SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan
The Seuneubok Lada journal only publishes scientific works resulting from empirical and theoretical research to develop science. The focus of the Seuneubok Lada Journal is the field of historical education, social history and culture. History education includes the study of history education in schools which include; 1. History Teaching Methods, 2. History Education Curriculum, 3. History Education Management and Technology while social and cultural history includes; 1. Archaeological Studies 2. Ethnographic Studies 3. Social and Cultural Anthropological Studies 4. Social and Political History Studies 5. Hysterography
Articles
238 Documents
IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH (MBS) PADA SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI DI KABUPATEN ACEH BESAR
Teuku Muhammad Jamil
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan Vol 3 No 2 (2016): SEUNEUBOK LADA
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (410.413 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Manajemen berbasis sekolah (MBS) yang fokus penelitiannya dilaksanakan pada Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Darul Imarah Aceh Besar dan hambatan-hambatan yang dialami pihak sekolah dalam pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Darul Imarah Aceh Besar. Sumber data dalam penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Waka Kesiswaaan, Orang Tua Siswa, Guru IPA satu orang, Guru IPS satu orang dan satu orang ketua OSIS. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalh penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan dengan cara melakukan observasi dan wawancara, pengolahan data dilakukan dengan analisis deskriptif melalui reduksi data dan penyajian data serta penarikan kesimpulan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Darul Imarah : (1) Pelaksanaan manajemen berbasis sekolah khususnya dalam bidang kesiswaan telah berjalan dengan baik, hal ini terlihat dari setiap kebijakan dalam pengambilan keputusan kepala sekolah telah melibatkan Stakeholders. (2) Faktor pendukung dalam implementasi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Darul Imarah adalah kondisi sekolah yang kondusif untuk melakukan proses pembelajaran karena jauh dari pusat keramaian, teladan dari para guru dalam hal kedisiplinan membuat siswa juga bersikap disiplin dalam mentaati peraturan sekolah, adanya kepercayaan masyarakat yang tinggi khususnya orang tua siswa dalam menyekolahkan putra-putrinya di Sekolah, sehingga pencapaian target penerimaan siswa baru yang dilakukan dapat terpenuhi. (3) Faktor penghambat dalam Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) di sekolah adalah dalam proses belajar mengajar peserta didik masih sulit untuk diajak aktif dan masih terbatasnya ketersediaan buku-buku paket, sehingga tidak semua siswa dalam memilikinya.
Pelaksanaan Penilaian Berbasis Kelas dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Pada Mts. Swasta Madrasah Ulumul Quran Kota Langsa
Joko Hariadi
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan Vol 3 No 2 (2016): SEUNEUBOK LADA
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (318.689 KB)
The research problem is how the implementation of the class-based assessment on Indonesian study subjects at MTs. MUQ Kota Langsa. The purpose of this study was to describe the implementation of the class based assessment on Indonesian study subject at MTs. MUQ Kota Langsa. This research is qualitive descriptive research, while the collection techniqoes are 1. Observation 2. Interview 3. Recording 4. Documentation. From the observation that researcher do, in the learning plan, the teachers, make a RPP. After a well structured learning plan, the teachers are teaching and learning activities according the plan. The next step, the teachers implementation of implemeting assessment phase which conducted on the overall value for one semester, and as well as on every aspects of product assessment and performance assessment. Product assessment can provide an apportunity to the students to competence by him self than the others. So as to obtain a real understanding than he doing by him self. During implementation of performance assessment on indonesian study subject, the learning out comes could be success, because basicly on the implementation of performance assessment many alternative forms of matter which could be used by the teachers in accordance with the matter. Conclusions from the implementation of PBK on the product assessment and performance assessment has met the minimum completeness criteria. Because in implementation of PBK, we could see that the students activity againt the assignment of teachers very good from the learning performance till doing the task which has given by teachers.the research suggest should the head master coordinate with the langsa city government in order to give more attention and greater support to the Indonesian subject teacher to successing of the implementation of class based assessment with disseminating the results of the workshop and seminar about the implementation of class based assessment especially for Indonesian subject and provide guldance for the teacher about implementation of the class based assessment.
PERANAN PERGURUAN TINGGI (LPTK) DALAM MEWUJUDKAN TENAGA PENDIDIK YANG PROFESIONAL
Suparman Suparman Suparman
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan Vol 3 No 2 (2016): SEUNEUBOK LADA
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (224.218 KB)
Peranan Perguruan Tinggi ( LPTK ) sebagai lembaga penyelenggara program pendidikan bagi tenaga kependidikan yang diharapkan dapat menghasilkan tenaga pendidik yang profesional. Menurut Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, setiap orang yang memiliki sertifikat pendidik, memiliki kesempatan untuk diangkat menjadi guru pada satuan pendidikan tertentu. Dengan demikian maka profesi guru menjadi “profesi terbuka”, artinya mereka yang diterima menjadi guru tidak harus lulusan dari Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan ( LPTK ). Dengan demikian maka peluang bagi lulusan LPTK menjadi berkurang, sebab harus bersaing dengan mereka yang keluaran dari non LPTK. Oleh karena itu perlu adanya upaya untuk mengantisipasi agar eksistensi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan tetap ada dan berdiri kokoh, artinya keberadaan LPTK tersebut tetap ada dan tidak hilang. Namun di lain pihak masih tersimpan harapan yang ditujukan kepada LPTK sebagai lembaga yang mencetak guru, yaitu hendaknya senantiasa dapat meningkatkan peranannya sehingga dapat menghasilkan tenaga pendidik yang paripurna dan sekaligus profesional.
