cover
Contact Name
Tigo Mindiastiwi
Contact Email
tigomindiastiwi@untagsmg.ac.id
Phone
+6285799653253
Journal Mail Official
j_tekniksipil@untagsmg.ac.id
Editorial Address
Jl. Pawiyatan Luhur, Bendan Duwur, Kec. Gajah Mungkur, Kota Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 29637287     EISSN : 29636701     DOI : https://doi.org/10.56444/jts.v15i2
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil |p-ISSN: 2963-7287|e-ISSN: 2963-6701) merupakan Jurnal Penelitian dan Kajian ilmiah yang diterbitkan Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 Semarang yang terbit setiap 2 (dua) kali dalam setahun yaitu pada bulan Juni dan Desember. Jurnal ini menerima naskah dalam semua bidang Teknik Sipil dan aplikasinya diantaranya yaitu Teknik Struktur/Kontruksi, Geoteknik, Managemen Kontruksi, Hidrologi dan Transportasi
Articles 117 Documents
Penguatan Kebijakan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Studi Kasus : DPS Logawa, Kabupaten Banyumas Irawadi Irawadi; Sigit Supadmo Arif; Sahid Susanto; Lilik Sutiarso
Jurnal Teknik Sipil Vol. 16 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/jts.v16i1.753

Abstract

Asas good water resources governance baru akan dapat tercapai apabila pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) dilakukan melalui suatu perencanaan yang utuh dan terpadu (hulu, tengah, hilir), menyeluruh (antar dan lintas sektor), berkelanjutan dan berbasis kelestarian lingkungannya, mencakup aspek teknis, aspek asas legalitas yang kuat dan mengikat bagi seluruh pemangku kepentingan, aspek tata kelola pemerintahan desentralisasi yang berlaku; dan aspek masyarakat dan pihak swasta yang terlibat dalam pemanfaatan DAS serta aspek kontrol, transparansi, akuntabilitas hasil yang dilakukan mulai dari tahap perencanaan sampai pelaksanaan pengelolaan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan pengumpulan data yang luas dan banyak mengenai pengelolaan DAS hasil Diskusi FGD Pemangku Kepentingan, sedang evaluasi kebijakan pengelolaan DAS dilakukan dengan menggunakan Analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity dan Threat). Hasil dari penelitian ini adalah bahwa Kebijakan Pengelolaan DAS secara terpadu dan berkelanjutan perlu dikuatkan melalui : (1) Meningkatkan hermonisasi dan sinkronisasi peraturan perundang-undangan pengelolaan DAS; (2) Mewujudkan pembentukan Forum DAS dan komitmen bersama antar stakeholders; (3) Mewujudkan adanya partisipasi masyarakat dan dunia usaha dalam pengelolaan DAS dan (4) Mewujudkan Pemahaman Bersama tentang Pengelolaan DAS.
Critical Path Method Pada Proyek Konstruksi Preservasi Jalan SP. ITCHI-SP.3 Riko Segmen II Penajam Paser Utara untuk Mengendalikan Biaya dan Waktu Aldo Dwizadana Akbar; Gede Sarya
Jurnal Teknik Sipil Vol. 16 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/jts.v16i1.755

