cover
Contact Name
Arif Mudi Priyatno
Contact Email
arifmudi11@gmail.com
Phone
+6282390449323
Journal Mail Official
riggs@universitaspahlawan.ac.id
Editorial Address
Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jl. Tuanku Tambusai No.23, Bangkinang, Kec. Bangkinang, Kabupaten Kampar, Riau 28412
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business
ISSN : 29639298     EISSN : 2963914X     DOI : https://doi.org/10.31004/riggs.v1i1
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) is published by the Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai in helping academics, researchers, and practitioners to disseminate their research results. RIGGS is a blind peer-reviewed journal dedicated to publishing quality research results in the fields of business and engineering. All publications in the RIGGS Journal are open access which allows articles to be available online for free without any subscription. RIGGS is a national journal with e-ISSN: 2963-914X, and is free of charge in the submission process and review process. Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) publishes articles periodically twice a year, in January and July.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6,152 Documents
Implementasi Kode Etik Guru dalam Pelaksanaan Kurikulum Merdeka: Keteladanan, Etika, dan Sikap Profesional Guru di SDN 5 Langkai Shicilia Agstaviani; Alya Saputri; Citra Rara Pebriani; Dea Cantika; Tesa Susanti
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9495

Abstract

Penelitian ini menganalisis implementasi kode etik guru dalam konteks Kurikulum Merdeka di SDN 5 Langkai. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara terstruktur bersama kepala sekolah dan guru kelas IV. Fokus penelitian diarahkan pada bentuk pelaksanaan kode etik guru, kesesuaiannya dengan prinsip Kurikulum Merdeka, hambatan yang dihadapi, serta strategi sekolah dalam mengembangkan profesionalitas guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kode etik guru telah berjalan melalui kegiatan evaluasi rutin setiap bulan, pembiasaan sikap profesional, serta penguatan tanggung jawab guru dalam merancang pembelajaran yang berpihak pada peserta didik. Guru menerapkan pembelajaran berdiferensiasi dan asesmen diagnostik sebagai bentuk penyesuaian terhadap kebutuhan, kemampuan, serta karakteristik siswa. Praktik tersebut menunjukkan bahwa kode etik tidak hanya dipahami sebagai aturan moral, tetapi juga sebagai pedoman dalam mengambil keputusan pedagogis di kelas. Meskipun demikian, pelaksanaan kode etik masih menghadapi beberapa hambatan, terutama keterbatasan sarana pembelajaran, perbedaan kesiapan guru dalam beradaptasi, dan kebutuhan pelatihan yang lebih berkelanjutan. Untuk mengatasi hambatan tersebut, sekolah mengembangkan komunitas belajar, refleksi bulanan, diskusi antarguru, serta pendampingan internal. Strategi ini membantu guru saling berbagi pengalaman dan memperbaiki praktik pembelajaran. Temuan ini juga memperlihatkan bahwa budaya sekolah yang terbuka menjadi faktor penting dalam menjaga konsistensi perilaku etis guru selama menjalankan proses pendidikan di seluruh kegiatan pembelajaran sekolah dasar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi kode etik guru di SDN 5 Langkai berjalan selaras dengan tuntutan Kurikulum Merdeka karena menekankan profesionalitas, tanggung jawab, penghargaan terhadap keberagaman siswa, dan refleksi berkelanjutan. Namun, dukungan fasilitas, penguatan kompetensi, dan pelatihan terencana masih diperlukan agar pelaksanaannya semakin optimal.
Pengaruh Kualitas Layanan, Kompetensi Karyawan, dan Kinerja terhadap Kepuasan Konsumen Kalenan Cafe Dimas Ega Ramadhani; Nur Laely; Ria Lestari Pangastuti
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9501

