Widiawati; Emiliana Heri Andri; Dikpride Despa; lusmeilia afriani
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 2 No. 2 (2022): Prosiding SNIP Vol.2 No.2
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.423 KB) | DOI: 10.23960/snip.v2i2.241

Abstract

Kondisi gedung Bangunan gedung adalah wujud fisik hasil pekerjaan konstruksi yang berfungsi sebagai tempat manusia melakukan kegiatannya, baik untuk hunian atau tempat tinggal maupun kegiatan lain. Agar gedung tetap mampu melayani dan mampu memenuhi kebutuhan fungsi pemakai/pengelola gedung sesuai rencana pelayanan maka dilakukan kegiatan semula maka perlu dilakukan upaya untuk menjaga kualitas pada tingkat tertentu. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih sebuah gedung yaitu 1. Gedung yang menjamin kenyamanan dan keamanan pegawainya, 2. Memiliki fasilitas yang memadai, 3. Memiliki harga yang kompetitif. Pemeliharan bangunan gedung adalah kegiatan menjaga keandalan bangunan gedung beserta prasarana dan sarananya agar bangunan gedung selalu laik fungsi (preventive maintenance) dan perawatan bangunan gedung adalah kegiatan memperbaiki dan/atau mengganti bagian bangunan gedung, komponen, bahan bangunan, dan/atau prasarana. Pemeliharaan bangunan gedung meliputi persyaratan yang terkait dengan: Keselamatan Bangunan Gedung, Keamanan Gedung, Kesehatan Bangunan Gedung, Kenyamanan Bangunan Gedung, Kemudahan bangunan gedung, Keandalan Bangunan Gedung. Keadaan/kondisi gedung kantor Desa di Kecamatan BP. Peliung Kabupaten OKU Timur perlu diadakan rehabilitasi menyangkut kenyamanan pengguna gedung.
Desain Terhadap Prioritas Jaringan Jalan Dikabupaten Way Kanan Provinsi Lampung Tommy Kharizma Husein; Muh. Sarkowi; Herri Wardono
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 2 No. 2 (2022): Prosiding SNIP Vol.2 No.2
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.233 KB)

Abstract

Salah satu prasarana transportasi yang mempunyai peranan sangat penting dalam hal distribusi ekonomi mulai dari yang berskala Lokal, Regional maupun Nasional, berbangsa dan bernegara, ditujukan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat, serta untuk menghubungkan dan mengikat seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yaitu adalah pembangunan Jalan. Sejalan dengan tugas pokoknya, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Way Kanan bertanggung jawab untuk penyelenggaraan jalan sebagaimana diamanatkan di dalam undang-undang tersebut. Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Way Kanan berupaya untuk menciptakan penyelenggaraan sistem jaringan jalan yang mampu menunjang, mendorong dan menggerakkan pengembangan wilayah dan kawasan, memiliki standar dan mutu yang berkualitas melalui pembangunan, pemeliharaan, peningkatan dan pengembalian kondisi sarana dan prasarana jalan. Penelitian ini adalah survei analisis dan perhitungan analisis yaitu data yang diperoleh berdasarkan survei selanjutnya data hasil survei dianalisis untuk mencari kriteria dan ruas jalan kabupaten yang menjadi pertimbangan dalam prioritas penanganan jalan berdasarkan tingkat prioritas. Setelah dilakukan analisis dalam menyusun prioritas penanganan jalan di Kabupaten Way Kanan yang dijadikan sebagai daerah penelitian maka diperoleh kesimpulan bahwa: Pembukaan akses jalan tol menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan akses ke dalam Kabupaten Way Kanan dimana pembukaan ini juga menjadi salah satu pemicu bangkitan perjalan yang ada di dalam Kabupaten Way Kanan melalui Kecamatan Pakuan Ratu, Negara Batin dan Negara Batin; Penanganan ruas-ruas jalan Kabupaten Way Kanan yang menjadi prioritas (berdasarkan hasil analisis) seperti Pemeliharaan, Peningkatan dan Rekonstruksi Jalan sangat membantu dalam pengembangan Kabupaten Way Kanan secara teknis, ekonomi, sosial dan lingkungan
Analisis Kinerja Jalan Pada Daerah Pusat Kegiatan (Dpk) Kota Bandar Lampung (Studi Kasus Jalan Kotaraja Raden Intan) Ratu Chintami; Dikpride Despa; Ratna Widyawati
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 2 No. 2 (2022): Prosiding SNIP Vol.2 No.2
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.833 KB) | DOI: 10.23960/snip.v2i2.245

