Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia adalah jurnal yang diterbitkan sebulan sekali oleh CV. Publikasi Indonesia. Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia akan menerbitkan artikel ilmiah dalam lingkup ilmu sosial, sains dan ilmu kesehatan. Artikel yang dipublikasikan adalah artikel hasil penelitian, kajian atau kajian ilmiah kritis dan komprehensif tentang isu-isu penting dan terkini atau ulasan buku ilmiah.
Articles
1,804 Documents
Efektivitas Penggunaan Rekam Medis Elektronik Terhadap Pelayanan Pasien Rawat Jalan di Klinik Darul Arqam Garut
Zaki Much Farid;
Nauvaldy Rayhan Fernando;
Dina Sonia
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 9 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (4586.226 KB)
|
DOI: 10.59141/cerdika.v1i9.178
Latar Belakang: Ditengah perkembangan era globalisasi dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini yang semakin pesat mampu memberikan berbagai dampak dan manfaat bagi kehidupan manusia, pelayanan rekam medis yang sangat penting bagi instansi kesehatan untuk mencatat, merekam dan mengelola informasi terhadap pasien karena informasi yang cepat dan akurat sangat dibutuhkan untuk membantu proses pengambilan keputusan. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat Efektivitas Rekam Medis Elektronik Terhadap Pelayanan Pasien Rawat Jalan Di Klinik Darul Arqam Garut untuk mengetahui menganalisis faktor-faktor yang menjadi hambatan terhadap penggunaan rekam medis elektronik. Metode: Metode penelitian yang dilakukan oleh peneliti dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif mengunakan pendekatan kualitatif, serta teknik pengumpulan data peneliti menggunakan teknik observasi karena berkenaan dengan manusia dan proses kerja, selain observasi peneliti juga menggunakan teknik wawancara kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil: Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa sebelum digunakannya Aplikasi My Klinik di Klinik Darul Arqam Garut, pelayanan yang diberikan terhadap pasien sangat membutuhkan waktu yang relatif lama sehingga pasien harus bersabar menunggu antrian untuk melakukan pengobatan, dan setelah digunakannya Aplikasi My Klinik dapat terlihat tingkat perbedaan dari proses pemberian pelayanan yang diberikan oleh petugas kepada pasien yang datang untuk berobat. Dalam penelitian dapat dikatakan bahwa penggunaan Rekam Medis Elektronik sangat efektif dan dapat membantu proses pemberian pelayanan. Kesimpulan: Sehingga disimpulkan bahwa efektivitas Rekam Medis Elektronik terhadap pelayanan pasien rawat jalan di Klinik Darul Arqam Garut sudah dikatakan efektif dan sangat membantu proses pemberian pelayanan yang diberikan kepada pasien.
Analisis dan Perancangan Sistem Informasi Rujukan Pasien Menggunakan Microsoft Visual Studio 2010 di Puskesmas
Atsni Wirastuti;
Tuti Nurani;
Meira Hidayati
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 9 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (67.336 KB)
|
DOI: 10.59141/cerdika.v1i9.179
Latar Belakang: Puskesmas sebagai pusat pelayanan kesehatan tingkat pertama yang menyelenggarakan kegiatannya secara menyeluruh, terpadu yang berkesinambungan pada suatu masyarakat yang bertempat tinggal dalam suatu wilayah tertentu. Salah satu pelayanan yang ada dalam sistem pelayanan puskesmas adalah pelayanan rujukan pasien. Sistem rujukan adalah sistem yang dikelola secara strategis, proaktif, pragmatif dan koordinatif untuk menjamin pemerataan pelayanan kesehatan maternal dan neonatal yang paripurna dan komperensif bagi masyarakat yang membutuhkan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sistem informasi rujukan pasien di puskesmas X, permasalahan dan bagaimana cara mengatasi permasalahan tersebut. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data berupa observasi di lapangan, wawancara kepada petugas rekam medis yang bertugas dalam proses pembuatan rujukan pasien serta pelaporan rujukan pasien dan studi pustaka yang berkaitan dengan pokok permasalahan yang di kaji. pengembangan perangkat lunak menggunakan metode waterfall. Sedangkan perancangan sistem informasi menggunakan pemodelan DFD (Data Flow Diagram) yang di implementasikan dengan menggunakan Bahasa pemrograman Microsoft Visual Studio 2010 dan Microsoft Acces 2016 sebagai database. Hasil: dari hasil penelitian didapatkan beberapa masalah mengenai pelaporan rujukan pasien di puskesmas X yaitu rekapitulasi pasien yang dirujuk di puskesmas X setiap harinya di rekap dengan cara menghitung jumlah pasien yang dirujuk, proses penyusunan laporan yang masih kurang efisien karna harus di rekap ulang kedalam Microsoft Excel, sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menyajkan informasi. Kesimpulan: oleh sebab itu dibuatkan sistem informasi rujukan pasien untuk mempermudah petugas dalam proses pengolahan rujukan dan pelaporan rujukan pasien.
