cover
Contact Name
Joko Suratno
Contact Email
joko_unkhair@yahoo.co.id
Phone
+6281340749358
Journal Mail Official
joko_unkhair@yahoo.co.id
Editorial Address
Perumahan Green House, RT/RW: 010/005, Kelurahan Jambula
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Guru Matematika
Published by Universitas Khairun
ISSN : -     EISSN : 25796305     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Guru Matematika (JPGM) merupakan jurnal pada bidang pendidikan yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Khairun. Jurnal ini menyediakan forum publikasi penelitian dalam pembelajaran matematika untuk seluruh jenjang pendidikan. Artikel-artikel yang diterbitkan merupakan hasil penelitian berfokus pada topik yang berhubungan dengan aspek teoretis, pedagogis, metodologis, dan filosofis pendidikan matematika. JPGM mengutamakan penelitian yang mempromosikan pengetahuan, gagasan, metode, dan epistemologi baru pada bidang pendidikan matematika. JPGM terbit setiap 4 bulan sekali, yaitu bulan Januari, Mei, dan September.
Articles 266 Documents
Pemodelan Matematika dalam Pendidikan Guru: Studi Literatur Kurikulum Pendidikan Swedia Hasriani Ishak; Soleman Saidi; Ardiana Ardiana; Asmar Bani
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 6 No 2 (2026): Mei
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v6i2.11865

Abstract

Penelitian ini merupakan studi Literatur pada pendidikan calon guru matematika di Swedia, yang membahas pentingnya pemodelan matematika dalam kurikulum pendidikan matematika, khususnya pada pendidikan calon guru matematika. Perkembangan teknologi yang pesat mendorong perubahan kurikulum matematika agar lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat modern. Pemodelan matematika dipandang sebagai pendekatan interdisipliner yang mampu menghubungkan konsep matematika dengan situasi nyata serta teknologi informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi mata kuliah pemodelan matematika dalam program pendidikan guru matematika di universitas-universitas Swedia serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi dalam penerapannya. Metode yang digunakan adalah survei terhadap 26 universitas dan institusi pendidikan tinggi yang menyelenggarakan program pendidikan guru matematika. Data diperoleh melalui kuesioner yang dikirimkan kepada dosen matematika, pendidikan matematika, dan administrator akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil universitas yang telah menyelenggarakan mata kuliah pemodelan matematika, sedangkan sebagian besar belum mengintegrasikannya karena keterbatasan kurikulum, kurangnya tenaga pengajar yang kompeten, serta pandangan bahwa pemodelan matematika bukan bagian dari “matematika murni”. Penelitian ini juga mengungkap bahwa pemodelan matematika mampu menjadi sarana efektif untuk mengevaluasi pemahaman konseptual mahasiswa terhadap kalkulus dan kemampuan berpikir kritis. Melalui studi kasus “Masalah Catwalk”, ditemukan bahwa banyak mahasiswa masih bergantung pada teknologi tanpa memahami konsep dasar perubahan dan gerak secara mendalam. Oleh karena itu, pemodelan matematika dinilai penting untuk dikembangkan dalam pendidikan guru guna meningkatkan kemampuan penalaran, pemecahan masalah, dan evaluasi argumentasi matematika. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan matematika memerlukan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan berbasis pemodelan agar calon guru mampu menjadi pengguna teknologi yang kritis dan reflektif.
Analisis Miskonsepsi Matematis Siswa pada Materi Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel Sahman Abdullah; Hery Suharna; Diah Prawitha Sary
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 6 No 2 (2026): Mei
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v6i2.11866

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Miskonsepsi siswa kelas X SMA Negeri 2 Halmahera Selatan dalam Menyelesaikan Masalah Matematika pada materi Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel. Pengumpulan data miskonsepsi memnggunakan teknik observasi, tes, dan wawancara. Instrument yang digunakan adalahah 2 butir soal yang telah divalidasi. Data miskonsepsi siswa yang dikumpulkan dianalisis secara kualitatif dengan cara mereduksi data, penyajian data, triangulasi, dan penarikan kesimpulan. Subjek penelitian ini adalah sisa kelas X SMA Negeri 2 Halmahera Selatan sebanyak 15 siswa, kemudian dipilih 6 siswa sebagai perwakilan subjek penelitian berdasarkan kategori (tinggi, sedang, dan rendah) untuk dilakukan wawancara sebagai bentuk tiangulasi dan dilihat tingkat kepastian jawaban siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa siswa mengalami miskonsepsi pada operasi Sistem Persaman Linear Tiga Variabel khususnya dalam metode substitusi dan Eliminasi-substitusi pada soal Cerita.
Eksplorasi Kontruksi Rumah Adat Fala Soa Togolobe dalam Perspektif Etnomatematika Farmila Naipon; Mawia Tamrin Bakar; Ida Kurnia Waliyanti
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 6 No 2 (2026): Mei
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v6i2.11867

