cover
Contact Name
Ira Cinta Lestari
Contact Email
jurnal.ibnusina@fk.uisu.ac.id
Phone
+628196029417
Journal Mail Official
jurnal.ibnusina@fk.uisu.ac.id
Editorial Address
Jalan STM No. 77, Medan Johor, Medan, Sumatera Utara, Indonesia 20146
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara
ISSN : 14119986     EISSN : 26142996     DOI : https://doi.org/10.30743/ibnusina
Core Subject : Humanities, Health,
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan-Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara merupakan jurnal yang memiliki cakupan keilmuan dalam bidang kedokteran, kesehatan masyarakat, dan ilmu perilaku dan terbit 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Januari dan Juli. Terbitan pertama adalah bulan Januari 2020. Naskah yang masuk akan diterima oleh editor untuk kemudian kan dilakukan pemeriksaan kemiripan naskah dengan aplikasi Plagiarism Checker. Proses review dilakukan dengan menggunakan peer review. Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan menerima naskah dengan topik bidang kedokteran, kesehatan masyarakat, ilmu perilaku, dan topik lainnya yang relevan.
Articles 194 Documents
EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN JERUK NIPIS (CITRUS AURANTIIFOLIA) DENGAN PEG 5% TERHADAP MORTALITAS LARVA AEDES AEGYPTI Bestari, Rochmadina Suci; Santosa, Talitha Ulima; Rosyidah, Devi Usdiana; Sintowati, Retno; Kusumaningrum, Tanjung Anitasari Indah
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 23 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v23i2.601

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui vektor nyamuk Aedes aegypti yang banyak ditemukan di daerah tropis, termasuk Indonesia. Dampak yang ditimbulkan sangat berat salah satunya adalah kematian. Penggunaan larvasida kimiawi konvensional yang digunakan untuk mengontrol Aedes aegypti telah menimbulkan populasi yang resisten sehingga dibutuhkan dosis yang lebih tinggi, berefek toksik bagi manusia dan lingkungan, maka dikembangkan larvasida biologi. Daun jeruk nipis (Citrus aurantiifolia) memiliki senyawa kimia flavonoid, saponin, dan alkaloid yang memiliki peran penting dalam membunuh larva Aedes aegypti. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun jeruk nipis PEG 5% dalam membunuh larva Aedes aegypti. Metode penelitian ini adalah true experiment dengan post-test only control group design. Larva dibagi menjadi 6 kelompok yaitu kontrol positif, kontrol negatif, P1 (ekstrak daun jeruk nipis 2,5% dan PEG 5%), P2 (ekstrak daun jeruk nipis 5% dan PEG 5%), P3 (ekstrak daun jeruk nipis 10% dan PEG 5%). Setiap gelas diisi 25 ekor larva Aedes aegypti. Hasil didapatkan kematian larva 100% pada jam ke-6 oleh kelompok kontrol positif, P1, P2 dan P3. Kesimpulan penelitian ini adalah ekstrak daun jeruk nipis 2,5%, 5% dan 10% dengan PEG 5% efektif dalam membunuh larva Aedes aegypti pada jam ke-6 paparan.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERSONAL HYGIENE DALAM MENYEBABKAN KEPUTIHAN PADA REMAJA PUTRI Bambang Susanto; Ramona
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 23 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v23i2.602

Abstract

Sekitar 90% wanita di Indonesia berpotensi mengalami keputihan. Terlebih lagi perubahan hormon yang terjadi pada pubertas dapat memperberat kejadian keputihan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan perilaku personal hygiene pada remaja dengan kejadian keputihan. Desain cross sectional kepada 52 siswi SMAN Bangun Purba digunakan untuk menjawab tujuan penelitian. Pengukuran pengetahuan, personal hygiene, dan keputihan dilakukan menggunakan kuesioner, serta analisis chi square digunakan menentukan hubungan antar variabel tersebut. Sebanyak 38 siswi (73,1%) mengalami keputihan, dimana tingkat pengetahuan tentang keputihan mayoritas tergolong baik (40 orang;76,9%), dan mayoritas memiliki personal hygiene yang tergolong baik (34 orang; 65,4%). Hubungan antara pengetahuan dengan kejadian keputihan adalah p= 0,361. Begitu pula hubungan personal hygiene dengan kejadian keputihan p=0,448. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah pengetahuan dan personal hygiene tidak memiliki hubungan dengan kejadian keputihan. Penelitian lebih lanjut menggunakan variabel lainnya dapat dilakukan untuk menentukan pengaruh variabel tersebut terhadap kejadian keputihan
UJI CEMARAN BAKTERI COLIFORM PADA JAMU MENGGUNAKAN METODE MOST PROBABLE NUMBER DI KECAMATAN GUNUNGPATI Nur Chasanah, Siti; Muhammad Iqbal Assegaf; Adhitya Naufal Pribadi
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 23 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v23i2.603

