cover
Contact Name
Laily Widya Astuti
Contact Email
lailywidya30@gmail.com
Phone
+6287715450345
Journal Mail Official
jks.fkesunsa@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Kesehatan – Universitas Samawa, Sumbawa Besar, Kampus 3, Jl. Raya Lintas Sumbawa-Bima KM. 3 Sumbawa Besar
Location
Kab. sumbawa,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Samawa
Published by Universitas Samawa
ISSN : 25415565     EISSN : 28303962     DOI : https://doi.org/10.58406/jks.v7i2
Core Subject : Health,
Jurnal kesehatan samawa adalah jurnal yang ditujukan untuk dosen, peneliti, dan mahasiswa yang ingin mempublikasikan hasil penelitiannya. Jurnal ini mencakup kajian tentang ilmu kesehatan khususnya dalam bidang keperawatan yang meliputi : Keperawatan Medikal Bedah Keperawatan Gerontik Keperawatan Jiwa Keperawatan Anak Keperawatan Maternitas Keperawatan Gawat Darurat dan Kritis Keperawatan Keluarga dan Komunitas Manajemen keperawatan
Articles 47 Documents
HUBUNGAN ASI EKSKLUSIF TERHADAP KEJADIAN PNEUMONIA PADA BALITA DI RUANG PERAWATAN ANAK RSUD SUMBAWA Yasinta Aloysia Daro
Jurnal Kesehatan Samawa Vol. 10 No. 2 (2025): JKS
Publisher : Jurnal Kesehatan Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pneumonia merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak balita di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Pneumonia masih menjadi masalah kesehatan serius, tercatat sebagai salah satu penyebab kematian terbanyak pada anak usia di bawah lima tahun.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan kejadian pneumonia pada anak balita. Penelitian menggunakan desain kuantitatif cross-sectional dengan jumlah sampel 44 balita yang di rawat di ruang anak RSUD Sumbawa, Data dikumpulkan melalui kuesioner riwayat pemberian ASI dan rekam medis untuk memastikan diagnosis pneumonia. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi p < 0,05 dengan derajad kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa balita yang tidak mendapatkan ASI eksklusif memiliki kejadian pneumonia lebih tinggi dibandingkan balita yang mendapatkan ASI eksklusif. Uji Chi-Square menghasilkan nilai p = 0,002, yang berarti terdapat hubungan signifikan antara pemberian ASI eksklusif dengan kejadian pneumonia. Kesimpulannya, ASI eksklusif terbukti berhubungan dengan penurunan kejadian pneumonia pada balita. Oleh karena itu, promosi ASI eksklusif perlu terus digencarkan sebagai upaya preventif untuk menurunkan angka kejadian pneumonia di wilayah Sumbawa.
TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN PENANGANAN AWAL LUKA RINGAN PADA ANAK DI DESA POHGADING TIMUR Dina Alfiana Ikhwani; Ririnisahawaitun Ririnisahawaitun; Rosita Nurlaela
Jurnal Kesehatan Samawa Vol. 11 No. 1 (2026): JURNAL KESEHATAN SAMAWA
Publisher : Jurnal Kesehatan Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Luka ringan merupakan cedera yang sering terjadi pada anak dalam aktivitas sehari-hari. Penanganan awal yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko infeksi dan memperlambat proses penyembuhan. Pengetahuan orang tua memegang peranan penting dalam menentukan tindakan pertolongan pertama yang diberikan kepada anak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan orang tua dengan penanganan awal luka ringan pada anak di Desa Pohgading Timur. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional menggunakan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 112 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan dan kuesioner penanganan awal luka ringan. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman Rank. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 93 responden (83,0%) dan sebagian besar responden melakukan penanganan awal luka ringan dalam kategori sesuai sebanyak 109 responden (97,3%). Hasil uji Spearman Rank diperoleh nilai p-value sebesar 0,022 (p<0,05) dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,217. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dengan kekuatan hubungan rendah dan arah hubungan positif antara tingkat pengetahuan orang tua dengan penanganan awal luka ringan pada anak di Desa Pohgading Timur. Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan orang tua dengan penanganan awal luka ringan pada anak di Desa Pohgading Timur. Semakin baik tingkat pengetahuan orang tua, maka semakin baik pula penanganan awal luka ringan yang dilakukan pada anak.
