cover
Contact Name
Joko Suratno
Contact Email
joko_unkhair@yahoo.co.id
Phone
+6281340749358
Journal Mail Official
joko_unkhair@yahoo.co.id
Editorial Address
Perumahan Green House, RT/RW: 010/005, Kelurahan Jambula
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Guru Matematika
Published by Universitas Khairun
ISSN : -     EISSN : 25796305     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Guru Matematika (JPGM) merupakan jurnal pada bidang pendidikan yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Khairun. Jurnal ini menyediakan forum publikasi penelitian dalam pembelajaran matematika untuk seluruh jenjang pendidikan. Artikel-artikel yang diterbitkan merupakan hasil penelitian berfokus pada topik yang berhubungan dengan aspek teoretis, pedagogis, metodologis, dan filosofis pendidikan matematika. JPGM mengutamakan penelitian yang mempromosikan pengetahuan, gagasan, metode, dan epistemologi baru pada bidang pendidikan matematika. JPGM terbit setiap 4 bulan sekali, yaitu bulan Januari, Mei, dan September.
Articles 255 Documents
Pengaruh Model Blended Learning Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Kontekstual Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Rosyidah, Millatu
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 2, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v2i3.4990

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh model blended learning terhadap kemampuan pemecahan masalah kontekstual materi sistem persamaan linier dua variabel pada siswa kelas VIII MTsN 9 Blitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian quasi eksperimen design with post-test only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII yang berjumlah 191 siswa.  Sampel dalam penelitian ini adalah 32 siswa kelas VIII-D dan 32 siswa Kelas VIII-E. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes soal kemampuan pemecahan masalah kontekstual. Berdasarkan nilai statistic descriptive diketahui bahwa rata-rata kelas eksperimen 79 dan rata-rata kelas kontrol 69. Berdasarkan hasil ini, dapat diketahui bahwa rata-rata kelas eksperimen lebih baik. Selanjutnya, berdasarkan hasil analisis data menggunakan uji independent sample t-test diperoleh nilai  dengan kata lain nilai . Hasil ini, menunjukkan adanya perbedaan rata-rata yang signifikan pada hasil post-test kelas eksperimen dan kelas kontrol. Sehingga dapat diperoleh hasil bahwa ada pengaruh yang signifikan pada penerapan model blended learning terhadap kemampuan pemecahan masalah kontekstual materi  sistem persamaan linier dua variabel.
Proses Berpikir Reflektif Matematis Siswa dalam Menyelesaikan Soal Program Linear Nasir, Lasmi; Suharna, Hery; Angkotasan, Nurma; Abdullah, Nurningsih
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 2, No 1 (2022): Januari
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v2i1.4123

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses berpikir reflektif matematis siswa dalam menyelesaikan soal program linear. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, wawancara dan dokumentasi. Siswa diminta untuk mengerjakan soal tes proses berpikir reflektif matematis siswa, kemudian diwawancarai untuk memperoleh lebih mendalam tentang proses berpikir reflektif matematis siswa dalam menyelesaikan soal program linear. Teknik analisis data pada penelitian ini adalah reduksi data, paparan data, triangulasi data, dan penarikan kesimpulan. Subjek penelitian ini siswa kelas XI MIPA-1 SMA Negeri 8 Kota Ternate yang berjumlah 25 siswa, dengan perwakilan subjek pada penelitian adalah L-22 dan P-25 dengan KBRMS kategori tinggi, P-13 dan L-11 dengan KBRMS kategori sedang. Hasil penelitian proses berpikir reflektif matematis siswa dalam menyelesaikan soal program linear sebagai berikut: 1) Proses berpikir reflektif matematis siswa dengan kategori tinggi, mampu menghubungkan pengetahuan baru dengan pemahaman terdahulu benar dan lengkap, subjek L-22 mampu menemukan hubungan dan memformulasikan penyelesaian benar dan lengkap dan subjek P-25 mampu menemukan hubungan dan memformulasikan penyelesaian benar tetapi tidak lengkap, mampu mengevaluasi proses penyelesaian benar tetapi tidak lengkap ; 2) Proses berpikir reflektif matematis siswa dengan kategori sedang, mampu menghubungkan pengetahuan baru dengan pemahaman terdahulu benar dan lengkap pada soal nomor 1a dan subjek menghubungkan pengetahuan baru dengan pemahaman terdahulu salah pada soal nomor 2a, subjek P-13 mampu menemukan hubungan dan memformulasikan penyelesaian benar dan lengkap dan subjek L-11 mampu menemukan hubungan dan memformulasikan penyelesaian benar tetapi tidak lengkap, mampu mengevaluasi proses penyelesaian benar tetapi tidak lengkap pada soal nomor 1c dan mengevaluasi proses penyelesaian salah pada soal nomor 2b.
Penggunaan Software Matematika Dinamis GeoGebra dalam Pembelajaran Matematika Suratno, Joko; Abdullah, In Hi; Angkotasan, Nurma; Bani, Asmar; Ardiana, Ardiana
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 4, No 2 (2024): Mei
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v4i2.7943

