cover
Contact Name
Cahyo Hasanudin
Contact Email
cha.sanu.88@gmail.com
Phone
+6285730936242
Journal Mail Official
cha.sanu.88@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, IKIP PGRI Bojonegoro Jl. Panglima Polim No.46, Pacul, Kec. Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur 62114
Location
Kab. bojonegoro,
Jawa timur
INDONESIA
Jubah Raja : Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajaran
Published by IKIP PGRI BOJONEGORO
ISSN : -     EISSN : 29645891     DOI : http://dx.doi.org/10.30734/
Jubah Raja adalah akronim dari Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran. Jurnal ini merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni, IKIP PGRI Bojonegoro. Jurnal ini memuat hasil-hasil penelitan yang berkaitan dengan bahasa dan sastra Jubah Raja : Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajaran merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni, IKIP PGRI Bojonegoro. jurnal ini menerima artikel dalam bidang: 1. Kajian Bahasa Indonesia 2. Kajian Bahasan daerah 3. Kajian Bahasa asing 4. Kajian Sastra Indonesia 5. Kajian Sastra daerah 6. Kajian Sastra asing 7. Pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia dari jenjang PAUD hingga perguruan tinggi 8. Inovasi pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran bahasa 9. Bahasa Indonesia bagi Penutur asing (BIPA) 10. Evaluasi pembelajaran bahasa 11. Kajian bahasa asing
Articles 103 Documents
Peningkatan Keterampilan Berbicara pada Pembelajaran Teks Deskripsi melalui Pembelajaran Experiential Learning Triani, Adinda Windi; Kaswadi, Kaswadi; Setyaningsih, Kijat
Jubah Raja : Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajaran Vol. 3 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/jr.v3i2.4773

Abstract

abstrak—Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara peserta didik kelas VII-C di SMPN 3 Surabaya dengan menerapkan model pembelajaran Experiential Learning yang dikombinasikan dengan pendekatan diferensiasi produk. Metode pada penilitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari empat langkah, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Hasilnya menunjukkan bahwa model pembelajaran Experiential Learning dapat mengembangkan kepercayaan diri peserta didik dalam berbicara dan menyampaikan hasil diskusi. Peningkatan ini dapat dilihat dari peningkatan nilai dari pembelajaran siklus I ke siklus II; pada siklus I, nilai terendah adalah 65 dan tertinggi 70 dengan rata-rata kenaikan 15%, sedangkan pada siklus II, nilai terendah 85 dan tertinggi 91 dengan rata-rata peningkatan 31%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah model pembelajaran berbasis pengalaman (Experiential Learning) yang terintegrasi dengan diferensiasi produk efektif dalam meningkatkan keterampilan berbicara peserta didik pada materi teks deskripsi.Kata Kunci – Keterampilan berbicara, teks deskripsi, experiential learning, diferensiasi produk Abstract— This study aims to enhance the speaking skills of seventh-grade students in class VII-C at SMPN 3 Surabaya by implementing the Experiential Learning model combined with a product differentiation approach. The research method used is Classroom Action Research (CAR), which consists of four steps: planning, action, observation, and reflection. The results indicate that the Experiential Learning model can develop students' confidence in speaking and presenting discussion outcomes. This improvement is evident from the increase in scores from Cycle I to Cycle II; in Cycle I, the lowest score was 65 and the highest was 70, with an average increase of 15%, while in Cycle II, the lowest score was 85 and the highest was 91, showing an average improvement of 31%. The conclusion of this study is that the experiential learning model integrated with product differentiation is effective in enhancing students' speaking skills on descriptive text material.Keywords – Speaking skills, descriptive text, experiential learning, product differentiation
Meningkatkan Kemampuan Menganalisis Unsur Bahasa dalam Teks Deskripsi pada Peserta Didik Kelas VII C SMPN 3 Surabaya melalui Model Pembelajaran Berdiferensiasi Konten Nisa', Azkiyatun; Kaswadi, Kaswadi; Setyaningsih, Kijat
Jubah Raja : Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajaran Vol. 3 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/jr.v3i2.4777

