SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan
The Seuneubok Lada journal only publishes scientific works resulting from empirical and theoretical research to develop science. The focus of the Seuneubok Lada Journal is the field of historical education, social history and culture. History education includes the study of history education in schools which include; 1. History Teaching Methods, 2. History Education Curriculum, 3. History Education Management and Technology while social and cultural history includes; 1. Archaeological Studies 2. Ethnographic Studies 3. Social and Cultural Anthropological Studies 4. Social and Political History Studies 5. Hysterography
Articles
240 Documents
EKONOMI ETNIS CINA DI SURAKARTA SELAMA ORDE BARU
Guntur Arie Wibowo
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan Vol 4 No 1 (2017): SEUNEUBOK LADA
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (264.332 KB)
Perkembangan dan pertumbuhan bisnis etnis Cina lepas dari tarik-menarik kebijakan pada masa orde baru, salah satunya adalah penerapan kebijakan nondiskriminatif dengan cara mengeluarkan UU PMDN. Pemerintah orde baru memiliki keinginan untuk memobilisasi dan memanfaatkan modal etnis Cina WNA dengan memasukkannya dalam kategori ”modal asing dalam negeri” dan menyatakannya sebagai kekayaan nasional Melalui UU PMDN yang dikeluarkan oleh pemerintah orde baru pada tahun 1968, pengusaha etnis Cina (baik WNA maupun WNI) diberikan insentif oleh pemerintah. Dengan adanya UU PMDN ini, pemerintah orde baru memang memberikan kesempatan dan memiliki harapan atas partisipasi etnis Cina dalam menunjang program pembangunan ekonomi. Pengusaha etnis Cina memang sengaja ditempatkan dalam posisi yang rawan yakni mereka dijadikan “sapi perah” dalam arti dibiarkan tumbuh besar dan kemudian dalam setiap kesempatan mereka dipergunakan sebagai salah satu sumber finansial yang sangat potensial untuk menghindari kesulitan birokrasi dan untuk pengamanan, Banyak pengusaha etnis Cina berkolaborasi dengan elit Indonesia, terutama dengan pihak militer. Dari hal tersebut maka pada periode awal orde baru hingga pertengahan tahun 70-an merupakan masa serba menguntungkan bagi perusahaan-perusahaan sektor modern Cina di Indonesia, termasuk di Surakarta
PERKEMBANGAN DAN KEMUNDURAN PERDAGANGAN LADA DI ACEH ABAD 19
Lailatusysyukriyah Lailatusysyukriyah Lailatusysyukriyah;
Hartutik Hartutik
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan Vol 4 No 1 (2017): SEUNEUBOK LADA
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (421.486 KB)
Indonesia archipelago is well known by the spice production and maritime trade for many times. The best product of spice from western Indonesia archipelago is pepper that produced from the coastal line of Aceh. There were many ports that connecting international pepper trade. The purpose of research is enriched the historiography study of international spice commerce in Indonesia on the last century that connected by shipping. Spice shipping transportation system is pointing out the great expansion of maritime trade in ancient Indonesia archipelago. History methods of the research are divided by four process, heuristic, sources critics, interpretation, and historiography. The development pepper trade in Aceh on 19th century is simultaneously with the rise of international commerce in the first half 19th marked by expansion of the new networks, the flourishing of pepper production, and connection between Aceh and British Malayan in Penang. The decline pepper trade in Aceh on the last of 19th century is caused by the changing of market demand to the article that discharging of the value. Dutch expansion and military blockade in some pepper ports in Aceh, also influence on the process of decline.