Abstract

Jamu memiliki banyak manfaat untuk kesehatan dan salah satunya sebagai antibakteri akan tetapi dari beberapa penelitian menunjukkan kasus jamu tercemar bakteri. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cemaran bakteri coliform pada jamu di wilayah Gunungpati. Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah 2 jenis jamu yaitu jamu beras kencur dan kunir asam yang dijual di Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. Dari hasil penelitian dari total 11 sampel terdapat tujuh sampel yang tercemar bakteri coliform dua diantaranya terkonfirmasi bakteri coliform Escherichia coli sehingga jamu yang layak dikonsumsi sejumlah tiga sampel (36,36%).
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN APLIKASI PRIMA UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN IBU TENTANG DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG ANAK Anugerahwati, Dwi Lestari; Rita Damayanti; Dien Anshari
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 23 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v23i2.608

Abstract

Penggunaan smartphone sangat membantu dalam layanan kesehatan, promosi kesehatan, dan meningkatkan derajat kesehatan. IDAI meluncurkan aplikasi Prima dengan tujuan untuk membantu memantau tumbuh kembang anak dan kesehatan anak usia 0-18 tahun demi terwujudnya generasi prima mengingat 37,2% kasus stunting terjadi di Indonesia. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penggunaan aplikasi Prima terhadap pengetahuan ibu tentang tumbuh kembang anak. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimental pre-test post-test with control group dengan jumlah sampel sebanyak 40 orang pada kelompok aplikasi dan kelompok kontrol. Hasil penelitian didapatkan terdapat perbedaan pengetahuan ibu sesudah diberikan aplikasi Prima dengan rata-rata pengetahuan post-test 88,05 pada kelompok aplikasi dan 57,43 pada kelompok non aplikasi (p=0,005, α=0,05). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah bahwa aplikasi Prima berpengaruh untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang tumbuh kembang anak. Saran yang dapat diberikan dari penelitian ini adalah menyempurnakan aplikasi Prima sehingga dapat digunakan sebagai media baru dalam proses penyampaian informasi kesehatan kepada masyarakat agar dapat digunakan untuk memantau tumbuh kembang anak secara terus menerus.
HUBUNGAN DIABETES MELLITUS TIPE II DENGAN RISIKO PENINGKATAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU DI RUMAH SAKIT UMUM HAJI MEDAN TAHUN 2022 Batubara, Fairuza Alziwinindya; Alamsyah Lukito
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 23 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v23i2.615

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan suatu penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia akibat kelainan sekresi dan/atau gangguan kerja insulin. Sekitar 80% dari seluruh kasus DM merupakan DM Tipe 2. Peningkatan kadar gula darah (hiperglikemia) melebihi batas normal dalam jangka waktu lama pada pasien DM, menyebabkan penurunan respons imunologik, sehingga memudahkan terjadinya infeksi oleh mikroorganisme pathogen termasuk Mycobacterium tuberkulosis. Dilakukannya penelitian ini, diharapkan dapat mengidentifikasi hubungan diabetes mellitus tipe 2 dengan risiko peningkatan tuberkulosis paru di Rumah Sakit Umum Haji Medan. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel 67 data rekam medik. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Analisis bivariat dilakukan dengan uji Eta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kasus diabetes mellitus tipe 2 dengan tuberkulosis paru paling banyak ditemukan pada sampel dengan rentang umur <60 tahun (64,2%), kelompok jenis kelamin laki-laki (65,7%), dan IMT normal (65,7%). Hasil analisa bivariat dengan uji Eta didapatkan adanya hubungan yang signifikan antara diabetes mellitus tipe 2 dan risiko peningkatan tuberkulosis paru dengan nilai Fhitung > Ftabel: 37,20 > 3,99. Kesimpulan: Terdapat hubungan positif yang signifikan antara diabetes mellitus tipe 2 dengan tuberkulosis paru di Rumah Sakit Umum Haji Medan.
HUBUNGAN SIMTOM DEPRESI DENGAN KUALITAS HIDUP PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKEMAS BATU PANJANG RUPAT RIAU Febby Yurisa Imanda; Meri Susanti
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 23 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v23i2.616

