cover
Contact Name
Muhammad Anggung Manumanoso Prasetyo
Contact Email
anggung@iainlhokseumawe.ac.id
Phone
_6282137162679
Journal Mail Official
idarah.mpilhokseumawe@gmail.com
Editorial Address
Jl. Medan B. Aceh, Alue Awe, Kec. Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Aceh 24352
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
IDARAH : Jurnal Pendidikan dan Kependidikan
ISSN : 25498193     EISSN : 26568012     DOI : https://doi.org/10.47766/idarah
IDARAH, Jurnal Pendidikan dan Kependidikan (Journal of Education), e-ISSN: 2656-8012 and p-ISSN: 2549-8193; is a journal published by Islamic Education Management the Faculty of Education and Teaching Science State Islamic Institute (IAIN) Lhokseumawe, published twice a year on June and December. The journal focuses its scope on the issues of Islamic Education Management. We invite scientists, scholars, researchers, as well as professionals in the field of Islamic Education Management in Southeast Asia to publish their researches in our Journal. The journal publishes high quality empirical and theoretical research covering all aspects of Islamic Education Management: Analysis of Education Policy; Organizational Behavior; Philosophy of Islamic Education Management; Pesantren Management; School Based Management; Islamic Education and Social Transformation; Islamic Leadership; Public Relation in Education; Curriculum and Innovation Learning; Innovation and Change Management; Learning Organization and Sustainability Development; Conflict Organization; Total Quality Management in Education; etc. With articles that have primary citations and have never been published online or in print before.
Articles 104 Documents
The Quality of Leadership: A Model of Merit-Based Culture in East Borneo Muadin, Akhmad; Akmalia, Rizky
Idarah (Jurnal Pendidikan dan Kependidikan) Vol. 6 No. 2 (2022): Idarah: Jurnal Pendidikan dan Kependidikan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.517 KB) | DOI: 10.47766/idarah.v6i2.960

Abstract

Abstract: A successful educational institution depends on effective leadership. To close the achievement gap between high-performing schools and low-performing schools, principals are essential players. The purpose of this study is to identify the principal's leadership position in creating an accomplishment culture at SMA Negeri 1 Anggana. This study's methodology employs a qualitative descriptive paradigm. Data were gathered using observational, documentation, and interview methods. Condensing data, presenting data, and drawing inferences or performing verification are the processes taken during the data analysis stage. The outcomes demonstrated the principal's democratic leadership approach. The outcomes of identifying a leader's style include their personality/example, communication skills, ability to make decisions, and ability to inspire adherents. Abstak: Kepemimpinan yang efektif akan menjadi penopang dalam keberhasilan suatu lembaga pendidikan. Kepala Sekolah berperan fundamental mengatasi kesenjangan antara sekolah yang berprestasi tinggi dengan sekolah berprestasi rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kepemimpinan kepala sekolah dalam pengembangan budaya berprestasi di SMA Negeri 1 Anggana. Metode dalam penelitian ini menggunakan paradigma kualitatif jenis deskriptif. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Tahap analisis data dilakukan melalui serangkaian langkah terdiri dari kondensasi data, menyajikan data, dan menarik simpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan gaya kepemimpinan kepala sekolah identic dengan kepemimpinan demokratis. Hasil identifikasi terhadap gaya kepemimpinan antara lain kepribadian/keteladanan, kemampuan berkomunikasi, kapasitas pengambilan keputusan, dan kemampuan memotivasi bawahan.
The Educational Orientation of Malaysia: The P.I.E.S Element of a Balanced Person in The National Education Philosophy (NEP) : (The Perspective of Islam Through the Interpretation of Sayid Qutb) Hamid, Nur Bakri Abd; Alam, Naufal Ahmad Rijalul
Idarah (Jurnal Pendidikan dan Kependidikan) Vol. 6 No. 2 (2022): Idarah: Jurnal Pendidikan dan Kependidikan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (643.646 KB) | DOI: 10.47766/idarah.v6i2.963