Abstract

Abstract. Delays in project completion can be caused by ineffective project management, modifications to specifications made by planners, and delays in material procurement. SP road preservation construction project completion. ITCHI – SP. 3 Riko Segment II could be delayed as a result of alterations to piling specifications by the planner and delays in the procurement of piles. An effective and efficient network and the acceleration of project activities are required to prevent project completion delays. In this study, activities on the project's critical path are analyzed using the Critical Path Method and Microsoft Project 2013 software. The purpose of this research is to analyze the activities on the project's critical path, as well as the cost and duration of work items on the project's critical path. Additionally, the duration of the SP road preservation construction project will be analyzed. After expediting work along the critical path, ITCHI – SP. 3 Riko Segment II was completed. The original project completion time of 344 calendar days can be shortened to 240 calendar days for a fee of IDR 51,153,849,429.30. Keywords: Critical Path Method, Microsoft Project 2013, Project acceleration. Abstrak. Keterlambatan penyelesaian proyek dapat disebabkan oleh manajemen proyek yang tidak efektif, modifikasi spesifikasi yang dilakukan oleh perencana, dan keterlambatan pengadaan material. Penyelesaian proyek pembangunan preservasi jalan SP. ITCHI – SP. 3 Riko Segmen II dapat mengalami keterlambatan akibat perubahan spesifikasi tiang pancang oleh perencana dan keterlambatan pengadaan tiang pancang. Jaringan kerja yang efektif dan efisien serta percepatan kegiatan proyek diperlukan untuk mencegah keterlambatan penyelesaian proyek. Pada penelitian ini, aktivitas pada jalur kritis proyek dianalisis menggunakan Critical Path Method dan software Microsoft Project 2013. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis aktivitas pada jalur kritis proyek, serta biaya dan durasi item pekerjaan pada jalur kritis proyek. Selain itu, durasi proyek pembangunan preservasi jalan SP akan dianalisis. Setelah mempercepat pekerjaan di sepanjang jalur kritis, ITCHI – SP. 3 Riko Segmen II selesai. Waktu penyelesaian proyek yang semula 344 hari kalender dapat dipersingkat menjadi 240 hari kalender dengan biaya Rp 51.153.849.429,30. Kata Kunci: Critical Path Method, Microsoft Project 2013, Percepatan Proyek
Studi Penentuan Puncak dan Kehilangan Tekanan Pada Instalasi Jaringan Pipa Air Bersih Asrama Putri Pondok Pesantren Bustanul Makmur II Qurrotus Shofiyah; Eva Olivia Hutasoit; Galang Kori Pratama
Jurnal Teknik Sipil Vol. 16 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/jts.v16i1.886

Abstract

Pondok pesantren Bustanul Makmur II yang berada di Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi mempunyai asrama putra dan asrampa putri. Asrama putri merupakan bangunan bertingkat 4 lantai serta terdapat permasalahan pada distribusi air bersih yaitu suplai air yang belum bisa mencukupi penggunanya yang diduga bermasalah pada ground tank. Tujuan studi ini untuk mengetahui serta menghitung debit puncak dan kehilangan tekanan pada instalasi jaringan pipa air bersihnya. Studi ini menggunakan acuan SNI 0140:2007 terkait cara perhitungan debit air dan SNI 8153:2015 tentang sistem pipa pada bangunan gedung, serta menggunakan metode perhitungan Hazen William tentang kehilangan tekanan pada instalasi jaringan pipa. Metode pengumpulan data dilakukan dengan survei lokasi, wawancara dengan pihak asrama, serta observasi. Hasil studi menunjukkan bahwa debit puncak air bersih dilapangan tidak bisa memenuhi penggunanya dikarenakan nilai debit puncak air bersih dilapangan sebesar 9,22 m 3 /jam, seharusnya nilai debit puncak air bersihnya sebesar 12,76 m 3 /jam dan kapasitas graound tank dilapangan hanya sebesar 27,7 m 3 /hari yang seharusnya berkapasitas 38,28 m3 /hari. Nilai kehilangan tekanan yang terjadi pada Asrama Putri Pondok Pesantren Bustanul Makmur II sebesar 1,259171061 m.
Kajian Kenyamanan Termal Pada Rumah Tinggal Di Pesisir Kota Pekalongan Rhisa Aidilla Suprapto; Amir Fatah Sofyan; Yusril Akhmad Hudanto
Jurnal Teknik Sipil Vol. 16 No. 1 (2023): Juni : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/jts.v16i1.1002