STRATEGI EDUKASI KESEHATAN UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU PENCEGAHAN HIV PADA REMAJA DI KABUPATEN SUMBAWA: LITERATURE REVIEW Alfian Alfian
Jurnal Kesehatan Samawa Vol. 11 No. 1 (2026): JURNAL KESEHATAN SAMAWA
Publisher : Jurnal Kesehatan Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Remaja rentan terhadap risiko HIV karena masa transisi perkembangan dan masih beragamnya tingkat pengetahuan tentang HIV/AIDS. Di Kabupaten Sumbawa, penyuluhan pencegahan HIV/AIDS menjadi salah satu upaya edukasi yang relevan. Metode: Penelitian ini merupakan literature review terhadap artikel ilmiah nasional yang membahas edukasi kesehatan, pengetahuan, dan perilaku pencegahan HIV pada remaja.Hasil: Strategi edukasi yang sering digunakan adalah penyuluhan tatap muka, pendidikan sebaya, media audiovisual, modul edukasi, dan pendekatan berbasis sekolah. Strategi interaktif dan berbasis lingkungan sosial remaja cenderung lebih efektif. Kesimpulan: Edukasi kesehatan berpotensi meningkatkan pengetahuan dan perilaku pencegahan HIV pada remaja, terutama jika dilakukan secara interaktif dan sesuai dengan konteks sosial budaya. Di Kabupaten Sumbawa, pendekatan berbasis sekolah dan komunitas layak diprioritaskan.
PENERAPAN KOMPRES HANGAT BUBUK KAYU MANIS TERHADAP MASALAH KEPERAWATAN NYERI AKRONIS PADA PASIEN ASAM URAT (GOUT ARTHRITIS) Yuli Aryanti; Nila Yuliana; Yasinta Aloysia Daro
Jurnal Kesehatan Samawa Vol. 11 No. 1 (2026): JURNAL KESEHATAN SAMAWA
Publisher : Jurnal Kesehatan Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asam urat atau gout arthritis merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan serangan nyeri akut pada sendi akibat penumpukan kristal monosodium urat. Prevalensi penyakit ini terus meningkat dengan dampak signifikan terhadap kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan asuhan keperawatan penerapan kompres hangat bubuk kayu manis dalam mengatasi nyeri kronis pada pasien asam urat. Desain penelitian menggunakan studi kasus deskriptif dengan melakukan pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Intervensi kompres hangat bubuk kayu manis diberikan dua kali sehari (pagi dan malam) selama tiga hari berturut-turut dengan durasi 15-20 menit per sesi. Hasil penelitian menunjukkan penurunan skala nyeri yang signifikan dari 6 menjadi 0 (pada skala 0-10) setelah tiga hari intervensi. Senyawa aktif dalam kayu manis yang memiliki sifat antiinflamasi, analgesik, dan antioksidan bekerja sinergis dengan efek panas kompres untuk mengurangi inflamasi sendi dan menekan transmisi impuls nyeri. Kesimpulan: Kompres hangat bubuk kayu manis merupakan terapi nonfarmakologi yang efektif, aman, mudah diterapkan, dan dapat mengurangi ketergantungan pasien terhadap analgesik kimia dalam mengatasi nyeri kronis pada pasien asam urat.
PENGARUH TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS MOYO HULU nurmansyah nurmansyah
Jurnal Kesehatan Samawa Vol. 10 No. 1 (2025): JKS 2025
Publisher : Jurnal Kesehatan Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis yang membutuhkan pengendalian tekanan darah secara berkelanjutan untuk mencegah komplikasi kardiovaskular. Selain terapi farmakologis, intervensi nonfarmakologis dapat digunakan sebagai terapi pendamping, salah satunya relaksasi otot progresif. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh terapi relaksasi otot progresif terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi di Puskesmas Moyo Hulu. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental one-group pretest-posttest. Sebanyak 30 pasien hipertensi dipilih menggunakan purposive sampling. Intervensi relaksasi otot progresif diberikan selama dua minggu sebanyak enam sesi dengan durasi 20–30 menit setiap sesi. Tekanan darah diukur sebelum dan setelah periode intervensi. Hasil menunjukkan rerata tekanan darah sistolik menurun dari 156,47±10,28 mmHg menjadi 143,20±9,16 mmHg, sedangkan tekanan darah diastolik menurun dari 94,73±6,82 mmHg menjadi 86,40±5,97 mmHg. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat perbedaan signifikan tekanan darah sistolik dan diastolik sebelum dan setelah intervensi (p<0,001). Relaksasi otot progresif berpotensi digunakan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis pendamping untuk membantu pengendalian tekanan darah pada pasien hipertensi.