Abstract

Abstract: Through educational institutions, Malaysian education is focused on producing competitive human capital. The physical, intellectual, emotional, and spiritual models are the realization of Malaysia's educational goal in the assessment of the national education philosophy (PIES). This study investigates the PIES (physical, intellectual, emotional, and spiritual) ideas that have been formed in the National Education Philosophy and compares them to the Qur'an (NEP). This study, which analyzes the P.I.E.S. Master Book, the Fi Zilalil Qur'an, as well as narrative texts and articles on NEP, is qualitative. The findings demonstrated that Sayid Qutb's perspective on self-balance views it as having developed critical, balanced, and competent knowledge. The NEP review strengthens the connection between spiritual and physical, intellectual, emotional, and emotional qualities. To generate highly educated, civilized, reliable, competent, and skilled people to pursue lifetime educational leadership into the 21st century, all persons and parties concerned must follow the NEP paradigm. The PIES philosophy model's structure is essential to raising educational standards in Malaysia. Practical ramifications for those working in the field of education, including religious instructors, educators, writers, planners, and implementers of universal education. Abstrak: Orientasi pendidikan di Malaysia adalah menghasilkan modal manusia kompetitif melalui lembaga pendidikan. Realisasi terhadap capaian visi pendidikan Malaysia dalam tinjauan filsafat pendidikan nasional adalah model jasmani, intelektual, emosional dan spiritual (PIES). Penelitian ini merupakan pandangan dan pembahasan dibandingkan Al-Qur'an yang mendalami konsep Jasmani, Intelektual, Emosional, dan Spiritual (PIES) yang telah ditetapkan dalam National Education Philosophy (NEP). Kajian ini merupakan kajian kualitatif melalui analisis isi dari buku Master P.I.E.S, Fi Zilalil Qur'an dan teks naratif serta artikel yang membahas tentang NEP. Hasil penelitian menunjukkan komponen keseimbangan diri melalui perspektif Sayid Qutb adalah berkembangnya pengetahuan yang kritis, seimbang, dan mumpuni. Tinjauan NEP mengarah kepada penguatan integrasi nilai jasmani-intelektual-emosional dan spiritual. Semua individu dan pihak yang terlibat perlu mempraktekkan paradigma NEP untuk menghasilkan orang-orang berilmu dan bertakwa yang berpendidikan tinggi, beradab, amanah, dan memiliki keterampilan yang sangat baik untuk mengeksplorasi kepemimpinan pendidikan seumur hidup di luar abad ke-21. Konstruk model filosofi PIES berperan krusial terhadap peningkatan mutu pendidikan di Malaysia. Implikasi praktis bagi praktisi pendidikan yang terdiri dari guru agama, pendidik, penyusun, pemimpin, dan pelaksana pendidikan universal.
Preventing Bullying in Integrated Islamic Boarding Schools of Lhokseumawe City: A Strategic Management Approach Alwi, Said; Iqbal, Muhammad; Manas, Nur Hidayahtul Nabihah
Idarah (Jurnal Pendidikan dan Kependidikan) Vol. 7 No. 1 (2023): Idarah: Jurnal Pendidikan dan Kependidikan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/idarah.v7i1.138

Abstract

Abstact: This study aims to analyze the role of Islamic boarding school residents in preventing bullying behaviour among students in integrated boarding schools in the city of Lhokseumawe. This research adopts a qualitative research design with a phenomenological approach. Data collection techniques are carried out through participant observation, in-depth interviews, and documentation. The research informants consist of the Islamic boarding school leaders and caregiving staff. Data validity is ensured through source verification techniques. Data analysis is conducted through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Bullying behaviour in Dayah Terpadu Ulumuddin and Pesantren Misbahul Ulum Integrated Boarding Schools is prevented by the boarding schools’ authorities through measures such as reprimanding, advising, punishment, and involving parents. However, the psychological approach has not been fully implemented due to the lack of counselling teachers in the boarding school. The boarding schools’ authorities provide guidance and advice to bullying victims. Some bullying behaviours are considered normal among the students, such as teasing and using nicknames. This behaviour will receive less attention from the boarding school authorities. However, if the bullying involves physical violence, the victim will receive special attention. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran warga pesantren dalam pencegahan perilaku bulliying pada santri di pesantren terpadu Kota Lhokseumawe. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian ini terdiri dari pimpinan dayah, bidang pengasuhan. Pemeriksaaan keabsahan data dilakukan dengan teknik pemeriksaan melalui sumber. Teknik analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Perilaku bullying di Dayah Terpadu Ulumuddin dan Misbahul Ulum dicegah oleh pihak dayah terhadap pelaku bullying, yaitu memberikan teguran, nasihat, hukuman, dan pemanggilan orang tua, sedangkan pendekatan psikologis belum dilaksanakan secara maksimal karena belum tersedianya guru bimbingan konseling di dayah. Tindakan pihak dayah terhadap korban bullying berupa pembinaan dan pemberian nasihat. Perilaku bullying yang dianggap wajar terjadi, seperti mengejek dan memanggil dengan nama julukan kurang mendapat perhatian dari pihak dayah. Akan tetapi, jika bullying yang bersifat fisik seperti pemukulan, korban akan mendapat perhatian khusus.
Strategic Management of Akad Salam and Istishna in e-Commerce Transactions: A Case Study of Unit-business Pesantren Manik, M. Rikwan ES.; Asmuni, Asmuni; Anggraini, Tuti
Idarah (Jurnal Pendidikan dan Kependidikan) Vol. 7 No. 1 (2023): Idarah: Jurnal Pendidikan dan Kependidikan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/idarah.v7i1.458