Abstract

Indonesia merupakan daerah yang sering mengalami gempa bumi karena itu, konstruksi bangunan harus didesain sesuai dengan standar peraturan yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku struktur dan skema terjadinya plastifikasi pada elemen struktur, serta menentukan level kinerja struktur gedung agar tetap kokoh saat terjadi gempa. Analisis pushover dengan displacement coefficient methode FEMA 440 (2005) yang berbasis statik nonlinier digunakan untuk mengetahui level kinerja struktur bangunan. Studi kasus dilakukan pada gedung beton bertulang RND PT Bernofarm Sidoarjo yang berfungsi sebagai kantor dan laboratorium di bidang farmasi. Gedung tersebut dibangun pada tahun 2015 dengan 6 lantai dan tinggi 28 meter. Sendi plastis baru dapat diketahui dengan melakukan analisis pushover. Digunakan program ETABS v.19 dan SAP2000 v.22 untuk analisis pushover sehingga diperoleh nilai perpindahan untuk arah X dan Y sebesar 0,311 m sehingga level kinerja struktur gedung ialah Damage Control. Pada kategori ini, bila terjadi gempa, elemen struktural gedung mengalami kerusakan minimal sehingga gedung masih dapat digunakan setelah terjadi gempa, namun fasilitas atau kelengkapan operasional gedung mungkin ada yang tidak dapat digunakan sehingga diperlukan perbaikan sebelum digunakan kembali. Ancaman terhadap korban jiwa sangat kecil.
Kapur Sebagai Bahan Stabilisasi Tanah Lempung Berplastisitas Tinggi dengan Uji Unconfined Compression Test (UCT) Tigo Mindiastiwi; Farisy Rizky Romadlon
Jurnal Teknik Sipil Vol. 16 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/jts.v16i1.200

Abstract

Stabilisasi tanah didefinisikan sebagai usaha untuk memperbaiki karakteristik tanah dengan menambahkan bahan aditif untuk meningkatkan kekuatan tanah. Banyak bahan yang bisa digunakan sebagai bahan stabilisasi diantaranya yaitu, semen, kapur, bottom ash dan fly ash. Penelitian ini hanya menggunakan satu jenis bahan aditif yaitu kapur. Metode yang digunakan berupa pengujian labolatorium dengan uji tekan bebas/unconfined compression test (UCT) dengan kombinasi campuran kapur 0%,5%,7%,10% dan 12%. Berdasarkan pengujian sifat fisis, tanah asli di Kecamatan Gunungpati Kabupaten Semarang dikategorikan sebagai tanah lempung organik dengan nilai berat jenis tanah rata-rata (Gs) 2,44 dan berat volme tanah basah (γb) 1,594gr/cm³. Berdasarkan pengujian UCT tanah asli memiliki nilai kuat tekan bebas (qu) 0,345 kg/cm2 dan kohesi undrianed (Cu) 0,249 kg/cm2 termasuk kategori lempung lunak. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa nilai qu dan Cu semakin meningkat sesuai dengan penambahan prosentase kapur, dengan nilai qu dan Cu maksimum pada campuran kapur sebesar 12%. Pada penelitian ini dihasilkan persamaan linier y=0,041x + 0,3288 R² = 0,9868, persamaan tersebut merupakan persamaan antara penambahan prosentase kapur dengan nilai qu maksimum pada prosentase kapur 0% 5%,7%,10% dan 12%.
Lighting Evaluation and Optimization of Lamp Placement in the Nursing Research Centre Classrooms at Universitas Muhammadiyah Semarang Abdul Rohman
Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/jts.v15i2.695

Abstract

Adequate lighting in a classroom is characterized by the ability to see objects clearly and comfortably without creating shadows. Lighting can be sourced naturally from sunlight and artificially from lamps. Natural lighting is only available during the day, necessitating artificial lighting during overcast weather or nighttime. The Nursing Research Centre (NRC) classrooms at Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) are heavily used, requiring sufficient lighting to meet standards. This study aims to measure the quality of lighting in the NRC classrooms at Unimus and determine whether it meets the established standards. The study was conducted in the NRC classrooms at Unimus, using lighting evaluation methods based on SNI 6197: 2011and SNI 6197: 2020. The evaluation results indicate that the lighting levels in the NRC classrooms do not meet the standards, with an average illumination of only 200 lux. The study recommends replacing the existing lamps with 2x24 watt LED lamps with 2x2800 lumens, and the need for small electrical power so that it os more efficient.
Analisis Metode Nilai Hasil (Earned Value) Terhadap Waktu dan Biaya Pada Proyek Pembangunan Fly Over Purwosari Surakarta RM Sidiq; Agus Bambang Siswanto; Dhony Priyo Suseno; Tigo Mindiastiwi
Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/jts.v15i2.701

