cover
Contact Name
Arisman Adnan
Contact Email
irchum.bsmi@gmail.com
Phone
+6281329921665
Journal Mail Official
irchum.bsmi@gmail.com
Editorial Address
Jl.Moch. Kahfi II, Gg.Gardu, RT.04 / RW.05, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, DKI Jakarta, Indonesia, 12630
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Indonesian Red Crescent Humanitarian Journal
ISSN : 28298497     EISSN : 28298500     DOI : https://doi.org/10.56744/irchum.v1i1
Core Subject : Humanities, Health,
Indonesian Red Crescent Humanitarian Journal focused to publish high-quality articles dedicated to all aspects of the latest outstanding community service reports, conceptual ideas, studies, theories, related to humanitarian social activities.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 44 Documents
Eksplorasi pengetahuan InaRISK warga sekolah: Persepektif indigenous psychology Gobel, Muhammad Rafliansyah; Yusuf, Zuhriana K.; Wahjudi, Chairul; Kasim, Vivien Novarina
Indonesian Red Crescent Humanitarian Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Indonesian Red Crescent Humanitarian Journal
Publisher : Bulan Sabit Merah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56744/irchum.v4i1.70

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tingkat pengetahuan warga sekolah tentang aplikasi InaRISK sebagai alat mitigasi risiko bencana dari perspektif indigenous psychology. Fokus penelitian ini berada di SMP Negeri 1 Botupingge, Kabupaten Bone Bolango, yang terletak di wilayah dengan risiko bencana tinggi. Pendekatan indigenous psychology digunakan untuk menggali pengaruh nilai-nilai budaya lokal, seperti "Duluwo Limo Lo Pohalaa", terhadap pemahaman dan adopsi teknologi mitigasi bencana. Metode penelitian ini menggunakan desain survei dengan kuesioner berbasis tiga indikator utama: Konsep Dasar InaRISK, Fitur dan Fungsi Aplikasi, serta Implementasi Praktik Adaptasi. Data dikumpulkan dari 67 responden yang terdiri atas guru, siswa, dan staf sekolah.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada indikator Konsep Dasar InaRISK sangat baik 75%, indikator Fitur dan Fungsi Aplikasi sangat baik 66%, indikator Implementasi Praktik Adaptasi sangat baik 73%. Analisis tabulasi silang menunjukkan perbedaan signifikan, perempuan memiliki keunggulan pada indikator konsep dasar (76%), sementara laki-laki lebih unggul pada implementasi praktik adaptasi (74%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi teknologi modern dan kearifan lokal dapat meningkatkan efektivitas edukasi kebencanaan di lingkungan sekolah. Rekomendasi utama mencakup peningkatan pelatihan berbasis gender, penggunaan media interaktif, dan integrasi nilai-nilai budaya lokal dalam strategi mitigasi bencana. Temuan ini diharapkan dapat memperkaya literatur tentang pengelolaan risiko bencana berbasis komunitas dan teknologi di Indonesia.  
Religious coping as a protective factor against stress in medical education Mastiti, Ridha Nur
Indonesian Red Crescent Humanitarian Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Indonesian Red Crescent Humanitarian Journal
Publisher : Bulan Sabit Merah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56744/irchum.v4i1.71

Abstract

College students often face the challenge of adjusting to various daily routines, which can create pressure and lead to negative emotional experiences. To navigate these difficulties, students must develop effective coping strategies that enhance their ability to manage stress. One approach that can support stress reduction is religious coping, as it provides a sense of comfort, guidance, and emotional stability. Additionally, resilience plays a crucial role in helping individuals overcome obstacles and persist through adversity. Coping mechanisms, including those rooted in spirituality, are essential for maintaining emotional well-being and fostering strong resilience in the face of academic and personal challenges.  This cross-sectional observational analytic study gathered primary data using two questionnaire instruments: BRIEF RCOPE and Growth-Focused Resilience. Samples were collected through non-random sampling from 174 students of the Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat, class of 2023. Data analysis was conducted using the Chi-Square Test with SPSS version 21. The obtained p-value (sig) was 0.000 (0.05), indicating a significant relationship between religious coping and resilience. Religious coping was identified as a factor influencing resilience, where effective coping strategies contribute to positive personal growth, while ineffective coping may hinder resilience development. The study concludes that there is a significant correlation between religious coping and resilience among students of the Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat, class of 2023.
Penerapan mindfulness based stress reduction dan psikoedukasi pada caregiver stroke yang mengalami burnout Wiwik Kurniati; Berthy Sri Utami Adiningsih; Faisal Kholid Fahdi
Indonesian Red Crescent Humanitarian Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Indonesian Red Crescent Humanitarian Journal
Publisher : Bulan Sabit Merah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56744/irchum.v4i1.76