PENGARUH EDUKASI TEKNIK PENGGUNAAN INHALER TERHADAP KETERAMPILAN MAHASISWA KEPERAWATAN DALAM MEMBERIKAN EDUKASI PADA PASIEN ASMA Laily Widya Astuti; Nurmansyah Nurmansyah; Brilyan Anindya Dayfi
Jurnal Kesehatan Samawa Vol. 11 No. 1 (2026): JURNAL KESEHATAN SAMAWA
Publisher : Jurnal Kesehatan Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Asma merupakan penyakit inflamasi kronis pada saluran napas yang memerlukan terapi inhalasi sebagai pengobatan utama. Keberhasilan terapi inhalasi sangat dipengaruhi oleh ketepatan teknik penggunaan inhaler. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa masih banyak pasien yang menggunakan inhaler secara tidak tepat sehingga efektivitas terapi menjadi menurun. Perawat memiliki peran penting sebagai edukator dalam memberikan pendidikan kesehatan mengenai teknik penggunaan inhaler. Oleh karena itu, mahasiswa keperawatan sebagai calon perawat perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam memberikan edukasi kepada pasien asma. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh edukasi teknik penggunaan inhaler terhadap keterampilan mahasiswa keperawatan dalam memberikan edukasi pada pasien asma. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2026 di Program Studi Diploma III Keperawatan Fakultas Kesehatan Universitas Samawa. Sampel penelitian berjumlah 13 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Intervensi berupa edukasi teknik penggunaan inhaler melalui ceramah, demonstrasi, video pembelajaran, dan praktik langsung. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan dan lembar observasi keterampilan. Analisis data menggunakan uji Paired Sample t-test dengan tingkat kemaknaan ?=0,05. Hasil: Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 63,1±8,9 menjadi 88,4±5,8 (p<0,001), sedangkan rata-rata skor keterampilan meningkat dari 59,7±9,6 menjadi 91,2±4,9 (p<0,001). Hasil tersebut menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan setelah pemberian edukasi teknik penggunaan inhaler. Kesimpulan: Edukasi teknik penggunaan inhaler berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa keperawatan dalam memberikan edukasi kepada pasien asma.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA DENGAN PERILAKU SADARI PADA SISWI SMP NEGERI I MOYO HILIR Sagita Eka Putri; Seftiani Utami; Mita Farilya
Jurnal Kesehatan Samawa Vol. 11 No. 1 (2026): JURNAL KESEHATAN SAMAWA
Publisher : Jurnal Kesehatan Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker payudara merupakan salah satu penyakit yang dapat dicegah melalui deteksi dini, salah satunya dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Pengetahuan remaja mengenai SADARI berperan penting dalam membentuk perilaku deteksi dini kanker payudara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan remaja dengan perilaku SADARI pada siswi SMP Negeri 1 Moyo Hilir. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 41 siswi kelas IX yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan dan perilaku SADARI. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden sebagian besar berada pada kategori cukup sebanyak 32 responden (78,06%), kategori baik sebanyak 7 responden (17,07%), dan kategori kurang sebanyak 2 responden (4,87%). Perilaku SADARI sebagian besar berada pada kategori kurang sebanyak 21 responden (51,21%), kategori cukup sebanyak 20 responden (48,79%), dan tidak terdapat responden dengan kategori baik. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,325 (p > 0,05), sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan remaja dengan perilaku SADARI pada siswi SMP Negeri 1 Moyo Hilir. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengetahuan yang cukup belum tentu dapat membentuk perilaku SADARI yang baik pada remaja putri. Diperlukan edukasi berkelanjutan serta demonstrasi praktik SADARI secara langsung untuk meningkatkan perilaku SADARI pada remaja.