cover
Contact Name
Arisman Adnan
Contact Email
irchum.bsmi@gmail.com
Phone
+6281329921665
Journal Mail Official
irchum.bsmi@gmail.com
Editorial Address
Jl.Moch. Kahfi II, Gg.Gardu, RT.04 / RW.05, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, DKI Jakarta, Indonesia, 12630
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Indonesian Red Crescent Humanitarian Journal
ISSN : 28298497     EISSN : 28298500     DOI : https://doi.org/10.56744/irchum.v1i1
Core Subject : Humanities, Health,
Indonesian Red Crescent Humanitarian Journal focused to publish high-quality articles dedicated to all aspects of the latest outstanding community service reports, conceptual ideas, studies, theories, related to humanitarian social activities.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 36 Documents
Regulasi Pelayanan Kesehatan Di Fase Tanggap Darurat  Pasca Bencana Gempa Bumi Di Indonesia : Review Literatur Komprehensif Novianti , Novianti; Supartono, Basuki
Indonesian Red Crescent Humanitarian Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Indonesian Red Crescent Humanitarian Journal
Publisher : Bulan Sabit Merah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56744/irchum.v3i1.39

Abstract

Hampir dalam jumlah besar warga negara Indonesia menempati area resiko bencana alam meliputi bencana gempa bumi. Musibah gempa bumi yang disertai evakuasi korban bencana beresiko menyebabkan timbulnya problem kesehatan.Sudah banyak ditulis mengenai regulasi pelayanan kesehatan bencan di masa tanggap darurat pasca gempa bumi namun tulisan tersebut belum komperhensif. Tujuan penulisan ini melakukan review komprehensif terhadap  hal tersebut. literature review narative menggunakan mesin pencari data Google dan Google Scholar.Artikel jurnal imiah sepuluh tahun terakhir dan berbahasa Indonesia. Didapatkan 16 literature berbahasa Indonesia dari tahun 2013-2023. Belum ada standar pelayanan minimal tanggap darurat pasca gempa bumi.Saran:Segera dibuat regulasi terbaru untuk memenuhi kebutuhan masyarakat saat bencana alam  melalui usulan Undang-Undang Baru yang mengatur standar minimal pelayanan kesehatan saat situasi bencana alam gempa bumi.  
Edukasi Pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) Sebagai Langkah Pencegahan Stunting di Kelurahan Perawang Kabupaten Siak Hasneli N, Yesi; adipa, Muhammad Evan Adipa; Liana Putri Ramadlani; Jennyfer Veronika; Nazifah Syahirah Hasanah; Nurul Annisya; Nurwahyuni; Nuryanti; Risti Amanda Putri; Rishatul Khoiriyah
Indonesian Red Crescent Humanitarian Journal Vol. 2 No. 2 (2023): Indonesian Red Crescent Humanitarian Journal
Publisher : Bulan Sabit Merah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56744/irchum.v2i2.40

Abstract

1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan masa emas anak dalam pertumbuhan dan perkembangan yang berdampak bagi kualitas hidup anak hingga dewasa. Dimulai sejak 270 hari masa kehamilan hingga 730 hari setelah melahirkan. Pada masa ini, kesehatan dan kebutuhan gizi anak harus terpenuhi, untuk mencegah permasalahan gizi dan penyakit kronik pada anak. Stunting merupakan salah satu dampak buruk dari tidak terpenuhinya gizi pada 1000 HPK. Tidak hanya mempengaruhi pertumbuhan fisik yang menyebabkan anak lebih pendek dari seusianya namun juga mempengaruhi perkembangan kognitif pada anak. Tercatat bahwa angka prevalensi Stunting di Indonesia mencapai 24%, dan di wilayah Siak sekitar 22%. Untuk menurunkan prevalensi tersebut, mahasiswa KKN MBKM Keperawatan UNRI ikut bersinergi dengan melakukan penyuluhan pentingnya 1000 HPK dengan presentasi langsung dan menggunakan leaflet sebagai media. Penyuluhan ini dilakukan di wilayah kelurahan Perawang Kecamatan Tualang Kabutan Siak, Riau dengan menghadirkan kader posyandu se kelurahan yang dipercaya sebagai penggerak dan dapat menyebarluaskan informasi pada seluruh masyarakat di kelurahan Perawang. Setelah dilakukan penyuluhan, terdapat peningkatan pengetahuan warga terkait pentingnya 1000 HPK dalam pencegahan Stunting dengan hasil rata-rata pre Test 71/100 yang kemudian meningkat pada hasil rata-rata post Test 89/100. Penyuluhan ini dilakukan sebagai bentuk pengabdian terhadap masyarakat dengan harapan agar permasalahan Stunting di wilayah kelurahan Perawang dapat dicegah dan diatasi.
Analisa Perspektif Hukum Pengendalian Dampak Perubahan Iklim Terhadap Kesehatan di Indonesia Setya, Clarita Ayu Putri; Supartono, Basuki
Indonesian Red Crescent Humanitarian Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Indonesian Red Crescent Humanitarian Journal
Publisher : Bulan Sabit Merah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56744/irchum.v3i1.44