Abstract

Khusus perjalanan dalam kota di jalan Raden Intan, jumlah-jumlah perjalanan terbanyak umumnya terjadi di pagi hari dan sore hari di mana orang banyak melakukan aktivitas di waktu-waktu tersebut. Seperti pergi ke sekolah maupun ke tempat kerja mereka. Pada umumnya setiap orang ingin sampai pada tujuan mereka dengan tepat waktu khususnya pada pagi hari. Kinerja jalan berkurang seiring dengan adanya faktor tidak teraturnya lalu-lintas kendaraan tersebut di ruas jalan yang di teliti. Terdapat tundaan-tundaan di beberapa titik segmen yang akan diteliti Perlu dilakukan suatu penataan jalur lalu lintas seperti ruas jalan, peraturan lalulintas dari pihak terkait mengenai kendaraan, pengoptimalan jembatan penyeberangan orang yang baik oleh masyarakat agar semuanya dapat berjalan dengan baik. Penataan lalu lintas yang baik tentunya akan memberikan keamanan, kenyamanan dan kemudahan pergerakan bagi pejalan kaki, sepeda dan pengendara kendaraan motor dan mobil serta angkutan umum. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kinerja jalan setelah terjadinya tundaan tersebut, mengidentifikasi tundaannya dengan mencari weaving, kapasitas, dan kecepatanarus bebas pada jalan yang diteliti, analisis ini digunakan untuk menampilkanketerkaitan suatu bagian antara dua gerakan lalu lintas yang menyatu lalumembandingkan dengan kecepatan rencana dalam kota. Hasil analisis studi menunjukkan dalam membandingkan weaving, kapasitas, dan kecepatan arus bebas pada kecepatan rencana berpengaruh dalam penurunan kecepatan di jalan yang diteliti. Oleh karena itu ketidakteraturan lalulintas diperlukan suatu penataan jalur lalu lintas seperti ruas jalan dan peraturan lalu lintas dari pihak terkait berkenaan dengan kemacetan.
Capaian Program KOTAKU dalam Penanganan Kumuh di Kelurahan Hadimulyo Barat dan Hadimulyo Timur M. Harun; Ika Kustiani; Gigih Forda Nama
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 2 No. 2 (2022): Prosiding SNIP Vol.2 No.2
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.858 KB) | DOI: 10.23960/snip.v2i2.246

Abstract

Kota Metro merupakan salah satu kota di Provinsi Lampung yang terdapat kawasan kumuh. Kawasan kumuh Kota Metro adalah 92,27 Ha, dengan kategori kawasan kumuh ringan. Salah satu kawasan kumuh di Kota Metro terletak di kawasan Perdagangan yaitu di Kecamatan Metro Pusat. Dengan keterlibatan masyarakat dalam penanganan kawasan kumuh akan membuat pembangunan program KOTAKU berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui capaian program KOTAKU dalam penanganan permasalahan kumuh di Kecamatan Metro pusat melalui program KOTAKU terhadap penanganan kawasan kumuh di Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro. Metode penelitan yang digunakan adalah penelitian analisis diskriptif dengan menggunakan data sekunder. Berdasarkan hasil penelitian Program Kotaku dapat menangani penanganan kumuh di Kelurahan Hadimulyo Barat dan Hadimulyo timur yang semula kategori kumuh ringan menjadi tidak kumuh. Dari luasan kumuh awal Kelurahan Hadimulyo Barat 23,93 Ha menjadi 0 Ha dan Kelurahan Hadimulyo Timur dari luasan kumuh awal 15,2 Ha menjadi 0 Ha
Analisis Kapasitas, Kepadatan, dan Derajat Kejenuhan Jalan Budi Utomo, Jalan Mayjen. S. Parman, dan Jalan Garuda Kota Metro Dwi Nugroho; Irza Sukma; sri waluyo
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 2 No. 2 (2022): Prosiding SNIP Vol.2 No.2
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.48 KB) | DOI: 10.23960/snip.v2i2.247

