cover
Contact Name
Arif Mudi Priyatno
Contact Email
arifmudi11@gmail.com
Phone
+6282390449323
Journal Mail Official
riggs@universitaspahlawan.ac.id
Editorial Address
Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jl. Tuanku Tambusai No.23, Bangkinang, Kec. Bangkinang, Kabupaten Kampar, Riau 28412
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business
ISSN : 29639298     EISSN : 2963914X     DOI : https://doi.org/10.31004/riggs.v1i1
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) is published by the Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai in helping academics, researchers, and practitioners to disseminate their research results. RIGGS is a blind peer-reviewed journal dedicated to publishing quality research results in the fields of business and engineering. All publications in the RIGGS Journal are open access which allows articles to be available online for free without any subscription. RIGGS is a national journal with e-ISSN: 2963-914X, and is free of charge in the submission process and review process. Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) publishes articles periodically twice a year, in January and July.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8,292 Documents
Explaining Brand Loyalty through Brand Quality: Brand Trust as Mediator and Brand Love as Moderator Conny Conny
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10880

Abstract

This study examines the effect of brand quality on brand trust and brand loyalty among Netflix customers in Kendari City. It also investigates the mediating role of brand trust in the relationship between brand quality and brand loyalty, as well as the moderating role of brand love in the relationship between brand trust and brand loyalty. A quantitative explanatory design was employed using survey data from 160 Netflix customers selected through purposive sampling. The research instrument used a five-point Likert scale, and the data were analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The results show that brand quality has a positive and significant effect on brand trust and brand loyalty. Brand trust also has a positive and significant effect on brand loyalty. Furthermore, brand trust mediates the effect of brand quality on brand loyalty, while brand love strengthens the relationship between brand trust and brand loyalty. These findings indicate that Netflix customer loyalty is formed through a combination of quality-based evaluation, trust-based confidence, and emotion-based attachment. Practically, Netflix needs to maintain content quality, application stability, account security, and service consistency while strengthening emotional connections through personalized experiences and engaging content. Academically, this study contributes to branding literature by integrating mediation and moderation mechanisms in explaining loyalty toward digital streaming services.
Perancangan dan Implementasi Website Pembelajaran Berbasis Game Interaktif untuk Anak TK Usia 5–6 Tahun Addelia Aldha Kharisma; Griselda Tabina Riani; Joko Suwarno
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10882

Abstract

The integration of information technology in education has encouraged the development of more innovative learning media, including for Early Childhood Education (ECE). This study aims to design and implement a game-based interactive learning website for kindergarten children aged 5–6 years at TK Islam Baiturrahim as a supporting medium for the teaching and learning process. The main problem addressed in this study is the limited availability of digital learning media that can enhance children's interest in learning through interactive and enjoyable activities. The research employed data collection methods, including observation, interviews, and literature review, to identify user requirements and learning needs. The system was developed using HTML, CSS, JavaScript, PHP, and MySQL and was deployed in the XAMPP environment. The website provides features such as student login, a learning dashboard, six educational games, a scoreboard, and an administrator page for managing student data and game results. System testing was conducted using the Black Box Testing method to ensure that each function operated according to user requirements. The testing results showed that all features functioned properly and met the expected system requirements. The implementation of this interactive game-based learning website provides a more engaging learning experience through the concept of learning while playing, assists teachers in delivering learning materials more interactively, and facilitates the monitoring of students' learning outcomes through a score-recording system. Therefore, this website is suitable as a supporting learning medium for early childhood education and can be further developed by adding more learning materials, animations, audio, and a wider variety of educational games.
Evaluasi Perhitungan Biaya Produksi sebagai Dasar Penetapan Harga Jual pada UMKM Santana Aquascape Imron Nur Rohman; Yuli Kurniawati
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10885

