cover
Contact Name
Aulia Rahman
Contact Email
auliarahman1985@unsam.ac.id
Phone
+6285226355407
Journal Mail Official
auliarahman1985@unsam.ac.id
Editorial Address
https://ejurnalunsam.id/index.php/jsnbl/about/editorialTeam
Location
Kota langsa,
Aceh
INDONESIA
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan
Published by Universitas Samudra
ISSN : 23560770     EISSN : 26852705     DOI : 10.33059/jsnbl.v10i2
The Seuneubok Lada journal only publishes scientific works resulting from empirical and theoretical research to develop science. The focus of the Seuneubok Lada Journal is the field of historical education, social history and culture. History education includes the study of history education in schools which include; 1. History Teaching Methods, 2. History Education Curriculum, 3. History Education Management and Technology while social and cultural history includes; 1. Archaeological Studies 2. Ethnographic Studies 3. Social and Cultural Anthropological Studies 4. Social and Political History Studies 5. Hysterography
Articles 238 Documents
DINAMIKA KESENIAN WAYANG KULIT DI KOTA LANGSA madhan anis; Choiriah Choiriah
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan Vol 6 No 1 (2019): SEUNEUBOK LADA VOL 6 NOMOR 1 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.326 KB)

Abstract

Art is one element of culture. One form of the art is wayang kulit. Wayang kulit is one of several traditional Javanese arts. In its development from time to time, wayang has undergone changes in accordance with the development of the supporting community. Puppet has passed various historical events from generation to generation. So that the culture of wayang has been attached to the Indonesian people, especially the Javanese people. Along with the spread of the Javanese community to almost all parts of Indonesia, one of them in Aceh, a lot of activities of migrant communities, especially the Javanese tribe in Aceh, did not leave the art of their ancestors, one of which was shadow puppets. This is certainly something unique if an art is able to develop or survive in an area that is far from its roots and able to adapt to its new place.
EKSISTENSI KENDURI NANGAL DALAM MASYARAKAT GAYO LOKOP SERBAJADI KABUPATEN ACEH TIMUR madhan anis; Subandi Subandi
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan Vol 6 No 2 (2019): SEUNEUBOK LADA VOL 6 NOMOR 2 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.912 KB)

Abstract

Kenduri Nangal is a traditional ceremony of the Gayo Lokop community before returning down to the fields. Nangal, is one of the local wisdoms of Hablumminnallah and Hablumminannas which is carried out by the Gayo Lokop Serbajadi community in East Aceh Regency each time they will start planting rice simultaneously. Berume Resam (rice planting season), a kind of ritual carried out from generation to generation, is filled with prayers together, asking the Almighty to be given facilities and to be kept away from disasters until the harvest time. Kendal Nangal which has noble values and cultural wisdom that are the hallmark of the Gayo Lokop Serbajadi community.
KESENIAN BARONGSAI SEBAGAI SARANA PEMBAURAN MASYARAKAT TIONGHOA DI ACEH TAMIANG madhan anis; Yunita Sari
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan Vol 5 No 2 (2018): SEUNEUBOK LADA
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.392 KB)

Abstract

In contrast to ancient times, now not only the Chinese people who play the Lion Dance, but also many indigenous Indonesian people who participated. This can be seen in one form of social interaction between the ethnic Chinese community and the indigenous population, namely the participation of the indigenous ethnic community in the art of lion dance both as a performer and also a spectator who also enlivened the performance of the dance of the lion dance. After the end of the new order period and entering a period of reform, Chinese culture began to develop. One of them is lion dance. Barongsai art began to be known to all regions in Indonesia. This participation is also a cultural assimilation between indigenous ethnic communities and ethnic Chinese communities, as is the case now in Aceh Tamiang District.
ETNIS TIONGHOA LANGSA Nurul Tri Rizki; Imam Hadi Sutrisno; Ramazan Ramazan
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan Vol 7 No 1 (2020): SEUNEUBOK LADA VOL 7 NOMOR 1 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.887 KB) | DOI: 10.33059/jsnbl.v7i1.2244

Abstract

Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) merupakan salah satu organisasi masyarakat Tionghoa yang ada di Kota Langsa. Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) ini terbentuk di Kota Langsa pada tanggal 19 januari 2012 dan di ketuai oleh pak Samsu. Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) ini dibentuk agar masyarakat Tionghoa yang ada di Kota Langsa menjadikan organisasi ini sebagai wadah silaturahmi bagi mereka yang sesama masyarakat Tionghoa. Organisasi ini hanya salah satu organisasi yang dimiliki oleh masyarakat Tionghoa di Indonesia dan salah satu nya di Kota Langsa. Paguyuban sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) merupakan organisasi yang sering di bentuk dengan sekelompok orang atau sesama etnis. Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) juga sudah banyak membuat kegiatan sosial. Pada saat ini Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Langsa telah mengalami regenerasi kepengurusan sebanyak tiga kali.
KESENIAN BEJAMU SAMAN SEBAGAI SIMBOL PERSAHABATAN ANTAR KAMPUNG KECAMATAN PUTRI BETUNG KABUPATEN GAYO LUES Semah Semah; Teuku Junaidi; Madhan Anis
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan Vol 7 No 1 (2020): SEUNEUBOK LADA VOL 7 NOMOR 1 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.817 KB) | DOI: 10.33059/jsnbl.v7i1.2245