Abstract

Diabetes melitus dianggap sebagai penyakit kronis pada abad ke-21, yang dimana prognosis dan perkembangannya bergantung pada gaya hidup dan manajemen diri penderitanya. Sebesar 87% pengidap diabetes melitus mengalami depresi. Kejadian depresi pada penderita diabetes terjadi karena ketidakpatuhan terhadap pengobatan, kontrol metabolik yang buruk, tingkat komplikasi yang tinggi, peningkatan biaya perawatan kesehatan, dan kehilangan produktivitas. Kesejahteraan psikologis berhubungan dengan kesehatan mental penderita diabetes melitus. Kesehatan mental dalam masalah ini dapat diukur menggunakan parameter kualitas hidup. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan Purposive sampling dengan jumlah sampel 59 orang penderita diabetes melitus tipe 2. Instrumen penelitian menggunakan Beck Depression Inventory dan Diabetes Quality Of Life. Uji analisis hipotesa dilakukan dengan rumus Somers’d. Berdasarkan hasil Analisa menunjukkan bahwa distribusi responden berdasarkan jenis kelamin perempuan 40 orang (67,8%), usia 46-55 tahun 27 orang (45,8%), serta pekerjaan ibu rumah tangga 32 orang (54,2%), dan berdasarkan lama menderita 5-10 tahun 28 orang (47,5%). Berdasarkan analisa uji biavariat terdapat hubungan antara hubungan simtom depresi dengan kualitas hidup penderia DM tipe 2, nilai p=0.000 (p<0.05). Terdapat hubungan positif yang signifikan antara simtom depresi dengan kualitas hidup penderita diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Batu Panjang Rupat Riau.
KADAR INTERFERON GAMMA (IFN-γ) MIKROENKAPSULASI MSC-CD34+ DENGAN COATING: STUDI PRELIMINARI TERAPI SELULER MDR-TB Halawa, Karina Mutiarani; Sitanggang, Ervina Julien; Napitupulu, Runggu; Sibuea, Christine Verawaty
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 23 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v23i2.617

Abstract

Multidrug Resistant Tuberculosis (MDR-TB) merupakan kondisi di mana pasien tuberkulosis resistan terhadap minimal dua jenis obat anti tuberkulosis. Pasien MDR-TB sering mengalami efek samping sehingga terapi alternatif perlu dipikirkan. Mesenchymal stem cell (MSC) dan sel punca hematopoietik CD34+ dianggap sebagai alternatif potensial. MSC memiliki sifat imunomodulator, sedangkan CD34+ meningkatkan angiogenesis. Interferon gamma (IFN-γ) merupakan sitokin proinflamasi yang berperan dalam regulasi imunitas tubuh. Penggunaan coating dengan lisat konsentrat trombosit dan mikroenkapsulasi dapat meningkatkan efektivitas terapi. Penelitian ini bertujuan mengetahui rerata kadar IFN-γ pada medium kultur mikroenkapsulasi MSC dan CD34+ dengan coating lisat trombosit. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional. Sampel MSC dan CD34+ yang digunakan masing-masing berasal dari tali pusat dan darah asal tali pusat bayi baru lahir. Kadar IFN-γ diukur menggunakan spektrofotometer dengan panjang gelombang 450nm. Hasil penelitian menunjukkan kadar IFN-γ yang disekresikan pada hari ke-2 berjumlah 0,0597 pg/mL, mengalami penurunan pada hari ke-7 dan hari ke-14, kemudian meningkat pada hari ke-21 sebanyak 2,7337 pg/mL.
HUBUNGAN AKTIVITAS SIMTOM JUDI PATOLOGIS DENGAN SIMTOM DEPRESI PADA ORMAS X DI KOTA RANTAU PRAPAT Aldi Husein Rambe; Ira Aini Dania; Meri Susanti; Farah Diba
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 23 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v23i2.620

