cover
Contact Name
Tegus Pamungkas
Contact Email
jaifpuim@gmail.com
Phone
+628118072104
Journal Mail Official
jaifpuim@gmail.com
Editorial Address
Journal Agroecotech Indonesia (JAI) (online issn : 2962-777X | print issn : 2962-3820) diterbitkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar. Jurnal ini mengakomodir artikel/ karya ilmiah meliputi agronomi, ilmu tanah, hama dan penyakit, teknologi benih, pemuliaan tanaman, pascapanen, dan sosial ekonomi pertanian. Naskah yang dimuat dapat berupa hasil penelitian, telaah/tinjauan literatur, penelitian singkat (short communication) dan gagasan penting dalam bidang pertanian.
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Journal Agroecotech Indonesia (JAI)
ISSN : 29623820     EISSN : 2962777X     DOI : -
Core Subject : Agriculture, Social,
Ruang lingkup penelitian yang berhubungan dengan Journal Agroecotech Indonesian (JAI) yaitu: 1. Pertanian 2. Perkebunan 3. Perikanan 4. Pengairan
Articles 47 Documents
PENGARUH DOSIS PUPUK NITROGEN DAN FOSFOR TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT PALA Ismail; Syafar, Andi Rahman; Mattone, Al Azhar
Journal Agroecotech Indonesia (JAI) Vol. 3 No. 01 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/jai.v3i01.85

Abstract

Penelitian dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk nitrogen dan pupuk fosfor terhadap pertumbuhan bibit pala, dilaksanakan mulai Agustus sampai November 2021, di Kelurahan Muara, Kabupaten Bone. Penelitian ini disusun berdasarkan rancangan acak rangkap 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah pupuk nitrogen dan faktor kedua adalah pupuk fosfor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis pupuk fosfor (P) memberikan pengaruh terhadap diameter batang umur 30 hst, diameter batang 90 hst dan luas daun. Dosis pupuk Nitrogen (N) berpengaruh tidak nyata pada semua parameter kecuali diameter batang 90 hst. Terdapat interaksi yang nyata terhadap jumlah daun 90 hst, diameter batang 30 hst, 60 hst, 90
Pertumbuhan Dan Produksi Cabai Merah Pada Berbagai Dosis Pupuk Organik Dan NPK Tong, Najmawati; Hanafi; Djuniarty
Journal Agroecotech Indonesia (JAI) Vol. 3 No. 01 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/jai.v3i01.86

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk organik dan NPK terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai merah, berlangsung pada Januari hingga Mei 2023. Dilaksanakan dalam bentuk percobaan faktorial dua faktor yang disusun berdasarkan rancangan acak kelompok. Faktor pertama adalah dosis pupuk organik, terdiri atas 3 taraf yaitu: 0, 75, dan 150 g.petak-1. Faktor kedua adalah dosis NPK, terdiri atas 4 taraf yaitu: 0, 25, 50, 75 g.petak-1. Hasil penelitian menunjukan pupuk organik 150 g.petak-1 menghasilkan pengaruh yang lebih baik terhadap tinggi tanaman 40 hari setelah tanam yaitu 28,23 cm, jumlah daun 40 hari setelah tanam yaitu 50,43 helai, jumlah buah.tanaman-1 yaitu 29,43 buah, bobot buah.tanaman-1 yaitu 500,31 g, bobot buah petak-1 yaitu 7,84 kg dan konversi buah.ha-1 yaitu 19,62 t. Pupuk NPK 75 g.petak-1 menghasilkan pengaruh yang lebih baik terhadap tinggi tanaman 40 hari setelah tanam yaitu 28,23 cm, jumlah daun 40 hari setelah tanam yaitu 50,43 helai, jumlah buah tanaman-1 yaitu 29,43 buah, bobot buah.tanaman1 yaitu 500,31 g, bobot buah.petak-1 yaitu 7,84 kg dan konversi buah.ha-1 yaitu 19,62 t. Interaksi antara pupuk organik 150 g.petak-1 dengan NPK 75 g.petak-1 menghasilkan pengaruh yang lebih baik terhadap tinggi tanaman 40 hari setelah tanam yaitu 28,23 cm, jumlah daun 40 hari setelah tanam yaitu 50,43 helai, jumlah buah.tanaman-1 yaitu 29,43 buah, bobot buah.tanaman-1 yaitu 500,31 g, bobot buah.petak-1 yaitu 7,84 kg dan konversi buah.ha-1 yaitu 19,62 t.
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN PARE GAJIH PADA BERBAGAI DOSIS NPK DAN KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR (POC) LIMBAH SAYURAN Apriyanti; Alam, Mir; Nursaman, Herman
Journal Agroecotech Indonesia (JAI) Vol. 3 No. 01 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/jai.v3i01.87