Abstract

Kajian pada penelitian ini adalah ruas jalan Garuda, S. Parman, dan Budi Utomo yang merupakan jalur alternatif yang menghubungkan Kota Metro dan Bandar Lampung. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kinerja ruas jalan Garuda, S. Parman, dan Budi Utomo. Indikator yang digunakan adalah derajat kejenuhan, kecepatan lalulintas, dan volume lalu lintas. Perhitungan volume kendaraan hanya dilakukan selama 3 hari yaitu hari Senin, Kamis, dan Sabtu. Pengamatan dilakukan pada jam sibuk pagi (06.00 s.d 08.00 WIB), siang (12.00 s.d 14.00 WIB), dan sore (15.00 s.d 17.00WIB). Perhitungan menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997. Berdasarkan hasil analisis terhadap volume lalulintas serta kinerja ruas jalan yang meliputi kapasitas dan derajat kejenuhan, pada ruas jalan Budi Utomo, S. Parman, dan Garuda, pada survey lalu lintas Kota Metro tahun 2021 dapat disimpulkan bahwa jenis kegiatan pada daerah studi yang berpengaruh lebih besar terhadap perkembangan volume lalulintas di ruas jalan Budi Utomo, S. Parman, dan Garuda adalah kegiatan pertanian, pendidikan, dan kegiatan permukiman. Kecepatan sesaat rata-rata untuk kendaraan yang melintasi titik pengamatan pada Jalan Budi Utomo, Mayjen S. Parman, dan Garuda adalah ± 6 m/dt s.d 18 m/dt. Kinerja ruas jalan Budi Utomo, S. Parman, dan Garuda pada tahun 2011 masih baik, berdasarkan indikator derajat kejenuhan masing-masing sebesar 0.239, 0.114, dan 0.061, dengan volume lalulintas maksimum adalah 533,3 smp/jam, 155,4 smp/jam, dan 76,5 smp/jam. Dari angka tersebut, permasalahan lalulintas di Kota Metro belum terlihat. Karena standar derajat kejenuhan jalan di daerah penelitian, masih berada di bawah 0,75.
Analisis Kinerja Ruas Jalan Pattimura Kota Metro Bertarina; Ika Kustiani; Dikpride Despa
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 2 No. 2 (2022): Prosiding SNIP Vol.2 No.2
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.625 KB) | DOI: 10.23960/snip.v2i2.248