Abstract

Pada saat ini, cafe tidak lagi sekadar tempat konsumsi, melainkan telah menjadi bagian dari gaya hidup dan ruang sosial masyarakat. Kondisi ini menyebabkan meningkatnya tuntutan konsumen terhadap kualitas pelayanan yang diberikan oleh setiap cafe. Sebagian besar penelitian yang ada lebih fokus pada kualitas layanan sebagai faktor utama, tanpa mempertimbangkan kompetensi dan kinerja karyawan yang juga memiliki peran penting dalam mempengaruhi kualitas pelayanan dan pengalaman konsumen. Selain itu, banyak penelitian yang dilakukan di kota besar, sementara studi mengenai usaha kuliner lokal, khususnya di daerah kabupaten, masih sangat sedikit. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan eksplanatori. Dengan Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan non-probability sampling dengan metode purposive sampling. Dengan jumlah responden sebesar 50 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kualitas, Kompetensi Karyawan, dan Kinerja Karyawan secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Konsumen, Kualitas Layanan memiliki koefisien regresi Layanan 0,322. Kompetensi Karyawan memiliki koefisien regresi 0,023. Kinerja Karyawan memiliki koefisien regresi dengan nilai 0,206. Secara simultan nilai koofisien p < 0,05. nilai R² sebesar 0,557 artinya model regresi ini mampu menjelaskan 55,7% dalam Kepuasan Konsumen. Hasil temuan ini memberikan kontribusi untuk terus memperhatikan serta terus melakukan peningkatan dalam Kualitas Pelayanan yang diberikan kepada konsumen. Hal ini dapat dicapai melalui pelatihan berkala untuk karyawan yang fokus pada standar pelayanan yang optimal, keterampilan berkomunikasi yang baik, dan kemampuan mengatasi keluhan konsumen dengan cepat dan ramah. Dengan ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kepuasan konsumen dan memperkuat loyalitas pelanggan.
Peran Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi (SAKTI) dalam Meningkatkan Efisiensi dan Akurasi Laporan Keuangan di MAN 1 INHIL Heri Susanti; Agus Seswandi; Rizqa Anita
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9508

Abstract

Transformasi digital dalam pengelolaan keuangan pemerintah mendorong implementasi Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi (SAKTI) sebagai platform terintegrasi yang mendukung proses perencanaan, pelaksanaan, hingga pelaporan keuangan pada satuan kerja pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran SAKTI dalam meningkatkan efisiensi dan akurasi laporan keuangan di MAN 1 Indragiri Hilir (INHIL). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan bendahara pengeluaran, kepala tata usaha, dan operator SAKTI, serta didukung oleh observasi dan dokumentasi laporan keuangan. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi SAKTI berkontribusi signifikan terhadap peningkatan efisiensi penyusunan laporan keuangan. Waktu penyusunan laporan bulanan yang sebelumnya memerlukan 10–12 hari kerja berkurang menjadi 2–3 hari kerja setelah penerapan SAKTI. Selain itu, fitur integrasi data antar modul dan rekonsiliasi otomatis mampu mengurangi duplikasi pekerjaan dan mempercepat proses pelaporan. Dari aspek akurasi, SAKTI berhasil menurunkan tingkat kesalahan pencatatan dari rata-rata 5–7 kesalahan per bulan menjadi 0–1 kesalahan per bulan melalui mekanisme validasi otomatis, pencegahan double entry, dan standarisasi kode rekening. Meskipun demikian, implementasi SAKTI masih menghadapi kendala berupa keterbatasan jaringan internet, minimnya sumber daya manusia yang terlatih, dan kompleksitas penggunaan modul. Penelitian ini menyimpulkan bahwa SAKTI berperan positif dalam meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan madrasah melalui peningkatan efisiensi dan akurasi laporan keuangan, sehingga mendukung tata kelola keuangan yang lebih efektif, transparan, dan akuntabel.
Strategi Guru Kelas Dalam Menumbuhkan Kemandirian Belajar Siswa Melalui Pembelajaran Yang Berpusat Pada Siswa di SDN 13 Palangka Abelia Kartika Sari; Fadilah Suryaning Prikhantika; Okny Herawati; Pani Br Silaban; Viratul Zanah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9522