Tinjauan Pelaksanaan Assembling Dalam Pengendalian Ketidaklengkapan Dokumen Rekam Medis Rawat Inap di RSUD Soreang
Ade Rohmawati;
Tasya Saldira Putri Supriadi;
Syaikhul Wahab
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 9 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (4116.628 KB)
|
DOI: 10.59141/cerdika.v1i9.181
Latar Belakang: Pelaksanaan pengendalian dokumen rekam medis rawat inap di bagian assembling RSUD Soreang terdapat permasalahan yaitu masih ada dokumen rekam medis rawat inap yang belum lengkap masuk ke bagian assembling. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum pelaksanaan assembling dalam pengendalian ketidaklengkapan dokumen rekam medis rawat inap di RSUD Soreang. Metode: Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah petugas rekam medis RSUD Soreang bagian assembling. Objek penelitian ini adalah dokumen rekam medis rawat inap yang berjumlah 87 dokumen. Pengumpulan data yang dilakukan adalah wawancara dan observasi. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di RSUD Soreang diketahui bahwa pelaksanaan assembling sudah sesuai dengan SPO, namun ada beberapa bagian yang belum dilaksanakan sesuai SPO sehingga mengakibatkan SPO belum berjalan efektif. Pada analisis kelengkapan menunjukan masih adanya ketidaklengkapan dalam pengisian dokumen rekam medis rawat inap. Kesimpulan: Pelaksanaan assembling dalam pengendalian dokumen rekam medis rawat inap di RSUD Soreang yaitu dilakukan dengan cara menerima dokumen rekam medis rawat inap dari ruang rawat inap, mengecek kelengkapan pengisian dokumen rekam medis rawat inap, merakit kembali dokumen rekam medis rawat inap, dan mengembalikan dokumen rekam medis rawat inap yang tidak lengkap ke masing-masing dokter penanggung jawab pasien (DPJP) yang bertanggung jawab atas ketidaklengkapan dokumen rekam medis.
Profil Kelengkapan Resep Antihipertensi Terhadap Pasien Antihipertensi di Apotek Nurani Majalaya
Edwin Fauzi Romansyah;
Rida Emelia
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 9 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (92.02 KB)
|
DOI: 10.59141/cerdika.v1i9.182
Latar Belakang: Pengkajian resep adalah proses pengkajian terhadap penulisan resep oleh tenaga kefarmasian yang dimulai dari seleksi persyaratan administrasi, farmasetik dan klinis baik resep rawat jalan maupun rawat inap. Pengkajian resep terdiri dari pengkajian secara administrasi, farmasetik dan klinis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memenuhi kesesuaian kelengkapan resep secara administrasi dan farmasetka dari dokter spesialis dalam di salah satu RSUD di Kabupaten Bandung. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif observasional dengan desain Cross Sectional. Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa jumlah total resep Antihipertensi yang tidak memenuhi standar pelayanan kefarmasian dan kelengkapan administrasi meliputi umur pasien sebesar 0%, alamat pasien sebesar 0%, dan jenis kelamin berjumlah 0%. Sedangkan secara farmasetik yang tidak memenuhi standar pelayanan kefarmasian diantaranya kekuatan obat sebesar 0% dan stabililitas sebesar 0%. Kesimpulan: Hasil dari penelitian dapat disimpulkan bahwa pengkajian resep Antihipertensi secara administrasi dan farmasetik tidak memenuhi standar pelayanan kefarmasian.