Abstract

Jalan Pattimura ini memiliki arus lalu lintas yang cukup sibuk dikarenakan Jalan Pattimura merupakan jalur dua yang menghubungkan Kota Metro dengan Kabupeten Lampung Tengah, yang berstatus sebagai jalan Provinsi sehingga mobilitas jalan tergolong cukup padat. Karena itu dilakukannya penelitian untuk melihat sampai sejauh mana kinerja ruas jalan Pattimura dengan alasan untuk mengetahui kondisi dan sebagai bahan penyelesaian sarana dan prasarana di ruas jalan Pattimura Kota Metro saat ini dan dimasa mendatang.Dalam penelitian ini metodologi yang dipakaimengacu pada MKJI 1997, untuk pengambilan data primer dan sekunder.Dari hasil perhitungan analisis yang dilakukan berdasarkan data arus lalu-lintas tertinggi yang terjadi pada jam puncak untuk lapangan 22, yaitu pada hari Kamis jam 16.00-17.00 WIB sebesar 1349,2 smp/jam dan untuk lapangan 29 arus lalu lintas tertinggi terjadu pada hari Senin jam 06.00-07.00 sebesar 1577,6 smp/jam, sedangkan untuk kapasitas pada ruas jalan Pattimura adalah 3400,569 smp/jam dan ada juga yang bernilai 3366,9 smp/jam. Dalam analisis kinerja jalan dengan perhitungan berdasarkan pada Manual Kapasitas Jalam Indonesia (MKJI) tahun 1997, didapat nilai Derajat Kejenuhan (DS) berkisar antara 0,20-0,44 dengan tingkat pelayanan jalan B dengan karakteristik arus stabil tetapi kecepatan operasi mulai dibatasi oleh kondisi lalu lintas. Pengemudi memiliki kebebasan yang cukup untuk memilih kecepatan. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa derajat kejenuhan jalan tergolong tinggi sehingga kecepatan kendaraan mulai rendah, hal ini menggambarkan bahwa kepadatan ruas Jalan Pattimura tergolong tinggi. Solusi yang bisa dikembangkan untuk permasalahan ini adalah diperlukannya perluasan jalan dan manajemen lalu lintas yang baik untuk mengurangi tundaan, antrian bahkan kemacetan yang terjadi.
Evaluasi Program Bantuan Rumah Tidak Layak Huni Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah Di Kabupaten Pringsewu. RAHMAT ALI WIBOWO; DIKPRIDE DESPA; ALEXANDER PURBA
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 2 No. 2 (2022): Prosiding SNIP Vol.2 No.2
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (787.216 KB) | DOI: 10.23960/snip.v2i2.250

Abstract

Rumah adalah bangunan gedung yang berfungsi sebagai tempat tinggal yang layak huni, sarana pembinaan keluarga, cerminan harkat dan martabat penghuninya, serta aset bagi pemiliknya. rumah adalah salah satu hak dasar setiap rakyat Indonesia, maka setiap warga negara berhak untuk bertempat tinggal dan mendapat lingkungan hidup yang baik dan sehat. Keterbatasan akses masyarakat terhadap rumah menyebabkan tingginya angka backlog rumah. Salah satu program pemerintah untuk megatasi backlog perumahan tersebut adalah Program Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) adalah masyarakat yang mempunyai keterbatasan daya beli sehingga perlu mendapat dukungan pemerintah untuk memperoleh rumah yang layak huni. Program satu juta rumah merupakan program pemerintah untuk mendorong berbagai stakeholder penyediaan perumahan yaitu pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengembang, dunia usaha, perbankan, dan masyarakat agar terwujud percepatan penyediaan rumah, utamanya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Keseriusan pemerintah dalam mengurangi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) terlihat dari ditetapkannya Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indoneisa No.13/PRT/M/2016 Tentang Pedoman Pelaksanaan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Kebijakan BSPS merupakan bantuan Pemerintah bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk mendorong dan meningkatkan keswadayaan dalam peningkatan kualitas rumah dan pembangunan baru rumah beserta prasarana, sarana, dan utilitas umum. Evaluasi program perbaikan rumah tidak layak huni di Kabupaten Pringsewu ini dilakukan untuk melihat sejauh mana keberhasilan program tersebut, dengan menggunakan indikator dan tolok ukur berdasarkan kriteria efektifitas, efisiensi, kecukupan, dan ketepatan. Sehingga, dengan adanya evaluasi program perbaikan rumah tidak layak huni di Kabupaten Pringsewu ini dapat memberikan informasi serta rekomendasi/usulan pengembangan program ini.