IDARAH : Jurnal Pendidikan dan Kependidikan
IDARAH, Jurnal Pendidikan dan Kependidikan (Journal of Education), e-ISSN: 2656-8012 and p-ISSN: 2549-8193; is a journal published by Islamic Education Management the Faculty of Education and Teaching Science State Islamic Institute (IAIN) Lhokseumawe, published twice a year on June and December. The journal focuses its scope on the issues of Islamic Education Management. We invite scientists, scholars, researchers, as well as professionals in the field of Islamic Education Management in Southeast Asia to publish their researches in our Journal. The journal publishes high quality empirical and theoretical research covering all aspects of Islamic Education Management: Analysis of Education Policy; Organizational Behavior; Philosophy of Islamic Education Management; Pesantren Management; School Based Management; Islamic Education and Social Transformation; Islamic Leadership; Public Relation in Education; Curriculum and Innovation Learning; Innovation and Change Management; Learning Organization and Sustainability Development; Conflict Organization; Total Quality Management in Education; etc. With articles that have primary citations and have never been published online or in print before.
Articles
104 Documents
Manajemen Pelayanan Administrasi di Dayah Modern Arun Kota Lhokseumawe
Saputra, Andika
Idarah (Jurnal Pendidikan dan Kependidikan) Vol. 3 No. 1 (2019): Idarah: Jurnal Pendidikan dan Kependidikan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47766/idarah.v3i1.130
Manajemen pelayanan administrasi Dayah merupakan bentuk kerja sama personel pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan tersebut. Masalah yang diteliti dalam Penelitian ini adalah manajemen pelayanan administrasi Dayah Arun. Bagaimana perencanaan pelayanan administrasi Dayah modern Arun. Bagaimana pelaksanaan pelayanan administrasi di Dayah modern Arun. Bagaimana hasil pelayanan administrasi Dayah modern Arun. Apa saja kendala yang dihadapi dalam menerapkan manajemen pelayanan administrasi. Tujuan penelitian adalah Untuk menjelaskan tentang pelayanan manajemen administrasi Dayah modern Arun. Untuk mendeskripsikan tentang administrasi dayah modern Arun. Untuk menjelaskan tentang hasil pelayanan manjemen administrasi. Untuk menjelaskan tentang kendala yang dihadapi dalam menerapkan. Metode dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah santri Dayah Modern Arun, bagian administrasi Dayah Arun, orangtua santri, ketua Yayasan Dayah modern Arun, beberapa guru Dayah Arun. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan permasalahan, tujuan dan teknik pengumpulan data di atas maka mendapatkan hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: Pertama, perencanaan pelayanan administrasi yang dilakukan oleh Dayah modern Arun memberikan dampak kemuslahatan dan yang lebih baik dan cepat dalam manajemen pelayanannya, baik pelayanan administrasi atau pelayanan keuangan dan pembelajaran. memiliki beberapa kendala di antaranya ialah kurang data, kurang komunikasi antara administrsasi dengan wali santri maka dapat disimpulkan ada dua factor yang menjadikan pelayanan administrasi lebih baik pertama, bagian administrasi harus memiliki data yang kuat dan lengkap yang kedua, setiap wali dan santri harus menjadikan prinsip jujur dan disiplin dalam metransfer uang bulanan dan bagian Administrasi juga harus mengecek setiap minggu dan bulan tetang pelayanan dan kelengkapan Administrasinya.
