Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pengaruh Model Inkuiri Terbimbing terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Siswa pada Pembelajaran IPA Sekolah Dasar Dian Puspita Sari
Pedagogi: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 18 No 2 (2018): Pedagogi: Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.927 KB) | DOI: 10.24036/fip.100.v18i2.385.000-000

Abstract

The purpose of this study is to know the significant differences of motivation and learning outcomes of science students are learned through the implementation of a guided inquiry learning model with a group of students who were taught through conventional learning in class V SDN 02 Cupak Tangah Padang City. Based on the normality and homogeneity test on the data obtained from the experimental group and the control group is normal and homogenous distribution. The hypothesis test is then tested with t-test and shows thitung = 3.027 and ttable = 2,000 with db = 63 (n1 + n2 - 2 = 32 + 31-2 = 63) and 5% significant level. Based on the test tcount> ttable (3.027> 2,000) then H0 rejected and Ha accepted with the conclusion, "student learning outcomes that apply Inquiry learning model is better than student learning outcomes that apply the conventional learning model in class V SDN 2 Cupak Tangah Padang 2016/2017 ".
Alih Kode dan Campur Kode Masyarakat Kelurahan Sukajawa Bandar Lampung dan Implikasinya Dian Puspita Sari; Nurlaksana Eko Rusminto; Eka Sofia Agustina
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 5, No 2 Apr (2017)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.075 KB)