Abstract

abstrak—Peserta didik kelas VII C SMPN 3 Surabaya belum mampu menganalisis unsur bahasa dalam teks deskripsi. Karena model pembelajaran yang diaplikasikan pendidik terkesan monoton, sehingga motivasi dan partisipasi peserta didik masih rendah. Maka, penelitian ini memiliki tujuan meningkatkan kemampuan menganalisis unsur bahasa dalam teks deskripsi pada peserta didik kelas VII C SMPN 3 Surabaya melalui model pembelajaran berdiferensiasi konten. Penelitian ini menerapkan pendekatan PTK (Action Research Classroom) model spiral Kemmis-Mc. Taggart dengan empat langkah: rencana, tindakan, observasi, dan refleksi. Sementara teknik pengumpulan datanya memakai metode simak, metode tes, dan teknik catat. Analisis deskriptif adalah teknik analisis data yang dilaksanakan dalam penelitian ini. Adapun teknik validasi datanya menerapkan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menjabarkan adanya peningkatan yang signifikan dari rata-rata nilai siklus I sebesar 74% menjadi rata-rata siklus II sebesar 91%. Penelitian ini juga menunjukkan sebelumnya siklus I memperoleh nilai terendah sebesar 65 dan nilai tertinggi sebesar 80. Lalu siklus II mendapatkan nilai terendah sebesar 85 dan nilai tertinggi sebesar 95. Simpulan penelitian ini ialah model berdiferensiasi konten yang terintegrasi dengan model CRT mampu meningkatkan kemampuan menganalisis unsur bahasa (kata konkret, kalimat perincian, dan majas personifikasi) dalam teks deskripsi pada peserta didik kelas VII C SMPN 3 Surabaya.Kata Kunci — Menganalisis, unsur bahasa, berdiferensiasi konten Abstract—Students of class VII C SMPN 3 Surabaya have not been able to analyze the language elements in the description text. Because the learning model applied by educators seems monotonous, so that the motivation and participation of students is still low. So, this study aims to improve the ability to analyze language elements in descriptive texts in class VII C students of SMPN 3 Surabaya through a content differentiated learning model. This research applies the PTK (Action Research Classroom) approach of the Kemmis-Mc. Taggart spiral model with four steps: plan, action, observation, and reflection. While the data collection technique uses the listening method, test method, and note-taking technique. Descriptive analysis is the data analysis technique implemented in this study. The data validation technique applied source triangulation. The results of this study describe a significant increase from the average score of cycle I of 74% to the average of cycle II of 91%. This study also shows that previously cycle I obtained the lowest score of 65 and the highest score of 80. Then cycle II got the lowest score of 85 and the highest score of 95. The conclusion of this research is that the content differentiation model integrated with the CRT model is able to improve the ability to analyze language elements (concrete words, detailed sentences, and personification majas) in descriptive texts for students of class VII C SMPN 3 Surabaya.Keywords — Analyzing, language elements, content differentiation
Meningkatkan Hasil Belajar Menulis Teks Anekdot dengan Menerapkan Metode Experiental Learning pada Siswa Kelas X ulfa, siti maria maria; Pranoto, Agung; Ariani, Dian
Jubah Raja : Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajaran Vol. 3 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/jr.v3i2.4778

Abstract

abstrak—Peningkatan kualitas pendidikan secara keseluruhan merupakan salah satu langkah dalam meningkatkan sumber daya manusia, dari segi kemampuan tanggung jawab sebagai manusia yang berpendidikan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui  hasil penerapan metode pembelajaran eksperimental memberikan dampak signifikan terhadap kemampuan menulis siswa kelas X 3 SMA Negeri 6 Surabaya. Dalam penelitian ini, diterapkan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif yang melibatkan seluruh anggota kelas yang berjumlah 36 peserta didik. Sampel penelitian ini dilakukan dalam dua siklus menggunakan metode konvensional pada siklus satu, kemudian menerapkan metode experiental learning pada siklus dua. Hasil temuan penelitian ini menunjukkan adanya kesenjangan dalam hasil belajar menggunakan metode konvensional dan pembelajaran yang menerapan metode experiental learning dalam menulis teks anekdot pada siswa. Siswa yang diajarkan menggunakan metode experiental learning mendapatkan nilai rata-rata  tinggi dibandingkan dengan siswa yang menerapkan metode pembelajaran  konvensional, hasil ini menunjukkan keefektifan siswa dalam  peningkatan hasil menulis teks anekdot  menggunakan metode experintal learning.Kata kunci—Experiental learning, menulis, teks anekdot Abstract—Improving the overall quality of education is one of the steps in increasing human resources, in terms of the ability to take responsibility as an educated human being. The purpose of this study is to find out the results of the application of experimental learning methods that affect the writing of anecdotal texts in grade X 3 students of SMAN 6 Surabaya. In this study, a qualitative descriptive research approach was used involving all members as many as 36 students. The sample in this study was taken into two cycles using the conventional method in cycle one, then applying the experintal learning  method in cycle two. The results of this study show that there is a difference from the learning outcomes using conventional methods and the application of the experintal learning  method in writing anecdotal texts to students. Students who are taught using the experintal learning method  get a high average score when compared to students who use the conventional method, this result shows the effectiveness of students in improving the results of writing anecdotal texts using the experintal learning method.Keywords—Experintal learning, writing, anecdotal texts
Peningkatan Kemampuan Menulis Teks Deskripsi Siswa Kelas VII-I di SMPN 3 Surabaya menggunakan Model Pembelajaran Experiential Learning Atwanah, Atwanah; Kaswadi, Kaswadi; Setyaningsih, Kijat
Jubah Raja : Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajaran Vol. 3 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/jr.v3i2.4779