Abstract

Perubahan iklim yang tidak menentu dapat mempengaruhi kesehatan manusia. Dalam hal ini perubahan iklim dapat mempengaruhi manusia baik secara langsung maupun tidak langsung. Paparan secara langsung yaitu perubahan pola cuaca baik dari suhu, curah hujan, kenaikan permukaan air laut, serta peningkatan ekstrimnya cuaca. Ekstrimnya cuaca dapat mempengaruhi kesehatan manusia. Mulai dari kualitas udara, air, dan makanan, serta adanya penipisan pada lapisan ozon, keterbatasan persediaan air, fungsi ekosistem yang menurun, dan degradasi lahan hal-hal ini memiliki dampak yang signifikan bagi kesehatan manusia. Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan literatur review yang didapatkan dari sumber seperti google scholar atau jurnal-jurnal yang terkait. Sehingga dalam regulasi yang dimana perlu memperhatikan kualitas kesehatan lingkungan supaya dalam perubahan iklim tidak memberikan dampak yang parah dalam pelayanan kesehatan. Tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kesehatan tetap harus sesuai standar. Kerjasama antar lintas sektor perlu diperhatikan karena dalam menanggulangi perubahan iklim tidak bisa ditangani sendiri. Untuk masyarakat perlu halnya menjaga lingkungan sekitar, hemat menggunakan energi, mengurangi penggunaan kendaraan bermotor, dan mengelola sampah rumah tangga. Lingkungan sangat memiliki hubungan signifikan terhadapat perubahan iklim yang begitu cepat.
The Field Hospital's Responsibility For Patient Autonomy When A Medical Dispute Occurs Wijaya, Deni
Indonesian Red Crescent Humanitarian Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Indonesian Red Crescent Humanitarian Journal
Publisher : Bulan Sabit Merah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56744/irchum.v3i1.47

Abstract

Public institutions that have a focus on managing and providing patient services to the community are hospitals. Field hospitals (field hospitals) are service units created to assist the function of referral health services (outpatient, inpatient, emergency unit, operating room, laboratory , etc.) which is carried out in emergency conditions. The aim of this research is to find out how to protect patients in field hospitals in the event of a medical dispute, and who is responsible if a medical dispute occurs in the field hospital. This research method uses a qualitative phenomenological method aimed at describing or explaining a person's personal experience, including the experience of relationships with other people, using literature study as a data collection procedure. The results of the research are that the Field Hospital has not yet regulated or there are no regulations in the event of a medical dispute. in field hospitals, resulting in harm to patients, and in Law Number 17 of 2023, there are no regulations regarding Field Hospitals, which means it creates a legal vacuum, so far there has been no legal review regulating responsibility for medical disputes in hospitals field because the author conducted this literature study research.
Profil Profil Kadar Gula Darah Dan Tekanan Darah Pada Pasien Di Klinik Insan Medika Kabupaten Tangerang Nurhafifa, Diani; Rahayu, Kun Mardiwati; Asmin, Asmin
Indonesian Red Crescent Humanitarian Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Indonesian Red Crescent Humanitarian Journal
Publisher : Bulan Sabit Merah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56744/irchum.v3i1.59

Abstract

Penyakit degeneratif merupakan salah satu penyakit penyebab kematian tertinggi. Menurut Badan Kesehatan Dunia atau WHO (2021), penyakit ini menyumbang sebanyak 71% angka kematian secara global, dengan lebih dari 80% kematian disebabkan oleh penyakit kardiovaskular, kanker, pernapasan (seperti asma) dan diabetes; sedangkan 19% kematian lainnya diakibatkan oleh peningkatan tekanan darah (hipertensi).Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil kadar gula darah dan tekanan darah. Penelitian dilakukan di Klinik Insan Medika Kabupaten Tangerang, Banten dari tanggal 8 Februari sampai dengan 7 Maret 2021. Prosedur penelitian dengan pemeriksaan kadar gula darah sewaktu (GDS), gula darah puasa (GDP), pemeriksaan tekanan darah, dan pengumpulan data rekam medis pasien. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa GDS dan GDP pada laki-laki cenderung lebih tinggi dibandingkan perempuan. Pasien usia muda paruh baya memiliki GDS tertinggi, sementara pasien lanjut usia memiliki GDP tertinggi. Selain itu, pasien dengan riwayat diabetes melitus tipe II menunjukkan GDS dan GDP tertinggi. Untuk tekanan darah, menunjukkan bahwa profil tekanan darah pada laki-laki, perempuan, pasien usia muda paruh baya, dan lanjut usia berada pada kategori hipertensi tingkat 1. Namun, pasien dengan riwayat hipertensi memasuki kategori hipertensi tingkat 2. Oleh karena itu disarankan menerapkan program pencegahan dan manajemen yang lebih terfokus, khususnya pada kelompok-kelompok dengan risiko tinggi dengan edukasi tentang pola makan sehat, gaya hidup sehat, dan pemantauan rutin untuk pasien dengan riwayat diabetes melitus tipe II
Genocide and deprivation: Healthcare, utilities, and economic strain for displaced University College of Applied Sciences staff post-october 7 Barakat, Abeer; El Mashharawi, Aya KH; Supartono, Basuki
Indonesian Red Crescent Humanitarian Journal Vol. 3 No. 2 (2024): Indonesian Red Crescent Humanitarian Journal
Publisher : Bulan Sabit Merah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56744/irchum.v3i2.63