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tompo Bulu, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto terletak pada ketinggian 900 meter diatas permukaan air laut dengan tipe iklim C2. Penelitian ini dimulai pada Desember 2022 sampai dengan April 2023. Penelitian dilaksanakan dalam bentuk percobaan faktorial dua faktor yang disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok. Faktor pertama adalah dosis NPK yang terdiri atas tiga taraf yaitu : Kontrol, 8 g/tanaman = 143 kg/ha dan 15 g/tanaman = 266 kg/ha. Faktor kedua adalah konsentrasi Pupuk Organik Cair terdiri atas tiga taraf yaitu : 200 ml/tanaman = 3.555 L/ha, 400 ml/tanaman = 7.111 L/ha, 600 ml/tanaman = 10.666 L/ha.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian NPK 15 g/tanaman = 266 kg/ha memberikan pengaruh lebih baik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman pare, perlakuan pemberian konsentrasi POC limbah sayuran 600 ml/tanaman = 10.666 L/ha memberikan pengaruh lebih baik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman pare, tidak terdapat interaksi antara perlakuan dosis NPK dan konsentrasi POC limbah sayuran terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman pare
PENGARUH KOMPOSISI MEDIA DAN INTERVAL WAKTU PENYIRAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN KAKAO Jannah, Miftahul; Syafar, Rahman; Ratih
Journal Agroecotech Indonesia (JAI) Vol. 3 No. 01 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/jai.v3i01.88

Abstract

Kakao (Theobroma cacao L.) merupakan salah satu komoditas perkebunan yang sesuai untuk perkebunan rakyat, dan menjadi sumber pendapatan harian atau mingguan bagi petani kakao. Pupuk Trichokompos merupakan gabungan dari Trichoderma dan kompos. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media dan interval waktu penyiraman terhadap pertumbuhan bibit tanaman kakao Penelitian ini dilaksanakan di Green House Laboratorium Lapangan Dinas Perkebunan Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan pada januari – april 2023. Penelitian dilaksanakan dalam bentuk rancangan faktorial 2 faktor dengan pola Rancangan Acak Kelompok faktor pertama adalah komposisi media Tricoderma + tanah yang terdiri dari 3 taraf yaitu: (1:1), (2:1), (3:1), Faktor kedua adalah: Interval waktu penyiraman air, terdiri atas 3 taraf, yaitu: 1 hari sekali, 2 hari sekali, 3 hari sekali dengan masing masing volume air 600ml/tanaman. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi perlakuan komposisi media kompos dan interval penyiraman yang berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 10 MST, bobot segar akar dan bobot kering akar 12 MST dengan perlakuan terbaik T1S2 dan T2S1
PENGENDALIAN HAMA KUTU DAUN PERSIK Myzus persicae, Sulz DENGAN MENGGUNAKAN INSEKTISIDA NABATI PADA TANAMAN CABAI RAWIT Capsicum frutescens L Ma'ruf, Amal; Sayang, Yulis; Azis, Asti Irawanti
Journal Agroecotech Indonesia (JAI) Vol. 3 No. 01 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/jai.v3i01.89

