cover
Contact Name
Sita Meiningtyas Perdani Putri
Contact Email
phcjournal21@gmail.com
Phone
+6287899595523
Journal Mail Official
mail@iphorr.com
Editorial Address
Jl. Raden Imba Kusuma Ratu Gang Durian No.40, Sukadana Ham, Kota Bandar Lampung 52473
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Journal of Public Health Concerns
ISSN : 27770826     EISSN : 2776592X     DOI : 10.56922
Core Subject : Health,
Jurnal pengabdian kepada masyarakat dibidang kesehatan meliputi kegiatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif pada semua tingkat usia baik secara individu, kelompok maupun lembaga pendidikan sekolah. Kegiatannya yang diawali dengan survei lapangan dan temuan masalah kesehatan yang dialami oleh masyarakat dan ditindaklanjuti dengan kegiatan berupa penyuluhan kesehatan; pelatihan menuju perilaku hidup bersih dan sehat; peningkatan pengetahuan pengobatan alternatif; dan pengetahuan tentang kebutuhan gizi. Terbit bulan April, Juli, Oktober dan Desember.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 4 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns" : 5 Documents clear
Edukasi gizi seimbang sejak dini pada anak prasekolah sebagai upaya pencegahan masalah stunting Djamaludin, Djunizar; Aryastuti, Nurul; Nadila, Tiya; Hidayanti, Sisca; Hasanah, Uswatun
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 4 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v3i3.315

Abstract

Introduction: The problem of stunting nutrition can not only be intervened in the first thousand days of life (1000 HPK) but can still be intervened at pre-school age to school age and adolescents so that the impact does not get worse to the next stage. Therefore, various efforts need to be made to prevent this nutritional problem from being overcome. One of the efforts that can be done is nutrition education to parents, children, and schools from an early age in the community. This educational activity is part of community service activities. Purpose: This counseling aims to increase the knowledge and attitudes of mothers, children, and teachers in the application of balanced nutritious food consumption in children from an early age. This is an effort to prevent and overcome sustainable stunting at school age in the Pinang Jaya Region. Method: The intervention method used to achieve this goal is interactive counseling using audio-visual counseling media. A total of 40 participants attended Results: After the counseling activities, it was found that all participants, both mothers and children, experienced an increase in knowledge related to the application of balanced nutrition in children's daily menus by an average of 80%. Conclusion: From the results of the counseling, it was concluded that there was a need for mentoring activities from the puskesmas to provide nutrition education to pre-school and school children as well as monitoring the nutritional status of children in schools so that children avoid nutritional problems and have good nutritional status.   Keywords: Children; Education; Stunting; Preschool.   Pendahuluan: Masalah gizi stunting tidak hanya dapat diintervensi pada seribu hari pertama kehidupan (1000 HPK) namun masih bisa dilakukan intervensi pada usia pra sekolah hingga usia sekolah dan remaja agar tidak semakin parah dampaknya ke tahap selanjutnya. Oleh karena itu, berbagai upaya perlu dilakukan untuk mencegah agar masalah gizi ini dapat diatasi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah edukasi gizi kepada orangtua, anak, dan pihak sekolah sejak dini di masyarakat. Kegiatan edukasi ini merupakan bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Tujuan: penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu, anak, dan guru dalam penerapan konsumsi makanan bergizi seimbang pada anak sejak usia dini. Hal ini sebagai upaya mencegah dan mengatasi stunting yang berkelanjutan pada usia sekolah di Wilayah Pinang Jaya. Metode: Metode intervensi yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan penyuluhan interaktif menggunakan media penyuluhan audio visual. Sebanyak 40 peserta yang hadir Hasil: Setelah kegiatan penyuluhan diperoleh hasil bahwa seluruh peserta baik ibu, dan anak mengalami peningkatan pengetahuan terkait penerapan gizi seimbang pada menu harian anak dengan rata-rata sebesar sebesar 80%. Simpulan: Dari hasil penyuluhan disimpulkan bahwa perlu adanya kegiatan pendampingan dari puskesmas untuk memberikan edukasi gizi pada anak pra sekolah dan anak sekolah serta monitoring status gizi anak di sekolah agar anak terhindar dari masalah gizi dan memiliki status gizi yang baik.
Pemanfaatan seledri sebagai TOGA dalam upaya pencegahan kolestrol Retnaningsih, Agustina; Budiarti, Ria Deni; Putri, Nur Aisyah; Berlyana, Adynda; Arkhananta, Dhea Adzilla; Afiva, Isnita Mayang; Rizki, Muhammad
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 4 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v3i2.316