Abstract

The October 7, 2023, Gaza genocide has caused a severe humanitarian crisis, disrupting healthcare, essential services, and economic stability for academic and administrative staff at the University College of Applied Sciences (UCAS). A quantitative survey was conducted involving 192 displaced UCAS staff to assess the impact of displacement, revealing significant hardships: 58% lack adequate healthcare access and face critical medication shortages due to Gaza’s damaged healthcare infrastructure. Utility disruptions are widespread, with 59% struggling to secure clean water and 55% facing inconsistent or no electricity, hampering their ability to work remotely. Additionally, 82% serve as primary family providers, yet 42% report a total loss of income. The collapse of income sources and lack of external job opportunities have intensified the financial strain on UCAS staff, threatening their professional and personal responsibilities. These findings underscore the urgent need for international intervention to restore Gaza's healthcare, utilities, and financial stability. Humanitarian efforts are crucial to support Gaza’s educational institutions and strengthen the resilience of displaced educators during this ongoing conflict.
Dampak Covid-19 terhadap layanan operasi katarak di pulau Kangean, Indonesia: Studi oftalmik berbasis komunitas Jamaluddin; Nandini, Pramadita Wara; Widyastuti, Damaryati; Faiqoh, Maimanah Zumaro Ummi
Indonesian Red Crescent Humanitarian Journal Vol. 3 No. 2 (2024): Indonesian Red Crescent Humanitarian Journal
Publisher : Bulan Sabit Merah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56744/irchum.v3i2.65

Abstract

Katarak merupakan penyebab utama kebutaan, terutama pada populasi lanjut usia, dengan prevalensi tinggi di wilayah terpencil seperti Pulau Kangean, Indonesia. Pandemi COVID-19 menyebabkan disrupsi besar pada layanan kesehatan, termasuk operasi katarak, yang berdampak pada meningkatnya backlog pasien. Penelitian ini mengkaji dampak pandemi terhadap layanan operasi katarak di Pulau Kangean. Sebanyak 56 operasi berhasil dilakukan dari total 200 pasien yang memerlukan intervensi segera, menggunakan dua metode utama, yaitu Phaco (Phacoemulsification) dan mSICS (Manual Small Incision Cataract Surgery).  Penelitian ini menggunakan data sekunder, yaitu data yang diambil dari sumber yang telah ada sebelumnya, meliputi sensus penduduk terkait penyakit katarak dan hasil skrining kesehatan mata yang fokus pada deteksi dan penanganan katarak. Hasil visus menunjukkan peningkatan signifikan, di mana 76,79% pasien mencapai kategori visus "Good". Mayoritas pasien berasal dari kelompok usia lanjut (50–80 tahun), mencerminkan tingginya prevalensi katarak pada populasi ini. Temuan ini menyoroti pentingnya program kesehatan mata yang berkelanjutan selama krisis kesehatan global untuk meningkatkan akses layanan kesehatan mata di wilayah terpencil.
Anestesi spinal pada pasien hipertiroid berat akibat kehamilan mola hidatidosa: Laporan kasus Nasution, Mukri P.; Kusumaningsih, Prita
Indonesian Red Crescent Humanitarian Journal Vol. 3 No. 2 (2024): Indonesian Red Crescent Humanitarian Journal
Publisher : Bulan Sabit Merah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56744/irchum.v3i2.66

