Pustakaloka: Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan
PUSTAKALOKA: Jurnal Kajian Informasi & Perpustakaan is a peer-reviewed journal taken from the library of IAIN Ponorogo on Information and Library Science. PUSTAKALOKA is published twice annually (June and December) by the journal editors from the Library IAIN Ponorogo in cooperation with the Asosiasi Perpustakaan Perguruan Tinggi Islam (APPTIS) Jawa Timur. Every received article will be reviewed by the journal editors and external editors and reviewers who are competent in each related field. The review uses double-blind peer review before the journal is published. PUSTAKALOKA will publish selected paper under a Creative Commons Attribution ShareAlike 4.0 International License. And, every article is free of charge for authors and readers.
Articles
212 Documents
Strategi Pengembangan Institutional Repository Perpustakaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Berbasis Eprints
Eva Mursidah;
Davi Wahyuni;
Yeni Anita Gonti
Pustakaloka Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : IAIN Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (567.811 KB)
|
DOI: 10.21154/pustakaloka.v11i1.1600
Abstrak: Institutional repository (IR) berbasis eprints adalah repository Perpustakaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) yang diimplementasikan pada tahun 2016 menggantikan digilib (Digital Library). Parameter kualitas repository yang diukur dari posisi rangking yang dikeluarkan oleh rangking web of repositories mendorong dilakukannya penelitian ini. Dalam menentukan kinerja dan strategi pengembangan IR, analisis SWOT digunakan sebagai metode untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang dominan baik internal maupun eksternal. Responden pada penelitian ini adalah seluruh staf layanan bagian Teknologi Informasi dan Perpustakaan Digital (TIPD) Perpustakaan ITS berjumlah 6 orang yang terdiri dari, 1 koordinator , 1 sub koordinator, 1 teknisi, dan 3 administrator. Hasil penilaian responden terhadap faktor internal yang dominan pada IR diperoleh total skor bobot rating kekuatan sebesar 3.38, dan total skor bobot rating kelemahan sebesar 1.8. Sedangkan penilaian responden terhadap faktor eksternal yang dominan pada IR diperoleh total skor bobot rating peluang sebesar 3.15 dan total skor bobor rating ancaman sebesar 2.18. Dengan demikian posisi IR berada pada kuadran I, yang merupakan situasi yang sangat menguntungkan dimana IR memiliki peluang dan kekuatan sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada. Strategi yang tepat untuk diterapkan adalah strategi pertumbuhan (growth oriented strategy). Abstract : Institutional repository (IR) based on eprints is a repository library of Institute of Technology Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) which was implemented in 2016 replacing Digilib (Digital Library). The quality repository parameters measured by the ranking position issued by the web of repositories rankings encourage this research. In determining IR performance and development strategies, SWOT analysis is used as a method to identify dominant factors both internally and externally. Respondents in this study were all service staff of the Digital Information and Library Technology (TIPD) section of the ITS Library totaling 6 people consisting of, 1 coordinator, 1 sub-coordinator, 1 technician, and 3 administrators. The results of respondents' assessment of the dominant internal factors in the IR obtained a total weight rating of 3.38, and a total score score of 1.8%. While the respondent's assessment of the dominant external factors in the IR was obtained by the total score of the opportunity rating of 3.15 and the total score of the threat rating of 2.18. Thus the position of the IR is in quadrant I, which is a very favorable situation where the IR has the opportunity and strength so that he can take advantage of the opportunities available. The right strategy to implement is a growth oriented strategy.
Peran Perpustakaan Dalam Mengurangi Plagiarisme
Ilham Mashuri
Pustakaloka Vol 5, No 1 (2013)
Publisher : IAIN Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (359.051 KB)
|
DOI: 10.21154/pustakaloka.v5i1.490
Abstract: Plagiarism is a problem that happened long time not only in Indonesia, but also abroad. Although this country had copy right law (UU No. 19 Tahun 2002), but the number of plagiarism is still high. Library as a information resources has important role to decrease the number of plagiarism. Steps can be done by library are socializing the rules of plagiarism, upload the academic work, providing online database for submitting assignment, practicing information literacy, and cooperating with educators.