Abstract

Bejamu Saman adalah sebuah acara kesenian masyarakat Gayo Lues, bejamu saman ini dilakukan dengan cara mengundang masyarakat kampung lain agar datang untuk sama-sama menampilkan tarian saman secara bergantian, namun dalam pelaksanaannya kedua kampung ini akan mempertunjukkan kehebatannya dalam memainkan saman secara bergantian. Tujuan diadakan acara bejamu saman dari dulu hingga kini adalah sebagai pemerkuat ikatan tali silaturrahmi antara sesama serinen saman, ikatan yang terjalin di acara bejamu saman bisa terjalin sangat kuat, ikatan bejamu saman tidak hanya terjadi diantara sesama serinen bejamu saman saja akan tetapi ikatan tersebut bisa berlangsung atau turun temurun kepada keluarga dari kedua serinen saman ini bahkan ke anak-anak mereka. Hal ini yang menyebabkan acara bejamu saman terus dilaksanakan di kampung-kampung di Kabupaten Gayo Lues hingga saat ini.
REKONSTRUKSI RONGGENG MELAYU DI SUMATERA UTARA (1992-2016) namira yasmin namira; Imam Hadi Sutrisno; Hanif Harahap
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan Vol 7 No 1 (2020): SEUNEUBOK LADA VOL 7 NOMOR 1 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.234 KB) | DOI: 10.33059/jsnbl.v7i1.2246

Abstract

Kesenian Ronggeng Melayu salah satu kesenian melayu yang ada di Tanah Deli. Ronggeng Melayu berkembang pada masa Kesultanan Deli dan Kesultanan Serdang, Seiring perkembangan zaman kesenian ini semakin tidak banyak dikenal oleh masyarakat. Bahkan kesenian Ronggeng Melayu dianggap mati suri. Pada tahun 2016-2017 para seniman Ronggeng Melayu berupaya untuk merekonstruksi kesenian Ronggeng Melayu Di Medan. Para seniman yang tergabung dalam Kumpulan Pak Pong merekonstruksi kesenian Ronggeng Melayu Di Medan pada tahun 2017.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK THINK PAIR SHARE DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Nurhayati Nurhayati
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan Vol 7 No 1 (2020): SEUNEUBOK LADA VOL 7 NOMOR 1 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.04 KB) | DOI: 10.33059/jsnbl.v7i1.2251

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Teknik Think Pair Share Siswa Kelas IX SMP Negeri 1 Peureulak Barat semester II tahun pelajaran 2017/2018. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, pada masing-masing siklus, peneliti menggunakan beberapa prosedur penelitian meliputi, perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian meliputi, observasi aktivitas guru, aktivitas siswa, dan tes hasil belajar siswa, yang digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah dilakukan tindakan. Hasil belajar siswa dapat dinyatakan berhasil bila hasil belajar telah mencapai KKM sebesar 70. Secara klasikal suatu kelas telah tuntas belajar bila ketuntasan klasikal mencapai 85% dengan diterapkannya Model Pembelajaran Kooperatif Teknik Think Pair Share. Hasil penelitian menunjukkan, pada siklus I nilai rata-rata siswa berjumlah 65,2 dan ketuntasan belajar mencapai 40 %. Hasil ini menunjukkan peningkatan dari kondisi awal yang nilai rata-ratanya hanya 52 dan ketuntasan belajar baru 20%. Sedangkan pada siklus II nilai rata-rata siswa 82,4 dan ketuntasan belajar mencapai 92%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran Kooperatif Teknik Think Pair Share dapat meningkatkan hasil belajar IPS materi perdagangan internasional siswa kelas IX semester II SMP Negeri 1 Peureulak Barat Kabupaten Aceh Timur.
EFEKTIFITAS MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PAI DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Rusli Rusli
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan Vol 7 No 1 (2020): SEUNEUBOK LADA VOL 7 NOMOR 1 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.625 KB) | DOI: 10.33059/jsnbl.v7i1.2252