Abstract

Abstract: This study aims to investigate the e-commerce transaction management models of Akad Salam and Istishna in Pesantren (Islamic boarding institutions). Additionally, the study identifies challenges and opportunities within Pesantren organizations. It investigates Pesantren's potential to utilize e-commerce as a business unit facilitator. The research employs a qualitative methodology and a case study design. The five information sources consist of Pesantren leaders, coordinators of Pesantren business units, Pesantren treasurers, and the secretariat team. The findings suggest that Pesantren have a significant opportunity to leverage e-commerce for transactions based on the Akad Salam and Istishna principles. However, obstacles and the need for public education regarding these principles must be overcome. For the successful implementation of Akad Salam and Istishna in Pesantren e-commerce transactions, awareness, a precise understanding of legal and Shariah aspects, and the implementation of the appropriate technology are crucial. Pesantren must implement a comprehensive and unified strategy for managing Akad Salam and Istishna in e-commerce transactions in order to surmount these obstacles and capitalize on these opportunities. Abstrak: Tujuan penelitian untuk mengetahui model manajemen Akad Salam dan Istishna dalam Transaksi e-Commerce di Pesantren. Selain itu, penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan dan Peluang pada Organisasi Pesantren. Penelitian ini menggali potensi pesantren dalam memanfaatkan e-commerce sebagai fasilitator penunjang unit usaha pesantren. Pendekatan ini berjenis kualitatif dengan teknik studi kasus. Sumber informan berjumlah lima orang yang terdiri dari pimpinan pesantren, koordinator unit usaha pesantren, bendahara pesantren dan tim kesekretariatan pesantren. Hasil penelitian menunjukkan Pesantren memiliki potensi yang besar untuk memanfaatkan e-commerce dalam transaksi berbasis akad Salam dan Istishna. Namun, tantangan dan kebutuhan pendidikan masyarakat terkait prinsip-prinsip tersebut harus diatasi. Kesadaran, pemahaman hukum dan syariah yang tepat, serta penerapan teknologi yang tepat menjadi faktor penting dalam keberhasilan implementasi akad Salam dan Istishna dalam transaksi e-commerce di pesantren. Dalam rangka mengatasi tantangan dan memanfaatkan peluang tersebut, pendekatan yang komprehensif dan terintegrasi dalam manajemen akad Salam dan Istishna dalam transaksi e-commerce di pesantren perlu diterapkan.
The Role of Guidance and Counseling Teacher in Developing Students’ Religious Moderation Behavior at Madrasah Ni’mah, Ulfatun; Susanti, Try; Firman, Arham Junaidi; Onia , Saifaldin Idris; Asvio, Nova
Idarah (Jurnal Pendidikan dan Kependidikan) Vol. 7 No. 1 (2023): Idarah: Jurnal Pendidikan dan Kependidikan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/idarah.v7i1.931