Abstract

abstrak— Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis deskriptif siswa kelas VII I sekolah SMPN 3 Surabaya melalui penggunaan model experiential learning yang dipadukan dengan metode diferensiasi produk. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang meliputi empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model experiential learning dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam mengungkapkan diri dan mengkomunikasikan hasil diskusi. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan nilai antara siklus I dan siklus II. Pada siklus I nilai terendah 65 dan tertinggi 70 rata-rata peningkatannya sebesar 15%. Pada siklus II skor terendah meningkat menjadi 89 dan skor tertinggi menjadi 95 dengan rata-rata peningkatan sebesar 33%. Kesimpulannya, model pembelajaran melalui experiential learning yang dikombinasikan dengan diferensiasi produk efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis deskriptif siswa kelas VII I SMPN 3 Surabaya.Kata kunci— Keterampilan menulis, teks deskripsi, Experiential Learning, diferensiasi produk Abstract— This research aims to improve the descriptive writing skills of seventh-grade students (class VII I) at SMPN 3 Surabaya through the use of an experiential learning model combined with a product differentiation method. The study employs Classroom Action Research (CAR) methodology, which includes four stages: planning, implementation, observation, and reflection. The results show that the application of the experiential learning model can boost students' confidence in expressing themselves and communicating the outcomes of discussions. This is demonstrated by the improvement in scores between Cycle I and Cycle II. In Cycle I, the lowest score was 65 and the highest was 70, with an average improvement of 15%. In Cycle II, the lowest score increased to 89, and the highest score reached 95, with an average improvement of 33%. In conclusion, the experiential learning model combined with product differentiation is effective in enhancing the descriptive writing skills of seventh-grade students at SMPN 3 Surabaya.Keywords— Writing skills, descriptive text, Experiential Learning, product differentiation
Peningkatan Kemampuan Menulis Teks Argumentasi melalui Perpaduan Strategi Raft dan Model Pembelajaran PjBL Kelas XI-4 SMA Negeri 6 Surabaya Tahun Ajaran 2024/2025 Setyaningsih, Setyaningsih; Pranoto, Agung
Jubah Raja : Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajaran Vol. 3 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/jr.v3i2.4780

Abstract

abstrak— Penelitian ini didasari oleh rendahnya kemampuan menulis teks argumentasi pada peserta didik kelas XI-4 SMA Negeri 6 Surabaya. Sebagian besar dari mereka belum mencapai kompetensi yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan tersebut melalui penerapan strategi RAFT (Role, Audience, Format, Topic) yang dipadukan dengan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL). Data yang dikumpulkan berasal dari hasil tes menulis teks argumentasi, dengan subjek penelitian sebanyak 35 peserta didik, terdiri atas 13 laki-laki dan 22 perempuan. Penelitian ini dilakukan dalam bentuk penelitian tindakan kelas yang berlangsung selama dua siklus. Pada pra-siklus, rata-rata nilai menulis teks argumentasi peserta didik hanya 68,23 dengan tingkat ketuntasan klasikal sebesar 11,43%. Setelah pelaksanaan siklus pertama, peningkatan nilai rata-rata menjadi 80,86 dengan ketuntasan klasikal mencapai 77,14%. Pada siklus kedua, nilai rata-rata meningkat lagi menjadi 86,43 dengan persentase ketuntasan klasikal sebesar 91,43%. Hasil dua siklus menunjukkan bahwa penerapan strategi RAFT yang dikombinasikan dengan PjBL efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis teks argumentasi peserta didik.Kata kunci— Peningkatan, Menulis, Teks Argumentasi, RAFT, PjBL   Abstract— This study is based on the low ability to write argumentative texts in students in grades XI-4 of SMA Negeri 6 Surabaya. Most of them have not reached the expected competencies. This research aims to improve these abilities through the application of RAFT (Role, Audience, Format, Topic) strategies combined with the Project Based Learning (PjBL) learning model. The data collected came from the results of the argumentative text writing test, with 35 research subjects, consisting of 13 males and 22 females. This research was conducted in the form of classroom action research that lasted for two cycles. In the pre-cycle, the average score of writing argumentative texts of students was only 68.23 with a classical completeness rate of 11.43%. After the implementation of the first cycle, the average score increased to 80.86 with classical completeness reaching 77.14%. In the second cycle, the average score increased again to 86.43 with a classical completion percentage of 91.43%. The results of the two cycles show that the application of the RAFT strategy combined with PjBL is effective in improving students' ability to write argumentative texts.Keywords—Improvement, Writing, Argumentative Text, RAFT, PjBL
Peningkatan Keterampilan Menulis Teks Deskripsi dengan menggunakan Digital Canva pada Peserta Didik Kelas VII SMP Negeri 3 Surabaya Badrut, Badrut; Kaswadi, Kaswadi; Setyaningsih, Kijat
Jubah Raja : Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajaran Vol. 3 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/jr.v3i2.4786