Abstract

Tujuan tulisan artikel ini adalah mendiskripsikan salah satu perangkat lunak matematika dinamis, yaitu GeoGebra. Tulisan ini diawali dengan pembahasan tentang GeoGebra dan sejarah pengembangannya. Setelah itu, membahas GeoGebra dan perangkat lunak sejenisnya. Dilanjutkan dengan pembahasan tentang alasan penggunaan GeoGebra. Bagian akhir pembahasan tentang pembelajaran matematika dengan GeoGebra.
Keefektifan Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) Ditinjau dari Motivasi Dan Hasil Belajar Siswa SMP Bulawa, Djarifa; Angkotasan, Nurma; Ardiana, Ardiana
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 3, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v3i3.6590

Abstract

Jenis penelitian yang digunakan  adalah Penelitian eksperimen. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui: (1). Motivasi belajar siswa dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. (2). Hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model  pembelajaran kooperatif tipe STAD .(3). Pembelajaran kooperatif tipe STAD efektif ditinjau dari motivasi dan hasil belajar siswa. Penelitian ini dengan rancangan two groups pretest-posttest design. Instrument yang digunakan berupa soal tes dan angket siswa. Sampel yang diambil adalah siswa  kelas VII-1 berjumlah 24 siswa dan VII-2 berjumlah 24 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini diperoleh dengan cara melihat skor yang diperoleh dari masing-masing kelas. Analisis data menggunakan Analisis deskriptif Pedoman Acuan Patokan (PAP) skala 5 dan analisis inferensial. Hasil analisis deskriptif menunjukan bahwa, motivasi belajar siswa dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD terdapat 11 siswa yang berkriteria tinggi dan 13 siswa berkriteria sedang. Hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD terdapat 7 siswa yang berkualifikasi memuaskan, 9 siswa berkualifikasi baik, dan 8 siswa berkualifikasi cukup. Sedangkan hasil analisis inferensial menunjukan bahwa uji normalitas motivasi belajar siswa berdistribusi normal dan hasil belajar siswa tidak berdistribusi normal. Pengujian hipotesis motivasi belajar siswa mengunakan uji independent sampel t test sedangkan hasil belajar siswa mengunakan uji non parametrik yaitu uji tanda. Hasil independent sampel t test, diperoleh thitung = 3,70 pada taraf signifikan 0,05 dan dk 23. ttabel = 3,01 sehingga Ha diterima dan Ho ditolak artinya pembelajaran kooperatif tipe STAD efektif ditinjau dari motivasi belajar siswa. Hasil uji tanda diperoleh Zh = 22,04 dan Zt = 3,84, sehingga Ho ditolak dan H1 diterima, artinya Pembelajaran kooperatif tipe STAD efektif pada hasil belajar siswa. Dengan demikian model pembelajaran kooperatif tipe STAD efektif ditinjau dari motivasi dan hasil belajar siswa.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa pada Materi Matriks Ditinjau dari Minat Belajar Siswa SMA Malik, Risda Macica; Jalal, Ariyanti; Waliyanti, Ida Kurnia
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 2, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v2i3.5144

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada materi matriks ditinjau dari minat belajar siswa SMA Negeri 4 Kota ternate. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Pengumpulan data kemampuan pemecahan masalah matematis siswa menggunakan teknik observasi, tes kemampuan pemecahan masalah dan angket minat belajar. Instrumen tes yang digunakan adalah 2 butir soal tentang kemampuan pemecahan masalah dan angket minat belajar siswa yang terdiri dari 20 pernyataan yang telah divalidasi. Data kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang kumpulkan dianalisis secara kualitatif dengan cara mereduksi data, penyajian data, tringulasi data dan penarikan kesimpulan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 4 SMA Negeri 4 Kota Ternate sebanyak 25 siswa, dengan 9 subjek sebagai perwakilan subjek penelitian berdasarkan kemampuan pemecahan masalah (3 Tinggi, 3 Sedang dan 3 Rendah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis pada materi matriks ditinjau dari minat belajar siswa. kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada kategori tinggi terdapat 3 siswa, kemampuan pemecahan masalah matematis kategori sedang sebanyak 7 siswa dan pada kemampuan pemecahan masalah matematis kategori rendah sebanyak 15 siswa. sedangkan pada minat belajar siswa pada kategori tinggi terdapat 7 siswa, minat belajar kategori sedang sebanyak 13 dan minat belajar pada kategori rendah sebanyak 5 siswa.
Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berbasis Problem Based Instruction pada Materi Persamaan Linear Satu Variabel Kharie, Endang Sari; Nani, Karman La; Tonra, Wilda Syam
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 1, No 1 (2021): Januari
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v1i1.2653