Abstract

The problem of this research is the form and factor which caused code switching and code mixing of the daily conversation of sukajawa citizens and the implication of Indonesian language learning process at Senior High School. The method used is descriptive qualitative. Data collection process in this research was using technique of free heed mutual conversation with recording device. The result shows that there is changing code intern in the form of transition from Indonesian to Javanese or vice versa and changing code ekstern in the form of transition from Indonesian language to Arabic. The most dominant factor is speaker factor. Form of mixing code as word mixing code, phrase, word looping, idioms, and clauses. The Most dominant of cause factors on occur mixing code is Speaker background. The result of the research is implied on the learning materials of senior high school on second grade, especially on basic curriculum 3.2 and 4.2 In comparative material and production of drama / film texts.Masalah dalam penelitian ini adalah bentuk dan faktor penyebab alih kode dan campur kode pada tuturan masyarakat Kelurahan Sukajawa Kecamatan Tanjung Karang Barat Bandarlampung dan implikasinya pada pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di SMA. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik simak bebas libat cakap dengan menggunakan alat rekam. Hasil penelitian menunjukkan terdapat alih kode intern berupa peralihan dari bahasa Indonesia ke bahasa Jawa atau sebaliknya dan alih kode ekstern berupa peralihan dari bahasa Indonesia ke bahasa Arab. Faktor penyebab alih kode yang paling dominan adalah faktor penutur. Bentuk campur kode meliputi campur kode kata, frasa, perulangan kata, idiom, dan klausa. Faktor penyebab campur kode yang paling dominan adalah faktor latar belakang sikap penutur. Hasil penelitian diimplikasikan pada materi pembelajaran di SMA kelas XI semester genap, khususnya pada KD 3.2 dan 4.2 dalam materi perbandingan dan produksi teks drama/film.Kata kunci: alihkode, campurkode, masyarakat sukajawa, pembelajaran.
Gambaran Usia Tulang pada Pasien Talasemia dengan Perawakan Pendek di Bagian Ilmu Kesehatan Anak RSUP Dr. Moh Hoesin Palembang Indra Kusuma Jaya; Dian Puspita Sari; Nyayu Fauziah Zen
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perlambatan usia tulang pada pasien talasemia dipengaruhi oleh kadar serum feritin, kadar hb pretransfusi, usia, faktor nutrisi, kecepatan pertumbuhan, dan tingkat kepatuhan konsumsi kelasi besi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran usia tulang pada pasien talasemia dengan perawakan pendek di bagian Ilmu Kesehatan Anak RSMH Palembang. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain potong lintang dari bulan Oktober-November 2013.Populasi pada penelitian ini yaitu pasien talasemia anak di RSMH Palembang sedangkan sampelnya yaitu pasien talasemia anak dengan perawakan pendek di RSMH Palembang. Analisis statistik menggunakan uji Kai kuadrat. Sebagian besar pasien talasemia mengalami perlambatan usia tulang (57,6%). Faktor risiko terjadinya perlambatan usia tulang yaitu kadar serum feritin, kadar hb pretransfusi, usia, faktor nutrisi, kecepatan pertumbuhan, dan tingkat kepatuhan konsumsi kelasi besi (OR>1) namun hanya usia dan kecepatan pertumbuhan memiliki  hubungan yang sangat bermakna (p<0,01). Perlambatan usia tulang berhubungan dengan usia dekade kedua dan penurunan kecepatan pertumbuhan namun tidak berhubungan dengan kadar feritin, hb pretransfusi, dan tingkat kepatuhan konsumsi kelasi besi.  
Perilaku Pemilih dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Desa Mranak Kecamatan Wonosalam Kabupaten Demak Tahun 2016 Dian Puspita Sari; Fitriyah Undip; Kushandayani undip
Journal of Politic and Government Studies Vol 7, No 1 (2018): Periode Wisuda Januari 2018
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang berjudul “Perilaku Pemilih dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Tahun 2016 Desa Mranak Kecamatan Wonosalam Kabupaten Demak. Dalam penelitian dilakukan atas dasar asumsi yang beranggapan bahwa calon pertahana yang kurang disegani oleh masyarakat dalam segi kinerjanya atau mayoritas masyarakat mengeluhkan kinerjanya tetapi disisi lain beliau mampu memenangkan kembali Pemilihan Kepala Desa Mranak tahun 2016. Penelitian ini mempunyai beberapa tujuan yaitu partama ingin mengetahui tentang Perilaku pemilih masyarakat Desa Mranak dalam Pemilihan Kepala Desa. Kedua ingin mengetahui faktor- faktor yang mempengaruhi perilaku pemilih dalam pemilihan kepala desa.Teori yang digunakan sebagai alat analisis perilaku pemilih dalam pemilihan kepala desa dan faktor- faktor yang mempengaruhi yaitu Teori perilaku pemilih dari Syaiful Mujani, R William Liddle, Kuskridho, dan teori yang dijelaskan oleh Dieter Roth. Sedangkan teori yang digunakan untuk faktor- faktor yang mempengaruhi pemilih yaitu teori Adman Nursal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Kuantitatif Deskriptif dengan teknik Multistage Random Sampling. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa perilaku pemilih Desa Mranak Kecamatan Wonosalam Kabupaten Demak dalam pemilihan kepala desa tahun 2016 yaitu berdasarkan pendekatan psikologis yang relatif mempengaruhi. Beberapa faktor psikologis yang mempengaruhi yaitu peran figur seorang kepala desa serta pengalaman yang dimiliki oleh calon. Karena bagi masyarakat figur atau kepribadian kepala desa sangat penting dan diutamakan selain itu juga didukung dengan faktor politik uang yang dilakukan oleh calon kepala desa, dapat dilihat dari segi jumlah uamg yang diberikan kepada pemilih untuk membeli suara.Kata Kunci : Pilkades, Perilaku Pemilih, Politik Uang 
Serum ferritin levels and endocrine disorders in children with thalassemia major Evi Dewiyanti; Aditiawati Aditiawati; Dian Puspita Sari
Paediatrica Indonesiana Vol 61 No 3 (2021): May 2021
Publisher : Indonesian Pediatric Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/pi61.3.2021.125-32