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perhitungan biaya produk, mengevaluasi penetapan harga jual, dan merumuskan rekomendasi harga jual ideal berbasis cost-plus pricing pada UMKM Santana Aquascape di Pasar Ikan Gunungsari periode April 2026. Perhitungan biaya produk menjadi penting bagi UMKM karena menjadi dasar dalam menentukan harga jual yang wajar, menjaga margin keuntungan, serta menghindari penetapan harga yang tidak sesuai dengan biaya riil, khususnya pada usaha aquascape yang memiliki karakteristik biaya beragam, meliputi produk hidup, persediaan, aset, dan beban operasional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus karena pendekatan tersebut dinilai tepat untuk memahami kondisi pencatatan biaya secara mendalam dan kontekstual pada satu objek usaha. Data penelitian terdiri atas data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui observasi partisipan dan wawancara semi-terstruktur, sedangkan data sekunder diperoleh melalui dokumentasi catatan usaha, meliputi data pengeluaran, penjualan, dan penggunaan aset selama periode penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencatatan biaya pada Santana Aquascape belum dilakukan secara terstruktur sehingga aset jangka panjang, persediaan, dan beban langsung masih tercampur dalam satu pencatatan, yang berdampak pada kurang akuratnya informasi keuangan usaha. Setelah dilakukan identifikasi dan klasifikasi biaya, total pengeluaran usaha terdiri atas aset jangka panjang sebesar Rp5.350.000, persediaan sebesar Rp6.191.000, dan beban langsung sebesar Rp4.434.000. Hasil perhitungan HPP menunjukkan bahwa sebagian besar produk telah mampu menutup biaya riil dan memberikan margin yang memadai. Secara umum, evaluasi biaya produk dan penerapan cost-plus pricing diperlukan untuk mendukung penetapan harga jual yang lebih akurat, konsisten, dan berkelanjutan pada UMKM Santana Aquascape.
Perlindungan Hukum Pembeli dalam Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) terhadap Keterlambatan Pembuatan Akta Jual Beli (AJB) Liliana Budiman; Noviana Eka Maharany
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10886

Abstract

Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) merupakan instrumen hukum yang banyak digunakan dalam transaksi jual beli tanah dan bangunan ketika syarat untuk pembuatan Akta Jual Beli (AJB) belum terpenuhi. Meskipun PPJB berfungsi memberikan kepastian sementara bagi para pihak, dalam praktiknya sering terjadi keterlambatan pembuatan AJB yang menimbulkan ketidakpastian hukum bagi pembeli. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perlindungan hukum terhadap pembeli dalam PPJB apabila terjadi keterlambatan pembuatan AJB serta mengkaji akibat hukum dan upaya penyelesaian yang dapat dilakukan pembeli untuk memperoleh kepastian dan perlindungan atas hak-haknya. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Bahan hukum yang digunakan terdiri atas bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara kualitatif melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum bagi pembeli dalam PPJB diberikan melalui perlindungan preventif dan represif. Perlindungan preventif diwujudkan melalui penyusunan klausul perjanjian yang jelas, jaminan status hukum objek, serta pencatatan PPJB Notariil pada Kantor Pertanahan. Perlindungan represif diberikan ketika terjadi wanprestasi berupa keterlambatan pembuatan AJB setelah seluruh kewajiban pembeli terpenuhi, sehingga pembeli berhak menuntut pemenuhan prestasi, ganti rugi, atau mengajukan gugatan ke pengadilan. Keterlambatan pembuatan AJB mengakibatkan belum terjadinya peralihan hak atas tanah secara yuridis sehingga kepastian hukum kepemilikan belum tercapai. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pengaturan mengenai PPJB untuk menjamin perlindungan yang lebih efektif bagi pembeli dan menciptakan kepastian hukum dalam transaksi pertanahan di Indonesia secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Kepastian Hukum Akta Perjanjian Kawin yang Terlambat Dicatatkan dalam Perkawinan Campuran (Mixed Marriage) Rizky Nurul Khotimah; Erlina Erlina
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10887

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan hukum akta perjanjian kawin yang terlambat dicatatkan dalam perkawinan campuran serta akibat hukum keterlambatan pencatatan terhadap kepastian hukum dalam perkawinan campuran. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Bahan hukum yang digunakan terdiri atas bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akta perjanjian kawin yang terlambat dicatatkan tetap sah dan mengikat para pihak sepanjang memenuhi syarat sah perjanjian sebagaimana diatur dalam Pasal 1320 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Namun, perjanjian tersebut belum mempunyai kekuatan mengikat secara sempurna terhadap pihak ketiga selama belum dicatatkan oleh pejabat yang berwenang, karena pencatatan berfungsi sebagai bentuk publikasi. Keterlambatan pencatatan menimbulkan ketidakpastian hukum terhadap status pemisahan harta dalam perkawinan campuran dan berpotensi menimbulkan permasalahan terkait kepemilikan hak atas tanah oleh WNI berdasarkan Pasal 21 ayat (3) Undang-Undang Pokok Agraria, pembagian harta bersama, serta hak waris apabila terjadi perceraian atau kematian. Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 69/PUU-XIII/2015 memberikan perluasan waktu pembuatan perjanjian kawin hingga selama perkawinan berlangsung, namun belum mengatur secara rinci mengenai mekanisme dan akibat hukum keterlambatan pencatatannya. Analisis terhadap tiga putusan pengadilan memperlihatkan ketidakseragaman penafsiran yang mencerminkan kekosongan pengaturan prosedural. Oleh karena itu, diperlukan pengaturan yang lebih jelas untuk menjamin kepastian dan perlindungan hukum bagi para pihak maupun pihak ketiga
Implementasi Budaya Literasi dalam Membentuk Karakter Siswa Kelas 3 di SD Negeri 58 Pekanbaru Intan Ramatari Putri; Elpri Darta Putra
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10888