Abstract

Tujuan penelitian ini menghasilkan produk LKPD berbasis problem based instruction pada materi persamaan linear satu variabel. Penelitian pengembangan ini terdiri atas enam tahapan, yaitu: 1) Potensi dan masalah, 2) Pengumpulan data, 3) Desain produk, 4) Validasi desain, 5) Revisi desain, dan 6) Uji coba produk. Validasi desain produk kepada 4 orang dosen dan 1 orang guru matematika, uji coba dilakukan pada siswa kelas VII-B dan VII-C SMP Negeri 7 Kota Ternate masing-masing 10 orang. Hasil validasi dari tiap aspek diperoleh: 1) LKPD I sebesar 81,37% Layak dengan Predikat Bagus, 2) LKPD II sebesar 83,40% Layak dengan Predikat Bagus, dan 3) LKPD III sebesar 78,73% Layak dengan Predikat Bagus. Hasil uji coba produk LKPD berbasis problem based instruction menunjukkan bahwa pada uji coba I memiliki rata-rata sebesar 75,32% dan uji coba II dengan rata-rata sebesar 76,53 yang menunjukkan bahwa LKPD berbasis Problem Based Instruction yang dikembangkan Layak dengan Predikat Bagus, sehingga LKPD berbasis Problem Based Instruction layak digunakan sebagai perangkat pembelajaran matematika pada materi Persamaan Linear Satu Variabel.
Analisis Kesulitan Siswa dalam Menyelesaikan Soal pada Materi Bilangan Pecahan Samsudin, Mudasir; Hairun, Yahya; Afandi, Ahmad
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 3, No 2 (2023): Mei
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v3i2.6129

Abstract

Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kesulitan yang dialami siswa dalam menyelesaikann soal pada materi bilangan pecahan. Pengumpulan data kesulitan siswa menggunakan teknik observasi, tes, dan dokumentasi. Instrument tes yang digunakan adalah 4 butir soal tentang bilangan pecahan yang telah divalidasi. Data yang dikumpulkan dianalisis secara kualitatif dengan cara mereduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII SMP Nasional Banau Kota Ternate sebanyak 20 siswa yang mengikuti proses penelitian, kemudian dipilih 3 siswa sebagai perwakilan subjek penelitian. Hasil menunjukan bahwa kesulitan yang banyak dialami siswa adalah kesulitan pada penyelesaiannya.  Terdapat 6 siswa mencapai kesulitan dengan kategori rendah dari sekian 20 siswa dalam menyelesaikan soal pada bilangan pecahan berdasarkan pada tabel kualifikasi hasil kerjanya dan Terdapat 14 siswa yang mengalami kesalahan dengan kategori kesulitan sangat rendah dalam menyelesaikan soal bilangan pecahan berdasarkan tabel kualifikasi hasil kerja siswa yang menunjukan bahwa siswa tersebut tidak mampu menyelesaikan soal pada bilangan pecahan.
Analisis Kemampuan Koneksi Matematis Siswa SMA Kelas XI dalam Menyelesaikan Soal Cerita Terkait dengan Materi Matriks Rumata, Liza Maharani; Afandi, Ahmad; Hamid, Hasan
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 2, No 2 (2022): Mei
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v2i2.4628