Abstract

Background Endocrine disorders in thalassemia major children patients occur due to iron overload and hemosiderosis in endocrine organs. Early detection is needed to prevent complications and improve the quality of life. An association between serum ferritin and endocrine disorders in thalassemia patients has been inconclusive to date. Objective To analyze for possible associations between serum ferritin and endocrine disorders (short stature, delayed puberty, delayed bone age, hypothyroidism, impaired glucose tolerance, and diabetes mellitus) and the incidence of each disorder in thalassemia major. Methods There were 115 thalassemia major patients aged 10-18 years involved in our cross-sectional study from June 2019 - June 2020 in the Pediatrics Department, DR. M Hosein Hospital, Palembang, South Sumatera. Anthropometry and socioeconomic status informations were collected from physical examination and interview. Ferritin, FT4, TSH, Hb and glucose levels measured by using standard methods for each item in the laboratory, mean while the skeletal age assessment was determined by using FELS method. Results This study included 83 (72.2%) girls and 32 (27.8%) boys. There were 89 (77.4%) subjects with short stature, 74 (64.4%) with delayed bone age, 30 (26.1%) with impaired glucose tolerance, 25 (21.7%) with delayed puberty, 4 (3.5%) with diabetes mellitus (DM), and none with hypothyroidism. Bivariate and multivariate analyses revealed no associations between serum ferritin and short stature, delayed bone age, impaired glucose tolerance, delayed puberty, and DM. Conclusion There is a high prevalence of endocrine disorders in pediatric thalassemia patients, especially short stature and delayed bone age. However, there are no associations between serum ferritin and endocrine disorders in these patients.
Usulan Konsep Ruang Kelas yang Kondusif untuk Anak Tunagrahita Menggunakan Metode Coqnitive Failure Questionnaire (CFQ) (Studi Kasus: SLB XX PEKANBARU) dian puspita sari
Seminar Nasional Teknologi Informasi Komunikasi dan Industri 2019: SNTIKI 11
Publisher : UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.214 KB)

Abstract

Ruang kelas anak tunagrahita di SLB XX Pekanbaru khusunya tingkat SMP belum memperhatikan dari segi ergonomi kognitif yang melibatkan kenyamanan dalam ruangan. Hal ini dapat dilihat dari keluhan siswa saat berada didalam ruang kelas tersebut karena bergabung dengan ruang tata boga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan usulan perbaikan konsep ruang yang memperhatikan ergonomi kognitif dalam desainnya. Penelitian ini menggunakan metode coqnitive failure questionnaire (CFQ) dimana metode ini berfungsi untuk mengetahui tingkat kognitif anak tunagrahita saat menggunakan ruang kelas tersebut saat proses belajar. Dari hasil penyebaran kuesioner CFQ tersebut didapatkan kegagalan kognitif yang dialami oleh anak tunagrahita berada di dua kategori yaitu kategori sedang dengan kategori tinggi. Kegagalan kognitif dengan kategori sedang sebanyak 37,5% dan kategori tinggi sebanyak 62,5%. Usulan perbaikan konsep ruang kelas yang diberikan berbentuk desain 3D dengan pertimbangan berupa luas ruangan yang ideal, ventilasi dan jendela, pencahayaan yang baik, kursi dan meja yang ergonomis, lemari buku serta konsep pemilihan warna kelas yaitu biru dan kuning. Hasil usulan diharapkan mampu meningkatkan kognitif dan fokus anak tunagrahita didalam ruang kelas. Kata kunci: Ergonomi Kognitif, Coqnitive Failure Questionnaire, Antropometri, Luas Ruangan, Konsep Warna
Gambaran Kualitas Hidup Penderita Penyakit Jantung Koroner Pasca Serangan Jantung Basuki Rahmat; Seto Priyambodo; Dian Puspita Sari; Yoga Pamungkas Susani; AASG Mas Meiswaryasti Putra
Unram Medical Journal Vol 9 No 2 (2020): Jurnal Kedokteran Vol 9 No 2 2020 (Edisi Juni 2020)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jku.v9i2.415