Abstract

Kegiatan perjudian berpotensi menimbulkan berbagai macam masalah, baik secara ekonomi maupun psikologis. keinginan untuk melanjutkan perjudian cenderung berkembang menjadi gangguan yang dikenal sebagai perjudian patologis. Judi lebih sering terjadi pada pria dibandingkan wanita dengan perbandingan 3:1. Prevalensi menurut negara, sebesar 0,9% hingga 7,0% di Amerika Serikat, 0,8% hingga 7,0% di Eropa dan negara bagian utara, dan 1,0% hingga 13% di Australia dan Selandia Baru. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis hubungan aktivitas gejala perjudian patologis dengan gejala gejala depresi di Kota Rantau Prapat. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik dengan metode studi cross sectional, pengambilan sampel menggunakan simple random sampling, jumlah sampel 98 orang, alat ukur menggunakan kuesioner PGSI dan BDI II. Sebanyak 44 orang (44,9%) responden memiliki tingkat gejala aktivitas judi patologis kategori berat dan sebanyak 53 orang (54,1%) responden memiliki tingkat gejala depresi kategori berat. Hasil uji korelasi Pearson antara gejala judi patologis dengan gejala depresi diperoleh nilai signifikan p=0,001 (p<0,05) menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara gejala judi patologis dengan gejala depresi.
POTENSI ANTIOKSIDAN DARI AKAR TANAMAN BAJAKAH (SPATHOLOBUS LITTORALIS HASSK) ASAL KUBU RAYA KALIMANTAN BARAT Nur, Andi Denisa Fadliah; Zakiah, Mistika; Asseggaf, Syarifah Nurul Yanti Rizki Syahab
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 23 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v23i2.622

Abstract

Lingkungan yang tercemar, pola hidup tidak sehat dan proses metabolisme dalam tubuh manusia secara normal menghasilkan spesies oksigen reaktif yang berdampak buruk terhadap tubuh dan dapat memicu penyakit degeneratif. Produksi spesies oksigen reaktif yang berlebihan akan menyebabkan antioksidan alami yang diproduksi tubuh menjadi lemah sehingga memerlukan antioksidan dari luar, seperti dari tanaman bajakah yang secara empiris telah digunakan oleh masyarakat Dayak dalam pengobatan tradisional. Tujuan dari penelitian ini yaitu menentukan aktivitas antioksidan dan penentuan kandungan kimia dari ekstrak etanol akar bajakah (Spatholobus littoralis Hassk) yang diambil dari wilayah Kubu Raya Kalimantan Barat. Penelitian ini bersifat eksperimental, menggunakan metode ekstraksi menggunakan etanol, penentuan aktivitas antioksidan menggunakan senyawa 2,2-difenil-1-pikrilhidrazil (DPPH), sedangkan untuk penentuan kandungan kimia dalam ekstrak etanolnya adalah melalui mekanisme reaksi yang spesifik antara lain yaitu bubuk Magnesium (Mg) dan larutan HCl untuk penentuan senyawa flavonoid, reagen Wagner untuk penentuan senyawa alkaloid, akuades untuk penentuan senyawa saponin berdasarkan buih yang terbentuk setelah dikocok dan reagen FeCl3 untuk penentuan senyawa tanin. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol akar bajakah Spatholobus littoralis memiliki antioksidan (IC50) sebesar 22,31 ppm, termasuk kategori potensi antioksidan sangat kuat dan berdasarkan pengujian fitokimianya menunjukkan adanya kandungan flavonoid, alkaloid, saponin dan tanin.
HUBUNGAN POLA PEMBERIAN MAKAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 12-59 BULAN DI KECAMATAN BANDAR KABUPATEN SIMALUNGUN Ginting, Tarianna; Simangunsong, Pahala Maringan Jubel; Sitompul, Paquita Lusten; Hutapea, Bella Satrina; Sipayung, Rohdearta
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 23 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v23i2.624

Abstract

Stunting merupakan indikator kekurangan gizi kronis akibat ketidakcukupan asupan makanan dalam waktu yang lama, kualitas pangan yang buruk, sehingga mengalami tinggi badan yang tidak sesuai (kerdil) dengan umurnya.1 Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjabarkan keterkaitan antara pola makan dan kejadian stunting pada anak balita berusia 12-59 bulan. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan analitik cross sectional. Analisis bivariat dilakukan dengan menggunakan uji Chi-Square, dengan tingkat signifikansi 0,05 dan interval kepercayaan 95%. Berdasarkan uji statistik, diperoleh hasil analisis variabel jenis makanan (p-value=0.047) dan variabel frekuensi makanan (p-value=0.021) memiliki hubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 12-59 bulan dan variabel jumlah makanan (p-value=0.454) menunjukkan tidak ada hubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 12-59 di wilayah kerja Puskesmas Marihat Bandar. Disimpulkan bahwa jumlah makanan tidak memiliki pengaruh terhadap kejadian stunting pada balita usia 12-59 bulan, sedangkan jenis makanan dan frekuensi makanan memiliki pengaruh terhadap kejadian stunting pada balita usia 12-59 bulan.