cover
Contact Name
Ira Cinta Lestari
Contact Email
jurnal.ibnusina@fk.uisu.ac.id
Phone
+628196029417
Journal Mail Official
jurnal.ibnusina@fk.uisu.ac.id
Editorial Address
Jalan STM No. 77, Medan Johor, Medan, Sumatera Utara, Indonesia 20146
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara
ISSN : 14119986     EISSN : 26142996     DOI : https://doi.org/10.30743/ibnusina
Core Subject : Humanities, Health,
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan-Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara merupakan jurnal yang memiliki cakupan keilmuan dalam bidang kedokteran, kesehatan masyarakat, dan ilmu perilaku dan terbit 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Januari dan Juli. Terbitan pertama adalah bulan Januari 2020. Naskah yang masuk akan diterima oleh editor untuk kemudian kan dilakukan pemeriksaan kemiripan naskah dengan aplikasi Plagiarism Checker. Proses review dilakukan dengan menggunakan peer review. Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan menerima naskah dengan topik bidang kedokteran, kesehatan masyarakat, ilmu perilaku, dan topik lainnya yang relevan.
Articles 224 Documents
KONSUMSI PROTEIN DAN PRILAKU AKTIVITAS FISIK PADA KADAR HEMOGLOBIN REMAJA : A CROSS SETIONAL STUDY Arif Tirtana; Ikrimah Nafilata
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 23 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v23i2.627

Abstract

Kondisi kadar hemoglobin dapat dipengaruhi oleh beberapa determinan yaitu konsumsi protein dan aktivitas fisik, terutama pada usia remaja yang masih membutuhkan berbagai macam zat gizi. Penelitian ini ingin membuktikan konsumsi protein dan aktivitas fisik sebagai determinan terhadap kondisi hemoglobin pada remaja. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Total sampel dalam penelitian ini sebanyak 160 remaja di Kabupaten Sleman Yogyakarta dalam rentang usia 19-22 tahun yang diambil secara purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan pengambilan darah jadi, untuk mengetahui kadar hemoglobin menggunakan pengukuran Hb automatic. Konsumsi telur rebus dan sari kacang hijau mempunyai hubungan dengan kondisi hemoglobin yang baik (tidak anemia) pada remaja. Konsumsi telur rebus dan sari kacang hijau secara teratur baik untuk dilakukan, agar dapat memperbaiki kondisi kadar hemoglobin pada remaja.
HUBUNGAN ANTARA INDEKS MASSA TUBUH DENGAN KEKUATAN OTOT TANGAN DAN TUNGKAI BAWAH PADA ATLET ZAUZY TAEKWONDO CLUB BINJAI Sihombing, Muhammad Raihan Bati Satya; Siregar, Nondang Purnama; Wan Muhammad Ismail; Ramadhan Bestari
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 23 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v23i2.628

Abstract

­­­Kekuatan otot memiliki pengaruh penting untuk atlet taekwondo. Indeks massa tubuh menggambarkan status gizi yang mempengaruhi komposisi tubuh. Kekuatan otot yang buruk berkaitan dengan berat badan yang rendah, mengakibatkan penurunan kekuatan otot. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara indeks massa tubuh dengan kekuatan otot tangan dan tungkai bawah pada atlet taekwondo. Digunakan metode analitik observational dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah 24 orang. Pengukuran berat badan , tinggi badan, handgrip dynamometer, dan leg dynamometer sebagai alat penelitian. Dilakukan uji univariat dan bivariat. Analisis bivariat dilakukan dengan uji spearman. Hasil penelitian secara keseluruhan rata-rata IMT pada sampel adalah 21,4 kg/ . Rata-rata kekuatan otot tangan pada sampel laki-laki 37,5 kg. Sedangkan pada sampel perempuan adalah 29,4 kg. Rata-rata dari kekuatan otot tungkai bawah pada sampel laki-laki adalah 99,5 kg, sedangkan pada sampel perempuan adalah 52,9 kg. Kesimpulan : Terdapat hubungan antara IMT dengan kekuatan otot tangan p=0,015, dan tidak terdapat hubungan antara IMT dengan kekuatan otot tungkai bawah pada atlet laki-laki p=0,397. Sedangkan hasil uji korelasi pada atlet perempuan diperoleh tidak terdapat hubungan yang bermakna antara IMT dengan kekuatan otot tangan p=1,000, dan kekuatan otot tungkai p=0,185.
HUBUNGAN KEJADIAN KECACINGAN STH DENGAN SWAMEDIKASI PENYAKIT KECACINGAN OLEH ORANGTUA DARI ANAK SDN 106804 PERCUT Sari, Siti Kemala; Selly Oktaria; Hasibuan, Rizki Annisa Umri
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 23 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v23i2.630

