SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan
The Seuneubok Lada journal only publishes scientific works resulting from empirical and theoretical research to develop science. The focus of the Seuneubok Lada Journal is the field of historical education, social history and culture. History education includes the study of history education in schools which include; 1. History Teaching Methods, 2. History Education Curriculum, 3. History Education Management and Technology while social and cultural history includes; 1. Archaeological Studies 2. Ethnographic Studies 3. Social and Cultural Anthropological Studies 4. Social and Political History Studies 5. Hysterography
Articles
238 Documents
KARYA SASTRA: ANTARA PROPAGANDA PEMERINTAH DAN MEDIA KRITIK SASTRAWAN MASA PENDUDUKAN JEPANG 1942-1945
Yunida Varadyna;
Ikhsan Rosyid
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan Vol 1 No 1 (2014): Seuneubok Lada
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (180.947 KB)
Karya sastra pada masa pendudukan Jepang menjadi catatan tersendiri dalam sejarah kesastraan di Indonesia.Karya sastra tidak hanya sebagai ungkapan ekpresi dari sastrawan belaka, akan tetapi sudah menjadi mediauntuk komunikasi massa untuk masyarakat penikmatnya. Pokok permasalahan tulisan ini adalah bagaimanapemerintah pendudukan Jepang melakukan propaganda melalui karya sastra dan bagaimana karya sastra kritikterhadap pemerintah pendudukan Jepang. Karya sastra menjadi salah satu media atau alat propaganda bagipemerintah. Karya sastra menjadi salah satu alat propaganda pemerintah untuk mendapatkan simpati darimasyarakat Indonesia. Melalui Keimin Bunka Shidoso (Pusat Kebudayaan) dibawah Sedenbu (DepartemenPropaganda), pemerintah serius untuk melakukan propaganda dengan memanfaatkan karya sastra meskipuntidak banyak jumlahnya. Meskipun demikian, ternyata tidak semua karya sastra menjadi bagian propagandapemerintah karena isinya berupa kritikan. Tentu saja tidak terpublikasikan secara resmi dan hanya beredar dikalangan terbatas saja dan diterbitkan setelah kemerdekaan Indonesia.
MALAISE DAN PENGARUHNYA TERHADAP GERAKAN NASIONAL INDONESIA
Teuku Junaidi;
Bachtiar Akob
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan Vol 1 No 2 (2014): Seuneubok Lada
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (234.606 KB)
Sepanjang sejarah perekonomian, malaise merupakan krisis ekonomi dunia yang memuncak pada tahun 1929 sebagai dampak dari Perang Dunia I (1914-1918). Hancurnya tatanan ekonomi dunia berdampak langsung terhadap Hindia Belanda, baik dalam bidang sosial, ekonomi, maupun politik. Fenomena ini berpengaruh pada organisasi-oerganisasi Pergerakan Nasional dalam melawan penguasa. Artikel ini menggunakan metode historis melalui penelahan bubu-buku yang dilakukan secara bertahap. Dari pengumpulan sumber, kritik sumber, interpretasi hingga historiografi. Terjadinya malaise dilatar belakangi oleh Perang Dunia I. Banyak negara menjadi miskin, lenyapnya daerah-daerah pemasaran, daya beli lemah, kelebihan produksi, dan pengangguran bertambah. Sejalan dengan peristiwa sejarah tentang inflansi ini mulailah krisis ekonomi melanda dunia. Di Indonesia, Fenomena ini dijadikan peluang oleh organisasi Pergerakan Nasional untuk menghimpun kaum buruh melakukan aksi-aksi politik sebagai bentuk perlawananan terhadap Pemerintah Hindia Belanda dalam mewujudkan Indonesia merdeka.
PENERAPAN MODEL CETEMEP LEARNING MELALUI POKOK BAHASAN DEMOKRASI PANCASILA PADA MATA KULIAH PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN INDONESIA
Sukirno Sukirno;
Sofiyan Sofiyan
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan Vol 1 No 2 (2014): Seuneubok Lada
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (161.291 KB)
Dalam proses belajar mengajar model pembelajaran merupakan salah satu komponen yang penting , karena penggunaan model pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan materi akan memperoleh hasil yang baik. Model Cetemep Learning adalah salah satu model yang mudah dilaksanakan karena tidak memerlukan waktu yang banyak dan tidak memerlukan biaya yang mahal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pencapaian standar kompetensi pembelajaran mahasiswa Prodi Pendidikan Sejarah dengan model Cetemep Learning pada mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan Indonesia pokok bahasan Demokrasi Pancasila. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan atau action research , yang menjadi subjek penelitian Mahasiswa Prodi Sejarah semester I ( satu ) tahun akademik 2013/2014, jumlah sabjek merupakan jumlah sample yang ditetapkan mahasiswa unit A yang berjumlah 40 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Cetemep Learning sangat efektif dalam pembelajaran karena dapat membawa ketuntasan belajar mahasiswa Prodi Pendidikan Sejarah pada pokok bahasan Demokrasi Pancasila. Dalam mata kuliah Kewarganegaraan Indonesia, Sejumlah 40 mahasiswa tuntas dalam belajar.