Abstract

Introduction: TOGA is a home-grown plant that has medicinal properties, TOGA planting can be done in pots or in the land around the house. The celery plant is an example of TOGA (Family Medicinal Plant) which is very easy to find and has many benefits that are good for health, for example as a lowering of high cholesterol levels. Purpose: To introduce the benefits of Family Medicinal Plants (TOGA), then explain about cholesterol, and the use of celery plants as a prevention of high cholesterol levels. Method: This method is carried out by direct counseling to the women of the Rajawali Posyandu, North Panjang Village. Results: From this counseling, it explained the understanding of TOGA plants (family medicinal plants), the benefits of traditional medicinal plants, one of which was celery, and a demonstration of how to process celery into juice to prevent high cholesterol levels for mothers. Conclusion: From the counseling that has been carried out, it is concluded that the mothers understand what has been conveyed in the counseling on processing celery into celery juice to prevent high cholesterol levels. Mothers also understand that celery has many health benefits. Keywords: Celery; Cholesterol; TOGA. Pendahuluan: TOGA merupakan tanaman hasil budidaya rumahan yang berkhasiat sebagai obat, Penanaman TOGA dapat dilakukan di pot atau di lahan sekitar rumah. Tumbuhan seledri adalah contoh TOGA (Tanaman Obat Keluarga) yang sangat mudah ditemukan dan memiliki banyak manfaat yang baik untuk Kesehatan, contohnya sebagai penurun kadar tinggi kolestrol. Tujuan: Untuk mengenalkan manfaat Tanaman Obat Keluarga (TOGA), kemudian menjelaskan tentang kolestrol, dan pemanfaatan tanaman seledri sebagai pencegah tingginya kadar kolestrol. Metode: Dilakukan dengan cara penyuluhan langsung kepada ibu ibu posyandu rajawali kelurahan Panjang utara. Hasil: dari penyuluhan ini menjelaskan pengertian dari tanaman TOGA (tanaman obat keluarga), manfaat dari tanaman obat tradisiolan salah satunya seledri, serta dilakuka demostrasi cara pengolahan seledri menjadi jus untuk pencegahan tingginya kadar kolestrol bagi ibu ibu. Simpulan: dari penyuluhan yang telah dilakukan, disimpulkan bahwa dimana ibu-ibu paham atas apa yang telah sampaikan pada penyuluhan pengolahan seledri menjadi jus seledri untuk mencegah tinggi kadar kolesterol. Ibu-ibu juga paham bahwa seledri memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh.
Pelatihan kader kesehatan dalam pengamatan efek samping penggunaan Kontrasepsi hormonal di wilayah kerja Puskesmas Onekore: Efek Samping Kontrasepsi Hormonal Bedho, Martina; Owa, Khrispina
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 4 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v3i4.345