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran PAI materi mengenal sifat-sifat Allah melalui penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning siswa kelas VII-A SMP Negeri 1 Darul Aman semester I tahun pelajaran 2017-2018. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, pada masing-masing siklus, peneliti menggunakan beberapa prosedur penelitian meliputi, perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian melalui tes hasil belajar siswa yang digunakan untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa setelah dilakukan tindakan. Hasil belajar siswa dapat dinyatakan berhasil bila hasil belajar telah mencapai KKM sebesar 70. Secara klasikal suatu kelas telah tuntas belajar bila mencapai ketuntasan klasikal sebesar 85%. Dengan diterapkannya Model Pembelajaran Discovery Learning. Hasil penelitian menunjukkan, pada siklus I (satu) nilai rata-rata siswa berjumlah 60,67 dan ketuntasan belajar mencapai 51,61%. Hasil ini menunjukkan peningkatan dari kondisi awal yang nilai rata-ratanya hanya 4,83 dan ketuntasan belajar baru 19,35%. Sedangkan pada siklus II (dua) nilai rata-rata siswa mencapai 70,66 dan ketuntasan belajar mencapai 87,10%. Persentase ketuntasan belajar secara klasikal ini menunjukkan pencapaian yang melampaui indikator keberhasilan penelitian yang telah ditetapkan sebesar 85%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning dapat meningkatkan hasil belajar PAI materi mengenal sifat-sifat Allah siswa kelas VII-A SMP Negeri 1 Darul Aman semester I tahun pelajaran 2017-2018.
PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU DALAM MERANCANG INSTRUMEN PENILAIAN HASIL BELAJAR MELALUI KEGIATAN IN HOUSE TRAINING (IHT) DI SEKOLAH DASAR Samsul Bahri
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan Vol 7 No 1 (2020): SEUNEUBOK LADA VOL 7 NOMOR 1 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.611 KB) | DOI: 10.33059/jsnbl.v7i1.2253

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun instrumen penilaian hasil belajar melalui implementasi kegiatan In House Training (IHT) di SD Negeri Alue Gureb tahun pelajaran 2018-2019. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman guru terhadap substansi instrumen penilaian hasil belajar. Penelitian ini tergolong penelitian tindakan sekolah dengan melibatkan 10 orang guru sebagai subjek penelitian. Penelitian dilakukan dengan dua siklus dan masing-masing siklus terdiri atas 4 tahapan, yakni: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Indikator kinerja yang ditetapkan adalah: bila minimal 85 % guru tergolong mampu dan baik terhadap penyusunan instrumen penilaian hasil belajar, maka sudah dapat dikatakan tindakan yang diterapkan berhasil. Aspek yang diukur dalam menilai keberhasilan tindakan adalah kesiapan guru mengikuti kegiatan In House Training (IHT) dan hasil pelaksanaan kegiatan In House Training (IHT). Dari analisis data diketahui bahwa terjadi peningkatan komptensi guru dalam menyusun instrumen penilaian hasil belajar secara baik dan benar dari siklus I yaitu sebesar 50% atau 5 orang guru. Kemudian meningkat tajam pada siklus II menjadi 90% atau 9 orang guru. Ketercapaian indikator kinerja terdapat pada tindakan II yang melampaui 85%. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa melalui implementasi kegiatan In House Training (IHT) dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun instrumen penilaian hasil belajar secara benar di SD Negeri Alue Gureb. Dengan demikian dapat disarankan kepada sekolah lain bahwa kegiatan In House Training (IHT) dapat diaplikasikan sebagai salah satu alternatif dalam meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun instrumen penilaian hasil belajar.
PENINGKATAN KINERJA GURU DALAM MENETAPKAN KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL (KKM) BELAJAR MELALUI WORKSHOP DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Sulaiman Sulaiman
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan Vol 7 No 1 (2020): SEUNEUBOK LADA VOL 7 NOMOR 1 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.544 KB) | DOI: 10.33059/jsnbl.v7i1.2254

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan bertujuan untuk meningkatkan kinerja guru dalam menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) melalui implementasi kegiatan Workshop di SMP Negeri 1 Indra Makmu. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mendeskripsikan kesiapan guru terhadap kegiatan yang dilakukan. Penelitian ini tergolong penelitian tindakan sekolah dengan melibatkan 10 orang guru sebagai subjek penelitian. Penelitian dilakukan dengan dua siklus dan masing-masing siklus terdiri atas 4 tahapan, yakni: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Indikator kinerja yang ditetapkan adalah: bila minimal 80% guru tergolong mampu dan baik dalam aspek penilaian terhadap penyusunan KKM, maka sudah dapat dikatakan tindakan yang diterapkan berhasil. Aspek yang diukur dalam menilai keberhasilan tindakan adalah kesiapan guru mengikuti kegiatan Workshop dan hasil pelaksanaan kegiatan Workshop. Dari analisis diperoleh bahwa terjadi peningkatan kinerja guru dalam menyusun KKM secara baik dan benar dari siklus I yaitu sebesar 60% meningkat tajam pada siklus II menjadi 90%. Ketercapaian indikator kinerja terdapat pada tindakan II. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa melalui implementasi kegiatan Workshop dapat meningkatkan kinerja guru dalam menyusun KKM secara benar di SMP Negeri 1 Indra Makmu. Dengan demikian dapat disarankan kepada sekolah yang lain bahwa kegiatan Workshop dapat diaplikasikan sebagai salah satu alternatif dalam meningkatkan kinerja guru dalam menyusun KKM.

Page 11 of 24 | Total Record : 238