cover
Contact Name
Aef Herosandiana
Contact Email
lppm@unisa-bandung.ac.id
Phone
+628112289357
Journal Mail Official
jkeb.aisyiyahbdg@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kh. Ahmad Dahlan No.6 Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Asuhan Ibu dan Anak
ISSN : 25024981     EISSN : 2549290X     DOI : https://doi.org/10.33867/jaia
Core Subject : Health, Social,
The topics to be discussed are topics related to mother and child care. For topics related to children are approved until the age of children <18 years
Articles 107 Documents
Analisis Hubungan Indeks Massa Tubuh Dengan Kejadian Anemia Pada Calon Pengantin Wanita Reni, Reni; Kusumahati, Evi; Ilahi, Amalia Qudrotun
Jurnal Asuhan Ibu dan Anak Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Asuhan Ibu dan Anak
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33867/JAIA.643

Abstract

Kesehatan Calon Pengantin (Catin) perempuan berperan penting dalam menentukan kualitas generasi berikutnya. Anemia masih menjadi masalah utama, dengan prevalensi remaja putri di Jawa Barat sebesar 33,7% berdasarkan Riskesdas 2018, lebih tinggi dari angka nasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan kejadian anemia pada calon pengantin perempuan di Puskesmas Pagarsih Kota Bandung. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi mencakup seluruh catin perempuan yang terdaftar, dengan teknik total sampling sebanyak 113 responden. Kriteria inklusi adalah catin yang menjalani pemeriksaan kesehatan lengkap dan memiliki data rekam medis valid. Data yang dikumpulkan meliputi tinggi badan, berat badan, dan kadar hemoglobin. Uji normalitas menggunakan Kolmogorov-Smirnov dan analisis hubungan dilakukan dengan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan mayoritas responden memiliki IMT normal (64,6%), namun prevalensi anemia mencapai 61,9%. Analisis statistik menunjukkan p = 0,132 (p > 0,05), sehingga tidak terdapat hubungan signifikan antara IMT dan kejadian anemia. Disimpulkan bahwa risiko anemia tetap tinggi meskipun status gizi makro normal. Anemia kemungkinan lebih dipengaruhi oleh faktor lain seperti asupan zat gizi mikro, pola makan, dan kondisi fisiologis. Diperlukan intervensi preventif yang lebih komprehensif melalui edukasi gizi dan suplementasi zat besi sebelum kehamilan
Analisis Faktor Yang Memengaruhi Kejadian Persalinan Sectio Caesarea Di Salah Satu Fasilitas Pelayanan Kesehatan Di Kota Bandung Tahun 2024 Siti Awali, Dian; Ridlayanti, Annisa; Pratiwi, Deby Eka
Jurnal Asuhan Ibu dan Anak Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Asuhan Ibu dan Anak
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33867/JAIA.659

Abstract

Persalinan Section Caesarea (SC) merupakan teknik persalinan yang dilakukan untuk menyelamatakan ibu dan bayi berdasarkan indikasi sosial, relatif, janin dan absolut. Komplikasi persalinan yang menyebabkan Section Caesarea (SC) seringkali berkaitan dengan faktor ibu dan janin seperti partus lama, gawat janin, preeklamspsia dan kelainan letak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor yang mempengaruhi kejadian persalinan Sectio Caesarea di Rumah Sakit Al-Islam Bandung tahun 2024. Metode penelitian yang digunakan ialah deskriptif kuantitatif menggunakan rancangan analitik observasional dengan desain penelitian potong lintang (cross sectional) menggunakan analisis uji statistik chi-square  dan uji regresi berganda. Faktor yang diteliti terdiri dari variabel karakteristik sosial (usia dan pekerjaan) dan variabel karakteristik medis (indikasi medis: Bekas SC, PEB, KPD, Gemelli, Kelainan letak janin). Data yang digunakan adalah data sekunder yaitu catatatan data persalinan tahun 2024 yang didapatkan dari rekam medis RS Al-Islam Bandung. Populasi penelitian adalah seluruh ibu bersalin di RS Al-Islam Bandung selama tahun 2024  dengan sampel 446 orang ibu bersalin. Hasil analisis disimpulkan mayoritas persalinan dilakukan secara sectio caesarea (60,5%).  Hasil analisis juga menunjukkan bahwa berdasarkan uji regresi logistic variabel Bekas SC, Gemelli, Kelainan Letak dan PEB memiliki nilai p-value < α 0,05 yang artinya terdapat hubungan yang signifikan dengan persalinan Section Caaesarea, sedangkan untuk variabel KPD, Umur dan Pekerjaan tidak memilki hubungan signifikan dengan persalinan Section Caesarea.
Efektivitas Video Animasi Sebagai Media Edukasi Gizi Seimbang Terhadap Pengetahuan Wanita Usia Subur Dalam Pencegahan Stunting Apriyanti, Ika; Ismayanty, Devie
Jurnal Asuhan Ibu dan Anak Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Asuhan Ibu dan Anak
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33867/JAIA.678