Kajian Semiotik E-Poster Peringatan Hari Buku Sedunia Perpustakaan Nasional RI di Instagram
Bima Bijak Prasetyo;
Laksmi Laksmi
Pustakaloka Vol 12, No 2 (2020)
Publisher : IAIN Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (638.34 KB)
|
DOI: 10.21154/pustakaloka.v12i2.2885
The e-poster is used by the National Library of Indonesia in the context of promoting libraries and a culture of reading fondness, in order to realize a lifelong learning community. The purpose of this study was to study the meaning of one of the 2020 World Book Day commemoration e-posters. This research uses the Charles Sanders Peirce Semiotics analysis to find out the meaning contained in the e-poster. The meaning is done by Barthes Semiotic Theory which is the significance of two hangovers. The sign is seen from the two elements of e-poster namely Visual Elements and Text Elements, then analyzed by looking at objects from the aspects of denotation, connotation and myth. The process of analysis obtains meaning obtained from the point of view interpretation (interpreter). With the following results, the e-poster approves the National Book Day of the Republic of Indonesia National 2020 which is displayed on the Instagram account of the national library of the Republic of Indonesia (National Library of the Republic of Indonesia, 2020) which has represented the national promotion library with its function as an institution responsible for encouraging Indonesian people to spend their lives, mandated in Act 43 of 2007 concerning libraries in article 21 paragraph 3
Membangun Media Komunikasi Ilmiah Dalam Perpustakaan Perguruan Tinggi
Arif Cahyo Bachtiar
Pustakaloka Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : IAIN Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (369.198 KB)
|
DOI: 10.21154/pustakaloka.v8i2.422
Para ilmuwan sejak beberapa abad yang lalu telah melakukan aktivitas komunikasi ilmiah secara formal dalam rangka penyebaran ilmu pengetahuan serta hasil penelitian yang telah dilakukannya. Penggunaan media pada saat itu masih berupa selebaran hasil penelitian dalam karangan ilmiah atau melalui sebuah buku. Sampai pada saat diterbitkannya sebuah majalah, para peneliti telah serius menerbitkan tulisan-tulisan mereka pada media tersebut, karena selain penerbitannya lebih teratur, juga akan lebih cepat daripada proses penerbitan sebuah buku. Seiring perkembangan pengetahuan serta teknologi, penggunaan media cetak untuk penyebaran ilmu pengetahuan secara bertahap telah berganti pada media elektronik. Perpustakaan, yang dalam hal ini telah berkembang menjadi lembaga pengelola ilmu pengetahuan memiliki peran cukup penting dalam penyebaran ilmu pengetahuan dengan media-medianya serta fungsinya sebagai sarana komunikasi ilmiah. Dalam tulisan ini akan dipaparkan mengenai peran dan usaha perpustakaan dalam membangun media komunikasi ilmiah. Diantaranya ialah dengan pengelolaan jurnal secara elektronik yang akan membawa perubahan terhadap media komunikasi tersebut. Hasilnya ialah perlu adanya kajian lebih lanjut mengenai media-media yang dibangun oleh perpustakaan terhadap berlangsungnya komunikasi lmiah. Karena perpustakaan merupakan lembaga yang sudah seharusnya menjadi atau menyediakan wadah untuk mendukung perkembangan ilmu pengetahuan
Literasi Informasi Ditinjau Dari Perspektif Generasi Z Di Kota Bandung
Najwa Auliana Hanifatunnisa
Pustakaloka Vol 14, No 2 (2022)
Publisher : IAIN Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (370.49 KB)
|
DOI: 10.21154/pustakaloka.v14i2.4957
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara-cara yang efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi informasi yang dilihat melalui perspektif Generasi Z di Kota Bandung. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Dengan teknik pengambilan data melalui studi literatur dan kuesioner yang berupa online survey berdasarkan prinsip non-probability sampling, khususnya yakni gabungan dari voluntary sampling dan purposive sampling. Responden berjumlah sebanyak 12 orang dan dikategorikan sebagai Generasi Z yang berdomisili di Kota Bandung. Hasil dari penelitian ini ialah ditemukannya 7 cara dalam meningkatkan kemampuan literasi informasi (1) mencari sumber informasi yang terpercaya, (2) melakukan verifikasi terhadap sumber informasi, (3) membaca informasi secara utuh, (4) menganalisis informasi secara teliti, kritis, dan logis, (5) mencari sumber informasi tambahan, (6) membandingkan seluruh sumber informasi yang didapat, dan (7) bertanggung jawab terhadap penyebaran informasi. Terdapat pula temuan lain yang menunjukkan bahwa hampir seluruh responden cenderung lebih sering menggunakan dan menyenangi informasi dalam bentuk digital, dibandingkan dengan informasi yang berasal dari media-media yang bersifat konvensional.
Pengelolaan Sistem Informasi Karya Ilmiah
Amirul Ulum;
M.N. Budiwijaya
Pustakaloka Vol 4, No 1 (2012)
Publisher : IAIN Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (655.327 KB)
|
DOI: 10.21154/pustakaloka.v4i1.840
Today, many libraries such as academic library have developed local digital repositories. A significant increase in the development of repositories is expected with technology and process improvements for digital collection development. Current information technology requires interoperabilty between systems that facilitate the exchange of data and information. Use of the web based applications and data through oen archives initiative (OAI) protocol or the other systems can be a bridge to access the local digital collection. this study discusses about the implementation of information systems using free software eprints. The result is an Eprints can be used its an information system for institutional repositories that has interoperability with other system.