Strategi Guru Agama Islam dalam Pembinaan Akhlakul Karimah Siswa SMA Negeri I Bukit Kabupaten Bener Meriah
Husaini, Husaini;
Muliara, Muliara
Idarah (Jurnal Pendidikan dan Kependidikan) Vol. 2 No. 1 (2018): Idarah: Jurnal Pendidikan dan Kependidikan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47766/idarah.v2i1.134
Dewasa ini pendidikan agama menjadi sorotan tajam masyarakat. Perilaku menyimpang peserta didik dan remaja yang tidak sesuai dengan norma agama, mendorong berbagai pihak mempertanyakan efektivitas pelaksanaan pendidikan agama di sekolah. Penelitian ini membahas (1) peranan strategi guru pendidikan agama Islam dalam pembinaan akhlakul karimah; (2) bentuk pembinaan akhlakul karimah yang dilakukan guru pendidikan agama Islam; dan (3) faktor pendukung dan penghambat pembinaan akhlaqul karimah siswa di SMA Negeri I Bukit Kabupaten Bener Meriah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif diskriptif. Hasil penelitian yaitu (1) strategi guru pendidikan agama Islam dalam pembinaan akhlakul karimah dilakukan melalui pembiasaan, keteladanan, anjuran atau nasehat, larangan, pengawasan dan hukuman; (2) pembinaan akhlak di SMA Negeri I Bukit terbagi menjadi dua yaitu intrakurikuler yang difokuskan pada kajian keagamaan yang terdiri dari Aqidah/Tauhid, dan ekstrakurikuler, antara lain olah raga, darmawisata, dan kegiatan social; dan bentuk pembinaan akhlak dilakukan dengan membaca do’a membaca Al-Qur’an, shalat Zhuhur dan memperingati hari Besar Islam seperti Tahun baru dan Maulid Nabi; dan (3) faktor pendukung adanya kebiasaan atau tradisi yang berprilaku baik di sekolah dan Faktor penghambat, pergaulan lingkungan masyarakat yang negatif.
Budaya Organisasi STAI YASNI Kabupaten Muaro Bungo Provinsi Jambi
Sukatin, Sukatin
Idarah (Jurnal Pendidikan dan Kependidikan) Vol. 2 No. 2 (2018): Idarah: Jurnal Pendidikan dan Kependidikan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47766/idarah.v2i2.135
Untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien diperlukan satu pola pengelolaan budaya organisasi lembaga. Perkembangan teori budaya organisasi hingga saat ini sangat variatif dan inovatif. Dengan mengetahui perkembangan implementasi budaya organisasi di STAI YASNI diharapkan menghadirkan solusi dalam membangun budaya professional di lembaga pendidikan. Penelitian dilakukan di STAI YASNI menggunakan rancangan kualitatatif dengan pendekatan fenomenologi. Fokus penelitian terdiri dari (1) terbentuknya nilai, keyakinan dan kebiasaan di dalam organisasi; (2) wujud budaya organisasi yang dimaknai oleh anggota organisasi; (3) budaya organisasi, iklim dan efektivitas organisasi; dan (4) faktor yang menjadi kendala implementasi budaya. Hasil penelitian menunjukkan budaya organisasi yang dibentuk melalui kepemimpinan situasional adalah (1) mampu meningkatkan ukhuwah masyarakat organisasi; (2) budaya organisasi mampu meningkatkan kinerja organisasi; (3) budaya inovatif yang terbentuk mencangkup bidang akademik, pengembangan SDM dan peningkatan teknologi.
Manajemen Kurikulum Pendidikan Dayah Berbasis Kearifan Lokal Masyarakat Gayo di Pesantren Semayoen Nusantara Kabupaten Bener
Husaini, Husaini;
Hidayat, Hidayat
Idarah (Jurnal Pendidikan dan Kependidikan) Vol. 3 No. 1 (2019): Idarah: Jurnal Pendidikan dan Kependidikan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47766/idarah.v3i1.167
Kearifan lokal masyarakat Gayo yang dilaksanakan di Pesantren Semayoen Nusantara adalah Didong sumang dan melengkan. Kegiatan tersebut bertujuan untuk melestarikan dan menanamkan nilai-nilai budaya lokal kepada siswa, agar tidak terpengaruh oleh budaya barat yang negatif dalam era globalisasi saat ini. Tapi disayangkan kegiatan berbasis kearifan lokal ini belum maksimal dilaksanakan, sehingga perlunya nilai-nilai kearifan lokal ini di integrasikan dalam manajemen kurikulum Dayah dan diintegrasikan dalam kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler. Dalam konteks masyarakat Gayo, kearifan lokalnya terangkum dalam konsep edet atau adat yang meliputi praktik, norma, dan tuntutan kehidupan sosialyang bersumber dari pengalaman yang telah melalui Islamisasi. Wujud kearifan lokal yang terdapat dalam masyarakat Gayo meliputi bahasa Gayo, sistem tata kelola pemerintahan (saraopat), norma bermasyarakat (sumang), ekspresi estetika (didong). Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk Untuk menjelaskan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi manajemen kurikulum pendidikan Dayah berbasis kearifan lokal masyarakat Gayo di Pesantren Semayoen Nusantara.. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. hasil penelitian menunjukan bahwa Perencanaan manajemen kurikulum pendidikan dayah ditinjau dari kearifan lokal masyarakat Gayo: (1) musyawrah dengan Ustadz/Ustazah; (2) mengadakan musyawarah dengan orang tua/wali santri; (3) memberi arahan kepada santri tentang kearifan lokal; (4) sebagai ekstrakulikuler; (5) membentuk tim dindong. Sebagai Pelaksanaan pada even-even tertentu seperti: (1) perlombaan; (2) milad pesantren Semayoen Nusantara; (3) haflah akhirussanah dan perpisahan. Evaluasi lebih menitik beratkan kepada keberhasilan setelah menerapkan kearifan lokal yang tidak lain adalah didong, sumang dan mlengkan. perilaku santri yang disesuiakan dengan nilai-nilai karakter yang ditetapkan dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari terutama memprioritaskan habluminallah dan habluminannas.