Abstract

Background: Patients suffering from coronary heart disease can experience psychological changes as well as quality of life. This study aims to determine the quality of life of patients with coronary heart disease post heart attack. Methods: A total of 30 patients with coronary heart disease after diagnosed STEMI, NSTEMI, or unstable angina for less than one year and had never been diagnosed with a mental disorder. Quality of life was measured by the Indonesian version of the SF-36 Health Survey instrument. Unpaired t-test and Mann Whitney test was conducted to analyze the differences the quality of life based on gender. Results: As many as 36.7% of subjects stated that the current condition was somewhat worse than one year ago. Subjects who stated the same or better were 56.6%. Men have a higher quality of life than women, although it is not statistically significant (p> 0.05). Emotional well-being is the dimension that has the highest average (75.1 ± 17.3) in both the male group (74.8 ± 17.7) and the female group (77.3 ± 16.7). Role limitations due to emotional problems have the lowest score (18.8 ± 33.5) followed by role limitations due to physical problems (20.0 ± 29.7). Conclusion: Patients with coronary heart disease after the attack have the perception that there are limited roles both due to emotional and physical problems. There was no significant difference between the quality of life of coronary heart disease sufferers after the attack of the male and female groups.
Pelatihan Psychological Self Care pada Petugas Kesehatan yang Melakukan Perawatan pada Pasien COVID-19 di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi NTB Emmy Amalia; Dian Puspita Sari; Yoga Pamungkas Susani; Baiq Veni Fidia
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 3 No 2 (2020): .
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.773 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v3i2.520

Abstract

Saat ini, situasi dunia sedang menghadapi pandemi COVID-19, termasuk juga di Indonesia. Sifat penyakit ini yang sangat mudah menular dan dapat menimbulkan perburukan gejala yang mengancam nyawa dengan cepat, membuat perubahan yang cukup signifikan dalam perawatan pasien di rumah sakit. Petugas kesehatan yang merawat langsung pasien-pasien COVID-19, mempunyai tanggung jawab merawat pasien sesuai standar perawatan dengan risiko besar terpapar penyakit.RSUD Provinsi NTB adalah rumah sakit rujukan utama COVID-19 di Provinsi NTB. Jumlah pasien COVID-19 yang dirawat di sini, makin lama makin meningkat. Hal ini berdampak pada bertambahnya beban petugas kesehatan yang bertugas, terutama pada area tertentu yang terpapar langsung dengan pasien COVID-19, dalam hal ini IGD dan ruang isolasi RSUD Provinsi NTB. Petugas kesehatan di area ini tidak hanya mempunyai tanggung jawab merawat langsung pasien COVID-19, tetapi juga perlu meningkatkan kewaspadaan akan keamanan dan keselamatan diri, serta menjaga kemungkinan menjadi carrier bagi orang lain di sekitarnya, misalnya keluarga, akibat kontak erat dengan pasien COVID-19. Kondisi ini berpotensi membuat tingkat stress petugas bertambah dan mempengaruhi kinerja. Bentuk keterlibatan tim PPM lebih bersifat self empowerment, sehingga petugas kesehatan mampu melakukan secara mandiri cara-cara mengatasi masalah psikososial yang dialami selama merawat pasien COVID-19. Oleh sebab itu, tim PPM bermaksud melakukan pelatihan Psychological Self Care kepada petugas kesehatan yang terlibat dalam perawatan pasien COVID-19 di RSUD Provinsi NTB. Kegiatan ini terdiri atas dua aktivitas. Aktivitas pertama berupa sesi berbagi (sharing) terhadap apa yang dirasakan dan dialami selama bertugas merawat pasien COVID-19 dan aktivitas kedua berupa pemberian pelatihan psychological self care, yang akan dilakukan selama satu hari penuh.
MEMPERKENALKAN PERMAINAN JUMANTIK SEBAGAI MEDIA EDUKASI UNTUK MELATIH MASYARAKAT MEMANTAU JENTIK NYAMUK Dian Puspita Sari; Dewi Suryani; Titi Pambudi Karuniawati; Yoga Pamungkas Susani
Jurnal Abdi Insani Vol 6 No 1 (2019): Jurnal Abdi Insani Universitas Mataram
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v6i1.201