PRESTASI BELAJAR SISWA YANG DIAJARKAN OLEH GURU LULUSAN PENDIDIKAN KEGURUAN DENGAN GURU LULUSAN PENDIDIKAN NON KEGURUAN DI SMA NEGERI 5 BANDA ACEH
Farida Yahya
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan Vol 3 No 2 (2016): SEUNEUBOK LADA
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (499.208 KB)
The aims of this study are to find out the students’ ability and thedifference between students’ ability that were taught by teachers whograduated from a teachers college and the other faculty in SMA 5 BandaAceh, by giving cognitive test. To reach these points, researcher usedquantitative-comparative research. The population of this study is allstudents of SMA 5 Banda Aceh which are 257 persons. This research usedpurposive sampling with the sample is students of XI IS 1 and XI IS 3 (36persons), which consists of 17 students, taught by teachers who graduatedfrom teachers college and 19 students, taught by teachers who graduatedfrom the other faculty. This study collected the data by usingdocumentation, testing and interviewing. This study used parametricinferential statistic technique to analyze the data. And to find out thehypothesis, this study used t-test with the significant level 0.05 and dk =( The result of this research shows that t-score 3.61 >ttable 1.68, which means the ability of the students who taught by teacherswho graduated from a teachers college is better than the students whotaught by teachers who graduated from the other faculty. The averagescore of the students are 79.71 and 76.63. The different of the result iscaused of the difference education background of the teachers. Because ofthat, the competence of the teachers is different.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR EKONOMI MATERI PERMASALAHAN EKONOMI MELALUI PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION (GI) PADA KELAS X-6 SMA NEGERI 1 KRUENG BARONA JAYA TAHUN PELAJARAN 2012/2013
Tisara MS
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan Vol 3 No 2 (2016): SEUNEUBOK LADA
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (507.536 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar ekonomi materi permasalahan ekonomi melalui pelaksanaan pembelajarankooperatif tipe Group Investigatioa (GI). Adapun yang menjadi subjek penelitan ini adalah siswa kelas X-6 SMA Negeri 1 KruengBarona Jaya tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 21 orang terdiri dari 9 laki-laki dan 12 perempuan. Penelitian ini merupakanpenelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus dan setiap siklus terdiri atas empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaantindakan, pengamatan dan refleksi. Pelaksanaan proses penelitian dilakukan dalam dua kali pertemuan tiap siklus. Dan setiap siklusdiadakan refleksi terhadap proses pembelajaran dengan memperhatikan kekurangan-kekurangan yang ada pada siklus I, makaperlu diadakan beberapa perbaikan pada siklus ke II. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan melakukan observasi,menggunakan tes, dan dokumentasi. Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi aktivitassiswa, dan soal tes objektif. Analisis data dilakukan dengan analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa padasiklus I, dari 21 orang siswa yang mengikuti tes hasil belajar, siswa yang memperoleh nilai 65 ke atas jumlahnya 14 atau 66,67% danyang memperoleh nilai 65 ke bawah jumlahnya 7 orang atau 33,33 %, sedangkan pada siklus II dari 21 orang siswa yang mengikuti tes hasilbelajar, siswa yang memperoleh nilai 65 ke atas jumlahnya menjadi 17 orang atau 80,95% dan yang memperoleh nilai 65 ke bawahjumlahnya 4 orang atau 19,05%. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa hasil belajar ekonomi siswa kelas X-6SMA Negeri 1 Krueng Barona Jaya pada materi masalah ekonomi dapat meningkat melalui penerapan pembelajaran kooperatif tipeGroup Investigation (GI).
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN SIKLUS BELAJAR TERHADAP PENINGKATAN KETRAMPILAN BERPIKIR RASIONAL ANAK SEKOLAH DASAR
Sri Handayani;
Sumarno Sumarno
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan Vol 3 No 2 (2016): SEUNEUBOK LADA
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (476.728 KB)
The study was conducted to find a suitable model in science learning that can improve rational thinking skills of children. Based on observations in the field of learning science is still centered on the teacher and less provide opportunities for students to build their own knowledge through rational thinking skills. Rational thinking skills need to be developed early on because it is the basis of complex thinking ability to understand the problems of science and mathematics. To achieve these objectives GBPP analysis, teaching materials and learning theories IPA. Furthermore, designing a learning model that fits the model cycle of learning that is based on constructivism views so as to improve rational thinking skills of children. Model of student-centered learning, students' attention to the initial conception and use the student environment as a learning resource. Hallmark of this model is in melaksanakamn learning process in three stages ranging from exploration, introduction of the concept and application of the concept. Data collected mel; Alui achievement test, observation and interviews. Further analysis of data normality, homogeneity and a t test on the test results. Percentage mastery of concepts, rational thinking skills, procedural skills IPA and interviews are described later concluded. The trial results showed that the learning cycle model developed for the adjustment of material living beings meningkatkn rational thinking skills, science process skills and mastery of concepts students.