RAGAM HIAS ACEH
Teuku Junaidi;
Mufti Riyani
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan Vol 4 No 1 (2017): SEUNEUBOK LADA
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1302.336 KB)
Ragam hias sebagai identitas budaya telah melalui proses lahir, tumbuh dan berkembang dengan tidak meninggalkan corak khas atau corak aslinya. Dalam sisi yang positif, perkembangan ini dapat menjadi indikator dinamisnya suatu kebudayaan. Pada sisi yang lain, perkembangan corak identitas dalam kurun waktu yang panjang, telah melahirkan gaya corak atau langgam-langgam baru. Perkembangan ragam hias identitas sebagai proses kreativitas dan persentuhan budaya, menuntut usaha untuk tetap menjaga dan melestarikan ragam hias dalam bentuknya yang asli. Penelitian ini bermaksud untuk menelusuri kembali ragam hias identitas pada Masyarakat Aceh khususnya masyarakat nelayan dan masyarakat peladang dengan local genius-nya masing-masing. Hasil penelitian menunjukan bahwa ragam hias identitas masyarakat nelayan dan Peladang dapat diamati melalui motif dasar yang berkembang pada wilayah geografis tersebut. Di wilayah pantai dengan pengaruh budaya islam yang lebih kuat maka untuk menghindari ikonoklasme, seni hias muncul dalam bentuk kaligrafi dan arabesk. Aarabesk merupakan pengembangan rasa keindahan yang bebas dari mitos alam dan dilakukan dengan mengembangkan pola-pola abstrak yang diambil dari pengolahan motif bunga-bungaan, daun-daunan dan poligon-poligon. Pada masayarakat peladang motif dasar yang ada selain menunjukan kekayaan geografis yang bersifat setempatan juga menunjukan motif alam yang didominasi dengan bentuk dasar awan dan bintang. Pemaknaan ragam hias banyak dihubungkan dengan tata nilai dan sistem adat yang berlaku dalam masyarakat peladang. Temuan di lapangan menunjukan pemanfaatan ragam hias pada produk ekonomi kreatif tidak menunjukan kekayaan ragam hias identitas pada masing-masing wilayah. Pengembangan motif diwilayah pesisir justru banyak mengambil motif dasar milik masyarakat peladang. Sehingga disarankan agar motif dasar pada masing-masing wilayah dapat dikonservasi melalui berbagai kegiatan.
PEMANFAATAN MULTI MEDIA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS DAN HASIL PEMBELAJARAN
Budiharto Budiharto;
Suparman Suparman
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan Vol 4 No 1 (2017): SEUNEUBOK LADA
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (511.463 KB)
Di era globalisasi sekarang ini sangat dibutuhkan sumber daya manusia ( SDM ) yang peka terhadap perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, maka tugas berat ada dibidang pendidikan. Guru sebagai agen pembaharuan dibidang ini, dituntut untuk bersikap dan bertindak secara nyata dalam mencetak sumber daya manusia (SDM), sebagai generasi penerus bangsa. Bangsa yang maju senantiasa berpacu dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang selalu mengalir seirama dengan perkembangan dunia dewasa ini, salah satu tantangan berat diera digital ini, yang tidak dapat dihindari oleh guru dan praktisi pendidikan adalah perkembangan teknologi, informasi dan komunikasi yang sangat pesat, sedangkan peningkatan kompetensi guru dan tenaga pendidikan tidak secepat perkembangan teknologi itu sendiri. Sedang tugas guru adalah mendidik dan mengajar, langsung kepada anak didik. Untuk itulah maka betapa pentingnya peningkatan kemampuan guru dalam menyesuaikan diri terhadap perkembangan teknologi, informasi dan komunikasi diantaranya dengan memanfaatkan multi media untuk meningkatkan kualitas dan hasil pembelajaran. Kelemahan dari kebanyakan guru adalah lemahnya penggunaan media dalam pembelajaran sehingga hal ni dapat menimbulkan verbalisme dalam pembelajaran dan lebih parah lagi rendahnya pemahaman siswa terhadap materi sehingga berpengaruh terhadap hasil belajar siswa itu sendiri. Karenanya maka guru dituntut mau dan mampu menggunakan multi media dalam pembelajaran apalagi diera digital seperti sekarang ini, dalam rangka meningkatkan kualitas dan hasil pembelajaran yang berpengaruh pada kualitas pendidikan.
DIAGNOSIS PENANGANAN KONFLIK DALAM ORGANISASI
hanafiah hanafiah
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan Vol 4 No 1 (2017): SEUNEUBOK LADA
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (342.226 KB)
Kehadiran konflik dalam organisasi tidak dapat dihindarkan tetapi hanya dapat dieliminir. Konflik dalam organisasi dapat terjadi antara individu dengan individu, baik individu pimpinan maupun individu anggota staff. Konflik individu dengan kelompok maupun konflik antara kelompok tertentu dengan kelompok yang lain. Tidak semua konflik merugikan organisasi konflik yang ditata dan dikendalikan dengan baik dapat berujung pada keberuntungan organisasi sebagai suatu kesatuan. Penerapan perilaku organisasi pembahasan tentang konflik dalam organisasi memang sangat penting dikaji, karena dalam setiap organisasi pasti akan timbul konflik sehingga untuk memahami konflik kita perlu memahami beberapa pembahasan tentang cara mendiaknosis dan cara menangani konflik dengan baik sehingga kita dapat mengatasi konflik itu dengan baik.