Suran: Upacara Tradisional dalam Masyarakat Jawa
madhan anis
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan Vol 1 No 2 (2014): Seuneubok Lada
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (207.952 KB)
Masyarakat Jawa sangat kental dengan masalah tradisi dan budaya. Tradisi dan budaya bagi masyarakat Jawa dijadikan sebagai sarana pemersatu diantara perbedaan status sosial, agama dan keyakinan. Kebersamaan mereka salah satunya tampak pada upacara tradisional suran yang merupakan peringatan menyambut tahun baru Islam dan juga tahun baru Jawa. Suran telah mengakar di seluruh lapisan masyarakat Jawa tanpa mengenal golongan atas maupun golongan bawah yang lama-kelamaan semakin menguat dan berkembang dalam berbagai bentuk. Tradisi dan budaya Jawa ini sangat dijunjung tinggi oleh masyarakat Jawa, terutama golongan abangan.
MEMBANGUN KARAKTER DAN SEMANGAT NASIONALISME SISWA MELALUI KECINTAAN DAN PEMAHAMAN SERTA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP YANG DIMILIKI SEKOLAH
Suparman Suparman Suparman
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan Vol 1 No 2 (2014): Seuneubok Lada
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (224.668 KB)
Sekolah merupakan tempat berlatih anak untuk bermasyarakat, disamping kehidupan di lingkungan rumah atau kehidupan keluarga. Di lingkungan sekolah inilah anak mulai mengenal kehidupan bermasyarakat diluar kehidupan rumah. Oleh karena itu dilembaga pendidikan mulai dari PAUD atau TK dan Sekolah Dasar dasar-dasar kehidupan bermasyarakat harus mulai diperkenalkan pada anak dalam arti yang senyata-nyatanya. Nilai-nilai kebersamaan, nilai-nilai toleransi, nilai-nilai cinta kasih, nilai-nilai kejujuran, nilai-nilai kebangsaan dan bernegara serta nilai-nilai patriotisme harus mulai diperkenalkan dalam keseharian anak dilingkungan sekolah, utamanya pada saat anak sedang bermain sesama teman maupun saat berinteraksi dengan guru-gurunya.
SEJARAH DAN PERKEMBANGAN SENJATA NUKLIR
Teuku Hasan Basri
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan Vol 1 No 2 (2014): Seuneubok Lada
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (209.649 KB)
Kejadian pada kehidupan sehari-hari, fenomena alam, jarang sekali berkaitan dengan reaksi nuklir. Hampir semuanya melibatkan gravitasi dan elektromagnetisme. Keduanya adalah bagian dari empat gaya dasar dari alam, dan bukanlah yang terkuat. Namun dua lainnya, gaya nuklir lemah dan gaya nuklir kuat adalah gaya yang bekerja pada range yang pendek dan tidak bekerja di luar inti atom. Inti atom terdiri dari muatan positif yang sesungguhnya akan saling menjauhi jika tidak ada suatu gaya yang menahannya. Henri Becquerel pada tahun 1896 meneliti fenomena fosforesensi pada garam uranium ketika ia menemukan sesuatu yang akhirnya disebut dengan radioaktivitas. Ia, Pierre Curie, dan Marie Curie mulai meneliti fenomena ini. Dalam prosesnya, mereka mengisolasi unsur radium yang sangat radioaktif. Mereka menemukan bahwa material radioaktif memproduksi gelombang yang intens, yang mereka namai dengan alfa, beta, dan gamma.