Abstract

Dalam pelaksanaan suatu proyek konstruksi, perencanaan dan pengendalian merupakan fungsi yang paling pokok dalam mewujudkan keberhasilan proyek. Monitoring mutlak diperlukan dalam kontrak. Konsep nilai hasil adalah salah satu cara untuk mengetahui perkembangan proyek dengan membentuk tiga indikator, yaitu BCWS, BCWP, dan ACWP. Metode konsep nilai hasil adalah suatu metode yang digunakan untuk menghitung besarnya biaya menurut anggaran sesuai dengan pekerjaan yang telah diselesaikan atau dilaksanakan (Budgeted Cost Of Work Performed). Prosedur penelitian dimulai dengan melakukan, pengambilan data, melakukan wawancara langsung pada proyek, dan merangkum hasil pengumpulan data-data yang ada. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghitung perkiraan biaya (Cost) dan waktu (Time) yang diperoleh serta menghitung perkiraan besarnya biaya dan waktu yang diperlukan untuk penyelesaian pengerjaan proyek. Dari hasil perhitungan berdasarkan analisis metode nilai hasil minggu ke-32 pada proyek pembangunan fly over Purwosari Surakarta, nilai schedule variance (SV) sebesar Rp (– 2.732.903.392,47). Hasil ini menunjukan bahwa pelaksanaan terlambat - 2,872% dari jadwal rencana. Schedule Performance Index (SPI) 0,956, nilai ini menunjukan bahwa nilai SPI < 1, artinya penyelenggaraan proyek lebih lambat dari perencanaan. Cost Performance Indeks (CPI) = 1, dalam arti pengeluaran biaya yang dikeluarkan sama dengan biaya dari anggaran yang direncanakan. Diperkirakan waktu penyelesaian proyek ini (ECD) = 50,828 minggu, berarti cenderung mengalami penambahan waktu selama 0,8 minggu = 6 hari kerja, dimana penyelesaian pada perencanaan hanya memakan waktu selama 50 minggu.
Analisa Perbandingan Penggunaan Beton Self Compacting Concrete (SCC) Dengan Beton Konvensional Pada Struktur Beton Bertulang Agustinus Sungsang Nana Patria; Pipit Skriptianata Putra Pranida; Galih Eka Prasetya
Jurnal Teknik Sipil Vol. 16 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/jts.v16i1.831

Abstract

Beton Self Compacting Concrete (SCC) merupakan salah satu hasil inovasi dari teknologi beton saat ini. Namun diperlukan suatu analisis untuk mengetahui perbandingan penggunaan beton SCC dengan beton konvensional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar perbandingan penggunaan beton SCC dengan beton konvensional pada struktur beton bertulang proyek Nestle Batik Project, Batang, Jawa Tengah, baik dalam segi biaya, metode pelaksanaan dan waktu pelaksanaan. Objek dalam penelitian ini adalah pembangunan bangunan Waste Water Treatment Plant (WWTP), Water Tank dan Wastewater Sumpit. Hasil perbandingan menunjukkan biaya penggunaan material beton SCC secara menyeluruh sebesar Rp 1.923.818.616, beton SCC sebagian sebesar Rp1.704.741.804 dan beton konvensional menyeluruh sebesar Rp 1.270.073.150. Sifat beton SCC yang dapat mengalir dengan sendirinya, metode pelaksanaan beton SCC tidak membutuhkan concrete vibrator dan pelaksanaan pengecoran yang cepat sehingga akan mengurangi resiko segregasi, keropos, bleeding pada struktur beton bertulang, mempermudah pekerjaan dan mempercepat waktu pekerjaan. Perbandingan waktu menggunakan beton SCC baik secara menyeluruh atau sebagian akan mempercepat waktu pekerjaan 21 hari dibandingkan penggunaan beton konvensional.
Evaluasi Daya Dukung Pondasi Tiang Pancang Pada Gedung Universitas Muhammadiyah Lamongan Eva Olivia Hutasoit; Awaliatul Rizkiyah
Jurnal Teknik Sipil Vol. 16 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/jts.v16i1.871

