Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia adalah jurnal yang diterbitkan sebulan sekali oleh CV. Publikasi Indonesia. Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia akan menerbitkan artikel ilmiah dalam lingkup ilmu sosial, sains dan ilmu kesehatan. Artikel yang dipublikasikan adalah artikel hasil penelitian, kajian atau kajian ilmiah kritis dan komprehensif tentang isu-isu penting dan terkini atau ulasan buku ilmiah.
Articles
1,921 Documents
Analisis Dokumen Rekam Medis Rawat Inap Kasus Bedah di Rumah Sakit X Bandung
Siti Khofidhoh;
Meira Hidayati
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 10 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (4673.443 KB)
|
DOI: 10.59141/cerdika.v1i10.214
Latar Belakang: Instansi pelayanan kesehatan harus selalu meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dengan menyelenggarakan rekam medis yang cepat, tepat dan akurat. Kelengkapan data rekam medis dapat di review pada empat yaitu review identifikasi, autentifikasi, pencatatan dan pelaporan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka kelengkapan dokumen rekam medis rawat inap kasus bedah di Rumah Sakit X Bandung dengan analisis kuantitatif. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin dengan populasi 190 dan hasil sampel yang didapatkan adalah 65 sampel. Hasil: Hasil penelitian ini didapatkan review kelengkapan berdasarkan identifikasi pasien yaitu 61% dan review ketidaklengkapannya yaitu 39%. Hasil review pada kelengkapan pelaporan yang penting yaitu 45% dan ketidaklengkapannya yaitu 55%. Hasil review kelengkapan pada autentifikasi yaitu 75% dan ketidaklengkapannya yaitu 25%. Hasil review kelengkapan pada dokumentasi yaitu 63% dan ketidaklengkapannya yaitu 37%. Kesimpulan: Bahwa dokumen rekam medis yang tidak lengkap setelah di KLPCM dan dianalisis kelengkapannya akan dikembalikan kepada unit rawat inap. Saran yang disampaikan yaitu perlu dilakukan sosialisasi ulang kepada seluruh tenaga kesehatan (dokter dan perawat) tentang Standar Prosedur Operasional (SPO) pengisian atau pencatatan resume medis agar tercapainya standar pelayanan minimal dengan hasil 100%.
Pengaruh Rekam Medis Elektronik Terhadap Peningkatan Efektivitas Pelayanan Rawat Jalan di Rumah Sakit X
Tania Latipah;
Siti Solihah;
Sali Setiatin
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 10 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (4502.566 KB)
|
DOI: 10.59141/cerdika.v1i10.215
Latar Belakang: Penggunaan Rekam Medis Elektronik (RME) di banyak pelayanan kesehatan diharapkan dapat menggantikan Rekam Medis Manual karena Rekam Medis Elektronik dianggap lebih efektif dan efisien dalam penggunaannya, banyak rumah sakit yang sudah mulai menggantikan Rekam Medis Manual (RMM) dengan Rekam Medis Elektronik (RME) termasuk Rumah Sakit X. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa pengaruh penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) terhadap peningkatan efektivitas khususnya pada pelayanan Rawat Jalan Rumah Sakit X. Metode: Penelitian ini dilakukan pada tanggal 5 – 8 Juli 2021. Dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif pendekatan deskriptif dengan desain penelitian korelasional. Penelitian dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada 30 Perekam Medis dan Informasi Kesehatan yang mengisi posisi tenaga kesehatan Rekam Medis Rumah Sakit X. Hasil: Hasil penelitian menunjukan persentase dari aspek 4 Aspek efektivitas yang diteliti suatu program dalam hal ini RME dapat dikatakan efektif apabila program tersebut memenuhi Aspek Tugas dan Fungsi, Aspek Rencana atau Program, Aspek Ketentuan dan Peraturan, dan Aspek Tujuan atau Kondisi Ideal pada pelayanan Rawat Jalan saat diberlakukannya Rekam Medis Elektronik di Rumah Sakit X. Kesimpulan: Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tenaga kesehatan Rawat Jalan Rumah Sakit X setuju bahwa penerapan RME efektif pada 3 aspek yaitu; tugas atau fungsi rawat jalan, rencana atau program rawat jalan, ketentuan dan peraturan rawat jalan, adapula tenaga kesehatan Rawat Jalan Rumah Sakit X sangat setuju bahwa penerapan RME efektif pada aspek tujuan atau kondisi ideal Rawat Jalan Rumah Sakit X.