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah salah satu tantangan kesehatan di Indonesia, khususnya di Kota Mataram. Perilaku manusia dapat mempengaruhi ekologi vektor dan siklus transmisi penyakit, karena itu upaya pengendalian vektor DBD harus melibatkan peran serta masyarakat dalam mengelola lingkungannya. Pelibatan masyarakat sejak usia belia dapat membentuk perilaku pencegahan yang diharapkan serta mendorong perubahan perilaku pada orang dewasa. Board game merupakan salah satu alternatif metode pembelajaran yang dapat digunakan pada anak maupun dewasa. Selain menyenangkan, penyampaian pesan edukatif melalui permainan dapat meningkatkan luaran kognitif dan perilaku yang diharapkan dari permainan tersebut. Media board game pemantauan jentik dapat pula digunakan untuk mendukung program pemberantasan sarang nyamuk (PSN) pada anak sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pemberantasan sarang nyamuk melalui media permainan yang diberi judul JUMANTIK. Pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, sebanyak 20 orang memainkan permainan JUMANTIK dan sembilan di antaranya adalah anak-anak.Hasil dari pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah peningkatan pengetahuan terkait Demam Berdarah Dengue setelah memainkan permainan Jumantik, terutama pada aspek pencegahan breeding site nyamuk. Pada anak-anak, permainan ini meningkatkan kesediaan mereka untuk ikut memantau jentik nyamuk di rumah dan di sekolah. Sementara pada peserta dewasa permainan ini mampu meningkatkan kesetujuan akan peran anak-anak dalam pemberantasan sarang nyamuk di sekolah. Permainan ini dinilai menarik dan bermanfaat oleh anak-anak maupun dewasa. Kesimpulan yang dapat diambil adalah permainan Jumantik dapat menjadi salah satu media edukasi untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap anak-anak maupun dewasa terkait pencegahan DBD di rumah dan sekolah.
PELATIHAN STRUKTUR KOMUNIKASI SBAR BAGI TENAGA KESEHATAN DI RUMAH SAKIT UNIVERSITAS MATARAM Dian Puspita Sari; Yoga Pamungkas Susani; Titi Pambudi Karuniawati; Mohammad Rizki
Jurnal Abdi Insani Vol 6 No 2 (2019): Jurnal Abdi Insani Universitas Mataram
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v6i2.224

Abstract

Komunikasi antar tenaga kesehatan terkait informasi perawatan pasien menjadi sangat penting untuk menjamin keberlanjutan perawatan dan keselamatan pasien. Masalah komunikasi yang berujung pada tuntutan malpraktik sering ditemukan pada proses handoff, yaitu ketika tanggung jawab perawatan pasien dialihkan ke tenaga kesehatan lain. SBAR (Situation, Background, Assessment, dan Recommendations) merupakan suatu pendekatan komunikasi kolaboratif yang direkomendasikan oleh WHO untuk membantu para klinisi agar memiliki pemahaman yang sama mengenai kondisi klinis pasiennya sehingga dapat mengatasi berbagai hambatan dalam berkomunikasi. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dokter dan tenaga kesehatan yang bertugas di Rumah Sakit Universitas Mataram mengenai penerapan metode komunikasi SBAR dalam proses handoff pasien. Pelatihan ini diikuti oleh 46 orang perawat, bidan, dokter dan tenaga kesehatan lain yang bertugas di RS Universitas Mataram. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilakukan dengan metode ceramah, dibantu dengan media video sebagai pemicu diskusi dan tanya jawab mengenai proses handoff serta simulasi penerapan SBAR dalam bentuk role-play menggunakan kasus-kasus yang disiapkan. Peserta melakukan evaluasi diri setelah mengikuti role-play dan mendiskusikan umpan balik dari fasilitator dan peserta lainnya. Berdasarkan hasil pre dan postes, didapatkan peningkatan pengetahuan yang signifikan mengenai proses handoff dan struktur SBAR dari 4.69 menjadi 7.27. Berdasarkan hasil evaluasi diri sebelum dan sesudah pelatihan didapatkan peningkatan pemahaman mengenai situasi yang membutuhkan komunikasi handoff, struktur SBAR, cara melakukan handoff dan kemampuan menerapkan SBAR. Peserta menilai pelatihan SBAR relevan dan bermanfaat bagi tugas pekerjaan mereka dan sesi role-play sangat bermanfaat untuk melatih keterampilan mereka menggunakan struktur SBAR.