Abstract

Family caregiver memiliki peran yang sangat penting dalam merawat pasien stroke karena mereka biasanya mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari akibat penurunan kemandirian mereka. Beban perawatan dapat menyebabkan kelelahan fisik dan mental berlebihan yang disebut burnout. Salah satu upaya untuk mengatasi burnout adalah dengan psikoedukasi dan mindfulness-based stress reduction (MBSR). Penelitian ini bertujuan untuk melakukan asuhan keperawatan keluarga pada family caregiver penderita stroke yang mengalami burnout menggunakan MBSR dan psikoedukasi. Metode yang digunakan adalah desain Single Subject Research (SSR) yang dilaksanakan dalam 4 kali pertemuan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini ialah salah satu keluarga yang diambil secara acak diketahui adanya caregiver yang mengalami burnout melalui pengkajian MBI-HSS. Instrumen yang digunakan adalah pre dan post-test, kuesioner MBI-HSS (Maslach Burnout Inventory-Human Services Survey) dan standar operasional prosedur mindfulness dan psikoedukasi. Hasil implementasi asuhan keperawatan keluarga menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, penurunan burnout, keterampilan partisipan dalam melakukan terapi secara mandiri. Kesimpulannya, implementasi MBSR dan psikoedukasi dapat menurunkan burnout pada family caregiver penderita stroke dari tinggi ke tingkat sedang
How sleep quality is associated with blood glucose levels in elderly diabetics melitus: A critical study at Cukir Community Health Center Santoso, Syaputra Dwi; Firdaussy, Alifa Putri Syaharany Amalliya; Muhammad, Ikhlas Nur
Indonesian Red Crescent Humanitarian Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Indonesian Red Crescent Humanitarian Journal
Publisher : Bulan Sabit Merah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56744/irchum.v4i1.78

Abstract

This research aims to analyze the relationship between sleep quality and blood glucose levels in elderly patients with diabetes mellitus at Puskesmas Cukir, Jombang. Diabetes mellitus (DM) is a common chronic disease among the elderly, and poor sleep quality has been identified as a factor that may worsen diabetes management. This study is important as it addresses the gap in understanding how sleep quality directly impacts diabetes control, particularly in elderly individuals, where both sleep disturbances and diabetes are prevalent. Previous research has typically studied sleep quality or diabetes management separately, with few examining their interrelationship in elderly diabetic patients. The study used a quantitative approach with a cross-sectional design, involving 80 diabetic patients aged 50-60 years. Data was collected using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) to assess sleep quality, while blood glucose levels were measured concurrently. The results revealed that 68% of respondents had poor sleep quality, and 49% had uncontrolled blood glucose levels. Statistical analysis using Spearman’s correlation test showed a significant relationship between sleep quality and blood glucose levels (r = 0.823, p = 0.016), indicating that poor sleep quality is linked to higher blood glucose levels. This study concludes that poor sleep quality negatively affects blood glucose control in elderly patients with diabetes. The findings suggest that improving sleep quality could be an essential intervention for better glucose control and preventing diabetes-related complications. Healthcare professionals should consider sleep quality in diabetes management and provide interventions to improve sleep hygiene in elderly diabetic patients.
Relationship between macro nutrient intake, physical activity, and stress levels in police officers Handayani, Winahyu; Ratnayani; Avicena, Rasyid
Indonesian Red Crescent Humanitarian Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Indonesian Red Crescent Humanitarian Journal
Publisher : Bulan Sabit Merah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56744/irchum.v4i1.81