Abstract

The pile foundation is a deep foundation that is often used in the construction of high-rise buildings and small-scale buildings. The foundation is required to have a greater bearing capacity than the load on it. This study aims to determine the maximum bearing capacity of the foundation against the work load including the additional load from the 15-story Lamongan Muhammadiyah University building which was found to be cracked. Calculation of the bearing capacity of a single pile is carried out to determine the bearing capacity of a single pile using the Mayerhoff, Reese O'neil, and Reese and Wright method. Calculation of the bearing capacity of group piles is carried out to determine the bearing capacity of piles in one group using the Converse-Labarre, Los Angle Group, and Seiler-Keeney methods. Controlling the bearing capacity of single and group pile foundations, whether they are able to withstand the load on them using the axial loads and moments obtained. The results of the calculation of the bearing capacity of a single pile foundation at a depth of 30 m using the Meyerhoff calculation method obtained the carrying capacity of a single pile permit (Q_a) at point DB-1 of 916,80 tons and DB-2 of 916,80 tons, Reese and O' neil obtained Power single pile permit bearing (Q_a) at point DB-1 of 668,67 tons and DB-2 of 668,67 tons, Reese and Wright obtained single pile permit bearing capacity (Q_a) at point DB-1 of 1.070,08 tons and a DB-2 of 1.070,08 tons, while the shamanic strength of the largest pile group foundation was obtained using the Converse-Labarre method with ultimate bearing capacity using the Reese anad Wright method, bearing configuration from the pile group capacity (Q_g) (2 x 2) obtained at point DB -1 of 9.733,45 tons and DB-2 of 9.733,45 tons, configuration (2 x 3) at point DB-1 of 13.810,45 tons and DB-2 of 13.810,45 tons, configuration (3 x 2 ) at point DB-1 of 13.810,45 tons and DB-2 of 13.810,45 tons. The results of controlling the bearing capacity of the foundation by looking at the value of the allowable bearing capacity is greater than the value of the axial load (P ≤ Q_g). From the calculation of the bearing capacity of the piles it can be concluded that the pile foundations at points DB-1 and DB-2 are safe.
Stabilisasi Tanah Lempung Menggunakan Bahan Campuran Semen dan Serbuk Batu Bata Dengan Metode Kuat Tekan Bebas Jaenal Musianirudin; Tigo Mindiastiwi
Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/jts.v15i2.877

Abstract

Tanah Lempung adalah jenis tanah yang mempunyai sifat kohesif dan plastis yang tinggi, tanah lempung terjadi akibat pelapukan-pelapukan batuan akibat adanya reaksi kimia yang terdiri dari susunan partikel-partikel yang berukuran koloid artinya butiran penyusun tanah lempung ini berukuran <0,002. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik tanah serta mengetahui pengaruh campuran semen dan serbuk batu bata sebagai bahan stabilisasi dengan metode kuat tekan bebas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode uji laboratorium berupa pengujian sifat – sifat fisis dan mekanis tanah. Penujian dilakukan pada tanah asli dan tanah yang distabilisasi dengan semen dan serbuk batu bata. Hasil penelitian uji sifat fisis tanah asli dilaboratorium didapatkan nilai berat isi tanah (γb) 1,669 gr/cm³, (γd) 1,09 gr/cm³, kadar air 52,92% dan berat jenis 2,651. Berdasarkan hasil penyelidikan tanah dapat dikategorikan dalam tanah lempung organik. Hasil dari pengujian grain size tanah dapat di kategorikan dalam tanah lanau lempung. Pada uji atterberg limit tanah dapat dikategorikan ke dalam tanah lempung plastisitas tinggi dengan PI 26,54%, pengujian proctor dengan hasil berat isi kering maksimal (γd) 1,302 gr/cm³ dan kadar air optimum (w) 36,2%. Berdasarkan hasil pengujian kuat tekan bebas (Uncofined Compression Test) dengan bahan stabilisasi serbuk batu bata 5%, 7%, 10%, 12% dan 5% semen untuk masing-masing sampel, dengan nilai kuat tekan bebas (qu) yaitu 0,785 kg/cm², 0,872 kg/cm², 1,008 kg/cm², 1,120 kg/cm², dan nilai kohesi undrained (cu) sebesar 0,205 kg/cm², 0,390 kg/cm²,0,435 kg/cm², 0,505 kg/cm², 0,560 kg/cm². Berdasarkan rekap uji kuat tekan bebas  (qu) dan didapatkan persamaan  y = 0,2127ln(x) + 0,2153 R² = 0,9855.  

Page 2 of 12 | Total Record : 117