Abstract

abstrak— Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis teks deskripsi peserta didik kelas VII SMP Negeri 3 Surabaya dengan menggunakan digital Canva yang terintegrasi dengan pendekatan diferensiasi produk. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan 4 tahapan yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan perkembangan teknologi berupa digital Canva mampu meningkatkan keterampilan menulis teks deksripsi peserta didik. Hal tersebut dibuktikan dengan peningkatan nilai dan hasil penulisan teks deskripsi berdasarkan pembelajaran yang dilakukan pada siklus I ke siklus II. Pada pembelajaran yang dilakukan di siklus I, nilai terendah 50 dan tertinggi 65 dengan rata-rata peningkatan 18%. Pada pembelajaran yang dilakukan di siklus II, nilai terendah 70 dan tertinggi 90 dengan rata-rata peningkatan 29%. Simpulan dalam penelitian ini adalah pemanfaatan perkembangan teknologi berupa digital Canva yang terintegrasi dengan diferensiasi produk efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis teks deskripsi pada peserta didik kelas VII SMP Negeri 3 Surabaya.Kata kunci—Keterampilan menulis, teks deskripsi, digital canva, diferensiasi produk Abstract— This study aims to improve the descriptive text writing skills of seventh-grade students at SMP Negeri 3 Surabaya by utilizing Canva, a digital tool integrated with a product differentiation approach. This research employs a Classroom Action Research (CAR) method with four stages: planning, action, observation, and reflection. The results show that leveraging digital technology such as Canva can enhance students' skills in writing descriptive texts. This improvement is evidenced by the increase in scores and the quality of descriptive texts produced from Cycle I to Cycle II of the study. In Cycle I, the lowest score was 50, and the highest was 65, with an average increase of 18%. In Cycle II, the lowest score rose to 70, and the highest reached 90, with an average improvement of 29%. The conclusion of this research is that the use of digital tools like Canva, integrated with a product differentiation approach, is effective in enhancing the descriptive text writing skills of seventh-grade students at SMP Negeri 3 Surabaya.Keywords— Writing skills, descriptive text, digital Canva, product differentiation
The Use of English Songs in Teaching Speaking Skills for the Tenth Grade Students of MA Al Washilah Senori Tuban Aziz, Umair Abdul; Tirtanawati, Meiga Ratih; Prastiwi, Chyintia Heru
Jubah Raja : Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajaran Vol. 3 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/jr.v3i2.4845