Desain Kurikulum IAIN Lhokseumawe (Studi Analisis Mata Kuliah: Filsafat Manajemen Jurusan Manajemen Pendidikan Islam)
Prasetyo, Muhammad Anggung Manumanoso
Idarah (Jurnal Pendidikan dan Kependidikan) Vol. 2 No. 2 (2018): Idarah: Jurnal Pendidikan dan Kependidikan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47766/idarah.v2i2.168
Kompleksitas permasalahan pendidikan tinggi akibat kerumitan memahami filsafat, untuk itu perlu sebuah desain kurikulum yang membuat mahasiswa faham dan bijak menyikapi ilmu yang dipelajari. Penelitian ini membahas pengembangan kurikulum jurusan Manajemen Pendidikan Islam pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan IAIN Lhokseumawe yang juga merupakan bentuk implementasi kebijakan pemerintah melalui revisi kurikulum KKNI. Mengingat peran fundamental ilmu filsafat, maka perlu kajian mendalam dalam kajian manajemen sehingga lahirlah mata kuliah Filsafat Manajemen sebagai salah satu bagian implementasi kurikulum KKNI pada jurusan MPI di IAIN Lhokseumawe. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan data dikumpulkan melalui hasil observasi dan wawancara. Dari hasil penelitian diperoleh Filsafat manajemen memberikan pengertian tentang hubungan positif antara kepercayaan dengan praktek. Praktek manajemen yang dilandasi kepercayaan akan nilai agama adalah yang paling efektif dan mengakar. Melalui pemahaman yang komprehensif antara pemikiran filosofis dengan praktek manajemen mampu menciptakan harmonisasi kerja dan peningkatan ukhuwah antar individu dalam sebuah organisasi pendidikan. Kompetensi dalam mengkonstruk pemikiran menjadi hal kongkrit yang dipraktekan dalam pola manajerial dapat dilakukan dengan tahap berikut (1) mengidentifikasi masalah; (2) internalisasi nilai keislaman dalam pengambilan keputusan; (3) pelaksanaan manajemen dengan pendekatan filosofis tentang orientasi keumatan; dan (4) pengembangan kompetensi menghadapi tantangan masa depan.