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui jenis ekstrak tanaman yang efektif sebagai insektisida nabati dalam mengendalikan kutu daun persik (Myzus persicae. Sulz) pada tanaman cabai rawit. Penelitian dilaksanakan di Desa Cenrana Baru, Kabupaten Maros yang berlangsung selama 3 (tiga) bulan yaitu mulai Februari sampai April 2023. Pelaksanaan penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas 5 perlakuan (kontrol, ekstrak tanaman sirsak, pepaya, bebadotan, dan kemangi) dan 4 ulangan. Parameter yang diamati yaitu populasi hama, intensitas serangan hama dan produksi buah cabai rawit. Aplikasi insektisida nabati yaitu 7 hari dan 14 hari setelah tanam. Pengamatan populasi dan intensitas serangan hama yaitu 14 hari, 21 hari, 28 hari, 35 hari dan 42 hari setelah tanam. Produksi cabai diamati pada panen pertama yaitu 90 hari setelah tanam. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak daun kemangi (T4) sebagai insektisida nabati, lebih efektif dalam mengendalikan kutu daun persik (Myzus persicae, Sulz) pada tanaman cabai rawit.
JENIS DAN POPULASI ARTHROPODA DI GUDANG BERAS PERUM BULOG BULUKUMBA Rahman, Aisyah Nadefa; Mustaka, Zulfitriani; Lestari, Eka
Journal Agroecotech Indonesia (JAI) Vol. 3 No. 01 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/jai.v3i01.90

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan populasi arthropoda, di gudang beras. Penelitian dilaksanakan di gudang beras Perum BULOG Bulukumba dan di Laboratorium Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar pada bulan Februari sampai April 2023. Metode yang digunakan yaitu metode pengambilan sampel dengan tangkap langsung (hand sampling) dan penggunaan alat bantu (sampling with manual instrument). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis atrhopoda yang dominan di Gudang Perum BULOG adalah spesies dalam ordo coleoptera yaitu terdiri dari Sitophilus oryzae, Cryptolestes ferrugineus dan Oryzaephilus surinamensis. Spesies Sitophilus oryzae. Jumlah poulasi dengan metode tangkap langsung (hand sampling) dari Spesies S. Oryzae yaitu 690,0 ekor, C.ferrugineus 253,0 ekor dan O. surinamensis 54,0 ekor. Untuk jumlah populasi dengan metode penggunaan alat bantu (sampling with manual instrument) dari spesies dari spesies S. oryzae yaitu 531,0 ekor, C. ferrugineus yaitu 95,0 ekor dan O. surinamensis 40,0 ekor. Spesies yang paling banyak populasinya yaitu pada S. oryzae pada metode tangkap langsung (hand sampling)
PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO HASIL GRAFTING PADA BERBAGAI JUMLAH RUAS DAN LAMA PERENDAMAN EKSTRAK BAWANG MERAH Ramadhan, Fatur; Nursaman, Herman
Journal Agroecotech Indonesia (JAI) Vol. 3 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/jai.v3i2.92

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pertumbuhan bibit kakao hasil grafting pada berbagai jumlah ruas dan lama perendaman dalam ekstrak bawang merah. Dilaksanakan pada juli hingga oktober 2023. Penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk percobaan faktorial 2 faktor yang disusun berdasarkan rancangan acak kelompok, Faktor pertama adalah berbagai jumlah ruas yang terdiri atas 3 taraf yaitu : 2, 3 dan 4 ruas. Faktor kedua adalah lama perendaman ekstrak bawang merah yang terdiri atas 3 taraf yaitu : kontrol, 30 dan 60 menit perendaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa panjang entres 4 ruas memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap persentase keberhasilan (97,78),pertambahan tinggi tanaman (8,51), jumlah daun (9,32), diameter tunas (4,49), volume akar (4,08). Lama perendaman ekstrak bawang merah 60 menit memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap persentase keberhasilan (97,78),pertambahan tinggi tanaman (8,61), jumlah daun (8,84), diameter tunas (4,18) dan volume akar (4,12). Tidak terdapat interaksi antara jumlah ruas dengan ekstrak bawang merah terhadap pertumbuhan bibit kakao hasil grafting.
KEBERHASILAN SAMBUNG PUCUK BIBIT KAKAO PADA BERBAGAI PANJANG ENTRIS DAN KONSENTRASI ZAT PENGATUR TUMBUH Ilham, Muhammad; Syafar, Andi Rahman
Journal Agroecotech Indonesia (JAI) Vol. 3 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/jai.v3i2.94