THE PARENTS’ ROLE IN MAINTAINING GAYONESE LANGUAGE BY INTERMARRIAGE FAMILIES IN LANGSA
Merina Devira Devira;
Chairuddin Chairuddin;
Zulkifli Zulkifli
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan Vol 5 No 2 (2018): SEUNEUBOK LADA
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (488.695 KB)
The research problem of this research is divided into two: (1) how Gayonese language is maintained in intermarriage families in Langsa and (2) how the parents' roles are in maintaining Gayonese language in intermarriage families in Langsa. This study uses a qualitative descriptive method and the instrument of this research is observation and interview. Steps of collecting data include observing the location of the research, getting participants and then doing interviews with participants, which are four families. The family is intermarriage family that is marriage from one tribe to another tribe. In this research, Gayonese intermarriage families are as the subject of research. The results of the analysis show that there are four Gayonese intermarriage families in Gampong Serambi Indah that can inherit their Gayonese language to their children. Furthermore, based on factor and domain analysis affecting their language to be maintained is the role of parents to teach them Gayonese language. Then there are three domains also that influence gayonese language to be maintained to the second generation: environment, home, and school.
Nilai Pendidikan Budi Pekerti Dalam Seni Tari Saman
Guntur Arie Wibowo
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan Vol 5 No 2 (2018): SEUNEUBOK LADA
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (457.824 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan budi pekerti yang terdapat dalam kesenian tari saman Aceh. Kesenian tari saman termasuk salah satu jenis kesenian rakyat yang bernafaskan agama Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi (library research). Menganalisis data dengan teknik analisis data yaitu menggunakan analisis deskriptif, tahapannya adalah: a) reduksi data, b) displai data, dan c) pengambilan kesimpulan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa, kesenian tari saman merupakan salah satu kesenian yang berfungsi sebagai sarana dakwah penyebaran agama Islam. Kesenian tari saman terdapat nilai-nilai pendidikan budi pekerti untuk kehidupan manusia. Unsur nilai budi pekerti tersebut antara lain: a) keimanan b) kedisiplinan dan ketekunan c) sopan santun dan d) estetika.
Kajian Etnohistoris
Mufti Riyani;
Sukirno Sukirno;
Elsy Sukria Fathin
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan Vol 5 No 2 (2018): SEUNEUBOK LADA
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (350.54 KB)
The Atjeh Religious Tourism Program is basically a program embodied by the Ministry of Tourism and Creative Economy program that wants Aceh to be projected as the World Islamic Tourism Indonesia. Aceh with unique local culture and wisdom is a potential area to run the Sharia tourism trend as a new tourist destination in the world today. However, this program experienced stagnation caused by concerns about the impacts that arose with the opening of tourism access in Aceh. Concerns and impacts that may arise basically can be anticipated by providing a comprehensive tourism concept and can work effectively to encourage government programs as well as to rebuild the Acehan culture which is actually beginning to erode. This paper aims to convey ideas that can be offered as a unique concept of gampong (village) based religious tourism with historical and cultural approaches to Acehan. This concept can lift Aceh from a religious, cultural, social and economic perspective in a comprehensive manner. This concept at the same time avoids the anxiety of the emergence of activities categorized as mushrik (associating partners with God) which occurs if religious tourism takes the object of a tomb or similar place while projecting a cosmopolitan Islam in front of the international world. The Integrated Tourism Village in question is gampong structuring by considering religious, cultural, social and economic aspects. Gampong Wisata contains historical tours, tourist attractions, arts, objects, customs, eating-drinking traditions, and Acehnese souvenirs. The idea of developing Integrated Tourism Village can be realized if there is good cooperation between the local government, the private sector (investors), and the community in the province of Aceh.
Pengaruh Penggunaan Metode SQ3R dalam Meningkatkan Kemampuan Siswa Memahami Bacaaan pada Siswa kelas VIII SMP Negeri I Simpang Keuramat Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara
Sitti Aminah
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan Vol 5 No 2 (2018): SEUNEUBOK LADA
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (616.787 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa dengan menerapkan metode SQ3R sebagai metode pembelajaran membaca pemahaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan secara kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPN I Simpang Keuramat sebanyak 40 siswa terbagi menjadi dua kelas yaitu satu kelas sebagai kelas eksperimen yang mendapat perlakuan pembelajaran dengan metode SQ3R dan satu kelas sebagai kelas kontrol yang pembelajaran secara konvensional. Teknik analisis data meliputi: (1) uji normalitas data yaitu untuk mengetahui apakah data yang diperoleh berdistribusi normal atau tidak (2) uji homogenitas data yaitu untuk mengetahui homogen tidaknya kedua data, data penelitian dianalisis dengan menggunakan Uji Levene pada taraf signifikansi 0,005, dan (3) uji perbedaan rata-rata dengan menggunakan SPSS for window Versi Standar 17.0. Pengaruh penggunaan metode SQ3R dalam pembelajaran memahaman bacaan pada siswa yang memperoleh pembelajaran dengan metode SQ3R sangat meningkat dibandingkan dengan siswa yang memperoleh pembelajaran secara konvensional. Hasil yang diperoleh setelah pembelajaran memahami bacaan dengan metode SQ3R, berdasarkan analisis uji perbedaan rata-rata N-gain dengan taraf signifikasi yaitu: sig. 0,001 < 0,005. Hal ini menunjukkan bahwa tercapainya tujuan pembelajaran bila dalam pembelajaran tersebut menggunakan metode yang tepat.