Penerapan Nilai-Nilai Karakter Melalui Budaya Sekolah
Hasnadi, Hasnadi
Idarah (Jurnal Pendidikan dan Kependidikan) Vol. 3 No. 2 (2019): Idarah: Jurnal Pendidikan dan Kependidikan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47766/idarah.v3i2.174
Perkembangan globalisasi, teknologi, informasi dan komunikasi berdampak pada globalnya nilai-nilai budaya sehingga dapat membentuk budaya baru. Munculnya budaya baru yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dapat mengakibatkan pergeseran nilai-nilai etika, moral dan akhlak dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, pembangunan karakter di Indonesia menjadi fokus utama dan sangat penting dalam membentuk dan mengembangkan potensi warga Indonesia agar memiliki karakter sesuai dengan falsafah Pancasila. Sekolah merupakan salah satu wadah yang efektif dalam membentuk dan mengembangkan nilai-nilai karakter peserta didik. Salah satu strategi mengembangkan nilai-nilai karakter di sekolah adalah melalui budaya sekolah. Budaya sekolah mencakup semua kegiatan yang dilakukan di sekolah yang di dalamnya terdapat nilai-nilai karakter melalui interaksi seluruh warga sekolah. Penanaman nilai-nilai karakter yang menjadi budaya sekolah perlu dikembangkan berdasarkan kearifan lokal dan dilaksanakan secara sistematis, integratif dan holistik. Penerapan nilai-nilai karakter melalui budaya sekolah dilakukan dengan cara menciptakan kondisi yang mendukung penanaman nillai-nilai karakter, keteladanan, kegiatan rutin sekolah, kegiatan spontanitas, kegiatan terpogram, kegiatan bimbingan konseling dan kegiatan ekstrakurikuler. Penerapan nilai-nilai karakter melalui budaya sekolah dapat dilakukan melalui beberapa kegiatan, diantaranya; kegiatan 5S (Salam, Senyum, Sapa, Sopan dan Santun); budaya tadarus; budaya membaca doa ketika memulai dan mengakhiri belajar; disiplin; dan budaya bersih; budaya jujur; peringatan hari besar; berpakaian rapi, dan lain sebagainya.
Humas dalam Perspektif Manajemen Pendidikan Islam
Rizal, Saifur
Idarah (Jurnal Pendidikan dan Kependidikan) Vol. 3 No. 1 (2019): Idarah: Jurnal Pendidikan dan Kependidikan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47766/idarah.v3i1.439
Public Relations atau yang dalam bahasa Indonesia dikenal dengan istilah hubungan masyarakat dan disingkat dengan PR memiliki peran penting dalam meningkatkan mutu yang mengarah pada kemajuan suatu institusi begitu pula dengan lembaga pendidikan. Pemahaman tentang PR seringkali dikaitkan dengan teori-teori Barat terlepas dari nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. padahal dalam Islam semua teori yang memberikan pemahaman tentang hubungan masyarakat sudah jelas, bahkan Al-Qur'an secara komprehensif telah memberikan pedoman yang sifatnya universal dan dinamis. Selain itu, Hadis sebagai sumber hukum kedua setelah Al-Qur'an juga menunjukkan nilai-nilai keteladanan yang menjadi pegangan dalam melakukan hubungan masyarakat. Prinsip, aturan, dan etika yang terkandung di dalam keduanya tentang hubungan masyarakat akan memberikan nilai lebih, sehingga pemahaman teori Barat yang berkembang dan berakar dapat digantikan. Apalagi dalam sebuah lembaga pendidikan Islam, setidaknya dalam mengimplementasikan konsep hubungan masyarakat berpegangteguh pada prinsip-prinsip yang ada dalam al-qur’an dan hadits nabi muhammad SAW agar apa yang menjadi tujuan bersama bisa tercapai.
Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Pelaksanaan Evaluasi Pembelajaran di SMA Negeri 1 Syamtalira Bayu
Maulida, Putri;
Ariyanto, Sofyan;
Zulkhairi, Zulkhairi
Idarah (Jurnal Pendidikan dan Kependidikan) Vol. 3 No. 1 (2019): Idarah: Jurnal Pendidikan dan Kependidikan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47766/idarah.v3i1.487
Kepala sekolah mempunyai peran sebagai supervisor, edukator, motivator, dan pemimpin dalam mengelola lembaga pendidikan. Kepala sekolah juga bertugas dan bertanggung jawab terhadap evaluasi pembelajaran secara keseluruhan. Adapun pengertian evaluasi pembelajaran yaitu proses untuk menentukan tujuan pembelajaran dibandingkan dengan tujuan yang telah ditentukan dalam artian bahwa evaluasi pembelajaran sebagai suatu kegiatan penilaian yang dilakukan dalam dunia pendidikan. Masalah dalam penelitian ini adalah: (1) bagaimana peran kepemimpinan kepala sekolah dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran di SMAN 1 Syamtalira Bayu?, (2) bagaimana kendala kepala sekolah terhadap peranan dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran di SMAN 1 Syamtalira Bayu?, dengan tujuan (1) untuk mengetahui peran kepemimpinan kepala sekolah dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran di SMAN 1 Syamtalira Bayu?, (2) untuk mengetahui kendala kepala sekolah terhadap peranan dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran di SMAN 1 Syamtalira Bayu. Jenis Penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif, dalam teknik pengumpulan datanya melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, dan verivikasi data serta menarik kesimpulan. Sehingga hasil penelitiannya menunjukkan bahwa: (1) peran kepemimpinan kepala sekolah dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran di SMAN 1 Syamtalira Bayu ada beberapa program yang dilakukan yaitu; (a) menyediakan sarana dan prasarana, (b) melakukan pengawasan, (c) mengadakan les untuk kelas tiga, (d) mengadakan remedial untuk siswa yang tidak cukup kkm. (2) kendala kepala sekolah terhadap peranan dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran di SMAN 1 Syamtalira Bayu ialah; (a) adanya peserta didik yang melanggar prosedur ujian dengan berperilaku curang membawa konsep kecil, (b) adanya peserta didik yang tidak hadir mengikuti ujian karna alasan tertentu, (c) kurangnya sarana dan prasarana. Upaya dalam menyikapi kendala- kendala tersebut ialah dengan; (a) peneguran serta pengarahan kepada setiap anggota masyarakat sekolah yang melalaikan aturan sekolah, (b) diadakannya ujian susulan atau remedial bagi peserta didik yang tidak hadir. Oleh sebab itu diharapkan kepada kepala sekolah agar terus mengoptimalkan perannya dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran supaya tujuan yang ingin dicapai terpenuhi.
Manajemen Konflik di Lembaga Pendidikan
Bashori, Bashori
Idarah (Jurnal Pendidikan dan Kependidikan) Vol. 2 No. 2 (2018): Idarah: Jurnal Pendidikan dan Kependidikan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47766/idarah.v2i2.494
Planning occupies an important position in an institution or institution, which determines the initial movement of an institution. Therefore an institution will progress and produce maximum goals, Planning is an activity to determine goals and formulate and regulate the utilization of resources: information, finance, methods and time followed by decision making and explanations about achieving goals, determining policies, determining programs, determination of certain methods and procedures and determination of the schedule for the implementation of activities. In the basic principles of Islamic education management planning, the Koranic perspective is divided into two general principles of planning and operational technical principles.
Peningkatan Kinerja Guru Pesantren Melalui Sistem Reward dan Punishment
Ritonga, Muhammad Arifin;
Prasetyo, Muhammad Anggung Manumanoso
Idarah (Jurnal Pendidikan dan Kependidikan) Vol. 3 No. 1 (2019): Idarah: Jurnal Pendidikan dan Kependidikan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47766/idarah.v3i1.495
Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana tipe kepemimpinan, reward dan punishment menjadi faktor penunjang naiknya performa kinerja guru. Guru yang baik dan rajin serta menempatkan dirinya benar-benar menjadi seorang guru hendaknya diberi reward sehingga ia terus termotivasi mempertahankan prestasinya tersebut. Sebaliknya, guru yang malas bekerja, mengajar dengan asal-asalan dan tidak menyadari hakikat dirinya sebagai seorang guru mestinya dikenakan sanksi (punishment) sehingga dapat memberi pelajaran baginya untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kinerjanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis. Penggunaan metode tersebut untuk menemukan hal-hal mendasar dan esensial fenomena, realitas, dan dampak pemberian reward dan punishment. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini observasi partisipatif aktif, wawancara semi-struktur bersama pimpinan pesantren, pendidik Pesantren Darul Amin Aceh Tenggara. Hasil peningkatan kinerja guru berupa peningkatan loyalitas kepada pimpinan. Peningkatan disiplin waktu pada saat mengajar, maupun rapat rutin, selain itu beberapa guru juga aktif terlibat dalam berbagaimacam kegiatan ekstrakurikuler meski tanpa honorarium. Sebenarnya faktor pendukung yang paling besar terhadap kesuksesan pelaksanaan program karena nilai-nilai kehidupan di pesantren yang sudah mangakar bagi para guru. Nilai tersebut adalah nilai keikhlasan serta rasa patuh terhadap pimpinan sebagai atasan mereka di Pesantren.