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui Berbagai Panjang Entris dan Konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh terhadap pertumbuhan tanaman kakao. Berlangsung pada Oktober 2022 sampai dengan bulan Desember 2022. Penelitian dilaksanakan dalam bentuk percobaan faktorial 2 faktor yang disusun berdasarkan rancangan acak kelompok, Faktor pertama adalah Ruas entris yang terdiri atas 3 taraf yaitu : 2 ruas, 3 ruas, dan 4 ruas. sedangkan faktor kedua adalah ZPT Benzyl Amino Purin (z) yang terdiri dari tiga taraf yaitu: Tanpa Perlakuan (kontrol), 5 cc/ 1 liter air, dan 10 cc/ 1 liter air. Hasil penelitian menunjukan bahwa panjang entres 10 cm (R3) memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap panjang entres (43,78), diameter tunas (3,97), keluar tunas (34,44), jumlah daun (11,33), dan presentasi keberhasilan (97,48). Konsentrasi zat pengaur tumbuh 10 cc/ 1 liter air memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap panjang entres (40,67), diameter tunas (3,87), Periode tunas (34,44), jumlah daun (12,70), dan presentasi keberhasilan (96,30). Dan tidak terdapat interaksi antara panjang entres dengan zat pengatur tumbuh terhadap pertumbuhan tanaman kakao.
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN MENTIMUN PADA BERBAGAI DOSIS BOKASHI BLOTONG Adyaksa, Muh. Rifky; Syafar, Andi Rahman; Andraini, Dea Ekaputri
Journal Agroecotech Indonesia (JAI) Vol. 3 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/jai.v3i2.96

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun pada berbagai dosis bokashi blotong yang berlangsung pada bulan Februari sampai April 2023. Penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk percobaan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Adapun perlakuan dalam penelitian ini antara lain: tanpa perlakuan (kontrol), 3 ton/ha (0,36 kg bokashi blotong/bedengan), 6 ton/ha (0,72 kg bokashi blotong/bedengan), 9 ton/ha (1,08 kg bokashi blotong/bedenngan), 12 ton/ha (1,44 kg bokashi blotong/bedengan), dan 15 ton/ha (1,8 kg bokashi blotong/bedengan). Berdasarkan pada hasil penelitian yang telah dilaksanakan maka dapat dilihat bahwa perlakuan berbagai dosis bokashi blotong 15 ton/ha (1,8 kg bokashi blotong/bedengan) memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun baik pengamatan tinggi tanaman umur 14 HST (10,4 cm), tinggi tanaman umur 28 HST (46,7 cm), tinggi tanaman umur 42 HST (146,3 cm), jumlah daun umur 28 HST (7,6 helai), jumlah daun umur 42 HST (21,6 helai), umur berbunga (25,6 hari), umur panen (50,4 hari), diameter buah (5,7 cm), panjang buah (20,9 cm), dan bobot buah (300,0 g).
UJI EFEKTIVITAS LAMA SIMPAN PESTISIDA NABATI SERAI (Cymbopogon citratus) TERHADAP MORTALITAS Tribolium castaneum Alfiansyah; Sayang, Yulis; Pratama, Teguh
Journal Agroecotech Indonesia (JAI) Vol. 3 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/jai.v3i2.97

Abstract

Tujuan dari penelitian untuk mengetahui efektivitas lama penyimpanan pestisida nabati serai terhadap mortalitas T. Castaneum. Penelitian ini dialaksanakan di Laboratorium Alamiah Dasar, Fakultas Pertanian, Universitas Islam Makassar, yang berlangsung dari bulan juli sampai september 2023. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode percobaan faktor tunggal dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 (empat) perlakuan dan 5 (lima) ulangan. Perlakuan meliputi P0 (kontrol), P1 (penyimpanan 1 hari), P2 (penyimpanan 15 hari), P3 (penyimpanan 30 hari) dan P4 (penyimpanan 60 hari). Sepuluh imago T. Castaneum digunakan dalam setiap perlakuan dan percobaan dengan 4 ulangan. Variabel yang diamati adalah perubuhan fisiologis hama dan mortalitas hama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan fisiologis hama T. Castaneum menunjukkan gejala yang mulanya aktif menjadi pasif ditandai dengan pergerakan serangga yang menjadi kurang aktif bergerak dan menjauhi beras. Perlakuan penyimpanan selama 1 hari memberikan pengaruh nyata terhadap mortalitas T. Casteneum sebesar 81%