Informasi, Literasi Media dan Pustakawan
Dian Hapsari
Pustakaloka Vol 10, No 1 (2018)
Publisher : IAIN Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (383.634 KB)
|
DOI: 10.21154/pustakaloka.v10i1.1233
Media dan manusia merupakan hal yang saling berkaitan. Disadari atau tidak media banyak mempengaruhi pola hidup manusia. Perkembangan media ditambah dengan teknologi menghasilkan jumlah informasi yang semakin meningkat. Banjir Informasi menjadi masalah baru yang dihadapi saat ini sehingga perlu dilakukan kesadaran media yang salah satu nya melalui literasi media. Pustakawan di perguruan tinggi. dapat terlibat dalam kegiatan literasi media untuk mendukung proses pembelajaran melalui kegiatan seperti: workshop, seminar, leaflet serta memberi pengumuman dengan menggunakan fasilitas web perpustakaan. Selain itu perpustakaan juga dapat berkolaborasi dengan institusi lain dalam kegiatan literasi media. Agar dapat melakukan literasi media yang baik, pustakawan perlu ditunjang kompetensi yang memadai untuk melakukan hal tersebut. Diharapkan dengan dapat terlaksananya literasi media oleh pustakawan perguruan tinggi, tingkat kesadaran media civitas academika akan semakin meningkat. Dengan demikian budaya literasi dapat terwujud dengan baik, karena pada dasarnya literasi merupakan soft skill yang harus dimiliki oleh manusia untuk bertahan hidup
Learning Commons: Konsep Pengembangan Perpustakaan Perguruan Tinggi Menghadapi Generasi Digital
Muhammad Choironi Yusuf
Pustakaloka Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : IAIN Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (483.876 KB)
|
DOI: 10.21154/pustakaloka.v7i1.190
n the digital age, when information can be accessed without any limits of space and time, has given the considerable impact of the library. During this period, the existence of library started to be questioned. Information search behavior changes and the changing needs of the library makes a librarian sued to be able to keep abreast of the latest developments in managing a library. To answer this need, the idea of learning commons appears, by changing the concept of management of libraries that are adapted to the character of the digital generation. The concept of learning commons present in an efort to ofset any change in behavior of the digital generation in utilizing community library. Creating Library learning commons-based does not mean having to pay, but the most important is how to change the mindset of librarian.
Evaluasi Kapabilitas Dan Efektivitas Online Public Access Catalog (OPAC) Sebagai Sarana Temu Kembali Di Perpustakaan Universitas Islam Negeri Di Indonesia
Marwiyah Marwiyah;
Labibah Labibah
Pustakaloka Vol 12, No 1 (2020)
Publisher : IAIN Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (847.875 KB)
|
DOI: 10.21154/pustakaloka.v12i1.1950
Perpustakaan berkewajiban menyediakan akses ke sumber informasi yang dimiliki oleh perpustakaan lewat sarana temu kembali informasi menjadisalah satu tugas penting perpustakaan.OPAC adalah salah satu sarana temu kembali informasi yangberfungsi memberitahu kepada pengguna apa yang dimiliki oleh perpustakaan, apalagi saat ini katalog dikembangkan dalam bentuk online yaitu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kelengkapan fasilitas dan kapabilitas searching dan browsing pada OPAC perpustakaan UIN. Selain itu penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi precision (ketepatan) OPAC sebagai sarana temu kembali informasi dan mengujinapakah fasilitas searching berpengaruh terhadap tingkat precision.Dengan menggunakan data kualitatis yaitu yang berkaitan dengan kelengkapan fasilitas searching dan browsing, maka peneliti mencoba untuk melihat efektivitas OPAC Perpustakaan Universitas Islam Negeri (UIN) sebagai system temu kembali dengan mengambil lima OPAC UIN sebagai sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa fasilitas searching dan browsing yang tidak dimilikioleh OPAC UIN seperti menu bantuan penelusuran,keterbtasan deskripsi bibliografi. Dan OPAC yang memiliki fasilitas yang paling lengkap memiliki ketepatan yang tinggi sedangkan yang memiliki fasilitas paling minim memiliki nilai ketepatan yang rendah.
Literasi Informasi Dan Peran Perpustakaan Dalam Meningkatkan Sdm
Umir Rodliya
Pustakaloka Vol 3, No 1 (2011)
Publisher : IAIN Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (588.328 KB)
|
DOI: 10.21154/pustakaloka.v3i1.634
The advance of a state is decided by the human resources,particularly the information competence. Libraries have animportant role to increase this resource by improving the societyliteracy. Endeavor to upgrade the competence of information literacywould produce the strength of information competency, namely thecompetence to empower to intensifying their daily activity. So thatit can influence and accelerate societ