Kebutuhan PMIK Berdasarkan Analisa Beban Kerja Pada Bagian Assembling Rawat Inap Rumah Sakit X Bandung
Tina Dwiasih;
Nurul Amalya;
Yuyun Yunengsih
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 10 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (473.43 KB)
|
DOI: 10.59141/cerdika.v1i10.216
LatarBelakang: Proses penomoran berkas rekam medis di Puskesmas Muka Cianjur masih menggunakan cara manual sehingga berkas rekam medis tidak berurutan dan berantakan. Masalah tersebut terjadi karena keterbatasan sumber daya manusia, Puskesmas Muka hanya memiliki satu staf Rekam Medis dan tenaga non Rekam medis untuk memudahkan dalam pencarian dan penyimpanan berkas rekam medis maka diterapkan sistem penomoran file berdasarkan wilayah tempat tinggal pasien yang dibagi menjadi 3 kelompok daerah terdekat Puskesmas meliputi Kelurahan Muka, Kelurahan Bojong Herang, dan kelurahan Babakan Karet adapun khusus untuk pasien Luar Wilayah dari 3 kelurahan tersebut dimasukkan kedalam file “Luar Wilayah”. Tujuan: Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan nomor file bedasarkan wilayah tempat tinggal pasien. Metode: Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan fenomological kepada 3 orang staf dan karyawan Puskesmas Muka Cianjur. Hasil: Dari hasil penelitian yang kami temukan bahwa masih terdapat masalah, baik dari faktor internal maupun eksternal rekam medis di Puskesmas Muka. Masih terdapat berkas yang hilang di luar ruangan rekam medis, Penerapan Nomor File ini adalah untuk memudahkan setiap petugas untuk pengambilan ataupun pengembalian berkas. Kesimpulan: Penerapan Nomor file di Puskesmas Muka Cianjur ini diterapkan untuk memudahkan petugas untuk mencari berkas pasien yang berisi identitas pasien sesuai KTP/Surat tanda pengenal lainnya.
Legal Delegasi (Pelimpahan Wewenang Medis) Dokter Kepada Perawat Ditinjau dari Perspektif Hukum
Yana Sylvana;
Yohanes Firmansyah;
Imam Haryanto
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 12 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (4024.969 KB)
|
DOI: 10.59141/cerdika.v1i12.217
Latar Belakang: Pelimpahan wewenang oleh dokter kepada perawat dapat dilakukan secara delegasi ataupun mandat. Pelimpahan wewenang dengan cara delegasi atau mandat seharusnya dilakukan dengan cara tertulis karena hal ini berkaitan dengan hubungan hukum yang terkait dengan hak dan kewajiban ners dan dokter dalam menjalani kewenangannya. Tujuan: Menelaah secara yuridis pelimpahan wewenang dan tanggung jawab hukum pelimpahan wewenang dokter ke perawat Metode: Pendekatan penelitian ini merupakan yuridis normatif, dengan waktu penelitian dari Mei 2021 – Agustus 2021. Sampel penelitian ini berupa sumber hukum primer (regulasi dan hukum positif), sumber hukum sekunder (buku), serta sumber hukum tersier (website). Seluruh materi daring diambil dari berbagai literatur terindeks Google Scholar Hasil: Permenkes Nomor 2052/Menkes/Per/X/2011 tentang Izin Praktik dan Pelaksanaan Praktik Kedokteran, dalam Pasal 23 Ayat (1) menyatakan: segala pelimpahan wewenang wajib tertulis, bilamana hal ini tidak dilakukan maka terdapat konsekuensi hukum Kesimpulan: Dokter dapat mendelegasikan wewenang kepada perawat melalui pendelegasian atau mandat. Pendelegasian wewenang seringkali diikuti dengan pendelegasian kewajiban, sedangkan mandat tidak.