Abstract

namun kurang mendapat perhatian (neglected diseases). Salah satu penyakit dari kelompok ini adalah penyakit cacing yang ditularkan melalui media tanah (STH). Swamedikasi adalah praktik pengobatan sendiri oleh masyarakat untuk mengatasi penyakit ringan tanpa harus ke dokter. Swamedikasi kecacingan merupakan pengobatan untuk mengatasi penyakit kecacingan dengan menggunakan obat bebas, bebas terbatas dan golongan obat wajib apotek yang diberikan tanpa resep dokter. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kejadian kecacingn STH yang berasal dari pemeriksaan feses anak murid kelas II-V SD Negeri 106804 Percut dengan tingkat swamedikasi obat cacing orangtua murid dengan menggunakan kuisoner. Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian berjumlah 61 orang. Angka kejadian kecacingan STH 11,46%. Tipe cacing yang menginfeksi adalah Trichuris trichiura dan Ascaris lumbricoides. Tingkat swamedikasi obat cacing orangtua murid mayoritas cukup 50,82%. Data dianalisa menggunakan uji ETA dengan hasil tidak ada hubungan antara kejadian kecacingan STH dengan swamedikasi penyakit kecacingan oleh orang tua murid SDN 106804 Percut. Kesimpulan: kemampuan melakukan swamedikasi harus dibarengi dengan kesadaran personal hygiene yang baik. Saran: dilakukan penelitian yang melibatkan beberapa sekolah, juga menambah variabel penelitian lain seperti pengetahuan tentang penyakit kecacingan.
PENGARUH KONSUMSI KOPI TERHADAP KONSENTRASI BELAJAR PADA MAHASISWA FAKULTAS TEKNIK Amini, Aisah; Surya Akbar
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 23 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v23i2.635

Abstract

Minuman kopi sangat populer dan mudah dikonsumsi karena mengandung kafein. Efek positif kafein dapat meningkatkan kewaspadaan dan energi, kesejahteraan, relaksasi, suasana hati yang baik, sedangkan efek negatifnya dapat menimbulkan kecemasan, kegugupan, kegelisahan, insomnia, takikardia, dan tremor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek konsumsi kopi dalam meningkatkan konsentrasi belajar mahasiswa Fakultas Teknik Program Studi Teknik Sipil Universitas Islam Sumatera Utara. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain Quasi Eksperimental dengan perbandingan kelompok yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Sampel dalam penelitian berjumlah 32 orang yang dibagi menjadi dua kelompok yang terdiri dari 16 sampel pada setiap kelompok. Sampel dipilih dengan menggunakan teknik purposive / judgmental sampling. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur tingkat konsentrasi adalah Stroop Test. Hasil uji Mann Whitney antara kelompok intervensi dan kontrol menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan dengan nilai p=0,000 (p<0,05). Penelitian ini menyimpulkan terdapat perbedaan yang signifikan tingkat konsentrasi kelompok intervensi dan kelompok kontrol setelah diberikan kopi.
KAJIAN LITERATUR: RESILIENSI SEBAGAI VARIABEL PSIKOLOGIS YANG BERPERAN PENTING DALAM PROSES PENDIDIKAN MAHASISWA KEDOKTERAN Azizatul Adni; Yoga Pamungkas Susani; Dian Puspita Sari; Lale Justin Amelinda Elizar
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 23 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v23i2.640

Abstract

Sebagai seorang mahasiswa, banyak peran dan proses pembelajaran yang harus diikuti. Pada awal proses pendidikan tinggi mahasiswa menghadapi tekanan akademik dan juga proses adaptasi terhadap budaya belajar dan lingkungan sosial. Kondisi ini seringkali menjadi tekanan bagi mahasiswayang dapat berpengaruh terhadap kondisi psikologisnya. Situasi ini juga seringkali berpengaruh terhadap performa akademik mahasiswa. Mengatasi tekanan memerlukan variabel psikologis yang tepat sehingga mahasiswa dapat menghadapi dan mengatasi masalah dengan baik. Kajian literatur dilakukan pada tulisan ini untuk mengetahui gambaran resiliensi dan perannya dalam proses pendidikan mahasiswa kedokteran. Resiliensi merupakan respon yang ditunjukkan oleh individu yang dapat membantunya dalam menghadapi dan mengatasi kesulitan dan risiko psikososial. Resiliensi tidak hanya memengaruhi performa akademik mahasiswa, namun juga berpengaruh terhadap kondisi psikologis lainnya. Perlu dilakukan telaah mendalam mengenai resiliensi, sehingga dapat dikembangkan program untuk mengasah keterampilan resiliensi mahasiswa.
JARAK PANDANG PADA PEMAKAIAN GAWAI BERHUBUNGAN DENGAN PENURUNAN VISUS MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN DI SURAKARTA Hernawan, Budi; Muhammad Hafizh Hanifa
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 23 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v23i2.641

