Articles
34 Documents
Analisis Kepemimpinan Yusuf AS Menurut Al-Qurtubi dan Hamka
Sigit Budiyanto;
Abdul Malik Ghozali;
Yusuf Baihaqi
TAFAHUS: JURNAL PENGKAJIAN ISLAM Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Kopertais Wilayah XV Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (302.695 KB)
|
DOI: 10.58573/tafahus.v1i2.11
Kondisi kepemimpinan di masa modern ini telah tergambar dalam media sosial yang bersumber dari lembaga terpercaya yang menunjukkan kondisi sebagian pejabat yang tidak lagi beretika karena jauh dari apa yang diteladankan Nabi Saw dan generasi terbaik dari umatnya karena fitnah harta dan wanita. Al-Qur'an hadir dengan membawa aḥsan al-qaṣaṣ sebagai solusi terbaik dalam konsep kepemimpinannya. Kisah kepemimpinan Yusuf As dan kondisi masyarakat saat ini menjadi objek penelitian, maka tujuan penelitian ini untuk mengungkap konsep kepemimpinan Yusuf dalam membangun nilai-nilai etika menduduki jabatan yang terkandung dalam surah Yūsuf As dengan metode penelitian tafsīr, jenis penelitian library research dan metode penafsiran ayat menggunakan metode tematik. Pengumpulan data merujuk kitab tafsīr al-Jāmiʻ li 'ahkām al-Qur'ān dan kitab tafsīr al-Azhār. Metode analisa data menggunakan metode interpretasi dan analisis komparatif. Temuan dalam penelitian ini bahwa pemimpin yang ideal dihasilkan dari nilai-nilai etika yang dibangun dari periode persiapan, periode meminta dan periode menjabat yang saling berkaitan erat, dan pemimpin yang ideal tidak dapat dihasilkan hanya dengan satu periode saja. 3 periode besar tersebut tersusun dari 5 tahapan usia yang dimulai usia 1-12 tahun, usia 12-18, usia 18-35, usia 35-40≥, dan usia 35-40≥.
Eksistensi Penyuluh Agama Dalam Meningkatkan Moderasi Agama
Sa'idy;
Heni Verawati
TAFAHUS: JURNAL PENGKAJIAN ISLAM Vol. 2 No. 1 (2022): TAFAHUS: Jurnal Pengkajian Islam
Publisher : Kopertais Wilayah XV Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (381.872 KB)
|
DOI: 10.58573/tafahus.v2i1.14
Penyuluh agama Islam sekarang ini berhadapan dengan suatu kondisi masyarakat yang berubah dengan cepat. Semakin canggih teknologi semakin merubah gaya hidup masyarakat membuka peluang konflik dalam berbagai hal termasuk agama. Berdasarkan permasalahan tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk meneliti eksistensi penyuluh agama dalam meningkatkan moderasi beragama masyarakat. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif pustaka dengan teknik analisis content. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pernyuluh agam Islam harus lebih memaksimalkan perannya sebagai penyuluh agama dalam rangka menciptakan pemahaman dan kesadaran masyarakat untuk menciptakan moderasi berama. Kesimpulannya, peran penyuluh agama tidak hanya sebatas sebagai juru dakwah, melainkan juga berperang sebagai pendidik, konseling, komunikator yang memiliki engaruh besar dalam masyarakat terutama di era 4.0.
Merdeka Belajar Kampus Merdeka: Tantangan dan Prospek Kedepan
Uswatun Hasanah
TAFAHUS: JURNAL PENGKAJIAN ISLAM Vol. 2 No. 1 (2022): TAFAHUS: Jurnal Pengkajian Islam
Publisher : Kopertais Wilayah XV Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (491.161 KB)
|
DOI: 10.58573/tafahus.v2i1.15
Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) basically has four important components, such as the ease of creating new study programs, changes to the accreditation system, the ease of becoming Perguruan Tinggi Badan Hukum (PTN-BH) or a Legal Higher Education, and providing students with the right to study outside the campus within eight learning programs. This transformative and innovative policy in fact has some problems and challenges that hinder the implementation of MBKM. Therefore, this study aims to examine the challenges and prospects of MBKM policies. This research is a library research with analytical techniques using content analysis and library sources related to the research problems. The results show that the challenges of MBKM are that the MBKM policy has not been fully accepted, the lack of socialization of the credit score assessment mechanism (SKS) with relevant courses, renewal of the LMS and internship mechanism, collaboration between agencies, and PTN-BH problems. Therefore, MBKM will be able to be implemented effectively and comprehensively if various parties are highly committed to do their best, including educational institutions, lecturers, students, as well as the Government that work together to support the implementation of various programs in MBKM to create better human resources and characteristics.