Tinjauan Pelaksanaan Pemusnahan Rekam Medis Rawat Jalan Terhadap Efektivitas Pelayanan di RS X
Jihad Azzaidi;
Muhammad Bayu Herlambang;
Irda Sari
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 10 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (4609.871 KB)
|
DOI: 10.59141/cerdika.v1i10.218
Latar Belakang: Semakin berkembangnya teknologi di Indonesia, maka semakin tipis pula batas antara informasi yang informatif dengan informasi yang non informative. Begitu juga di dunia kesehatan, semakin berkembang teknologi semakin transparan pula informasi mengenai kesehatan ke khalayak ramai. Bukan hanya mengenai tenaga kesehatannya tapi hingga ilmu kesehatannya pun sedang banyak diperbincangkan sekarang ini. Maka dari itu dibutuhkan penjelasan yang jelas mengenai kesehatan, seperti mengenai pemeliharaan kesehatan, pemeliharaan kesehatan merupakan suatu upaya penanggulangan, dan pencegahan gangguan kesehatan yang memerlukan pemeriksaan, pengobatan ataupun perawatan termasuk kehamilan, dan persalinan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pemusnahan rekam medis rawat jalan yang menunjang efektivitas pelayanan di Rumah Sakit X serta Upaya untuk Pemecahan Permasalahan Dalam Pelaksanaan Pemusnahan Rekam Medis Rawat Jalan di Rumah Sakit X. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan teknik pengumpulan data dengan cara observasi dan wawancara serta melakukan kajian pustaka yang berkaitan dengan pokok permasalahan. Hasil: Hasil dari penelitian, pelayanan yang diberikan dapat dikatakan efektif jika pelaksanaan pemusnahan rekam medis dilakukan secara tepat dan cepat sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku. Kesimpulan: Berdasarkan penelitian yang dilakukan, ditemukan beberapa permasalahan yaitu: (1) Adanya penumpukkan dokumen yang akan dilakukan penilaian rekam medis in aktif dikarenakan tidak ada ruangan khusus untuk menyimpan dokumen tersebut; (2) Belum adanya jadwal yang spesifik dari rumah sakit mengenai pelaksanaan retensi rekam medis.
Perancangan Sistem Informasi Peminjaman dan Pengembalian Rekam Medis Rawat Inap di RSIA Humana Prima Bandung
Haini DwiJuliani Hendayal;
Yuda Syahidin;
Meira Hidayati
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 11 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (5442.65 KB)
|
DOI: 10.59141/cerdika.v1i11.219
Latar Belakang: Peminjaman dan pengembalian rekam medis pasien rawat inap di RSIA Humana Prima Bandung terdapat beberapa kendala, seperti sistem yang masih menggunakan sistem manual dan masih menggunakan buku ekspedisi belum sampai pada pemanfaatan sistem informasi komputerisasi. Begitupun dalam proses pengembalian terkadang masih terjadi ketidaktepatan waktu pengembalian rekam medis. Sebab hal itu dibutuhkannya perancangan sistem informasi peminjaman dan pengembalian rekam medis pasien rawat inap, agar mempermudah petugas dalam pencatatan, peminjaman, pengembalian, dan memonitoring rekam medis dengan baik. Tujuan: Tujuan umum dari penelitian ini adalah merancang sistem informasi peminjaman dan pengembalian berkas rekam medis rawat inap RSIA Humana Prima Bandung. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan metode pengembangan yang digunakan adalah metode waterfall. Hasil: Hasil dari penelitian ini adalah merancang dan membuat sistem informasi peminjaman dan pengembalian rekam medis pasien rawat inap menggunakan microsoft visual studio 2010 yang diharapkan agar memudahkan petugas rekam medis untuk melaksanakan tugasnya. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini yaitu peminjaman dan pengembalian rekam medis pasien rawat inap di RSIA Humana Prima Bandung. Saat ini mempunyai pengolahan data yang cukup baik namun masih terdapat kendala untuk peminjaman dan pengembalian seperti sistem yang berjalan tidak sesuai dengan kenyataan yang ada dan membuat proses peminjaman dan pengembalian rekam medis dilakukan dengan cara manual. Begitupun dalam proses pengembalian rekam medis yang telah selesai dipinjam masih terjadi keterlambatan waktu pengembalian. Selain itu belum adanya sistem informasi peminjaman dan pengembalian rekam medis dengan laporan yang memadai sehingga sangat sulit untuk memonitoring.