Abstract

Status gizi anak usia prasekolah (3–5 tahun) mencerminkan kondisi kesehatan fisik pada periode penting yang menjadi fondasi pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya. Salah satu permasalahan gizi yang masih menjadi perhatian adalah stunting, yaitu gangguan pertumbuhan kronis akibat kekurangan asupan nutrisi dalam jangka panjang yang berdampak pada perkembangan otak dan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Meskipun prevalensi stunting menunjukkan tren penurunan, upaya pencegahan tetap perlu diperkuat melalui intervensi yang tepat sasaran. Salah satu strategi preventif adalah pemberian edukasi gizi seimbang kepada wanita usia subur (WUS) sebagai langkah pencegahan sejak dini. Media edukasi yang inovatif, seperti video animasi, dinilai mampu meningkatkan pemahaman karena menyajikan informasi secara visual dan menarik. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas penggunaan video animasi sebagai media edukasi gizi seimbang dalam meningkatkan pengetahuan WUS terkait pencegahan stunting. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pretest-posttest. Sebanyak 32 responden dilibatkan melalui teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan penyuluhan menggunakan video animasi terhadap peningkatan pengetahuan ibu dalam upaya pencegahan stunting (p-value 0,000). Setelah intervensi diberikan, terjadi peningkatan tingkat pengetahuan responden. Dengan demikian, penggunaan video animasi dapat menjadi alternatif media edukasi yang efektif dalam mendukung pencegahan stunting sejak tahap prakonsepsi.
Pengembangan Media Edu-Kari (Edukasi Kesehatan Reproduksi Interaktif) Berbasis Aplikasi Dalam Upaya Peningkatan Kemandirian Kesehatan Anak Berkebutuhan Khusus Hasanah, Puji Nurfauziatul; Yulianti, Mona; Abulloh, Muhammad Farid
Jurnal Asuhan Ibu dan Anak Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Asuhan Ibu dan Anak
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33867/JAIA.697

Abstract

Anak berkebutuhan khusus (ABK) memiliki kebutuhan kesehatan reproduksi yang samadengan anak pada umumnya, namun masih menghadapi hambatan dalam mendapatkanakses informasi dan edukasi terkait kesehatan reproduksi pada anak. Pemberian informasikesehatan reproduksi yang adekuat diharapkan dapat mencegah masalah kesehatan danrisiko kekerasan seksual pada ABK. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkanmedia edukasi kesehatan interaktif berbasis aplikasi android yang dapat meningkatkankemandirian kesehatan reproduksi ABK melibatkan orang tua dan guru serta pengasuhanak. Metode penelitian ini dilakukan dengan metode research and development (RnD)dengan pendekatan Borg dan Gall. Uji efektivitas produk dilakukan dengan pendekatankuantitatif dengan rancangan quasi eksperimen melibatkan 50 responden terdiri dariorang tua, guru, dan ABK. Hasil penelitian adalah Media Edu-Kari berbasis aplikasiandroid, buku panduan, dan catatan perkembangan anak. Hasil uji validitas produkmelalui CVI menunjukan nilai rata – rata 4,3 – 4,6 menunjukan bahwa Media Edu-Karilayak untuk dipergunakan secara luas. Hasil uji efektivitas Media Edu-Kari didapatkannilai signifikansi atau p-value sebesar 0,001 (Sig. < 0,05) yang bermakna bahwa adapengaruh media Edu-Kari dalam meningkatkan kemandirian kesehatan reproduksi padaABK. Upaya pengembangan media edukasi ini diharapkan dapat digunakan secara luasoleh orang tua, anak dan guru serta bagi sekolah untuk dapat diintegrasikan denganpembelajaran, serta pemberian asuhan keperawatan berupa edukasi kesehatan reproduksiABK untuk optimalisasi kemandirian kesehatan reproduksi. Optimalisasi kemandiriankesehatan perlu melibatkan lintas sektoral dengan melibatkan digitalisasi kesehatan untukmencapai outcome peningkatan derajat kesehatan yang holistik
Hubungan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) Dengan Keberhasilan Pemberian Asi Eksklusif Pada Bayi Pirhi, Marescoti Olivera; Koamesah, Sangguana Marthen Jacobus; Su , Djie To Rante; Buntoro, Ika Febianti
Jurnal Asuhan Ibu dan Anak Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Asuhan Ibu dan Anak
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33867/JAIA.704