Unity of Science: Reintegrasi Sains dan Islam
Sai'dy;
Hendri Noperi;
Rizka Pitri
TAFAHUS: JURNAL PENGKAJIAN ISLAM Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Kopertais Wilayah XV Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (304.953 KB)
|
DOI: 10.58573/tafahus.v1i2.16
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji unity of science reintegrasi sains dan Islam sebagai agama. Hal ini dilatarbelakangi oleh sejarah perkembangan Islam yang telah bersinggungan dengan berbagai budaya dan bangsa termasuk bangsa barat yang telah berjalan selama berabad-abad, yang tentu saja menyisakan berbagai problematika serta rivalitas. Fakta menunjukkan bahwa pendidikan di Indonesia yang merupakan negara dengan mayoritas muslim ini telah mengalami pasang surut serta problematika-problematika yang harus segera dicarikan solusinya, mulai dari permasalahan penurunan moral serta karakter. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan dengan teknik analisis content untuk mengkaji konsep Unity of Science. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi sains dan Islam adalah suatu keniscayaan yang tidak dapat dipisahkan. Hakikat sains yang merupakan suatu ilmu bersumber dari Tuhan sehingga asal sains dan Islam sebagai agama berasal dari sumber yang sama yaitu Allah SWT. Kesimpulannya, dikotomi ilmu dan pemisahan sains dengan Islam pada akhirnya hanya akan menghilangkan kemanfaatan dan esensi ilmu secara menyeluruh. Integrasi sains dan Islam mengembalikan sains pada fitrahnya saling melengkapi dalam mengarahkan manusia pada tujuan hidupnya yaitu kembali pada Tuhan pencipta alam semesta.
Implikasi Pembiasaan Pembacaan Asmaul Husna Terhadap Perilaku Peserta Didik
Maulia Isnaini;
Waluyo Erry Wahyudi;
Imam Syafe'i
TAFAHUS: JURNAL PENGKAJIAN ISLAM Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Kopertais Wilayah XV Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (381.682 KB)
|
DOI: 10.58573/tafahus.v1i2.18
Maraknya kasus-kasus perilaku generasi muda saat ini mengindikasikan penurunan kualitas moral dan akhlak sehingga perlu upaya nyata untuk menanamkan nilai agama sebagai salah satu solusi dari permasalahan yang terjadi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implikasi pembiasaan pembacaan asmaul husna terhadap perilaku peserta didik di SMP IBS Nur Shofin Natar Lampung Selatan. Pada penelitian ini, digunakan pendekatan bersifat deskriptif dengan metode penelitian kualitatif. Data yang diperoleh menggunakan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun keabsahan data diuji menggunakan teknik triangulasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi pembacaan asmaul husna terhadap perilaku peserta didik kelas VIII SMP IBS Nur Shofin Natar sudah berjalan dengan baik dan konsisten. Pelaksanaannya yaitu seusai sholat dhuha berjamaah di Masjid Nurul Iman dengan alat bantu pengeras suara. Bagi siswa yang tidak mengikuti kegiatan akan dikenakan hukuman, sehingga peserta didik tertib melaksanakan kegiatan dan menunjukkan peningkatan kualitas perilaku peserta didik menjadi lebih baik. Kesimpulannya, perilaku peserta didik dapat dikatakan telah mencerminkan asmaul husna yang mereka baca setiap hari. Dalam pelaksanaannya, ditemukan faktor pendukung dan penghambat yang sama-sama berasal dari peserta didik dan dari luar peserta didik.
Guru PAI dan Moderasi Beragama di Sekolah
Zahra Rahmatika
TAFAHUS: JURNAL PENGKAJIAN ISLAM Vol. 2 No. 1 (2022): TAFAHUS: Jurnal Pengkajian Islam
Publisher : Kopertais Wilayah XV Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (322.639 KB)
|
DOI: 10.58573/tafahus.v2i1.19
Religious moderation is built so that students have a neutral attitude, in the middle, not excessive and not extreme in viewing and behaving in religion. Seeing the current phenomenon, many generations find it easier to access various sources from social media platforms and so on, so that students easily waver in their beliefs and easily enter radicalism. Here the role of the Islamic Religious Education teacher here is indispensable in cultivating an attitude of religious moderation such as tawassuṫ (mengambil jalan tengah), tawāzun (harmony), i’tidāl (straight and firm), tasāmuḥ (tolerance), musāwah (egaliter), syūrā (discussion), iṣlāḥ (peace/reform), aulawiyyah (priority first), taṫawwur wa ibtikār (dynamic and innovative), dan tahaḍḍur (civilized). Therefore this study focuses on the discussion of the role of Islamic Religious Education teachers in building religious moderation in School.