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konstruksi dan makna simbolik pada rumah adat Fala Soa Togolobe dalam perspektif etnomatematika pada aspek Geometri. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan etnografi. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, metode wawancara, dan metode dokumentasi. Pada metode wawancara narasumber dalam penelitian ini adalah 3 orang informan. Data yang dikumpulkan dianalisis secara kualitatif dengan cara mereduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Data hasil penelitian menunjukan bahwa dari konstruksi bangunan rumah adat, terdapat bagian-bagian yang berkaitan dengan konsep matematika yang di sebut sebagai etnomatematika yaitu, bentuk rumah adat, tangga rumah adat, atap rumah adat, fandasi rumah adat ventilasi rumah adat dan ornamen-ornamen lainnya. Makna simbolik yang terdapat pada rumah adat Fala Soa Togolobe di Kecamatan Pulau Hiri Kota Ternate berdasarkan pola yang sering ditemukan pada rumah adat Fala Soa Togolobe adalah bentuk persegi yang memiliki makna hubungan manusia dengan alam yaitu api, air, udara dan tanah. Bentuk belah ketupat menyiratkan tentang hubungan antara manusia dengan Allah, manusia dengan alam dan sesama manusia. Angka yang dominan pada bangunan rumah adat Fala Soa Togolobe adalah angka 4. Seperti pada jumlah tiang pada teras yaitu angka 4 karena angka 4 tidak ada awal dan akhirnya sehingga dianggap sebagai rezeki yang terus ada dan tidak pernah berakhir pada atap rumah adat Fala Soa Togolobe bersusun yang berasal dari makna cosmos epic budaya. 
Keefektifan Penerapan Model Problem Based Leaning (PBL) dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Reflektif Matematis Siswa pada Materi Operasi Aljabar Fadjila Mansur; Hasriani Ishak; Marwia Tamrin Bakar; Ikram Hamid
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 6 No 2 (2026): Mei
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v6i2.11868

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan penerapan model Problem Based Learning (PBL) dalam meningkatkan kemampuan berpikir reflektif matematis siswa pada materi operasi aljabar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah pretest-posttest control group design. Sampel penelitian terdiri atas kelas eksperimen yang diterapkan model Problem Based Learning dan kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan berpikir reflektif matematis, lembar observasi aktivitas siswa dan keterlaksanaan pembelajaran, serta angket respon siswa. Data dianalisis menggunakan uji N-gain dan uji Mann Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir reflektif matematis siswa setelah diterapkan model PBL mengalami peningkatan, terlihat dari rata-rata pretest kelas eksperimen sebesar 48,84 meningkat menjadi 62,2 pada rata-rata posttest. Berdasarkan hasil perhitungan N-gain, peningkatan kemampuan berpikir reflektif matematis siswa berada pada kategori sedang dengan nilai sebesar 0,49. Hasil uji hipotesis menggunakan Mann Whitney U menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol, sehingga model Problem Based Learning dinyatakan efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir reflektif matematis siswa. Selain itu, aktivitas siswa selama pembelajaran mencapai 88% yang menunjukkan keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran. Hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran menunjukkan bahwa seluruh sintaks PBL terlaksana secara sistematis dan sesuai prosedur. Respon siswa terhadap penerapan model PBL juga sangat positif dengan persentase sebesar 85,37%. Dengan demikian, model Problem Based Learning efektif diterapkan dalam pembelajaran matematika untuk meningkatkan kemampuan berpikir reflektif matematis siswa pada materi operasi aljabar.
Keefektifan Pendekatan Realistic Mathematic Education (RME) Berbantuan Kahoot Dalam Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis dan Minat Belajar Siswa Adelia Safitri; Nurma Angkotasan; In Hi Abdullah
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 6 No 2 (2026): Mei
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v6i2.11869

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Terdapat peningkatan kemampuan pemahaman konsep dan minat belajar siswa setelah menggunakan pendekatan realistic mathematic education (RME) berbantuan kahoot. 2) Peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa setelah menggunakan pendekatan realistic mathematic education (RME) berbantuan kahoot. 3) keefektifan pendekatan realistic mathematic education berbantuan kahoot dalam meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis dan minat belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain penelitian ini menggunakan one group pretest posttest. Sampel pada penelitian ini yaitu siswa kelas VII-4 SMP Negeri 5 Kota Ternate Tahun Ajaran 2024/2025. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen tes dan non tes (angket), dan teknis analisis data yang digunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial.  Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pendekatan realistic mathematic education (RME) berbantuan kahoot dapat meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis dan minat belajar peserta didik di kelas VII-4 SMPN 5 Kota Ternate. Peningkatan pemahaman konsep dapat dilihat dari nilai N-gain sebesar 0,782 dengan kategori tinggi. Keefektifan pendekatan realistic mathematic education (RME) berbantuan kahoot dalam meningkatkan kemampuan pemahaman konsep siswa dengan rata-rata 85,33 dan persentase keefektifan sebesar 85,33% pada kategori efektif. Keefektifan pendekatan realistic mathematic education (RME) berbantuan kahoot dalam meningkatkan minat belajar siswa dengan rata-rata 86,66 dan persentase keefektifan sebesar 86,66% pada kategori efektif.
Kover, Dewan Redaksi, Daftar Isi, Vol. 6, No. 2, Mei 2026 Ketua Dewan Redaksi
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 6 No 2 (2026): Mei
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v6i2.11870

Abstract

Kover, Dewan Redaksi, Daftar Isi, Vol. 6, No. 2, Mei 2026