Abstract

Kehamilan mola hidatidosa merupakan salah satu penyebab hipertiroid berat pada kehamilan. Peningkatan sekresi hCG pada kehamilan mola hidatidosa menyebabkan peningkatan hormon kelenjar tiroid T3 dan T4 dan penurunan TSH karena kesamaan struktur dan reseptor TSH dan hCG sehingga mengakibatkan hCG bertindak langsung pada reseptor TSH yang ada di tiroid. Tindakan anestesi bisa menyebabkan terjadinya kondisi badai tiroid yang mengakibatkan kegagalan jantung kongestif hingga morbiditas yang tinggi. Anestesi Spinal merupakan salah satu pilihan yang tepat sebagai metode anestesi pada tindakan evakuasi mola karena dapat memblok saraf simpatis, mengurangi efek samping dari pelepasan histamin pada tindakan pembedahan dan kontrol nyeri yang baik selama dan sesudah operasi serta memudahkan deteksi awal apabila terjadi badai tiroid. Artikel ini merupakan laporan kasus tentang pasien perempuan usia 49 tahun G3P2A0 dirawat di RSUD Wamena Papua Pegunungan dengan keluhan keluar darah pervaginam sejak 2 bulan sebelum masuk rumah sakit. Pasien ini didiagnosis kehamilan mola hidatidosa dengan hipertiroid berat tanpa krisis tiroid, diagnosis ditegakkan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Pada pasien ini dilakukan tindakan evakuasi mola dengan teknik anestesi spinal. Teknik anestesi spinal dipilih karena memiliki keunggulan dalam menghambat rangsangan simpatis, mudah diberikan, onset kerja yang cepat, lebih mudah deteksi awal apabila terjadi badai tiroid.
The utilisation of instagram @dinkeskota.bdg in the dissemination of information regarding health services for the community: A virtual ethnographic study on the content analysis of health service reels on the account @dinkeskota.bdg in Bandung Prasanti, Ditha; Fuady, Ikhsan
Indonesian Red Crescent Humanitarian Journal Vol. 3 No. 2 (2024): Indonesian Red Crescent Humanitarian Journal
Publisher : Bulan Sabit Merah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56744/irchum.v3i2.68

Abstract

This research focuses on the utilisation of the Instagram account @dinkeskota.bdg for the dissemination of health service information to the community in Bandung. In this digital era, social media, particularly Instagram, has become an increasingly important platform for providing health information swiftly and engagingly. The study employs a virtual ethnographic approach to explore the interactions established between the account managers and followers through the reels content published over the past six months. The objectives of this research are to (1) ascertain the interactions occurring within the reels content concerning the health services provided by the Bandung City Health Office; and (2) identify the verbal and non-verbal language employed by followers in their responses to the reels content. The analysis focuses on the reels content, particularly the comments and reactions left by users. The findings indicate that there is significant interaction among followers regarding the uploaded content. The analysis of the reels content, specifically concerning the language used in the comments, suggests that followers express positive and supportive verbal expressions, while also employing emojis and symbols as forms of non-verbal expression. This research concludes with two key points: (1) the existence of interactions among followers of @dinkeskota.bdg; and (2) the presence of verbal language manifested in follower responses and non-verbal language represented by symbols such as likes or loves on the viewed reels content. Although the interaction in the form of comments from viewers remains limited, this presents an opportunity for the Bandung City Health Office to continue innovating in content development and to leverage various new features on Instagram. Furthermore, collaboration with health influencers could serve as a beneficial strategy to reach a broader audience.
Pengembangan strategi media visual edukatif untuk mengatasi insomnia pada anak usia dini Yuliansyah, Robby; Muntazori, Ahmad Faiz; Wulandari
Indonesian Red Crescent Humanitarian Journal Vol. 3 No. 2 (2024): Indonesian Red Crescent Humanitarian Journal
Publisher : Bulan Sabit Merah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56744/irchum.v3i2.69

Abstract

Kasus insomnia seringkali terabaikan dan tidak terlalu diperhatikan, hanya sebagian kecil penderita insomnia yang melaporkan hal ini ke layanan kesehatan meskipun dampaknya cukup parah khususnya untuk jangka panjang. Gangguan insomnia pada anak-anak terkadang tidak terdeteksi oleh orang tua dan tidak mendapatkan penanganan yang tepat, jika hal ini terjadi secara terus menerus maka akan mengakibatkan perubahan emosi dan tingkah laku anak. Perlu ada satu media edukasi untuk mengatasi insomnia pada anak, media visual dinilai efektif dalam memberikan edukasi bagi anak. Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan media visual edukatif mengatasi insomnia pada anak usia dini. Metode yang digunakan adalah R&D dengan pendekatan design thinking yang terdiri atas emphatize, define, ideate, prototype dan test. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diambil dari hasil penelitian yang sudah dipublikasikan. Penelitian ini menghasilkan buku ilustrasi bergaya semi realis dengan pemilihan warna kombinasi antara warna dingin dan warna hangat yang berukuran 18 x 24 cm dengan sampul hard cover. Buku ilustrasi ini diharapkan dapat memberikan edukasi yang efektif dalam mengatasi insomnia pada anak usia dini. 

Page 3 of 4 | Total Record : 36