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru kelas dalam menumbuhkan self-regulated learning pada siswa berbasis student-centered learning di SDN 13 Palangka, upaya guru dalam mengatasi kendala, serta kendala yang dihadapi selama proses pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas guru kelas dan siswa di SDN 13 Palangka. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi terstruktur, observasi partisipan pasif, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan berbagai strategi untuk menumbuhkan self-regulated learning siswa melalui pembelajaran berbasis student-centered learning, seperti memberikan motivasi belajar, membiasakan siswa percaya diri, melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran, memberikan arahan dan refleksi sebelum pembelajaran, serta membiasakan tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas. Guru juga berperan sebagai fasilitator yang mendukung siswa agar lebih mandiri dan aktif dalam proses belajar. Kendala yang dihadapi antara lain masih adanya siswa yang kurang fokus, bergantung kepada guru, dan kurang mampu mengatur kegiatan belajar secara mandiri. Untuk mengatasi kendala tersebut, guru melakukan pendekatan individual, memberikan bimbingan secara bertahap, serta menjalin komunikasi dan kerja sama dengan orang tua siswa. Penelitian ini menunjukkan bahwa strategi guru berbasis student-centered learning memiliki peran penting dalam menumbuhkan kemampuan self-regulated learning siswa sekolah dasar.
Peran Media Sosial dalam Membentuk Loyalitas Konsumen Generasi Z pada Industri Makeup Kartika Dhini Sudiro
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9528

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media sosial dalam membentuk loyalitas konsumen Generasi Z pada industri makeup di Indonesia. Perkembangan teknologi digital dan tingginya intensitas penggunaan media sosial oleh Generasi Z mendorong perusahaan kecantikan untuk mengembangkan strategi pemasaran yang lebih interaktif, personal, dan berbasis komunikasi digital. Generasi Z, yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012, dikenal sebagai generasi yang tumbuh bersama internet sehingga perilaku konsumsi mereka sangat dipengaruhi oleh ekosistem digital. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan mengumpulkan berbagai sumber akademik, artikel digital, dan publikasi pendukung yang relevan dengan pemasaran digital, loyalitas konsumen, dan perilaku Generasi Z dalam industri kecantikan. Selain itu, penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus pada brand beauty lokal Indonesia, yaitu Somethinc, untuk melihat penerapan strategi pemasaran digital secara nyata dan kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial memiliki peran penting dalam membangun loyalitas konsumen melalui empat strategi utama, yaitu penggunaan beauty influencer, storytelling, komunitas brand, dan loyalty program digital. Strategi komunikasi digital yang interaktif dan personal membantu perusahaan membangun hubungan emosional yang kuat dengan konsumen, sehingga meningkatkan kepuasan dan loyalitas pelanggan terhadap brand dalam jangka panjang. Studi kasus Somethinc menunjukkan bahwa brand beauty lokal Indonesia mampu memanfaatkan media sosial secara efektif untuk membangun hubungan yang berkelanjutan dengan konsumen Generasi Z di tengah persaingan industri kecantikan yang semakin kompetitif di era digital.
Analisis Kendala Guru Dalam Pelaksanaan Evaluasi Pembelajaran di SD Negeri 1 Metro Timur Sekar Widi Lestari; Annisa Nur Azizah; Farhan Aidar Rizki; Anggun Al Zahra; Astri Salvia Aznani; Handoko Handoko
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9529

Abstract

Penelitian ini membahas permasalahan evaluasi pembelajaran di SD Negeri 1 Metro Timur berdasarkan hasil wawancara dengan guru. Fokus kajian diarahkan pada pelaksanaan evaluasi, kendala yang muncul, kesesuaian instrumen penilaian, serta upaya guru dalam memperbaiki proses evaluasi. Penelitian ini penting karena evaluasi pembelajaran di sekolah dasar tidak hanya berfungsi mengukur hasil belajar, tetapi juga membantu guru memahami kebutuhan peserta didik yang beragam. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara. Data dianalisis secara naratif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil wawancara menunjukkan bahwa guru telah melaksanakan evaluasi melalui tes tertulis, tes lisan, dan praktik sesuai karakteristik mata pelajaran. Guru juga menerapkan evaluasi berdiferensiasi untuk menyesuaikan penilaian dengan kemampuan siswa. Namun, pelaksanaan evaluasi masih menghadapi kendala, terutama perbedaan kemampuan membaca dan pemahaman siswa. Sebagian siswa belum mandiri dalam mengerjakan evaluasi sehingga membutuhkan pendampingan lebih intensif. Selain itu, penyusunan evaluasi berdiferensiasi memerlukan waktu, ketelitian, dan persiapan yang lebih banyak. Instrumen penilaian juga masih perlu diperkuat agar lebih terstruktur, valid, dan reliabel. Untuk mengatasi kendala tersebut, guru melakukan refleksi pembelajaran, memberikan remedial dengan bentuk soal berbeda, serta berdiskusi dengan rekan guru. Kesimpulannya, evaluasi pembelajaran di SD Negeri 1 Metro Timur telah berjalan, tetapi masih memerlukan penguatan perencanaan, variasi instrumen, dan dukungan berkelanjutan agar lebih efektif dan adil. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan evaluasi di sekolah dasar sangat bergantung pada kemampuan guru membaca kondisi siswa, menyusun instrumen yang tepat, serta menyediakan tindak lanjut yang membantu anak belajar tanpa merasa tertekan oleh nilai secara bertahap dan lebih bermakna.
Dari Attention menuju Action: Peran Influencer Instagram terhadap Generasi Z Muslim pada Produk Glad2Glow Rosdiana Damayanti; Andrian Haro; Adnan Kasofi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9535