ANALISIS LEARNING OBSTACLES DALAM PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH PENJUMLAHAN PECAHAN PADA SISWA KELAS IV SD
Sukirno Sukirno;
Dini Ramadhani
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan Vol 3 No 2 (2016): SEUNEUBOK LADA
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (114.25 KB)
Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui learning obstacles (kesulitan belajar) pada pembelajaran penjumlahan pecahan. Jenis Penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes, angket, wawancara, observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa analisis learning obtacles pada faktor hambatan ontogeni, yaitu belum adanya koneksi antara kesiapan mental mereka dengan materi yang mereka pelajari dan sulitnya beberapa orang siswa untuk berkonsentrasi. Pada faktor hambatan didaktik yaitu guru kurang mampu mengelola waktu, tidak menyediakan LKS, minimnya ragam masalah, dan tidak terlaksananya semua langkah yang ada di RPP. Pada hambatan epistimologi yaitu kesalahan dalam menentukan pecahan yang senilai dengan satu, kesalahan dalam mencari pecahan senilai, kesalahan yang paling banyak dilakukan siswa dalam penguasaan prinsip adalah tidak mengetahui cara menyelesaikan soal dengan benar dan tepat, tidak mampu memahami masalah yang diberikan, dan tidak menggunakan penyelesaian yang baik.
KONSEP PEMBELAJARAN TERPADU DALAM KURIKULUM 2013 DI SEKOLAH DASAR
Asnawi Asnawi;
Ronald Fransyaigu;
Bunga Mulyahati
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan Vol 3 No 2 (2016): SEUNEUBOK LADA
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (359.485 KB)
Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antar peserta didik, peserta didik dengan guru, lingkungan dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian tujuan pembelajaran. Pengalaman belajar yuang dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Salah satu pendekatan tersebut dijawab olehkurikukum yang sedang diberlakukan sekarang yakni Kurikulum 2013 dengan penggunaan pendekatan tematik terpadu pada semua tingkat di sekolah dasar.Pembelajaran terpadu sebagai suatu konsep merupakan pendekatan pembelajaran yang mengaitkan dan memadukan materi ajar baik dalam satu mata pelajaran ataupun antar mata pelajaran untuk memberikan pembelajaran yang bermakna pada peserta didik serta disesuaikan dengan kebutuhan dan tuntutan lingkungan sosial.Kurikulum 2013 bertujuan untuk mempersiapkan manusia Indonesia agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadidan warga negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban dunia.
UPAYA MASYARAKAT TIONGHOA DALAM MELESTARIKAN TRADISI KEBUDAYAANNYA DI LANGSA
rama Mocco
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan Vol 3 No 2 (2016): SEUNEUBOK LADA
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (375.466 KB)
Studi ini membahas tentang upaya masyarakat Tionghoa di Langsa dalam melestarikan tradisi kebudayaannya pada masa puncak konflik Aceh (1998-2005). Pertanyaan pokok yang ingin dijawab adalah gambaran masyarakat Tionghoa di Langsa dan bagaimana upaya masyarakat Tionghoa dalam melestarikan tradisi kebudayaannya. Tujuan penelitian yang penulis lakukan dalam penulisan skripsi ini adalah untuk memberikan gambaran masyarakat Tionghoa di Langsa dan upaya masyarakat Tionghoa dalam melestarikan tradisi kebudayaannya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa masyarakat Tionghoa merupakan minoritas di Langsa terbukti dari jumlah keseluruhan masyarakat di Langsa adalah 148.945 orang sedangkan masyarakat Tionghoa hanya 684 orang atau hanya sekitar 4,6% dari penduduk Langsa keseluruhan. Masyarakat Tionghoa mayoritas memeluk Agama Buddha. Mata pencaharian masyarakat Tionghoa di Langsa adalah berdagang. Masyarakat Tionghoa di Langsa melestarikan tradisi kebudayaan mereka melalui pendidikan dalam keluarga. Mereka mengajarkan tradisi kebudayaan mereka sejak anak-anak mereka kecil.
SOSIAL BUDAYA SEBAGAI PENYEBAB PERUBAHAN HUKUM
Andi Zulfa Majida
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan Vol 3 No 2 (2016): SEUNEUBOK LADA
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (218.937 KB)
Banyak ahli hukum kurang sependapat dalam menjabarkan danmendefinisikan hukum, bahkan tidak sedikit para ahli hukum yangmenyatakan bahwa hukum itu sulit untuk dijelaskan dan didefinisikankarena ruang lingkup dan cakupannya sagat luas dan meliputi semuabidang kehidupan masyarakat yang terus menerus mengalamiperkembangan, kemajuan dan perubahan. Hukum adalah segala aturanyang berlaku dalam masyarakat, mengatur tata tertib masyarakat dandidasarkan atas kekuasaan yang ada dalam masyarakat.