Gambaran Penggunaan Obat Pada Pasien Appendicitis Terhadap Kesehatan Usus di Rumah Sakit Annisa Cikarang
Sri Rahayu;
Kiki Loviana;
Rida Emelia
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 9 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3311.627 KB)
|
DOI: 10.59141/cerdika.v1i9.183
Latar Belakang: Appendicitis merupakan radang pada appendiks dan lebih dikenal dengan radang usus buntu yang dapat menyerang semua umur baik laki-laki ataupun perempuan sehingga menyebabkan nyeri abdomen yang dapat mengganggu aktifitas sehari-hari dan salah satu tindakan yang harus ditempuh adalah dengan appendiktomi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui obat anestesi apa saja yang digunakan serta obat-obat yang digunakan sebelum, sedang dan setelah operasi juga obat yang dibawa pulang pada saat pulang rawat inap. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan survey cross sectional yang dikumpulkan pada tahun 2020 dari seluruh populasi (415 orang) dan sampel (80 orang) dengan menggunakan data rekam medik. Penentuan sampel dengan menggunakan rumus Slovin. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan usia terbanyak yang mengalami appendicitis adalah 14-22 tahun sebanyak 32.5% (26 orang) dan terjadi pada perempuan sebanyak 71,25% (57 orang) dengan diagnosa appendicitis akut sebanyak 62,5% (50 orang) serta menggunakan anestesi lokal 90% (72 orang) dan dirawat selama 4 hari sebanyak 50% (40 orang). Pola terapi yang digunakan sebelum operasi adalah kombinasi Cairan RL + Ceftriaxone inj sebanyak 55% (44 orang), pada saat operasi kombinasi Cairan RL + Bunascan inj + Ondansetron 8 mg inj + Ranitidine inj + Tramadol inj sebanyak 43,75% (35 orang), setelah operasi kombinasi Cairan RL + Ceftriaxon inj + Ketorolac inj + Ranitidin inj sebanyak 23,75% (19 orang) dan kombinasi Cairan RL + Ceftriaxon inj + Ranitidin inj + Tofedex inj sebanyak 23,75% (19 orang), obat yang dibawa pulang rawat kombinasi Asam Mefenamat 500 mg tab + Cefixime 200 mg tab + Ranitidin tab sebanyak 27,5% (22 orang). Kesimpulan: Usia pasien terbanyak yang mengalami appendisitis di Rumah Sakit Annisa Cikarang yaitu pada usia 14 – 22 tahun sebanyak 32,5%(26 orang) dan terjadi pada pada perempuan sebanyak 71,25%(57 orang.
Tinjauan Pelaksanaan Penyusutan Rekam Medis Rawat Inap di Rumah Sakit “X” Bandung
Ali Amirudhin;
Sali Setiatin
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 9 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (700.062 KB)
|
DOI: 10.59141/cerdika.v1i9.184
Latar Belakang: PERMENKES 269 Tahun 2008 tentang rekam medis menyatakan bahwa rekam medis pasien rawat inap di Rumah Sakit wajib disimpan sekurang-kurangnya untuk jangka waktu 5 (lima) tahun terhitung dari tanggal terakhir pasien berobat atau dipulangkan, Penyusutan rekam medis merupakan suatu kegiatan pengurangan dokumen dari rak penyimpanan dengan cara memindahkan berkas rekam medis in-aktif dari rak aktif ke rak in-aktif. Tujuan: tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak penyusutan rekam medis terhadap ruang penyimpanan, mengetahui jenis formulir yang dilestarikan serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi Rumah Sakit “X” Bandung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Metode: Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan studi pustaka. Hasil: Jenis formulir yang diselamatkan merupakan formulir rekam medis yang bernilaiguna seperti : ringkasan masuk dan keluar, resume, lembar operasi. Serta untuk mengoptimalkan penyusutan dokumen rekam medis maka diusulkan agar setiap dokumen rekam medis diberi kode warna, sesuai tahun terakhir berobat. Kesimpulan: Prosedur penyusutan dokumen Rekam medis di Rumah Sakit “X” Bandung dilakukan dengan tiga tahapan, yaitu : Pemindahan, penilaian dan pemusnahan.