Abstract

Overweight cases in Banten from 2022 obesity cases increased by 22%. According to data from the Medical and Police Department (SIDOKKES) of the Cilegon City Police, the prevalence of overweight cases was 19.2% of male police officers experiencing overweight status. This study is a quantitative and observational study with a cross-sectional research design. This study aims to determine the relationship between nutrient intake, physical activity and stress levels with the incidence of obesity in police officers at the Cilegon City Police. The sample in this study were police officers at the Cilegon City Police. The results of the study concluded that the nutritional status of police officers was 60.8% experiencing normal nutrition and 39.2% experiencing overweight, with an average energy intake of 2497 Cal, 79.35 grams of protein, 87.3 grams of fat, and 350.6 grams of carbohydrates. Overall, most respondents had adequate energy, fat, and carbohydrates in the normal category. While the level of energy sufficiency in the category above the requirement figure, Judging from physical activity as many as 20.3% have light physical activity, 65.8% have moderate physical activity, and 13.9% have heavy physical activity, Based on stress levels as many as 77.2% experience light stress and 22.8% experience moderate stress, 22.8% experience moderate stress. 5. There is no significant relationship between energy intake (P = 0.333) and protein (P = 0.168) with nutritional status, but there is a significant relationship between fat intake (P = 0.030) and carbohydrates (P = 0.006) with nutritional status, There is a significant relationship between physical activity and nutritional status (P = 0.000), There is no significant relationship between stress levels and nutritional status (P = 0.607).
Relawan sebagai agen perubahan sosial: Studi kasus run for humanity BSMI Maros Tenrisanna, Andi
Indonesian Red Crescent Humanitarian Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Indonesian Red Crescent Humanitarian Journal
Publisher : Bulan Sabit Merah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56744/irchum.v4i1.82

Abstract

Meskipun kesadaran masyarakat terhadap masalah kemanusiaan global semakin meningkat, masih sulit untuk berpartisipasi aktif dalam tindakan. Banyak kegiatan sosial hanya bersifat simbolis dan tidak mampu mendorong perubahan sosial secara menyeluruh. Salah satu masalah penting adalah bagaimana mengubah kegiatan umum seperti olahraga menjadi sarana penyadaran sosial yang berdampak. Penelitian ini menganalisis peran relawan dalam Run for Humanity BSMI Maros sebagai agen perubahan sosial serta dampaknya terhadap komunitas. Menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, data di kumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relawan berperan strategis dalam mengorganisir acara dan menyebarkan kesadaran sosial terkait isu kemanusiaan, khususnya Palestina. Kegiatan ini berhasil meningkatkan solidaritas sosial dan partisipasi masyarakat, meskipun masih menghadapi tantangan seperti resitensi budaya dan keterbatasan sumber daya. Dengan strategi komunikasi yang tepat, Run for Humanity berpotensi menjadi gerakan sosial yang efektif dalam meningkatkan kepedulian dan aksi sosial yang efektif dalam meningkatkan kepedulian dan aksi nyata terhadap isu kemanusiaan.
The impact of Gaza’s genocidal war: Scholasticide, trauma, and resilience among UCAS staff Alhossary, Abeer Z.; ElMashharawi, Aya K.
Indonesian Red Crescent Humanitarian Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Indonesian Red Crescent Humanitarian Journal
Publisher : Bulan Sabit Merah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56744/irchum.v4i2.87

Abstract

Israel’s genocidal war on Gaza has profoundly disrupted the educational landscape, creating significant challenges for institutions such as the University College of Applied Sciences (UCAS). This study examines how Israel’s war on Gaza has affected UCAS staff, with particular attention to displacement, property loss, and psychological trauma. To address this objective, the study employed a quantitative survey approach to assess the extent of material and personal losses among academic and administrative personnel. Analysis of data from 192 staff members revealed that 93% experienced displacement, 53% lost all property, and 43% lost a family member. The findings indicate that these multifaceted losses substantially strained staff members’ ability to sustain their personal lives and academic responsibilities. These patterns reflect a systematic assault characterised as scholasticide—the targeted destruction of educators, academic environments, and the structures that sustain educational continuity—and educide, defined as the systemic dismantling of institutional infrastructure and educational continuity. This dual framework highlights how the destruction extends beyond incidental damage, aiming to erase educational continuity, community resilience, and academic identity in Gaza. Despite these challenges, UCAS staff demonstrated notable resilience. The study underscores the urgent need for global action to rebuild Gaza’s educational sector and to support displaced educators.
Mitigation of waste threats to the environment through plastic waste management Marta, Dwi Jati
Indonesian Red Crescent Humanitarian Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Indonesian Red Crescent Humanitarian Journal
Publisher : Bulan Sabit Merah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56744/irchum.v4i2.89