Abstract

Abstract: Indonesia is currently facing extremism, radicalism, hate speech, and the breakdown of interfaith relations, which require that teachers fulfill their roles in developing students' religious moderation behavior. This study aims to describe the role of Guidance and Counseling teachers in developing students' religious moderation behavior at MAN Bintan. This research is classified as qualitative research when viewed from the aspect of data. The research activity was conducted at MAN Bintan from January to April 2022. The subjects for data collection in this study were Guidance and Counseling teachers. Data collection was performed through interviews, observation, and documentation. Data analysis was carried out by reducing, presenting, and verifying the data. The findings of this study demonstrate that Guidance and Counseling teachers play a central role in the development of students' religious moderation behavior at MAN Bintan, which is reflected in their roles as informants, facilitators, motivators, and mentors. Abstrak: Bangsa Indonesia sedang menghadapi ekstremisme, radikalisme, ujaran kebencian, hingga retaknya hubungan antarumat beragama sehingga guru dituntut untuk melaksanakan perannya dalam rangka mengembangkan perilaku moderasi beragama siswa. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mendeskripsikan peran guru Bimbingan dan Konseling dalam mengembangkan perilaku moderasi beragama peserta didik di MAN Bintan.Penelitian ini tergolong kepada penelitian kualitatif bila dilihat dari aspek datanya. Kegiatan penelitian ini dilaksanakan di MAN Bintan dari bulan Januari hingga April tahun 2022. Subyek untuk perolehan sumber data dalam penelitian ini ialah guru Bimbingan dan Konseling. Pengumpulan data terlaksana melalui kegiatan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi, display dan verifikasi data. Temuan penelitian ini memperlihatkan bahwa guru Bimbingan dan Konseling memainkan posisi sentral dalam pengembangan perilaku moderasi beragama peserta didik di MAN Bintan yang tercermin dari perannya sebagai informator, fasilitator, motivator, dan pembimbing.
Kekerasan Terhadap Anak Dalam Pendidikan Islam Menurut Ibnu Khaldun Husaini, Husaini
Idarah (Jurnal Pendidikan dan Kependidikan) Vol. 1 No. 1 (2017): Idarah: Jurnal Pendidikan dan Kependidikan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kedudukan anak dalam rumah tangga sebenarnya dalam posisi lebih lemah dibandingkan orang dewasa. Secara psikologis, anak masih bergantung pada orang-orang dewasa di sekitarnya.  Di dalam diri anak  sangat membutuhkan kasih sayang dan perlingdungan dari orang dewasa, baik dari lingkugan keluarga dan lingkungan pendidikannya.. Kekerasan yang terjadi terhadap anak dapat membahayakan Fisik dan Psikis anak.  Dalam  Pemikiran Ibnu Khaldun tentang kekerasan terhadap anak dalam pendidikan adalah. Ibnu Khaldun melarang kekerasan terhadap anak dalam pendidikan hal ini bisa membahayakan fisik dan psikis peserta didik. Ibnu khaldun menawarkan konsepnya ialah menekankan kepada pendidik agar mendidik dengan lemah lembut dan kasih sayang terhadap peserta didik. Secara keseluruhan Ibnu Khaldun menyimpulkan bahwa pembelajaran dengan kekerasan hendaknya dihapuskan didalam dunia pendidikan. Penghapusan kekerasan dalam dunia pendidikan hendaknya menjadi bagian dari keinginan untuk memajukan pendidikan, peningkatan akhlak dan moral anak didik.
Perencanaan Strategis Pendidikan Islam Dalam Pendekatan Budaya Organisasi Universitas Abdurrab Riau Sari, Dian Cita
Idarah (Jurnal Pendidikan dan Kependidikan) Vol. 2 No. 1 (2018): Idarah: Jurnal Pendidikan dan Kependidikan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/idarah.v2i1.65

Abstract

Dalam Pendidikan Islam, analisis terhadap lingkungan internal dan eksternal merupakan langkah utama dalam penyusunan perencanaan strategis. Secara umum perencanaan strategis terdiri atas tiga langkah: formulasi strategi, implementasi strategi, dan evaluasi strategi. Formulasi strategi termasuk mengembangkan visi dan misi, mengidentifikasi peluang dan ancaman eksternal organisasi, menentukan kekuatan dan kelemahan internal organisasi, menetapkan tujuan jangka panjang, merumuskan alternatif strategi, dan memilih strategi tertentu yang akan dilaksanakan. Suasana (climate) dan lingkungan (environment) adalah komponen yang kritis dalam perumusan tujuan organisasi, sehingga perbaikan organisasi membutuhkan semua informasi yang relevan menuju tercapainya mutu perguruan tinggi. Dengan budaya organisasi yang baik, organisasi akan jauh berkembang dibandingkan dengan organisasi dengan budaya yang lemah. Analisis terhadap lingkungan internal dan eksternal yang mengintegrasikan antara budaya dan tugas utama organisasi ini memerlukan proses pembelajaran yang meliputi pengembangan kemampuan dalam transformasi budaya dan transformasi pada perguruan tinggi.
Unit Cost Satuan Pendidikan Alwi, Said
Idarah (Jurnal Pendidikan dan Kependidikan) Vol. 1 No. 1 (2017): Idarah: Jurnal Pendidikan dan Kependidikan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biaya pendidikan merupakan salah satu komponen instrumental input yang sangat penting dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah dan perguruan tinggi. Biaya investasi satuan pendidikan meliputi biaya penyediaan sarana dan prasarana, pengembangan sumber daya manusia, dan modal kerja tetap. Biaya satuan (unit cost) pendidikan adalah biaya rata-rata yang dikeluarkan oleh setiap siswa dalam kurun waktu tertentu untuk mendapatkan pendidikan.Biaya satuan (unit cost) dapat dijadikan standar dalam pemenuhan kebutuhan untuk setiap siswa disekolah.  Biaya satuan persiswa adalah biaya rata-rata persiswa yang dihitung dari total pengeluaran sekolah dibagi seluruh siswa yang ada di sekolah dalam kurun waktu tertentu. Dengan mengetahui besarnya biaya satuan persiswa menurut jenjang dan jenis pendidikan berguna untuk menilai berbagai alternatif kebijakan dalam upaya peningkatan mutu pendidikan.
Pendidikan Akhlak Dalam Islam Husaini, Husaini
Idarah (Jurnal Pendidikan dan Kependidikan) Vol. 2 No. 2 (2018): Idarah: Jurnal Pendidikan dan Kependidikan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/idarah.v2i2.70