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya budaya literasi sebagai upaya meningkatkan kemampuan membaca sekaligus membentuk karakter siswa di sekolah dasar. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kondisi faktual budaya literasi, pelaksanaan budaya literasi, serta peran budaya literasi dalam membentuk karakter siswa kelas III SD Negeri 58 Pekanbaru. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan telaah dokumentasi. Sumber data terdiri atas kepala sekolah, guru kelas III, dan siswa kelas III SD Negeri 58 Pekanbaru. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai implementasi budaya literasi di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya literasi telah diterapkan melalui berbagai kegiatan dan fasilitas pendukung, seperti membaca selama 15–20 menit sebelum pembelajaran, kegiatan literasi setiap hari Kamis, perpustakaan, pojok baca, serta penyediaan beragam sumber bacaan yang menarik bagi siswa. Pelaksanaan budaya literasi mendapat dukungan dari kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua sehingga program dapat berjalan secara berkelanjutan, meskipun masih ditemukan kendala berupa rendahnya minat membaca pada sebagian siswa. Budaya literasi berkontribusi dalam pembentukan karakter siswa yang meliputi keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi. Dengan demikian, budaya literasi di SD Negeri 58 Pekanbaru tidak hanya berperan dalam meningkatkan kemampuan literasi siswa, tetapi juga mendukung pembentukan karakter positif yang tercermin dalam sikap, perilaku, dan kebiasaan siswa sehari-hari di lingkungan sekolah serta masyarakat.
Pengaruh Kepemimpinan Transformasional dan Motivasi terhadap Kinerja Pegawai Pada Kementrian Sosial UPT Sentra Wijaya Makassar Ocha Laura; Andi Hendra Syam; Baharuddin Baharuddin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10889

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan transformasional dan motivasi terhadap kinerja pegawai pada Kementerian Sosial UPT Sentra Wirajaya Makassar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian asosiatif kausal. Populasi penelitian berjumlah 115 pegawai, sedangkan sampel sebanyak 89 responden ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 5%. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner yang disusun berdasarkan skala Likert, didukung oleh dokumentasi dan studi pustaka. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan inferensial dengan bantuan SPSS 27 yang meliputi uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Motivasi kerja juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Selain itu, kepemimpinan transformasional dan motivasi secara simultan terbukti memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas kepemimpinan yang mampu menginspirasi, memberikan perhatian kepada pegawai, serta mendorong inovasi, disertai dengan penguatan motivasi kerja, dapat meningkatkan kualitas, produktivitas, dan efektivitas kinerja pegawai. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris terhadap pengembangan ilmu manajemen sumber daya manusia, khususnya pada sektor publik, serta menjadi bahan pertimbangan bagi Kementerian Sosial UPT Sentra Wirajaya Makassar dalam merumuskan kebijakan pengembangan sumber daya manusia untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Peran Change Readiness dalam Menurunkan Resistensi terhadap Perubahan Organisasi: Tinjauan Literatur Selfi Riani; Samsir Samsir; Jumiati Sasmita
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10890

Abstract

Perubahan organisasi telah menjadi sebuah keniscayaan yang tidak dapat dihindari di era disrupsi global dan kemajuan teknologi yang masif. Meskipun demikian, pelaksanaan transformasi strategis sering kali menghadapi hambatan struktural dan psikologis yang besar berupa resistensi aktif maupun pasif dari anggota organisasi di berbagai tingkatan. Tinjauan literatur komprehensif ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam peran krusial kesiapan untuk berubah (change readiness) dalam memitigasi dan menurunkan tingkat resistensi terhadap dinamika perubahan organisasi. Melalui metode sintesis naratif konseptual terhadap 20 artikel ilmiah pilihan, artikel ini secara sistematis mengulas dinamika transisi dari berbagai dimensi, meliputi perspektif psikologis individu, kapabilitas struktural, peran kepemimpinan perubahan, hingga tata kelola manajemen pengetahuan. Hasil ulasan secara tegas menunjukkan bahwa change readiness tidak hanya bertindak sebagai pendorong utama, melainkan juga sebagai peredam kejut operasional yang efektif menetralkan reaksi kognitif, gejolak afektif, dan perilaku negatif karyawan. Faktor-faktor internal dan eksternal seperti self-efficacy yang kuat, komitmen organisasi yang mengakar, komunikasi kepemimpinan yang autentik, serta injeksi pemberdayaan psikologis terbukti secara signifikan memfasilitasi proses transisi yang mulus dan inklusif. Lebih jauh, kajian ini menemukan bahwa penciptaan ruang adaptif sangat krusial dalam mengatasi inersia birokrasi, terutama di sektor layanan publik. Kesimpulannya, manajemen perubahan yang sukses mutlak mensyaratkan pembangunan fondasi kesiapan yang matang pada fase pra-implementasi strategi, guna mengubah potensi resistensi dan penolakan akar rumput menjadi modalitas inovasi berkelanjutan yang sangat produktif.
Determinan Intensi Whistleblowing Mahasiswa Akuntansi di Universitas Brawijaya melalui Whistleblowing System Haekal Aria Dian Prakoso; Nurul Fachriyah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10893