PERANAN TEUNGKU CHIK DI WAIDO ULAMA AHLI MEUGOE
Usman Usman;
Hanafiah Hanafiah
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan Vol 6 No 1 (2019): SEUNEUBOK LADA VOL 6 NOMOR 1 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (853.749 KB)
Teungku Chik Waido alias Chik di Pasi sangat dikagumi dan dikeramatkan sebagai “Ulama Waliyullah ahli Meugoe”. (namanya Abdussalam bin Teungku Chik Burhanuddin) lahir di Gigieng, Kabupaten Pidie pada empat abad yang lampau zaman sultan Iskandar Muda. Semua hasil karya besar Chik di Waido menjadi sumber motivasi masyarakat Kabupaten Pidie pada saat kekinian di bidang edukasi keagamaan serta irigasi pertanian. Bahkan Pusara atau Makam Chik Waido di Pasi Ie Leubeue dikeramatkan untuk bernazar pada setiap hari Senin dan Kamis. Beberapa permasalahan yaitu; (1) Bagaimana aktivitas awal Teungku Chik Waido alias Chik di Pasi di bidang edukasi dan pengembangan agama Islam?, (2) Bagaimana peranan dan konstribusi Chik Waido dalam pemberdayaan sosial budaya di bidang irigasi pertanian (meugoe)?, dan (3) Bagaimana pengaruh hubungan antara Kharisma Chik Waido dengan sumber motivasi masyarakat?. Penelitian ini untuk mengkaji karya besar Chik Waido alias Cihik di Pasi walaupun hidup 400 tahun yang lampau. Namun aset-asetnya menjadi konstribusi terhadap masyarakat Kabupaten Pidie sampai saat ini. Kajian komponenya yaitu (1) aktivitas awal Teungku Chik Waido alias Chik di Pasi bidang edukasi dan pengembangan agama Islam, (2) peranan dan konstribusi Chik Waido dalam pemberdayaan sosial budaya bidang irigasi pertanian (meugoe) dan (3) pengaruh hubungan antara Kharisma Chik Waido dengan sumber motivasi masyarakat. Penelitian ini menggunakan metoda analisis historis dan studi dokumen sebagai sumber data berupa catatan, buku, prasasti dan peninggalan sejarah melalui studi kepustakaan atau dokumentasi dan penelitian melalui teknik mewawancara. Ada tiga tahapan analisis data; (1) reduksi data yaitu proses seleksi, penyederhaaan, abstraksi dari catatan pelaksanaan penelitian, (2) sajian data yaitu kegiatan diperoleh dalam bentuk cerita yang sistematis dan mudah dipahami dan (3) penarikan simpulan dari analisis sesuai dengan rumusan masalah yang telah dikemukakan. Hasil Penelitian menemukan segala aktivitas/karya besar Chik Waido alias Chik di Pasi berhasil merubah pola hidup masyarakat Pidie. Di bidang edukasi membuka Dayang Manyang dan Jamboe Kaleuet wadah pengajaran dan pendalaman ajaran Islam serta pusat-pusat peribadatan di Rumpong, Paleue dan Tungoe. Bidang irigasi, air mengalir ke sawah-sawah seluas 13.444 ha dan 232 desa di wilayah hukum Kabupaten Pidie. Semua asetnya dipergunakan sumber motivasi bagi masyarakat Kabupaten Pidie kekinian. Selain irigasi juga makam warisannya sarana melepaskan nazar dan air guci menjadi obat penawar untuk penyembuhan segala penyakit. Berdasarkan hasil penelitian, diajukan beberapa saran. Pertama diharapkan kepada pemerintah Kabupaten Pidie dan para Camat; aset-aset Chik Waido alias Chik di Pasi, perlu dipugar menjadi sumber objek sejarah. Kedua diharapkan kepada para Camat, Imeum Mukim dan Keujreun Blang sebagai pengelola Leueng Bintang, seyogianya menjadi sumber mata air strategis dalam pemberdaan aktivitas persawahan dari proyek Leueng Bintang