Abstract

Tingkat pemakaian gawai mengalami kenaikan setiap tahunnya, hampir seluruh mahasiswa Fakultas Kedokteran di Surakarta menggunakan gawai tiap hari. Penurunan visus dapat menjadi salah satu akibat dari pemakaian gawai tersebut. Pemakaian gawai dengan jarak pandang kurang dari 30 centimeter serta durasi lebih dari 4 jam perhari dinilai sebagai unsafe action. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara jarak pandang serta durasi penggunaan gawai dengan penurunan visus pada mahasiswa Fakultas Kedokteran di Surakarta. Jenis penelitian ini memakai kuantitatif desain deskriptif korelatif yang mengenakan pendekatan cross sectional. Besar sampel yang digunakan sebanyak 63 responden dengan pengambilan sampel memakai stratified sampling. Pengambilan data dilakukan secara langsung pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta. Hasil uji chi square terkait jarak pandang dengan penurunan visus didapatkan nilai p sebesar 0, 012 ( p< 0, 05). Hasil uji chi square terkait durasi penggunaan gawai dengan penurunan visus diperoleh nilai p sebesar 0, 935 ( p> 0, 05). Simpulan yaitu terdapat hubungan antara jarak pandang dengan penurunan visus serta tidak terdapat hubungan antara durasi pemakaian gawai dengan penurunan visus pada mahasiswa Fakultas Kedokteran di Surakarta.
RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIPSIKOTIK PADA PASIEN SKIZOFRENIA DI RUMAH SAKIT JIWA DAERAH PROVINSI JAMBI PERIODE APRIL – MEI 2022 Rasmala Dewi; Aisa Dinda Mitra; Rezky Adinda
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 23 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v23i2.649

Abstract

Skizofrenia merupakan salah satu penyakit kejiwaan yang dapat menyebabkan gangguan kronis pada fungsi otak dan mempengaruhi populasi manusia sebesar 1%. Terapi pengobatan skizofrenia terdiri dari pemberian antipsikotik generasi pertama dan kedua baik secara tunggal maupun kombinasi. Keberhasilan pengobatan sangat bergantung pada pemakaian antipsikotik yang diberikan secara rasional serta bijak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui rasionalitas penggunaan antipsikotik pada pasien skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Jambi berdasarkan indikator ketepatan obat, ketepatan indikasi, ketepatan dosis, ketepatan frekuensi pemberian, cara pemberian dan lama pemberian yang tepat serta interaksi obat yang terjadi. Jenis penelitian ini adalah non eksperimental dengan desain deskriptif, bersifat retrospektif, menggunakan data rekam medis pasien rawat inap periode April-Mei 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 66 sampel, penderita skizofrenia dengan jenis kelamin pria sebanyak 47 pasien (71%) dan jenis kelamin wanita sebanyak 19 pasien (29%), dengan penggunaan antipsikotik tipikal sebesar 3,03%, antipsikotik atipikal 72,73% dan kombinasi 24,29%. Hasil penelitian menunjukkan ketepatan dari penggunaan antipsikotik dengan indikator tepat obat, tepat indikasi, tepat cara pemberian, dan tepat waktu pemberian adalah 100%, tepat dosis 88%, frekuensi pemberian 70%, dan interaksi obat antibiotik 16 kasus berdasarkan pedoman Drug Information Handbook 22nd Edition dan Pharmacotherapy Handbook 9th Edition. Kesimpulan: Masih ditemukan ketidakrasionalitasan dalam penggunaan antipsikotik terutama pada indikator tepat dosis dan tepat frekuensi.
POST-COVID-19 SYNDROME IMAGING FINDINGS IN SEVERE COVID-19 WITH PULMONARY CAVITATION: A CASE REPORT Soekardi, Adi; Suryamin, Ricky
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 23 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v23i2.654