Abstract

Kematian bayi masih menjadi permasalahan kesehatan global. Angka kematian bayi di Indonesia mengalami peningkatan sebanyak 12.779 kasus pada tahun 2023. Memberikan ASI eksklusif dan melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) setelah kelahiran ialah upaya yang efektif dalam menurunkan risiko kematian pada bayi. Namun, proporsi pemberian ASI eksklusif secara global menurut World Health Organization masih sebesar 48%. Di Indonesia, proporsi pelaksanaan ASI eksklusif menurun dari 67,74% di tahun 2019 menjadi 63,9% di tahun 2023, termasuk di Kota Kupang. Pelaksanaan IMD di Kota Kupang juga menunjukkan penurunan serta hasil penelitian sebelumnya masih memiliki temuan yang belum konsisten terkait relasi antara IMD dan ASI eksklusif. Kajian ini dilakukan untuk memahami keterkaitan antara IMD dan keberhasilan pemberian ASI eksklusif di Kota Kupang. Kajian dengan pendekatan cross-sectional ini, dilaksanakan di Puskesmas Sikumana, Oesapa, dan Pasir Panjang pada Juli–Agustus 2025. Data dikumpulkan dari 96 responden melalui kuesioner, lalu dianalisis dengan uji Chi-Square. Hasil memperlihatkan bahwa 84,4% tidak melaksanakan praktik IMD pada bayinya, sementara hanya 15,6% yang melaksanakan IMD. Di antara responden yang melaksanakan IMD tersebut, mayoritas (93,3%) responden berhasil memberikan ASI eksklusif. Uji Chi-Square memperlihatkan nilai p = 0,004 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara IMD dan keberhasilan pemberian ASI eksklusif di Kota Kupang. Edukasi terkait manfaat dan cara pemberian IMD dan ASI Eksklusif serta hubungan antar keduanya perlu diberikan kepada orang tua mulai dari masa kehamilan ibu hingga bayi mulai menyusui
Hubungan Pengetahuan Suami Dengan Dukungan Terhadap Keikutsertaan Metode Kb Implan Suarsih, Acih; Istianah; Astriani, Mardelia; Monica, Olivia Tri; Rachmasari, Bella
Jurnal Asuhan Ibu dan Anak Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Asuhan Ibu dan Anak
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33867/JAIA.714

Abstract

Penggunaan kontrasepsi implan di Indonesia belum sebanding dengan metode jangka pendek seperti suntik dan pil, meskipun implan memiliki efektivitas tinggi dan durasi perlindungan lebih lama. Di wilayah kerja Puskesmas Balaraja, pemilihan implan juga masih lebih rendah dibandingkan metode lainnya. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi kondisi tersebut adalah tingkat dukungan suami yang berkaitan dengan pemahaman terhadap metode kontrasepsi implan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan suami dan dukungan terhadap penggunaan implan. Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Balaraja, Kabupaten Tangerang, pada Mei–Juni 2024. Populasi berjumlah 200 suami pasangan usia subur, dengan sampel 66 responden yang dipilih melalui purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tertutup yang terdiri dari 10 pertanyaan pengetahuan dan 10 pertanyaan dukungan. Instrumen telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis dilakukan secara univariat untuk distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05 serta perhitungan Odds Ratio (OR). Hasil menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan suami dan dukungan terhadap penggunaan KB implan (p = 0,001). Suami dengan pengetahuan baik memiliki peluang lebih besar memberikan dukungan dibandingkan yang berpengetahuan kurang. Disimpulkan bahwa peningkatan pengetahuan suami berperan penting dalam memperkuat dukungan penggunaan implan. Edukasi dan konseling berbasis pasangan diperlukan untuk meningkatkan partisipasi suami dalam penggunaan kontrasepsi implan
Hubungan  Pengetahuan Ibu Dalam Mengolah Makanan Pendamping Asi (MP-ASI) Dengan Status Gizi Bayi Usia 6-12 Bulan Masdinarsah, Imas; Awali, Dian Siti; Rahayu, Riswulan; Rostikawaty, Rostikawaty
Jurnal Asuhan Ibu dan Anak Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Asuhan Ibu dan Anak
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33867/JAIA.715

Abstract

Masalah gizi pada bayi masih menjadi salah satu persoalan kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian serius, salah satunya dipengaruhi oleh ketepatan ibu dalam mengolah dan memberikan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI). Tingkat pengetahuan ibu mengenai pemilihan bahan, proses pengolahan, serta penyajian MP-ASI sangat berperan dalam menentukan kualitas asupan yang diterima bayi dan berpengaruh terhadap status gizinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dalam pengolahan MP-ASI dengan status gizi bayi usia 6–12 bulan di Desa Malasari, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional dan melibatkan 63 ibu sebagai responden melalui teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan ibu, serta penilaian status gizi bayi berdasarkan indikator berat badan menurut umur (BB/U) sesuai standar Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2020. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar ibu memiliki tingkat pengetahuan yang kurang (52,38%), sedangkan status gizi bayi terbagi seimbang antara kategori kurang dan normal (masing-masing 44,44%). Uji statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan ibu dan status gizi bayi (p < 0,026). Hal ini menunjukkan pentingnya peningkatan edukasi dan pendampingan bagi ibu untuk mendukung perbaikan status gizi bayi

Page 11 of 11 | Total Record : 107