Abstract

Pelanggaran etika di perguruan tinggi masih menjadi permasalahan serius sehingga Whistleblowing System (WBS) diperlukan untuk mendeteksi penyimpangan. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh sikap terhadap perilaku, norma subjektif, persepsi kontrol perilaku, dan lingkungan etika terhadap intensi mahasiswa akuntansi melakukan whistleblowing melalui WBS. Menggunakan kerangka Theory of Planned Behavior dan Ethical Work Climate Theory, data dikumpulkan melalui survei terhadap 100 mahasiswa S1 Akuntansi Universitas Brawijaya yang telah menempuh mata kuliah Akuntansi Forensik. Sampel diambil secara simple random sampling. Instrumen berupa kuesioner skala Likert lima poin yang diadaptasi dari penelitian sebelumnya dan telah diuji validitas serta reliabilitasnya melalui pilot test pada 30 responden. Analisis data menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan software SmartPLS 4.0, mencakup evaluasi model pengukuran dan model struktural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap terhadap perilaku (β=0,224; p=0,002), norma subjektif (β=0,225; p=0,011), persepsi kontrol perilaku (β=0,375; p<0,001), dan lingkungan etika (β=0,244; p=0,001) berpengaruh positif signifikan terhadap intensi whistleblowing, dengan persepsi kontrol perilaku sebagai prediktor terkuat. Model menjelaskan 56,5% varians (R²=0,565). Temuan ini menegaskan pentingnya kemudahan akses, perlindungan pelapor, dukungan sosial, dan iklim etika organisasi dalam mendorong pelaporan pelanggaran. Oleh karena itu, perguruan tinggi perlu menyediakan saluran WBS yang terjamin kerahasiaannya serta memperkuat budaya integritas akademik. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian tentang whistleblowing di lingkungan pendidikan tinggi.
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Perubahan dan Komitmen Organisasi terhadap Kesiapan Berubah (Readiness for Change) Karyawan Siti Aisa Fera
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10894

Abstract

Perubahan organisasi pada era disrupsi digital menuntut kesiapan kognitif, emosional, dan perilaku karyawan agar transformasi dapat diterapkan secara efektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan menyintesis pengaruh gaya kepemimpinan perubahan dan komitmen organisasi terhadap kesiapan berubah karyawan melalui tinjauan literatur sistematis komparatif. Kajian dilakukan terhadap dua puluh penelitian terdahulu yang berkaitan dengan kepemimpinan transformasional, transaksional, dan autentik, komitmen afektif, normatif, dan kontinuans, serta readiness for change. Analisis dilaksanakan melalui ekstraksi data, pemetaan tematik, dan sintesis naratif komparatif untuk mengidentifikasi pola konvergensi, perbedaan temuan, serta hubungan antarkonstruk. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan perubahan berfungsi sebagai stimulus eksternal yang menjelaskan urgensi, membangun visi, menyediakan dukungan, dan meningkatkan keyakinan karyawan terhadap kemampuan organisasi menjalankan perubahan. Komitmen organisasi, khususnya komitmen afektif, berperan sebagai jangkar internal yang memperkuat keterikatan, kemauan berpartisipasi, dan ketekunan selama proses transisi. Integrasi kedua faktor tersebut secara konsisten berkaitan dengan penurunan resistensi, peningkatan efikasi perubahan, dan penguatan perilaku adaptif. Efektivitas kepemimpinan juga dipengaruhi oleh komunikasi transparan, keadilan organisasi, budaya pembelajaran, kompetensi digital, kepercayaan, dan dukungan organisasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kesiapan berubah tidak terbentuk melalui arahan pemimpin atau loyalitas karyawan secara terpisah, melainkan melalui keselarasan kepemimpinan adaptif, komitmen yang kuat, kapasitas individu, serta lingkungan organisasi yang mendukung. Temuan ini memberikan dasar konseptual bagi organisasi dalam merancang strategi perubahan yang lebih partisipatif dan berkelanjutan.

Page 55 of 830 | Total Record : 8292