MEMAKNAI EPHEMERA MELALUI KAJIAN SEMIOTIKA
Mufti Riyani
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan Vol 1 No 2 (2014): Seuneubok Lada
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (688.95 KB)
Kegiatan Heuristik atau pencarian jejak-jejak sejarah seringkali terpusat pada perhatiannya untuk menemukan sumber utama atau sumber primer. Kesulitan dalam mencari keberadaan sumber utama lebih banyak disebabkan cara pandang kita terhadap kajian sejarah itu sendiri. Sejarah sebagai media memahami manusia dalam kajian ruang dan waktu, tidak hanya merekam suatu peristiwa besar sebagai hasil aktivitas manusia akan tetapi memberi gambaran yang lengkap mengenai segala hal yang melingkungi kehidupan manusia. Ephemera merupakan sumber sejarah yang belum banyak dimanfaatkan. Sumber ini berupa dokumen khusus yang bersifat remahan dan campuran atau ‘gado-gado’. Ephemera sebagai sumber sejarah, berdasarkan klasifikasi I Gde Widja (1989:18) dapat digolongkan sebagai sumber yang tidak sengaja ditinggalkan atau unpremeditated dan representasional atau mewakili jejak lainnya. Oleh sebab itu Ephemera dapat dikupas sebagai sisi lain yang memuat situasi khusus suatu masyarakat. Situasi ini dapat berupa situasi psikis maupun situasi sosial budaya suatu masyarakat. Akan tetapi, agar ephemera mampu “berbicara”, maka diperlukan suatu alat atau pisau analisa khusus untuk membedahnya. Pada tataran inilah sejarah memerlukan ilmu bantu lain yang sesuai dengan subject matter-nya. Semiotika merupakan kajian tentang tanda yang berusaha untuk menemukan pemaknaan melalui sistem-sistem tertentu pada bahasa atau benda-benda kultural yang dimungkinkan mengkomunikasikan suatu makna. Berdasarkan pemahaman ini, maka ephemera sebagai suatu sumber sejarah yakni berupa hasil aktivitas manusia atau hasil budaya dapat dikaji melalui suatu metode semiotika. Kajian semiotika diharapkan mampu membantu meemukan berbagai makna yang terkandung dalam ephemera yang mereduksi situasi khusus suatu masyarakat budaya . Tulisan ini berusaha menjawab posisi dan fungsi Ephemera sebagai sumber sejarah, memahami kajian semiotika sebagai alat bantu analisis sejarah serta berusaha menerapkan cara kerja semiotika untuk memaknai ephemera sebagai sumber sejarah.
HISTORIOGRAFI SUMATERA DALAM LITERATUR LEGENDARIS INGGRIS ABAD 19
Lailatusysyukriyah Lailatusysyukriyah Lailatusysyukriyah
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan Vol 1 No 2 (2014): Seuneubok Lada
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (237.899 KB)
Sejarah Sumatera menjadi suatu kajian menarik dalam historiografi Indonesia. Wilayah tersebut memiliki identitas tersendiri diantara wilayah-wilayah lain di Nusantara, baik secara sosio-kultural maupun geopolitik. Sumatra adalah salah satu pulau terluas di kepulauan Nusantara yang keberadaannya masih banyak menyimpan sisi-sisi misteri hingga abad ke-19. Penelitian akademis tentang pulau tersebut belum banyak dilakukan oleh para ilmuwan maupun sejarawan hingga kurun waktu tersebut.
Menjalin Silaturahmi Antara Sejarah Nasional dan Sejarah Lokal
toto sujatmiko
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan Vol 1 No 2 (2014): Seuneubok Lada
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (202.842 KB)
Kehadiran sejarah nasional sebagai bukti dari adanya keinginan negara untuk selalu menumbuhkembangkan semangat kesadaran berbangsa dan bernegara ternyata melahirkan berbagai permasalahan. Sejarah nasional diharapkan dapat memberikan gambaran tentang identitas nasional. Sejarah nasional sebagai tesis melahirkan sejarah lokal sebagai antitesisnya. Dari pergumulan tesis dengan antintesis diharapkan akan memunculkan sintesis yang bermanfaat sesuai dengan tujuan idealnya yaitu tumbuh dan berkembangnya kesadaran berbangsa dan bernegara. Munculnya pandangan-pandangan miring yang ditujukan pada sejarah nasional Indonesia karena ketidakpuasan akan keadilan pada lokalitas -lokalitas. Fungsi negara sebagai suatu institusi yang mempunyai tanggung jawab untuk memberikan rasa keadilan sosial kini diragukan dan dipertanyakan. Nasionalisme sebagai pondasi terkuat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara mulai tergoyah.
Bioskop: Hiburan Modern di Langsa Tahun 1910-1936
hanafiah hanafiah;
Aulia Rahman
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan Vol 1 No 2 (2014): Seuneubok Lada
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (287.046 KB)
Kolonialisme Belanda di Aceh tidak melulu menyisakan duka dan derita perang. Kolonialisme tersebut juga berdampak terhadap modernisasi, mulai dari modernisasi transportasi, modernisasi industry, bahkan modernisasi gaya hidup. Tulisan ini membahas mengenai modernisasi gaya hidup, khususnya dalam hal perkembangan bioskop di Aceh pada umumnya dan di Langsa pada khususnya.