Eksistensi Pondok Pesantren dalam Penguatan Moderasi Beragama
Cipto Handoko;
Nurul Fadilah
TAFAHUS: JURNAL PENGKAJIAN ISLAM Vol. 2 No. 1 (2022): TAFAHUS: Jurnal Pengkajian Islam
Publisher : Kopertais Wilayah XV Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (311.941 KB)
|
DOI: 10.58573/tafahus.v2i1.21
Diversity in Indonesia is a fact and a necessity that characterizes the Indonesian nation, this diversity will eventually open for division if it is not addressed wisely. Therefore this study aims to examine the existence of Islamic boarding schools in strengthening religious moderation. The research method used is literature study which is a type of qualitative research with content analysis. The results of the study show that Islamic boarding schools play an important role in strengthening the religious moderation of students as well as the community through their learning and preaching activities. The values of religious moderation that can be instilled in Islamic boarding schools are tolerance, respect and preservation of local culture and national commitment. So that the awareness to implement religious moderation will optimally
Mind Mapping Sebagai Metode Alternatif Pembelajaran Akidah Akhlak
Nabila;
Ida Faridatul Hasanah
TAFAHUS: JURNAL PENGKAJIAN ISLAM Vol. 2 No. 1 (2022): TAFAHUS: Jurnal Pengkajian Islam
Publisher : Kopertais Wilayah XV Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (296.504 KB)
|
DOI: 10.58573/tafahus.v2i1.23
The teaching and learning process is the core of educational activities in schools. The teacher has a role as an educator, besides being a facilitator in teacher learning as well as a guide. In the teaching and learning process, one of the factors that strongly supports the success of teachers in carrying out learning is the teacher's ability to master and apply learning methods that can improve student learning outcomes. This study aims to determine the application of the mind mapping to learning aqidah morals. This study uses qualitative research with the type of classroom action research (PTK). The population is a population of 667 students and a sample of 29 students. The results of this research are that the Mind Mapping can improve student learning outcomes in the learning process of aqidah morals. In the first cycle the average score of student learning outcomes was 77.24 and 62.07% completeness, and in the second cycle the average score of student learning outcomes was 80.68 with a completeness percentage of 82.76%, so that the mind mapping can be used as an alternative in the learning process moral theology.
Kesetaraan Gender Dalam Perspektif Al-Qur’an (Studi Komparatif Tafsir Ibnu Katsir Dan Al-Mishbah)
Alharira Eisyi Latifah;
Dudin Shobbaruddin
TAFAHUS: JURNAL PENGKAJIAN ISLAM Vol. 2 No. 1 (2022): TAFAHUS: Jurnal Pengkajian Islam
Publisher : Kopertais Wilayah XV Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (237.15 KB)
|
DOI: 10.58573/tafahus.v2i1.24
Religion is often indicated by gender inequality. Gender equality has always been the subject of controversy, especially in explaining, interpreting and determining laws between women and men. Ibnu Katsir and M. Quraish Shihab have similarities and differences in interpreting gender equality verses. This study aims to find out the interpretation of gender equality verses according to classical and contemporary commentators Ibnu Katsir and M. Quraish Shihab, look for similarities and differences in the interpretations of Ibnu Katsir and M. Quraish Shihab and find out the relevance of gender equality in the perspective of the Qur'an. This type of research uses library research. Then analyzed by descriptive-comparative method, carried out by documentation techniques, analysis, comparisons, and checking the validity of the data to get research results according to the objectives. The results of this study indicate that the thoughts of Ibnu Katsir and M. Quraish Shihab regarding gender equality have similarities in seeing gender equality in several verses of the Qur'an which do not distinguish between the positions of women and men and there are differences in thinking based on surah An-Nisa : 34 about leadership. Differences in times, conditions, situations and civilizations that influence it. Based on this research too, it can be concluded that the Qur'an emphasizes that Islam upholds gender equality. Gender equality is part of Islamic values that apply universally.
Hubungan Kebiasaan Belajar dan Kesulitan Belajar Dengan Prestasi Belajar Peserta Didik
Nurul Lutfiah
TAFAHUS: JURNAL PENGKAJIAN ISLAM Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Kopertais Wilayah XV Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (326.835 KB)
|
DOI: 10.58573/tafahus.v1i2.25
Prestasi belajar siswa dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya kebiasaan belajar dan kesulitan belajar. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan belajar dengan prestasi belajar siswa, untuk mengetahui hubungan kesulitan belajar dengan prestasi belajar siswa serta untuk mengetahui hubungan kebiasaan belajar dan kesulitan belajar dengan prestasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan sampel yang diambil adalah 50% dari populasi yaitu 118 siswa. Metode pengumpulan data adalah metode angket (questionare), observasi dan dokumentasi. Kemudian dalam menganalisa data digunakan rumus regresi linier berganda (multiple regression). Setelah data dianalisis, diketahui bahwa harga korelasi untuk kebiasaan belajar dengan prestasi belajar adalah 0,574 dengan interpretasi sedang, pada taraf nyata 5%. koefisien kebiasaan belajar signifikan dan hipotesis penulis ada hubungan kebiasaan belajar dengan prestasi belajar diterima. Kemudian harga korelasi antara kesulitan belajar dengan prestasi belajar yakni sebesar -0,711 yang berinterpretasi tinggi pada taraf nyata 5% juga diterima. Sedangkan nilai Sig. variabel kesulitan belajar adalah 0,000 dengan alpha 5%. Artinya koefisien kesulitan belajar signifikan dan hipotesis penulis, “ada hubungan kesulitan belajar dengan prestasi belajar”, diterima. Harga koefisien determiansi untuk kebiasaan belajar dan kesulitan belajar dengan prestasi belajar adalah sebesar 0,535 pada taraf nyata 5%. Korelasi ini berada pada tingkat sedang. Maka Ho ditolak dan hipotesis penulis “ada hubungan kebiasaan belajar dan kesulitan belajar dengan prestasi belajar siswa” diterima.