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan koneksi matematis siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 10 Kota Ternate dalam menyelesaikan soal cerita terkait dengan materi matriks. Pengumpulan data kemampuan koneksi matematis siswa menggunakan teknik observasi, tes, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen tes yang digunakan adalah 3 butir soal tentang kemampuan koneksi matematis yang telah divalidasi. Data kemampuan koneksi matematis siswa yang dikumpulkan dianalisis secara kualitatif dengan cara mereduksi data, penyajian data, triangulasi, dan penarikan kesimpulan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 10 Kota Ternate sebanyak 23 siswa, kemudian dipilih 4 siswa sebagai perwakilan subjek penelitian berdasarkan kategori kemampuan koneksi matematis (Sangat tinggi, tinggi, sedang, dan rendah) untuk dilakukan wawancara sebagai bentuk triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan koneksi matematis siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 10 Kota Ternate dalam mempelajari materi matriks dengan rata-rata sebesar 86,22 dalam kategori sangat tinggi. Kualifikasi kemampuan koneksi matematis dalam kategori sangat tinggi dicapai 3 siswa (13,04) yang mampu koneksi antar topik matematika, koneksi antar topik matematika dengan pelajaran lain, dan koneksi antar topik matematika dengan kehidupan sehari-hari, sehubungan dengan penyelesaian masalah pada materi matriks. Selanjutnya 10 siswa (43,48) dalam kategori tinggi beberapa diantaranya mampu koneksi antar topik matematika, koneksi antar topik matematika dengan pelajaran lain, koneksi antar topik matematika dengan kehidupan sehari-hari, dengan benar akan tetapi kurang lengkap, terhadap penyelesaian masalah pada materi matriks. Sebanyak 3 siswa (13,04) dalam kategori sedang beberapa diantaranya mampu koneksi antar topik matematika, dan koneksi antar topik matematika dengan pelajaran lain, namun kurang lengkap terhadap penyelesaian masalah pada materi matriks.Terdapat 7 siswa (30,44) dengan kategori rendah yang mampu koneksi antar topik matematika, namun kurang lengkap terhadap penyelesaian masalah pada materi matriks.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa pada Materi Segitiga Tawary, Nuryanti M; Afandi, Ahmad; Bakar, Marwia Tamrin
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 1, No 3 (2021): September
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v1i3.3530

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Jenis penelitian kualitatif yang menjelaskan tentang kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dalam menyelesaikan soal pada materi segitiga. Subjek dalam penelitian ini adalah 12 subjek jadi masing-masing dipilih 3 subjek untuk mewakili 3 kategori kemampuan pemecahan masalah matematis siswa untuk memberikan informasi tentang setiap kemampuan pemecahan masalah untuk setiap kategori yaitu tinggi, sedang, rendah. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes, wawancara, dokumentasi dan triangulasi, langkah-langkah dalam analisis data adalah sebanyak 7 dari 12 siswa dengan nilai persentase (58,33%) memiliki kemampuan pemecahan masalah dengan kategori tinggi untuk indikator memahami masalah, merencanakan penyelesaian masalah, menuliskan rencana penyelesaian, memeriksa kembali hasil. Kemudian 3 dari 12 siswa dengan nilai persentase (25%) memiliki kemampuan pemecahan masalah yang sedang, untuk indikator memahami masalah, merencanakan penyelesaian masalah, menulis rencana penyelesaian, memeriksa kembali hasil. Dan 2 dari 12 siswa dengan jumlah persentase (16,66%) memiliki kemampuan pemecahan masalah pada kategori rendah.
Analisis Kemampuan Pemahaman Matematis Siswa pada Materi Relasi dan Fungsi Ditinjau dari Self-Effficacy Yusup, Jumitha; Bakar, Marwia Tamrin; Saidi, Soleman
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 4, No 2 (2024): Mei
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v4i2.7938

Abstract

Kemampuan pemahaman matematis (KPM) sangat berkaitan dengan self-efficacy (SE) dalam memahami suatu materi pembelajaran, jika siswa sudah memahami materi maka siswa akan yakin atau percaya diri untuk mengerjakan soal-soal pada materi yang akan diberikan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan KPM siswa yang memiliki SE tinggi, sedang, dan rendah pada materi relasi dan fungsi kelas VIII SMP Negeri 2 Kota Ternate. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-8 SMP Negeri 2 Kota Ternate. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian berupa angket SE, tes soal KPM, wawancara, dokumentasi. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini yaitu angket SE, tes soal KPM, wawancara. Seluruh data kemudian dianalisis melalui 4 tahapan yaitu, reduksi data, penyajian data, triangulasi dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 10 siswa (33,33%) memiliki SE yang tinggi, 13 siswa (43,33%) memiliki SE yang sedang, dan 7 siswa (23,33%) memiliki SE yang rendah. Siswa yang memiliki KPM tinggi sudah mampu memenuhi semua indikator kemampuan pemahaman matematis, sedangkan siswa yang memiliki KPM sedang sudah mampu memenuhi semua indikator kemampuan pemahaman matematis, namun belum maksimal karena, ada beberapa soal yang kurang tepat dalam mengerjakannya, dan siswa yang memiliki KPM rendah hanya mampu memenuhi indikator menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematika (tabel, grafik, diagram, sketsa, model matematika, atau cara lainnya), serta salah dalam mengerjakan beberapa soal tes kemampuan pemahaman.