Faktor-Faktor Penyebab Kerusakan Fisik Rekam Medis Rawat Jalan di Puskesmas Paseh
Rahma Suci Hadiyanti;
Muhammad Ihsan Hafizan;
Sali Setiatin
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 10 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (5389.25 KB)
|
DOI: 10.59141/cerdika.v1i10.220
Latar Belakang : Dokumen Rekam Medis merupakan alat untuk merekam mencatat terjadinya transaksi pelayanan. Sehingga berkas rekam medis dapat memberikan informasi yang akurat dan berkesinambungan, mutu pelayanan dapat ditingkatkan bila didukung oleh keamanan dan kerahasiaan berkas rekam medis pasien di ruang penyimpanan, dokumen rekam medis harus dikelola dengan baik karena mempunyai nilai manfaat yang besar bagi puskesmas. Pengelolaan dokumen rekam medis memerlukan penyimpanan, pengamanan dan pemeliharaan supaya tidak rusak. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja faktor-faktor benyebab kerusakan fisik rekam medis rawat jalan di Puskesmas Paseh. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan pengumpulan data dengan praktik kerja lapangan atau observasi, studi pustaka dan wawancara yang mendalam kepada perekam medis dengan menggunakan analisis unsur manajemen 5M (Man, machine, method, material, dan Money). Hasil : 100 rekam medis yang mengalami kerusakan dengan kualitas map putih berbahan tipis sehingga formulir didalamnya bisa ikut rusak atau robek. Di Puskesmas Paseh terdapat 1 dari 3 perekam medis yang memiliki latar belakang pendidikan bukan D3 rekam medis, tidak adanya SOP terkait pemeliharaan rekam medis, kurangnya rak penyimpanan serta kapasitas ruangan yang kurang luas, dan bahan data pasien masih ada yang menggunakan map dokumen yang kurang tebal. Kesimpulan : Pemeliharaan rekam medis di Puskesmas Paseh tergolong cukup namun ada beberapa yang perlu di lakukan seperti meningkatkan pelatihan perekam medis terkait pemeliharaan rekam medis, menambah rak penyimpanan, memperluas ruangan, serta membuat standar prosedur operasional (SPO) terkait perlindungan dan pemeliharanan dokumen rekam medis.
Tinjauan Aspek Keamanan dan Kerahasian Rekam Medis di Ruang Filing RS BSA Bandung
Aloysius F Tarigan;
Leni Herfiyanti
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 11 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3989.109 KB)
|
DOI: 10.59141/cerdika.v1i11.222
Latar Belakang: Keamanan dan kerahasiaan merupakan faktor yang sangat penting dalam pengelolaan dokumen rekam medis. Keamanan dan kerahasian rekam medis di Rumah Sakit Bhayangkara Sartika Asih Bandung masih belum terjaga. Masih ada selain petugas rekam medis yang bisa keluar masuk ke ruang Filing. Tujuan: Guna mengetahui keamanan dari beberapa segi aspek berkas rekam medis di ruang filing RSBSA Bandung. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode observasi. Objek penelitian yaitu 50 dokumen rekam medis dan ruangan rekam medis. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan dari segi aspek fisik tinta yang digunakan berwarna hitam dan kertas yang digunakan berukuran A4. Tidak adanya Out guide, bon peminjaman dan kamper. Selain itu masih ada petugas diluar rekam medis yang bisa keluar masuk dan meminjam dokumen rekam medis tanpa sepengetahuan petugas Filing, sehingga banyak dokumen rekam medis yang hilang atau terbawa oleh petugas. Aspek biologis adanya jamur, serangga seperti rayap, kecoa dan tikus. Aspek kimiawi adanya petugas rekam medis yang makan atau minum di ruang Filing. Aspek kerahasiaanya masih ada dokumen rekam medis yang terbawa atau hilang oleh petugas di luar rekam medis. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan di atas, penulis menyimpulkan diantaranya untuk menjaga kerahasiaan rekam medis diperlukan ruang Filing yang memenuhi ketentuan dalam menjaga keamanan dan kerahasiaan dokumen rekam medis pasien. Ruang filing dapat dikatakan baik jika telah memenuhi prosedur yang ditentukan dan dapat menjamin keamanan serta terhindar dari kehilangan atau kerusakan yang dapat membahayakan dokumen rekam medis.