Abstract

In the fourth year of the SARS-CoV-2 pandemic, there is corresponding increase in the proportion exhibiting long-term symptoms and chronic respiratory complication associated with the disease. The British Medical Journal consider post-COVID syndrome as to symptoms continuing for more than 12 weeks. The most prevalent findings were "ground glass opacity" and "fibrotic-like changes”. The term "fibrotic-like changes" exhibited variations across studies, encompassing architectural distortion with traction bronchiectasis, honeycombing, or both, as well as traction bronchiectasis/bronchiolectasis, volume loss, or both. Other descriptions included evidence of stripe-like fibrosis without reticular opacity and the presence of honeycombing, reticulation, and traction bronchiectasis. Bronchial abnormalities, such as wall thickening and dilation, are frequently observed in patients during the acute and early convalescent phases of COVID-19 pneumonia, but their frequency and severity tend to decrease over time.1 However, in a subset of patients, bronchial dilation continues to persist even after recovery from COVID-19 pneumonia. Pulmonary cavitary lesions are uncommon occurrences in cases of COVID-19 pneumonia. Based on a case series, it has been found that approximately 3% of patients who develop COVID-19 pneumonia experience this complication. Despite ongoing research, the exact mechanisms behind the development of pulmonary cavitary lesions in COVID-19 remain unknown. At present, there is no single effective treatment for long COVID. However, low-dose naltrexone, β-blockers, and intravenous immunoglobulin can be considered for treating different symptoms and conditions.
6-MONTH-OLD INFANT WITH LISSENCEPHALY TYPE I ASSOCIATED WITH MILLER DIEKER SYNDROME: A CASE REPORT Asih, Dewi; Ernes, Audrina
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 23 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v23i2.655

Abstract

Central Nervous System (CNS) malformations occur in 14/10,000 births. Lissencephaly is a rare spectrum of Congenital Brain Malformations (CBM) caused by genetic and non-genetic factors. Lissencephaly consists of type I and type II resulting from disrupted neuronal migration during brain development and is associated with Miller-Dieker syndrome (MDs), Fukuyama Congenital Muscular Dystrophy (FCMD), Muscle-Eye-Brain Disease (MEBD), and Walker-Warburg syndrome (WWs). Type I lissencephaly is associated with MDs, while type II is associated with FCMD, MEBD, and WWs. A 6-month-old infant presented to the emergency department of Royal Prima Medan Hospital with recurrent seizures since 5 days prior to admission, which had been observed since the age of 1.5 months without fever. The patient exhibits facial dysmorphism, growth and developmental delay, with moderate PDA and small ASD (echocardiography), and abnormal EEG and CT findings. Lissencephaly is a rare cortical developmental malformation. MDs is a genetic condition caused by a deletion on chromosome 17p13.3 with characteristics of type I lissencephaly, facial dysmorphism, and severe neurological abnormalities. MDs is a rare chromosomal anomaly and accurately diagnosing based on clinical findings alone can be challenging, thus use of Head CT scan is essential in this case.
PROFIL PASIEN MALARIA DI TIGA DESA ENDEMIK MALARIA KECAMATAN TANJUNG BERINGIN KABUPATEN SERDANG BEDAGAI TAHUN 2022 Sari, Hardianti Nilam; Umar Zein; Lestari, Ira Cinta; Ramadhan Bestari
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 23 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v23i2.657

Abstract

Malaria adalah infeksi parasit yang ditularkan oleh nyamuk Anopheles, menyebabkan penyakit akut yang mengancam jiwa dan merupakan ancaman besar terhadap kesehatan masyarakat global. Data WHO pada tahun 2020 memperkirakan terdapat 241 juta kasus malaria dengan angka kematian sekitar 627.000 orang. Pada tahun 2019 terdapat 250.644 kasus malaria di Indonesia dan 15% diantaranya terjadi pada bayi dan balita. Data Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara menunjukkan bahwa di Sumatera Utara ditemukan 18.361 pasien malaria pada tahun 2022. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui profil jenis kelamin, usia, pekerjaan, pendidikan dan tempat tinggal penderita malaria di tiga desa endemis malaria Kecamatan Tanjung Beringin Kabupaten Serdang Bedagai Tahun 2022. Penelitian ini bersifat deskriptif observasional dengan jumlah sampel sebanyak 83 orang yang diambil secara total sampling dan data. pengumpulan menggunakan rekam medis. Berdasarkan hasil penelitian profil penderita malaria yang berjumlah 83 orang atau 100% diketahui pasien berjenis kelamin perempuan berjumlah 45 orang, profil usia terbanyak pada kelompok 0-15 tahun berjumlah 24 orang, profil pekerjaan tertinggi adalah Ibu Rumah Tangga berjumlah 33 orang, Profil pendidikan tertinggi adalah Tidak/Belum bersekolah sebanyak 56 orang, profil tempat tinggal terbanyak adalah Kelurahan Bagan Kuala sebanyak 60 orang. Hasil penelitian menunjukkan persentase perempuan sebesar 54,22%, persentase usia 0-15 tahun sebesar 28,92%, persentase Ibu Rumah Tangga sebesar 39,76%, persentase Tidak/Belum Sekolah sebesar 67,47%, persentase Desa Bagan Kuala adalah 72,29%.