Abstract

Background: Onekore Public Health Center has 24 Posyandu, the only active village health worker (Kader) are Posyandu Kompi C. Meanwhile, 32% of acceptors are obesity and have hypertension. According to the results of the study showed that there was an effect of the long use of hormonal contraception on the incidence of obesity. While the research was conducted in Kumasi sub-district, Ghana, India, because some of the acceptors experienced long and heavy menstruation, no menstruation, and vaginal discharge, they were afraid of modern contraceptive methods. Perpose: So the community service team of the Ende Nursing DIII Study Program was motivated to empower health cadre village health worker (Kader) to help midwives identify side effects of using hormonal contraception through community service activities. Method: The method used is lecture, discussion, simulation and practicum by the target audience. Result: The results of community service showed that all acceptors had good knowledge (83.33%) in the pretest while the posttest (100%) but did not know about the duration of using hormonal contraception either by injection, implant and pill except for one village health worker (Kader) (3.57%). The skills achieved are that all 28 health village health worker (Kader) (100%) can measure height, weight, assess normal weight and measure blood pressure. Conclusion: Based on the results of community service at the Onekore Community Health Center, it was concluded that all cadres had good knowledge (100%) while the cadres skills in measuring weight, TB, blood pressure and calculating weight were normal (> 80%). Keywords: Empowerment; Health Cadres; Hormonal Contraceptives; Knowledge; Side effects. Pendahuluan: Puskesmas Onekore memilki 24 Posyandu, kader kesehatan yang aktif hanya Posyandu Kompi C. Sementara akseptor yang mengalami obesitas dan hipertensi 32%. Hasil penelitian di 3 Puskesmas Kota Ende menunjukan ada pengaruh lama penggunaan kontrasepsi hormonal terhadap kejadian obesitas. Penelitian di kecamatan Kumasi Ghana India, sebagian akseptor mengalami haid yang lama dan banyak, tidak haid, dan keputihan sehingga mereka takut akan metode kontrasepsi modern. Tujuan: Pengabdian masyarakat ini bertujuan melakukan pelatihan kader kesehatan Puskesmas Onekore, agar dapat mengamati efek samping pada akseptor dengan penggunaan kontrasepsi hormonal. Metode: Metode yang digunakan ceramah oleh tim pengabdian masyarakat, diskusi, simulasi, praktikum oleh khalayak sasaran. Hasil: Menunjukan semua akseptor memiliki pengetahuan cukup (60%) pada pretest, namun belum tahu tentang lama penggunaan kontrasepsi hormonal baik secara suntik, implant dan pil kecuali satu kader (3,57%). Sedangkan post test kader kesehatan berpengetahuan baik (80%), Keterampilan yang dicapai semua kader kesehatan 18 orang (100%) dapat mengukur tinggi badan, menimbang berat badan, menilai berat badan normal dan mengukur tekanan darah. Simpulan: Berdasarkan hasil pengabdian masyarakat di Puskesmas Onekore mendapatkan simpulan bahwa semua kader memiliki pengetahuan baik (100%) Sedangkan ketrampilan kader dalam mengukur BB, TB, tekanan darah, dan menghitung BB normal (> 80%).
Pendidikan kesehatan penatalaksanaan tersedak pada keluarga yang memiliki balita di Perumnas Wayhalim Bandar Lampung Lensi, Yufia; Wandini, Riska; Wardiyah, Aryanti
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 4 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v3i3.361

Abstract

Background: High risk in toddlers under 5 years old is very high risk for choking. Toddlers will explore and put foreign objects into their mouths so that they can easily choke. The prevalence of choking incidents in the Wayhalim area in 2021 was 67 toddler incidents and 2 toddlers died due to choking. Meanwhile, in 2022, from January to April, the number of choking incidents was 22 cases and 1 case died due to choking. Purpose: To implement interventions and discussions and to increase knowledge of choking management in families with toddlers. Method: This activity was carried out by providing health promotion using lecture techniques. Results: The average pre-intervention knowledge was 40.4% <50.0% lower than post-intervention knowledge of 82.8%>75%. Conclusion: There was an increase before health education was carried out and after health promotion was given. Keywords: Choking; Health Education; Toddlers. Pendahuluan: Risiko tinggi pada anak usia balita kurang 5 tahun sangat berisiko tinggi untuk mengalami tersedak. Balita akan mengeksplorasi dan memasukkan benda-benda asing ke dalam mulutnya sehingga dengan mudah mengalami tersedak. Prevelensi kejadian tersedak di Wilayah Wayhalim pada tahun 2021 sebanyak 67 kejadian balita dan terdapat 2 balita meninggal dunia karena tersedak. Sedangkan pada tahun 2022 terhitung dari bulan Januari sampai bulan April angka kejadian terseak sebanyak 22 kasus dan 1 kasus meninggal disebabkan karena tersedak. Tujuan: Untuk penerapan intervensi dan pembahasan serta dapat meningkatkan pengetahuan tatalaksana tersedak pada keluarga yang memiliki balita. Metode:  Kegiatan ini dilaksanakan dengan diberikan promosi kesehatan menggunakan teknik ceramah. Hasil: Rata-rata pengetahuan pre- intervensi sebesar 40.4% <50.0% lebih rendah dibandingkan pengetahuan post intervensi sebesar 82,8% >75%. Simpulan: Ada peningkatan sebelum dilakaukan pendidikan kesehatan serta setelah diberikan promosi kesehatan.
Pengabdian pada masyarakat persiapan menuju persalinan pada ibu hamil Wardiyah, Aryanti; Adha, Adinda Wulan; Palupi, Antika; Budiarti, Budiarti; Wulandari, Hesti; Pratiwi, Liza Ayu; Nepiana, Nurul; Saputra, Raihan; Hidayat, Taufiq; Kurniawan, Yogi
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 4 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v3i4.388