Pelaksanaan K3 di Ruang Penyimpanan Rekam Medis RSU Bina Sehat
Riski Triyani;
Leni Herfiyanti
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 9 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (78.11 KB)
|
DOI: 10.59141/cerdika.v1i9.185
Latar Belakang: Keselamatan menjadi kebutuhan bagi setiap mahluk hidup, secara tidak sadar mereka telah mengenal aspek keselamatan itu sendiri untuk mengantisipasi berbagai ancaman bahaya disekitar mereka. Sejalan dengan perkembangan zaman potensi bahaya yang dihadapi akan sangat beragam termasuk bahaya oleh manusia itu sendiri. Mengingat bahwa seluruh kegiatan rekam medis diselenggarakan oleh sumber daya manusia pencarian berkas rekam medis yang dilakukan oleh petugas harus cepat dan tepat bisa menimbulkan kecelakaan jika tidak berhati-hari serta kondisi berkas yang sudah rusak dan berdebu dapat menimbulkan gangguan kesehatan sehingga harus mendapatkan perhatian serius mengenai pelaksanaan K3 di ruang penyimpanan rekam medis RSU Bina Sehat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui K3 di Ruang Penyimpanan Rekam Medis RSU Bina Sehat. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dan data primer diperoleh dengan triangulasi. Teknik pengumpulan data yaitu observasi serta wawancara untuk mengetahui permasalahan yang sedang diteliti. Objek penelitian adalah 3 orang petugas penyimpanan rekam medis. Analisis data yang digunakan peneliti terdiri dari data reduction, data display, dan conclusion. Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa belum ada prosedur tetap, kurangnya kesadaran petugas mengenai K3, ruang gerak untuk bekerja sempit, alat pelindung diri kurang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pelaksanaan K3 belum baik. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah pelaksanaan keselamatan dan Kesehatan kerja di ruang penyimpanan rekam medis RSU Bina Sehat dikatakan belum baik karena masih ditemukan beberapa permasalahan yang dapat menimbulkan kecelakaan pada petugas rekam medis sehingga mempengaruhi pada kinerja petugas.
Analisis Sistem Penyimpanan Rekam Medis Rawat Jalan Guna Menunjang Efektivitas Kerja di Rumah Sakit Islam Assyifa
Nori Laelatul Fitriani;
Erdha Anisa BP;
Meira Hidayati
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 9 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3987.989 KB)
|
DOI: 10.59141/cerdika.v1i9.186
LatarBelakang: Sebagai mahasiswa yang lahir dan hidup di Sukabumi, tentunya sudah menjadi tanggung jawab moril, untuk bisa memberikan sumbangsih terhadap daerahnya sendiri. Hal tersebut lah yang menjadi alasan mengapa topik ini diteliti oleh penulis. Tujuan: Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk memberikan pengaruh terhadap sistem penyimpanan rekam medis rawat jalan di Rumah Sakit Islam Assyifa agar sesuai dengan efektivitas kerja serta untuk memenuhi tugas akhir. Metode: Tulisan ini merupakan jenis penelitian kualitatif, yaitu pengambilan data dengan mengamati manusia dan perilakunya, lalu data tersebut di interpretasikan sesuai analisis penulis dalam bentuk deskriptif. Penelitian dilaksanakan di RS Islam Assyifa Kota Sukabumi dengan meggunakan metode observasi dengan cara menggali informasi melalui wawancara secara mendalam. Hasil: Hasil dari penelitian ini diantaranya adalah ditemukannya suatu kesinambungan antara latar belakang SDM yang ada di unit rekam medis dengan eksekusi kerja SDM rekam medis dilapangan. Lalu sistem desentralisasi yang diterapkan di unit rekam medis Rumah Sakit tersebut berdasarkan hasil wawancara dan analisis penulis terjadi banyak kekurangan. Hasil dari penelitian ini juga ditemukan banyak kendala salah satunya adalah kurang lebih 30% berkas rekam medis belum disusun dan dirapikan kembali ke rak filling karena sering terjadi human error. Kesimpulan: Penulis menyimpulkan bahwa sistem filling RS tersebut perlu melakukan banyak evaluasi, sebab sistem filling merupakan hal yang sangat penting dalam unit rekam medis suatu Rumah Sakit. Keberhasilan sistem rekam medis merupakan suatu representasi dari kualitas pelayanan publik, terutama dalam pelayanan kesehatan.