Pengaruh Penerapan K3 Terhadap Produktivitas Sistem Penyimpanan Rekam Medis di RS X
Weni Nuraeni;
Meira Hidayati
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 11 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3861.984 KB)
|
DOI: 10.59141/cerdika.v1i11.223
Latar Belakang: Kegiatan kerja tentunya menbutuhkan suasana yang aman serta nyaman dengan prosedur yang untuk menjaga keselamatan dan kesehatan kerja guna menunjang produktivitas kerja khususnya di unit penyimpanan rekam medis. Jadi sudah sepatutnya kita sebagai manusia untuk selalu memperhatikan keselamatan dan kesehatan diri serta lingkungan. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan keselamatan dan kesehatan (K3) terhadap produktivitas kerja sistem penyimpanan rekam medis di RS X. Metode: Metode yang digunakan yaitu metode penelitian kuantitatif yang di jelaskan dengan pendekatan deskriptif, metode pengumpulan data yang digunakan yaitu Observasi, wawancara, kuesioner dan studi pustaka dengan subjek penelitian seluruh petugas penyimpanan rekam medis yang berjumlah tujuh orang dan objek penelitian yaitu ruang penyimpanan rekam medis. Teknik analisis data uji validitas, uji korelasi, uji regresi linear sederhana menggunakan SPSS versi 23. Hasil: Berdasarkan hasil dari penelitian yang diperoleh terdapat 16 pernyataan yang dinyatakan valid dan reliabel, hasil dari pearson correlation sebesar 0,926 sehingga sangat kuat dan berpengaruh positif, yang berarti pengaruh Penerapan K3 Terhadap Produktivitas Kerja sebesar 82,8% sedangkan sisanya 17,2% dipengaruhi oleh variabel lain atau error. Kesimpulan: Penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa yaitu ruang penyimpanan rekam medis yang belum sesuai dengan standar terutama luas ruangan dan fasilitas yang ada di ruang penyimpanan rekam medis.
Kelengkapan Pengisian Formulir Persetujuan Tindakan Operasi (Informed Consent) Pada Pasien Bedah Rawat Inap Di Rumah Sakit X Bandung
Diah Indah Amelia;
Leni Herfiyanti
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 11 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3597.991 KB)
|
DOI: 10.59141/cerdika.v1i11.224
Latar Belakang: Informed consent adalah penyampaian informasi dari dokter atau perawat kepada pasien sebelum suatu tindakan medis dilakukan. Hal ini penting dilakukan karena setiap pasien berhak mengetahui risiko dan manfaat dari tindakan medis yang akan dijalankan. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelengkapan pengisian formulir persetujuan tindakan operasi (informed consent) pada pasien bedah rawat inap di Rumah Sakit X Bandung. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Adapun metode pengumpulan data yaitu dengan observasi dan wawancara. Sampel diambil dengan menggunakan teknik sampel random sederhana dengan total 80 berkas rekam medis. Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa kelengkapan pengisian formulir persetujuan tindakan operasi (informed consent) berjumlah 11 berkas dan yang tidak lengkap berjumlah 69 berkas. Ketidaklengkapan pengisian formulir persetujuan tindakan operasi (informed consent) disebabkan oleh kurangnya pemahaman dari dokter, perawat maupun pasien mengenai informed consent dan kurangnya implementasi dari dokter, perawat maupun pasien mengenai informed consent. Kesimpulan: Dari hasil penelitian yang telah dilakukan berdasarkan data yang telah diperoleh selama peneliti menemukan beberapa ketidaklengkapan pengisian informed consent dari bulan Oktober, November dan Desember tahun 2020 dari operasi 409 populasi dan 80 sampel berkas informed consent tindakan operasi yang digunakan. Terdapat informed consent dengan pengisian data yang terisi lengkap sebesar 17% dan pengisian informed consent tidak terisi lengkap sebanyak 83%.