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran influencer Instagram terhadap respons konsumen Generasi Z Muslim menggunakan model AIDA (Attention, Interest, Desire, Action) dengan studi kasus pada akun @glad2glow. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap 10 informan wanita Muslim Generasi Z di DKI Jakarta yang merupakan pengikut aktif akun tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa influencer berperan signifikan pada seluruh tahapan AIDA. Pada tahap Attention, konten review dengan product knowledge yang detail dan visual yang menarik mampu menghentikan perhatian audiens. Tahap Interest terbangun melalui kejelasan informasi, format konten yang variatif, dan relevansi personal dengan permasalahan kulit influencer. Desire muncul akibat penggunaan produk secara langsung oleh influencer yang jujur, kredibilitas yang tinggi, serta fenomena FOMO. Pada tahap Action, konten influencer menjadi pendorong utama keputusan pembelian, namun keputusan final turut dipengaruhi faktor harga, kesesuaian kandungan bahan, review pengguna lain, serta bagi sebagian kecil informan,  mempertimbangkan sertifikasi BPOM dan kehalalan. Kesesuaian produk dengan yang dipromosikan mendorong kepuasan dan pembelian ulang. Temuan ini mengonfirmasi bahwa model AIDA masih relevan untuk mengevaluasi pemasaran influencer di media sosial, dengan catatan bahwa transisi dari desire ke action memerlukan pertimbangan rasional tambahan, terutama bagi konsumen Muslim yang memiliki kesadaran kehalalan. Secara praktis, hasil ini merekomendasikan agar brand memperkuat konten informatif, menjaga autentisitas influencer, dan mengomunikasikan aspek kehalalan secara lebih eksplisit untuk meningkatkan konversi.
Analisis Faktor Hedonic Value dan Utilitarian Value terhadap Revisit Intention Pelanggan Anagata Coffee Ponorogo yang Dimediasi oleh Satisfaction Pinky Wulandari; Fery Setiawan; Titi Rapini
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9539

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh hedonic value dan utilitarian value terhadap revisit intention pelanggan Anagata Coffee dengan satisfaction sebagai variabel mediasi. Fenomena meningkatnya persaingan industri kedai kopi modern, khususnya di wilayah non-metropolitan, menuntut pelaku usaha untuk tidak hanya berfokus pada kualitas produk, tetapi juga menciptakan pengalaman konsumsi yang mampu memberikan nilai emosional dan fungsional bagi pelanggan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner secara daring menggunakan Google Forms. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 140 pelanggan Anagata Coffee yang telah melakukan kunjungan minimal dua kali. Analisis data dilakukan menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan aplikasi SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hedonic value berpengaruh positif dan signifikan terhadap satisfaction dan revisit intention. Utilitarian value juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap satisfaction maupun revisit intention. Selain itu, satisfaction memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap revisit intention. Pengujian variabel mediasi menunjukkan bahwa satisfaction mampu memediasi pengaruh hedonic value dan utilitarian value terhadap revisit intention pelanggan Anagata Coffee Ponorogo. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengalaman emosional berupa kenyamanan, estetika, dan suasana yang menyenangkan, serta manfaat fungsional seperti kualitas produk, efisiensi layanan, dan nilai ekonomi, merupakan faktor penting dalam membentuk kepuasan dan mendorong niat kunjungan ulang pelanggan. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan kajian perilaku konsumen serta menjadi referensi praktis bagi pengelola kedai kopi dalam merancang strategi retensi pelanggan di wilayah non-metropolitan.
Pengaruh TPAK Perempuan, Human Development Index, Tenaga Kerja Formal terhadap Tingkat Kemiskinan di Indonesia Periode 2010-2025 Agnes Monica Sianipar; Enjel Widia Sari Gea; Respa Mellia Sirait; Bonaraja Purba
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9548