Analisis Keterlambatan Pengembalian Berkas Rekam Medis Rawat Jalan di RSUP Dr. Hasan Sadikin
Ridwan Cahya Sunardi;
Fahrul Rizal Pahlepi;
Meira Hidayati
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 9 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (4779.928 KB)
|
DOI: 10.59141/cerdika.v1i9.187
Latar Belakang: Keterlambatan pengembalian berkas Rekam Medis Pasien Rawat Jalan dapat menghambat proses pengelolaan Rekam Medis dan Pelayanan Rawat Jalan Di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Standar Pengembalian berkas rekam medis rawat jalan di Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin Bandung adalah segera setelah segera setelah pelayanan atau 1 x24 jam. Tujuan: Tujuan penelitiaan ini adalah ingin mangetahui lebih dalam tentang pengembalian rekam medis rawat jalan apakah sudah sesuai standar oprasional prosedur yang berlaku di RSUP Dr. Hasan Sadikin Metode: Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik sampel yang di gunakan adalah teknik simple random sampling dengan jumlah sample 100 berkas rekam medis rawat jalan dari total kunjungan pasien rawat jalan sebanyak 12461 pada bulan juni 2021. Hasil: Dari hasil penelitian penulis terjadi ketidaksesuaian standar oprasional prosedur yang berlaku di RSUP Dr. Hasan Sadikin, dimana terjadi keterlambatan pengembalian rekam medis yang seharusnya dikembalikan 1x24jam ternyata penelitian menunjukan bahwa keterlambatan pengembalian rekam medis terendah pada tgl 2 s/d 14 Juni 2021 sebanyak 30 berkas rekam medis (60%) dan keterlambatan pengembalian berkas rekam medis tertinggi pada tgl 15 s/d 30 Juni 2021 sebanyak 36 berkas rekam medis (72%). Kesimpulan: Ketidaksesuainya prosedur yang ada dengan pelaksanaan di lapangan masih terjadi keterlambatan pengembalian total dari keseluruhan sempel yang di ambil terjadi keterlambatan sebesar 72% dan yang terendah sebesar 60% yang dikarenakan tidak ada pengecekan terhadap rekam medis yang di pinjam dengan yang dikembalikan oleh perawat dan petugas poliklinik.
Analisis Lonjakan Pasien COVID-19 Terhadap Pemenuhan Fasilitas di RS Jasa Kartini Tasikmalaya
Fakhrunisa Rajbia;
Meira Hidayati
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 9 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3222.983 KB)
|
DOI: 10.59141/cerdika.v1i9.188
Latar Belakang: Meningkatnya jumlah pasien COVID-19 di Indonesia mengakibatkan penuhnya rumah sakit dan tenaga kesehatan yang mulai kewalahan dengan jumlah pasien yang terus bertambah dari hari ke hari sehingga mengakibatkan pelayanan yang diberikan kurang maksimal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk membahas penyebab, akibat dan solusi terkait lonjakan pasien COVID-19 khususnya di Rumah Sakit Jasa Kartini Tasikmalaya. Metode: Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan model analisis triangulasi sumber data. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit jasa Kartini Tasikmalaya pada bulan April-Mei 2021. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 685 kasus dengan sampel sebanyak 500 kasus. Hasil: Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa penyebab umum lonjakan pasien COVID-19 adalah kejenuhan masyarakat terhadap pandemi sehingga masyarakat mulai lalai menjalankan protokol kesehatan, mobilitas tinggi akibat efek Ramadhan dan Libur Idul Fitri, banyak orang yang terus mudik lebaran. Alasan khusus lonjakan pasien COVID-19 di Rumah Sakit Jasa Kartini adalah letak Rumah Sakit yang strategis sehingga mudah dijangkau pasien, dan Rumah Sakit ini telah ditetapkan oleh pemerintah daerah sebagai Rumah Sakit yang melayani pasien COVID-19 di Tasikmalaya. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini terdapat dampak yang dirasakan rumah sakit dengan bertambahnya pasien COVID-19 adalah fasilitas tempat tidur selalu terisi penuh, dan tenaga kesehatan yang kewalahan karena pasien terus bertambah. Solusi yang peneliti usulkan diharapkan Rumah Sakit Jasa Kartini menambah tempat tidur untuk pasien COVID-19 dan menambah tenaga kerja kesehatan sehingga akan berdampak pada pelayanan yang semakin optimal.