Abstract

 abstrak—Di era globalisasi saat ini, transformasi besar sedang terjadi di seluruh dunia. Perubahan signifikan ini terwujud ketika individu memiliki tekad yang kuat untuk mencapai tujuan mereka. Pemenuhan aspirasi masyarakat bergantung pada kemampuannya dalam menyampaikan gagasan dan pendapat secara efektif kepada orang lain. Oleh karena itu, memperoleh keterampilan komunikasi menjadi keharusan untuk mewujudkan ambisi dan mencapai tujuan. Tujuannya adalah untuk menyajikan objek penelitian secara rinci dan memahami sifat sifat, dan modelnya secara komprehensif. Secara khusus, penelitian ini berfokus pada pemberian gambaran menyeluruh dan komprehensif tentang penggunaan lagu berbahasa Inggris dalam pengajaran keterampilan berbicara di MA Al Washilah Senori Tuban. Integrasi musik ke dalam proses pembelajaran menciptakan suasana yang menarik dan menyenangkan bagi siswa, yang secara signifikan meningkatkan motivasi dan partisipasi mereka. Kata Kunci —Lagu Bahasa Inggris, Ketrampilan Berbicara, Kompetensi Komunikatif, Siswa SMA.   Abstract—In the current era of globalization, profound transformations are sweeping across the globe. These significant changes manifest when individuals harbor a strong determination to accomplish their goals. The fulfillment of people''s aspirations hinges on their ability to effectively convey ideas and opinions to others. Consequently, acquiring communication skills becomes imperative for realizing ambitions and achieving goals.The goal is to present the research object in a detailed manner and understand its characteristics, traits, nature, and models comprehensively. Specifically, the study focuses on providing a thorough and comprehensive description of the use of English songs in teaching speaking skills for the tenth grade at MA Al Washilah Senori Tuban. The integration of music into the learning process created an engaging and enjoyable atmosphere for the students, which significantly enhanced their motivation and participation.Keyword— English Songs; Speaking Skills, High School Students.
Gaya Bahasa pada Puisi Karya Hadi Mulyadi Amanda, Fatimah
Jubah Raja : Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajaran Vol. 3 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/jr.v3i2.4876

Abstract

abstrak— Gaya bahasa merupakan hal penting dalam penulisan puisi. Gaya bahasa yang terdapat pada puisi berfungsi untuk menyampaikan makna, pesan, dan perasaan penulis kepada para pembaca sehingga mereka dapat mengetahui ciri khas penulis dengan melihat gaya baha-sanya. Melihat gaya bahasa yang khas dari penulis, penelitian ini ber-tujuan untuk mengetahui gaya bahasa yang terkandung dalam puisi Hadi Mulyadi dengan metode kualitatif. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis 5 puisi karya Hadi Mulyadi yang terdapat dalam kumpulan puisi berjudul Cermin. Data dikumpulkan melalui studi literatur dan di-analisis untuk mengetahui gaya bahasa apa saja yang terdapat dalam pui-si tersebut. Penelitian ini menunjukkan bahwa ada beberapa gaya bahasa, antara lain perumpamaan, pengulangan, personifikasi, pleonasme, dan lain-lain. Hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan gaya bahasa dalam puisi-puisi Hadi Mulyadi tidak hanya berfungsi untuk memperindah karya, tetapi juga untuk memperkuat pesan dan makna yang ingin disampaikan kepada pembaca. Oleh karena itu, penting untuk me-mahami tentang penggunaan gaya bahasa dalam puisi sehingga mem-perkaya pengalaman membaca dan meningkatkan apresiasi terhadap karya sastra.Kata kunci— Gaya Bahasa, Karya Sastra, PuisiAbstract— Language style is important in writing poetry. The language style found in poetry functions to convey the author's meaning, message and feelings to readers so that they can find out the author's characteris-tics by looking at the language style. Looking at the author's distinctive language style, this research aims to determine the language style con-tained in Hadi Mulyadi's poetry using qualitative methods. This research was conducted by analyzing 5 poems by Hadi Mulyadi contained in the poetry collection entitled Cermin. Data was collected through literature study and analyzed to find out what language styles are found in poetry. This research shows that there are several language styles, including sim-iles, repetition, personification, pleonism, and others. These results show that the use of language style in Hadi Mulyadi's poetry not only functions to beautify the work, but also to strengthen the message and meaning that he wants to convey to the reader. Therefore, it is important to under-stand the use of language styles in poetry so as to enrich the reading ex-perience and increase appreciation of literary works.Keywords— Language Style, Literary Works, Poetry
Variasi Bahasa Content Creator Nessie Judge di Youtube Nurzakiyah, Ashilah
Jubah Raja : Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajaran Vol. 3 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/jr.v3i2.4881