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja perempuan, Indeks Pembangunan Manusia, dan proporsi Tenaga Kerja Formal terhadap tingkat kemiskinan di Indonesia periode 2010–2025. Data time series tahunan diolah menggunakan EViews 12. Prosedur meliputi pemeriksaan stasioneritas, estimasi regresi linear berganda, uji asumsi klasik, serta uji signifikansi parsial dan simultan. Hasil menunjukkan ketiga variabel berpengaruh signifikan secara simultan (F-hitung = 166,1567 > F-tabel 3,490; p = 0,000, p < 0,05) dan bersama-sama menjelaskan 97,65% variasi tingkat kemiskinan (Adjusted R2 = 0,976492). Secara parsial, TPAK perempuan (β = 0,1145) memiliki t-hitung 2,652 > t-tabel 2,17881 dan p = 0,0019 (< 0,05), sehingga berpengaruh positif signifikan, IPM (β = -0,6244) memiliki t-hitung 17,081 > t-tabel 2,17881 dan p = 0,000 (< 0,05), sehingga berpengaruh negatif signifikan, Tenaga Kerja Formal (β = -0,1305) memiliki t-hitung 3,960 > t-tabel 2,17881 dan p = 0,000 (< 0,05), sehingga berpengaruh negatif signifikan. Interpretasi hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena added worker effect menyebabkan peningkatan TPAK Perempuan belum efektif menekan kemiskinan karena mayoritas terserap di sektor informal, sementara IPM terbukti sebagai instrumen terkuat dalam menurunkan kemiskinan secara struktural dan formalisasi tenaga kerja berperan menjaga stabilitas pendapatan rumah tangga. Oleh karena itu, kebijakan pengentasan kemiskinan yang efektif memerlukan kombinasi investasi pada pendidikan dan kesehatan, percepatan formalisasi tenaga kerja, serta pemberdayaan ekonomi perempuan yang menekankan kualitas pekerjaan demi tercapainya target SDGs 2030.
Ketegangan Nilai dalam Pelayanan Publik: Analisis Competing Values Approach pada Implementasi Prinsip Good Governance di Mal Pelayanan Publik Lamongan Menuju Sustainable Development Goals Ke-16 Belinda Muflihianiardi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9572

Abstract

Penelitian ini menganalisis ketegangan nilai di dalam pelayanan publik di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Lamongan, khususnya tarik-menarik antara capaian kelembagaan formal dan kualitas layanan yang benar-benar dialami pengguna. Secara administratif, MPP Lamongan telah memiliki SOP, prosedur layanan, kanal informasi, mekanisme pengaduan, dukungan sistem digital, serta indikator kinerja dan penghargaan kelembagaan. Namun, capaian formal tersebut belum sepenuhnya menjamin pengalaman layanan yang jelas, konsisten, cepat, dan mudah diakses masyarakat. Dengan menggunakan lensa Competing Values Approach (CVA), studi kasus kualitatif ini memetakan ketegangan pada dimensi kontrol–fleksibilitas, fokus internal–eksternal, serta orientasi proses–hasil. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen. Temuan menunjukkan bahwa ketegangan muncul ketika tata kelola administratif relatif kuat, tetapi pengguna masih menghadapi ketidakjelasan alur, estimasi waktu yang tidak pasti, informasi yang tidak konsisten antarpetugas maupun antarinstansi, serta proses berulang akibat pelimpahan tanggung jawab. Kondisi ini memperlihatkan adanya jarak antara kepatuhan formal dan kinerja substantif yang dirasakan publik. Akibatnya, penerapan good governance cenderung simbolik pada sebagian aspek, terutama partisipasi, keadilan, akuntabilitas, efektivitas, efisiensi, dan responsivitas. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya standardisasi informasi lintas loket, transparansi alur dan waktu layanan, mekanisme umpan balik yang terlacak, serta evaluasi berbasis bukti agar MPP bergerak dari kepatuhan administratif menuju pelayanan substantif yang mendukung pencapaian SDGs ke-16.