Abstract

Background: Childbirth is the process of expelling a fetus that occurs during pregnancy (37-42 weeks), and is a natural delivery with a posterior presentation of 18 hours without any complications. Purpose: To increase the knowledge and understanding of pregnant women and their families to prepare for childbirth. Method: The implementation of this activity goes through several stages, namely conducting a field survey, holding a meeting with the integrated health post to explain the activities to be carried out, preparing leaflets and posters for outreach media. Results: The initial step before the activity was carried out by the survey team who conducted observations and interviews with the integrated health post, the results of which were obtained from observations and interviews regarding the preparation of childbirth for pregnant women, namely the lack of knowledge and awareness of pregnant women to prepare for childbirth. In accordance with the results of the observation, it was obtained that the provision of health education about childbirth preparation was still poorly known by pregnant women. The implementation was carried out on December 22, 2023 at the Integrated Health Post. during the implementation, pregnant women were given education and presentation of childbirth preparation material. Conclusion: Husband involvement is known to affect pregnancy and childbirth. Husband involvement during pregnancy reduces negative attitudes towards maternal health and significantly reduces the risk of premature birth, low birth weight, and fetal growth retardation. Suggestion: Readers, especially husbands and family members, should know about the preparation of pregnant women before giving birth so that they can face and anticipate any emergencies that may arise during pregnancy. Keywords: Childbirth; Pregnant Women; Preparation. Pendahuluan: Persalinan merupakan proses pengeluaran janin yang terjadi pada masa kehamilan (37- 42 minggu), dan merupakan persalinan alami dengan presentasi posterior 18 jam tanpa adanya komplikasi. Tujuan: Untuk menambah pengetahuan dan pemahaman ibu hamil dan keluarga untuk mempersiapkan persalinan. Metode: Pelaksanaan kegiatan ini melalui beberapa tahapan yaitu melakukan survey lapangan, mengadakan pertemuan pihak posyandu untuk menjelaskan tentang kegiatan yang akan dilaksanakan, mempersiapkan leaflet dan poster untuk media penyuluhan. Hasil: Langkah awal sebelum kegiatan dilakukan oleh tim survey yang melakukan observasi dan wawancara dengan pihak posyandu yang hasilnya diperoleh dari observasi dan wawancara seputar persiapan persalinan ibu hamil yaitu kurangnya pengetahuan kesadaran ibu hamil untuk mempersiapkan persalinan. Sesuai dengan hasil observasi diperoleh bahwa pemberian penyuluhan kesehatan tentang persiapan persalina masih kurang diketahui oleh ibu hamil. Implementasi telah dilaksanakan pada tanggal 22 Desember 2023 pada Posyandu. ketika implementasi ibu hamil diberikan edukasi serta pemaparan materi persiapan persalinan. Simpulan: Keterlibatan suami diketahui mempengaruhi kehamilan dan persalinan. Keterlibatan suami selama kehamilan mengurangi sikap negatif terhadap kesehatan ibu dan secara signifikan mengurangi risiko kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, dan hambatan pertumbuhan janin. Saran: Hendaknya para pembaca khususnya para suami dan anggota keluarga mengetahui persiapan ibu hamil sebelum melahirkan agar dapat menghadapi dan mengantisipasi segala keadaan  darurat yang mungkin timbul pada masa kehamilan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

2023 2023


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 12 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 11 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 10 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 9 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 8 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 7 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 6 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 5 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 4 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 2 (2025): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 5 No. 1 (2025): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 6 (2025): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 5 (2025): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 4 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 3 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 2 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 1 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 4 (2024): PHC Vol. 3 No. 4 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 3 (2023): PHC Vol. 3 No. 3 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 2 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 1 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 3 (2022): Penatalaksanaan Diabetes Melitus Tipe 2 Vol. 2 No. 4 (2022): Promosi Dan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) Vol. 2 No. 2 (2022): Penatalaksanaan Hipertensi Pada Lansia Vol. 2 No. 1 (2022): Promosi Kesehatan Pada Remaja Vol. 1 No. 4 (2021): Perawatan Lansia Secara Umum Dan Pertolongan Pertama Pada Keadaan Darurat Vol. 1 No. 3 (2021): Terapi Komplementer Dalam Keperawatan Vol. 1 No. 2 (2021): Penanganan dan Perawatan Penyakit Asma Vol. 1 No. 1 (2021): Promosi Kesehatan dalam penanganan penyakit Rematik, Gastritis, Hipertensi dan More Issue