Abstract

abstrak— Artikel ini mendeskripsikan berbagai variasi dan ragam ba-hasa yang digunakan content creator di Indonesia. Penggunaan variasi ba-hasa ini membuat video para content creator terkenal di platform Youtube hingga menjadi trending dunia karena popularnya Youtube di kalangan anak muda saat ini sebagai salah satu media online bermanfaat. Para crea-tor content menarik penonton dengan isi konten menarik maupun gaya penyampaian dan bahasa yang digunakan terutama content creator yang telah memiliki banyak pengikut. Variasi bahasa yang digunakan termasuk sebagai kesalahan berbahasa dan bahkan memunculkan kata baru yang tidak sesuai dengan kaidah kebahasaan Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berupa analisis data dengan me-nyimak berbagai video dari kanal Youtube salah satu kreator konten Indo-nesia, Nessie Judge. Kemudian penelitian dianalisis secara deskriptif-kualitatif berdasarkan kajian sosiolinguistik. Hasil penelitian terkait ban-yaknya penggunaan bahasa nonbaku dan bahasa unik yang digunakan Nessie dalam videonya, meliputi alih kode, campur kode, interferensi, dan slang/jargon. Penggunaan ragam bahasa oleh content creator sangat berpengaruh bagi masyarakat, terutama bagi pengguna Youtube karena keunikan bahasa tersebut akan digunakan oleh masyarakat. Penelitian ini dapat menambah pengetahuan penulis dan pembaca pada pengembangan dalam kajian sosiolinguistik, serta membantu peneliti lain sebagai bentuk perbandingan.Kata kunci— content creator, variasi bahasa, youtubeAbstract— This article describes the various variations and varieties of language used by content creators in Indonesia. The use of these lan-guage variations makes the videos of famous content creators on the YouTube platform trending worldwide because of YouTube's popularity among young people today as a useful online media. Content creators at-tract audiences with interesting content as well as the delivery style and language used, especially content creators who already have many fol-lowers. Variations in the language used include language errors and even give rise to new words that do not comply with Indonesian lan-guage rules. The research uses a qualitative approach in the form of data analysis by watching various videos from the YouTube channel of one of Indonesian content creators, Nessie Judge. Then the research was ana-lyzed descriptively-qualitatively based on sociolinguistic studies. The re-search results relate to the large use of non-standard language and unique language used by Nessie in her videos, including code switching, code mixing, interference, and slang/jargon. The use of various lan-guages by content creators is very influential on society, especially for YouTube users because the unique language will be used by society. This research can increase the knowledge of writers and readers regarding developments in sociolinguistic studies, as well as help other researchers as a form of comparison.Keywords— content creator, language variation, youtube
Alih Kode dan Campur Kode di Kelas A-1 PS-PBSI Angkatan 2023 Laura, Ananda
Jubah Raja : Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajaran Vol. 3 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/jr.v3i2.4883

Abstract

abstrak— Penelitian ini mengkaji fenomena alih kode dan campur kode dalam presentasi hingga sesi diskusi di Kelas A-1 PS-PBSI Angkatan 2023. Fenomena alih kode dan campur kode merupakan hal yang lumrah da-lam masyarakat yang menguasai lebih dari satu bahasa, termasuk maha-siswa PBSI yang mempunyai kesadaran linguistik tinggi. Tujuan penelitian ini ialah mengidentifikasi penyebab alih kode dan campur kode serta mengevaluasi pengaruhnya terhadap pemahaman materi dan efek-tivitas komunikasi. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi partisipan tersamar, rekam sadap, dan pencatatan, dengan fokus pada tu-turan siswa yang berperan sebagai pemandu presentasi, presenter, dan penanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena alih kode dan campur kode terjadi secara signifikan. Alih kode terjadi antara bahasa In-donesia dan bahasa Banjar, sedangkan campur kode yang teridentifikasi meliputi campur kode ke dalam dan campur kode ke luar. Penelitian ini memeperluas pengetahuan mengenai fenomena alih kode campur kode dalam konteks pendidikan formal.Kata kunci— Alih kode, campur kode, presentasiAbstract—This research examines the phenomenon of code switching and code mixing in presentations and discussion sessions in Class A-1 PS-PBSI Class of 2023. The phenomenon of code switching and code mixing is commonplace in people who master more than one language, including PBSI students who have awareness high linguistics. The aim of this re-search is to identify the causes of code switching and code mixing and to spread their influence on material understanding and communication ef-fectiveness. The method used is a qualitative descriptive method. Data collection was carried out through disguised participant observation techniques, tapping recording, and note taking, with a focus on the speech of students who acted as presentation guides, presenters, and questioners. The research results show that the phenomena of code switching and code mixing occur significantly. Code switching occurs be-tween Indonesian and Banjar languages, while the identified code mixing includes inward code mixing and outward code mixing. This research expands knowledge regarding the phenomenon of code-mixing code switching in the context of formal education.Keywords— Code Switching, code mixing, presentation

Page 9 of 11 | Total Record : 103