Abstract

Al-Quran sebagai pedoman yang paling utama bagi umat Islam, yang mengajarkan kepada umat manusia agar senantiasa selalu berbuat baik, lebih dari itu isi kandungan Al-Quran tidak terlepas dari pendidikan, yaitu pendidikan manusia agar berakhlak mulia, terutama dalam pergaulan antara sesama muslim, baik sesama umat Islam maupun kepada umat non Islam, oleh karena itu Islam mengajarkan umat manusia senantiasa berlaku baik dalam segala hal. Dalam ajaran Islam, akhlak menempati kedudukan yang istimewa dan sangat penting. Di dalam Al-Quran saja ditemui lebih kurang 1500 ayat yang berbicara tentang akhlak, dua setengah kali lebih banyak daripada ayat-ayat tentang hukum baik yang teoritis mauapun yang praktis. Belum terhitung lagi hadits-hadits nabi, baik perkataan, perbuatan, yang memberikan pedoman akhlak yang mulia dalam seluruh aspek kehidupan Lebih jelasnya, penelitian ini memfokuskan pada apa tujuan pendidikan akhlak dalam Islam, Apa saja materi pendidikan akhlak dalam Islam, dan bagaimana metode pendidikan akhlak dalam Islam. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Dengan teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti adalah dengan memiliki terlebih beberapa buku yang berkaitan dengan Akhlak, Al-Qur,an dan Hadits dan dengan membaca, menterjemahkan perteks atau kumpulan teks-teksnya, menganalisis, menguraikan, dan menyimpulkan pemahaman yang telah dicari oleh peneliti. Dari paparan data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa; Pertama, bahwa tujuan pendidikan akhlak dalam Islam adalah: meningkatkan derajat manusia, menuntun kepada kebaikan, manifestasi kesempurnaan iman, kebutuhan pokok dalam keluarga, menuntun kepada kebaikan. Sedangkan materi pokok pendidikan akhlak dalam Islam adalah: berbuat adil, ihsan, akhlak kasih sayang, akhlak malu, akhlak menjaga kehormatan, akhlak jujur, akhlak amanah, akhlak santun, akhlak sabar, akhlak tawadhu, akhlak menahan amarah, akhlak pemaaf, akhlak memehuni janji.
Metode Uswah Hasanah dalam Pembentuk Karakter Usia MI / SD Ma’awiyah, Aisyah
Idarah (Jurnal Pendidikan dan Kependidikan) Vol. 1 No. 1 (2017): Idarah: Jurnal Pendidikan dan Kependidikan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Orang tua/pendidik sebagai figur bagi  anak-anaknya dalam membentuk nilai- nilai karakter yaitu sikap religius, jujur, disiplin,  bertanggung jawab, bekerja keras, rajin, dan lain-lainnya. Pendidik sebagai contoh teladan dalam keluarga maupun di sekolah. Kebutuhan manusia terhadap figur teladan bersumber dari kecendrungan meniru apa yang sudah menjadi karakter manusia, dalam hal ini adalah orang tua/ guru sebagai pendidik. Pembentukan karakter anak sangat dipengaruhi oleh metode yang diberikan orang tua, anak yang berkarakter baik tumbuh di dalam lingkungan keluarga yang harmonis dan memiliki jalinan komunikasi dua arah.  Karakter (Akhlāq)  anak yang baik dapat terbentuk dengan memberi uswah hasanah (contoh teladan) oleh orang tua  dengan memperkenalkan agama, kesopanan, budi pekerti dan tingkah laku yang baik sejak dini.  Anak cendrung memperhatikan tingkah laku orangtua sehari-hari dan menirunya. Oleh karena itu orang tua harus memberikan contoh prilaku yang baik dalam kehidupan sehari- hari.

Page 3 of 11 | Total Record : 104