Abstract

Plastics and plastic-based products are increasingly used for various purposes alongside technological, industrial, and population growth because they are lightweight, strong, flexible, easily molded, corrosion-resistant, easy to color, effective thermal and electrical insulators, and relatively affordable. This study employs a qualitative method with a descriptive approach. The purpose of this study is to provide an overview of governmental mitigation efforts in addressing waste-related threats through plastic waste management. The results indicate that Indonesia generates approximately 3.2 million tons of plastic waste entering the oceans annually, positioning it as the second-largest contributor globally after China. Consequently, Indonesia is the largest contributor of plastic waste in Southeast Asia, with plastic materials requiring hundreds of years to degrade. Excessive plastic waste adversely affects human health and the environment and may eventually lead to hazards such as flooding as well as air and soil pollution. Therefore, mitigation through effective plastic waste management is necessary to reduce the risks associated with excessive waste. Such mitigation may be implemented through technological, social, economic, cultural, and institutional approaches. Technological approaches include the application of pyrolysis, hydrothermal methods, and the use of environmentally friendly raw materials. Social and cultural approaches encompass public awareness activities and community engagement. The circular economy framework may also be applied as an economic approach. The institutional approach involves the participation of central and local governments in implementing existing policies and regulations, as well as formulating new regulatory measures aimed at reducing plastic waste.
Analisis prioritas kriteria penentuan lokasi puskesmas menggunakan metode SWARA di kota Ambon Talakua, Jossh C. E.; Talakua, Mouren C. Elizabeth; Tuerah, Vinny Valentina
Indonesian Red Crescent Humanitarian Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Indonesian Red Crescent Humanitarian Journal
Publisher : Bulan Sabit Merah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56744/irchum.v4i2.90

Abstract

Ketersediaan fasilitas layanan kesehatan primer yang merata masih menjadi tantangan utama dalam pembangunan wilayah di Indonesia Timur, termasuk Kota Ambon. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2019 telah menetapkan kriteria lokasi pembangunan Puskesmas, namun belum mengatur prioritas antar kriteria tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prioritas bobot kriteria kesesuaian lokasi Puskesmas di Kota Ambon menggunakan metode Step-wise Weight Assessment Ratio Analysis (SWARA). Metode ini mengakomodasi penilaian subjektif pakar ke dalam bobot kuantitatif yang digunakan untuk menyusun urutan prioritas kriteria. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 42 praktisi kesehatan di Kota Ambon, yang selanjutnya dianalisis melalui empat tahapan utama metode SWARA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemudahan akses jalan (W1 = 0,2308), pengelolaan limbah B3 (W2 = 0,2098), dan jarak aman dari sumber pencemaran (W3 = 0,1748) merupakan kriteria dengan bobot tertinggi. Sementara itu, kriteria administratif, seperti kepemilikan lahan dan kedekatan dengan permukiman, memiliki bobot terendah (<0,001), yang menunjukkan bahwa faktor teknis dan lingkungan memiliki peran yang lebih dominan. Temuan ini memberikan dasar yang kuat bagi perencanaan spasial serta pengambilan keputusan lokasi pembangunan Puskesmas yang lebih objektif dan adaptif terhadap kondisi lokal. Hasil pembobotan ini juga dapat diintegrasikan ke dalam sistem informasi geografis (GIS) sebagai instrumen perencanaan spasial berbasis data.
Kolaborasi multipihak dalam mitigasi bencana di wilayah provinsi Jawa Barat Nugraheni, Dwi; Zhafran, Halim Rahmat; Rahman, Muh Ilham Pratama
Indonesian Red Crescent Humanitarian Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Indonesian Red Crescent Humanitarian Journal
Publisher : Bulan Sabit Merah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56744/irchum.v4i2.92

Abstract

Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu wilayah di Indonesia dengan tingkat kerentanan bencana yang sangat tinggi. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh kompleksitas geografis dan geologis, laju urbanisasi yang pesat, serta keberadaan sesar aktif. Dalam menghadapi risiko tersebut, diperlukan pendekatan penanggulangan bencana yang bersifat proaktif dan berkelanjutan, tidak semata-mata reaktif. Artikel ini mengkaji penerapan model kolaborasi Pentahelix yang mencakup lima elemen utama, yaitu pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media. Pemerintah, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), berperan penting dalam perumusan kebijakan, pengalokasian anggaran, dan pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana). Akademisi berkontribusi melalui kegiatan riset, pemetaan risiko, dan edukasi kebencanaan. Pelaku usaha mendukung upaya mitigasi melalui pendanaan CSR, dukungan logistik, dan inovasi. Komunitas lokal memiliki peran sentral dalam mitigasi berbasis kearifan lokal, peningkatan kesiapsiagaan, dan penguatan jejaring sosial. Media berkontribusi dalam penyebaran informasi, edukasi publik, serta mobilisasi bantuan. Kolaborasi multipihak ini diharapkan mampu memperkuat sistem mitigasi bencana secara terpadu serta menjadikan penanggulangan bencana sebagai bagian dari budaya dan sistem tata kelola pembangunan yang berkelanjutan.